cover
Contact Name
Nurdin Amin
Contact Email
nurdinamin86@gmail.com
Phone
+6285207161847
Journal Mail Official
official.semnasbiotik@gmail.com
Editorial Address
Jln. Ar-Raniry, Komplek Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Gedung B UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh 23111
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan (Biotik)
ISSN : 97602604     EISSN : 28281675     DOI : 10.22373
BIOTIK: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi dan Kependidikan is an open access and peer reviewed journal. It publishes scientific articles in the field of biology education and technology. Furthermore, this journal bridges the gap between research and practice, providing information, ideas and insights, in addition to critical examinations of biology research and teaching. Through the coverage of policy and curriculum developments, the latest results of research into the teaching, learning and assessment of biology are brought to the fore. This journal is published by the Department of Biology Education in cooperation with the Center for Research and Community Service (LP2M) Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia. Several topics covered in this journal including: curriculum of Biology Education at all education level, research on learning Biology and learning materials at all education level, qualitative and quantitative research of Biology Education and Technology, school management and Biology laboratory management, trends in Biology Education,another study for the scope of Biology Education, research on environmental education.
Articles 689 Documents
CADANGAN KARBON PADA TUMBUHAN HUTAN KOTA BANDA ACEH Nurdin Amin
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 4, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IV 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.477 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v4i1.2534

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis, jumlah cadangan karbon yang tersimpan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei eksploratif menggunakan rancangan Non Destructive. Pengukuran berat kering biomassa pohon yang dihitung menggunakan ”Allometric equation” berdasarkan pada diameter batang setinggi dada (1,3 m). Hasil penelitian diperoleh bahwa. Jumlah biomassa di hutan Kota Banda Aceh 0,91134 Kg/Ha dengan cadangan karbon 0,42999 Kg/Ha, biomassa paling banyak terdapat di hutan Kota BNI Tibang yaitu 0,66143 Kg/Ha dengan jumlah cadangan karbon 0,30426 Kg/Ha, sedangkan jumlah yang paling sedikit terdapat pada hutan Mesjid Raya Baiturrahman dan Taman Hutan Putro Phang rata-rata biomassa 0,01833Kg/Ha dengan cadangan karbon 0,00995 Kg/Ha. Kemudian di ikuti Hutan Taman Sari 0,10370 Kg/Ha dengan cadangan karbon 0,04770 Kg/Ha, selanjutnya Hutan Kota Taman Putro Phang 0,10245 Kg/Ha dengan cadangan karbon 0,04559 Kg/Ha, jumlah yang paling sedikit terdapat pada hutan Mesjid Raya Baiturrahman dan Taman Hutan Putro Phang Rata-rata dengan biomassa 0,01833Kg/Ha dengan cadangan karbon 0,00995 Kg/Ha.
UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR IPA PADA MATERI KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP MELALUI PENERAPAN METODE PETA KONSEP (MIND MAP) PADA SISWA KELAS VII-2 MTsN 2 KABUPATEN ACEH BESAR Suji Hartini
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 9, No 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IX 2021
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.527 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v9i1.11607

Abstract

Permasalahan dari penelitian tindakan kelas ini adalah bagaimana aktivitas siswa dan hasil belajar IPA Terpadu serta respon siswa pada pokok bahasan Klasifikasi Makhluk Hidup melalui pendektan Peta Konsep di kelas VII-2 MTsN 2 Aceh Besar. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan aktivitas siswa, mengetahui hasil belajar siswa, dan mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran di kelas VII-2 MTsN 2 Kabupaten Aceh Besar. Penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menerapkan pendekatan Peta Konsep, dilakukan dalam 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-2 semester ganjil berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, tes uji kompetensi, dan angket, selanjutnya data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas siswa meningkat untuk mengerjakan tugas-tugas, berpikir (berdiskusi), dan menjawab soal-soal secara berkemlompok. Rata-rata prosentase aktivitas siswa sebelum PTK 60,43% meningkat menjadi 72,92% pada siklus I dan 83,13% pada siklus II. Rata-rata ulangan harian sebelum tindakan 55,71 meningkat menjadi 68,64 pada siklus I dan 79,33 pada siklus II. Berdasarkan fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa PTK dengan pendekatan peta konsep  meningkatkan minat dan hasil belajar IPA pada pokok bahasan Klasifikasi makhluk Hidup di MTsN 2 Kabupaten Aceh Besar.
KEANEKARAGAMAN JENIS SERANGGA PERMUKAAN TANAH DIURNAL PADA BIOTOP TERDEDAH DAN TERNAUNG DI DESA SAWANG BA’U KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH SELATAN Eka Fitri; Ratna Nurfitra; Muhammad Husni
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 3, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK III 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.905 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v3i1.2678

Abstract

Sawang Ba’u merupakan daerah yang meliputi kawasan potensial yang memiliki banyak keanekaragaman flora maupun faunanya, termasuk didalamnya serangga permukaan tanah seperti serangga diurnal. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 26 Mei 2014 dengan tujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis serangga permukaan tanah diurnal pada dua tempat yang berbeda yaitu pada biotop terdedah dan biotop ternaung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ordinal sampling (acak beraturan) dengan menggunakan pitfall trap (perangkap jatuh) yang dipasang pada pagi hari dan sampelnya diambil pada sore hari, sebanyak satu kali pengambilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga yang didapat pada biotop terdedah sebanyak 2925 individu dengan 6 famili. Sedangkan serangga yang didapat pada biotop ternaung sebanyak 3315 individu dengan 4 famili. Dari kedua tempat tersebut diperoleh indeks keanekaragaman berdasarkan Shannon- Weinner (H’) pada serangga diurnal terdedah adalah 2.4431 dan pada serangga diurnal ternaung adalah 3.0162. Jadi, serangga permukaan tanah diurnal di desa Sawang Ba’u Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan pada biotop terdedah tingkat keanekaragamannya dikategorikan sedang sedangkan serangga permukaan tanah pada biotop ternaung tingkat keanekanekaragaman dikategorikan tinggi.
PENGARUH GEJALA KLINIS PADA MENCIT HIPERGLIKEMIA YANG DIBERI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH RAMBAI (Baccaurea motleyanai Mull.Arg.) Fitri Amalia; Ria Ceriana; Maria Lisa; Aida Fitri; Nora Khamisah; Yeni Yuliana; Mutia Sriwahyuni; Matoyah Matoyah; Siti Rahmah
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.789 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4344

Abstract

Diabetesmelitus (DM) merupakan kelompok penyakit metabolic dengan karakteristik hiperglikemia.Tumbuhan yang  dapat menurunkan kadar glukosa darah pada mencit yang telah diinduksi aloksan ialah kulit buah rambai (Baccaurea motleyana). Penggunaan tumbuhan sebagai obat herbal, perlu diketahui keamanannya agar tidak menimbulkan efek berbahaya yang tidak diinginkan. Penelitian ini mengamati gejala klinis seperti bulu rontok, perilaku lebih agresif. Rancangan dalam penelitian ini ialah rancangan acak lengkap dengan jumlah hewan uji sebanyak 24 ekor mencit jantan yang terbagi dalam 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol negatif (akuades), kontrol positif (Glibenklamid), ekstrak etanol kulit buah rambai dosis bertingkat 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, 800 mg/kgBB, dan 1600 mg/kgBB yang diberikan secara oral. Hasil pengamatan menunjukkan pemberian ekstrak etanol kulit buah rambai tidak menunjukkan perubahan terhadap gejala klinis pada mencit. 
PENGARUH KETINGGIAN TERHADAP KERAGAMAN JENIS RAYAP (ISOPTERA) DI KAWASAN EKOSISTEM SEULAWAH Farid Adytia; Syaukani Syaukani
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 5, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK V 2017
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.047 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v5i1.2127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap keragaman berbagai jenis rayap di Kawasan Ekosistem Seulawah. Pengoleksian data di lakukan mulai Pebruari-Juli 2017 dengan mengadopsi Standardhized Sampling Protocol. Pengoleksian rayap dilakukan di ketinggian 200, 400, 600, 800, dan 1.000 mdpl. Ditemukan 22 jenis rayap yang terdiri dari 11 genera, dengan 10 jenis ditemukan di lokasi terendah (200mdpl) dan hanya 4 jenis ditemukan dilokasi tertinggi (1.000dpl). Hanya satu jenis rayap, Pericapritermes yang merupakan rayap yang yang merngkonsumsi material tanah, Hospitalitermes yang mengkomnsumsi lumut, serta 20 jenis lainnya yang mengkonsumsi material kayu. Ketinggian dapat menjadi faktor pembatas bagi keragaman jenis rayap di Kawasan Ekosistem Seulawah.
STRUKTUR KOMUNITAS TUMBUHAN HERBA DI DESA IBOIH KECAMATAN SUKA KARYA KOTA SABANG Putri Hajatun Zahra; Hendri Bancin; Nurdin Amin
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 9, No 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IX 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.202 KB) | DOI: 10.22373/pbio.v9i1.11490

Abstract

Tumbuhan herba adalah tumbuhan yang berbatang lunak (batangnya tidak berkayu). Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat struktur komunitas tumbuhan herba di Desa Iboih Kecamatan Suka Karya Kota Sabang. Penelitian ini di lakukan di Desa Iboih Kecamatan Suka Karya Kota Sabang pada bulan Agustus 2021. Rancangan penelitian menggunakan metode jelajah dan pengambilan sampel dengan teknik pembuatan petak kuadrat secara purposive sampling. Lokasi penelitian di pegunungan yang ada di Desa Iboih Kecamatan Suka Karya Kota Sabang. Hasil penelitian struktur komunitas diperoleh indeks nilai penting berjumlah 200%, dan indeks keranekaragaman berjumlah 1,218. Kesimpulan menunjukkan bahwa, spesies yang paling melimpah adalah Eleusine indica diantara spesies yang lain, keanekaragaman sedang dan secara keseluruhan tumbuhannya  heterogen.
STRUKTUR VEGETASI POHON TERHADAP KEBERADAAN SUMBER DAYA ALAM HAYATI DAN EKOSISTEM DI UJUNG SEURUDONG SAWANG BA’U KECAMATAN SAWANG ACEH SELATAN Eka Kartika Dewi; Marjulia Ukhra; Muhammad Rifqi
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 3, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK III 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.442 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v3i1.2608

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui struktur vegetasi pohon terhadap keberadaan sumberdaya alam hayati dan ekosistem di hutan ujung seurudong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2014 di kawasan hutan Ujung Seureudong Sawang Ba’u, Kecamatan Sawang Aceh Selatan. Pengamatan vegetasi dilakukan dengan menggunakan metode line transek pada 8 stasiun dengan ukuran panjang arah penelusuran per transek 100 m dan lebar 20 m. Dari hasil pengambilan data pohon di 8 stasiun penelitian dan kemudian dilanjutkan dengan proses pengolahan data, diperoleh individu sebanyak 504 dengan 34 spesies. Dari kedelapan stasiun tumbuhan yang diamati tumbuhan yang paling mendominasi di daerah tersebut yaitu tumbuhan Myristica fragrans dengan jumlah individu sebanyak 201 dan nilai kerapatan mutlak sebanyak 0,1005 sedangkan tumbuhan yang paling sedikit dominansinya yaitu tumbuhan bak iboih, langsat, bambu, salak, jeruk nipis, nangka, jambu botol, mahoni dan jambu air yaitu dengan jumlah individu sebanyak 1 individu masing-masing tumbuhan dan dengan nilai kerapatan mutlak 0,0005. Nilai rata-rata seluruh kerapatan tumbuhan yaitu 0,031. Struktur vegetasi pohon memiliki kondisi vegetasi yang baik berdasarkan komposisinya. Struktur pohon yang dijumpai dilokasi studi menunjukkan bahwa sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya masih baik.
KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTHOS SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN DI KAWASAN PAYAU KRUENG ACEH Fastawa Fastawa; Elita Agustina; Samsul Kamal
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.777 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4275

Abstract

Penelitian ini tentang keanekaragaman makrozoobenthos sebagai bioindikator pencemaran di kawasan payau Krueng yang dilaksanakan pada bulan Juni sampai November 2016.. Tujuan penelitian ini adalah; 1) Mengetahui indeks keanekaragaman makrozoobenthos di perairan kawasan payau Krueng Aceh dan kualitas perairan di kawasan payau Krueng Aceh yang ditinjau dari aspek biologis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey eksploratif dengan visualisasi secara langsung pada 4 stasiun. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan rumus indeks keanekargaman dengan rumus  Ĥ = -∑ pi Ln pi dan ketentuan Krebs untuk klasifikasi tingkat pencemaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman makrozoobenthos di kawasan payau Krung Aceh tergolong sedang dengan Ĥ =1,501. Kualitas perairan di kawasan payau Krueng Aceh tercemar sedang berdasarkan indeks keanekaragaman makrozoobenthos. Kesimpulan dari penelitian Keanekaragaman makrozoobenthos di kawasan payau Krueng Aceh termasuk dalam kriteria rendah. Kualitas perairan di kawsan payau Krueng Aceh di tinjau dari aspek biologis dalam keadaan tercemar sedang.
INDEKS KEANEKARAGAMAN SERANGGA PERMUKAAN TANAH DIURNAL DI KAWASAN DEUDAP PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESAR kurnia Rahmi; Maulida Rizkina; Yora Yuni Merhastika
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.888 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4265

Abstract

Penelitianini dilakukan pada bulan april 2017 di desa Deudapkecamatanpulo Aceh kabupaten Aceh besar.Penelitian ini bertujuan untuk melihat keanekaagaman jenis seranggapermukaan tanah (diurnal) pada kawasan Deudap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan perangkap jebak (pitfall trap). Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga yang didapat pada perangkap terdedah sebanyak 297 individu dengan 4 ordo dan 6 famili dan serangga yang didapat pada perangkap ternaung sebanyak 297 individu dengan 5 ordo dan 7 famili. Indeks keanekaragaman jenis serangga diurnal berdasarkan Shanon-Winner (H’)  pada permukaan terdedah adalah 3, dan pada permukaan ternaung adalah 2.573019. Jadi, indeks keanekaragaman serangga permukaan tanah diurnal di kawasan Deudap pulo aceh pada permukaan terdedah tergolong tinggi dan pada permukaan ternaung dikategorikan sedang.
SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK TANAMAN TAMBALEPEN DAN PENGARUH PENGHAMBATANNYA TERHADAP BAKTERI Salmonella thypi Jumania Jumania; Eka Sukmawati; Cut Mutiadin; Siti Rahmah Sari
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 8, No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VIII 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.57 KB) | DOI: 10.22373/pbio.v8i2.9662

Abstract

Demam tifoid merupakan salah satu jenis penyakit yang sampai saat ini masih menjadi masalah dalam dunia kesehatan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella thypi melalui penyebaran fecal-oral. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas tanaman Tambalepen dalam menghambat atau membunuh bakteri Salmonella tiphy dengan melihat KHM dan KBM. Serta melihat beberapa kandungan senyawa kimia dari tanaman Tambalepen yang berpotensi sebagai antimikroba.  Metode yang digunakan dalam uji aktivitas antibakteri pada penelitian ini adalah metode dilusi cair, untuk deteksi golongan senyawa aktif menggunakan metode skrining fitokimia. Dari hasil identifikasi diketahui tanaman tambalepen adalah Poikilospermum sauveolens (Blume) Merr. Skrining fitokimia menunjukkan terdapat senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, stroid dan saponin pada bagian tanaman yang diekstraksi. Hasil penghambatan bakteri menunjukan adanya aktivitas antibakteri ekstrak tanaman Tambalepen terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella tiphy dengan nilai KHM yaitu 250 µg/mL dan nilai KBM yaitu 500 µg/mL pada ekstrak etanol daun tanaman Tambalepen.