cover
Contact Name
-
Contact Email
jbd@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jbd@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Pusat Pengembangan KKN LPPM UNNES, Gedung Prof. Retno Sriningsih Satmoko Lantai 2, Kampus Sekaran Gunungpati Kota Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bina Desa
ISSN : 27156311     EISSN : 27754375     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bina Desa memuat hasil pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian seperti Pengembangan Masyarakat (Community Development), Pembelajaran Layanan (Service Learning), PAR (Participatory Action Research), ABCD (Asset Based Community Development), CBR (Community-Based Research), dan metodologi lainnya. Pada dasarnya adalah semua kegiatan yang bertujuan memberikan layanan kepada masyarakat dengan tujuan menangani berbagai masalah di masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan dan memberdayakan masyarakat. Oleh karenanya pendekatan yang digunakan adalah multidisiplin ilmu sesuai konteks bidang garapan. Jurnal Bina Desa juga mempublikasikan hasil program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Articles 189 Documents
Pemberdayaan Kelompok Penyandang Disabilitas di Desa Kradenan Melalui Pelatihan Pengolahan dan Pemanfaatan Limbah Pertanian Sekam Padi Menjadi Briket Bioarang
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDifabel atau disebut juga penyandang disabilitas yaitu orang dengan kondisi gangguan tertentu, memiliki ciri-ciri dan kebutuhan khusus. Terdapat lebih dari 17 juta orang disabilitas usia bekerja, namun kurang dari 8 juta dari mereka yang memiliki pekerjaan. Penyandang disabilitas dapat diberdayakan dengan pelatihan dan pendampingan pembuatan barang-barang yang memiliki nilai guna dan nilai jual untuk membantu peningkatan kemandirian. Metode yang digunakan pada program adalah penyuluhan dan pelatihan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Pelatihan pembuatan briket bioarang bertujuan sebagai upaya peningkatan kapasitas kelompok disabilitas Desa Kradenan Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten melalui pemanfaatan limbah sekam padi yang diolah menjadi briket bioarang. Para peserta pelatihan sangat antusias dan menanggapi dengan positif dari awal hingga akhir dari program dari pelatihan proses pembuatan briket bioarang sekam padi. Dikarenakan  peluang usaha yang masih terbuka baik untuk pasar lokal maupun pasar ekspor serta biaya produksi yang sangat murah dan bahan baku yang sangat mudah didapatkan.AbstractDiffable or also called persons with disabilities are people with certain disorders, have special characteristics and needs. There are more than 17 million people with disabilities of working age, but less than 8 million of them have jobs. Persons with disabilities can be empowered with training and assistance in the manufacture of goods that have use value and selling value to help increase independence. The method used in the program is counselling and training while still paying attention to health protocols. The training on making bio-charcoal briquettes aims to increase the capacity of the disabled group in Kradenan Village, Trucuk District, Klaten Regency through the utilization of rice husk waste which is processed into bio-charcoal briquettes. The training participants were very enthusiastic and responded positively from the beginning to the end of the program from training on the process of making rice husk biochar briquettes. Due to business opportunities that are still open for both local and export markets as well as very cheap production costs and raw materials that are very easy to obtainKeywords: Briquettes; Diffable; Disability; Empowerment; Rice Husk
Sosialisasi “Cita-Citaku” Sebagai Upaya Mengurangi Laju Anak Tidak Sekolah di Desa Kwadungan
Jurnal Bina Desa Vol 5, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Kwadungan terletak di Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Berada di lereng Gunung Sumbing, sebelah timur Wonosobo. Desa Kwadungan menjadi peringkat ke 5 tertinggi angka ATS (Anak Tidak Sekolah) se-Kecamatan Kalikajar. Tingginya angka tersebut tentunya dipengaruhi banyak faktor, baik internal ataupun eksternal. Oleh karena itu, mahasiswa KKN UNNES Giat 3 Desa Kwadungan melakukan sosialisasi “Meraih Cita-Cita” sebagai salah satu upaya mengurangi laju angka ATS di Desa Kwadungan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Penelitian dilakukan kepada siswa kelas 6 SD N 3 Kwadungan yang akan lulus dan melanjutkan ke jenjang SMP. Hasil menunjukkan bahwa terdapat beberapa factor yang menyebabkan anak tidak sekolah, diantaranya motivasi (niat), pengaruh orang lain, pergaulan, kondisi keluarga, kemalasan, kurangnya dukungan orang tua, dsb. Oleh karena itu, mahasiswa KKN UNNES Giat 3 melakukan  sosialisasi motivasi sekolah berupa “Meraih Cita-Cita”. Sosialisasi tersebut diharapkan dapat menurunkan angka anak putus sekolah di Desa Kwadungan. Abstract Kwadungan Village is in Kalikajar District, Wonosobo, Central Java on the slopes of Mount Sumbing, east of Wonosoboo. Kwadungan Village ranks 5th highest in ATS (Anak Tidak Sekolah) in the Kalikajar District. It’s because of many factors, both internal and external. Therefore, students of KKN UNNES Giat 3 in Kwadungan Village socialized "Reaching Goals " as an effort to reduce the ATS rate in Kwadungan Village. The method is qualitative description. The research was conducted on 6th grade students at SD N 3 Kwadungan who will continue their studies at junior high school. The results show that there are several factors that cause children not to go to school, including motivation, the influence of other people, association, family conditions, laziness, lack of parental support, etc. Therefore, KKN UNNES Giat 3 socialize school motivation in the form of "Reaching Moals". The socialization is expected to reduce the number of children dropping out of school in Kwadungan Village.Keywords: Dropout Child; Elementary School Student; My Goals; Kwadungan Village
Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Ecobrick di Desa Pulosaren Sebagai Upaya Pemanfaatan Sampah Plastik
Jurnal Bina Desa Vol 5, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Praktisnya menggunakan plastik menyebabkan plastik banyak digunakan masyarakat. Akibatnya, terjadinya penumpukan sampah plastik. Sampah plastik dapat mencemari lingkungan karena senyawa penyusunnya merupakan senyawa berbahaya dan mengandung logam berat. Pemerintah memiliki konsep 4R yaitu Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace untuk menekan penumpukan sampah plastik dan mengurangi penggunaan plastik di lingkungan masyarakat. Ecobrick menjadi salah satu aplikasi terhadap konsep tersebut, khususnya pada konsep Reduce dan Recycle. Tujuan dilakukannya pengabdian di Desa Pulosaren ini adalah untuk memanfaatkan sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna sehingga dapat mengurangi penumpukan sampah plastik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan disajikan secara naratif. Pelaksanaan pengabdian ini dibagi menjadi dua kegiatan yaitu penyuluhan dan pelatihan. Produk yang dihasilkan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah kursi dari botol plastik bekas dan sampah plastik.AbstractThe practical use of plastic causes many people to use it. As a result, the accumulation of plastic waste. Plastic waste can pollute the environment because its constituent compounds are hazardous compounds and contain metals. The government has a 4R concept, namely Reduce, Reuse, Recycle and Replace to suppress the accumulation of plastic waste and reduce the use of plastic in the community. Ecobrick is one of the applications of this concept, especially in the concept of Reduce and Recycle. The purpose of this service in Pulosaren Village is to utilize plastic waste into products that have use value so as to reduce the accumulation of plastic waste. The method used in this study is a qualitative method with data collection techniques through literature studies, observations, and interviews. The data obtained were analyzed descriptively qualitatively and presented narratively. The implementation of this service is divided into two activities, namely counseling and training. The products resulting from the implementation of this service are chairs from used plastic bottles and plastic waste.Keywords: Ecobrick; Plastic Waste; Value For Use; Waste Utilization
Bijak Berinternet Pada Remaja IPNU IPPNU Desa Tuksari
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman serta meningkatkan etika dalam bermedia sosial kepada remaja di perkumpulan IPNU IPPNU Ranting Desa Tuksari Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung mengenai bijak dalam bermedia sosial serta meningkatkan pemhaman para remaja dalam mengkritisi hal-hal yang tersebar di sosial media dengan berdasarkan UU ITE yaitu Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016. Sosialisasi ini dilakukan pada perkumpulan rutinan IPNU IPPNU di Desa Tuksari. Pelaksanaan sosialisasi ini terdiri dari penyampaian materi, tanya jawab, serta berdiskusi. Materi sosialisasi berupa pemahaman mengenai anatomi hoax, ciri-ciri berita hoax, dampak dari adanya berita hoax, tips membedakan berita hoax, pengertian dan dasar hukum UU ITE, serta etika dan tips dalam bijak berinternet. Sosialisasi ini berlangsung selama satu hari dan diikuti oleh 30 orang remaja. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dengan adanya literasi media dapat menambah pemahaman remaja dalam penggunaan sosial media dan dapat mengurangi kejahatan dalam kehidupan bermedia sosial.AbstractThis socialization aims to provide understanding and increase ethics in social media to teenagers in the IPNU IPPNU Association of Tuksari Village, Kledung District, Temanggung Regency regarding being wise in social media and increasing the understanding of teenagers in criticizing things that are spread on social media based on the ITE Law, namely Law Number 19 of 2016. This socialization was carried out at the IPNU IPPNU routine meeting in Tuksari Village. Implementation of this socialization consists of delivering material, question and answer, and discussion. Socialization material in the form of an understanding of the anatomy of hoaxes, the characteristics of hoax news, the impact of hoax news, tips on distinguishing hoax news, the understanding and legal basis of the ITE Law, as well as ethics and tips on how to use the internet wisely. This socialization lasted for one day and was attended by 30 teenagers. Thus it can be said that media literacy can increase adolescents' understanding of the use of social media and can reduce crime in social media life.Keywords: ITE Law; Social Media; Socialization
Sosialisasi Kenakalan Remaja, Sex Education, dan Kekerasan Seksual di SMP Negeri 3 Trucuk
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sosialisasi Kenakalan Remaja, Sex Education, dan Kekerasan Seksual merupakan acara yang dilaksanakan guna untuk memberikan penyuluhan kepada siswa siswi SMP N 3 Tucuk sebagai sasaran agar terhindar dari kenakalan remaja maupun penyimpangan yang juga menyebabkan terjadinya kekerasan maupun pelecehan sexual. Sosialisasi ini dilakukan guna menanggapi adanya banyak kasus penyimpangan dan pelecehan sexual yang marak di kalangan remaja. Pengabdi menggunakan metode Participatory Action and Learning System (PALS) yaitu metode yang dilakukan melalui tahapan pendidikan, pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan dengan menggunakan masyarakat (siswa siswi SMP Negeri 3 Trucuk) sebagai subjek sekaligus objek dalam pelaksanaan kegiatannya. Acara ini dilakukan secara langsung bersama Polres Trucuk dan Lembaga Perlindungan Anak Klaten sebagai mitra sekaligus pembicara.Abstract Socialization of Juvenile Delinquency, Sex Education, and Sexual Violence is an event held in order to provide counseling to students of SMP N 3 Tucuk as a target to avoid juvenile delinquency and irregularities that also cause violence and sexual harassment. This socialization is carried out in response to the many cases of sexual balancing and harassment that are rampant among teenagers. Servants use the Participatory Action and Learning System (PALS) method, which is a method carried out through the stages of education, training, counseling, and mentoring by using the community (students of SMP Negeri 3 Trucuk) as both subject and object in the implementation of their activities. This event was held directly with the Trucuk Polres and Lembaga Perlindungan Anak of Klaten as partners and speakers.Keywords: Harassment; Juvenile Delinquency; PALS; Sex Education; Sexual Violence
Sosialisasi Advokasi Hukum bagi Masyarakat Desa Sambiyan
Jurnal Bina Desa Vol 5, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakNegara Indonesia merupakan negara hukum. Negara hukum sendiri adalah negara yang berdiri atas nama hukum dan menjalankan kegiatannya berdasarkan norma-norma hukum sehingga menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera. Hal tersebut disebutkan secara tertulis dalam pasal 1 ayat 3 UUD 1945 hasil amandemen yakni ”Negara Indonesia merupakan negara hukum”. Walaupun demikian, di tengah perkembangan teknologi dan ilmu pendidikan masih banyak masyarakat yang buta hukum. Tercatat sekitar 80% masyarakat Indonesia masih buta hukum, hal tersebut diungkapkan oleh CEO Jago Hukum yakni  Christian Samosir. Sosialisasi advokasi dan pendidikan hukum bagi masyarakat Desa Sambiyan dilaksanakan mengingat urgensinya yang sangat penting di zaman sekarang. Kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh mahasiswa UNNES GIAT 3 Desa Sambiyan. Sosialisasi pendidikan hukum menitikberatkan pada advokasi dan masalah yang sering muncul di Desa Sambiyan. Kegiatan sosialisasi advokasi dan pendidikan hukum dilaksanakan pada tanggal 04 Desember 2022 yang diikuti oleh perwakilan masyarakat yakni Pemuda karang taruna. Kegiatan sosialisasi advokasi  dan pendidikan hukum diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menghadapi masalah-masalah yang muncul dengan berlandaskan sudut pandang hukum. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pengamatan atau melakukan observasi secara langsung. Hasil dari pengabdian ini berupa terbukanya pemikiran masyarakat mengenai hal-hal yang bersifat kehukuman serta tata cara melakukan advokasi yang baik dan benar. AbstractIndonesia is a state of law. The rule of law itself is a state that stands in the name of law and carries out its activities based on legal norms so as to create a just and prosperous society. This is stated in writing in article 1 paragraph 3 of the 1945 Constitution as a result of the amendment, namely "Indonesia is a state based on law". Even so, in the midst of developments in technology and education there are still many people who are legally illiterate. It is recorded that around 80% of Indonesian people are still legally illiterate, this was revealed by the CEO of Jago Hukum, Christian Samosir. Socialization of advocacy and legal education for the people of Sambiyan Village was carried out considering the urgency which is very important nowadays. This socialization activity is one of a series of Community Service activities (PKM) carried out by UNNES GIAT 3 students in Sambiyan Village. Socialization of legal education focuses on advocacy and problems that often arise in Sambiyan Village. Advocacy socialization and legal education activities were carried out on December 4, 2022 which were attended by community representatives, namely Karang Taruna Youth. Advocacy outreach activities and legal education are expected to assist the community in dealing with emerging problems based on a legal perspective. The method used is descriptive qualitative method with direct observation or observation. The result of this dedication is in the form of opening people's minds regarding matters of a legal nature and procedures for carrying out good and correct advocacy.Keyword: Advocacy; Community Service; Legal Education
Peningkatan Kesadaran Masyarakat Akan Pentingnya Kepemilikan Dokumen Kependudukan
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakGerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) merupakan  sebuah gerakan atau upaya untuk membangun masyarakat yang sadar mengenai pentingnya kepemilikian dokumen-dokumen kependudukan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengajak masyarakat sadar akan dokumen kepemilikan kependudukan, pemutakhiran data kependudukan, sadar manfaat data kependudukan serta sadara mengenai pelayanan Adminduk masyarakat. Dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan menggunakan metode pendekatan kualitatif secara daring maupun luring dengan mematuhi protocol kesehatan yang dilakukan di Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Dipilihnya Desa Pasuruhan Lor sebagai lokasi pengabdian dikarenakan desa tersebut masih kurang kesadarannya terkait dokumen kependudukan. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat mengenai GISA yaitu masyarakat Desa Pasuruhan Lor menjadi lebih sadar mengenai dokumen kepemilikan kependudukan. Dengan adanya sosialisasi ini, warga sangat terbantu untuk pengurusan dokumen tersebut mengingat pada saat ini sedang dalam masa pandemic yang menuntut kita untuk menjauhi kerumunan dan menjaga jarak. Sehingga dengan adanya GISA warga dapat mengurus dokumen-dokumen kependudukan secara online.AbstractThe Indonesian Movement for Population Administration Awareness (GISA) is a movement or effort to build people who are aware of the importance of population documents. This community service activity aims to invite the public to be aware of population ownership documents, update population data, be aware of the benefits of population data and be aware of community Adminduk services. In this service activity, it is carried out using a qualitative approach that is both bold and captivating by complying with the health protocol carried out in Pasuruan Lor Village, Jati District, Kudus Regency. Pasuruan Lor Village was chosen as the location for the service because the village still lacks awareness regarding population documents. The results achieved from community service activities regarding GISA are that the Pasuruan Lor Village community is more aware of population ownership documents. With this socialization, residents are greatly helped in managing these documents at this time during a pandemic which requires us to build memory and maintain distance. So that with the GISA, residents can take care of residence documents online.Keywords: GISA; Pasuruhan Lor; Resident Document
Pelatihan Pembuatan Menu Makanan Nugget Lele untuk Program Menu Tambahan (PMT) Desa Gondowulan dalam Upaya Mengatasi Permasalahan Stunting
Jurnal Bina Desa Vol 5, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Gondowulan berada di Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo. Desa ini memiliki angka kemiskinan dan pernikahan dini yang tinggi hal ini berakibat pada ketidakmampuan ekonomi masyarakat desa Gondowulan untuk membeli makanan berprotein dan bergizi serta ketidaktahuan masyarakat terhadap stunting. Dari permasalahan ini, tim KKN Unnes Giat 3 mengadakan Kegiatan Pelatihan Pembuatan nugget Lele bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang mendalam mengenai stunting dan memberikan keterampilan baru kepada kader PKK desa Gondowulan dalam mengolah ikan lele menjadi nugget sebagai variasi menu makanan pada Program Menu Tambahan (PMT) yang berprotein dan begizi. Metode yang digunakan dengan sosialisasi stunting, pelatihan dan demonstrasi pembuatan nugget lele. Pelatihan ini menghasilkan pemahaman kader PKK desa Gondowulan terhadap stunting dan olahan nugget lele sebagai variasi menu baru untuk Program Menu Tambahan (PMT) dalam rangka penurunan angka stunting di desa Gondowulan.AbstractGondowulan village is located at district of Kepil, the regency of Wonosobo. This village has a high poverty rate and early marriage, this results in the economic inability of the Gondowulan villager to buy protein and nutritious food and the Gondowulan villager don’t know about stunting. Based on this problem, team of KKN Unnes Giat 3 held a training to make nugget from catfish, this is aimed at providing in-depth knowledge about stunting and providing new skills to PKK cadres in Gondowulan village in processing catfish into nuggets as a variation of the food menu in the Program Menu Tambahan (PMT) which is having a lot of protein and nutritious. The method used is socialization of stunting, training and demonstration of making catfish nuggets. This training resulted in an understanding of PKK cadres in Gondowulan village on stunting and processed catfish nuggets as a new menu variation for the PMT program in the context of reducing stunting rates in Gondowulan village.Keywords: Catfish Nugget; Program Menu Tambahan (PMT); Stunting
Pembuatan Ecobrick sebagai Barang Tepat Guna dan Upaya Mengurangi Sampah Plastik
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Karangtengah merupakan desa yang masuk dalam wilayah kecamatan Ampelgading. Desa Karangtengah memiliki potensi SDA dan SDM yang melimpah. Banyaknya jumlah penduduk di Desa Karangtengah juga mempengaruhi tingkat konsumtif para masyarakatnya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan manusia akan mempertahankan hidup dengan cara membeli produk-produk atau makanan yang dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. Produk-produk tersebut terjual secara bebas. Namun sayangnya, banyak produk-produk yang dibeli oleh masyarakat menggunakan plastik sebagai bahan kemasan. Berdasarkan hal tersebut, tim UNNES GIAT angkatan 2 Desa Karangtengah ingin memberikan kontribusi untuk dapat mengurangi sampah plastik yang dibakar oleh masyarakat di Desa Karangtengah. Upaya yang dilakukan yaitu dengan pembuatan produk tepat guna—ecobrick. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode praktik langsung, dan sosialisai. Hasil yang didapatkan dari penellitian ini adalah produk ecobrick yang ramah lingkungan dan dapat digunakan oleh masyarakat, serta pengurangan sampah plastik di Desa Karangtengah. Abstract.Karangtengah Village is a village that is included in the Ampelgading district. Karangtengah Village has abundant natural resources and human resources potential. The large number of residents in Karangtengah Village also affects the consumptive level of its people. To make ends meet, and people will maintain life by purchasing products or food that can meet the needs of their lives. Such products are sold freely. But unfortunately, many products purchased by the public use plastic as a packaging material. Based on this, the UNNES GIAT team batch 2 of Karangtengah Village wants to contribute to reducing plastic waste burned by the community in Karangtengah Village. The efforts made are by making appropriate products—ecobricks. The methods used in this study are direct practice methods, and socialization. The results obtained from this research are ecobrick products that are environmentally friendly and can be used by the community, as well as the reduction of plastic waste in Karangtengah Village.Keywords: Ecobrick, Plastic Waste, Practice, Socialisation
Pemberdayaan Masyakarat Desa Petanjungan Dalam Upaya Pelestarian Lingkungan Melalui Program Action
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenghijauan merupakan kegiatan pengembalian keadaan lingkungan yang sehat, bersih dan segar. Desa Petanjungan merupakan desa yang terletak di Kecamatan Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. Secara geografis desa ini terletak di wilayah pesisir yang merupakan daerah dataran rendah dengan temperatur udara rata-rata yang cukup tinggi. Sebagian besar lahan di desa ini dimanfaatkan untuk pertanian sawah dan permukiman. Tetapi masih banyak ditemukan pemanfaatan lahan kosong yang belum maksimal yang terlihat dari jumlah pepohonan yang masih tergolong sedikit jika dibandingkan dengan total luas wilayah Desa Petanjungan memberikan kesan suasana desa yang gersang. Berdasarkan permasalahan tersebut mahasiswa UNNES GIAT 2 di Desa Petanjungan mengadakan salah satu progam Green Action sebagai bentuk pengabdian mahasiswa dalam upaya pembangunan dan pemanfaatan potensi lingkungan. Program ini dilakukan dengan penanaman bibit pohon sejumlah 500 bibit pohon, yang terdiri dari pohon ketapang, pohon tabebuya, pohon balsa, buah sirsak, buah durian, dan buah jambu biji.AbstrackReforestation is an activity to restore a healthy, clean and fresh environment. Petanjungan Village is a village located in Petarukan District, Pemalang, Central Java. Geographically, this village is located in a coastal area which is a lowland area with a fairly high average air temperature. Most of the land in this village is used for rice farming and settlements. However, there are still many vacant land uses that have not been maximized as seen from the number of trees which are still relatively small when compared to the total area of Petanjungan Village giving the impression of an arid village atmosphere. Based on these problems, UNNES GIAT 2 students in Petanjungan Village held one of the Green Action programs as a form of student service in an effort to develop and utilize the potential of the environment. This program is carried out by planting 500 tree seedlings, consisting of ketapang trees, tabebuya trees, balsa trees, soursop fruit, durian fruit, and guava fruit.Keywords: Empowerment; Reforestation; Tree Seedlings

Page 10 of 19 | Total Record : 189