cover
Contact Name
Him'mawan Adi Nugroho
Contact Email
himmwannugroho@unesa.ac.id
Phone
+6281334244887
Journal Mail Official
evarahmawati@unesa.ac.id
Editorial Address
English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya Building T4, 2nd floor, Kampus Lidah Wetan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Retain: Journal of Research in English Language Teaching
ISSN : 23562617     EISSN : 30322839     DOI : https://doi.org/10.26740/rt.v13i02
Core Subject : Education,
RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics. RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics.
Articles 947 Documents
Using Sid the Science Kid Video as a Media in Teaching Writing Descriptive Text to the Seventh Graders
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Using Sid the Science Kid Video as a Media in Teaching Writing Descriptive Text to the Seventh Graders Anienaiem Ridho Maulidha English Education, Language and Art Faculty, State University Surabaya anienaiemmaulidha@mhs.unesa.ac.id Him’mawan Adi N, S.Pd., M.Pd. English Education Department, Faculty of Language and Art, State University of Surabaya himmawan_95@yahoo.co.id Abstrak Menulis adalah salah satu empat keahlian berbahasa Inggris yng memberikan kontribusi penting untuk kehidupan manusia. Berhadapan dengan kurikulum yang ada, murid kelas tujuh sekolah menengah pertama harus menguasai teks descriptive. Para siswa biasanya mempunyai kesulitan-kesulitan dalam menulis teks descriptive tanpa mengetahui objek asli. Oleh karena itu, seorang guru menggunakan meia yang bisa di aplikasikan dlam proses belajar mengajar untuk membantu para siswa mendapatkan ide pokok dan meningkatkan motivasi para siswa dalam aktivitas menuis teks descriptive. Penelitian ini mendeskripsikan dalam cara kualitatif sebagai metode penelitian. Terdapat dua pertanyaan masalah dalam penelitian ini, yaitu melihat cara guru menerapkan media Sid the Science Kid ini kedalam pengajaran menulis teks descriptive dan melihat respon siswa selama penerapan media pengajaran Sid the Science Kid didalam menulis teks discriptive. Penelitian ini mengunakan dua jenis instrumen, yaitu lembar pengamatan dan lembar kuisioner. Penelitian ini dilakukan selama tiga kali pertemuan. Penelitian ini membawa hasil yang sangat baik. Video Sid the Science Kid telah diterapkan dengan sangat baik oleh guru dan hasil respon siswa baik. Guru telah melakukan langkah-langkah pembelajaran menulis dengan jelas. Beliau menerapkan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi berdasarkan Permendikbud no. 41 tahun 2007 tentang “Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”dan penerapan pengajaran bahasa Inggris dalam kurikulum KTSP 2006. Berdasarkan lembar kuisioner siswa, itu juga menunjukkan bahwa siswa berpikir bahwa ini adalah media yang kreatif, yang bisa memudahkan mereka untuk mamhami materi pembelajaran, meningkatan motivasi mereka, dan menciptakan suasana yang baik dalam kelas. Singkat kata, video Sid the Science Kid menunjukkan bahwa dapat diterapkan dengan baik untuk mengajar menulis teks descriptive di kelas tujuh Sekolah Menengah Pertama. Kata Kunci : Sid the Science Kid, Keahlian Menulis, Teks Descriptive Abstract Writing as one of four skills in English has given an important contribution to human life. Dealing with the curriculum, the seventh grade of junior high school students have to master descriptive text. Students usually have difficulties in writing descriptive text without knowing about the real object. Therefore, teacher uses a media that can be applied in teaching learning process to help the students get the idea and increase the motivation of the students in writing descriptive text activity. This research is described in a qualitative way. Two research questions which had been formulated by the writer were how the teacher implemented Sid the Science Kid video in teaching writing descriptive text and how are the students’ responses toward the implementation of Sid the Science Kid video in teaching writing descriptive text. The researcher used two instrument, those are observation sheet and questionnaire. The researcher conducted the research in three meetings. The result of this research was quite good. Sid the Science Kid is implemented in a good way by the teacher and students response result were good. The teacher had done the steps of writing clearly. She did exploration, elaboration and confirmation based on Permendikbud no. 41 tahun 2007 about “Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah” and the implementation of writing lesson in KTSP 2006 curriculum. From the students’ questionnaire, it is also showed the students thought that this is a creative media, which can ease them to understand the materials, increase their motivation, and create good atmosphere in the class. In brief, Sid the Science Kid video can be applied in the seventh graders to teach writing a descriptive text. Keyword: Sid the Science Kid, Writing Skill, Descriptive Text
EDMODO AS E-LEARNING MEDIA IN TEACHING SPEAKING DESCRIPTIVE TEXT FOR TENTH GRADES OF SMAN 12 SURABAYA
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EDMODO AS E-LEARNING MEDIA IN TEACHING SPEAKING DESCRIPTIVE TEXT FOR TENTH GRADES OF SMAN 12 SURABAYA NOVA ALFILAILI RAHMAH English Education, Language and Art Faculty, State University of Surabaya novarahmah@mhs.unesa.ac.id NUR CHAKIM, S. Pd., M. Pd. English Education, Language and Art Faculty, State University of Surabaya nurchakim@unesa.ac.id Abstrak Peneletian ini berkaitan dengan bagaimana kemampuan berbicara teks descriptif dengan menggunakan pembelajaran elektronik yaitu Edmodo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana guru menerapkan Edmodo sebagai pembelajaran elektronik dalam mengajar kemampuan berbicara teks deskriptif, hasil kemampuan berbicara mereka ketika guru menggunakan Edmodo dalam mengajarkan berbicara teks deskriptif serta respon siswa setelah guru menggunakan Edmodo dalam mengajarkan berbicara teks deskriptif. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dimana X IPA 7 SMAN 12 sebagai partisipannya. Data diperoleh melalui pengamatan dengan menggunakan checklist, fieldnotes, tugas siswa dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Edmodo sebagai media elektronik dapat meningkatkan proses belajar mengajar. Untuk hasil kemampuan berbicara siswa dianalisis dengan menggunakan Rubrik berbicara yang di usulkan oleh Nakamura(2003). Hasil nya menunjukkan bahwa Edmodo sebagai pembelajaran elektronik sukses diterapkan dalam akifitas berbicara. Edmodo juga membuat siswa termotivasi untuk berbicara, berpartisipasi secara aktif dan mencoba untuk memberikan penampilan terbaiknya dengan cara berbicara sesuai organisasi yang benar, lancar, cara pengucapan yang benar dan perbendaharaan kata yang banyak. Hasil dari kuesioner menunjukkan bahwa Edmodo secara efektif dapat digunakan dalam kelas “speaking” karena mereka mampu untuk menyampaikan dengan berani dan percaya diri. Kata kunci : berbicara, pembelajaran elektronik, Edmodo dan teks deskriptif. Abstract This study deals with teaching speaking by using electronic learning, it is Edmodo. The objectives of this study are to find out how the teacher implement Edmodo as e-learning media in teaching speaking descriptive text, the students’ speaking performance toward the use of Edmodo in teaching speaking descriptive text and the student response after the implementation of Edmodo in teaching speaking descriptive text. This study was descriptive qualitative research which has the students of X IPA 7 of SMAN 12 Surabaya as the participants. The researcher used observation checklist, field notes, students’ speaking task and questionnaire. From the result of the data, the implementation of edmodo as e-learning media gave different way in speaking activity. It was successfully implemented to improve teaching and learning situations. For the student speaking performance, it was analyzed by using Nakamura’s scoring rubric (2003). The result showed that Edmodo as e-learning media creates a successful speaking activity. It makes students have high motivation to speak, participate actively and trying to give best performance by describing their idol in a good organization, fluency, pronunciation and vocabulary. in the result of questionnaire are found that Edmodo is effectively used to be in speaking class because they were able to deliver her speech confidently and bravely. Keywords: speaking, teaching speaking, e-learning media, Edmodo and descriptive text.
The Effectiveness of Directed Reading Thinking Activity (DRTA) to Improve the Eleventh Graders’ Reading Comprehension of an Analytical Exposition Text
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Effectiveness of Directed Reading Thinking Activity (DRTA) to Improve the Eleventh Graders’ Reading Comprehension of an Analytical Exposition Text Zumrotul Mufidah English Department, Language and Art Faculty, State University Surabaya zumrotulmufidah.@mhs.unesa.ac.id Him’mawan Adi N, S.Pd., M.Pd. English Department, Faculty of Language and Art, State University of Surabaya himmawan_95@yahoo.co.id Abstrak Tujuan peneliti dalam melaksanakan penelitian ini yaitu untuk meneliti apakah terdapat perubahan yang signifikan terhadap membaca pemahaman siswa dalam teks analisis eksposisi setelah pemberian pembelajaran dengan menggunakan strategi DRTA. Adapun desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental kuantoitatif yang mengaplikasikan pre and posttest-design. Instrumen penelitian yang dipakai dalam penelitian ini merupakan tes pilihan ganda. Untuk menganalisi data yang telah diperoleh, peneliti menggunakan Paired Sample T-test di SPSS 15. Data yang diperoleh dari perhitungan menggunakan Paired Sample T-test menunjukkan bahwa terdapat perubahan signifikan terhadap pemahaman siswa dalam teks analisis eksposisi setelah pemberian strategi DRTA. Hal ini dapat dilihat dari P value dalam tabel output SPSS yaitu .027 dimana nilai tersebut kurang dari .05. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan terhadap nilai pretest dan posttest siswa. Berdasarkan hasil dan diskusi penelitian, terdapat perubahan yang signifikan terhadap membaca pemahaman siswa sebelum dan sesudah diberikan strategi pembelajaran menggunakan DRTA. Oleh karena hasil yang di peroleh menunjukkan perubahan yang signifikan maka dapat dikatakan bahwa hipotesis diterima. Hal ini berarti strategi DRTA dapat meningkatkan membaca pemahaman siswa. Lebih dari itu, kerena strategi ini diaplikasiakan dalam pembelajaran membaca pemahaman pada siswa Madrasah Aliyah kelas XI, maka dari itu peneliti menyarankan kepada para peneliti selanjutnya untuk mengaplikasikan strategi ini di sekolah lain (negeri) atau di tingkatan murid yang berbeda (seperti sekolah menegah pertama). Kata Kunci: Aktifitas membaca berfikir langsung, membaca pemahaman, teks analisis eksposisi. Abstract The aim of the researcher in doing this research is to know whether there is a significant difference in students’ reading comprehension of analytical exposition text after being given treatments using Directed Reading Thinking Activity (DRTA). The research design used in this research was experimental quantitative which apply one group pre and posttest-design. The research instrument in this research is multiple choice test. To analyze the data gained, the researcher used Paired Sample T-test in SPSS 15. The data gained from Paired Sample T-test showed that there is significant difference in students reading comprehension of analytical exposition text after being given Directed Reading Thinking activity (DRTA) strategy. It can be seen from the P value in the table output SPSS that is .027 which was less than .05. Therefore, this indicated that there is significant improvement between students’ pretest and posttest score. Moreover, the calculation of eta square showed large effect that was .15 which was larger than .14. According to the result and the discussion of this research, there was significant difference in students’ reading comprehension before and after being taught by using Directed Reading Thinking activity (DRTA) strategy. Therefore, the hypotheses testing was accepted because the result showed that there was significant difference. It means that Directed Reading Thinking activity (DRTA) strategy improve students’ reading comprehension. Furthermore, the researcher suggested that since Directed Reading Thinking activity (DRTA) is effective to be used for teaching reading comprehension at second grade of Madrasah Aliyah, other researcher can conduct the research in the state school or other grades of students (Junior High School). Keywords: Directed Reading Thinking Activity, Reading Comprehension, Analytical Exposition Text
Transforming Toy Kids Camera into E-CAM (English–Camera) As a Media to Teach Vocabulary for Lower Primary Students
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transforming Toy Kids Camera into E-CAM (English–Camera) As a Media to Teach Vocabulary for Lower Primary Students Intan Rachmatillah English Department, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya intanrachmatillah@mhs.unesa.ac.id Ahmad Munir English Department, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya ahmadmunir@unesa.ac.id Abstrak Flash card is a set of cards which consist of pictures and words. In contrary, the vocabulary in the flash card is in isolation. The young learners are not supposed to be exposed by single word instead of the use of sentences. Thus, an innovative media will be developed. The concept of this media is adapted from flashcard concept but completed with the camera toy flashlight, and technology assist. Therefore, the research questions of this study are (1) how is the form of English-Camera prototype? (2) How are the accuracy of English-Camera contents material and the vocabulary material of lower primary students? (3) How is the operation of using English-Camera? This study used R & D model by Borg and Gall (2003) to develop kids toy to become English-Camera for the teaching vocabulary for lower primary students. After designing the preliminary form of the product, the draft of English-Camera was tested to the media and material expert. This test aimed to know whether the material and physical appearance of English-Camera was suitable for the lower primary students. In the preliminary field testing, the data were gained from observation checklist and interview to know whether the accuracy of English-Camera contents material and the vocabulary material of lower primary students.Besides the data got from the observation and interview in the field test, for the second field test, the data were collected from the interview also to the students and the teacher. The first interview which consisted of 5 questions was addressed to 10 students from 1st graders. The second interview which involved 12 students from 2nd graders. And the 3rd graders contained 5 questions was addressed to 10 students. The interview was aimed at knowing the students’ response toward the media. In addition, manual book also design create to make the users easy to operate English-Camera and make the users comprehend the English-Camera component. Key words: Camera Toy, Flash Card, Lower Primary students, Vocabulary, English-Camera Abstract Flash Card adalah sekumpulan kartu yang terdiri dari gambar and kata. Namun, Kosakata dalam flashcard terisolasi. Anak-anak seharusnya tidak diperkenankan untuk belajar koskata dalam bahasa inggris dengan menggunakan satu kata tapi lebih dianjurkan dalam bentuk kalimat. Sehingga sebuah media inovasi akan dikembangkan. Oleh karena itu, masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana bentuk dari E-CAM (English-Camera)? (2) Bagaimana keakurasian antara material yang ada pada E-Cam dengan materi kosakata pada siswa kelas rendah? (3) Bgaimana pengoperasian E-Cam? Dalam penelitian ini menggunakan metode desain R & D olehBorg and Galluntuk mengubah permainan anak menjadi permainan pendidikan bernama English-Camera yang digunakan untuk mengajar siswa kelas dasar pada SD. Setelah melakukan design awal, gambaran dari E-CAM akan diuji cobakan pada ahli media dan materi. Tes ini dilakukan untuk mengetahui apakah tampilan dan konten dari E-CAMsudah sesuai dengan anak sekolah dasar. Pada percobaan awal, data diperoleh dari pengamatan dalam kelas dan wawancara untuk mengetahui apakah konten material pada E-CAM sesuai dengan materi pembelajaran kosakata pada anak sekolah dasar. Selain data didapat dari pengamatan dan wawancara pada uji coba lapangan, di tahap kedua uji coba, data didapat dari wawancara pada siswa dan guru. Wawancara pertama terdiri dari 5 pertanyaan yang ditujukan kepada 10 siswa kelas satu, 12 siswa kelas dua, dan untuk kelas 3 ada 5 pertanyaan yang ditujukan pada 10 siswa. Wawancara dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap media ini. Selain itu, buku panduan manual juga dibuat untuk memudahkan pengguna dalam pengoperasian English-Camera dan membuat pengguna mengerti komponen-komponen yang terdapat pada English-Camera. Kata kunci: Kamera Anak, Flashcard, Siswa Kelas Rendah di Sekolah Dasar, Kosakata, Kamera Bahasa Inggris
Transforming Toy Kids Camera into E-CAM (English–Camera) As a Media to Teach Vocabulary for Lower Primary Students
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transforming Toy Kids Camera into E-CAM (English–Camera) As a Media to Teach Vocabulary for Lower Primary Students Intan Rachmatillah English Department, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya intanrachmatillah@mhs.unesa.ac.id Ahmad Munir English Department, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya ahmadmunir@unesa.ac.id Abstrak Flash card is a set of cards which consist of pictures and words. In contrary, the vocabulary in the flash card is in isolation. The young learners are not supposed to be exposed by single word instead of the use of sentences. Thus, an innovative media will be developed. The concept of this media is adapted from flashcard concept but completed with the camera toy flashlight, and technology assist. Therefore, the research questions of this study are (1) how is the form of English-Camera prototype? (2) How are the accuracy of English-Camera contents material and the vocabulary material of lower primary students? (3) How is the operation of using English-Camera? This study used R & D model by Borg and Gall (2003) to develop kids toy to become English-Camera for the teaching vocabulary for lower primary students. After designing the preliminary form of the product, the draft of English-Camera was tested to the media and material expert. This test aimed to know whether the material and physical appearance of English-Camera was suitable for the lower primary students. In the preliminary field testing, the data were gained from observation checklist and interview to know whether the accuracy of English-Camera contents material and the vocabulary material of lower primary students.Besides the data got from the observation and interview in the field test, for the second field test, the data were collected from the interview also to the students and the teacher. The first interview which consisted of 5 questions was addressed to 10 students from 1st graders. The second interview which involved 12 students from 2nd graders. And the 3rd graders contained 5 questions was addressed to 10 students. The interview was aimed at knowing the students’ response toward the media. In addition, manual book also design create to make the users easy to operate English-Camera and make the users comprehend the English-Camera component. Key words: Camera Toy, Flash Card, Lower Primary students, Vocabulary, English-Camera Abstract Flash Card adalah sekumpulan kartu yang terdiri dari gambar and kata. Namun, Kosakata dalam flashcard terisolasi. Anak-anak seharusnya tidak diperkenankan untuk belajar koskata dalam bahasa inggris dengan menggunakan satu kata tapi lebih dianjurkan dalam bentuk kalimat. Sehingga sebuah media inovasi akan dikembangkan. Oleh karena itu, masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana bentuk dari E-CAM (English-Camera)? (2) Bagaimana keakurasian antara material yang ada pada E-Cam dengan materi kosakata pada siswa kelas rendah? (3) Bgaimana pengoperasian E-Cam? Dalam penelitian ini menggunakan metode desain R & D olehBorg and Galluntuk mengubah permainan anak menjadi permainan pendidikan bernama English-Camera yang digunakan untuk mengajar siswa kelas dasar pada SD. Setelah melakukan design awal, gambaran dari E-CAM akan diuji cobakan pada ahli media dan materi. Tes ini dilakukan untuk mengetahui apakah tampilan dan konten dari E-CAMsudah sesuai dengan anak sekolah dasar. Pada percobaan awal, data diperoleh dari pengamatan dalam kelas dan wawancara untuk mengetahui apakah konten material pada E-CAM sesuai dengan materi pembelajaran kosakata pada anak sekolah dasar. Selain data didapat dari pengamatan dan wawancara pada uji coba lapangan, di tahap kedua uji coba, data didapat dari wawancara pada siswa dan guru. Wawancara pertama terdiri dari 5 pertanyaan yang ditujukan kepada 10 siswa kelas satu, 12 siswa kelas dua, dan untuk kelas 3 ada 5 pertanyaan yang ditujukan pada 10 siswa. Wawancara dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap media ini. Selain itu, buku panduan manual juga dibuat untuk memudahkan pengguna dalam pengoperasian English-Camera dan membuat pengguna mengerti komponen-komponen yang terdapat pada English-Camera. Kata kunci: Kamera Anak, Flashcard, Siswa Kelas Rendah di Sekolah Dasar, Kosakata, Kamera Bahasa Inggris
The Use of Realia to Teach Writing Descriptive Text to The Seventh Graders
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Use of Realia to Teach Writing Descriptive Text to The Seventh Graders Inayatus Sholihah English Education, Language and Art Faculty, State University Surabaya inayatussholihah@mhs.unesa.ac.id Him’mawan Adi N, S.Pd., M.Pd. English Education Department, Faculty of Language and Art, State University of Surabaya himmawan_95@yahoo.co.id Abstrak Terdapat empat pokok keahlian di bahasa Inggris, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Menulis termasuk keahlian yang tidak mudah untuk dipelajari, terutama tentang teks descriptive. Kesulitan yang didapat dari menulis teks descriptive datang dari detail benda yang harus dijelaskan siswa secara jelas di dalam sebuah teks. Maka dari itu, guru bisa mencoba menggunakan media pengajaran yang tepat untuk membantu siswa lebih mengerti tentang teks descriptive. Salah satu media pengajaran yang bisa digunakan guru yaitu menggunakan media Realia. Realia dikenal sebagai istilah untuk segala benda nyata yang digunakan di dalam kelas untuk membangun pengetahuan dasar dan kosakata (Adrienne and Jordan, 2000:23). Tujuan dari media ini adalah untuk memudahkan siswa dalam menyebutkan ciri-ciri benda secara detail dengan melihat langsung benda-benda nyata, sebagai hasil dari menulis teks descriptive. Penulis menggunakan cara kualitatif sebagai metode penelitian. Terdapat dua permasalahan masalah di dalam penelitian ini, yaitu melihat cara guru menerapkan media Realia ini kedalam pengajaran menulis teks descriptive dan melihat respon siswa selama penerapan media pengajaran Realia di dalam menulis teks descriptive. Penelitian ini menggunakan dua jenis instrumen, yaitu lembar pengamatan dan lembar respon siswa. Penelitian ini dilakukan selama tiga kali pertemuan. Penelitian ini membawa hasil yang cukup baik. Guru telah menerapkan media pengajaran dengan baik dan respon siswa menunjukan hasil yang memuaskan. Guru telah menerapkan langkah-langkah dalam proses menulis dengan sangat jelas. Dia telah menerapkan pre-writing, whilst-writing, dan post-writing sesuai dengan teori O’Malley dan Pierce (1996:139), dan penerapan pembelajaran menulis pada kurikulum 2013. Hasil respon siswa juga menunjukkan bahwa sebagian besar siswa antusias selama pembelajaran berlangsung dengan penerapan media Realia (miniatur binatang) yang dilakukan oleh guru. Dari hasil respon siswa, juga menunjukkan bahwa siswa berpikir Realia adalah media yang kreatif, yang dapat mempermudah mereka untuk memahami pelajaran, meningkatkan motivasi belajar mereka, dan menciptakan suasana yang baik di kelas. Singkat kata, media pengajaran Realia menunjukan bahwa dapat diterapkan dengan baik untuk mengajar menulis teks descriptive di kelas satu Sekolah Menengah Pertama. Kata Kunci : Realia, Keahlian Menulis, Teks Descriptive Abstract English has four skills, those are listening, speaking, reading and writing. Writing is not an easy skill to be mastered. The difficulties in writing come from the generic structure and also the language features. In order to make student understand more about writing, especially writing descriptive text, the teacher can use an appropriate mediathat can be the way of making students more understanding about descriptive text. One of the media that recommend in curriculum 2013 is Realia. Realia is a term for real things or objects that are used in the classroom to build background knowledge and vocabulary(Adrienne and Jordan, 2000:23). Realia has purpose that is to make students easy to mention the characteristics of the object in detail. This research is described in a qualitative way. Two research questions which had been formulated by the writer were how the teacher implemented Realia to teach writing descriptive text and how are students responses of the implementation of Realia as a media in writing descriptive text. The researcher used two instruments, those are observation sheets and students response. The researcher conducts the research in three meetings. The result of this research was quite good. Realia is implemented in a good way by the teacher and students response result were good. The teacher had done the steps of writing process clearly. She did pre-writing, whilst-writing, and then post-writing that related to O’Malley and Pierce theory (1996:139) and the implementation of writing lesson in 2013 curriculum. Also,the result of the students’ questionnaires showed that most students were enthusiastic during the teaching-learning process which was conducted by the teacher by using Realia (miniature of animal) as a media. They enjoyed each activity given by the teacher. From the students’ questionnaires, it is also showed the students thought that this is a creative media, which can ease them to understand the materials, increase their motivation, and create good atmosphere in the class. In brief, Realia can be applied in the seventh graders to teach writing a descriptive text. Keyword: Realia, Writing Skill, Descriptive Text
Increasing Vocabulary Mastery through Estafet Word Games in Descriptive texts to Seventh Graders of SMP Ainul Ulum Jombang
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Increasing Vocabulary Mastery through Estafet Word Games in Descriptive texts to Seventh Graders of SMP Ainul Ulum Jombang Siti Elok Mutoharoh English Department, Language and Art Faculty, State University Surabaya sitimutoharoh@mhs.unesa.ac.id Wiwiet Eva Savitri, S.Pd, M.Pd. English Department, Faculty of Language and Art, State University of Surabaya wiwieteva@unesa.ac.id Abstrak Siswa kelas tujuh SMP Ainul Ulum ditengarai memiliki kemampuan Inggris yang rendah dikarenakan kosakata yang dimilikinya rendah. Disamping itu, metode pengajaran guru tergolong monoton yang membuat siswa tidak memiliki semangat dalam belajar. Berdasarkan permasalahan yang ada, penulis mencoba mengunakan permainan dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa dengan mengunakan permainan estafet word pada bacaan deskripsi di kelas tujuh. Permainan-permainan estafet word direkomendasikan sebagai teknik yang sesuai untuk pengajaran vocabulary. Permainan tersebut bisa membantu siswa dalam belajar vocabulary khususnya pada bacaan deskipsi. Penelitian ini menggunakan quasi experiment yang mengunakan model nonequivalent control group. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari tahu apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada penguasaan kosakata siswa diantara mereka yang mendapat treatments dan yang tidak mendapat treatments. Data keseluruhan dari penelitian ini diperoleh dari nilai pre-tes dan pos-tes siswa pada kelas ekperimen dan kontrol. Nilai tersebut dianalisis mengunakan t-test analisis yang terdapat di aplikasi SPSS 16 yaitu paired sample t-test dan independent sample t-test. Kedua dari hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa hasil P value signifikan. Hal tersebut mengindifikasi bahwa terdapat peningkatan nilai pada siswa yang menerima treatment. Oleh karena itu, hipotesis alternatif dapat terbulti dan diterima. Hipotesis alternatif dari penelitian ini menyatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada penguasaan kosakata siswa diantara siswa yang diajar vocabulary mengunakan permainan estafet word dibanding siswa yang tidak. Kesimpulannya, penggunaan permainan ini dapat meningkatkan pembendaharaan kosakata siswa khususnya pada bacaan deskripsi. Kata Kunci: Penguasaan Kosakata, Permainan, Permainan estafet word, Bacaan deskripsi Abstract It was found that the students at seventh grade of SMP Ainul Ulum were lack in all aspects of English mastery because of their vocabulary was poor. Besides, the teacher’ teaching was monotonous; it prevents the students to have motivation and enthusiasm to learn. Based on this case, the writer tried to use games in increasing students’ vocabulary mastery by using estafet word games in descriptive text to seventh graders of SMP AU. Those games can help the students learn vocabulary, and they are able to increase the students’ vocabulary mastery especially in descriptive text. The study was quasi experiment which used nonequivalent control group design. The goal of the study is to find out the difference of vocabulary mastery between students who got the treatments and those who did not. The overall data of the study was obtained from students’ scores of pre-test and post-test. Then, they were analyzed using t-test analysis in SPSS 16. The writer used paired sample t-test and independent sample t-test. Both of the results show that the P value was significant. It indicated that there was score improvement between students who got treatments and those who did not. Therefore, the alternative hypothesis HI was proven or accepted.The alternative hypothesis HI of the study was “there is significant difference in students’ vocabulary mastery between students who are taught by using estafet word games and those who did not”. In summary, the use estafet word games can increase students’ vocabulary mastery especially the ones which were related to descriptive texts. Keyword: Vocabulary Mastery, Games, Estafet word
THE EFFECTIVENESS OF WORD WALL STRATEGY TO TEACH WRITING DESCRIPTIVE TEXT FOR TENTH GRADERS IN SMA AL-AMIN PACIRAN
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE EFFECTIVENESS OF WORD WALL STRATEGY TO TEACH WRITING DESCRIPTIVE TEXT FOR TENTH GRADERS IN SMA AL-AMIN PACIRAN Novita Sari English Education, Language and Art Faculty, State University of Surabaya novitasari2@mhs.unesa.ac.id Drs. Fahri, M.A. English Education, Language and Art Faculty, State University of Surabaya fahri@unesa.ac.id Abstrak Siswa di kelas menulis sering mengalami kesulitan dalam menyusun teks deskriptif. Masalah ini disebabkan oleh lemahnya kreativitas siswa dalam menuangkan idenya. Oleh karena itu, word wall strategi digunakan untuk memotivasi siswa dalam membangun ide dalam menulis teks deskriptif. Word wall adalah strategi yang bisa digunakan untuk mengajar menulis teks descriptive. Strategi ini memberikan kata kunci kepada untuk mengembangkan ide mereka dengan mudah. Kata kunci tersebut memberikan pancingan atau klu bagi siswa untuk menyusun kata lain yang berkaitan dengan kata kunci berdasarkan kata-kata mereka sendiri, kemudian mereka harus membuat kalimat untuk menciptakan teks yang baik dari kata kunci dan kata-kata mereka. Kalimat tersebut harus berisi kata-kata sesuai dengan kata kunci dan kata-kata mereka yang berkaitan satu sama lain. Eksperimental design digunakan dalam penelitian ini yang bertujuan untuk menemukan perbedaan yang signifikan dalam nilai hasil menulis siswa antara siswa yang diajar menggunakan word wall strategi dan siswa yang diajar menggunakan buku dan papantulis. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari control grup pada pre-tes adalah 71.20 (SD = 4.62781) dan eksperimental grup adalah 70.80 (SD = 4.93288). Pada pos-test nilai rata-rata dari control grup adalah 74.40 (SD = 3.62859) dan eksperimental grup adalah 78.00 (SD = 5.40062). Data tersebut menunjukkan bahwa nilai post-test dari eksperimental grup lebih besar dari nilai post-test control grup dengan nilai eta square adalah .0137 (moderate effect) yang berarti bahwa word wall strategi memberikan efek yang moderat pada kemampuan menulis deskriptif teks siswa. . Kata Kunci: menulis, teks deskriptif, strategi word wall. Abstract Students in the writing class often find difficulties in composing descriptive text. This problem is caused by the lack of students’ creativity in exploring ideas. Therefore, Word Wall strategy is needed to motivate students to be able to build up ideas in writing descriptive text. Word wall is a strategy that can be used for teaching writing descriptive. This strategy gives key words for students to develop their ideas easily. The key word gives trigger for the students to arrange another word which is relevant with the key word based on their own words, then they should make sentences to create a good text from those key word and their own words. The sentences should consist of the key word and their own words that is related each other. Experimental research design is used in this study was aimed to find out the significant difference in term of students’ writing scores between students who are taught by using Word Wall Strategy and those who are taught by using book and whiteboard. The result which was gotten shows that the mean score of control group in pre-test was 71.20 (SD = 4.62781) and experimental group was 70.80 (SD = 4.93288). The post-test mean scores of control group was 74.40 (SD = 3.62859) and experimental group was 78.00 (SD = 5.40062). The number shows that the post-test score of experimental group was higher than post-test score of control group with Eta Square value was .0137 (moderate effect) which means that the word wall strategy had moderate effect on students’ descriptive text writing ability. Keywords: writing, descriptive text, word wall strategy.
The Implementation of Question – Answer Relationships Strategy (QAR) in the Teaching of Analytical Exposition Text to the Eleventh Graders
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Implementation of Question – Answer Relationships Strategy (QAR) in the Teaching of Analytical Exposition Text to the Eleventh Graders Zonia Lopita Agnesia English Education, Languages and Arts Faculty, The State University of Surabaya zoniaagnesia@mhs.unesa.ac.id Him’mawan Adi N, S.Pd., M.Pd. English Education Department, Faculty of Languages and Arts, The State University of Surabaya himmawan_95@yahoo.co.id Abstrak Ada dua keterampilan dasar dalam bahasa pembelajaran yang kita kenal yaitu, reseptif dan produktif. Keterampilan tersebut memiliki dua cabang, membaca termasuk dalam keterampilan reseptif atau kemampuan untuk mendapatkan masukan atau pengetahuan. Dalam membaca, tujuan utamanya adalah untuk memahami apa yang kita baca dengan jelas. Sebagian besar guru di setiap mata pelajaran menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik menggunakan literasi, khususnya guru bahasa Inggris. Dalam pelajaran bahasa Inggris, peserta didik terkadang mengalami kesulitan dalam memahami bacaan. Menjawab pertanyaan adalah salah satu cara untuk mengukur apakah peserta didik memahami bacaan tersebut atau tidak. Dalam hal itu, guru perlu untuk memperkenalkan kepada peserta didik strategi membaca efektif.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan pelaksanaan strategi Question – Answer Relationships dan bagaimana tanggapan para siswa terhadap strategi tersebut. Strategi Question – Answer Relationships adalah salah satu strategi yang efektif yang dapat digunakan siswa dalam membaca. Strategi ini adalah tentang menemukan beberapa informasi dalam teks dengan mengetahui kategori pertanyaan. Strategi ini diciptakan oleh ahli literasi, Dr. Taffy E. Raphael, Ph.D. pada tahun 1997. Peneliti mengumpulkan data dengan melakukan pengamatan sebanyak tiga kali menggunakan observation checklist dan kuesioner. Faktanya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi Question – Answer Relationships adalah strategi yang efektif dan baik digunakan. Berdasarkan hasil yang disimpulkan, strategi QAR membuat peserta didik menjawab pertanyaan seputar pemahaman lebih cepat dan mudah. Guru menyediakan QAR Practice Sheet untuk membantu siswa menerapkan strategi. Setelah siswa mampu menerapkan strategi menggunakan Practice Sheet, guru melatih mereka untuk melakukannya secara mandiri. Dengan sering berlatih menggunakan strategi tersebut, peserta didik dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan komprehensif dengan mudah dan juga dapat memahami tentang bacaan. Kata Kunci : Question – Answer Relationships, Reading Comprehension, Analytical Exposition Text. Abstract There are two basic skills in learning language that we know such as, receptive and productive skills. They are specified in two parts for each, reading is included in receptive skill or the capability of getting input. In reading, the main point of it is to clearly comprehend what we read. Most teachers in any subjects try to deliver the knowledge to the learners using literacy, especially English. In fact, in English lesson, learners have difficulty in comprehend the text sometimes. Answering questions is a way to measure whether the learners understand the text or not. In that case, teacher needs to introduce them to the effective reading strategies. The purpose of this study is to describe the implementation of Question – Answer Relationship strategy and how are the students’ responses toward the strategy. Question – Answer Relationships is one of the effective strategies that students can use in reading. This strategy is about locating some information in the text by knowing the questions’ category. It was invented by Taffy E. Raphael, Ph.D. a Literacy Expert in 1997. The researcher collected the data by conducting observation three times using observation checklist and questionnaire. In fact, the result of this study explicated that Question – Answer Relationships strategy is an effective and good strategy. Based on the results concluded, QAR strategy made the learners answer comprehensive questions quicker and easier. The teacher provided QAR Practice Sheet to help the students applying the strategy. After the students able to apply the strategy using Practice Sheet, teacher trained them to do it independently. By practicing this strategy frequently, learners could answer the comprehensive questions easily and understand about the text. Keyword: Question – Answer Relationships, Pemahaman Membaca, Teks Analytical Exposition.
USING MODIFIED JUMBLED WORD GAME TO TEACH WRITING OF PROCEDURE TEXT TO THE NINTH GRADERS OF SMP MUHAMMADIYAH 1 SURABAYA
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

USING MODIFIED JUMBLED WORD GAME TO TEACH WRITING OF PROCEDURE TEXT TO THE NINTH GRADERS OF SMP MUHAMMADIYAH 1 SURABAYA Katrin Dwi Saputri English Education, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya katrinsaputri@mhs.unesa.ac.id Drs. Fahri, M.A English Education, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya fahri@unesa.ac.id Abstrak Dalam kegiatan belajar dan mengajarkan kegiatan menulis bahasa Inggris, seringkali terhambat oleh suasana yang kurang menarik dimana suasana tersebut menyebabkan kepasifan siswa dan dipicu oleh kurang kreatifnya para pengajar dalam mengemas kegiatan pembelajaran. Banyak solusi tersedia yang dapat dimanfaatkan guru untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya dengan menggunakan bantuan game. Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan bagaimana sebuah modifikasi permainan Jumbled Word di implementasikan dalam membantu siswa di kegiatan menulis, persepsi siwa tentang kegiatan belajar menggunakan modifikasi permainan Jumbled Word, dan hasil belajar para siswa setelah melakukan kegiatan belajar menggunakan modifikasi permainan Jumbled Word. Penelitian dilakukan di kelas IX-B dari SMP MUHAMMADIYAH 1 Surabaya. Teks yang digunakan dalam kegiatan ini adalah teks prosedur. Kuisioner diberikan untuk mengetahui pendapat siswa tentang kegiatan belajar menggunakan modifikasi permainan Jumled Word. Peneliti menggunakan desain penelitian deskripsi kualitatif untuk mendapatkan data dan menjawab pertanyaan penelitian. Data dikumpulkan di dalam dua pertemuan. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa guru mengimplementasikan modifikasi permainan Jumbled Word dengan baik dan tuntas dalam dua pertemuan. Hasil dari pemahaman siswa menunjukkan bahwa modifikasi dari permainan Jumbled Word membantu siswa dalam memahami dan mampu menulis teks prosedur dengan baik dan benar. Hasil dari kuisioner menunjukkan bahwa kebanyakan siswa setuju bahwa modifikasi dari permainan Jumbled Word membantu mereka menikmati kelas dan memahami materi dengan baik. Kata Kunci: mengajar menulis, teks prosedur, Jumbled Word¸ permainan modifikasi. Abstract In teaching and learning activity of writing, the dull learning atmosphere is a common struggle causing the students goes passive and caused by the lack of the creativity the teacher had to present the lesson. There are so many ways to resolve these matters; one of the ways is by using game. This research aimed to describe on how the modified Jumbled Word Game implemented by the teacher to help students in writing activity, students’ responses towards the learning activity using modified Jumbled Word game, and the students’ writing ability after being taught using the modified Jumbled Word game. This research was done in XI-B of SMP MUHAMMADIYAH 1 Surabaya. The text used in this research is procedure text. Questionnaire given to the students to know about students’ responses towards the learning activity using modified Jumbled Word game. The researcher used a descriptive qualitative as the research design to obtain and answer the research question. The data were obtained in two meetings. As concluded in the research result, the modified Jumbled Word game has been implemented excellently by the teacher in two meetings. The result of students’ understanding shows that it helped the students to understand and be able to write the procedure text appropriately. The questionnaire has shown that almost all of the students agree that the modified Jumbled Word game helped them to be interested in the lesson and understanding the lesson well. Keywords: teaching writing, procedure text, Jumbled Word, modified game.