cover
Contact Name
Hilyah Ashoumi
Contact Email
hira@unwaha.ac.id
Phone
+6285730115001
Journal Mail Official
lppm@unwaha.ac.id
Editorial Address
Jl. Garuda No. 09 61451 Tambakberas Jombang Jawa Timur
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Agrosaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
ISSN : -     EISSN : 26556391     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
AGROSAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah untuk menyebarluaskan penelitian baik dari mahasiswa maupun dosen dalam bidang ilmu pertanian. Jurnal ini menekankan kajian ilmu pertanian yang meliputi budidaya pertanian dan ilmu perlindungan tanaman, agroekologi, teknologi pengolahan hasil pertanian, sosial ekonomi pertanian dan agribisnis, serta keteknikan pertanian dan ilmu-ilmu bidang pertanian lainnya. Terbit dua kali dalam satu tahun dan terbuka bagi para kontributor dari keahlian ilmu pertanian. E-ISSN : 2655-6391
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2025): Mei" : 4 Documents clear
Uji Kafein dan Tanin Teh Celup Cascara Kopi Excelsa pada Lama Pengeringan Berbeda Chusnah, Miftachul; Ayu Sri hartanti, Dyah; Puspaningrum, Yessita; Karima, Ummi
AGROSAINTIFIKA Vol. 7 No. 2 (2025): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cascara atau teh kulit kopi sebenarnya sudah beredar di pasar internasional tetapi masih sangat jarang ditemukan di Indonesia karena kurangnya pengetahuan dan minat masyarakat tentang keberadaan produk teh kulit buah kopi. Oleh karena itu penanganan limbah kulit kopi (cascara) sangat penting dilakukan, karena selama ini telah menimbulkan masalah karena dibiarkan membusuk, ditumpuk, dan dibakar  dapat menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.  Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan sumber daya alam tersebut dengan mengolah limbah kulit kopi menjadi olahan atau produk lainnya dengan nilai ekonomis tinggi, yaitu teh celup kulit kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pengeringan terhadap kadar kafein dan tanin dari produk teh celup kulit kopi (cascara) Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksprimental dengan pendekatan data kuantitatif.  Penelitian ini menggunakan bahan kulit kopi (cascara) Excelsa Wonosalam Jombang. Pada penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dengan 3 ulangan dan menggunakan oven pada suhu 50°C dengan variasi lama waktu pengeringan yang berbeda yaitu T1 3 jam, T2 4 jam, dan T3 5 jam. Setiap perlakuan memliki berat 200 gr cascara. Kadar Kafein dan tanin dianalisa dengan menggunakan Spektofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu pengeringan yang berbeda dapat memberikan pengaruh tidak beda nyata (P<0,05) pada kafein dan tanin teh celup kulit kopi.
Uji Kafein dan Tanin Teh Celup Cascara Kopi Excelsa pada Lama Pengeringan Berbeda Chusnah, Miftachul; Ayu Sri hartanti, Dyah; Puspaningrum, Yessita; Karima, Ummi
AGROSAINTIFIKA Vol. 7 No. 2 (2025): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cascara atau teh kulit kopi sebenarnya sudah beredar di pasar internasional tetapi masih sangat jarang ditemukan di Indonesia karena kurangnya pengetahuan dan minat masyarakat tentang keberadaan produk teh kulit buah kopi. Oleh karena itu penanganan limbah kulit kopi (cascara) sangat penting dilakukan, karena selama ini telah menimbulkan masalah karena dibiarkan membusuk, ditumpuk, dan dibakar  dapat menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.  Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan sumber daya alam tersebut dengan mengolah limbah kulit kopi menjadi olahan atau produk lainnya dengan nilai ekonomis tinggi, yaitu teh celup kulit kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pengeringan terhadap kadar kafein dan tanin dari produk teh celup kulit kopi (cascara) Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksprimental dengan pendekatan data kuantitatif.  Penelitian ini menggunakan bahan kulit kopi (cascara) Excelsa Wonosalam Jombang. Pada penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dengan 3 ulangan dan menggunakan oven pada suhu 50°C dengan variasi lama waktu pengeringan yang berbeda yaitu T1 3 jam, T2 4 jam, dan T3 5 jam. Setiap perlakuan memliki berat 200 gr cascara. Kadar Kafein dan tanin dianalisa dengan menggunakan Spektofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu pengeringan yang berbeda dapat memberikan pengaruh tidak beda nyata (P<0,05) pada kafein dan tanin teh celup kulit kopi.
Pengaruh ZPT Rapid Root dan Air Kelapa terhadap Pertumbuhan Stek Batang Tanaman Jambu Dersono (Syzigium malaccense) Ryvaldi Prasdianto; Qomariah, Umi Kulsum Nur; Yuliana, Anggi Indah
AGROSAINTIFIKA Vol. 7 No. 2 (2025): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jambu dersono (Syzigium malaccense) merupakan tanaman buah yang banyak diminati masyarakat. Namun, dalam proses penanaman hingga buah dapat dipanen cukup lama yaitu 3-4 tahun. Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) diharapkan dapat mempercepat budidaya misalnya dengan Rapid Root dan air kelapa. Penelitian bertujuan untuk dapat melihat hasil dari pengaruh ZPT Rapid Root  dan air kelapa pada pertumbuhan stek batang tanaman jambu dersono (Syzigium malaccense) untuk mendapatkan bibit bakal tanam yang lebih cepat terhadap parameter awal kemunculan tunas, jumlah (tunas, daun, dan akar) dan panjang akar. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Dusun Plumpang Lor, Desa Daditunggal, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada bulan Juni 2024. Penelitian dilakukan dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan dengan rincian: Tanpa penggunaan ZPT (P Kontrol), R1 Rapid Root 30gr/100ml, R2 40gr/100ml dan R3 50gr/100ml, A air kelapa muda. Perolehan penelitian terlihat bahwa gabungan Rapid Root  dan air kelapa tidak berdampak pada kemunculan tunas, panjang akar dan jumlah akar, namun berpengaruh pada jumlah tunas perlakuan R3 Rapid Root 50gr/100ml pada pengamatan 56 HST dengan jumlah tunas terbanyak dibanding dengan perlakuan lainnyaSelain itu perlakuan R3 Rapid Root 50 g/100 mL juga berpengaruh terhadap jumlah daun yang lebih banyak dibandingkan dengan perlakuan lainnya pada 56 hari setelah tanam (HST). Dapat disimpulkan penggunaan Rapid Root dosis 50gr/100ml umur 56 HST menghasilkan jumlah tunas dan jumlah daun terbanyak dibanding semua perlakuan dalam penelitian ini.
Analisis Tren Produktivitas Komoditas Padi di Provinsi Aceh dan Implikasinya terhadap Ketahanan Pangan Regional Mardiantono, Mardiantono
AGROSAINTIFIKA Vol. 7 No. 2 (2025): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional, termasuk di Provinsi Aceh yang dikenal sebagai lumbung pangan utama di wilayah barat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren produktivitas padi di Aceh selama periode 2013-2023. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis tren linier sederhana dan perhitungan koefisien variasi berdasarkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata produktivitas padi sawah sebesar 0,87% per tahun, namun disparitas antar kabupaten/kota masih tinggi. Kabupaten Aceh Besar, Pidie, dan Aceh Tamiang mencatat produktivitas di atas rata-rata provinsi (>50 ku/ha), sedangkan wilayah seperti Aceh Singkil dan gayo Lues menunjukkan stagnasi. Faktor penyebab perbedaan meliputi akses terhadap irigasi teknis, puput bersubsidi, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pengaruh iklim El Niño–La Niña. Implikasi hasil ini menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan di Aceh memerlukan pendekatan terintegrasi, termasuk peningkatan infrastruktur pertanian dan distribusi input secara merata. Temuan utama menunjukkan bahwa indeks produktivitas meningkat dari 100,0 pada 2013 menjadi 109,9 pada 2023, mencerminkan pertumbuhan kumulatif hampir 10% dalam satu dekade.

Page 1 of 1 | Total Record : 4