cover
Contact Name
Him'mawan Adi Nugroho
Contact Email
himmwannugroho@unesa.ac.id
Phone
+6281334244887
Journal Mail Official
evarahmawati@unesa.ac.id
Editorial Address
English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya Building T4, 2nd floor, Kampus Lidah Wetan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Retain: Journal of Research in English Language Teaching
ISSN : 23562617     EISSN : 30322839     DOI : https://doi.org/10.26740/rt.v13i02
Core Subject : Education,
RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics. RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics.
Articles 947 Documents
THE IMPLEMENTATION OF PORTFOLIO ASSESSMENT IN TEACHING WRITING DESCRIPTIVE TEXT TO THE TENTH GRADERS
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE IMPLEMENTATION OF PORTFOLIO ASSESSMENT IN TEACHING WRITING DESCRIPTIVE TEXT TO THE TENTH GRADERS Selly Monica A. English Education, Language and Arts, State University of Surabaya Email : sellyaulia@mhs.unesa.ac.id Ririn Pusparini, S.Pd., M.Pd. English Education, Language and Arts, State University of Surabaya Email : rrn.puspa@gmail.com Abstrak Menulis adalah salah satu dari empat kemampuan yang harus kita kuasai, terutama untuk para siswa. Berdasarkan Mahnam dan Nejandasari (2012), menulis adalah sebuah proses untuk menciptakan sebuah dokumen dengan cara menemukan topik-topik dan menjelajah ide-ide. Dan berdasarakan kurikulum diIndonesia dalam mengajar menulis seperti yang pemerintah telah terapkan, teks deskriptif adalah salah satu dari teks-teks yang harus dikuasai oleh para siswa. Teks deskriptif sendiri berarti sebuah teks yang mendiskripsikan seseorang atau sesuatu. Untuk mengetahui hasil menulis siswa, guru harus menggunakan penilaian portofolio. Portfolio adalah seleksi dari kerjaraan para siswa (seperti kertas-kertas atau tes-tes) yang disusun selama periode waktu tertentu dan digunakan untuk menilai kinerja atau kemajuan. Dengan kata lain, penilaian portofolio adalah alat evaluasi untuk meninjau kembali pekerjaan para siswa. Dan juga, portofolio adalah salah satu alat penilain yang biasanya telah digunakan oleh para guru diIndonesia. Berdasarkan data analisis, penilaian portofolio sebagai suatu alat dalam mengajar menulis teks deskriptif telah berhasil dan tepat untuk diterapkan. Berkenaan dengan hasil-hasil para siswa, penilaian portofolio telah berhasil membantu para siswa dalam menulis teks deskriptif mereka. Dan lagi, hasil-hasil tulisan para siswa telah menunjukkan bahwa tulisan mereka menjadi lebih baik setelah mendapatkan penilaian portofolio. Kata Kunci: portfolio, portfolio penilaian, menulis, teks deskriptif Abstract Writing is one of four skills that we must be mastered, especially for the students. According to Mahnam and Nejandasari (2012), writing is a process to create a document by discovering the topics and exploring the ideas. And based on the curriculum in Indonesia in teaching writing as the government implemented, descriptive text is one of texts that must be mastered by the students. Descriptive text itself means a text that describes someone or something. To know about the students’ writing result, the teacher should apply portfolio assessment. Portfolio is selection of students’ works (as papers or tests) were prepared over a period of time and used to assess the performance or progress. On another word, portfolio assessment is used to an evaluation tool for reviewing the students’ works. Moreover, portfolio is one kind of assessment that is usually used by the teacher in Indonesia. Based on the data analysis, portfolio assessment as a tool in teaching writing descriptive text was applied successfully and appropriately. Concerning about the students’ works, portfolio assessment successfully assisted the students in their writing descriptive text. Furthermore, the students’ results showed that their writing became better after given portfolio assessment. Keywords: portfolio, portfolio assessment, writing, descriptive text
THE USE OF “MODIFIED SONG LYRICS” FOR TEACHING WRITING DESCRIPTIVE TEXT TO SEVENTH GRADERS IN SMP NEGERI 7 KOTA MOJOKERTO
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE USE OF “MODIFIED SONG LYRICS” FOR TEACHING WRITING DESCRIPTIVE TEXT TO SEVENTH GRADERS IN SMP NEGERI 7 KOTA MOJOKERTO FAJRIN ENA ASMARA PUTRI English Education, Language and Art Faculty, State University of Surabaya fajrinputri@mhs.unesa.ac.id Fauris Zuhri, S.Pd, M.P.d English Education, Language and Art Faculty, State University of Surabaya zuhrifauris@gmail.com Abstrak Dalam bahasa, menulis adalah salah satu keterampilan bahasa setelah mendengarkan, berbicara, dan membaca. Hal ini juga merupakan bagian penting dari komunikasi. Keterampilan menulis yang baik membuat semua orang memberikan dan mengomunikasikan ulasan pesan mereka kepada audiens yang lebih besar daripada melalui tatap muka. Dalam penulisan, penulis mengungkapkan / ide-idenya, pengalaman, dan perasaan untuk tujuan khusus. Hasil penulisan umumnya disebut teks, dan penerima teks disebut pembaca.Dalam proses belajar mengajar, menulis adalah kegiatan untuk mengekspresikan perasaan siswa, pikiran dan ide-ide ke dalam bentuk tertulis. Ketika guru minta ulasan siswa-siswanya untuk menghasilkan ulasan pemikiran mereka, mereka harus berpikir beberapa poin seperti ketertarikan siswa dan bahasa siswa. Penggunaan modifikasi lirik lagu untuk mengajar menulis teks deskriptif antara guru bahasa asing yang dikenal sebagai pengajaran praktis untuk menciptakan konteks penggunaan bahasa otentik di dalam kelas. Media ini penting untuk diajarkan di SMP terutama untuk kelas tujuh. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kualitatif. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas tujuh SMPN 7 Mojokerto. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berasal dari checklist observasi, penugasan siswa, dan angket. Hasil Data disajikan secara deskriptif. Proses pembelajaran menulis teks deskriptif dengan modifikasi lirik lagu mulai dari melakukan pengamatan. Kemudian, guru mengajar teks deskriptif melalui modifikasi lirik lagu dalam dua pertemuan. Kata Kunci: Keterampilan menulis, pengajaran menulis, teks deskriptif, modifikasi lirik lagu Abstract In language, writing is one of the language skills after listening, speaking, and reading. It is also an important part of communication. Good writing skill makes everyone deliver and communicate their message to the audience larger than through face-to-face. In writing, a writer expresses his/her ideas, experience, and feeling for a special purpose. The result of writing is generally called text, and the recipient of text is called a reader. In teaching learning process, writing is an activity to express the students’ feelings, thoughts and ideas into written forms. When the teacher asks their students to produce their thinking, they have to think some points such as the student’s interest and languages. The use of modified song lyrics to teach writing descriptive text which is well known among foreign language teachers as a practical teaching to create the context of authentic language use in the classroom. This media is important to be taught in Junior High School especially seventh graders.This research was designed as a qualitative research. The subject of the study was the seventh graders of SMPN 7 Kota Mojokerto. The data gained in this research were from observation checklist, students’ assignment, and questionnaire. The results of the data were presented descriptively. The process of teaching writing descriptive text by modified song lyrics started from doing an observation. Then, the teacher taught descriptive text trough modified song lyrics in two meeting.From this research, it showed that the implementation of modified song lyrics for teaching writing in descriptive text and showed good response towards students. In conclusion, modified song lyrics can be implemented to teach writing in descriptive text to seventh graders because it helps them to be more understand, enjoy and happy to learn descriptive text in writing, with smallest help from the teacher. Keywords: Writing skill, teaching writing, descriptive text, modified song lyrics
THE USE OF ‘A STOP MOTION ANIMATION VIDEO’ TO TEACH SPEAKING OF A DESCRIPTIVE TEXT TO THE TENTH GRADERS
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE USE OF ‘A STOP MOTION ANIMATION VIDEO’ TO TEACH SPEAKING OF A DESCRIPTIVE TEXT TO THE TENTH GRADERS Ima Maslicha English Education Department, Language and Art Faculty, Surabaya State University. imamaslicha@mhs.unesa.ac.id Abstract Students are called successful English learner when they are able to communicate in English. In the teaching learning process, the teacher should choose an interesting media to support the students in improving their speaking ability. A stop motion animation video is one of the audio visual multimedia that can be used as a medium in teaching speaking. By using it, the teacher can help the students in watch, listen, understand, and apply the use of language contextually. This research is conducted to find out whether there is a significant difference in the students’ speaking ability after being taught by using a stop motion animation video. This research uses quantitative method, the samples of which are 33 students in X TGB1 and 33 students in X TAV 3. The data of the research are the scores of the students’ speaking ability in the post-test. The result shows that the students’ speaking ability of the experimental groupis better than that of the controlled group. Moreover, there is a significant difference in all speaking components. Keywords:Speaking, A Stop Motion Animation Video, Descriptive Text Abstrak Siswadapat disebut suksessebagai pelajar bahasa Inggris ketika mereka mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Dalam proses belajar mengajar, guru harus memilih media yang menarik untuk mendukung siswa dalam meningkatkan kemampuan berbicara mereka. Video animasi stop motion adalah salah satu dari multimedia audio visual yang dapat digunakan sebagaimedia dalam mengajar berbicara.Dengan menggunakan video animasi stop motion, guru dapat membantu siswa dalam menonton, mendengarkan, memahami, dan menerapkan penggunaan bahasa kontekstual Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan dalam kemampuan berbicara siswa setelah diajarkan dengan menggunakan video animasi stop motion. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatifdan sampel dari penelitian ini adalah 33 siswa di X TGB 1 dan 33 siswa di X TAV 3.Data dari penelitian ini adalah nilai dari kemampuan berbicara siswa dalam post-test. Berdasarkan hasil pengamatan, kemampuan berbicara siswa dari kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol. Selain itu, ada perbedaan yang signifikan untuk semua komponen dalam berbicara. Kata Kunci: Berbicara, Video Animasi Stop Motion, TeksDeskriptif.
Blog as a Media to Help First Grade of State Senior High School Students Write a Descriptive Text
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blog as a Media to Help First Grade of State Senior High School Students Write a Descriptive Text Pratiwi Diashari English Education Department, Language and Arts Faculty, Surabaya State University Email: pratiwidiashari@mhs.unesa.ac.id Dra. Theresia Kumalarini, M.Pd English Education Department, Language and Arts Faculty, Surabaya State University Email: Theresiakumalarini@unesa.ac.id Abstract Since writing is considered to be the most difficult skill, it is necessary that teachers choose an appropriate media to attract the students improve their writing skill. One of the media which can used to attract the students is blog. Blog is one of the social media that still exists until recently. Using blog can motivate EFL learners to write eagerly. This research was done as a way to find out whether there is a significant difference in the writing ability on the participants after being taught by using blog. It has one group pre-test post-test design, the sample of which is 20 students of X MIA 3. In addition, the data are the scores of the participants’ pre-test and post-test which are analyzed using paired samples T-test. The result shows that their writing ability is better after being taught using Blog. There was a significant difference in terms of content, vocabulary, organization, and language use components, yet in mechanics component the difference was not significant. Keyword: Blog, Writing, Descriptive Text Abstrak Menulis merupakan salah satu aspek tersulit dalam pembelajaran sehingga sangatlah penting untuk guru memilih media yang tepat untuk menarik minat murid dalam meningkatkan kemampuan menulis mereka. Salah satu media yang dapat dipilih untuk menarik minat mereka ialah blog. Blog adalah salah satu sosial media yang tetap bertahan sampai saat ini. Penggunaan blog dapat mendorong keinginan siswa untuk menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perubahan yang signifikan dalam kemampuan menulis siswa setelah diajar menggunakan blog. Penelitian ini menggunakan desain one group pre-test post-test, sampel dalam penelitian ini ialah 20 murid yang diambil dari kelas X MIA 3. Sebagai tambahan, data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil pretest dan posttest dan dianalsis menggunakan paired samples T-test. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan siswa menjadi lebih baik setelah pengaplikasian blog. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam komponen konten, kosa kata, organisasi, dan pengunaan bahasa, sedangkan pada komponen mekanisme belum terlihat hasil yang signifikan. Kata Kunci: Blog, Menulis, Teks Deskriptif
“GRAPHIC ORGANIZER” AS A SCAFFOLDING TOOL TO ENHANCE THE ABILITY TO WRITE A RECOUNT TEXT OF THE TENTH GRADERS
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

“GRAPHIC ORGANIZER” AS A SCAFFOLDING TOOL TO ENHANCE THE ABILITY TO WRITE A RECOUNT TEXT OF THE TENTH GRADERS Girda Yulian Eryanti English Education Department, Language and Arts Faculty, Surabaya State University Email: girdaeryanti@mhs.unesa.ac.id Dra. Theresia Kumalarini, M.Pd English Education Department, Language and Arts Faculty, Surabaya State University Email: Theresiakumalarini@unesa.ac.id Abstract Writing is a difficult skill since it demands the students to express their thought linearly and coherently. To overcome this problem, the teacher should give a certain technique which can help them organize their ideas. One of the techniques recommended is graphic organizer. This study aims to know if there is a significant difference of students’ writing ability after being taught by using graphic organizer. It uses quantitative pre-experimental research design. Therefore, one group pretest-posttest was used in this research. The subject is the tenth graders of SMAN 2 Sidoarjo. The students’ pretest and posttest scores are then compared. The result shows that there is a significant difference of students’ writing abilities after being taught by using graphic organizer. It was proven by the means of post-test scores which are higher than those of the pre-test whose different score reaches 7.77. Moreover, the sig (2-tailed) is 0.01 which is lower than 0.05. In addition, the implementation of graphic organizer also proves to give improvement in some writing components, i.e content, organization and language use. Keywords: Writing ability, Teaching writing, Recount text, Graphic organizer Abstrak Menulis menjadi hal yang sulit dilakukan oleh siswa ketika mereka dituntut untuk mengutarakan pemikirannya secara runtut dan jelas. Untuk mengatasi masalah ini, guru sebaiknya memberikan teknik tertentu untuk membantu siswa dalam mengorganisasi ide mereka; salah satu teknik yang disarankan adalah graphic organizer teknik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan menulis siswa setelah diajarkan menggunakan graphic organizer. Penelitian ini merupakan penelitian quantitative pre-experimental. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan satu grup pre-test dan post-test. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X di SMAN 2 Sidoarjo. Nilai pre-test dan post-test siswa kemudian dibandingkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan menulis siswa setelah diajar menggunakan graphic organizer. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai post-test yang lebih tinggi daripada nilai pre-test dengan perbedaan nilainya adalah 7.77. Nilai sig (2-tailed) adalah 0.01 dan itu lebih rendah dari 0.05. Sebagai tambahan, penerapan graphic organizer juga terbukti memberi peningkatan terhadap beberapa komponen menulis, seperti: isi, pengorganisasian, dan penggunaan bahasa. Kata Kunci: Kemampuan menulis, Pengajaran menulis, Teks recount, Graphic organizer
SEQUENCE OF PICTURES AS AN ALTERNATIVE MEDIA TO TEACH WRITING RECOUNT TEXT TO EIGHTH GRADERS OF SMPN 25 SURABAYA
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SEQUENCE OF PICTURES AS AN ALTERNATIVE MEDIA TO TEACH WRITING RECOUNT TEXT TO EIGHTH GRADERS OF SMPN 25 SURABAYA TRI BUANA DEWI English Education, Language and Art Faculty, State University of Surabaya tridewi@mhs.unesa.ac.id FAURIS ZUHRI English Education, Language and Art Faculty, State University of Surabaya fauriszuhri@unesa.ac.id Abstrak Menulis adalah salah satu dari empat kemampuan utama selain berbicara, membaca, dan mendengarkan dalam belajar bahasa Inggris. Dikarenakan Menulis merupakan salah satu kemampuan produktif dalam bahasa Inggris selain Berbicara, hal ini berarti setiap murid harus mampu membuat cerita atau teks dalam bentuk tulisan agar lulus dalam mata pelajaran menulis. Pada era sekarang hampir semua murid asing berfikir jika menulis merupakan kegiatan yang melelahkan dan sangat kompleks. Mereka merasa sulit ketika membuat ide menulis, menyusun kalimat, memperhatikan tensis, tata bahasa, konten, dan lain lain. Ada bermacam-macam jenis media yang dapat digunakan untuk mengajar menulis bahasa Inggris dan menarik minat siswa untuk menulis. Gambar berkesinambungan merupakan media yang bisa dipilih untuk diterapkan dalam mengajar menulis bahasa Inggris. Di sebut gambar berkesinambungan karna gambar-gambar tersebut saling berkaitan satu sama lain(runtut). Gambar pertama berhubungan dengan gambar kedua. Gambar kedua berkaitan dengan gambar selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan media gambar berkesinambungan dalam mengajar menulis teks recount untuk kelas 8 SMP dan juga respon dari murid-murid terhadap penerapan media ini. Penelitian ini memakai metode kualitatif. Data-data diperoleh dari pengamatan observasi, field notes, dan kuisioner. Hasil dari data-data tersebut akan dijelaskan secara deskriptif. Data dari pengamatan observasi dan field notes digunakan untuk menjelaskan tentang penerapan gambar berkesinambungan untuk mengajar menulis teks recount selama dua pertemuan. Lebih lanjut data dari kuisioner digunakan untuk mengetahui respon siswa selama guru menggunakan media ini untuk mengajar menulis teks recount. Dari hasil penelitian ini, menunjukan bahwa penerapan media gambar berkesinambungan untuk mengajar menulis teks recount bagi murid kelas 8 SMP 25 Surabaya memberi dampak yang positif. Murid-murid setuju jika media ini membantu mereka dalam menulis teks recount lebih mudah. Kata Kunci: Menulis, Penerapan, Gambar Berkesinambungan, Teks Recount. Abtract Writing is one of four major skill besides speaking, reading, and listening in learning English. Considering writing is a kind of productive skill beside speaking, it means every students have to make something in writen form to pass the course. Nowdays, almost all of foreign students think that writing is stressful and complex activity. They feel difficult in putting their ideas, arranging the sentences, paying attention in grammar, tenses, and content. There are alot of media can be used to teach writing and it can engage the students’ interest in writing. Sequence of pictures is an alternative media which can be implemented to teach writing. It called “sequence of pictures” because the pictures have relate each other. The first picture has relate to the second picture, the second picture relates to the third pictures, and so on. This research is aimed to describe the implementation of sequence of pictures to teach writing recount text to the eighth graders, and the students’ responses toward sequence of pictures in writing class. This research was designed as a qualitative research. The data obtained in this research were from observation checklist, field notes, and close-ended quetionnaire. The results of the data were presented descriptively. The data in the observation checklist and field notes is used to explain about the implementation of sequence of pictures to teach writing recount text during two meetings. Then, for questionnaire is used to know the students’ responses through this media. From the result of this research, it showed that the implementation of sequence of pictures to teach writing recount text to eighth graders at SMPN 25 Surabaya are strongly positive. The students affirmed that this media could assist them to make recount text easier. Key Words: Writing, Implementation, Sequence of pictures, Recount text.
Teacher’s Instructions in a State Junior High School in Surabaya
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teacher’s Instructions in a State Junior High School in Surabaya Ira Puspitasari English Education Program, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya irapuspitasari@mhs.unesa.ac.id Ahmad Munir English Department, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya ahmadmunir@unesa.ac.id Abstrak Penelitian ini menganalisa bagian-bagian yang tidak di teliti oleh Kang (2013). Kang (2013) melakukan penelitian tentang bahasa yang digunakan guru bahasa Inggris sebagai bahasa asing untuk ketertiban kelas. Penelitiannya hanya fokus pada fungsi penguasaan yang bertujuan untuk ketertiban kelas sedangkan penelitian ini fokus pada bagian pengaturan dan juga bagian untuk memerintahkan murid melakukan sesuatu. Penelitian ini meneliti tipe-tipe instruksi dan fungsi kelas yang digunakan oleh guru selama proses belajar mengajar, bahasa yang digunakan guru, dan pengaruh pada reaksi para siswa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dimana seorang guru bahasa Ingris di salah satu SMP Negeri di Surabaya sebagai partisipannya. Data diperoleh dengan menggunakan catatan penelitian dan rekaman video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan tiga macam instruksi di dalam kelas: perintah, permintaan, dan saran (Hughes, 2007). Perintah adalah instuksi yang paling sering digunakan oleh guru. Instruksi-instruksi tersebut diberikan dalam empat bahasa; bahasa inggris, bahasa Indonesia, gabungan dari bahasa inggris dan bahasa Indonesia, dan juga penerjemahan dari bahasa inggris ke bahasa Indonesia. Selain itu, guru memberikan instruksi-intruksi dengan beberapa cara yang berbeda. Untuk beberapa instruksi guru menggunakan awalan dan mediasi agar mendapatkan tanggapan dari siswa tetapi untuk beberapa instruksi yang lainnya guru tidak memberikan awalan dan mediasi. Guru juga memberikan banyak instruksi pada waktu yang sama yang membuat beberapa instruksi mendapatkan tanggapan dan beberapa instruksi yang lainnya tidak. Pada akhirnya, bisa disimpulkan bahwa penting bagi guru untuk lebih memperhatikan dalam penggunaan instruksi di dalam kelas. Kata kunci: Bahasa Guru, Instruksi, Tipe-Tipe Instruksi Abstract This research analyzed some parts that did not observe by Kang (2013). Kang (2013) conducted a research about EFL teachers’ language used for classroom discipline. His study only focused on the controlling function for disciplinary purposes while this research focused on the organizing and operative functions. This research investigated the types of instructions, the language used by the teacher and classroom function used by the teacher during teaching-learning process, and the impact on students’ responses. This study was qualitative research which has an English teacher in one of state junior high schools in Surabaya as the participants. The data gained by using field note and video recording. The findings of this study revealed that the teacher used three types of instructions in the classroom; commands, requests, and suggestions (Hughes, 2007). Commands were mostly used by the teacher. Among the three functions, the teacher gave the instructions for controlling function only in few numbers and mostly gave the instructions for operative functions. The results also showed that the instructions were given in four languages; English, Indonesian, the combination of English and Indonesian, and also the translation from English into Indonesian. Moreover, the teacher gave the instructions in different ways. For some instructions the teacher used framing and mediating to get response from the students but for some other instructions he did not use both framing and mediating. The teacher also gave lots of instructions in the same time which made some instructions had response and some others had not. Indeed, it is important for teachers to be aware more in order to use the instructions in the classroom. Keyword: Teacher Talk, Instruction, Types of Instruction
CHARACTER EDUCATION ANALYSIS OF 2013 CURRICULUM ENGLISH TEXTBOOK ENTITLED “BAHASA INGGRIS” FOR ELEVENTH GRADERS OF SENIOR HIGH SCHOOL
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CHARACTER EDUCATION ANALYSIS OF 2013 CURRICULUM ENGLISH TEXTBOOK ENTITLED “BAHASA INGGRIS” FOR ELEVENTH GRADERS OF SENIOR HIGH SCHOOL FAJAR SONIAWAN English Education, Language and Art Faculty, State University of Surabaya fajarsoniawan@mhs.unesa.ac.id NUR CHAKIM, S. Pd., M. Pd. English Education, Language and Art Faculty, State University of Surabaya nurchakim@unesa.ac.id Abstrak Buku pelajaran menjadi salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran. Karena buku tersebut berisikan materi-materi yang telah dikembangkan dengan baik dan diatur berdasarkan silabus untuk satu semester. Dalam kurikulum, nilai-nilai karakter pendidikan menjadi salah satu tujuan yang harus ditekankan tidak hanya pada proses belajar mengajar tetapi juga dalam materi pembelajaran melalui buku pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai karakter pendidikan dari kalimat-kalimat dalam buku kurikulum 2013 berjudul "Bahasa Inggris" untuk siswa kelas XI pada semester satu. Analisis difokuskan pada 18 nilai-nilai karakter pendidikan yang ditekankan oleh pemerintah. Peneliti menggunakan metode kualitatif. Peneliti mengidentifikasi data berdasarkan setiap bab dari buku pelajaran tersebut. Peneliti mengidentifikasi kalimat-kalimat dari buku pelajaran yang terkait dengan batasan-batasan penelitian. Peneliti mengklasifikasikan 18 nilai-nilai karakter pendidikan dari setiap bab dan meletakkannya pada checklist observasi untuk memudahkan pembaca dalam memahami data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 17 nilai-nilai karakter pendidikan yang diidentifikasi dari kalimat-kalimat di 5 bab dari buku pelajaran ini. Fakta menunjukkan bahwa di setiap bab memiliki satu atau dua nilai karakter pendidikan yang sering ditemukan oleh peneliti. Hasilnya, karakter-karakter yang ditemukan memiliki hubungan dengan tema di setiap bab. Dalam hal ini, semakin banyak nilai-nilai pendidikan karakter yang diilustrasikan melalui buku pelajaran, maka semakin baik kualitas buku pelajaran tersebut. Kata kunci : Buku pelajaran, Nilai-nilai karakter pendidikan, Kurikulum 2013 Abstract Textbook becomes one of the important aspects in teaching learning process. It conveys materials that are well developed and arranged based on the syllabi for one semester. In the term of curriculum, character education values become one of the objectives that should be emphasized not only on teaching and learning process but also in the learning materials through the textbook. This research is aimed to analyze the character education values that are spread out from the sentence(s) of 2013 curriculum English textbook entitled “Bahasa Inggris” for eleventh graders on semester one. The analysis focused on 18 character education values that are emphasized by the government. The researcher uses qualitative study. Indeed, the researcher identified the data based on each chapter of the textbook. The researcher identified the sentence(s) of the textbook that related with the limitation of the study. The researcher classified 18 character education values in every chapter and put it on the observation checklist to make the reader easy on understanding the data. The results of this research show that there are 17 character education values that were identified from the sentence(s) in 5 chapters of the textbook. The fact illustrate that in each chapter has one or two character education values that often be found by the researcher. The findings deal with the themes in every chapter. In this case, the more character education values that illustrated through a textbook, the better quality of the textbook will be. Keywords : Textbook, Character education values, 2013 curriculum
THE EFFECT OF WRITTEN PEER FEEDBACK ON THE COMPOSITIONS OF THE TENTH GRADERS’
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE EFFECT OF WRITTEN PEER FEEDBACK ON THE COMPOSITIONS OF THE TENTH GRADERS’ Mohammad Farikh Ihwayudi English Education, Language and Art Faculty, State University Surabaya mohammadihwayudi@mhs.unesa.ac.id Abstract This research is concerned with the students’ writing ability after the implementation of a written peer feedback. This research uses an experimental design, the data of which are the scores of the experimental and control groups obtained from pre and post-test. The researcher also calculates the scores of each component in order to know whether or not they are significantly improved. Moreover, the data used only the scores of the post-test which are calculated using Independent Sample T-test of SPSS 16.0. The result shows that the scores of the experimental group are higher than those of the control one which means that the experimental group can reduce the errors and mistakes of writing components. It can be concluded that written peer feedback is effective for improving students’ writing ability. Key Words: Writing, Written Peer Feedback Abstrak Penelitian ini berkaitan dengan kemampuan menulis siswa setelah pelaksanaan umpan balik rekan secara tertulis. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen, data dari penelitian ini adalah nilai siswa dari kelompok eksperimen dan kontrol yang diperoleh dari pre dan post-test. Peneliti juga menghitung nilai dari masing-masing komponen menulis dalam rangka untuk mengetahui apakah mereka meningkat secara signifikan atau tidak. Sedangkan, data yang digunakan hanya nilai dari post-test yang dihitung dengan menggunakan Independent Sample T-test SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai dari kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yang berarti bahwa kelompok eksperimen dapat mengurangi kesalahan penulisan pada komponen menulis. Dapat disimpulkan bahwa ditulis umpan balik rekan efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa . Kata Kunci: menulis, umpan balik siswa secara tertulis
THE CHALLENGES OF TEACHING WRITING SHORT FUNCTIONAL TEXT FOR STUDENTS WITH AUTISM IN INCLUSIVE CLASSROOM OF JUNIOR HIGH SCHOOL
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE CHALLENGES OF TEACHING WRITING SHORT FUNCTIONAL TEXT FOR STUDENTS WITH AUTISM IN INCLUSIVE CLASSROOM OF JUNIOR HIGH SCHOOL Yunita Dwi Theisyane English Department, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya yunitatheisyane@mhs.unesa.ac.id Abstrak Penelitian ini fokus pada tantangan pengajaran menulis untuk murid-murid autis di kelas inklusi tingkat Sekolah Menengah Pertama. Peneliti memilih dua orang guru Bahasa Inggris yang mengajar di dua kelas inklusi yang berbeda di mana setiap kelas tersebut terdapat siswa autis sebagai subjek penelitian ini. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan (1) tantangan-tantangan dalam pengajaran ketrampilan menulis murid autis di kelas VII inklusi dan (2) hal-hal yang di lakukan para guru untuk mengatasi tantangan tersebut. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan instrumennya adalah wawancara dan observasi. Hasilnya ditemukan delapan tantangan dalam pengajaran ketrampilan menulis pada siswa autis, yaitu: menghadapi siswa autis yang suasana hatinya sedang buruk, membuat siswa autis fokus, menghadapi mereka yang sedang kantuk, menghadapi siswa autis yang penulisan katanya tidak lengkap, mengajarkan membuat dan menyusun kalimat, membuat mereka memahami perintah tugas, dan menghadapi siswa autis yang tidak menyukai topik yang telah ditentukan. Sehubungan dengan tantangan-tantangan tersebut, terdapat juga delapan usaha yang dilakukan guru untuk mengatasi hal tersebut, yaitu: menunjukkan kasih sayang kepada mereka dengan menatap mata dan mengusap kepalanya dengan lembut selama beberapa kali atau menempatkan mereka di ruangan khusus; melakukan sesuatu sesuai minatnya dengan selalu bersabar; memainkan permainan atau melakukan gerakan badan; memberitahukan secara langsung dan jelas tentang kesalahan penulisan dan bagaimana cara merevisinya; memberikan contoh berbagai macam kalimat; membimbingnya secara langsung dengan memberi beberapa petunjuk; menjelaskan perintah secara perlahan dan memberi kesempatan untuk memilih topiknya sendiri. Kata Kunci: Program Pengembangan Pembelajaran, kelas inklusi, autis, tantangan. Abstract This study focuses on the challenges of teaching writing for students with autism. The aim of this study is to describe teachers’ challenges in teaching writing short functional text for autistic students in inclusive classroom of Junior High School. The researcher chose two English teachers who teach in two different inclusive classes as the subject of this study. This study was conducted in order to find out (1) the challenges that come with teaching writing for autistic students in seven graders and (2) the things which the teachers have done to overcome these challenges. This study was a descriptive qualitative and the instruments were interviews and observations. The results found eight challanges faced by the teachers in teaching writing for autistic students, such as facing the autistic getting bad mood, making them focus, facing them sleepy, facing them who wrote incomplete words, teaching making and arranging sentences, making him fully understand the task instructions and facing him when he did not like the topic chosen. Related to those challenges, there were also eight efforts done by teachers to overcome it, i.e: showing affection to them by looking at their eyes while gently patting their head several times or placing them in a special room; doing something based on their interests while remaining patient; playing a game or doing body movements; informing them directly and clearly about their mistakes in their writing and how to revise them; providing many kinds of sentence examples; guiding directly by giving some clues; explaining the direction slowly and giving him a chance to choose the topic. Keywords: Internship Program, inclusive class, autism, challenge.