cover
Contact Name
Romelus Blegur
Contact Email
romeblg085@gmail.com
Phone
+6281335997085
Journal Mail Official
jti.sttatianjungan21@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Anjungan Melancar Gg. Durian No. 7, Anjungan Melancar, Anjongan, Pontianak, Kalimantan Barat 78353
Location
Kab. mempawah,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teologi Injili
ISSN : -     EISSN : 2798303X     DOI : https://doi.org/10.55626/jti
Jurnal Teologi Injili adalah jurnal ilmiah bidang teologi injili yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak. Menerima naskah dari para peneliti teologi injili, dosen, mahasiswa, dan praktisi yang akan memperkaya keilmuan teologi injili. Jurnal ini menerima naskah-naskah dengan scope Teologi: Teologi Sistematika; Penelitian Biblikal: Tafsir Perjanjian Lama, Tafsir Perjanjian Baru, Pengembangan Metode Tafsir, Teologi Perjanjian Lama, Teologi Perjanjian Baru; Misi dan Pertumbuhan Gereja: Teologi Penginjilan, Strategi Penginjilan, Misiologi, Pelayanan Lintas Budaya, Pertumbuhan Gereja, Misi Kontekstual, Pembinaan Warga Gereja, Sejarah Gereja; Pastoral: Teologi Pastoral, Pastoral Konseling; Kepemimpinan: Teologi Kepemimpinan, Etika Kristen atau Gereja, Manajemen Gereja; Pendidikan Agama Kristen : Pendidikan Kristiani dalam Keluarga, Sekolah, Gereja dan Masyarakat, Teologi PAK, Strategi Pembelajaran.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2023): Desember" : 5 Documents clear
Analysis of 1 Timothy 3:1-7 and its Implications for the Personality Competence of Sunday School Teachers in Indonesia I Putu Ayub Darmawan; John Mardin; Martinah Martinah; Maria Lidya Wenas
Jurnal Teologi Injili Vol. 3 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v3i2.53

Abstract

Christianity in Indonesia can continue to thrive and grow as the church is constantly regenerating, a process that began with Sunday School. Sunday School is the church's primary means of educating the next generation of the church knowledge about Christ. However, there are still Sunday school teachers who do not take the significance of their position seriously. This cannot be separate from the lack of personality competence of Sunday school teachers; consequently, Sunday school teachers in Indonesia frequently disregard their personality competence. The significance of the personality competence of Sunday School teachers cannot be overstated. In 1 Timothy 3:1-7, it is elucidated that an elder who serves as a teacher must possess a personality that aligns with the requisite qualities of an elder. In this section, the writer performs a biblical analysis of 1 Timothy 3:1-7, identifying two distinct frameworks that outline the necessary competencies of an elder's personality. The aforementioned personality competencies encompass possessing a favourable disposition in one's surroundings as well as exhibiting a spiritually healthy personality. The personality competencies outlined have implications for Sunday school teachers in Indonesia. Specifically, it is recommended that Sunday school teachers possess a personality that aligns with both social norms and Christian values.
Integritas Dalam Melayani Tuhan Menurut 1 Timotius 1:18: Meninjau Pentingnya Kemurnian Iman dan Hati Nurani Lydia E. Octavianus
Jurnal Teologi Injili Vol. 3 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v3i2.54

Abstract

Integritas sangat penting menjadi figur seseorang, sebab kandungan prinsipilnya tentang kesatuan kata dan tindakan, serta kejujuran dalam hidup adalah dasar yang paling diharapkan dari praktek hidup seseorang. Hal ini jugalah yang dituntut dari seorang hamba Tuhan atau orang Kristen untuk menghadapi tantangan dunia yang menyesatkan, sebab integritas dapat menopang orang Kristen memegang komitmen pada kebenaran Allah dan memampukannya menolak kejahatan yang dapat menjerumuskannya. Tujuan penelitian ini adalah menemukan prinsip integritas Kristen dalam Alkitab, khususnya dalam kaitannya dengan 1 Timotius 1:18 untuk dijadikan sebagai dasar hidup pelayan Tuhan atau orang Kristen masa kini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan yang menggunakan sumber-sumber berupa buku, artikel jurnal ilmiah. Selain itu juga menggunakan metode penafsiran Alkitab untuk menggali makna teks. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa iman dan hati nurani adalah prinsip penting yang menentukan integritas seorang Kristen dalam menghadapi tantangan dunia yang berhubungan dengan masalah spiritual. Masalah spiritual hanya dapat dihadapi dengan landasan hidup yang bersifat spiritual juga, dan hal inilah yang ditegaskan oleh Paulus bagi Timotius serta berimplikasi pada hidup orang Kristen di masa kini.
Integritas Kepemimpinan Yosua dan Implikasinya bagi Pemimpin Umat Tuhan Masa Kini Yusak Kurniawan Gulo; Melianus Hura
Jurnal Teologi Injili Vol. 3 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v3i2.55

Abstract

Integritas seorang pemimpin adalah sesuatu yang sangat prinsip dalam menjalankan mandat kepemimpinan. Dalam beberapa kasus, ada pemimpin yang tidak melakukan tanggungjawabnya sebagai sebuah panggilan. Pemimpin belum siap mengemban tugas yang besar, akibatnya tidak berani mengambil keputusan, menerima resiko dan sebagainya. Dimana tindakan dengan perkataannya tidak selaras dan seirama. Penulis mengambil contoh integritas kepemimpinan Yosua yang sangat bertanggung jawab dalam memimpin bangsa Israel menuju tanah Kanaan, setelah kematian Musa, untuk menjadi contoh yang dapat diikuti bagi kepemimpinan Kristen masa kini. Dengan menggunakan metode atau pendekatan kualitatif – deskriptif analitis melalui berbagai sumber, seperti Alkitab, buku, jurnal atau artikel yang relevan sehingga penulis akan mengambil beberapa kesimpulan. Kepemimpinan Yosua merupakan kepemimpinan yang mengintegrasikan antara iman dengan perkataan dan perbuatan. Pemimpin umat memiliki tugas dalam mengarahkan, melayani dan membimbing umat untuk semakin mengasihi dan melayani Tuhan lebih baik serta harus menyerahkan diri atau mengabdikan diri seutuhnya dalam menekuni pelayanan tersebut. Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang bisa menjadikan umat yang dipimpinnya menjadi pemimpin pada generasi selanjutnya.
Studi Teologis Frasa “Keduanya Menjadi Satu Daging” Sebagai Analogi Konsep Keberadaan Allah Tritunggal Sugianto, Edi
Jurnal Teologi Injili Vol. 3 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v3i2.57

Abstract

Konsep Allah Tritunggal adalah suatu misteri tentang Allah yang tidak mudah dipahami oleh manusia yang terbatas, sehingga seringkali menimbulkan polemik baik secara internal maupun eksternal Kristen. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menjelaskan konsep Allah Tritunggal dalam beragam ilustrasi yang biasanya diambil secara implisit dari Alkitab, bahkan juga dari wahyu umum. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara eksplisit tentang analogi konsep keberadaan Allah Tritunggal dalam teks Alkitab, secara spesifik dari frasa “Keduanya Menjadi Satu Daging”. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan interpretatif terhadap wawasan biblikal dan literatur terpercaya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa “Keduanya Menjadi Satu Daging” menggambarkan manusia sebagai gambar dan rupa Allah. Kejamakan pribadi (suami-istri) yang satu daging dalam pernikahan mencerminkan keberadaan kejamakan Pribadi (Bapa, Anak, dan Roh Kudus) dalam hakikat Allah yang Esa. Aspek ontologis dan ekonomis dalam relasi suami-istri juga mencerminkan relasi yang ada dalam Allah Tritunggal. Kasih yang mengikat suami istri juga merefleksikan relasi kasih kekal dari Allah Tritunggal. Jadi, frasa yang dinyatakan tersebut setidaknya meneguhkan kebenaran pengajaran Allah Tritunggal sejauh Allah menyatakan diri-Nya.
Prinsip-Prinsip Kekudusan Berdasarkan 1 Tesalonika 4:1-8 Setiawan, Iwan; Malo, Arvince; Bani, Astika Maya; Bani, Rut Srimulyani; Juniarto, Eko
Jurnal Teologi Injili Vol. 3 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v3i2.58

Abstract

Hidup dalam kekudusan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan orang pecaya. Tanpa kekudusan manusia tidak berkenan dan tidak dapat berkomunikasi atau bersekutu dengan Allah. Tetapi yang nyata dalam zaman ini adalah manusia hidup dalam keberdosaan dan menjadi hal yang biasa dengan hidup dalam percabulan, hawa nafsu, pembunuhan, seks diluar nikah, dan juga saling memfitnah. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian ustaka yaitu dengan cara mencari dan menggunakan sumber-sumber untuk menemukan data yang dibutuhkan dalam melakukan penelitian dengan maksud untuk mendapatkan sumber alternatif yang berkaitan dengan judul sehingga bisa menjawab masalah yang terjadi pada konteks saat ini. Tujuan Penelitian adalah untuk menemukan prinsip-prinsip kekudusan dalam 1 Tesalonika 4: 1-8 supaya prinsip-prinsip ini menjadi nilai dasar yang dapat digunakan orang percaya dalam konteks masa kini. Hasil penelitian yang didapat adalah berkenaan dengan prinsip-prinsip kekudusan yaitu Hidup Berkenan kepada Allah, Hidup Menjauhi Kejahatan, Hidup Tidak Menolak Allah. Tiga bagian ini menjadi hal yang mendasar yang harus dimiliki orang percaya dalam menjalankan prinsip dan nilai kekudusan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5