cover
Contact Name
Donna Sampaleng
Contact Email
donna@gmail.com
Phone
+628129929141
Journal Mail Official
donna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rempoa Permai No. 2 Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, 12330
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen
ISSN : 25022156     EISSN : 27160556     DOI : 10.52220
Core Subject : Religion, Education,
MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan isu-isu Teologi dan Kepemimpinan Kristen, yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta. Focus dan Scope penelitian MAGNUM OPUS adalah: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Teologi Praktika Kepemimpinan Kristen MAGNUM OPUS menerima artikel dari dosen dan para praktisi teologi dari segala institusi teologi, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2: Juni 2021" : 5 Documents clear
Pentingnya Komunitas Sel dalam Pertumbuhan Gereja: Sebuah Permodelan dalam Kisah Para Rasul Baskoro, Paulus Kunto; Arifianto, Yonatan Alex
MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 2, No 2: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/magnum.v2i2.87

Abstract

The church as a place of fellowship for believers has a responsibility to create, maintain and develop koinonia relationships that can lead to church growth. Through this paper, the author can describe the importance of the cell community in bringing about the value of close fellowship and kinship so that it can lead to church growth. Using the descriptive qualitative method, it can be concluded that the cell community is a system that must be implemented. Where this group will be able to run well if the community applies the characteristics of strengthening, caring, sharing, and belonging to each other in the concept of shared interests, as well as being a role in serving others. The community in the Acts of the Apostles or the early church became a community that lived in respect for others. The cell community in the Acts model becomes a role model for the church that will develop in church growth. AbstrakGereja  sebagai tempat bersekutu orang-orang percaya memiliki tanggung jawab untuk menciptakan, memelihara dan mengembangkan hubungan koinonia yang dapat membawa pada pertumbuhan gereja. Melalui tulisan ini penulis dapat mendeskripsikan bahwa pentingnya komunitas sel  dalam membawa dampak bagi nilai pesekutuan dan kekekuargaan yang erat sehingga dapat membawa pada pertumbuhan gereja. Menggunkan metode kualitatif deskriftif dapat disimpulkan bahwa komunitas sel mempakan suatu sistem yang harus dilaksanakan.  Dimana kelompok ini akan dapat berjalan dengan baik, jika dalam komunitas tersebut menerapkan karakteristik  menguatkan, memperhatikan, berbagi serta saling memiliki dalam konsep kepentingan bersama, juga menjadi role dalam melayani sesama. Komuntas dalamKisah Parah Rasul atau gereja mula-mula menjadi  komunitas yang hidup dalam menghargai sesama. Komunitas sel dalam permodelan Kisah Para Rasul tersebut menjadi suatu role model bagi  gereja yang akan berkembang dalam pertumbuhan gereja.
Memaknai Metafora Kerajaan Allah dalam Kehidupan Gereja: Antara Utopia atau Existensi Simanjuntak, Fredy; Siagian, Fereddy
MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 2, No 2: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/magnum.v2i2.93

Abstract

The presupposition of God's Kingdom was initially eschatological in relation to the Kingdom of Israel. In the Gospels Jesus often uses the Metaphor of God's Kingdom in conveying His teachings. Jesus often reinterpreted the concept of the kingdom of God formed in the wrong Jewish tradition with hope for its geographical nature. On the contrary in the Church itself, especially the Pentecostal/charismatic school. Interpretations of this topic are often taught partially in certain parts and not as a whole. Not a few seminars are held that discuss the condition of the age to come which is only centered on the second coming of Christ but the discussion of the present is ignored. The emphasis tends to be more eschatological in the future but less responsible for daily life. Jesus' emphasis on the concept of the kingdom of God never replaced the present with a state of being far away in the future. In essence, the picture of the Kingdom of God taught by the Lord Jesus recorded by the Gospel is full of spiritual values and not talking about the visible. This study is a text analysis of Gospel texts to interpret what is said in the Gospel texts regarding the Kingdom of God.
Hospitalitas sebagai Virtue Kepemimpinan Gereja Siahaan, Harls Evan R.; Runtunuwu, Alfinny Jelie
MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 2, No 2: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/magnum.v2i2.94

Abstract

Teologi hospitalitas mengajarkan bagaimana orang Kristen dapat mengasihi sesama dalam perbedaan. Kepemimpinan Kristiani sejatinya dapat mengakomodir keberagaman, tidak malah memelihara sikap diskriminatif. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif yang berbasis pada penggunaan literatur dengan metode deskriptif dan analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan sikap hospitalitas mereduksi sikap-sikap diskriminatif. Kesimpulannya, kepemimpinan gereja harus memiliki virtue hospitalitas.
Gereja dalam Keragaman dan Keharmonisan: Studi Sosioteologis Merawat Kerukunan Hidup Beragama Walean, Jefrie
MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 2, No 2: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/magnum.v2i2.83

Abstract

Artikel ini mengkaji hubungan antarumat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian dan saling menghormati dalam pengamalan ajaran agama serta kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat. Kerukunan umat beragama itu ditentukan oleh dua faktor yaitu prilaku umat beragama dan kebijakan negara/pemerintah yang kondusif bagi kerukunan. Semua agama mengajarkan kerukunan beragama sehingga berfungsi sebagai faktor integratif. Penelitian ini bertujuan menampilkan potret sosiologis masyarakat Indonesia dalam menjalan kegiatan keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan mengumpulan data-data melalui studi pustaka. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa relasi antar pemeluk agama di Indonesia selama ini sangat harmonis namun di era reformasi yang notabene mendukung kebebasan muncul berbagai ekspresi kebebasan dalam bentuk pikiran, ideologi politik, faham keagamaan, maupun dalam ekspresi hak-hak asasi. Urgensi terbukanya ruang dialog publik pemerintah dan tokoh lintas agama adalah keniscayaan untuk merawat kerukunan hidup antar umat beragama. Konflik yang terjadi antar-umat beragama tidak murni disebabkan oleh faktor agama, tetapi oleh faktor politik, ekonomi atau lainnya yang kemudian dikaitkan dengan agama. Simpulan dari penelitian ini adalah keragaman budaya, bahasa tidak menghalangi partisipasi gereja untuk mewujudkan masyarakat madani yang konsisten menjalankan prinsip demokratis serta menghargai kemajemukan (pluralitas) masyarakat
Dampak Rekruitmen dan Seleksi Pelayan terhadap Kualitas Pelayanan Teens dan Youth GBI Graha Bethany Lippo Cikarang Christi, Apin Militia; Edu, Ferdinand; Sumantri, Jonathan Daniel
MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 2, No 2: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/magnum.v2i2.84

Abstract

 Recruitment and selection is common things in the working field. But lately the existence of recruitment and selection has begun to enter into the church. Anyways church doing this thing with aim that the church gets quality servants. This can be ascertained because in the recruitment and selection process there must be pre-requirements or qualifications that must be met by the servants, and in this case the quality of service will definitely be tested. However, after the researcher saw one of the local churches in the Lippo Cikarang area, GBI Graha Bethany Lippo Cikarang, especially in the youth and youth category services, the researchers found that even though every servant in this place had to go through the recruitment and selection stages before serving, many of them could not committed to service. This is of course a problem. So that a question arises, can it be ascertained that someone who follows the recruitment and selection process has good service quality? The purpose of the researchers conducting this research was to determine the strategy for the recruitment and selection implementation and to compare empirically the service quality of volunteers at Teens and Youth GBI Graha Bethany Lippo Cikarang. The methodology used is a qualitative method with a descriptive and comparative research design. The interview informants in this study were ten people consisting of six servants who attended recruitment-selection, and four servants who did not participate in recruitment selection. Meanwhile, through the analysis of existing primary and secondary data, the researcher found four recruitment-selection implementation strategies, namely: (1) Making recruitment and selection an annual program; (2) Holding Ministry Expo; (3) Applying 3K program (Commitment, Character, and Skills) as the basis for Qualification to Serve; and (4) Implementing the Afferentive stage for selection participants who passed the recruitment and selection of servants. In an effort to compare the quality of service, researchers found that recruitment and selection did not have too much impact on the quality of service of a servant of God.AbstrakRekrutmen dan seleksi merupakan salah satu tahapan yang lazim dalam dunia pekerjaan sekuler. Namun belakangan ini keberadaan rekrutmen dan seleksi mulai masuk ke dalam dunia pelayanan gerejawi. Latar belakang dilaksanakannya tahapan rekrutmen dan seleksi dalam pelayanan adalah agar gereja mendapatkan para pelayan yang berkualitas. Hal ini dapat dipastikan karena dalam proses rekrutmen dan seleksi pasti trdapat pra-syarat atau kualifikasi yang harus dipenuhi oleh para pelayan, dan dalam hal ini pasti kualitas pelayanan akan teruji. Namun, pemahaman itu tidak sesuai dengan fakta dilapangan. Peneliti menjumpai para pelayan teens dan youth di salah satu gereja di Lippo Cikarang, yakni GBI Graha Bethany tidak memiliki kualitas yang sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini tentunya menjadi satu permasalahan. Sehingga muncul suatu pertanyaan, apakah dapat dipastikan seseorang yang mengikuti proses rekrutmen dan seleksi memiliki kualitas pelayanan yang baik? Tujuan peneliti melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pelaksanaan rekrutmen dan seleksi serta membandingkan secara empiris kualitas pelayanan para volunteer di Teens dan Youth GBI Graha Bethany Lippo Cikarang.  Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian deskriptif dan komparatif. Informan wawancara dalam penelitian ini berjumlah sepuluh orang yang terdiri dari enam pelayan yang mengikuti rekrutmen-seleksi, dan empat pelayan yang tidak mengikuti rekrutmen-seleksi. Adapun lewat analisa data primer dan sekunder yang ada peneliti menemukan empat strategi pelaksanaan rekrutmen-seleksi, yakni: (1) Menjadikan rekrutmen dan Seleksi sebagai Program Tahunan; (2) Mengadakan Ministry Expo; (3) Menerapkan 3K (Komitmen, Karakter, dan Keterampilan) sebagai dasar Kualifikasi untuk Melayani; dan (4) Menerapkan tahap Afferentif bagi peserta seleksi yang lolos rekrutmen dan seleksi pelayan. Dalam upaya membandingkan kualitas pelayanan, peneliti menemukan bahwa rekrutmen dan seleksi tidak terlalu banyak membawa dampak terhadap kualitas pelayanan seorang pelayan Tuhan. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5