cover
Contact Name
Tri Juwono
Contact Email
trijuwono@mercubuana.ac.id
Phone
+628980875279
Journal Mail Official
visikom@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana, Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650. Tlp./Fax: +62215870341
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Visi Komunikasi
ISSN : 14123037     EISSN : 25812335     DOI : https://doi.org/10.22441/visikom
Jurnal Visi Komunikasi [p-ISSN: 1412-3037 | e-ISSN: 2581-2335] has been published since 2007 byFakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Jakarta, Indonesia. Jurnal Visi Komunikasi is a bi-annual journal issued on May and November. It consists of research-based articles and /or conceptual articles in communications (see Focus and Scope). The publisher only accepts an original work, which has not been published elsewhere. The article should be submitted through this site in accordance with our format (see Author Guidelines). Submitted article will be reviewed and edited for format uniformity, term, and other procedures.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2013): November 2013" : 7 Documents clear
GENDER AND THE ACTION FILM: QUESTIONS OF FEMALE HEROISM (ANALYSIS OF FEMALE MASCULINITY OF THE FEMALE HEROIC CHARACTER) Siti Hajariah; Rizki Briandana
Jurnal Visi Komunikasi Vol 12, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.412 KB) | DOI: 10.22441/visikom.v12i2.399

Abstract

Abstrak. Action telah memantapkan dirinya sebagai salah satu genre terkemuka yang telah hadirdi industri film untuk waktu yang lama. Meskipun film aksi sering kali diidentifikasi dengan filmproduksi Hollywood, dan disebut sebagai state-of-the-art dari film aksi, film Jmaes Bond,bagaimanapun, adalah pertama dan terutama adalah produk Inggris. Bergenre action, film iniditandai sebagai film berorientasi laki-laki (Tasker 2004: 8) sementara itu melalui esainya VisualPleasure and Narrative Cinema” oleh Laura Mulvey (1975) mengingatkan kita pada bagianpenting yang dimainkan oleh isu gender dan kritik film yang feminis, dalam analisis film aksi.Makalah ini membahas perkembangan film laga atau aksi dalam proses untuk membangunkarakter heroik perempuan, yang menunjukkan gagasan perempuan 'maskulinitas', istilah yangdiciptakan oleh Tasker (1993). Penguatan kode biner gender telah diteliti pada film-film aksiyang mengarah ke argumen pada identifikasi pemberdayaan atau eksploitasi dalam aksi yangdipilih teks filmis dari 2010 dan 2011. Perempuan Berdasarkan teori Laura Mulvey padapandangan laki-laki, analisis skrining tubuh di film action berkisar pada aspek narasi, dansinematografi film yang dipilih: Salt (Phillip Noyce, 2010).Abstrak. Action telah memantapkan dirinya sebagai salah satu genre terkemuka yang telah hadirdi industri film untuk waktu yang lama. Meskipun film aksi sering kali diidentifikasi dengan filmproduksi Hollywood, dan disebut sebagai state-of-the-art dari film aksi, film Jmaes Bond,bagaimanapun, adalah pertama dan terutama adalah produk Inggris. Bergenre action, film iniditandai sebagai film berorientasi laki-laki (Tasker 2004: 8) sementara itu melalui esainya VisualPleasure and Narrative Cinema” oleh Laura Mulvey (1975) mengingatkan kita pada bagianpenting yang dimainkan oleh isu gender dan kritik film yang feminis, dalam analisis film aksi.Makalah ini membahas perkembangan film laga atau aksi dalam proses untuk membangunkarakter heroik perempuan, yang menunjukkan gagasan perempuan 'maskulinitas', istilah yangdiciptakan oleh Tasker (1993). Penguatan kode biner gender telah diteliti pada film-film aksiyang mengarah ke argumen pada identifikasi pemberdayaan atau eksploitasi dalam aksi yangdipilih teks filmis dari 2010 dan 2011. Perempuan Berdasarkan teori Laura Mulvey padapandangan laki-laki, analisis skrining tubuh di film action berkisar pada aspek narasi, dansinematografi film yang dipilih: Salt (Phillip Noyce, 2010).
PENANAMAN NILAI ANTI KORUPSI DI PERGURUAN TINGGI SEBAGAI UPAYA PREVENTIF PENCEGAHAN KORUPSI Ita Suryani
Jurnal Visi Komunikasi Vol 12, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.221 KB) | DOI: 10.22441/visikom.v12i2.413

Abstract

Abstrak. Upaya pemberantasan korupsi tidak dapat mengandalkan semata-mata pada upayapenindakan yang menjadi kewenangan institusi penegak hukum. Upaya pencegahan korupsidengan ikut serta membangun budaya anti korupsi di masyarakat menjadi faktor pentingdalam upaya pemberantasan korupsi. Sebagai salah satu elemen masyarakat mahasiswadiharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan dan motor penggerak gerakan anti korupsidi masyarakat. Untuk dapat berperan aktif mahasiswa perlu dibekali dengan pengetahuanyang cukup tentang seluk beluk korupsi dan pemberantasannya. Pendidikan anti korupsiditujukan agar mahasiswa dapat mengetahui dengan jelas permasalahan korupsi yang sedangterjadi dan usaha untuk mencegahnya. Tulisan ini menjelaskan mengenai pendidikan antikorupsi dan juga untuk mengatahui bagaimana pendidikan anti korupsi diajarkan di kampus.Upaya pembekalan mahasiswa dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain : kegiatansosialisasi, kampanye, seminar atau perkuliahan. Pendidikan anti korupsi bagi mahasiswabertujuan untuk memberikan pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk korupsi danpemberantasannya serta menanamkan nilai-nilai anti korupsi. Tujuan jangka panjangnyaadalah menumbuhkan budaya anti korupsi di kalangan mahasiswa dan mendorong mahasiswauntuk dapat berperan aktif dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.Abstrak. Upaya pemberantasan korupsi tidak dapat mengandalkan semata-mata pada upayapenindakan yang menjadi kewenangan institusi penegak hukum. Upaya pencegahan korupsidengan ikut serta membangun budaya anti korupsi di masyarakat menjadi faktor pentingdalam upaya pemberantasan korupsi. Sebagai salah satu elemen masyarakat mahasiswadiharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan dan motor penggerak gerakan anti korupsidi masyarakat. Untuk dapat berperan aktif mahasiswa perlu dibekali dengan pengetahuanyang cukup tentang seluk beluk korupsi dan pemberantasannya. Pendidikan anti korupsiditujukan agar mahasiswa dapat mengetahui dengan jelas permasalahan korupsi yang sedangterjadi dan usaha untuk mencegahnya. Tulisan ini menjelaskan mengenai pendidikan antikorupsi dan juga untuk mengatahui bagaimana pendidikan anti korupsi diajarkan di kampus.Upaya pembekalan mahasiswa dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain : kegiatansosialisasi, kampanye, seminar atau perkuliahan. Pendidikan anti korupsi bagi mahasiswabertujuan untuk memberikan pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk korupsi danpemberantasannya serta menanamkan nilai-nilai anti korupsi. Tujuan jangka panjangnyaadalah menumbuhkan budaya anti korupsi di kalangan mahasiswa dan mendorong mahasiswauntuk dapat berperan aktif dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
KESESUAIAN ISI TAYANGAN IKLAN TV DENGAN KELAS SOSIAL TARGET KONSUMEN Megi Primagara
Jurnal Visi Komunikasi Vol 12, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.27 KB) | DOI: 10.22441/visikom.v12i2.402

Abstract

Abstrak. Kemampuan iklan dalam menyampaikan pesan kepada konsumen menjadikanbidang ini memegang peran sangat penting bagi keberhasilan perusahaan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian gambaran iklan produk di televisi dengankelas sosial target konsumen, dan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan perancangkreatif iklan di Indonesia dalam menerjemahkan target konsumen produk ke dalam bahasagambar iklan televisi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis yang sangatbermanfaat untuk menjawab berbagai pertanyaan mengenai media massa. Secara umum,penelitian analisa isi dapat dibagi ke dalam sejumlah langkah yang berbeda yaitu: 1)menentukan populasi dan sampel penelitian; 2) menentukan kategorisasi; 3) memilih unitanalisis dari isi media; 4) mencocokkan isi media dengan kategorisasi yang dibuat danmenghitung frekuensinya dan; 5) mengemukakan hasilnya sebagai suatu distribusikeseluruhan dari populasi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 66.5% dari total iklan TVyang tayang di TV Indonesia selama tahun 2012 sudah menunjukkan kesesuaian antara targetkonsumen dengan gambaran iklan yang ditampilkan, sedangkan 33.5% spot iklan yangtayang di TV Indonesia selama tahun 2012 tidak menunjukkan kesesuaian. Dengan demikiankemampuan pekerja iklan di Indonesia dalam menyesuiaikan gambaran iklan dan targetkonsumen adalah baik.Abstrak. Kemampuan iklan dalam menyampaikan pesan kepada konsumen menjadikanbidang ini memegang peran sangat penting bagi keberhasilan perusahaan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian gambaran iklan produk di televisi dengankelas sosial target konsumen, dan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan perancangkreatif iklan di Indonesia dalam menerjemahkan target konsumen produk ke dalam bahasagambar iklan televisi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis yang sangatbermanfaat untuk menjawab berbagai pertanyaan mengenai media massa. Secara umum,penelitian analisa isi dapat dibagi ke dalam sejumlah langkah yang berbeda yaitu: 1)menentukan populasi dan sampel penelitian; 2) menentukan kategorisasi; 3) memilih unitanalisis dari isi media; 4) mencocokkan isi media dengan kategorisasi yang dibuat danmenghitung frekuensinya dan; 5) mengemukakan hasilnya sebagai suatu distribusikeseluruhan dari populasi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 66.5% dari total iklan TVyang tayang di TV Indonesia selama tahun 2012 sudah menunjukkan kesesuaian antara targetkonsumen dengan gambaran iklan yang ditampilkan, sedangkan 33.5% spot iklan yangtayang di TV Indonesia selama tahun 2012 tidak menunjukkan kesesuaian. Dengan demikiankemampuan pekerja iklan di Indonesia dalam menyesuiaikan gambaran iklan dan targetkonsumen adalah baik.
AKTIVITAS HUMAS BADAN LAYANAN UMUM (BLU) DALAM MENSOSIALISASIKAN TRANS JAKARTA Gabriella Sonia
Jurnal Visi Komunikasi Vol 12, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.032 KB) | DOI: 10.22441/visikom.v12i2.410

Abstract

Abstrak. Public relations merupaan suatu fungsi manajemen yang berperan pentingdalam menjalankan proses komunikasi yang berperan dalam proses penyampaianinformasi secara berkelanjutan dan berkesinambungan mengenai perusahaan atauorganisasi. Keberadaan humas sebagai sumber informasi bagi publik terasa penting diera globalisasi ini. Bidang humas merupakan salah satu aspek penting bagi organisasi.Baik itu organisasi profit maupun notprofit. Trans Jakarta merupakan salah satuprogram kebijakan pemerintah DKI Jakarta yang dikeluarkan pada tahun 2004, karenapada saat itu di Jakarta mengalami kemacetan lalu lintas dan untuk menanggulangihal tersebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menugaskan Badan Layanan Umum(BLU) untuk melaksanakan tugas pelayanan publik dengan menciptakan tradisitransportasi modern. Kemudian sosialisasi program ini adalah salah satu tugas Humasyang harus dikomunikasikan kepada masyarakat luas. Hasil penelitian yangdiperoleh bahwa Humas dalam mensosialisasikan program TIJE tidak sendirimelainkan dengan TIM. Dalam melakukan aktivitas sosialisasi program TIJE.Humas memiliki berbagai kegiatan diantaranya, perayaan 1 tahun kinerjaTransjakarta, Publik Hearing, Sosialisasi dengan Media Eksternal- Buletin,TalkShow, sedangkan evaluasi humas melalui media monitoring.Abstrak. Public relations merupaan suatu fungsi manajemen yang berperan pentingdalam menjalankan proses komunikasi yang berperan dalam proses penyampaianinformasi secara berkelanjutan dan berkesinambungan mengenai perusahaan atauorganisasi. Keberadaan humas sebagai sumber informasi bagi publik terasa penting diera globalisasi ini. Bidang humas merupakan salah satu aspek penting bagi organisasi.Baik itu organisasi profit maupun notprofit. Trans Jakarta merupakan salah satuprogram kebijakan pemerintah DKI Jakarta yang dikeluarkan pada tahun 2004, karenapada saat itu di Jakarta mengalami kemacetan lalu lintas dan untuk menanggulangihal tersebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menugaskan Badan Layanan Umum(BLU) untuk melaksanakan tugas pelayanan publik dengan menciptakan tradisitransportasi modern. Kemudian sosialisasi program ini adalah salah satu tugas Humasyang harus dikomunikasikan kepada masyarakat luas. Hasil penelitian yangdiperoleh bahwa Humas dalam mensosialisasikan program TIJE tidak sendirimelainkan dengan TIM. Dalam melakukan aktivitas sosialisasi program TIJE.Humas memiliki berbagai kegiatan diantaranya, perayaan 1 tahun kinerjaTransjakarta, Publik Hearing, Sosialisasi dengan Media Eksternal- Buletin,TalkShow, sedangkan evaluasi humas melalui media monitoring.
POTRET PEREMPUAN DALAM PROGRAM KRIMINAL DI TELEVISI Patricia Robin
Jurnal Visi Komunikasi Vol 12, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.453 KB) | DOI: 10.22441/visikom.v12i2.406

Abstract

Abstrak. Program berita kriminal sampai saat ini masih menimbulkan pro dan kontra. Bagipihak yang pro mengganggap acara ini dapat memberikan pelajaran dari akibat dilakukannyasuatu tindak kejahatan sehingga masyarakat lebih waspada terhadap peristiwa yang terjadidisekitar mereka demi keamanan diri, keluarga dan lingkungan. Sedangkan bagi pihak yangkontra menganggap bahwa berbagai berita kriminal ini justru menginspirasi dan mendorongmakin maraknya tindakan kriminal lain. Dalam hal ini yang rentan merasakan dampaknyaadalah kaum wanita. Oleh karena itu penulis ingin melihat secara obyektif bagaimana potretperempuan dalam program acara kriminal di televisi khususnya program TKP di Trans7.Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yangdigunakan adalah analisis isi. Data diperoleh dari copy tayangan TKP di Trans7 periode 1-31januari 2008 yang subyeknya wanita. Hasil penelitian memberikan gambaran seperti apatayangan kriminal tkp di trans 7 serta seperti apa tkp menempatkan kaum wanita di dalamtayangannya.Hasilnya 82% TKP menyajikan kekerasan fisik,77% Nama subyekditampilkan,dan 55% Wajah subyek terlihat jelas.Dalam hal ini penulis memberikan Upayaupayaapa saja yang menurut penulis harus dilakukan untuk program acara kriminal ditrans7.Penulis juga berharap nantinya penelitian ini bisa menjadi acuan untuk perbaikan dankemajuan Trans7.Abstrak. Program berita kriminal sampai saat ini masih menimbulkan pro dan kontra. Bagipihak yang pro mengganggap acara ini dapat memberikan pelajaran dari akibat dilakukannyasuatu tindak kejahatan sehingga masyarakat lebih waspada terhadap peristiwa yang terjadidisekitar mereka demi keamanan diri, keluarga dan lingkungan. Sedangkan bagi pihak yangkontra menganggap bahwa berbagai berita kriminal ini justru menginspirasi dan mendorongmakin maraknya tindakan kriminal lain. Dalam hal ini yang rentan merasakan dampaknyaadalah kaum wanita. Oleh karena itu penulis ingin melihat secara obyektif bagaimana potretperempuan dalam program acara kriminal di televisi khususnya program TKP di Trans7.Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yangdigunakan adalah analisis isi. Data diperoleh dari copy tayangan TKP di Trans7 periode 1-31januari 2008 yang subyeknya wanita. Hasil penelitian memberikan gambaran seperti apatayangan kriminal tkp di trans 7 serta seperti apa tkp menempatkan kaum wanita di dalamtayangannya.Hasilnya 82% TKP menyajikan kekerasan fisik,77% Nama subyekditampilkan,dan 55% Wajah subyek terlihat jelas.Dalam hal ini penulis memberikan Upayaupayaapa saja yang menurut penulis harus dilakukan untuk program acara kriminal ditrans7.Penulis juga berharap nantinya penelitian ini bisa menjadi acuan untuk perbaikan dankemajuan Trans7.
KONSTRUKSI KOMUNIKASI ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN MEDIA PADA ANAK USIA DINI DI KEC. KATAPANG KABUPATEN BANDUNG Heru Ryanto Budiana; Nuryah Asri Sjafirah
Jurnal Visi Komunikasi Vol 12, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.056 KB) | DOI: 10.22441/visikom.v12i2.408

Abstract

Abstrak. Dewasa ini anak-anak dapat menonton berbagai tayangan di televisi padahal isi televisitidak selamanya baik untuk masyarakat terutama anak-anak. Berbagai muatan kekerasan,hedonisme, konsumerisme, mistik, pornografi dan budaya instan hadir dalam setiap keluargamelalui televisi. Hal ini membuktikan bahwa televisi memiliki dua wajah: wajah baik dan wajahburuk. Sementara banyak orang tua tidak memiliki cukup waktu untuk menjaga anak-anaknyadari terpaan wajah buruk media. Anak belum memiliki kemampuan filtrasi aktif, oleh karena ituorang dewasa dalam hal ini orang tua dituntut untuk memberikan pendidikan media pada anak.Idealnya pendidikan media diberikan di jenjang usia dini. Sejak pertama kali anak dapatberinteraksi dengan media. Namun untuk melakukan pendidikan media pada anak usia dinibukanlah hal yang mudah karena orang tua harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana prinsippembelajaran untuk anak usia dini, mengingat anak usia dini adalah pembelajar yang aktif.Orang tua perlu melakukan pendampingan atau parental mediation merujuk pada upayamemodifikasi atau bahkan mencegah efek yang berhubungan dengan interaksi anak dan televisi.Abstrak. Dewasa ini anak-anak dapat menonton berbagai tayangan di televisi padahal isi televisitidak selamanya baik untuk masyarakat terutama anak-anak. Berbagai muatan kekerasan,hedonisme, konsumerisme, mistik, pornografi dan budaya instan hadir dalam setiap keluargamelalui televisi. Hal ini membuktikan bahwa televisi memiliki dua wajah: wajah baik dan wajahburuk. Sementara banyak orang tua tidak memiliki cukup waktu untuk menjaga anak-anaknyadari terpaan wajah buruk media. Anak belum memiliki kemampuan filtrasi aktif, oleh karena ituorang dewasa dalam hal ini orang tua dituntut untuk memberikan pendidikan media pada anak.Idealnya pendidikan media diberikan di jenjang usia dini. Sejak pertama kali anak dapatberinteraksi dengan media. Namun untuk melakukan pendidikan media pada anak usia dinibukanlah hal yang mudah karena orang tua harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana prinsippembelajaran untuk anak usia dini, mengingat anak usia dini adalah pembelajar yang aktif.Orang tua perlu melakukan pendampingan atau parental mediation merujuk pada upayamemodifikasi atau bahkan mencegah efek yang berhubungan dengan interaksi anak dan televisi.
HUBUNGAN ANTARA IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI DENGAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN DI PT MEDIA DIAN SEJAHTERA Iwan Heru Darmawan
Jurnal Visi Komunikasi Vol 12, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.709 KB) | DOI: 10.22441/visikom.v12i2.395

Abstract

Abstrak. Karyawan adalah aset berharga bagi perusahaan dalam segala usahanyamemberikan kontribusi bagi perusahaan itu sendiri. Dalam usahanya menciptakanhubungan yang baik antara pimpinan dan bawahan diperlukan suatu proses komunikasidalam rangka menciptakan iklim komunikasi yang kondusif dan produktif demimenciptakan kegairahan dan termotivasinya karyawan dalam bekerja. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui ”Hubungan Iklim Komunikasi Organisasi Dengan MotivasiKerja Karyawan di PT Media Dian Sejahtera”. Teori iklim komunikasi yang digunakanadalah Teori Redding, sedangkan teori motivasi kerja digunakan Teori Herzberg. Metodepenelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif ekplanatif . Metode yangdigunakan adalah metode survei dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulandata yang diolah untuk menghasilkan informasi tertentu. Populasi penelitian ini adalahkaryawan PT Media Dian Sejahtera dengan jumlah populasi sebanyak 75 orang. Penarikansampel digunakan teknik sampling total sampling. Hasil penelitian, hasil koefisien korelasipada penelitian ini sebesar (0,770) dengan nilai di atas 0,005 yang berarti menunjukanbahwa variabel iklim komunikasi organisasi tinggi dan cukup kuat terhadap variabelmotivasi kerja karyawan.Abstrak. Karyawan adalah aset berharga bagi perusahaan dalam segala usahanyamemberikan kontribusi bagi perusahaan itu sendiri. Dalam usahanya menciptakanhubungan yang baik antara pimpinan dan bawahan diperlukan suatu proses komunikasidalam rangka menciptakan iklim komunikasi yang kondusif dan produktif demimenciptakan kegairahan dan termotivasinya karyawan dalam bekerja. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui ”Hubungan Iklim Komunikasi Organisasi Dengan MotivasiKerja Karyawan di PT Media Dian Sejahtera”. Teori iklim komunikasi yang digunakanadalah Teori Redding, sedangkan teori motivasi kerja digunakan Teori Herzberg. Metodepenelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif ekplanatif . Metode yangdigunakan adalah metode survei dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulandata yang diolah untuk menghasilkan informasi tertentu. Populasi penelitian ini adalahkaryawan PT Media Dian Sejahtera dengan jumlah populasi sebanyak 75 orang. Penarikansampel digunakan teknik sampling total sampling. Hasil penelitian, hasil koefisien korelasipada penelitian ini sebesar (0,770) dengan nilai di atas 0,005 yang berarti menunjukanbahwa variabel iklim komunikasi organisasi tinggi dan cukup kuat terhadap variabelmotivasi kerja karyawan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7