cover
Contact Name
Ali Mustofa
Contact Email
alimustofa@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alimustofa@unesa.ac.id
Editorial Address
The English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya T4 Building, 2nd floor Lidah Wetan Campus Surabaya 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Litera Kultura
ISSN : -     EISSN : 23562714     DOI : -
Litera Kultura : Journal of Literary and Cultural Studies accepts articles within the scope of Literature and Cultural Studies. The journal is published three times in a year: April, August, and December.
Articles 362 Documents
FUNCTIONALISM IN LOIS LOWRY’S THE GIVER PUJA JATI PANGGESTU
LITERA KULTURA : Journal of Literary and Cultural Studies Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : The English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/lk.v3i2.12853

Abstract

Abstrak Functionalism merupakan konsep sosial yang digunakan untuk menunjukkan hubungan antara stabilitas sebuah negara atau komunitas dengan kontribusi penduduk yang tinggal di dalamnya. Emile Durkheim sebagai penemu konsep, melalui Pierce di dalam buku Emile Durkheim, Essays on Sociology and Philosophy oleh Wolff (1964), mengatakan bahwa ke-stabil-an suatu negara atau komunitas dipengaruhi oleh kontribusi masyarakat dalam menjalankan tugasnya. Analisis ini menggunakan metode studi pustaka dan metode deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis data yang menunjukkan kontribusi masyarakat kepada negara atau komunitas dalam The Giver. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah laptop, The Giver oleh Lois Lowry, dan peralatan tulis untuk membantu peneliti mengumpulkan data. Temuan menunjukkan bahwa masyarakat yang tinggal di dalam Komunitas Kesamaan dan Kesetaraan memenuhi syarat Functionalism untuk berkontribusi demi ke-stabil-an komunitas yang mereka tinggali. Kata Kunci: Functionalism, stabilitas, komunitas, kontribusi, masyarakat, The Giver. Abstract Functionalism is a social concept which is used to depict the relation between the stability of a country or community with the citizen’s contribution who lived inside it. Emile Durkheim, as the concept developer, through Pierce in Wolff’s Emile Durkheim et al., Essays on Sociology and Philosophy (1964), stated that the stability of a country or community affected by the citizens contribution in performing their duties. The analysis used library study method and descriptive qualitative method. The data collection was done by collecting and analyze the data which depicts the citizen’s contribution toward the country or the community in The Giver. The instrument that the researcher used for the research is a laptop, Lois Lowry’s The Giver, and stationary to help the researcher collecting the data. The finding shows that the citizen who lived in the Community of Similarity and Equality fulfill the Funtionalism’s requirements to contribute for the community’s stability which they lived in. Keywords: Functionalism, stability, communty, contribution, citizen, The Giver.
DIASPORIC IDENTITY IN JHUMPA LAHIRI’S THE LOWLAND SAFITRI MELYANA FILDIN ARDHY
LITERA KULTURA : Journal of Literary and Cultural Studies Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : The English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/lk.v3i2.12931

Abstract

Abstrak Diaspora adalah sebuah perpindahan dari sekelompok orang yang meninggalkan tanah air mereka ke wilayah baru untuk pemukiman baru. Orang-orang diaspora akan mengalami beberapa konflik yang berhubungan dengan lingkungan baru mereka bahkan masalah dengan identitas mereka di daerah baru. Penelitian ini memfokuskan pada isu identitas diaspora di dalam novel Jhumpa Lahiri, The Lowland, yang diwakili oleh dua karakter yaitu Subhash dan Gauri. The Lowland adalah novel ambisius yang berfokus pada kisah imigran India di Amerika Serikat. Ada dua masalah yang dibahas dalam penelitian ini. Yang pertama adalah bagaimana identitas diaspora terungkap dalam novel Jhumpa Lahiri The Lowland dan apa penyebab migrasi orang India yang menggiring mereka pada identitas diaspora pada karakter dalam novel Jhumpa Lahiri, The Lowland. Konsep diaspora yang diusulkan oleh William Safran dan Robin Cohen diterapkan untuk menganalisis karakteristik dan jenis diaspora. Konsep identitas budaya yang diusulkan oleh Stuart Hall dan Avtar Brah diterapkan untuk mengungkap identitas diaspora. Identitas diaspora adalah efek dari proses asimilasi, adaptasi dengan lingkungan baru yang sama sekali berbeda dari tempat sebelumnya. Latar belakang sejarah Amerika India juga ditambahkan untuk menghubungkan kehidupan India-Amerika seperti yang digambarkan pada novel. Penelitian ini menemukan bahwa identitas diaspora pada Subhash dan Gauri sangat berbeda, karena cara mereka yang berbeda tentang bagaimana mengasimilasi budaya baru. Subash mampu dalam menyesuaikan budaya dari tanah airnya dan budaya baru sedangkan Gauri langsung mengadopsi budaya baru dan melupakan budaya tanah airnya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan Subash dan Gauri bermigrasi dari tanah air mereka, India, ke Amerika. Kemiskinan, kurangnya kesempatan kerja, dan gerakan politik adalah beberapa faktor yang menyebabkan mereka bermigrasi. Dengan demikian, karakter utama yang bermigrasi di Amerika, yang merupakan negara multikultural, membuat mereka mengalami identitas diaspora dan mengenali diri mereka sebagai India-Amerika. Kata Kunci: diaspora, identitas diaspora, imigran, India-America Abstract Diaspora is a movement of a group of people leaving their homeland into new region for new settlement. Diasporic people will experience some conflicts dealing with their new environment even the problem with their identity in new regions. This study focuses on the issue of diasporic identity in Jhumpa Lahiri’s T¬he Lowland represented by Subhash and Gauri. The Lowland is an ambitious novel focuses on the story of Indian immigrants in the United States. There are two problems discussed in this study. They are how is diasporic identity revealed in Jhumpa Lahiri’s The Lowland and what are the causes of migration on the characters in Jhumpa Lahiri’s The Lowland. The concept of diaspora proposed by William Safran and Robin Cohen are applied to analyze the characteristics and the types of diaspora. The concept of cultural identity proposed by Stuart Hall and Avtar Brah are applied to unveil the diasporic identity. Diasporic identity is the effect of the process of assimilation, an adaptation to the new environment which is totally different from the former place. The historical background of Indian Americans is also added to relate Indian American’s life as depicted throughout the novel. This study finds out that diasporic identity in Subhash and Gauri is different because of the different way how they assimilate the new culture. Subhash was able in adjusting his former culture and the new culture while Gauri adopt the new culture and forget her former culture. There are some factors which causes Subhash and Gauri migrate from their homeland to America. Poverty, no job opportunity, and political movement are some factors which cause them migrate. Thus, the characters who migrate in America, which is multicultural country, makes them experience diasporic identity and recognize themselves as Indian American. Keywords: diaspora, diasporic identity, immigrant, Indian-American.
ALIENATION IN RANDLE MCMURPHY’S SEARCH OF IDENTITY IN KEN KESEY’S ONE FLEW OVER THE CUCKOO’S NEST NUR RIALITA MALIK
LITERA KULTURA : Journal of Literary and Cultural Studies Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : The English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/lk.v3i2.12932

Abstract

Abstrak Fokus skripsi ini adalah alienasi Randle McMurphy dalam novel karya Ken Kesey berjudul One Flew over the Cuckoo’s Nest. Skripsi ini bertujuan untuk mengungkap alienasi yang di alami Randle McMurphy dan untuk mendeskripsikan dampak dari alienasi terhadap pencarian identitas diri. Skripsi ini mencakup analisa mengenai bagaimana alienasi terwujud dalam beragam cara. Metode analisa deskriptif beserta teori identitas, mirror stage dari Jacques Lacan. Hasildari skripsi in menunjukkan bahwa alienasi Randle McMurphy menentukan pencarian identitasnya yang terrefleksi dari gambaran dirinya melalui peran masyarakat dan mempunyai dampak berupa: mudah dikontrol, melakukan tindakan criminal dan ketidakamanan diri yang membawanya pada penderitaan. Alienasi membawanya sedikit demi sedikit jauh dari masyarakat dan dirinya sendiri. Alienasi pada Randle McMurphy dapat dilihat dari kemampuannya di masyarakat dan pandangan masyarakat mengenai dirinya. Seperti alienasi pada Randle McMurphy atas penangkapan dirinya dalam kasus pemerkosaan yang terjadi di pertanian Pendleton, kemudian membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut dimana dia justru menjadi produk pribadi and perlahan ditemukan bahwa dia kehilangan identitas diri yang otentik. Selanjutnya dia mendapati dirinya dalam perjuangan kelam yang menuntun dirinya kepada kebebasan abadi yakni kematian. Kata Kunci: Alienasi, identitas, society’s gap, imaginary and consequences of society, non-authentic identity Abstract This study focuses on Randle McMurphy’s alienation in search of identity in Ken Kesey’s One Flew over the Cuckoo’s Nest. The purpose of this study is to depict the alienation in Randle McMurphy in Ken Kesey’s One Flew over the Cuckoo’s Nest and to describe the impact of alienation toward his search of identity. This study includes the analysis of how the alienation itself manifest in different ways. This study applies descriptive analysis method and theory of alienation in Jacques Lacan’s mirror stage. This study finds out that Randle McMurphy alienation affects his searching of identity which resembled by the imaginary of himself through the society’s order and have the impacts: i.e. easy to be controlled, committing crimes and insecurities that lead to self-destruction. Alienation is slowly but sure distances him from the society and himself. Alienation in Randle McMurphy is seen through his feature in the society and imaginary order by the society. As Randle McMurphy’s alienation seen in Pendleton work farm for being accused for statutory rape, he is taken to the hospital for treatment and further examination where he instead becomes the patient’s self product and slowly identified being lost his authentic identity. Later he recovers himself in the grim struggle that lead him to the eternally freedom, death. Key Word: Alienation identity, society’s gap, imaginary and consequences of society. Non-authentic identity
HYBRIDITY IN SHILPI SOMAYA GOWDA’S SECRET DAUGHTER SAFILA MARJANA
LITERA KULTURA : Journal of Literary and Cultural Studies Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : The English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/lk.v3i2.12933

Abstract

Abstrak Studi ini berkaitan dengan dua kebudayaan antara Asia dan Amerika melalui tradisi dan adat istiadat kedua tokoh utama dalam novel Shilpi Somaya Gowda berjudul Secret Daughter: Secret Daughter. Tradisi digambarkan oleh Krishnan, lelaki India memutuskan untuk bermigrasi ke Amerika demi mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang lebih baik. Sebagai generasi pertama yang meninggalkan tanah airnya, sangat susah bagi Krishnan untuk melepas kebiasaan dan semua adat yang didapat dan dijalankannya. Pemikiran tradisional membuat Krishnan sangat tegas dengan apa yang dilakukan keluarga nya meskipun istri nya adalah orang Amerika dan anaknya, Asha yang tumbuh dan berkembang di Amerika. Konflik mulai terjadi ketika Asha sebagai generasi kedua tidak begitu suka dan memahami adat tradisional yang selalu diterapkan Krishnan. Akan tetapi, Krishnan tetap mengikuti dan menghargai semua adat di Amerika sebagai tuan rumah. Studi ini mengungkap tradisi India Krishnan dan modernitas Barat Asha menggunakan teori post colonial dari Homi Bhabha. Studi ini menggunakan teori tersebut, sebab Krishnan menunjukkan performa sebagai seorang kepala keluarga dan mengimitasi cara Barat ketika itu berhubungan dengan kebebasan. Si suami menunjukkan caranya untuk tetap mempertahankan adat istiadatnya. Analisis studi ini menunjukkan pengaruh modernitas terhadap kedua tokoh: adanya adopsi dan adaptasi terhadap budaya Barat dan pencampuran kultur India dan Barat. Secara keseluruhan, analisis membuktikan teori Homi Bhabha mengenai korelasi dan koeksistensi Barat dan Timur yang muncul dalam novel. Interpretasi modernitas mengenali kesalahan konsep kemanusiaan dan mengurai perubahan baru yang signifikan yang lebih baik mengenai detail kehidupan. Kata kunci: Tradisi, modernitas, post kolonialisme. Abstract This study deals with two cultures between Asia and America via the traditions and customs of the two main characters in the novel of Shilpi Somaya Gowda entitled Secret Daughter: Secret Daughter. Tradition was described by Krishnan, an Indian boy decided to migrate to America in order to get an education and a better job. As the first generation to leave their homeland, very difficult for Krishnan to remove all the habits and customs that come and run. Traditional thinking makes Krishnan very firmly with what his family even though his wife is American and her son, Asha growing and developing in America. The conflict began when Asha as the second generation is not so fond of and understand the traditional customs that have always applied Krishnan. However, Krishnan still follow and appreciate all the custom in America as the host. These studies reveal the Indian tradition and Western modernity Asha Krishnan using post-colonial theory of Homi Bhabha. This study uses the theory, because Krishnan performed as a head of the family and imitate the Western way when it relates to freedom. The husband shows how to retain custom. The analysis of this study show the impact of modernity on two figures: the adoption and adaptation to Western culture and blending Indian and Western culture. Overall, the analysis proves the theory of Homi Bhabha on the correlation and the coexistence of West and East that appear in the novel. Interpretation of modernity recognize the concept of human error and parse the new changes significantly better about the details of life. Keywords: Tradition, modernity, post-colonialism.
THE MAIN CHARACTER’S STRUGGLE FOR EQUALITY IN HARPER LEE’S TO KILL A MOCKINGBIRD ARIEF BAGUS SYAHRONI
LITERA KULTURA : Journal of Literary and Cultural Studies Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : The English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/lk.v3i2.12937

Abstract

Abstrak Dalam novel bertajuk To Kill a Mockingbird, isu kesetaraan menjadi ide utama yang dibahas oleh sang pengarang. Bagaimana praktek ketidaksetaraan terjadi di masyarakat yang masih terjebak di dalam paradigma lama semacam prasangka dan diskriminasi sebagai suatu budaya yang salah. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tindakan perjuangan untuk kesetaraan yang dilakukan oleh Atticus Finch sebagai salah satu tokoh sentral dalam novel To Kill a Mockingbird oleh Harper Lee, menggunakan konsep 5 dimensi kesetaraan dari Baker et. al. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagai metode riset dalam usaha untuk menganalisis novel. Aspek-aspek kesetaraan yang diperjuangkan oleh karakter utama bukan hanya meliputi isu kesetaraan yang ada di masyarakat, seperti isu kesetaraan gender, isu kesetaraan ras, dan isu kesetaraan sosial, melainkan lebih fokus pada konsep 5 dimensi kesetaraan, yang diantaranya ada kesetaraan kehormatan dan pengakuan, kesetaraan sumber daya, kesetaraan kasih sayang, perhatian dan solidaritas, kesetaraan kekuasaan, dan kesetaraan pekerjaan dan pendidikan. Kata kunci: Kesetaraan, Perjuangan, Dimensi kesetaraan Abstract In To Kill A Mockingbird, the issues of equality become the main idea which is discussed by the writer of the novel. The inequality practices happened in the community who was still being trapped in the old paradigm such as prejudice and discrimination as a wrong culture. The main purpose of the study is to recognize how the struggle action for equality, which was done by Atticus Finch as one of the central character in Harper Lee’s To Kill A Mockingbird using Baker et. al. concept’s of the 5 dimensions of equality. This study uses descriptive qualitative as the research method to analyze the story. The aspects of equality which was struggled by the main character are not only based on the issues of equality in the society; such as gender equality, racial equality, and social equality, but also focused on the concept of the5 dimensions of equality, such as equal respect and recognition, equal resources, equal love, care, and solidarity, equal power, and equal working and learning. Keywords: Equality, Struggle, Dimension of equality
MORALITY AND IMMORALITY STAGES OF RALPH AND JACK IN WILLIAM GOLDING’S LORD OF THE FLIES RAMADHAN NUGRAHA
LITERA KULTURA : Journal of Literary and Cultural Studies Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : The English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/lk.v3i2.13201

Abstract

Abstrak Sifat berkecenderungan untuk berkembang pada manusia membawa kita kepada kelahiran dari peradaban. Dipengaruhi oleh tekanan dari perasaan tidak aman pada individu, peradaban menciptakan kerja sama yang kemudian di rumuskan menjadi hukum dan peraturan agar menciptakan keadaan masyarakat yang stabil. dalam perjalanan menuju keadaan masyarakat yang stabil, beberapa kecenderungan individual dalam melakukan sesuatu yang tidak menguntungkan terhadap maksud dari tujuan peraturan menciptakan penilaian moralitas. penilaian moralitas ini didasarkan kepada nilai nilai masyarakat, yang lebih jauh di terapkan kepada beberapa individual, untuk menunjukkan baik dan buruk belandasan atas peraturan yang telah disetujui di dalam masyarakat. Studi ini dilakukan untuk menganalisa perilaku manusia terhadap asuhan konsep moralitas dalam masyarakat yang bermoral pada awalnya. studi ini di proyeksikan terhadap novel William Golding 'The Lord of the Flies' menggunakan anak anak sebagai subjeknya. cerita tentang anak anak Inggris yang terdampar di sebuah pulau tak dikenal adalah proyeksi dari mekanisme dari kelahiran atas sebuah peradaban dan istilah moralitas. studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan alasan anak anak merubah pihak dari menjadi beradab positif dengan Ralph menjadi beradab negatif dengan Jack menggunakan penggabungan tiga teori; Moralitas oleh Anscombe, Etika Kebaikan oleh Aristotle, dan Peradaban oleh Freud dan untuk menggambarkan Tahapan Moralitas dan Immoralitas oleh Kohlberg yang dialami oleh Jack sang Pemburu dan Ralph sang Ketua. Stud ini menggunakan metoda deskriptif kualitatif dan riset perpustakaan dalam pengambilan data. Hasil dari studi menunjukkan bahwa kebiadapan dari anak anak adalah efek dari tujuan peraturan yang tidak tercapai dan kemajuan dari dua pemimpin tersebut berefek besar terhadap perilaku masyarakat berdasarkan perkembangan moralitasnya. Kata Kunci: Moralitas, Peradaban, Kebiadaban Abstract The developing nature of human being takes us into the birth of civilization. Affected by the suppression of unsecure feeling of individuals, civilization creates cooperation that formulates into law and rules for the need of stable society. In the pursuit of stable society, a certain individual tendencies on doing something unfavorable towards the purpose of the rules creates them the morality judgment. This morality judgment based on the society values, that further applied on a certain individuals, to show them good and bad in the favor of the agreed rules of the society. This study conducted to analyze the human behavior towards the upbringing of morality concepts in once a civilized society. The study projected in William Golding’s The Lord of the Flies novel using the children as the subject. The story of deserted English boys in an unknown island is a projection of the mechanism of the birth of a civilization and morality terms. This study aims to describe the reason the children turn their side from being morally positive with Ralph to being morally negative with Jack using three theories mixed; Anscombe’s Morality, Aristotle’s Virtue Ethics, and Freud’s Civilizations and to depict Kohlberg’s Stages of Morality and Immorality undergone by Jack the Hunter and Ralph the Chief. This study uses a descriptive qualitative method and library research in data collection. Result of the study shows that the savagery of the children are the effect of the purpose of the rules that are not reached and the advancement of the two society leaders greatly affects the society behavior based on their morality development. Keywords: Morality, Civilization, Savagery
Freemasonry’s Symbols in Dan Brown’s The Lost Symbol M. IZZA TURACHMAN
LITERA KULTURA : Journal of Literary and Cultural Studies Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : The English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/lk.v3i3.13328

Abstract

AbstrakKarya tulis ini membahas Freemasonry, Simbol-simbolnya, dan keberadaan simbol-simbol Freemasonri di gedunggedungbersejarah Washington DC seperti yang diungkap pada novel ini. Pembahasan ini fokus pada dua masalahutama, (1) Bagaimana simbol-simbol Freemasonry digambarkan pada novel ini, dan (2) apa hubungan antara simbolsimbolFreemasonry dan gedung-gedung bersejarah seperti yang digambarkan dalam novel. Simbol-simbol Freemasonripada novel Dan Brown The Lost Symbol sangat menarik dianalisa dengan menggunakan pendekatan semiotik. Artisemiotic adalah teori umum mengenai tanda-tanda dan simbol-simbol. Semiotik lebih memperhatikan makna pesan dancara pesan disampaikan melalui tanda-tanda dan simbol-simbol. Terdapat lima simbol utama yang ditunjukkan penulisuntuk pembaca. Melalui simbol-simbol tersebut mereka akan mengetahui pemikiran penulis bagaimana dia memandangdunia dan bagaimana dia berpikir mengenai tindakan dan objek-objek umum. Brown menggunakan The Chamber ofReflection, The hand of Mysteries , The Double-headed Eagle, The Masonic Ring , dan The Masonic Pyramid untukmenceritakan tentang Freemasonri. Simbol-simbol tersebut menggambarkan identitas Freemasonri sehingga pembacadapat mengerti dengan jelas apa dan bagaimana Freemasonri itu. Freemasonri mempunyai banyak rahasia-rahasia yangtersimpan pada simbol-simbol yang diciptakannya. Selanjutnya simbol-simbol tersebut juga muncul di arsitekturgedung-gedung bersejarah Washington DC misalnya The House of Temple, The US Capitol Building, dan GeorgeWashington Masonic Memorial. Di novel ini, Brown membangkitkan rasa ingin tahu pembaca dengan menciptakanmisteri-misteri di balik simbol-simbol tersebut. Dia selalu memberikan dorongan dan pengetahuan baru sehinggapembaca akan membaca novelnya hingga akhir. Mereka akan mempunyai kesan mendalam tentang novel yang merekabaca.Kata Kunci : Simbol-simbol,Freemasonri, Gedung-gedung bersejarah.AbstractThis paper deals with Freemasonry, its symbols, and the existence of Freemasonry’s symbols in Washington DChistorical buildings as revealed in the novel. Thus this study focuses on two major problems, (1) How is Freemasonry’ssymbols described in the novel, and (2) What is the relationship between Freemasonry’s symbols and historicalbuildings in Washington DC as reflected in the novel. Freemasonry’s symbols Dan Brown’s The Lost Symbol is veryinteresting to be analyze d by using semiotic approach. This approach is defined as a general theory of signs andsymbols . It more concerns to the meaning of the message and how the message is delivered to signs and symbols.Thereare five main symbols which the writer shows to the readers. Through the symbols they will know the writer’s mind onhow he views the world and how he thinks of common objects and actions. Brown takes The Chamber of Reflection,The hand of Mysteries , The Double-headed Eagle, The Masonic Ring , and The Masonic Pyramid to tell aboutFreemasonry. Those symbols represent Freemasonry’s identity. The readers can gain clearly the ideas of what and howFreemasonry is. It has a lot of secrets in the symbols which it creates. Furthermore those Freemasonry’s symbols appearin the architecture of historical buildings in Washington DC such as The House of Temple, The US Capitol Building,and George Washington Masonic Memorial. In this novel, Brown evokes the readers curiosity by creating mysteriesbehind the symbols. He always gives impulse and new knowledge, so that the readers will read the novel till the end.They have certain impression about the novel which they read.Keywords : Symbols, Freemasonry, Historical Buildings
Faction Oppression and Tris’ Resistance in Veronica Roth’s Insurgent YOHANES WAHYUDI
LITERA KULTURA : Journal of Literary and Cultural Studies Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : The English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/lk.v3i3.13625

Abstract

Abstrak Sifat ingin berkembang pada manusia membawa setiap orang untuk bersaing satu sama lain . Hal ini dipengaruhi oleh tekanan yang berasal dari dalam diri manusia dan rasa tidak aman pada individu, disana tercipta situasi kerjasama yang kemudian dirumuskan menjadi hukum dan peraturan untuk menciptakan masyarakat yang stabil. Dalam perkembangannya, beberapa masyarakat atau suatu kelompok masyarakat melakukan suatu tindakan yang tidak menguntungkan bagi manusia lainnya yang mengakibatkan tindakan penindasan dan pemberontakan. Studi ini dilakukan untuk menganalisa perilaku manusia terhadap konsep penindasan dan juga pemberontakan terhadap masyarakat atau individu yang memberikan tekanan hidup atau suatu penindasan. Seperti yang disebutkan oleh Barker dalam konsep oppression yang menjelaskan bahwa penindasan terjadi jika seseorang atau sekelompok orang membatasi perilaku individu atau sekelompok masyarakat lainnya. Studi ini diproyeksikan terhadap novel Veronica Roth “INSURGENT” menggunakan istilah “divergent” sebagai subyeknya. The study is written by focusing on two questions: (1) how is faction oppression reflected in Tris in Veronica Roth Insurgent? And (2) what are Tris’ motif of resisting against the oppression in Veronica Roth Insurgent?. Analisis studi ini tentang seorang perempuan yang merupakan salah seorang dari divergent yang harus dimusnahkan sesuai anggapan Jeanine sebagai penguasa tertinggi dari faksi Erudite. Hingga suatu ketika perempuan tersebut harus merelakan banyak orang yang dia cintai untuk melindunginya dari pencarian Jeanine. Hidup secara nomaden yang dia lakukan adalah salah satu tindakan untuk mencari dukungan dari banyak orang. Hal ini bertujuan untuk melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Jeanine yang ingin melenyapkan orang yang dianggap sebagai Divergent. Hasil dari studi menunjukan penindasan yang dialami tokoh utama dan juga mengetahui tentang motif pemberontakan yang dilakukan tokoh utama tersebut. Keywords: Penindasan, pemberontakan Abstract Human nature wants to bring everyone to compete against each other. This is influenced by the human pressure and insecurity on the individual which has been created a situation of cooperation then formulated into laws and regulations to create a stable society. In the process of life, some people or a group of people perform an action that was not profitable to other humans which cause oppression and resistance. For that reason, this study was conducted to analyze the human behavior towards the concept of oppression and resisting against society or individuals who provide the pressures of life such as oppression. As mentioned by Barker in the concept of oppression, he explains that oppression occurs if a person or group of people restricts the behavior of individuals or a group of other people. The study is projected to Veronica Roth's novel "Insurgent" using the term "divergent" as the subject. The study is written by focusing on two questions: (1) how is faction oppression reflected in Tris in Veronica Roth Insurgent? And (2) what are Tris’ motif of resisting against the oppression in Veronica Roth Insurgent. This study is about the woman who called divergent that has to be destroyed. It is agreed by Jeannie’s perception who has a big authority of Erudite. She said that the people who are detected as the divergent, they have to move away from the life. Until the day moment, the woman must give up a lot of people that she loves to protect it from Jeanine’s search. Nomadic life that she did is one of the actions to look for support from the other people. This action is gathering people to resisting Jeanine’s governance who want to eliminate people that are considered as Divergent. The results of the study show the oppression experienced by the main character and also know about the motives of oppression by main character. Keywords: Oppression, Resistance
Consumerism as Life Style in Candace Bushnell’s Sex and The City YOHANES BAYU ADHYTIA
LITERA KULTURA : Journal of Literary and Cultural Studies Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : The English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/lk.v3i3.13654

Abstract

Abstrak Fenomena akan isu sosial di masyarakat yang masih memandang wanita sebagai kaum kedua yang menyebabkan ketidaksetaraan dalam berbagai aspek . Masyarakat luas masih menganggap wanita sebagai individu yang bergantung pada pria, tanpa mempertimbangkan sebuah kemungkinan bagi si wanita untuk mandiri. Menurut konsep Tong tentang wanita dan ekonomi, dasar dari masalah utama pada wanita dalam kondisi yang digambarkan adalah ekonomi. Peran tradisional yang mengekang wanita dengan berbagai pekerjaan rumah tangga atau cara hidup konvensional dimana hal ini membuat mereka kurang kesempatan untuk memperbaiki dan membuat diri mereka jauh lebih baik dari segi ekonomi. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa wanita tertindas secara ekonomi. Akan tetapi, dalam novel Sex and the City milik Candace Bushnell, digambarkan akan sebuah pemberdayaan wanita, sebuah kemungkinan dalam hal kekuatan finansial, yang dapat membantu mereka untuk melarikan diri dari penindasan secara ekonomi dan ketergantungan akan kaum pria. Oleh karena itu, studi ini ditulis dengan memfokuskan pada 2 rumusan masalah: (1) Bagaimanakah konsumerisme digambarkan dalam novel Sex and The City? Dan (2) Bagaimanakah karir berpengaruh pada perilaku konsumerisme pada wanita di bawah kapitalisme seperti yang digambarkan pada novel Sex and The City?. Data yang digunakan untuk menganalisa tesis ini diambil dari novel untuk membongkar sebuah wacana tentang konsumerisme sebagai refleksi akan kebebasab dan kekuatan secara finansial bagi wanita untuk melawan kekuasaan patriarki. Hasil dari studi ini untuk menunjukkan bahwa wanita modern yang ada dalam isi novel adalah individu yang berkompeten, agen yang aktif, sebuah subyek dalam masyarakat atau istitusi yang membangun kekuasaan agar setara dengan lelaki di bidang ekonomi melalui berkarir. Dan kesetaraan ekonomi yang didapat wanita ini menyebabkan mereka menjadikan subyek konsumerisme sebagai suatu gaya hidup. Dalam hal ini, konsumerisme di deskripsikan sebagai suatu intuisi alami seorang wanita untuk mengekspresikan sebuah penampilan, dandanan cantik dan juga berhubungan dengan sebuah kemolekan tubuh, dimana hal itu juga terangkum dalam pengalaman kisah percintaan dari sekelompok yang berisi empat orang wanita. Kata Kunci : Penindasan secara ekonomi, konsumerisme Abstract The phenomenon of social issue that still regard the women as the second sex cause inequality in many aspects in society. Most of society still consider women as the dependence individuals of men, without regarding the possibility of them to be independent. According to Tong’s concept of women and economy, the main source of this women condition is the economy. The tratidional role bonds women with the drudgery or the conventional way of life that make them lack of chance to improve and make their own life better economically.In other words can be said that women are repressed economically. However, In Candace Bushnell’s Sex and The City, it is depicted that the empowerment, a possibility in economy power, can help them fleeing from economical repression and dependence of men. Therefore, this study is written by focusing on two questions: (1) how is the consumerism portrayed in Sex and The City?, and (2) how does the career affects on women’s consumerism under the capitalism that depicted in Sex and The City?. The analysis data of this thesis are taken from the novel to dismantling the discourse of consumerism as a reflection of freedom and financial power for women to fight patriarchial rule. The result of the study approve that modern women in the novel are competent individual, an active agent, a subject within society or institution since they empower the economical side equal to men through building career. However, this economical equality brings them to consumerism as their life style. In this case, consumerism is described as women’s natural intuition to express the imagery, dolls up and relevant with Body Capital, that related to the experience of the foursome in their romance Keywords : Economically repression, Consumeris
Guilt and Redemption of The Main Character in Chris Mooney’s The Missing AYU CINTYA HADIYANTI
LITERA KULTURA : Journal of Literary and Cultural Studies Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : The English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/lk.v4i1.13778

Abstract

AbstrakPenelitian ini berfokus untuk menunjukkan perasaan bersalah yang dialami oleh karakter utama dalam novel TheMissing karya Chris Mooney. Dengan menunjukkan perasaan bersalah, penebusan dosa yang menjadi akibat darihal tersebut bisa diungkap. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan perasaan bersalah yang dirasakan olehkarakter utama dalam novel The Missing oleh Chris Mooney dan mendeskripsikan bagaimana karakter utamadalam menebus perasaan bersalahnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptifkualitatif dan teori yang dipakai adalah teori rasa bersalah oleh Baumeister, sedangkan teori yang digunakan untukmenjelaskan tentang penebusan dosa adalah teori oleh Wilkerson. Penelitian ini menemukan bahwa perasaanbersalah yang dialami oleh Darby McCormick yang dikarenakan oleh insiden dua puluh tahun lalu belum hilangdarinya dan hal itu membuatnya untuk melakukan penebusan dosa. Akibatnya dia ingin mengorbankan segalanyauntuk menemukan kebenaran dan mendapatkan maaf dari semua orang yang terluka atas kejadian itu.Kata Kunci : rasa bersalah, penebusan dosaAbstractThis study focuses to point out the guilty feeling of the main character in The Missing by Chris Mooney. Bydepicting the guilt, redemption that becomes the impact of it can be revealed. The purpose of this study is toexplain the main character’s guilty feeling depicted in the novel The Missing by Chris Mooney and to describe howthe main character redeem her guilty feeling. The method used in this study is descriptive qualitative and thetheory used is theory of guilt by Baumeister while the theory used for the redemption is by Wilkerson. This studyfinds out that Darby McCormick guilty feeling towards the incident happened twenty years ago has not lost yet andit lead her to do redemption. As a result, she wants to sacrifice anything to find the truth and to get forgiveness foranyone hurt by the incident.Keywords: guilt, redemption