Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan (Biotik)
BIOTIK: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi dan Kependidikan is an open access and peer reviewed journal. It publishes scientific articles in the field of biology education and technology. Furthermore, this journal bridges the gap between research and practice, providing information, ideas and insights, in addition to critical examinations of biology research and teaching. Through the coverage of policy and curriculum developments, the latest results of research into the teaching, learning and assessment of biology are brought to the fore. This journal is published by the Department of Biology Education in cooperation with the Center for Research and Community Service (LP2M) Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia. Several topics covered in this journal including: curriculum of Biology Education at all education level, research on learning Biology and learning materials at all education level, qualitative and quantitative research of Biology Education and Technology, school management and Biology laboratory management, trends in Biology Education,another study for the scope of Biology Education, research on environmental education.
Articles
689 Documents
ESTIMASI POPULASI ORANGUTAN SUMATERA (Pongo abelii) BERDASARKAN SARANG DI KAWASAN HUTAN RAWA TRIPA KECAMATAN BABAROT
Julizar Julizar;
Samsul Kamal;
Elita Agustina
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (494.67 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4224
Keberadaan orangutan Sumatera (Pongo abelii) di Kawasan Hutan Rawa Tripa Babahrot dapat dijadikan objek dalam berbagai kegiatan di antaranya adalah mengamati perilaku hewan primata terkait aktivitas dan menghitung jumlah populasinya berdasarkan sarang disuatu kawasan hutan. Kegiatan praktikum mahasiswa pendidikan Biologi UIN Ar-Raniry mengamati hewan primata hanya terfokus pada monyet ekor panjang (Macaca fuscicularis). Mengamati perilaku hewan primata terkait aktivitas dan perhitungan jumlah populasinya berdasarkan sarang dapat dilakukan dengan cara pendugaan (estimasi). Estimasi populasi pada primata dapat digunakan sebagai dasar atau tanda-tanda yang bersifat spesifik berupa suara atau sarang orangutan Sumatera (Pongo abelii). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan populasi orangutan Sumatera (Pongo abelii) berdasarkan sarang yang terdapat di kawasan hutan rawa Tripa Babahrot serta pemanfaatannya yang dapat digunakan sebagai referensi matakuliah ekologi hewan dalam bentuk buku saku dan video dokumentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode jalur (Line transect) dan survey eksploratif dengan visualisasi langsung dengan menentukan 4 jalur sesuai dengan topografi lokasi penelitian. Lebar jalur penelitian adalah 50 m ke arah dua sisi atau lebar totalnya 100 m dengan panjang jalur 1000 m (1 km), jarak antar transek 1 dan 2 500 m dan transek 2 ke 3 2000 m atau 2 km dan jarak transek 3 dan 4 yaitu 500 m. Hasil penelitian di lapangan terdapat 19 sarang orangutan sumatera (Pongo abelii) dengan klasifikasi sarang tipe A,B,C,D dan E serta posisi sarang yang tersebar di berbagai posisi yaitu cabang utama (CU), anak percabangan (AC), ujung dahan (UD) dan pucuk pohon (PP). Sarang terbanyak ditemukan pada jarak 0-100 meter dan 201-300 meter yaitu 5 sarang dengan persentase 26,31% pada seluruh jalur. Estimasi nilai kepadatan populasi orangutan Sumatera (Pongo abelii) di area penelitian seluas 800 ha yang diamati adalah 0,002 Individu/ Km2dan 0,022 Individu/10ha dengan dugaan populasi antara 1 sampai 2 individu pada area seluas 608 km2, hal ini menunjukkan kehadiran orangutan di Kawasan Hutan Rawa Tripa Babahrot ini sangatlah rendah.
KEANEKARAGAMAN BENTHOS DI PERAIRAN PANTAI KACA KACU DEUDAP PULO ACEH, KABUPATEN ACEH BESAR
Sarah Annisa;
Sarah Sakira;
Sentia Lisna
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 8, No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VIII 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (679.238 KB)
|
DOI: 10.22373/pbio.v8i2.9637
Bentos merupakan kelompok organisme laut baik tumbuhan maupun hewan laut yang hidupnya dengan cara menempel atau merayap di dasar laut, seperti rumput laut, bunga karang, siput, kerang, bulu babi dan bintang laut.. Berdasarkan ukurannya, benthos dikelompokan menjadi 3 yaitu: mikrobenthos, meiobenthos dan makrobenthos. Adapun peran benthos diantaranya mampu mendaur ulang bahan organik, membantu proses mineralisasi, menduduki posisi penting dalam rantai makanan dan indikator pencemaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman benthos apa sajakah yang terdapat di pesisir pantai Kaca Kacu Deudap Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini dilakukan menggunakan dua metode, yaitu metode destruktif dan metode nondestruktif. Hasil identifikasi jenis organisme Benthos yang ditemukan di Gampong Deudap, secara keseluruhan teridentifikasi sebanyak 41 famili yang terdiri dari 106 spesies. Nilai keanekaragaman dikategorikan tinggi yaitu H’=6,17102.
JENIS TUMBUHAN SEBAGAI OBAT PENYAKIT DIABETES MELLITUS PADA MASYARAKAT RUNDENG KOTA SUBULUSSALAM
Hasanuddin Hasanuddin;
Kusyanti Kusyanti
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 4, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IV 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (144.582 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v4i1.2536
Penelitian bertujuan mengetahui Jenis tumbuhan yang dimanfatkan sebagai obat untuk penyembuhan penyakit Diabetes Mellitus oleh masyarakat di Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam, serta bagian, cara pengolahan dan penggunaannyan telah dilakukan pada Bulan Maret 2016. Sumber data penelitian adalah masyarakat di 10 desa dalam kecamatan Rundeng. Penetapan desa sampel didasarkan pada letak geografis dan suku masyarakat yang ada penderita Diabetes Mellitus (Suku Pak-pak Boang, Pak-pak Dairi, Aceh, dan suku Jawa) berjumlah 58 orang dan Tabib 10 orang (1 orang per desa). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengamatan langsung tumbuhan yang digunakan. Analisis data dilakukan secara secara deskriptifl dan disajikan dalam bentuk Tabel. Hasil penelitian diperoleh 28 jenis tumbuhan yang digunakan untuk obat penyakit Diabetes Mellitus. Bagian yang digunakan adalah: akar, daun, buah, biji, rimpang, dan seluru bagian tumbuhan. Cara penggunaannya: direbus dan diminum airnya, ditempel pada tempat luka, dan dimakan.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN DARING MENURUT ORANG TUA PADA SATUAN PENDIDIKAN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 DI KECAMATAN DARUL IMARAH DAN DARUSALAM KABUPATEN ACEH BESAR
Putri Muspida;
Yusran Yusran;
Rahmad Musfikar
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 9, No 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IX 2021
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (434.391 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v9i1.11610
Penelitian ini bertujuan untuk megetahui harapan orang tua terhadap pembelajaran jarak jauh anak terhadap satuan pendidikan selama masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitafif deskriptif dan metode survei, populasi yang digunakan dalam penelitain ini yaitu pada Kabupaten Aceh Besar sedangkan sampel yang digunakan yaitu Kecamatan Darul Imarah dan Darussalam dengan jumlah responden 105 orang. Instrument Penelitian Yang digunakan untuk menggumpulkan data Berupa hasil Wawancara secara tatap muka dan kuesioner yang tersebar ke 105 orang tua pada Kecamatan Darul Imarah dan Darussalam secara online dengan menggunakan Google Form. Hasil yang didapat dari tanggapan kuesioner berupa pembelajaran yang dilakukan selama Covid-19 Efektif dilakukan akan tetapi dalam pembelajaran anak kurang memahami pembelajaran yang diberikan oleh guru. Hasil dari harapan orang tua banyakanya orang tua berharap akan adanya protokol kesehatan di setiap sekolah, adanya juga bantuan sarana dari pihak sekolah dan pemerintah bagi orang tua dalam pembelajaran anak, adanya pembelajran yang mudah dipahami oleh anak dalam proses pembelajaran dan dibatasinya warga luar masuk ke Aceh dalam masa pandemi ini. Sebaiknya adanya materi pembelajaran yang mudah bagi anak dan bantuan sarana bagi orang tua dalam pembelajaran anak selama pandemi Covid-19 ini.
KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI PESISIR PANTAI UJUNG SEURUDONG PEGUNUNGAN SAWANG BA’U KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH SELATAN
Hawarul Aini;
Bahagia Bahagia;
Lisa Maulidar;
Riza Ulhaq
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 3, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK III 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (48.914 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v3i1.2683
Pesisir pantai ujung Seurudong merupakan salah satu kawasan yang terletak di Gampong Sawang Ba’u Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan yang dapat dijadikan sebagai objek keanekaragaman hayati. Kawasan ini menjadi salah satu habitat berbagai jenis burung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis burung di kawasan ujung Seurudong Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan. Metode yang digunakan adalah Metode Indeks Poin of Abundance. Analisis data dilakukan dengan menggunakan rumus Shannor-Weaver H’ =∑ Pi Ln Pi. Hasil penelitian diperoleh 29 spesies dari 18 famili yang dijumpai. Indeks keanekaragaman burung yang berada di kawasan tersebut tergolong sedang yaitu 2,1345.
PEMANFAATAN BATANG PISANG SEMU SEBAGAI POT DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)
Karnilawati Karnilawati;
Mawardiana Mawardiana;
Nur Asmayani
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (287.456 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4311
Batang pisang merupakan bagian yang belum dimanfaatkan secara optimal atau sebagai limbah. Salah satu upaya yang dilakukan dengan dengan memanfaatkan batang pisang sebagai media pot merupakan alternatif yang efektif dan hemat biaya serta aman bagi lingkungan. Penelitian bertujuan untuk melihat batang pisang sebagai media pot dan jenis media tanam yang sesuai terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua fakotr yaitu faktor batang pisang yaitu batang pisang kecil diameter 30 cm, sedang diameter 35 cmdan besar diameter 40 cm dan faktor media tanam yaitu arang sekam, pupuk kandang dan sekam padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batang pisang sebagai pot berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat berangkasan basah serta ada pengaruh media tanam terhadap tinggi tanaman. Interaksi batang pisang besar dengan media tanam arang sekam dapat meningkatkan tinggi tanaman 20 hst.
STRUKTUR KOMUNITAS TUMBUHAN HERBA DI BAWAH TEGAKAN PINUS (Pinus merkusii) DI TAHURA POCUT MEURAH INTAN
Yusra Yusra;
Muslich Hidayat;
Eriawati Eriawati
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 5, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK V 2017
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (126.922 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v5i1.2129
Tumbuhan herba adalah tumbuhan yang berbatang lunak (batangnya tidak berkayu). Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat struktur komunitas tumbuhan herba di bawah tegakan vegetasi Pinus (Pinus merkusii) di Taman Hutan Raya (Tahura) Pocut Meurah Intan. Penelitian ini di lakukan di Tahura Pocut Meurah Intan pada September 2016. Rancangan penelitian menggunakan metode jelajah dan pengambilan sampel dengan teknik pembuatan petak kuadrat secara purposive sampling. Lokasi penelitian di bawah tegakan vegetasi pinus. Hasil penelitian struktur komunitas diperoleh bahwa kelimpahan yang tertinggi adalah Panicium repens L, indeks dominansi berjumlah 0,06267, indeks nilai penting berjumlah 193,939%, indeks keranekaragaman berjumlah 2,6284 dan indeks keseragaman berjumlah 0,8166. Kesimpulan menunjukkan bahwa, spesies yang paling melimpah dan yang paling dominan adalah Panicium repens L diantara spesies yang lain, berdasarkan kriteria tergolong indeks dominansi rendah dan didukung dengan indeks nilai penting spesies tersebut di bawah vegetasi pinus Tahura yang cukup tinggi, keanekaragaman sedang dan komunitas stabil dengan tingkat keseragamannya yang tinggi, dan secara keseluruhan tumbuhannya heterogen.
KELIMPAHAN JENIS COLLEMBOLA DI KAWASAN KAMPUS UIN AR-RANIRY BANDA ACEH
Duwi Khartika;
Risa Latul;
Riky Ahadi
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 9, No 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IX 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (389.301 KB)
|
DOI: 10.22373/pbio.v9i1.11502
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry merupakan Perguruan Tinggi Negeri yang terletak di Banda Aceh Provinsi Aceh. Kampus UIN Ar Raniry dengan kondisi ekosistem yang melimpah mendukung kehidupan Arthropoda tanah, salah satunya adalah Collembola. Collembola merupakan salah satu Arthropoda yang paling luas dan melimpah di bumi serta mempunyai banyak peranan dalam lingkungan hidup dan sekitarnya. Manfaat penelitian ini yaitu untuk memudahkan mahasiswa dalam mengetahui jenis-jenis Collembola yang terdapat di Kawasan Kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam pengamatan Collembola yaitu metode perangkap jebak atau Pitfall Trap. Perangkap dibuat sebanyak 14 stasiun, 7 stasiun tenaung (tertutup) dan 7 stasiun terdedah (terbuka). Kemudian dibiarkan selama 12 jam dan dilakukan pengambilan sampel terhadap 14 stasiun tersebut serta dimasukkan ke dalam botol sampel. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada pukul 18:00 WIB di hari pertama dan pukul 06:00 WIB pada hari kedua. Hasil pengamatan Collembola nokturnal terdedah yang telah dilakukan ditemukan 6 spesies dari 3 famili Collembola dengan Indeks H’= 2, 51707, pengamatan Collembola Nokturnal ternaung ditemukan 9 spesies dari 3 famili Collembola dengan Indeks H’= 2,038, pengamatan Collembola diurnal terdedah ditemukan 7 spesies dari 3 famili Collembola dengan Indeks H’= 2,1002, dan Collembola diurnal ternaung ditemukan 2 spesies dari 1 famili Collembola dengan Indeks H’= 1,4941.
PERCEPATAN MATURASI INDUK IKAN NILA PAYAU (Oreochromis SP) DENGAN SILASE MIKROBIAL DARI RUMPUT LAUT LATOH (Caulerpa lentillifera) DAN NANAS (Ananas comosus)
Ibnu Sahidhir;
Heru Nugroho;
Rahmatullah Rahmatullah
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 3, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK III 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.912 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v3i1.2610
Suplemen untuk pakan maturasi induk Ikan Nila indoor sangat diperlukan karena turunnya kualitas pakan atau kurangnya zat gizi khusus untuk induk layak pijah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari silase mikrobial dan bahan-baku segar latoh dan nanas terhadap kecepatan pematangan telur induk ikan Nila. Perngujian pertama, ada dua perlakuan yakni pemberian 1% silase mikrobial pada pakan dan kontrol. Tiap perlakuan memiliki dua buah unit ulangan dengan masing-masing unit berisi 90 ekor induk ikan nila betina berukuran 260-440 gr. Pengamatan dilakukan terhadap waktu tercepat diperolehnya >70% induk matang. Pengamatan ini dilakukan selama 3 siklus pemijahan. Percobaan kedua adalah melihat efek masing-masing latoh dan nanas yakni, pemberian latoh 1%, nanas 1%, kombinasi (latoh 1% + nanas 1%), serta tanpa nanas dan latoh sebagai kontrol. Tiap perlakuan ada 3 ulangan yang masing-masing berisi 10 ekor induk berukuran sekitar 145-203 gr/ekor. Percobaan pertama menunjukkan bahwa pada pemberian silase mikrobial, seluruh induk betina matang telur pada hari ke-11 lalu menurun menjadi 91,5% (14 hari) dan 90% (14 hari) pada siklus berikutnya. Sedangkan pada kontrol, induk matang pada hari ke 18 dengan total induk matang 78%, lalu meningkat menjadi 81,5% (18 hari) dan 83% (18 hari) pada siklus berikutnya. Percobaan latoh dan nanas menunjukkan bahwa kombinasi nanas dan latoh memberikan kematangan telur terbaik yakni 77% pada hari ke-11 dibanding dengan kontrol (47%) pada waktu yang sama. Perlakuan latoh dan nanas tidak berbeda nyata masing-masing dengan kematangan 53% dan 60%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa silase mikrobial dari latoh dan nanas mempercepat kematangan induk dengan sangat efektif. Kombinasi keduanya bersifat sinergis apabila dibandingkan dengan efek masing-masing bahan baku.
KEANEKARAGAMAN GASTROPODA DI DANAU LUT TAWAR KABUPATEN ACEH TENGAH
Sukma Arita;
Samsul Kamal;
Elita Agustina
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (507.921 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4277
Penelitian tentang “Keanekaragaman Gastropoda di Danau Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah” telah dilakukan pada bulan Mei 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman gastropoda di lokasi tersebut. Metode yang digunakan adalah kombinasi antara Line Transeck dan Survey exploratif. Adapun line transek bertujuan untuk membatasi pengambilan sampel disetiap stasiunnya. Survey bertujuan untuk membagi wilayah kedalam beberapa stasiun, sedangkan explorative bertujuan untuk menjelajahi lokasi penelitian secara langsung. Penentuan stasiun dilakukan berdasarkan kondisi lingkungan perairan Danau Lut Tawar yang terdiri dari 5 stasiun. Stasiun I Desa one-one, stasiun II Desa Toweren, stasiun III yaitu Desa Kala Bintang, stasiun IV yaitu Desa Gegarang, sedangkan stasiun V Lot Kala. Hasil penelitian diketahui bahwa Danau Lut Tawar terdapat 4 spesies dari kelas gastropoda. Keanekaragaman gastropoda di Danau Lut Tawar secara keseluruhan tergolong sedang dengan nilai indeks keanekaragaman Ĥ= 1,0305