Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan (Biotik)
BIOTIK: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi dan Kependidikan is an open access and peer reviewed journal. It publishes scientific articles in the field of biology education and technology. Furthermore, this journal bridges the gap between research and practice, providing information, ideas and insights, in addition to critical examinations of biology research and teaching. Through the coverage of policy and curriculum developments, the latest results of research into the teaching, learning and assessment of biology are brought to the fore. This journal is published by the Department of Biology Education in cooperation with the Center for Research and Community Service (LP2M) Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia. Several topics covered in this journal including: curriculum of Biology Education at all education level, research on learning Biology and learning materials at all education level, qualitative and quantitative research of Biology Education and Technology, school management and Biology laboratory management, trends in Biology Education,another study for the scope of Biology Education, research on environmental education.
Articles
689 Documents
JENIS-JENIS TERUMBU KARANG DI PULAU RUBIAH KOTA SABANG
Fajar Rusman;
Liza Utami;
Yeni Wahyuni;
Najmul Falah
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 5, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK V 2017
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (130.247 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v5i1.2199
Penelitian dilakukan di Pulau Rubiah yang dikenal sebagai surganya taman laut karena bentuknya yang seperti akuarium raksasa. Pengamatan jenis-jenis terumbu karang dilakukan secara survey eksploratif dengan mengamati secara langsung, selanjutnya terumbu karang dan didokumentasikan dengan menggunakan kamera bawah air. Identifikasi jenis-jenis terumbu karang dilakukan di Laboratorium Pendidikan Biologi FTK UIN Ar-Raniry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Pulau Rubiah ditemukan beragam jenis terumbu karang yang digolongkan dalam 4 famili, 6 genus dan 11 spesies. Berdasarkan pengukuran faktor fisik kimia diketahui derajat keasaman (PH) 7.7, suhu air 25oC dan salinitas 35 ‰.
JENIS COLLEMBOLA DI KAWASAN PERKEBUNAN KAKAO (Theobroma cacao L.) DESA TANJONG PUTOH KABUPATEN ACEH UTARA
Cut Putriani;
Eriawati Eriawati;
Rizky Ahadi
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 9, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IX 2021
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (875.385 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v9i1.11507
Perkebunan kakao merupakan salah satu komoditi yang terdapat di Desa Tanjong Putoh Kabupaten Aceh Utara dengan kondisi ekosistem yang masih mendukung kehidupan Arthropoda tanah seperti collembola. Collembola merupakan hewan tanah yang mempunyai banyak peran penting. Salah satunya berperan penting dalam siklus nutrisi dekomposisi bahan organik dan formasi tanah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis collembola yang terdapat di kawasan perkebunan kakao Desa Tanjong Putoh Kabupaten Aceh Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey explorative yang dikombinasi dengan metode line transect. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan perangkap Pitfall trap. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 6 family, 15 spesies dan 201 jumlah individu. Kesimpulan penelitian adalah jenis collembola yang terdapat di kawasan perkebunan kakao yang paling banyak ditemukan yaitu family Entomobrydae.
MASYARAKAT ACEH DAN KONSERVASI KAWASAN EKOSISTEM LEUSER
Rudi Hardiansyah Putra
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 3, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK III 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (47.137 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v3i1.2612
Kawasan Ekosistem Leuser di Provinsi Aceh merupakan kawasan konservasi terluas di Asia Tenggara yang masih tersisa sampai saat ini. Dengan luas 2,25 juta hektar di Aceh (2,6 juta hektar bila dengan wilayah Sumatera Utara). Serentetan keputusan pembentukan KEL diatas menunjukan bahwa KEL sangat penting untuk dilestarikan. Pentingnya KEL tidak saja diukur dari fungsi ekologi, tetapi juga ekonomi dan nilai-nilai estetika yang tidak dapat dinilai. Keragaman hayati di Aceh lebih baik dibandingkan tempat lain, hal ini dikarenakan hutan Aceh yang cukup luas dengan kerusakan hutan yang relatif lebih rendah dibandingkan wiayah lain di Indonesia. Hutan di Aceh, terutama Kawasaan Ekosistem Leuser merupakan gabungan dari beberapa ekosistem yang kompleks, dari hutan pesisir pantai, hutan dataran rendah hingga hutan dataran tinggi. Faktor lain kelestarian keragaman hayati di Leuser adalah sikap arif masyarakat di sekitar hutan di Aceh yang arif dan hidup seimbang dengan alam. Pembentukan kawasan perlindungan alam atas prakarsa pemimpin Aceh merupakan bukti bahwa masyarakat Aceh sejak dulu kala hidup selaras dengan alam. Pelestarian Kawasan Eskosistem Leuser seharusnya menjadi modal Aceh untuk membangun.
INDEKS KEANEKARAGAMAN BENTHOS DI PERAIRAN PANTAI DEUDAP PULO NASI KABUPATEN ACEH BESAR
Ayuniara Ayuniara;
Muntahariah Muntahariah;
Nursalbiah Nursalbiah
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (419.897 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4280
Benthos adalah organisme yang hidup dipermukaan atau didalam sediment dasar suatu badan air. Berdasarkan ukurannya, benthos dikelompokan menjadi 3 yaitu: mikrobenthos, meiobenthos dan makrobenthos. Adapun peran benthos diantaranya mampu mendaur ulang bahan organik, membantu proses mineralisasi, menduduki posisi penting dalam rantai makanan dan indikator pencemaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai indeks keanekaragaman jenis benthos yang terdapat di pesisir pantai Gampong Deudap Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini dilakukan menggunakan dua metode, yaitu metode destruktif dan metode nondestruktif. Hasil identifikasi jenis organisme Benthos yang ditemukan di 15 stasiun penelitian di Gampong Deudap, secara keseluruhan teridentifikasi sebanyak 59 famili yang terdiri dari 73 genus dan 105 spesies. Nilai keanekaragaman dikategorikan tinggi yaitu H’= 4.141762.
ESTIMASI BIOMASSA (ESTIMASI STOK KARBON) PADA POHON DI KAWASAN HUTAN SEKUNDER DEUDAP PULO NASI, KECAMATAN PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESAR
Dedi Iskandar;
Nurrahmah Akbariah;
Sri Eka Fitri;
Muslich Hidayat
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (624.582 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4261
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2017. Penelitian dilakukan dengan metode pure posive random, pure posive random merupakan teknik pengambilan sampel dengan memperhatikan pertimbangan-pertimbangan yang dibuat oleh penliti. Kawasan hutan mempunyai peranan penting sebagai sumber emisi karbon (Source) dan juga dapat menyerap karbon serta menyimpannya (Sink) dalam biomassa tanaman. Hasil penelitian menunjukkan estimasi biomassa di hutan kampung Deudap dengan jumlah 189.0702. Jumlah karbon terbanyak terdapat pada stasiun 3 dengan jumlah stok karbon mencapai 62.5088 dan jumlah karbon terendah pada stasiun 5 yaitu 8.6834.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMAN 11 BANDA ACEH
Desi Riani Putri;
Nafisah Hanim;
Eva Nauli Taib
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 8, No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VIII 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (778.133 KB)
|
DOI: 10.22373/pbio.v8i2.9672
Proses belajar mengajar saat ini perlu mengedepankan keterampilan proses sains (KPS) siswa, karena aspek keterampilan proses sains merupakan dasar utama pembelajaran sains dalam pelajaran Biologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur peningkatan keterampilan proses sains siswa kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan model konvensional pada materi sistem pernapasan di SMAN 11 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment dengan desain pretest posttest non equivalent groups. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi dan soal tes. Berdasarkan hasil penelitian terdapat peningkatan keterampilan proses sains siswa kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning lebih tinggi yaitu 78,6% dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan model konvensional sebesar 47,2%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa keterampilan proses sains siswa yang menggunakan model Discovery Learning lebih tinggi dari pada siswa yang menggunakan model konvensional.
KARAKTERISTIK MORFOLOGI PADI YANG MENGALAMI KEKERINGAN PADA BERBAGAI FASE
Cut Nur Ichsan;
Muhammad Fadhly;
Bachtiar Bachtiar
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 4, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IV 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (66.99 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v4i1.2572
Tanaman padi merupakan tanaman yang memperlihatkan tampilan spesifik akibat kekeringan (Pandey et al., 2015). Tampilan morfologi tanaman padi pada kondisi kekeringan dapat dijadikan acuan kritis kekringan dan marka morfologi kekeringan (sulistiono et al.,2011). Berbagai penelitian dilakukan menyakut tampilan morfolgi telah dilakukan sebagai acuan untuk menyeleksi tanaman padi yang tahan kekeringan. Penelitian karakteristik Morfologi Padi Yang Menmgalami Kekeringan Pada Fase vegetatif dilakukan sebagai antisipasi perubahan iklim yang mengaharuskan dilakukan pemilihan varietas/genotipe tahan kekeringan. Penilitian dilakukan dengan rancangan split plot 4x5 dengan 3 ulangan diama kekeringan mempunyai 4 taraf yaitu pengairan normal (penyiraman padi dan sore) (K0), penyiraman dilakukan sampai jenuh dengan genangan dan jika daun tanaman padi telah menggulung penuh baru dilakukan penyiraman kembali. Keadaan ini dilakukan berulang kali selama selama fase vegetatif (K1) sedangkan untuk (K2) perlakuan kekeringan dilakukan pada fase genetatif dengan cara menghentikan penyiraman setelah penjenuhan dan menyiram kembali setelah daun menggulung penuh, sedangkan untuk (K3) perlakukan pengeringan pada fase reproduktif dengan cara menghentikan penyiraman setelah penjenuhan sampai daun menggulung penuh. Varietas yang digunakan adalah varietas Towuti, Inpari 7, Situpatenggang, genotipe sanbe dan barcelona. Hasil penelitian menunjukan perlakuan kekeringan pada berbagai fase berpengaruh sangat nyata terhadap karakteristik morfologi kekeringan pada tanaman padi. Karakter persentasi gabah berisi dapat dijadikan marka ketahanan kekeringan padi pada berbagai fase. Padi lokal Sanbe dan Barcelona mempunyai tampilan kekeringan secara morfologi yang menyamai padi unggul Nasional seperti Situpatenggang yang dirancang untuk lahan kering Ultisol
IDENTIFIKASI JENIS KELELAWAR (Chiroptera) DI KAWASAN DEUDAP PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESAR
Fera Maulina;
Jumiati Jumiati;
Juleo Saputra;
Rizky Ahadi
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (319.162 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4081
Kelelawar memiliki peranan penting di dalam ekosistem. Peranan kelelawar ini dapat dilihat dari aspek ekologis, aspek ekonomi dan aspek medical. Dari segi ekologis, kelelawar memiliki fungsi sebagai pemencar biji, penyerbuk tumbuhan berbunga, dan pengendali hama serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kelelawar di Gampong Deudap Pulo Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini di lakukan dengan menggunakan metode penelitian eksploratif, kuantitatif deskriptif. Berdasarkan hasil pengamatan ditemukan 2 spesies dan 2 famili (Pteropodidae dan Hipposideridae), dengan jumlah perjumpaan individu 3 ekor yang terdiri dari 2 ekor spesies Cynopterus minutus dan 1 ekor spesies Hipposideros larvatus.
JENIS TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) DI KAWASAN PERAIRAN SUNGAI LAWE HARUM KECAMATAN DELENG POKHISEN KABUPATEN ACEH TENGGARA
Muhammad Yassir;
Afkar Afkar;
Suriani Siregar
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 8, No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VIII 2020
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (801.779 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v8i1.9595
Inventarisasi Jenis-Jenis Tumbuhan Paku ( Pteridophyta) Di Kawasan Perairan Sungai Lawe Harum Kecamatan Deleng Pokhisen Kabupaten Aceh Tenggara. Kecamatan Deleng Pokhisen merupakan daerah awal pendakian menuju puncak gunung Pokhisen di daerah ini tumbuhan paku belum pernah dieksplorasi jenisnya, oleh karena itu perlu dilakukan pendataan jenis tumbuhan paku. Untuk mengetahui jenis jenis tumbuhan paku yang terdapat di kawasan perairan sungai Lawe Harum Kecamatan Deleng Pokhisen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan teknik survey dan observasi. dan data dianalisis secara deskriptif. Teknik analisis data hasil penelitian Di Kawasan Perairan Sungai Lawe Harum Kecamatan Deleng Pokhisen Kabupaten Aceh Tenggara ditemukan 12 spesies antara lain Pteridium aquilium, Davallia denticullata, Nephrolepis hirsutula, Dryopteris filix- Mas, Christella parasitica, Christella dentata, Diplazium esculentum, Cyclosorus interuptus, Drynaria quersifolia, Cyathea cooperi, Asplenium nidus dan Selaginella wildenowi
KARAKTERISTIK SPESIES KARANG DI PERAIRAN RINON PULO BREUEH
Elita Agustina;
Muhammad Aria Mardiansyah;
Muhammad Doudi;
Shahibul Annas
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 4, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IV 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (538.368 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v4i1.2529
Karang merupakan hewan penting dalam membentuk ekosistem terumbu karang. Keberadaan karang di berbagai wilayah perairan Indonesia perlu terus didata dan dikaji untuk mengetahui karakteristiknya, tingkat keanekaragaman dan status konservasi. Salah satu ekosistem terumbu karang yang masih alami dan belum terganggu dengan berbagai aktivitas manusia terdapat perairan Rinon Pulo Breuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik speies karang yang terdapat di perairan Rinon Pulo Breueh. Penelitian menggunakan metode transek garis (line transek) dengan panjang transek 100 m yang penempatannya lurus ke arah depan dan 50 m ke arah kanan dan kiri. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung dengan mencatat spesifikasi karang seperti bentuk morfologi karang (life form). Hasil penelitian di Perairan Pulo Breuh ditemukan 12 spesies karangyang termasuk ke dalam kelas Anthozoa yaitu Acropora chytherea, Acropora hyancithus, Acropora humilis, Acropora rosaria, Acropora digitifera, Acropora microphaltma, Acropora gemnifera, Pectinia lactuca, Pocillopora verrucosa, Manipora foliosa, dan Montifora digitata. Karakteristik spesies karang di perairan Rinon Pulo Breueh sangat bervariasi baik dari segi bentuk koloni dan warna.