cover
Contact Name
Him'mawan Adi Nugroho
Contact Email
himmwannugroho@unesa.ac.id
Phone
+6281334244887
Journal Mail Official
evarahmawati@unesa.ac.id
Editorial Address
English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya Building T4, 2nd floor, Kampus Lidah Wetan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Retain: Journal of Research in English Language Teaching
ISSN : 23562617     EISSN : 30322839     DOI : https://doi.org/10.26740/rt.v13i02
Core Subject : Education,
RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics. RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics.
Articles 947 Documents
THE EFFECT OF PERSONAL GLOSSARIES AS VOCABULARY LEARNING STRATEGY ON LEARNERS’ VOCABULARY RETENTION
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE EFFECT OF PERSONAL GLOSSARIES AS VOCABULARY LEARNING STRATEGY ON LEARNERS’ VOCABULARY RETENTION ASTRI NUR FADILAH English Education, Language and Art Faculty, State University of Surabaya astrifadilah@mhs.unesa.ac.id Abstrak Strategi pembelajaran kosakata telah menjadi topik penelitian yang menarik selama bertahun-tahun. Tidak hanya karena banyaknya aspek yang dapat dibahas, tetapi juga karena fungsinya untuk peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Membahas kosakata tidak dapat dipisahkan dari memori, lebih tepatnya adalah retensi kosakata. Jadi, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran kosakata yang bernama Personal Glosaries pada retensi kosakata peserta didik. Desain penelitian eksperimental digunakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian dari penelitian ini adalah 30 siswa dari kelompok eksperimen dan 30 siswa dari kelompok kontrol. Tes objektif kosakata digunakan sebagai instrumen penelitian. Peneliti juga menggunakan kuesioner untuk mengetahui bagaimana siswa menanggapi efektivitas Personal Glossaries. Immediate dan delayed post-test telah diberikan untuk mengetahui pengaruh Personal Glosaries pada retensi kosakata jangka pendek dan retensi kosakata jangka panjang peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Personal Glossaries efektif untuk meningkatkan retensi kosakata peserta didik baik jangka pendek maupun jangka panjang. Meskipun, Personal Glossaries efektif dalam pembelajaran kosakata peserta didik, tidak semua siswa setuju bahwa mereka senang menggunakannya sebagai strategi pembelajaran kosakata mereka. Maka dari itu, saran untuk peneliti selanjutnya telah diberikan pada bagian terakhir dari penelitian ini. Kata Kunci: Personal Glossaries, strategi pembelajaran kosakata, retensi kosakata. Abstract Vocabulary learning strategy has been an interesting topic in research for many years. Not only for its many aspects that can be discussed, but also for its function for the learners in learning English as a second language. Discussing vocabulary cannot be separated from memory, more precisely is vocabulary retention. So, this study aims to investigate the effect of a particular vocabulary learning strategy named Personal Glossaries on learners’ vocabulary retention. Experimental research design was used in this study. The subjects of this study were 30 students of experimental group and 30 students of control group. An objective vocabulary test was used as the instrument of this study. The researcher also used questionnaire in order to know how the students perceived the effectiveness of personal glossaries. Immediate and delayed post-test has been administered in order to know the effect of Personal Glossaries on learners’ short-term and long-term vocabulary retention. The results of this study show that personal glossaries are effective to improve both students’ short-term and long-term vocabulary retention. Although, personal glossaries are effective in students’ vocabulary learning, not all students agree that they love to use it as their vocabulary learning strategy. For this, suggestion for further researcher was given in the last part of this study. Kata Kunci: Personal Glossaries, vocabulary learning strategy, vocabulary retention.
THE EFFECTIVENESS OF “PROJECT BASED LEARNING” TO TEACH SPEAKING ABILITY OF THE EIGHTH GRADERS
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE EFFECTIVENESS OF “PROJECT BASED LEARNING” TO TEACH SPEAKING ABILITY OF THE EIGHTH GRADERS Ayu Anggita Wandasari English Education, Language and Art Faculty, State University of Surabaya ayuw2@mhs.unesa.ac.id Abstrak Pembelajaran berbasis proyek adalah salah satu metode pembelajran yang berpusat kepada siswa dimana siswa harus memperoleh pengetahuan dengan secara aktif dengan turut berpartisipasi di dalam proses untuk menyelesaikan sebuah proyek. Disisi lain, metode ini dianggap mampu memfasilitasi siswa untuk mempratekkan kemampuan berbicara mereka dalam bahasa inggris. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan perbedaan yang signifikan pada kemampuan berbicara bahasa inggris antara siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek dengan yang menggunakan metode pembelajran tradisional di SMP Negeri 24 Surabaya dan bagaimana persepsi mereka tentang pembelajaran berbasis proyek. Penelitian eksperimental digunakan pada penelitian ini. Penelitian ini melibatkan 60 siswa sebagai sampel peneitian (30 siswa sebagai kelompok eksperimental dan 30 siswa sebagai kelompok kontrol). Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan yang signifikan terhadap siswa kelompok eksperimental setelah peneliti menerapkan pembelajaran berbasis proyek sebagai metode pembelajaran untuk mengajar ketrampilan berbicara dalam teks deskripsi dengan nilai perbedaan (.78) dimana perbedaan yang signifikan dibandingkan siswa kelompok kontrol yang tidak menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek. Hal ini juga bisa dilihat dari uji analisis Independent Sample t-test pada SPSS 16.00 yang menunjukkan bahwa kelompok kontrol memiliki nilai rata-rata sebesar 70.30 (SD=4.88594), sedangkan kelompok eksperimental memiliki nilai rata-rata sebesar 73.40 (SD= 5.89330) dengan nilai Sig (2-tailed) .030. Hasil dari kuesioner menunjukkan bahwa siswa memiliki persepsi yang positif terhadap pembelajaran berbasis proyek. Kata kunci: Berbicara, Pembelajaran Berbasis Proyek, Persepsi siswa, Teks Deskripsi Abstract Project based learning is one of teaching method where the students have to gain knowledge by themselves by means interact with other learners during the process of creating the project. In addition, project based learning is considered can be used as a bridge to connect between language and the real world where the students have opportunity to demonstrate their knowledge through English. This study aims to find out the significant difference in speaking proficiency between students taught using project based learning and those who are not and how is the student’s perception through the implementation of project based learning. An experimental research was used in this study. This study involved 60 students as the sample (PBL group 30 students and Non-PBL group 30 students). The results showed that there is significant difference in the experimental group students after the researcher applied project based learning to teach speaking of descriptive text with the magnitude of difference (.78) that indicates a moderate effect than the control group who are not taught by using project based learning. It can also be seen from the analysis of independent sample t-test on SPSS 16.00 which indicates that the control group had a mean score of 70.30 (SD=4.88594) , while the experimental group had a mean score of 73.40 (SD= 5.89330) with the Sig (2-tailed) .030. Moreover, the result of questionnaire also revealed that the students have positive perception toward project based learning. Keywords: Speaking, Project Based Learning, Student’s perception, Descriptive Text
ANALYSIS OF ARGUMENTS IN ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS’ SPEAKING
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALYSIS OF ARGUMENTS IN ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS’ SPEAKING Erwin Iqbal Dwi Angga English Education, Languages and Arts Faculty, The State University of Surabaya erwina@mhs.unesa.ac.id Lies Amin Lestari English Education, Languages and Arts Faculty, The State University of Surabaya lies.aminlestari@yahoo.com Abstrak Kemampuan dalam berbicara Bahasa Inggris sangat penting dimiliki oleh mahasiswa jurusan Bahasa Inggris agar mereka dapat menyampaikan informasi, pesan, dan ide. Oleh karena itu, Jurusan Bahasa Inggris di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) membuat sebuah program yang disebut English Speaking Community (ESC) agar mahasiswa lebih memiliki kesempatan berbicara dalam Bahasa Inggris di luar kelas. Mulai dari level 6 ESC, mahasiswa diharuskan menggunakan cara berpikir kritis untuk membuat argumen dan membujuk orang lain tentang topik yang diberikan. Karena itu, mahasiswa diharuskan untuk menggunakan cara berpikir kritis dalam membuat argumen. Namun, hasil dari beberapa penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa bebrapa siswa tidak mampu menggunakan cara berpikir kritis dalam membuat argumen tertulis dan belum ada penelitian yang menunjukkan bagaimana siswa membuat argumen secara lisan. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi bagaimana mahasiswa jurusan Bahasa Inggris membuat argumen dalam percakapan secara lisan. Hasil analisis dapat dilihat dari tiga aspek. Dari aspek komponen, ada sepuluh dari empat belas argumen yang terbentuk dari semua komponen argumen yang baik dan empat argumen yang lain tidak terbentuk dari komponen argument yang baik. Dari aspek baik atau tidaknya suatu argumen, tiga dari empat belas argumen termasuk argumen yang baik, dan sebelas argumen yang lain termasuk kurang baik. Dari aspek struktur, ada lima argumen yang menggunakan struktur kompleks dan sembilan argumen menggunakan struktur sederhana. Kata Kunci: argumen, berpikir kritis, ESC Abstract The ability to speak in English is very important for English Department students so that they can convey information, messages, and ideas in the target language. To achieve it, the English Department at State University of Surabaya (UNESA) created a program called English Speaking Community (ESC) where students can have more chance to speak English with their friends out of class. From the 6th level of ESC, students are required to use critical thinking skills to argue and persuade others. Therefore, students need to apply critical thinking in making argument. However, several previous studies show that some students seem to fail in using critical thinking skills to make written arguments and none of them showed how they build argument in the speaking context. Therefore, this study is aimed at investigating how English Department students build argument in speaking. The results can be seen from three aspects. From the component aspect, there are ten out of fourteen arguments constructed by all components of good argument and four arguments are not constructed by all components of good argument. From the relevance aspect, it is found that three out of fourteen arguments are considered good, and the other eleven are considered not good. Lastly, from the structural aspect, five arguments use complex structure and nine arguments use simple structure. Keywords: argument, critical thinking, ESC
ENGLISH TEACHERS’ PERCEPTION TOWARDS THE IMPLEMENTATION OF SCIENTIFIC APPROACH  IN BANJARMASIN AND MARTAPURA
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENGLISH TEACHERS’ PERCEPTION TOWARDS THE IMPLEMENTATION OF SCIENTIFIC APPROACH IN BANJARMASIN AND MARTAPURA Rif’atun Nahdhiyah English Education, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya rifatunnahdhiyah@mhs.unesa.ac.id Lies Amin Lestari English Education, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya Lies.aminlestari@yahoo.com Abstrak Indonesia mengalami beberapa kali perubahan kurikulum. Kurikulum terbaru merupakan perubahan dari KTSP menjadi Kurikulum 2013 dimana mengusung konsep terbaru yaitu menggunakan pendekatan saintifik. Namun, berdasarkan hasil penelitian sebelumnya bahwa penerapan pendekatan tersebut, terutama dalam pembelajaran Bahasa Inggris tidak berjalan dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi para guru di Banjarmasin dan Martapura mengenai penerapan pendekatan saintifik tersebut berkenaan dengan peran mereka sebagai implementer dari kurikulum tersebut. Peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dan menggambarkan hasil penelitian secara qualitative. Hasil menunjukkan bahwa guru Bahasa Inggris memiliki pandangan positive dan negative terhadap pendekatan tersebut. Beberapa guru menilai penerapan ini sangat sulit dan tidak bisa dilaksanakan di sekolah pinggiran. Namun, disisi lain, beberapaberanggapan pendekatan ini sangat baik untuk mengaktifkan siswa dan melatih siswa menjadi mandiri. Kata Kunci: Kurikulum 2013, persepsi guru, pendekatan saintifik Abstract Indonesia curriculum has been changed for several time. The newest curriculum is the renewal of KTSP to Curriculum 2013 which proposes the new approach namely Scie ntific Approach. Unfortunately, previous study proved that the implementation of Scientific Approach did not run well. Therefore, this study aims at investigating the English teachers’ perception in Banjarmasin and Martapura towards the approach du e to their biggest role as the curriculum implementer. This study exerted qualitative research which was described descriptively. The result shows that teachers have positive and negative perceptions towards the approach. Some believe that it is hard to implement the approach due to some factors. However, some still believe that the approach may activate the students to participate in the teaching learning process and make them to be independent. Keyword: Curriculum 2013, Teachers’ Perception, Scientific Approach
LEARNING STRATEGIES USED BY ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS IN LEARNING PRONUNCIATION
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LEARNING STRATEGIES USED BY ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS IN LEARNING PRONUNCIATION Hermin Dwi Wulandari English Department, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya. herminwulandari@mhs.unesa.ac.id Lies Amin Lestari English Department, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya lies.aminlestari@yahoo.com Abstrak Sebagian besar siswa bahkan mahasiswa Indonesia memiliki kesulitan untuk melafalkan bahasa Inggris dengan tepat. Maka, diperlukan adanya strategi yang tepat untuk mempelajari pelafalan bahassa Inggris dengan tepat. Penelitian terdahulu telah menyebutkan bahwa siswa yang berprestasi menggunakan strategi belajar cognitive melalui kegiatan menonton TV, mendengarkan musik, menggunakan kamus, dll, serta strategi metacognitive melalui memperhatikan secara seksama bagaimana bahasa Inggris dilafalkan dengan benar. Maka, diperlukan untuk menggali lebih dalam tentang proses yang rinci dari strategi-strategi tersebut karena penelitian terdahulu hanya menyebutkannya secara umum. Pertanyaan yang muncul adalah : 1. Strategi apa yang digunakan mahasiswa utnuk belajar pelafalan bahasa Inggris? 2. Bagaimana strategi tersebut membantu mahasiswa untuk menguasai pelafalan bahasa Inggris? 3. Bagaimana pendapat mahsiswa tentang keefektifan strategi yang mereka gunakan dalam belajar pelafalan bahasa Inggris? Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dimana interview dilakukan untuk mendapatkan data. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa siswa memiliki strategi yang bervariasi dalam mempelajari pelafalan bahasa Inggris yang dikategorikan dalam taksonomi Oxford. Masing-masing strategi memberikan pelajaran dan manfaat. Siswa juga berpendapat bahwa strategi terbaik dalam belajar pelafalan bahasa Ingris adalah melalui pembicara asli dan diskusi dengan orang lain Kata Kunci: pelafalan, strategi belajar Abstract Most of Indonesian students, even college students, got difficulty in pronouncing English pronunciation. Then, it is necessary find out the best strategy to learn pronunciation, so it can the model or guidance for others to learn English pronunciation. A previous study mentioned that good language learners used cognitive strategy such as, watching movie, listening to music, checking dictionary, etc and metacognitive strategy through paying attention on how English words are pronounced (Mulyani, Haryanto & Dollah, 2014). Therefore, it is necessary to know the detail process of the strategies used in learning pronunciation because the previous research just listed it very generally. The questions are formulated as follows: (1) What strategies are used by English Department students in learning pronunciation? (2) How do learning strategies help English Department students to master English pronunciation? (3) How are the students’ perspectives of the effectiveness of strategies used? Qualitative research is used in which interview is conducted to get the data. The result showed that the students used various strategies categorized in Oxford’s taxonomy. Each strategy gives different exposure depending on the opportunity and advantages given by applying the strategies. Then, the students argued that the best strategy in learning pronunciation are through learning from native speakers and practicing by discussion with others. Keywords: English pronunciation, strategy
THE IMPLEMENTATION OF PROBLEM-BASED LEARNING TO TEACH SPEAKING HORTATORY EXPOSITION TEXT TO THE ELEVENTH GRADERS OF SMA MUHAMMADIYAH 2 SURABAYA
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE IMPLEMENTATION OF PROBLEM-BASED LEARNING TO TEACH SPEAKING HORTATORY EXPOSITION TEXT TO THE ELEVENTH GRADERS OF SMA MUHAMMADIYAH 2 SURABAYA Amalia Liesya H. English Education, Language and Arts, State University of Surabaya amaliah1@mhs.unesa.ac.id Dr. H. Aswandi, M. Pd English Education, Language and Arts, State University of Surabaya aswandi@unesa.ac.id Abstrak Semenjak tujuan pembelajaran bahasa Inggris membuat pembelajar dapat berbicara dengan baik, penelitian ini berkaitan denganpengajaran berbicara teks eksposisi hortatori dengan mengimplementasikan problem-based learning. Problem-based learning sendiri adalah salah satu model pembelajaran yang disarankan dalam kurikulum 2013 dimana model pembelajaran ini menyediakan permasalahan dunia yang harus dipecahkan murid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses belajar mengajar yang menggunakan problem-based learning di kelas dan respon siswa terhadap pengimplementasian model pembelajaran ini. Penelitian ini menggunakan deskripsi kualitatif sebagai metodologi penelitian. Peserta penelitian yang dipilih untuk penelitian ini adalah seorang guru bahasa Inggris dan 15 siswa kelas XI. Data penelitian diperoleh dengan mendakan observasi dan memberi kuesioner kepada siswa. Berdasarkan analisis dari serangkaian observasi, pencatatan, dan kuesioner, dapat dinyatakan bahwa model pembelajaran problem-based learning dapat diimplementasikan untuk mengajar berbicara teks eksposisi hortatori. Kegiatan pembelajaran berhasil mencakup seluruh langkah problem-based learning dan langkah kurikulum 2013. Hasil kuesioner juga menunjukkan respon positif terbukti saat murid tertarik dan menikmati kegiatan pembelajaran. Kata Kunci: problem-based learning, berbicara, teks eksposisi hortatori. Abstract Since the goal of English learning is making the learners able to speak well, this research focuses on teaching speaking hortatory exposition text by implementing problem-based learning. Problem-based learning itself is one of suggested learning model of 2013 Curriculum which provides students real world problems to be solved. This research is about to discover the teaching learning process by implementing problem-based learning in class and the students’ responses toward it. This research used descriptive qualitative as the research design. An English teacher and 15 eleventh grade students were chosen as the participants of the study. The data were obtained by conducting observation and giving questionnaire to the students. Based on the analysis of set of observations, field notes, and questionnaire, it is confirmed that problem-based learning can be implemented to teach speaking hortatory exposition text. The teaching and learning activities successfully covered the stages of problem-based learning and stages of 2013 curriculum. The result of questionnaire also showed positive response since the students were attracted and enjoyed the teaching learning activities. Keywords: Problem-based learning, speaking, hortatory exposition text.
THE IMPLEMENTATION OF PEER CORRECTION TECHNIQUE TO TEACH WRITING REPORT TEXT TO THE ELEVENTH GRADERS OF SMAN 1 CERME
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE IMPLEMENTATION OF PEER CORRECTION TECHNIQUE TO TEACH WRITING REPORT TEXT TO THE ELEVENTH GRADERS OF SMAN 1 CERME DESSY KARTIKA RIZKY English Education, Language and Art Faculty, State University of Surabaya dessyrizky@mhs.unesa.ac.id Dr. H. Aswandi, M.Pd English Education, Language and Art Faculty, State University of Surabaya aswandi@unesa.ac.id Abstrak Penelitian ini berkaitan dengan pengajaran menulis teks report dengan menggunakan tehnik peer correction. Peer correction adalah tehnik tehnik yang digunakan dalam pengajaran menulis dengan memasangkan siswa berdasarkan kemampuan menulis mereka. Penelitian ini mendeskripsikan pelaksanaan tehnik peer correction dalam pengajaran menulis teks report dan respon siswa terhadap pelaksanaan tehnik peer correction. Penelitian ini menggunakan deskripsi kualitatif sebagai metodologi penelitian. Peserta penelitian ini adalan seorang guru dan satu kelas sebelas SMAN 1 Cerme. Data penelitian diperoleh melalui lembar pengamatan, catatan, dan kuisioner. Hasil penelitian pertama berkaitan dengan pelaksanaan tehnik peer correction. Tehnik tersebut dapat diimplementasikan dalam pengajaran menulis. Guru dan siswa mampu mengaplikasikan semua tahapan dalam tehnik peer correction. Selain itu, proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan aktivitas guru dan siswa yang sesuai dengan tahapan pendekatan ilmiah dalam kurikulum 2013. Hasil dari kuisioner menunjukkan bahwa siswa menikmati proses belajar mengajar dengan tehnik peer correction karena tahapan-tahapannya dapat membatu mereka dalam mengungkapkan ide mereka menjadi tulisan yang teratur. Kata kunci : Tehnik peer correction, menulis, teks report. Abstract This study focuses on teaching writing report text by using peer correction technique. Peer correction is a technique in teaching writing through pairing the students based on the level of writing competence. Furthermore, this study describes the implementation of peer correction technique to teach writing report text and the students’ responses toward the implementation of peer correction technique. This study used descriptive qualitative as the research design. The participants of this study were a teacher and a class of eleventh graders of SMAN 1 Cerme. The data of this study were collected through observation checklist, field notes, and questionnaire. The first result was related to the implementation of peer correction technique. The technique could be implemented in teaching writing. The teacher and students could apply the steps of peer correction technique. In addition, the teaching and learning process could run well. It was proven by the teacher’s and students’ activities which were appropriate with the stages of scientific approach as 2013 curriculum suggested. The result of questionnaire showed that the students enjoyed teaching and learning process with peer correction technique since the procedures involved were helped them to express their ideas into well-organized writing. Keywords: Peer correction technique, writing, report text.
Using Prophet Muhammad’s Biography to Teach Reading Recount Text for the Eleventh Graders of SMA Khadijah Surabaya
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Using Prophet Muhammad’s Biography to Teach Reading Recount Text for the Eleventh Graders of SMA Khadijah Surabaya Mufidatul Mufarokha English Education, Faculty of Language and Arts, State University of Surabaya mufidatulmufarokha@mhs.unesa.ac.id Nur Chakim, S. Pd., M. Pd. English Education, Faculty of Language and Arts, State University of Surabaya nurchakim@unesa.ac.id Abstrak Salah satu kemampuan Bahasa Inggris yang penting untuk diajarkan adalah membaca. Pada kurikulum 2013, guru-guru harus bisa memberikan materi bacaan yang memuat pendidikan karakter dan sekaligus memenuhi keempat kompetensi inti. Dengan membaca biografi Nabi Muhammad, siswa tidak hanya dapat meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris tetapi juga mendapat pelajaran yang bermanfaat dari perjalanan hidup Nabi Muhammad. Selain itu juga dapat memberikan mereka model nyata yang sempurna untuk dicontoh dan menginspirasi dalam membentuk karakter mereka lebih baik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini diadakan di kelas XI MIA 3 SMA Khadijah Surabaya yang terdiri dari tiga puluh empat siswa. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan lembar pengamatan, lembar tugas siswa dan kuesioner. Hasil lembar pengamatan menunjukkan bahwa ada beberapa kegiatan guru dan siswa yang tidak dilakukan sesuai dengan kurikulum 2013. Hasil dari lembar tugas siswa menunjukkan bahwa kebanyakan siswa dapat menjawab semua pertanyaan komprehensi. Tetapi, mereka tidak dapat menjawab pertanyaan dengan menggunakan kata-kata mereka sendiri karena mereka memiliki keterbatasan kosa kata. Dari respon siswa yang didapatkan melalui kuesioner menunjukkan bahwa siswa sangat tertarik membaca teks biografi Nabi Muhammad dalam kelas Bahasa Inggris. Mereka beropini bahwa membaca biografi Nabi Muhammad dapat membantu mereka mempelajari teks pendek biografi, memperoleh banyak kosa kata baru, dan memotivasi mereka untuk membentuk karakter baik yang terinspirasi dari sosok Nabi Muhammad. Kata kunci: pemahaman membaca, kurikulum 2013, teks recount, teks biografi Abstract One of English skills that is important to be taught is reading. In curriculum 2013, teachers have to be able to give reading material which contains character education theme and fulfill four core competencies all at once. By reading Prophet Muhammad’s biography, students not only can foster their reading skill but also take beneficial lessons from his story of life. Moreover, it can give them the real perfect model to be followed and inspire them in forming their good characters better. This study was qualitative descriptive research. It was conducted in XI MIA 3 of SMA Khadijah Surabaya which consisted of thirty four students. To collect the data, the researcher used observation checklist, students’ task and questionnaire. The result of the observation checklist showed that there were some teacher’s and students’ activities that were not done based on curriculum 2013. The result of the students’ tasks showed that students mostly could answer all comprehension questions. Yet, some of them were not be able to answer the questions in their own words for they had lack of vocabulary. From the students’ responses that were obtained through questionnaire, it showed the students were excited to read Prophet Muhammad’s biography in English class. They gave their opinion that reading Prophet Muhammad’s biography helped them to learn short biography text, acquire more new vocabularies and motivate them to form good characters inspired from Prophet Muhammad. Keywords: reading comprehension, curriculum 2013, recount text, biography text
THE TEACHING OF ENGLISH PRONUNCIATION FOR STUDENT TEACHER: A CASE STUDY IN DESA INGGRIS SINGOSARI, MALANG
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE TEACHING OF ENGLISH PRONUNCIATION FOR STUDENT TEACHER: A CASE STUDY IN DESA INGGRIS SINGOSARI, MALANG Astrit Maria English Education Department, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya astritmaria@mhs.unesa.ac.id Lies Amin Lestari English Education Department, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya lies.aminlestari@gmail.com Abstrak Dalam pengajaran bahasa Inggris, kemampuan baik guru dalam berbicara merupakan sarana bagi siswa untuk memahami baik contoh penggunaan bahasa maupun instruksi yang disampaikan guru dalam bahasa Inggris. Pentingnya berkemampuan bicara yang baik berhubungan dengan bagaimana guru melafalkan ucapan dengan jelas untuk menghindari kesalahpahaman. Bullough (1997) memastikan bahwa pelafalan berpengaruh pada kemajuan guru secara mendalam dengan cara menggunakan bahasa Inggris secara konsisten. Meski begitu, pengajaran pelafalan seringkali diabaikan dan tidak dianggap penting. Oleh karena itu, penelitian ini menjelaskan pengajaran pelafalan bahasa Inggris di Desa Inggris Singosari, Malang yang menghasilkan peningkatan siswa dalam pelafalan bahasa yang jauh lebih baik. Penelitian ini fokus pada teknik dalam mengajar dan deskripsi pengucapan siswa, sehingga metode campuran dari penelitian kualitatif diterapkan dengan melibatkan 3 peserta yang mewakili kelas BeTe; seorang guru bahasa Inggris dan dua siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik yang diterapkan dan kinerja pelafalan siswa setelah mengalam teknik – teknik terapan tersebut dalam satu semester. Untuk mengetahuinya, beberapa pengamatan dan wawancara mendalam dilakukan. Terbukti dari hasil temuan bahwa guru menerapkan sembilan teknik penting yang berdampak pada peningkatan siswa terhadap kinerja pelafalan. Hal ini berarti bahwa pelafalan siswa menjadi lebih baik setelah mengikuti kelas BeTe. Berdasarkan teori-teori yang ada, teknik yang diterapkan guru tersebut terbukti berlaku untuk kelas pelafalan pada umumnya. Oleh karena itu, kesimpulannya adalan temuan dari penelitian ini dapat menjadi acuan terpercaya baik untuk pengajaran pelafalan maupun penelitian lebih lanjut. Kata Kunci: pengajaran pelafalan, pelafalan bahasa, teknik dalam mengajar, siswa keguruan, institusi bahasa. Abstract In English language teaching, teacher’s good speech is a means for students to comprehend both the language example and the instruction that the teacher conveys using English. The need to conduct good speech deals with how the teacher can pronounce the utterance clearly to avoid miscomprehension. Bullough (1997) determined that pronunciation impacts on the teacher’s personal improvement by using the language consistently. Even so, the teaching of pronunciation is primarily disregarded and not considered a necessity. Therefore, this study explicated the teaching of English pronunciation in Desa Inggris Singosari, Malang that manages to result the students’ improvement of far better pronunciation performance. This study focused on the techniques in teaching and the description of the students’ pronunciation, that mixed methods of qualitative research were applied by engaging 3 participants that represent the class of BeTe; an English teacher and two student teachers. This research dealt with the need to figure out the applied techniques and the students’ pronunciation performance after experiencing the techniques for a semester. To figure those out, some observations and in-depth interviews were conducted. The findings verified that the teacher commonly applied nine valuable techniques which impact on the students’ improvement on the pronunciation performance. It can mean that the students’ pronunciation goes better after experiencing BeTe. Based on the existed theories, the techniques by the teacher are proven applicable for the prevalent pronunciation class. Hence, it implies that the findings of the current study can be the dependable reference both for the teaching of pronunciation and further research. Keywords: teaching pronunciation, pronunciation, techniques in teaching, student teacher, language institution.
THE IMPLEMENTATION OF SUGGESTOPEDIA IN TEACHING SPEAKING DESCRIPTIVE TEXTS TO THE SEVENTH GRADERS OF SMPN 2 BUDURAN SIDOARJO
RETAIN Vol 4 No 2 (2016): Vol 4 Nomer 2 (2016
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE IMPLEMENTATION OF SUGGESTOPEDIA IN TEACHING SPEAKING DESCRIPTIVE TEXTS TO THE SEVENTH GRADERS OF SMPN 2 BUDURAN SIDOARJO Putri Ratna Kartika Asri English Education Departmen, Language and Arts Faculty, Surabaya State University Email: putriasri@mhs.unesa.ac.id Dra. Theresia Kumalarini, M.Pd English Education Department, Language and Arts Faculty, Surabaya State University Email: Theresiakumalarini@unesa.ac.id Abstrak Berbicara menjadi skill yang tersulit untuk dikuasai siswa kelas 7. Menurut kurikulum 2013, siswa-siswi seharusnya dapat membuat teks deskripsi secara tulis dan lisan. Dalam kemampuan berbicara, siswa-siswi menghadapi masalah karena beberapa alasan; kurangnya kosa kata, kurangnya motivasi, dan cara mengajar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bermaksud untuk mendeskripsikan implementasi dari Suggestopedia yang berdasarkan Kurikulum 2013 untuk mengajar kemampuan berbicara teks deskripsi kepada siswa siswi kelas 7 dan mencatat respon siswa terhadap implementasi tersebut. Instrumen yang digunakan adalah ceklis observasi dan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Suggestopedia untuk mengajar berbicara teks deskripsi berjalan lancar dan membawa respon positif dari siswa siswi. Selanjutnya, teknik Suggestopedia dapat membantu siswa-siswi untuk mempelajari teks deskripsi dan berbicara dengan percaya diri. Kata Kunci: teknik suggestopedia, berbicara, teks deskripsi, respon siswa. Abstract Speaking is considered the most difficult skill by most learners. According to 2013 curriculum, seventh graders are supposed to be able to construct descriptive texts orally and in written. In speaking, students face some problems because of limited vocabularies, being unmotivated, and the teaching strategy used. This research is a qualitative research trying to describe the implementation of Suggestopedia by adapting Scientific Approach for teaching speaking descriptive texts to the seventh graders and to record their responses toward it. The instruments are observation checklist and questionnaire. The result shows that the implementation of Suggestopedia in speaking class runs well thus resulted in positive responses from the students. Moreover, Suggestopedia can help students speak confidently. Keywords: Suggestopedia technique, speaking, descriptive texts, students’ responses.