cover
Contact Name
Fernando Tambunan
Contact Email
fernando.tambunan@sttbaptis-medan.ac.id
Phone
+6281361612723
Journal Mail Official
fernando.tambunan@sttbaptis-medan.ac.id
Editorial Address
Jl. Tali Air No. 7 Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Sumatera Utara Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : 26228998     EISSN : 26217732     DOI : https://doi.org/10.54024
Core Subject : Religion, Education,
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani merupakan terbitan berkala dari hasil penelitian Teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan. Focus dan Scope penelitian Illuminate adalah: Teologi Biblikal (Perjanjian Lama dan Baru) Teologi Sistematika Teologi Pastoral Pendidikan Kristiani Misiologi Konseling Kristen
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2022): Desember 2022" : 4 Documents clear
Doa Sebagai Katarsis Di Tengah Krisis Berdasarkan Mazmur 142 Paulus Dimas Prabowo
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v5i2.188

Abstract

Kehidupan orang percaya di muka bumi tidak lepas dari krisis kehidupan yang datang silih berganti. Salah satu solusi bagi seseorang yang sedang mengalami krisis adalah katarsis. Dari beragam bentuk katarsis yang bisa dilakukan, salah satu yang efektif dan konstruktif adalah doa. Mazmur 142, yang merupakan doa Daud di tengah krisis, merupakan salah satu contoh katarsis yang dicirikan dengan adanya self-disclosure  (keterbukaan). Ancaman penangkapan bahkan pembunuhan dari Saul terhadap Daud, memaksanya bersembunyi di gua. Di tempat tersebut, Daud mencurahkan segala yang tertampung dalam hati dan pikirannya. Melalui pendekatan biblika dan psikologi agama, dengan metode hermeneutika genre puisi dan analisis dokumen pribadi, diperoleh fakta bahwa doa yang disuarakan dalam Mazmur 142 mengandung unsur self-disclosure  yang meliputi pengungkapan perasaan (ay. 3), situasi (ay. 4), kesendirian (ay. 5), keyakinan (ay. 6), keterbatasan (ay. 7), dan keinginan (ay. 8). Keenam hal ini diperoleh melalui struktur Mazmur 142 yang kemudian dipahami sebagai bentuk self-disclosure dalam perspektif psikologi agama. Hasil penelitian ini dapat menjadi pola yang bisa diterapkan ketika orang percaya mengalami krisis dalam hidupnya.
Konsep Neraka Dalam Pandangan Gereja Katolik Mathias Jebaru Adon; Yulianus Hironi Ndua
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v5i2.153

Abstract

Penelitian ini berfokus pada ajaran Gereja Katolik tentang neraka. Gereja Katolik mengajarkan hukuman utama di neraka adalah terpisah secara kekal dari Allah (KGK. 1035). Keterpisahan dengan Allah menyebabkan manusia kehilangan penglihatan yang membahagiakan dengan Allah. Maka penelitian ini bertujuan menjelaskan bahwa neraka bukanlah sebuah tempat. Gambaran tentang neraka dalam Injil merupakan bahasa apokaliptik yang digunakan Yesus sebagai peringatan kepada orang-orang yang tidak mau menghiraukan amanat-Nya serta tidak mau mengadakan perubahan hidup yang selaras dengan warta keselamatan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya ajaran-ajaran yang mengajarkan bahwa neraka adalah sebuah tempat yang menakutkan, kejam dan penuh siksaan. Akibatnya, gambaran tentang Allah yang berbelas kasih dan berkehendak menyelamatkan semua orang tidak diperhatikan. Padahal gambaran tentang neraka bertujuan untuk menegaskan hakikat manusia yang berasal dari Allah. Penelitian ini menggunakan studi literatur kepustakaan yang menemukan bahwa Yesus tidak pernah mengajarkan tentang neraka. Pengajaran Yesus berpusat pada Kerajaan Allah. Gambaran-gambaran apokaliptik neraka yang digunakan Yesus bertujuan mendesak para pendengar-Nya untuk bertobat dan percaya kepada kabar baik keselamatan. Karena itu, penelitian ini memberi sumbangan pada kesadaran bahwa Allah menghendaki agar semua orang diselamatkan.
Konsep Pewahyuan Injil Kepada Paulus Menurut Surat Galatia 1:11-12 Boyman Aspirasi Zebua
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v5i2.193

Abstract

This article discusses the gospel revelation that Christ gave to Paul. Paul in this case, has been called by God since he was still in his mother's womb, he was called by God to spread the gospel to other nations. This study aims to discuss the process of Pulus receiving the revelation of the gospel based on Galatians 1:11-12. The writing method used in writing this article is the exegesis method in Galatians 1:11-12 as well as a literature review of various literature sources related to the topic under study. The results of the study show that Paul in receiving the gospel proved that he received the gospel and lived the gospel not from human will, but he received it from God's statement to him. God had chosen him and according to God's plan, Paul would be a great Apostle. In Galatians 1:11-12, this verse has correctly recorded that Paul had been called by God and this verse speaks that Paul had accepted it, because it was a divine commission that he should have carried out. Even though the false teachers were spreading the false gospel which was a mixture of law and grace at that time, Paul remained steadfast and maintained the truth of the gospel, because he had a principle of life, he realized that his existence as an Apostle was because of God's call to him, not by human will.
PENGARUH PEMAHAMAN PENDAMPINGAN MENURUT I TESALONIKA 2:11-12 TERHADAP KEMAMPUAN ORANG TUA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR INTRINSIK DAN PRESTASI AKADEMIK ANAK DI GEREJA PENYEBARAN INJIL JEMAAT RAJAWALI OIKOS CHURCH BANDAR LAMPUNG HERRI HERRI
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v5i2.190

Abstract

Pendampingan orang tua pada proses belajar anak sangat penting.  Pemahaman pendampingan menurut I Tesalonika 2:11-12 dapat menjadi tuntutan bagi orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) Mengetahui pemahaman pendampingan menurut I Tesalonika 2:11-12 pada orang tua di GPI ROC Bandar Lampung, 2) Mengetahui pengaruh pemahaman pendampingan menurut I Tesalonika 2:11-12 terhadap kemampuan orang tua untuk meningkatkan motivasi belajar intrinsik anak di GPI ROC Bandar Lampung, 3) Mengetahui pengaruh pemahaman pendampingan menurut I Tesalonika 2:11-12 terhadap kemampuan orang tua untuk meningkatkan prestasi akademik anak di GPI ROC Bandar Lampung.  Metode yang dipakai adalah penelitian kuantitatif expost facto dengan kuisioner.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemahaman pendampingan orang tua di GPI ROC Bandar Lampung pada kategori sedang dengan lower bound dan upper bound 62,11-65,89.  Ada pengaruh yang signifikan dari pemahaman pendampingan menurut I Tesalonika 2:11-12 terhadap kemampuan orang tua untuk meningkatkan motivasi belajar intrinsik anak di GPI ROC Bandar Lampung sebesar 20,6%, tapi tidak terbukti ada pengaruh yang signifikan dari pemahaman pendampingan menurut I Tesalonika 2:11-12 terhadap kemampuan orang tua untuk meningkatkan prestasi akademik anak di GPI ROC Bandar Lampung.

Page 1 of 1 | Total Record : 4