Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan (Biotik)
BIOTIK: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi dan Kependidikan is an open access and peer reviewed journal. It publishes scientific articles in the field of biology education and technology. Furthermore, this journal bridges the gap between research and practice, providing information, ideas and insights, in addition to critical examinations of biology research and teaching. Through the coverage of policy and curriculum developments, the latest results of research into the teaching, learning and assessment of biology are brought to the fore. This journal is published by the Department of Biology Education in cooperation with the Center for Research and Community Service (LP2M) Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia. Several topics covered in this journal including: curriculum of Biology Education at all education level, research on learning Biology and learning materials at all education level, qualitative and quantitative research of Biology Education and Technology, school management and Biology laboratory management, trends in Biology Education,another study for the scope of Biology Education, research on environmental education.
Articles
689 Documents
PERBANDINGAN DOSIS EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) DALAM MEMPERBAIKI NEKROSA SEL BETA PANKREAS PADA TIKUS HIPERGLIKEMIK DI LABORATORIUM
Qurratu Aini;
Mustafa Sabri;
Samingan Samingan
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 4, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IV 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (128.314 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v4i1.2568
Pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) pada dosis yang berbeda dapat memperbaiki kerusakan sel β pankreas pada tikus yang diinduksi aloksan (hiperglikemik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan dosis ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dalam memperbaiki nekrosa sel β pankreas pada tikus hiperglikemik. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Laboratorium Patologi dan Farmakologi Jurusan Klinik Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan A = Kontrol negatif (diberi akuades dan NaCl fisiologis), B = Kontrol positif (75 mg/kg BB aloksan dan diinkubasi selama 21 hari), C (75 mg/kg BB aloksan dan 150 mg/kg BB ekstrak daun kelor selama 21 hari),dan D (75 mg/kg BB aloksan dan 450 mg/kg BB ekstrak daun kelor selama 21 hari). Parameter yang diamati adalah nekrosa sel β pankreas. Hasil penelitian menujukkan bahwa pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) pada dosis 450 mg/kg BB selama 21 hari dapat memperbaiki nekrosa sel β pankreas lebih cepat dibandingkan dengan pemberian ekstrak daun kelor pada dosis 150 mg/kg BB selama 21 hari.
POLA PENYEBARAN BURUNG KUNTUL KECIL (Egretta garzetta L.) DI KAWASAN MANGROVE ALUE NAGA BANDA ACEH
Rizky Ahadi;
Muhammad Ali Sarong
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (275.183 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4077
Kelimpahan burung sangat dipengaruhi oleh ketersediaan pakan pada habitat, khususnya kawasan ekosistem mangrove yang berfungsi sebagai penompang kehidupan bagi berbagai jenis burung air. Kawasan mangrove Alue Naga terletak di Kota Banda Aceh, aktifitas penduduk membuat kawasan tersebut sangat rentan terhadap berbagai pressing habitat. Penelitian tentang Pola distribusi burung kuntul kecil (Egretta garzetta) di kawasan magrove Alue Naga, Banda Aceh dilakukan pada bulan Januari-Februari 2017. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola penyebaran burung kuntul kecil. Pengamatan dilakukan menggunakan metode 5 titik IPA (Indices Ponctuele d’Abundance/Indeks Kelimpahan pada Titik) dengan mencatat setiap perjumpaan Egretta garzetta. Analisis pola penyebaran Egretta garzetta menggunakan Indeks Morisita. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah ditemukan 223 individu spesies Egretta garzetta, dengan rata-rata per titik hitung 44 individu. Pola penyebaran Egretta garzetta adalah mengelompok (Iδ = 1,046).
JENIS FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) PADA BERBAGAI POHON KAWASAN GLEE NIPAH PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESAR
Aqma Rina ZA;
Asmia Rahmi;
Ayu Rahma Yanti;
Muslich Hidayah
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 8, No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VIII 2020
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (183.169 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v8i1.9561
Mikoriza merupakan simbiosismutualistik antara jamur dengan akar tanaman. Kondisi lingkungan yang bervariasi di indonesia dapat memungkinkan jenis komposisi genus mikoriza pada suatulahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis mikorizaarbuskular apa saja yang diperoleh di Kawasan Glee Nipah Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar. Penelitian tentang “Jenis Fungi MikorizaArbuskula (FMA) pada berbagai Pohon Kawasan Glee Nipah Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar” telah dilakukan pada tangga l02 April 2019. Hasil penelitian yang dilakukan di Kawasan Glee Nipah Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar, didapati bahwa Jenis Fungi Mikoriza Arbuskula ditemukan 4 family yaitu Acaulosporaceae, Endogonaceae, Gigasporaceae, Glomeraceaedan 26 spesies serta 8302 individu. Jenis yang paling banyak ditemukan adalah Glomus sp. sebanyak 3845.
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN BERHABITUS POHON DI STASIUN SORAYA EKOSISTEM LEUSER
Iqbar Iqbar
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 3, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK III 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (150.434 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v3i1.2681
Stasiun Soraya adalah stasiun penelitian di dalam Kawasan Ekosistem Leuser. Stasiun penelitian ini diduga memiliki keanekaragaman tumbuhan yang tinggi termasuk tumbuhan yang berhabitus pohon. Untuk mendapatkan data yang akurat tentang keanekaragaman tumbuhan maka perlu dilakukan penelitian Keanekaragaman Tumbuhan Berhabitus Pohon yang bertujuan untuk mengetahui Kekayaan Spesies, Suku, Nilai Penting, dan Indeks Keanekaragaman Tumbuhan di lokasi tersebut. Metode Transek Berpetak (Belt Transect) telah digunakan untuk mendata tetumbuhan di stasiun ini pada area cuplikan (sampling) seluas 2 hektar (Ha). Ada 108 spesies tetumbuhan yang merupakan anggota dari 80 marga dan 38 suku. Suku yang memiliki spesies yang dominan adalah Euphorbiaceae (12 spesies) dan Dipterocarpaceae (11 spesies). Beberapa suku lainnya juga memiliki spesies yang relatif banyak yaitu Lauraceae dan Meliaceae (masing-masing 8 spesies), dan Moraceae (7 spesies). Tetumbuhan yang terbatas spesiesnya ada 17 suku yaitu hanya memiliki 1 spesies tumbuhan dalam area 2 Ha. Spesies tumbuhan yang memiliki Nilai Penting tertinggi adalah Streblus elongatus (Damli atau Tempinis) yaitu 29,35 sehingga tumbuhan ini memberi peranan penting di lokasi tersebut. Tumbuhan yang memiliki Nilai Penting terendah adalah Acacia pennata (akar rambut galang) yaitu 0,23 sehingga spesies ini harus menjadi perhatian untuk dikonservasi. Dua belas spesies tercantum dalam daftar merah IUCN dengan kategori critically endangered, vulnerable, dan low risk. Indeks keanekaragaman spesies tumbuhan di lokasi ini adalah 4,0 sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi hutan di lokasi ini masih cukup baik dan memiliki keanekaragaman yang tinggi.
IDENTIFIKASI JENIS TUMBUHAN ANGGREK DI KAWASAN LUTHU LAMWEU KABUPATEN ACEH BESAR
Fera Zulianti;
Zuraidah Zuraidah
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 9, No 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IX 2021
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3888.503 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v9i1.11673
Identifikasi jenis tumbuhan Anggrek adalah tahapan untuk mengidentifikasi tumbuhan Anggrek yang ditemukan di lokasi penelitian secara runtut sehingga menemukan taksonominya. Anggrek yang terdapat di kawasan Luthu Lamweu tidak kalah beraneka ragam jenisnya yang tumbuh secara epifit dan terestrial. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis Anggrek di Kawasan Luthu Lamweu. Metode dalam penelitian ini yaitu jelajah (survey eksploratif). Data penelitian ini diambil pada 3 stasiun pengamatan, stasiun 1 pada perkampungan warga, stasiun ke 2 pada perkebunan warga dan stasiun ke 3 pada kawasan hutan. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tabel pengamatan. Hasil dari penelitian terdapat 11 jenis Anggrek yang tergolong dalam 9 genus. Spesies yang ditemukan Acriopsisililiifolia, Bulbophyllumivaginatum,iBromheadia ifinlaysoniana, Cattleya sp., Cymbidium ifinlaysonianum, iDendrobium icrumenatum iSw., iVanda isp. Phalaenopsis delyciosa, iDendrobium iburanna ifineball, AppendiculaitortaiBlume, idan Dendrobiumisp.
PEMANFAATAN JENIS TUMBUHAN DARI FAMILI SOLANACEAE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA SUB KONSEP KLASIFIKASI TUMBUHAN DI SMP NEGERI 1 SIMPANG TIGA KABUPATEN ACEH BESAR
Eriawati Eriawati
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 3, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK III 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (452.668 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v3i1.2718
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa terutama dalam pembelajaranbiologi yang dipengaruhi banyak faktor, salah satunya adalah kurang bervariasinya metode atau teknik pembelajaran yang diterapkan oleh guru.Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan suatu penerapan dengan memanfaatkan media berupa sumber belajar dari lingkungan siswa yaitu tumbuhan famili Solanaceae sebagai salah satu alternatif yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan jenis tumbuhan dari famili Solanaceae dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMPN 1 Simpang Tiga Aceh Besar pada sub konsep klasifikasi tumbuhan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII/byang berjumlah 25 siswa sebagai kelas eksperimen untuk menerapkan teknik pembelajaran melalui pemanfaatan famili Solanaceae. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara meberikan evaluasi secara terpisah yaitu pre tes dan post tes untuk mengetahui hasil belajar siswa. Pengolahan data dengan menggunakan statistik uji-t, dan dari hasil analisis data diperoleh t hitung = 3,60 sedangkan t tabel = 2,09 pada taraf signifikan 0,05 maka thitung ≥ t tabel. Artinya proses pembelajaran melalui pemanfaatan famili Solanaceae sebagai media pembelajaran dapat digunakan/diterima sebagai penunjang pembelajaran. Hasil belajar siswa melalui pemanfaatan jenis tumbuhan dari famili Solanaceae sebagai media pembelajaran adalah baik dengan perolehan nilai rata-rata 71,31. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas VII/b SMPN 1 Simpang Tiga Aceh Besar pada sub konsep klasifikasi tumbuhan meningkat dengan pemanfaatan jenis tumbuhan dari famili Solanaceae sebagai media pembelajaran.
INQUIRY LABORATORY SEBAGAI ALTERNATIF INOVASI KEGIATAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA TINGKAT DASAR
Rahmi Rahmi;
M. Rezeki Muamar
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (272.859 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4341
Biologi umum merupakan mata kuliah yang memiliki materi indentik dengan praktikum, berdasarkan hasil pengamatan awal, 20% mahasiswa belum memiliki pemahaman dalam melakukan kerja ilmiah dalam ber-inquiry melalui praktikum. Secara khusus penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan inquiry laboratory melalui kegiatan praktikum terhadap hasil belajar biologi. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa semester I FKIP Biologi Universitas Almuslim, pengambilan data dilakukan pada bulan Maret-Juni 2017, penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif, dengan populasi seluruh mahasiswa yang mengambil mata kuliah biologi umum berjumlah 40 orang. Sedangkan sampel penelitian adalah keseluruhan dari populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan pengisian LKM atau panduan praktikum, untuk melihat hasil inquiry mahasiswa melalui praktikum, sedangkan instrumen menggunakan tes untuk mengukur hasil belajar mahasiswa, kemudian data dianalisis secara statistik dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan inquiry laboratory mahasiswa melalui praktikum dapat di kategori baik dengan perolehan skor > 65 sebesar 77% dari jumlah mahasiswa (2) sedangkan hasil belajar mahasiswa yang diperoleh melalui praktikum pada mata kuliah biologi umum, dengan menggunakan taraf sigfikan α= 0,05, maka di peroleh thitung ≥ ttable yaitu 1,83 ≥ 1,67, sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan mahasiswa melalui inquiry laboratory pada kegiatan praktikum dan hasil belajar pada mata kuliah biologi dasar sudah efektif.
PEMANFAATAN ADSORBEN ALAMI (BIOSORBEN) UNTUK MENGURANGI KADAR TIMBAL (Pb) DALAM LIMBAH CAIR
Rizna Rahmi;
Sajidah Sajidah
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 5, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK V 2017
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (82.467 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v5i1.2162
Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh buangan limbah industri telah menjadi persoalan yang semakin memprihatinkan dewasa ini. Salah satu bahan pencemar berbahaya dalam limbah cair buangan industri adalah logam berat timbal (Pb). Logam timbal dapat menyebabkan berbagai permasalahan kesehatan yang serius bahkan kematian pada kasus-kasus paparan ekstrim. Upaya pengurangan logam berat pada limbah perlu dilakukan agar limbah cemaran industri tidak terlalu mencemari lingkungan ketika dibuang ke badan air. Beberapa metode kimia maupun biologis telah diuji coba untuk menghilangkan kandungan logam berat yang terdapat di dalam limbah, diantaranya adsorpsi, pertukaran ion (ion exchange), dan pemisahan dengan membran. Dalam penelitian studi literature ini penulis mengkaji dan mengumpulkan informasi terkait alternatif adsorben-adsorben alami yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar logam berat terutama timbal (Pb) dalam limbah cair, dan bagaimana pengaruh penggunaan adsorben-adsorben tersebut terhadap penyerapan logam berat. Hasil kajian diketahui bahwa adsorben alami (biosorben) yang sering digunakan untuk mengurangi kadar timbal dalam limbah cair antara lain adalah arang aktif dari kulit pisang, tanaman air (aquatic plants), arang sekam padi dan biomassa. Masing-masing biosorben tersebut mempunyai keefektifan yang berbeda dalam penyerapan logam Pb pada limbah cair.
KEANEKARAGAMAN TERUMBU KARANG DI ZONA SUB LITORAL PERAIRAN ULEE REDEUP
Alfizar Alfizar;
Samsul kamal;
Nurdin Amin
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 9, No 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IX 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (148.217 KB)
|
DOI: 10.22373/pbio.v9i1.11368
Penelitian tentang keanekaragaman terumbu karang memiliki tujuan penelitian ini yaitu, untuk mengetahui indeks keanekaragaman karang di zona sub litoral perairan Ulee Redeup Kecamatan Pulo Aceh Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu dengan cara pengamatan langsung pada lokasi pengamatan dan secara non destructive sampling atau tidak merusak terumbu dan habitat karang, dengan menggunakan metode Line Transek. Hasil penelitian diketahui bahwa jumlah keseluruhan diperoleh 12 spesies dan 79 individu karang. Indeks keanekaragam karang sebesar H = 2,28 tergolong kategori sedang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah indeks keanekaragaman karang di zona sub litoral perairan Ulee Redeup kecamatan Pulo Aceh tergolong sedang.
ANALISIS KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR MAHASISWA PPL FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN AR-RANIRYBANDA ACEH (STUDI DESKRIPTIF KEGIATAN PPKPM)
Nur Asiah Nur Asiah
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 4, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IV 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (75.478 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v4i1.2592
Keterampilan dasar mengajar adalahkecakapan standar yang harus dimiliki oleh guru yang bersifat mendasar dan harus dikuasai dalam melaksanakan tugas sebagai profesi seorang pengajar.Keterampilan ini sebagai modal awal untuk melaksanakan tugas-tugas pembelajaran secara terencana dan professional di sekolah.Tulisaninibertujuanuntukmengetahui keterampilan dasar mengajar mahasiswa PPL pada kegiatan PPKPM FakultasTarbiyahdanKeguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Keterampilan dasar mengajar yang dianalisa meliputi: mempersiapkan siswabelajar, penerapan konsep apersepsi, penguasaan materi, penggunaan metode/media, keterampilan bertanya, keterampilan menjawab, keterampilan menjelaskan, keterampilan mengelola kelas, penggunaan LKS, gaya menulis dan mutu tulisan, gaya berkomunikasi dan bahasa lisan serta rangkuman atau penguatan. Penelitianini menggunakan metode deskriptif kualitatif analisis. Subjek penelitian yaitu seluruh mahasiswa PPL pada SMP Negeri 1 Kuta Malaka Kabupaten Aceh Besar.Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tehnik observasi pembelajaran.Instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi pembelajaran yang berisi indikator tentang keterampilan dasar mengajar yang dirancang sesuai dengan aspek yang diamati.Tehnik analisis data yaitu lembar observasi dianalisis dengan rumus persentase, selanjutnya dideskripsikan sesuai dengan pertanyaan penelitian pada setiap aspek keterampilan dasar mengajar.Hasil penelitian dapatdisimpulkanbahwakemampuan mahasiswa PPL Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh dalam menerapkan keterampilan dasar mengajar pada kegiatan PPKPM secara keseluruhan dapat dikategorikan baik dengan persentase mencapai 76,04%, dan dengan nilai rata-rata kemampuan berkisar 36,50.