cover
Contact Name
Azharsyah Ibrahim
Contact Email
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 2nd Floor Jln. Syech Abdur Rauf Banda Aceh 23111, Aceh, Indonesia Email: jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
ISSN : 20896239     EISSN : 25490648     DOI : https://doi.org/10.22373/share
Core Subject : Religion, Economy,
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam [SHARE] is a double-blind peer-reviewed journal published by the Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia. SHARE publishes research and concept papers pertaining to the field of Islamic economics and finance in open access format, which enables readers to freely access and download the articles under the CC BY SA license. Since 2017, SHARE has become a CrossRef Member, meaning that each article published by the journal will have a unique DOI number. SHARE has been indexed in many trusted indexing sites, such as DOAJ, Index Copernicus, Scilit, WorldCat, Google Scholar, Dimensions, EBSCO, and many others. In Indonesia, SHARE is listed among the top-notch journals by the Indonesian journal accreditation body officialized with the Decree of Director General of Research Strengthening and Advancement, Ministry of Research, Technology, and Higher Education, No. 21/E/KPT/2018, starting from 9 July 2018 until 9 July 2023. Currently, SHARE is under consideration for inclusion in SCOPUS.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2024)" : 20 Documents clear
Micro Waqf Bank Innovation Models in Aceh Harianto, Syawal; Ramadhan, Muhammad; Soemitra, Andri
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.19718

Abstract

This study investigates the challenges and opportunities associated with utilizing cash waqf to support economic development in Aceh, Indonesia, employing the innovative Micro Waqf Bank model. Data was collected through in-depth interviews with seven Waqf management experts in Aceh, selected using purposive sampling. Leveraging the Analytical Network Process (ANP), the study identifies key problems in the development of cash waqf practices, including economic challenges such as capital sourcing, financing repayment delays, and monitoring-mentoring costs. From a social perspective, the study emphasizes the importance of synergy among institutions, public awareness, and effective socialization. Institutional issues include human resource professionalism, regulatory suitability, Micro Waqf Bank limitations, and the need for digitalization. Legal and governance aspects focus on regulations supporting capital financing for small enterprises and efficient managerial management. The study proposes an inclusive, adaptive, participatory, and integrated Micro Waqf Bank Innovation Model to optimize cash waqf utilization and support real sector economic growth. Suggestions for improvement involve technological infrastructure, human resource training, regulatory adjustments, capital management, monitoring systems, strategic partnerships, socialization, coordination, product diversification, and community participation, providing a comprehensive model for the development of Micro Waqf Banks in Aceh.==============================================================================================================ABSTRAK – Model Inovasi Bank Wakaf Mikro di Aceh. Penelitian ini mengkaji tantangan dan peluang pengembangan praktik wakaf tunai untuk mendukung pembangunan ekonomi di Aceh melalui model inovasi Bank Wakaf Mikro di Aceh. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tujuh pakar bidang manajemen wakaf di Aceh, yang dipilih dengan metode sampling purposif. Hasil analisis aplikasi Analytical Network Process (ANP), penelitian ini mengidentifikasi sejumlah persoalan kunci dalam pengembangan wakaf tunai, seperti tantangan ekonomi terkait sumber modal, keterlambatan pembayaran pembiayaan, dan biaya pemantauan/ mentoring. Secara sosial, kajian ini menggarisbawahi pentingnya sinergi antar lembaga, kesadaran masyarakat, dan sosialisasi. Aspek institusional melibatkan isu-isu seperti profesionalisme sumber daya manusia, regulasi yang sesuai, keterbatasan Bank Wakaf Mikro, dan digitalisasi. Aspek hukum dan tata kelola berfokus pada regulasi yang mendukung, pembiayaan modal untuk usaha mikro dan ultra-mikro, dan manajemen manajerial. Solusi telah diidentifikasi untuk setiap aspek, mencapai proposal model Inovasi Micro Waqf Bank yang inklusif, adaptif, partisipatif, dan terintegrasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan waqf tunai dan mendukung pertumbuhan ekonomi sektor riil. Saran untuk perbaikan melibatkan infrastruktur teknologi, pelatihan sumber daya manusia, penyesuaian regulasi, manajemen modal, sistem pemantauan, kemitraan strategis, sosialisasi, koordinasi, diversifikasi produk, dan partisipasi masyarakat, sehingga memberikan model komprehensif untuk pengembangan Bank Wakaf mikro di Aceh.
Evaluating Financial Performance of Mining Companies Listed on Jakarta Islamic Index Ajuna, Luqmanul Hakiem; Yusuf, Sri Dewi
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.17814

Abstract

In Indonesia, mining companies play a crucial role in supporting government economic initiatives. Consequently, assessing their financial performance becomes vital to ensure their viability and contribution to national economic goals. This study investigates the financial performance of mining companies listed on the Jakarta Islamic Index (JII) from 2017 to 2020. Utilizing purposive sampling, financial statements for four companies were obtained from their official websites, the OJK (Financial Services Authority), and the IDX (Indonesia Stock Exchange). A one-way ANOVA test was employed to compare the financial ratios across these companies. The analysis focused on liquidity, activity, solvency, and profitability ratios. The findings reveal that PT. Adaro Energy Tbk (ANDRO) achieved the highest performance, meeting five out of ten industry standard ratios. PT. Aneka Tambang Tbk (ANTM) and PT. Bukit Asam Tbk (PTBA) followed, each meeting four ratios. PT. Vale Indonesia Tbk (INCO) demonstrated the lowest performance, achieving only two industry standard ratios. This research contributes to the understanding of financial performance variations within the JII's mining sector, highlights areas for potential improvement, and offers valuable insights for investors and policymakers.==============================================================================================================ABSTRAK – Mengevaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar pada Jakarta Islamic Index. Di Indonesia, perusahaan pertambangan memiliki peran penting dalam mendukung inisiatif ekonomi pemerintah. Konsekuensinya, penilaian kinerja keuangan mereka menjadi vital untuk memastikan kelangsungan hidup dan kontribusi mereka terhadap tujuan ekonomi nasional. Penelitian ini menyelidiki kinerja keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) dari tahun 2017 hingga 2020. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling untuk memilih empat perusahaan pertambangan yang terdaftar di JII. Laporan keuangan perusahaan diperoleh dari situs web resmi mereka, OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dan IDX (Bursa Efek Indonesia). Analisis data menggunakan uji ANOVA satu arah untuk membandingkan rasio keuangan antar perusahaan, dengan fokus pada rasio likuiditas, aktivitas, solvabilitas, dan profitabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Adaro Energy Tbk (ANDRO) mencapai kinerja tertinggi, dengan memenuhi lima dari sepuluh rasio standar industri. Diikuti oleh PT. Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang masing-masing memenuhi empat rasio. PT. Vale Indonesia Tbk (INCO) menunjukkan kinerja terendah, hanya mencapai dua rasio standar industri. Penelitian ini memberikan gambaran yang jelas mengenai kinerja keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di JII. Hasil penelitian ini dapat membantu investor dan pembuat kebijakan dalam mengambil keputusan terkait sektor pertambangan.
Determinants of Risk in Indonesian Islamic Banking: An Empirical Investigation Haryanto, Sugeng; Safriliana, Retna; Ridloah, Siti; Ariefudin, Muhammad Umar; Khotimah, Lidia Khusnul
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.20758

Abstract

Islamic banking has witnessed significant growth globally, including in Indonesia, with expansions in both fund mobilization and financing activities. This study analyzes the determinants of risk in Indonesian Islamic banks from 2009 to 2022, focusing on the effects of financing-to-deposit ratio (FDR), financing growth, efficiency, company size, capital adequacy ratio (CAR), and third-party fund (DPK), on non-performing financing (NPF). Utilizing unbalanced panel data and multiple linear regression, the research finds that financing growth and efficiency have negligible effects on risk. In contrast, FDR, company size, CAR, and DPK significantly influence it. Higher FDR is linked to increased risk, while larger banks and higher CAR are associated with reduced risk. The results suggest that Islamic banks should balance financing and deposits to manage risk effectively and emphasize the importance of efficient operations and sustainable growth. This research is limited to the internal aspects of banks as determinants of FDR. Future research could examine external factors and alternative risk measures to deepen the understanding of risk in Islamic banking.==============================================================================================================ABSTRAK – Determinan Risiko Perbankan Syariah di Indonesia: Suatu Kajian Empiris. Perbankan syariah mengalami pertumbuhan yang signifikan secara global, termasuk di Indonesia, terutama dalam hal mobilisasi dana dan aktivitas pembiayaan. Studi ini menganalisis faktor-faktor penentu risiko pada perbankan syariah di Indonesia periode 2009 - 2022. Secara spesifik, kajian ini menguji pengaruh FDR, pertumbuhan pembiayaan, efisiensi, ukuran perusahaan, CAR dan DPK terhadap pembiayaan bermasalah. Dengan menggunakan data panel tidak seimbang (unbalance) dan regresi linier berganda, penelitian ini menemukan bahwa pertumbuhan pembiayaan dan efisiensi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap risiko. Sebaliknya, FDR, ukuran perusahaan, CAR, dan DPK memberikan pengaruh yang signifikan terhadapnya. FDR berkorelasi positif dengan peningkatan risiko, sementara ukuran perusahaan dan CAR berkorelasi negatif dengan pengurangan risiko. Kajian ini menyarankan agar bank-bank syariah menyeimbangkan antara pembiayaan dengan simpanan sehingga dapat mengelola risiko secara efektif dengan penekanan pada efisiensi operasional dan pertumbuhan berkelanjutan. Penelitian ini dibatasi pada aspek internal bank sebagai determinan FDR. Penelitian selanjutnya dapat mengkaji faktor-faktor eksternal dan ukuran risiko alternatif untuk memperdalam pemahaman tentang risiko dalam perbankan syariah.
Sharia Fintech and Gen Z: The Mediating Role of Perceived Usefulness Hakim, M. Arif; Supriyanto, Agus
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.22990

Abstract

This study investigates the mediating role of perceived usefulness in the adoption of Sharia fintech among Generation Z individuals in Java Island, Indonesia. A sample of 155 respondents, selected through purposive sampling, participated in the research. Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS 25.0. The findings reveal that perceived usefulness successfully mediates the influence of subjective norms on behavioral intention. Furthermore, perceived usefulness fully mediates the impact of perceived ease of use on behavioral intention. These results underscore the importance of fintech managers gaining deeper insights and aligning service development with market needs. Sharia fintech companies should emphasize the benefits of technology use to enhance user interest in fintech adoption. Given Indonesia's predominantly Muslim population, ensuring user-friendly technology is crucial. This study contributes to the understanding of the factors driving the adoption of Sharia fintech and offers practical implications for fintech service providers.========================================================================================================ABSTRAK – Fintech Syariah dan Generasi Z: Peran Mediasi Perceived Usefulness. Penelitian ini mengkaji peran mediasi perceived usefulness dalam adopsi fintech syariah di kalangan Generasi Z di Pulau Jawa, Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 155 responden yang dipilih dengan metode purposive sampling. Hasil analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan AMOS 25.0, menunjukkan bahwa perceived usefulness dapat memediasi pengaruh norma subjektif terhadap niat perilaku. Lebih lanjut, perceived usefulness memediasi secara penuh dampak persepsi kemudahan penggunaan terhadap niat perilaku. Hasil ini menujukkan pentingnya wawasan mendalam bagi pengelola fintech untuk dapat menyelaraskan pengembangan layanan dengan kebutuhan pasar. Perusahaan fintech syariah harus menekankan manfaat penggunaan teknologi yang user friendly untuk meningkatkan minat pengguna dalam adopsi fintech. Hal ini berkaitan dengan ajaran Islam yang dipercayai oleh mayoritas penduduk Indonesia. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman akan faktor-faktor yang mendorong adopsi fintech syariah dan menawarkan implikasi praktis bagi penyedia layanan fintech.
Does ROE Moderate the Impact of Temporary Shirkah Funds on SMEs Financing in Indonesia? Arisnawati, Nur Fani
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.21870

Abstract

This study investigates the impact of temporary shirkah funds on the financing of Small and Medium Enterprises (SMEs) in Indonesia, using Bank Syariah Indonesia (BSI) as a sample. The Return on Equity (ROE) is utilized as a moderating variable. Employing a quantitative approach, secondary data was collected from BSI’s quarterly reports on the Indonesia Stock Exchange for the period of 2019-2021. The data was analyzed using Moderated Regression Analysis (MRA) with the Eviews 9 application. The results indicate that temporary syirkah funds have a significant partial effect on SMEs financing. However, ROE does not moderate the relationship between temporary syirkah funds and SMEs financing in BSI. These findings provide valuable insights for future researchers to further explore SME financing and highlight the importance of government support for Islamic banks in their efforts to finance SMEs, given the crucial role these enterprises play in the real sector and in bolstering the Indonesian economy. This study contributes to the growing body of literature on Islamic finance and SME financing, offering practical implications for policymakers and Islamic financial institutions.========================================================================================================ABSTRAK – Apakah ROE Memoderasi Pengaruh Dana Syirkah Temporer terhadap Pembiayaan UKM di Indonesia? Penelitian ini mengkaji pengaruh dana syirkah temporer terhadap pembiayaan Usaha] Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia dengan sampel pada Bank Syariah Indonesia (BSI) sementara Return on equity (ROE) dijadikan sebagai variabel moderasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data penelitian dikumpulkan dari laporan triwulanan BSI di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2019-2021. Data dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan aplikasi Eviews 9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dana syirkah temporer memiliki pengaruh parsial yang signifikan terhadap pembiayaan UKM, tetapi ROE tidak memoderasi hubungan antara dana syirkah temporer dengan pembiayaan UKM di Bank Syariah Indonesia. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi peneliti selanjutnya untuk lebih mengeksplorasi pembiayaan UKM dengan fokus urgensi dukungan pemerintah bagi bank syariah dalam pembiayaan UKM, mengingat peran penting yang dimainkan oleh usaha-usaha ini di sektor riil dan dalam mendorong perekonomian Indonesia. Studi ini berkontribusi terhadap pengembangan literatur tentang keuangan syariah dan pembiayaan UKM, memberikan implikasi praktis bagi pembuat kebijakan dan lembaga keuangan syariah.
Economic Development Theory of Ibnu Khaldun: Interrelation between Justice and Umran al-Alam Mafrudlo, Ahmad Mahfudzi; Mansur, Zuhratul Aini; Mustofa, Mustofa; Janwari, Yadi
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.20552

Abstract

ABSTRACT – Leading Islamic thinker, Ibn Khaldun, proposed a nuanced theory of economic development that transcends mere material advancement. This theory integrates Islamic principles within a comprehensive framework. This study aims to delve deeper into Ibn Khaldun's economic development theory, focusing on its emphasis on the Islamic way of life and the concept of Umran al-Alam (prospering the earth). A descriptive analysis methodology was employed through a review of existing literature. Ibn Khaldun outlines eight key suggestions and various variables for achieving economic development. Significantly, he underscores the importance of Umran al-Alam, highlighting humanity's responsibility to cultivate the earth. From an Islamic perspective, economic development should prioritize socio-economic justice and maintain a balance between communal well-being and a healthy economy. This study contributes to a more profound understanding of Islamic economic thought and its potential connections to contemporary notions of sustainable development. Further research opportunities lie in exploring the practical applications of Ibn Khaldun's theories within Islamic economic models.==============================================================================================================ABSTRAK – Teori Pembangunan Ekonomi Perspektif Ibnu Khaldun: Interelasi Keadilan dan Umran al-Alam. Pemikir Islam terkemuka, Ibn Khaldun, menawarkan teori pembangunan ekonomi yang lebih bernuansa, tidak sekedar diukur dari sesuatu yang bersifat materi semata-mata. Teori ini mengintegrasikan prinsip-prinsip Islam ke dalam kerangka kerja yang komprehensif. Studi ini bertujuan untuk menggali secara dalam teori pembangunan ekonomi Ibn Khaldun, khususnya pada cara hidup Islami dan konsep "umran al-Alam" (pemakmuran bumi). Kajian ini menggunakan metodologi analisis deskriptif dengan data-data dari sejumlah literatur tersedia. Ibn Khaldun menguraikan delapan komponen inti dan sejumlah variabel untuk mencapai pembangunan ekonomi dimaksud. Ibnu Khaldun menggarisbawahi pentingnya umran al-Alam, yang menyoroti tanggung jawab manusia dalam memakmurkan bumi. Dari perspektif Islam, pembangunan ekonomi harus memprioritaskan keadilan sosial-ekonomi dan menjaga keseimbangan antara kesejahteraan bersama dan sistem ekonomi yang sehat. Studi ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang pemikiran ekonomi Islam dan potensi hubungannya dengan konsep pembangunan berkelanjutan kontemporer. Peluang penelitian lebih lanjut terletak pada eksplorasi aplikasi praktis teori-teori Ibn Khaldun dalam model ekonomi Islam.
The SDG-Islamic Banking Nexus: Insights from the OIC Top Economies Basalma, Ebrahim Omar
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.21917

Abstract

ABSTRACT – Islamic Banking and Finance (IBF) has emerged as a promising alternative to conventional finance, with its principles aligned with the United Nations' Sustainable Development Goals (SDGs). This study investigates the relationship between the performance of IBF in five major Organization of Islamic Cooperation (OIC) countries - Saudi Arabia, Turkey, Indonesia, Malaysia, and the United Arab Emirates - and key SDG indicators: return on assets, regulatory capital to assets, regulatory Tier 1 capital to risk-weighted assets, and broad money to total reserves ratio. Employing panel data analysis, the research reveals that three out of the four SDG indicators significantly impact the total assets of Islamic banks, while the regulatory capital-to-assets indicator shows no significant relationship. These findings underscore the complex interplay between profitability, risk management, liquidity, and asset growth in the IBF sector. The study contributes to the growing body of literature on the role of IBF in promoting sustainable development. The results have important implications for regulators, policymakers, and Islamic banking institutions, highlighting the need for a balanced approach that reconciles financial performance with social and environmental objectives. By aligning IBF with the SDGs, this research paves the way for a more sustainable and inclusive financial system that can drive economic growth, social welfare, and environmental sustainability in the Muslim world and beyond.========================================================================================================ABSTRAK – Hubungan SDG dengan Perbankan Syariah: Wawasan dari Negara-Negara Utama OKI. Perbankan dan Keuangan Syariah telah menjelma menjadi alternatif yang menjanjikan bagi keuangan konvensional, dengan prinsip-prinsipnya yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Penelitian ini menyelidiki hubungan antara kinerja total aset perbankan dan keuangan Islam di lima negara utama OKI, yaitu Saudi Arabia, Turkey, Indonesia, Malaysia, and the United Arab Emirates, dan beberapa indikator SDG yaitu laba atas aset, modal peraturan terhadap aset, peraturan modal Tier 1 terhadap aset tertimbang menurut risiko, dan uang beredar terhadap total cadangan. Studi ini menggunakan pendekatan analisis data panel yang mengumpulkan regresi kuadrat terkecil biasa menggunakan data sepuluh tahun dari tahun 2013 hingga 2022. Hasilnya menunjukkan bahwa tiga dari empat indikator SDG mempunyai dampak signifikan terhadap total aset perbankan syariah, sedangkan peraturan modal terhadap total aset perbankan syariah tidak berpengaruh signifikan terhadap total aset perbankan syariah. Temuan ini menunjukkan adanya trade-off antara profitabilitas, manajemen risiko, likuiditas, dan pertumbuhan aset di perbankan syariah. Temuan ini mempunyai implikasi bagi regulator, pembuat kebijakan, dan lembaga perbankan Islam, serta berkontribusi terhadap pemahaman keuangan yang bertanggung jawab dan pembangunan berkelanjutan.
Gravity Model Analysis of Indonesia's Trade Role within OIC Economies Ula, Tajul
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.20994

Abstract

Indonesia, possessing the largest economic volume among Muslim-majority countries, plays a pivotal role in the global economy, particularly through its export activities. This study examines the factors influencing Indonesia's export performance and its economic interactions with the five largest economies within the Organization of Islamic Cooperation (OIC) member countries: Saudi Arabia, Turkiye, Iran, Nigeria, and the United Arab Emirates. Utilizing a random effect panel data model, the analysis spans from 1989 to 2021. The findings reveal that variables such as GDP, Distance, Economic Similarity Index, and Exchange Rate of these OIC countries positively impact Indonesia's exports. Additionally, Indonesia's exports significantly contribute to the GDP growth of these OIC nations. The study underscores the importance of Indonesia's trade in enhancing the economic capacities of OIC partner countries, thereby boosting national economic output and foreign exchange reserves. The results advocate for the revitalization of trade agreements and the maintenance of conducive relations among OIC countries to fortify their collective economic strength.========================================================================================================ABSTRAK – Analisis Model Gravitasi Peran Perdagangan Indonesia di Negara-negara OKI. Sebagai salah satu negara dengan volume ekonomi terbesar diantara negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Indonesia memainkan peran penting dalam perekonomian global, terutama melalui kegiatan ekspornya. Kajian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja ekspor dan interaksi ekonomi Indonesia dengan lima negara OKI dengan ekonomi terbesar, yaitu Arab Saudi, Turki, Iran, Nigeria, dan Uni Emirat Arab, periode dari tahun 1989 hingga 2021. Menggunakan model data panel random effect, temuan penelitian menunjukkan bahwa variabel seperti PDB, Jarak, Indeks Persamaan Ekonomi, dan Kurs dari negara-negara OKI tersebut berdampak positif pada ekspor Indonesia. Selain itu, ekspor Indonesia secara signifikan berkontribusi terhadap pertumbuhan PDB negara-negara OKI tersebut. Penelitian ini menekankan pentingnya perdagangan Indonesia dalam meningkatkan kapasitas ekonomi negara-negara mitra OKI, sehingga meningkatkan output ekonomi nasional dan cadangan devisa. Hasil ini mendorong revitalisasi perjanjian perdagangan dan pemeliharaan hubungan yang kondusif di antara negara-negara OKI untuk memperkuat kekuatan ekonomi kolektif mereka.
Cash Waqf Linked Deposit Potential for Revitalizing Islamic Banking in Indonesia Utomo, Gunawan Setyo; Ismal, Rifki
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.22087

Abstract

Despite existing for over two decades, the market share of Islamic banking remains stagnant. Conversely, Indonesia possesses immense, yet underutilized, potential for cash waqf (charitable endowments). This study investigates the Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) product, an initiative by OJK, focusing on its potential to enhance Islamic bank participation in cash waqf management. The research explores the responses of cash waqf participants through in-depth interviews and Focus Group Discussions (FGDs) with seven key figures: two waqif (donors), three representatives from LKS PWU (waqf collecting institutions), and two nazir (managers). Descriptive qualitative analysis facilitated by NVivo software is employed to understand the responses. The findings reveal a high level of alignment (70% average word similarity) between the proposed CWLD product design and stakeholder expectations. All stakeholders expressed positive responses and support for CWLD. They perceive CWLD as a facilitator for waqf contributions through Islamic banks, a means to expand existing waqf assets, and an attractive option due to the temporary nature of the deposits with eventual return to the waqf. This study highlights the potential of CWLD to bridge the gap between Islamic banking and cash waqf in Indonesia, potentially contributing to a more dynamic Islamic banking landscape.==============================================================================================================ABSTRAK – Potensi Cash Waqf Linked Deposit dalam Revitalisasi Perbankan Syariah di Indonesia. Pangsa pasar perbankan syariah menunjukkan stagnasi meskipun sudah beroperasi selama lebih dari dua dekade. Di sisi lain, potensi wakaf uang di Indonesia sangat besar, namun belum difasilitasi secara optimal oleh perbankan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produk Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) yang diinisiasi oleh OJK, dengan fokus pada respons para pemangku kepentingan wakaf uang. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) dengan tujuh narasumber kunci, yaitu dua waqif (pemberi wakaf), tiga perwakilan LKS PWU (lembaga pengumpul wakaf uang), dan dua nazir (pengelola wakaf). Untuk memahami tanggapan responden, penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain dan usulan produk CWLD yang diinisiasi oleh OJK telah sangat mengakomodasi aspirasi dan harapan para pemangku kepentingan. Analisis kesamaan kata antar wawancara menunjukkan rata-rata 70%, yang mengindikasikan kesesuaian produk dengan kebutuhan pemangku kepentingan. Para pemangku kepentingan memberikan respons positif dan dukungan terhadap usulan produk CWLD. Mereka memandang CWLD sebagai fasilitator bagi waqif untuk melakukan wakaf melalui bank syariah, produk alternatif untuk meningkatkan aset wakaf yang sudah ada, dan pilihan menarik bagi waqif karena dana wakaf bersifat sementara dan akan kembali kepada waqif. Hasil kajian ini menggarisbawahi besarnya potensi CWLD dalam menjawab persoalan stagnasi pangsa pasar perbankan syariah dengan memanfaatkan potensi wakaf uang yang besar di Indonesia.
From Crisis to Stability: How Macroeconomics Shapes Islamic Banking and MSME Futures? Nasution, Akmal Huda; Fakhri, Ulumuddin Nurul
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.23049

Abstract

This study examines the impact of the COVID-19 pandemic on the nexus between macroeconomic conditions, Islamic banking performance, and MSME financing in Indonesia. Utilizing Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) and secondary data spanning January 2020 to June 2023, the research analyzes the direct effects of macroeconomic factors on both the financial performance of Islamic banks and the provision of financing to MSMEs.  The findings indicate a statistically significant positive relationship between macroeconomic stability and both Islamic banking financial performance and MSME financing. Conversely, the study reveals no statistically significant relationship between the financial performance of Islamic banks and the scale of MSME financing during the period. These results underscore the critical role of macroeconomic stability as a primary determinant of financial performance for both Islamic banks and MSMEs, particularly during periods of economic crisis.========================================================================================================ABSTRAK – Dari Krisis ke Stabilitas: Bagaimana Makroekonomi Membentuk Masa Depan Perbankan Syariah dan UMKM? Penelitian ini mengkaji dampak pandemi COVID-19 terhadap keterkaitan antara kondisi makroekonomi, kinerja perbankan syariah, dan pembiayaan UMKM di Indonesia. Menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dan data sekunder yang mencakup periode Januari 2020 - Juni 2023, penelitian ini menganalisis pengaruh langsung faktor-faktor makroekonomi terhadap kinerja keuangan bank syariah dan penyediaan pembiayaan kepada UMKM. Hasil penelitian mengindikasikan adanya hubungan positif yang signifikan secara statistik antara stabilitas makroekonomi dengan kinerja keuangan perbankan syariah dan pembiayaan UMKM. Sebaliknya, studi ini tidak menemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara kinerja keuangan perbankan syariah dengan skala pembiayaan UMKM periode tersebut. Temuan ini menekankan pentingnya stabilitas makroekonomi sebagai penentu utama kinerja keuangan, baik bagi bank syariah maupun UMKM, terutama dalam masa-masa krisis.

Page 1 of 2 | Total Record : 20