cover
Contact Name
Azharsyah Ibrahim
Contact Email
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 2nd Floor Jln. Syech Abdur Rauf Banda Aceh 23111, Aceh, Indonesia Email: jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
ISSN : 20896239     EISSN : 25490648     DOI : https://doi.org/10.22373/share
Core Subject : Religion, Economy,
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam [SHARE] is a double-blind peer-reviewed journal published by the Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia. SHARE publishes research and concept papers pertaining to the field of Islamic economics and finance in open access format, which enables readers to freely access and download the articles under the CC BY SA license. Since 2017, SHARE has become a CrossRef Member, meaning that each article published by the journal will have a unique DOI number. SHARE has been indexed in many trusted indexing sites, such as DOAJ, Index Copernicus, Scilit, WorldCat, Google Scholar, Dimensions, EBSCO, and many others. In Indonesia, SHARE is listed among the top-notch journals by the Indonesian journal accreditation body officialized with the Decree of Director General of Research Strengthening and Advancement, Ministry of Research, Technology, and Higher Education, No. 21/E/KPT/2018, starting from 9 July 2018 until 9 July 2023. Currently, SHARE is under consideration for inclusion in SCOPUS.
Articles 328 Documents
COVID-19 OUTBREAK AND CAPITAL MARKET REACTION: AN EVIDENCE FROM THE JAKARTA ISLAMIC INDEX 70 Siti Amaroh
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.44 KB) | DOI: 10.22373/share.v9i2.7887

Abstract

The COVID-19 outbreak has become a global problem affecting human life entirely. This paper provides evidence of the market reaction to Jokowi’s announcement regarding the first patient of COVID-19 in Indonesia on March 2, 2020. This research is an event study that looks at whether or not there is a difference in average abnormal returns of 'go public' companies registered on The Jakarta Islamic Index (JII) 70 both before and after the announcement. The observations were made 9 days before the announcement and 9 days after the announcement. Based on descriptive data, the average stock returns of JII 70 fluctuated which increased on the first day after the announcement but decreased sharply after the fifth day of the announcement. The test showed that the average abnormal returns are negative both before and after the announcement. The paired sample t-test provided evidence that there is a difference in the average abnormal return during the testing period between before and after the announcement. The market reacted negatively to the announcement indicated by negative average abnormal return and support a semi-strong market hypothesis.========================================================================================================Wabah Covid-19 dan Reaksi Pasar Modal: Bukti dari Jakarta Islamic Index 70. Wabah COVID-19 telah menjadi masalah global yang mempengaruhi kehidupan manusia sepenuhnya. Paper ini memberikan bukti reaksi pasar terhadap pengumuman Presiden Jokowi mengenai pasien perta COVID-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020. Penelitian ini merupakan studi peristiwa yang melihat apakah terdapat perbedaan rata-rata abnormal return perusahaan go public yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) 70 baik sebelum maupun sesudah pengumuman. Pengamatan dilakukan 9 hari sebelum pengumuman dan 9 hari sesudah pengumuman. Berdasarkan data deskriptif, rata-rata return saham JII 70 mengalami fluktuasi yang meningkat pada hari pertama setelah pengumuman namun menurun tajam pada hari kelima setelah pengumuman. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rata-rata abnormal return bernilai negatif baik sebelum maupun sesudah pengumuman. Uji-t sampel berpasangan memberikan bukti bahwa terdapat perbedaan rata-rata abnormal return selama periode pengujian antara sebelum dan sesudah pengumuman. Pasar bereaksi negatif terhadap pengumuman yang ditunjukkan oleh rata-rata abnormal return negatif dan mendukung hipotesis pasar semi-kuat.
KONTRIBUSI PEMBIAYAAN SEKTOR PERTANIAN BANK SYARIAH TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI DI PULAU SUMATERA PERIODE 2016-2017 Purwanto Purwanto
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.256 KB) | DOI: 10.22373/share.v7i1.1646

Abstract

The operation of sharia banking system in Indonesia is to support the implementation of national development in order to improve justice, togetherness, and equity of welfare from people especially farmers in Sumatera. The financing of agriculture sector is conducted by sharia banking in Sumatera in the last two years (2016-2017) has always increased. The existence of financing disbursed in the agricultural sector can improve the welfare of farmers. Farmers' welfare in this study is projected by Farmer's Exchange Value or FEV which is the ratio between the price index that is received by farmers and the price index that is paid by farmers. Therefore the purpose of this study is to test whether there is a significant and positive influence between agricultural sector financing that is conducted by BUS and UUS on the island of Sumatera 2016-2017. Second, to test whether there is a significant and positive influence between agricultural sector financing that is conducted by BPRS on the island of Sumatera 2016-2017. The type of this study is explanatory that is conducted to prove the causal relationship and to test how the influence between one variable with others. The type of data that is used is secondary data in a monthly form. This paper use panel data regression analysis to answer the research questions. The result finds that financing of the agricultural sector that is conducted by BUS and UUS on the island of Sumatera in 2016-2017 has no significant effect on the welfare (value Prob 0,6563> 0.05). This paper also finds that the agricultural financing that is conducted by BPRS in Sumatera island 2016-2017 has a negative effect on the welfare of farmers in Sumatera (value Prob 0.0004 <0.05).===============================================Beroperasinya sistem perbankan syariah di Indonesia adalah untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan keadilan, kebersamaan, dan pemerataan kesejahteraan rakyat tidak terkecuali para petani di Sumatera. Pembiayaan sektor pertanian yang dilakukan perbankan syariah di Sumatera dua tahun terakhir (2016-2017) selalu mengalami peningkatan. Adanya pembiayaan yang disalurkan pada sektor pertanian maka dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Kesejahteran petani dalam studi ini diproxykan dengan Nilai Tukar Petani atau NTP yang merupakan rasio antara indeks hargayang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani. Maka dari itu tujuan dari studi ini adalah pertama menguji apakah ada pengaruh signifikan dan positif antara pembiayaan sektor pertanian yang dilakukan oleh BUS dan UUS di pulau Sumatera tahun 2016-2017. Kedua untuk menguji apakah ada pengaruh signifikan dan positif antara pembiayaan sektor pertanian yang dilakukan oleh BPRS di pulau Sumatera tahun 2016-2017.Jenis studi ini adalah eksplanatori yaitu studi yang dilakukan untuk membuktikan hubungan sebab akibat dan untuk menguji bagaimana pengaruh antara variabel satu dengan variabel. Jenis data yang digunakan adalah data skunder dalam bentuk bulanan. Adapun analisis data menggunakan analisis regresi data panel. Hasil dari studi ini adalah pertama pembiayaan sektor pertanian yang dilakukan oleh BUS dan UUS di pulau Sumatera tahun 2016-2017 tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan petani (nilai Prob 0, 6563 > 0,05). Kedua hasil analisis membuktikan jika pembiayaan sektor pertanian oleh BPRS di pulau Sumatera tahun 2016-2017 berpengaruh negatif terhadap kesejahteraan petani di Sumatera (nilai Prob 0.0004 <0,05).
ANALISIS DAN EVALUASI IMPLEMENTASI PENGELOLAAN KEPEMILIKAN UMUM DAN NEGARA DI INDONESIA (PENDEKATAN MADZHAB HAMFARA) Siti Murtiyani; Hery Sasono; Dwi Condro Triono; Hanifah Zahra
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1563.538 KB) | DOI: 10.22373/share.v5i1.913

Abstract

This study aims to analyze and critically evaluate the implementation of the management of public ownership (Milkiyah 'ammah) and State ownership (Milkiyah Daulah) in Indonesia. This study descriptively describes the implementation of both ownerships that are currently practicing in Indonesia. Theoretical approaches used is the Islamic Economic System Madzhab Hamfara (Hadza Min fadzli Rabbi) who critically evaluate the implementation of the public wealth management and state wealth in Indonesia. This research used secondary data that was obtained from Madzhab Hamfara books, literature, journal and information relating to the Indonesian State assets management system. A comparative analysis was conducted to understand the difference between the public wealth management and state wealth management in Indonesia. Findings show that the management of both, public and state ownership are not in accordance to the ownership management approach of Madzhab Hamfara Islamic Economic System. The evidence suggests that both public and state ownership are not fully managed by the Government of Indonesia. The fact shows that public ownership in the form of water, fire and pastures are managed by individuals and institutions as well as foreign parties who have fund to privatize the public ownership. Consequently, it has the impact on unequal distribution of income that cause poverty in Indonesia. This research suggest that government should implement Islamic Economic System Madzhab Hamfara in managing public and state ownership in Indonesia. =========================================== Kajian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi secara kritis penerapan pengelolaan kepemilikan umum (Milkiyah 'Ammah) dan kepemilikan negara (Milkiyah Daulah) di Indonesia. Studi ini menjelaskan secara deskriptif tentang implementasi pengelolaan kedua kepemilikan tersebut yang sekarang dipraktikkan di Indonesia. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sistem Ekonomi Islam Madzhab Hamfara (Hadza Min fadzli Rabbi) yang secara kritis mengevaluasi implementasi pengelolaan kepemilikan umum dan negara di Indonesia. Kajian ini menggunakan data sekunder yang berasal buku-buku madzhab Hamfara, literatur, artikel jurnal dan informasi lainnya yang terkait dengan pengelolaan aset di Indonesia. Analisis perbandingan juga dilakukan untuk memahami perbedaan pengelolaan kepemilikan umum dan kepemilikan negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan kepemilikan, baik kepemilikan umum maupun negara di Indonesia, tidak dijalankan sesuai dengan sistem ekonomi Islam Madzhab Hamfara. Bukti-bukti menunjukkan bahwa pengelolaan kepemilikan publik dan negara tidak sepenuhnya dilakukan oleh negara. Fakta juga menunjukkan bahwa kepemilikan tersebut lebih banyak diserahkan kepada lembaga-lembaga privat bahkan lembaga-lembaga asing. Akibatnya, kesenjangan pendapatan yang menjadi pemicu kemiskinan terus terjadi. Kajian ini menyarankan agar pemerintah mengimplementasikan sistem ekonomi Islam Madzhab Hamfara dalam pengelolaan kepemilikan umum dan negara di Indonesia.
THE ATTITUDE OF MERCHANTS TOWARDS FATWA ON RIBA AND CONVENTIONAL BANK IN LANGSA Muhammad Dayyan; Rifyal Dahlawy Chalil
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.909 KB) | DOI: 10.22373/share.v9i1.6372

Abstract

This research aims to analyze and examine the level of knowledge possessed by the merchants in the traditional market of Langsa on the concept of riba, the reasons (factors) the merchants transact with the conventional bank, and the attitude of merchants on fatwa given by the National Sharia Board of the Indonesian Ulema Council (DSN-MUI). The research population is an unknown population that consists of all market traders in Langsa City and the sample selected is 117 respondents. This research implements a non-probability sampling technique with purposive sampling as the method. The result shows that majority of the respondents has a profound understanding on the haram concept of interest (riba) and the role of DSN-MUI as the obligated council in setting the fatwa, which needs to be followed, yet the respondents do not mind interacting with the conventional banks in terms of getting business financing. They believe that riba (usury) is forbidden, yet they do not mind borrowing some amount of funds or saving their money in conventional banks, which implemented the interest-based system. More than 31 respondents (26,5%) perceive that interest is not the same as riba, and 50 respondents (42.7%) say that conventional bank is very helpful in promoting business. A more aggressive role is needed from the Sharia banks to reach all layers of society and educate as well as promote sharia-based banking products, especially financing products========================================================================================================Perilaku Pedagang terhadap Riba dan Fatwa tentang Bunga Bank Konvensional di Langsa Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh para pedagang di pasar tradisional Langsa terhadap konsep riba, alasan (faktor) mereka melakukan transaksi dengan bank konvensional, dan sikap para pedagang terhadap fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Sebanyak 117 responden telah dipilih sebagai sampel dari seluruh pedagang di Kota Langsa sebagai populasi yang tidak diketahui jumlahnya. Pengambilan sampel menerapkan teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pemahaman yang mendalam tentang konsep riba dan peran DSN-MUI sebagai dewan yang wajib menetapkan dan mengeluarkan fatwa dan perlu diikuti oleh masyarakat. Meskipun demikian responden tidak keberatan berinteraksi dengan bank konvensional dalam hal mendapatkan pembiayaan bisnis. Mereka percaya bahwa riba dilarang, namun mereka tidak keberatan meminjam sejumlah dana atau menyimpan uang mereka di bank konvensional, yang menerapkan sistem berbasis bunga. Lebih dari 31 responden (26,5%) merasa bahwa bunga tidak sama dengan riba, dan 50 responden (42,7%) mengatakan bahwa bank konvensional sangat membantu dalam mempromosikan bisnis. Peran yang lebih agresif diperlukan dari bank-bank Syariah untuk menjangkau semua lapisan masyarakat dan mengedukasi serta mempromosikan produk-produk perbankan berbasis syariah, terutama produk-produk pembiayaan.
AN EXPLORATION OF THE VARIABLES THAT HELP CREATE MAQASID AL-SHARI’AH BASED FINANCIAL INSTITUTIONS DEVELOPMENT INDEX Azam Ali; Tanveer Kishwar
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.405 KB) | DOI: 10.22373/share.v6i1.1515

Abstract

Maqasid al-shariah can be defined as the objectives of Islamic law. The two main sources that can be considered as the core of Islamic law are Al-Quran and Sunnah. Maqasid al-shariah objectives are based on their constituent part of the goals and objectives which constituted the reasons for legislation of the rule of Islam. Imam Al-Ghazali classified maqasid into five major categories viz. faith, self, intellect, posterity, and wealth. The details on the description of these objectives are essential to achieve the study goal and to support the shariah purpose for the welfare of human beings. Al-maqasid al-shariah is an important and yet somewhat neglected science of the Shariah. Presently, in Muslim countries, the maqasid have become the focus of attention to provide convenient access to Shariah. This can be achieved with the development of a framework that can help in creating maqasid al-shariah based financial institutions’ development index. This study aims to explore the measurable of Al-Maqasid al-Shari’ah by suggesting various indicators that discover their nexus with financial institution parameters and help develop a framework. The study identifies that most of the countries prepare data on conventional and Islamic financial institution that can be mapped with Al-Maqasid al-Shari’ah five major categories. To help create a generalized index, the study provides few countries’ web addresses to acquire data on the identified measurable to achieve this objective. =========================================== Maqasid al-syariah dapat didefinisikan sebagai tujuan hukum Islam. Dua sumber utama yang dianggap sebagai inti dari hukum Islam adalah Al-Quran dan Sunnah. Tujuan Maqasid al-syariah didasarkan pada pentingnya tujuan dan sasaran yang menjadi dasar bagi peraturan dan perundang-undangan menurut Islam. Imam Al-Ghazali mengklasifikasikan maqasid dalam lima kategori utama yaitu, iman, diri sendiri, kecerdasan, keturunan dan kesejahteraan. Penjelasan rinci tujuan ini penting untuk mencapai tujuan kajian guna mendukung tujuan syariah bagi kesejahteraan manusia. Al-maqasid al-syariah adalah ilmu penting namun terabaikan dalam syariah. Saat ini, di negara-negara Muslim, maqasid telah menjadi fokus perhatian untuk menyediakan akses mudah ke syariah. Hal ini dapat dicapai dengan pengembangan kerangka kerja yang dapat membantu dalam menciptakan maqasid al-syariah berdasarkan indeks pembangunan institusi keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengukuran Al-Maqasid al-syariah dengan mengusulkan berbagai indikator-indikator yang mengungkapkan hubungannya dengan parameter institusi keuangan dan membantu pengembangan kerangka kerja. Studi ini mengidentifikasi sebagian besar negara yang menyediakan data institusi keuangan Islam dan konvensional yang dapat dipetakan menurut lima katagori Al-Maqasid al-Shariah. Untuk membantu membuat indeks umum, kajian menyediakan alamat web beberapa negara untuk memperoleh data pengukuran yang diidentifikasi untuk mencapai tujuan tersebut.
ANALYSIS OF GOVERNMENT BUDGET IN ISLAMIC VIEW : CASE OF ACEH GOVERNMENT BUDGET Putri Bintusy Syathi; Abdul Ghafar Ismail
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.957 KB) | DOI: 10.22373/share.v4i1.727

Abstract

Aceh province has a special right to implement Sharia principles throughout the area (Law Number 11/2006) though Indonesia is not an Islam country. Among the Sharia laws implementation, government budget was one of the first to be carried out in the province. It was showed up as Zakat post in the APBD (local government budget). The issue is whether putting in the Zakat post was enough to demonstrate an Islamic based budget as well as the transparence of zakat disbursement. Therefore, this paper trying to analyze the existing budget based on Sharia principles (Islamic Law) as explained by Chaudhry (1999) and Kahf (1997) The provincial budget needs improvement to be more sharia compliance. Fulfilling the Sharia criterion consequently will improve the accountability, transparency and the fairness of the budget toward people needs and development enhancing. =========================================== Aceh adalah provinsi yang memiliki hak khusus dalam mengimplementasikan prinsip- prinsip syariah dalam wilayahnya (Undang- Undang no.11 tahun 2006) walaupun Indonesia bukanlah suatu negara Islam. Diantara implementasi hukum syariah, anggaran pemerintah adalah satu hal yang pertama yang dikelola dalam provinsi ini. Hal ini muncul pada pos zakat pada APBD (Anggaranan Pengeluaran dan Belanja Daerah). Masalahnya adalah apakah penempatan dana Zakat sudah cukup untuk menunjukkan sebagai anggaran yang berbasis Islam serta transparansi dalam penyaluran zakat. Untuk itu paper ini bertujuan untuk menganalisis anggara yang ada berdasarkan prinsip- prinsip syariah (Hukum Islam) seperti yang telah dijelaskan oleh Chaudury (1999) dan Kahf (1997). Anggaran provinsi perlu perbaikan agar lebih patuh syariah. Dengan terpenuhinya kriteria syariah maka akan meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan keadilan dalam anggaran terhadap kebutuhan masyarakat dan meningkatkan pembangunan.
Removing the Cog in the Waqf Wheels: A Policy Formulation for Nigeria Oluwaseun Sulaiman Saidu; Murat Cizakca; Rodney Wilson
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.161 KB) | DOI: 10.22373/share.v10i2.10947

Abstract

The Nigerian state is the most populous African nation with a sizeable number of Muslims. While other countries with a significantly fewer number of Muslims benefit from the visible dividends of a thriving waqf institution, the same cannot be said of Nigeria. The institution of waqfs in the country is almost non-existent or, at best, described as comatose. Therefore, this study attempts to formulate workable prescriptions for waqf development in Nigeria. Data were gathered from relevant documents, such as related local regulations and the result of previous studies. Considering the normative characteristics for the functionality of waqf institution, the data were analysed using documentary enquiry, legal reasoning, descriptions, narratives, and critical studies on the waqf system in Nigeria. The findings indicate a dire need for dedicated legislation for waqf operations in the country that will expedite establishing a sound and well-functioning waqf system. This future law should incorporate the policy briefs contained in this paper.==================================================================================================== ABSTRAK – Menghilangkan Hambatan Perputaran Wakaf: Formulasi Kebijakan untuk Nigeria. Nigeria adalah negara di Afrika yang terpadat dengan jumlah Muslim yang cukup besar. Tidak seperti negara-negara lain yang bahkan jumlah penduduk Muslimnya jauh lebih sedikit, Nigeria hampir tidak bisa mendapatkan keuntungan apapun dari adanya sistem wakaf dalam Islam. Eksistensi lembaga wakaf hampir tidak terlihat di negara ini, atau, dapat dikatakan sedang mati suri. Oleh karena itu, kajian ini berupaya untuk menghilangkan hambatan-hambatan operasionalisasi wakaf dengan merumuskan formulasi yang dapat diimplementasikan untuk Nigeria. Data penelitian dikumpulkan dari studi dokumentasi seperti undang-undang dan peraturan terkait serta hasil-hasil kajian yang relevan. Dengan pertimbangan karakteristik normatif fungsi lembaga wakaf, analisis dokumen dilakukan dengan penalaran hukum, telaah deskriptif, naratif, dan studi kritis terhadap fungsi wakaf di Nigeria. Hasil kajian menyimpulkan bahwa ada kebutuhan mendesak bagi Nigeria untuk membentuk undang-undang khusus wakaf yang dapat mempercepat pembentukan sistem wakaf yang sehat dan fungsional. Formulasi policy brief dari kajian ini dapat digunakan sebagai bahan pembentukan aturan dimaksud.
ANALISIS EKONOMI ISLAM TERHADAP BAGI HASIL PEMBIAYAAN MUDHARABAH UNTUK USAHA MIKRO PADA BAITUL QIRADH ABU INDRAPURI Jumadi Jumadi
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.045 KB) | DOI: 10.22373/share.v2i1.1419

Abstract

This study generally aims to analyze the concept of mudharabah financing in Baitul Qiradh (BQ) Abu Indrapuri for micro-enterprises. Specifically, the paper reviews the systems implemented in the management and revenue-sharing mechanisms derived from these micro-enterprises. This study employs primary and secondary data which were collected through interview and documentation studies. The data were analyzed using descriptive analysis method. The findings show that generally the concept of mudharabah financing in BQ Abu Indrapuri is based on Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 07/DSN/MUI/IV/2000. In the implementation level, however, the application of profit sharing and collateral system was not fully shariah compliance. The imbalance between the concept and implementation because the BQ still refers to the conventional banking rules. =========================================== Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menganalisis konsep pembiayaan mudharabah pada Baitul Qiradh (BQ) Abu Indrapuri untuk usaha mikro. Secara spesifik, tulisan mengkaji tentang sistem yang diterapkan dalam pengelolaan dan mekanisme pembagian pendapatan yang diperoleh dari usaha mikro tersebut. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder yang dikumpulkan dengan teknik wawancara bebas, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum konsep pembiayaan mudharabah pada BQ Abu Indrapuri berpedoman pada Fatwa Dewan Syariah Nasional No.07/DSN/MUI/IV/2000. Akan tetapi, dalam implementasinya masih terdapat hal-hal yang tidak sesuai dengan konsep syariah yaitu pada sistem bagi hasil dan jaminan. Terdapat ketimpangan antara konsep dan implementasi disebabkan karena BQ Abu Indrapuri masih mengacu pada aturan sistem perbankan konvensional.
ISLAMIC VALUE-DRIVEN COOPERATION IN SKILLS ACQUISITION AND MOBILITY FOR EMPOWERING MARGINAL SOCIETY Abu Saim Mohammad Shahabuddin; Muhammad Hedayatul Islam
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.98 KB) | DOI: 10.22373/share.v4i1.699

Abstract

Islam exhorts for cooperation in righteous and God conscious acts. This exhortation has individual and institutional implications for efforts geared towards promoting the welfare of less privileged marginal segment of society. Conceiving an institutional form of cooperation, this paper proposes and explains a program which will target at empowering this segment. The program is for developing non-professional skills which have to be founded on and inspired by the Islamic principles of cooperation and self-reliance. As non-professional skills are mostly learned informally and on-the-job, business houses will be the cooperator who will provide platforms for training. Members of a marginal segment of society will be the beneficiaries who will receive training for acquiring job skills and mobility towards achieving their self-reliance. Government organ will be a facilitating party that shall provide support for the collaborative venture to occur and sustain. Apart from Islamic principles of cooperation and self-reliance, this paper will draw upon the theory of social learning, theory of conforming to group norms and doctrine of market supervision (al-Hisbah) in Islamic civilization to expound the role of the triad—the cooperator, the beneficiaries, and the facilitator—in achieving the major outcomes of the program. =========================================== Islam mendorong kerjasama dalam kebaikan dan bertindak semata-mata karena Allah. Dorongan ini memiliki implikasi individual dan institusional dalam upaya mensejahterakan masyarakat marjinal yang kurang beruntung. Dalam suatu bentuk upaya kerjasama secara institusional, artikel ini menawarkan dan menjelaskan suatu program yang akan menargetkan dalam memberdayakan segmen ini. Program ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan non-professional yang dibentuk dan didorong oleh prinsip-prinsip Islam dalam kerjasama dan kemandirian. Keterampilan non-professional sebagian besar dipelajari secara informal dan disaat bekerja, tempat-tempat bisnis akan menjadi pembuat kerjasama yang akan menyediakan platform untuk pelatihan. Para anggota masyarakat di segmen marjinal ini akan menjadi penerima manfaat yang akan mendapatkan pelatihan untuk mendapatkan keahlian kerja dan mobilitas untuk mencapai kemandirian. Institusi pemerintah yang berkaitan akan menjadi fasilitator yang akan menyediakan dukungan bagi skema kolaboratif agar dapat diwujudkan dan berkelanjutan. Selain dari prinsip- prinsip kerjasama dan kemandirian dalam Islam, paper ini akan mengutip teori pembelajaran sosial, teori sesuai dengan norma-norma kelompok dan doktrin pengawasan pasar (Al-Hisbah) dalam peradaban Islam guna menjelaskan peranan tiga pihak yaitu pembuat kerjasama, penerima manfaat, dan fasilitator dalam upaya mencapai hasil-hasil utama dalam program tersebut.
INTERNAL CONTROL SYSTEM OF THE STATE ISLAMIC UNIVERSITIES IN INDONESIA: STUDYING THE EFFECTIVENESS AND RISK MANAGEMENT Azharsyah Ibrahim; Ana Fitria; Azimah Dianah
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.48 KB) | DOI: 10.22373/share.v8i1.4910

Abstract

This study intends to analyze the effectiveness of the implementation of the internal control system at the State Islamic Universities in Indonesia (PTKIN) including identifying its risk management. The empirical study was conducted at Ar-Raniry State Islamic University (UIN Ar-Raniry) Banda Aceh. Primary data was gathered through a survey that was distributed to 128 respondents within the university. Additional data were collected using semi-structured in-depth interviews with nine key personnel of the internal control unit of several Islamic universities in Indonesia. The result shows that UIN Ar-Raniry, based on eight elements of the control environment assessed, has sufficient internal control system with a score of 62.79. However, many steps need to undertake by the university’s management to be more effective and able to reduce risk management. A similar condition was also found in other PTKINs as identified during the interviews process with their key personnel. It also found that the internal control system was effective in identifying 69 risk sources that could potentially have a negative impact on the university performance, especially in terms of financial report reliability, asset security, effectiveness and efficiency of activities, and compliance with regulations. Based on the results, it is expected that the PTKIN should be more focus on internal control activities and linked them to the risk assessment which are regularly evaluated.==============================================================================================Sistem Pengendalian Internal pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Indonesia: Kajian terhadap Efektivitas Pelaksanaan dan Risiko Pengelolaan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan sistem pengendalian internal pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Indonesia (PTKIN) termasuk mengindentifikasi risiko pengelolaan yang muncul. Studi empiris dilakukan pada Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (UIN Ar-Raniry) Banda Aceh. Data primer dikumpulkan melalui angket yang didistribusikan kepada 128 responden, yang terdiri dari para pejabat dalam UIN tersebut. Data tambahan dikumpulkan melalui wawancara mendalam secara semi-terstruktur dengan sembilan personil kunci dari Satuan Pengawasan Internal PTKIN BLU di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa, berdasarkan delapan elemen dari lingkungan pengendalian yang ases, UIN Ar-Raniry mempunyai skor 62,79 (kategori cukup). Data ini menunjukkan bahwa walaupun termasuk ke dalam kategori cukup, masih banyak hal yang harus dilakukan oleh UIN Ar-Raniry sehingga dapat meminimalisir risiko pengelolaan universitas. Kondisi yang relatif sama juga ditemukan di PTKIN BLU lainnya seperti yang teridentifikasi selama proses wawancara dengan beberapa personil kuncinya. Sistem pengendalian internal yang diimplementasikan di UIN Ar-Raniry telah efektif dalam mengidentifikasi 69 sumber risiko yang berpotensi memberikan dampak negative bagi kinerja universitas, khususnya dalam hal keandalan laporan keuangan, keamanan aset, efektivitas and efisiensi kegiatan, dan kepatuhan terhadap aturan. Berdasarkan temuan kajian, PTKIN direkomendasikan untuk lebih focus terhadap kegiatan pengendalian internal dan menghubungkannya dengan asesmen risiko yang dievaluasi secara berkala.

Page 11 of 33 | Total Record : 328