cover
Contact Name
-
Contact Email
jbd@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jbd@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Pusat Pengembangan KKN LPPM UNNES, Gedung Prof. Retno Sriningsih Satmoko Lantai 2, Kampus Sekaran Gunungpati Kota Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bina Desa
ISSN : 27156311     EISSN : 27754375     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bina Desa memuat hasil pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian seperti Pengembangan Masyarakat (Community Development), Pembelajaran Layanan (Service Learning), PAR (Participatory Action Research), ABCD (Asset Based Community Development), CBR (Community-Based Research), dan metodologi lainnya. Pada dasarnya adalah semua kegiatan yang bertujuan memberikan layanan kepada masyarakat dengan tujuan menangani berbagai masalah di masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan dan memberdayakan masyarakat. Oleh karenanya pendekatan yang digunakan adalah multidisiplin ilmu sesuai konteks bidang garapan. Jurnal Bina Desa juga mempublikasikan hasil program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Articles 189 Documents
Pemanfaatan Lahan dalam Rangka Ketahanan Pangan melalui Tani Pekarangan dan Budidaya Ikan Lele
Jurnal Bina Desa Vol 5, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPangan menjadi kebutuhan utama yang harus dipenuhi setiap saat yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Desa Duren, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung berada di wilayah dataran dinggi. Mayoritas mata pencahariaan penduduk adalah petani padi. Meski begitu untuk memenuhi bahan pendukung makanan pokok, warga Desa Duren masih membelinya kepada para pedagang dari luar desa. Desa yang memiliki potensi untuk menjadi lumbung pangan, belum dapat secara optimal memanfaatkan potensi tersebut, terutama dalam hal pemanfaatan sumberdaya lahan yang ada yang ada di sekeliling rumah. Untuk itu dilakukan pemanfaatan lahan dalam rangka ketahanan pangan melalui tani pekarangan teknik vertical garden dan budidaya ikan lele teknik kolam terpal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini terdiri dari tahap persiapan, tahap sosialisasi, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi.  Kegiatan tersebut meningkatkan produktivitas warga dan mengarah untuk membangun ketahanan pangan di Desa Duren. Meski ketahanan pangan belum sepenuhnya dibangun secara kuat, paling tidak dapat memberikan konstribusi memberikan pemahaman, produktivitas dan manfaat untuk tujuan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rumah tangga, selebihnya untuk membangun ketahanan pangan di Desa Duren.AbstractFood is a basic requirement that must be fullfilled anytime which shows the quality of human resources. Duren Village, Bejen District, Temanggung Regency is placed in the highlands. Most of the population's profession are rice farmers. Even though, to fulfill the basic food requirement, Duren Village residents still buy them from traders outside of thevillage. Villages that have the potential to become food facilities storage have not been able to optimally utilize this potential, especially in terms of utilizing existing land resources around the house. For this reason, land use is carried out in the framework of food security through farming land using the vertical garden technique and catfish farming using the tarpaulin pond technique. This activity increases the productivity of residents and leads to building food security in Duren Village. Even though food security has not been fully built strongly, at least it can contribute to understanding, productivity and benefits for the purpose of improve the economy and household welfare, last but not least is to build food security in Duren Village.Keywords: Food Security; Land; Tarpaulin Pool;  Vertical Garden; Village
Pemanfaatan Ikan Lele Menjadi Produk Olahan Abon Lele dalam Rangka Mengembangkan UMKM Desa Sidomulyo
Jurnal Bina Desa Vol 5, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Sidomulyo memiliki berbagai potensi salah satunya adalah budidaya lele. Tujuan pengabdian ini yaitu memanfaatkan potensi yang ada di desa Sidomulyo melalui pembuatan produk olahan abon lele yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi bisnis UMKM agar produknya memiliki nilai ekonomis tinggi. Untuk memberikan solusi dari hal tersebut, tim Unnes Giat memberikan pelatihan pembuatan abon ikan lele. Pelatihan dilaksanakan melalui 3 tahap yaitu pra pelatihan dimana tim memetakan masalah dan potensi yang ada di desa, kegiatan pelatihan dilakukan melalui model demonstrasi pembuatan abon lele, dan kegiatan pasca pelatihan berupa cara pengemasan produk dan mekanisme pemasaran. Pelatihan dilaksanakan di Balai Desa Sidomulyo. Peserta pelatihan yaitu ibu-ibu PKK desa Sidomulyo berjumlah 7 orang. Selain pelatihan, peserta juga diberikan materi mengenai pengemasan dan pemasaran produk.Kegiatan ini mendapat antusiasme dari para peserta.Hasil dari pelatihan ini adalah peserta mendapatkan ilmu mengenai pembuatan abon dan peserta terampil dalam membuat abon dari proses produksi hingga pengemasan dan pemasaran.AbstractSidomulyo Village has various potentials, one of which is catfish farming. The purpose of this service is to take advantage of the potential that exists in Sidomulyo village through the manufacture of processed catfish floss products which have the potential to be developed into UMKM businesses so that the products have high economic value. To provide a solution, Unnes Giat team provided training on making catfish floss. The training was carried out in 3 stages, pre-training where the team mapped out the problems and potential that existed in the village, training activities were carried out through demonstration models for making shredded catfish, and post-training activities in the form of product packaging methods and marketing mechanisms. The training was held at the Sidomulyo Village Hall. The training participants were PKK women from Sidomulyo, totaled 7 people. Apart from the training, the participants were also given material regarding product packaging and marketing. This activity received enthusiasm from the participants. The result of this training was that the participants gained knowledge about making shredded beef and the participants were skilled in making shredded food from the production process to packaging and marketing.Keywords: Catfish; Cultivation; Shredded; UMKM
Optimalisasi Umkm Tempe Skala Home Industry di Desa Bulakwaru Melalui Sosialisasi Pembukuan Keuangan
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakUMKM memiliki peran penting dalam perekonomian. Namun untuk dapat berkembang, seringkali mereka menghadapi masalah yaitu kesulitan akses modal dan kelemahan di segi pemasaran. Kesulitan mengakses modal ini dapat dikarenakan banyak faktor, salah satunya UMKM belum memiliki pembukuan keuangan yang jelas sehingga lembaga permodalan enggan memberikan akses permodalan. Dari permasalahan tersebut kami mahasiswa KKN BMC 1 Universitas Negeri Semarang Desa Bulakwaru memiliki program untuk melakukan pengabdian terkait hal tersebut kepada UMKM tempe yang ada di Desa Bulakwaru. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan pentingnya pengelolaan keuangan usaha kecil, kemudian melakukan pelatihan pencatatan transaksi harian serta mendampingi penyusunan laporan keuangan guna mengoptimalkan kemampuan usaha kecil. Pelaksanaan program sosialisasi dilakukan melalui penyuluhan langsung (pemaparan materi) dan diskusi. Hasil dari sosialisasi kepada para pelaku UMKM yaitu pelaku UMKM dapat memahami penjelasan mengenai pembukuan keungan dan diharapkan dapat mengimplementasikan pencatatan keuangan untuk usaha kecil secara maksimal.AbstractUMKM have an important role in the economy. However, to be able to develop, they often face problems, namely difficulties in accessing capital and weaknesses in terms of marketing. This difficulty in accessing capital can be due to many factors, one of which is that UMKM do not yet have clear financial books so that capital institutions are reluctant to provide access to capital. From these problems, we students of KKN BMC 1 Semarang State University, Bulakwaru Village, have a program to do service related to this matter to UMKM tempe in Bulakwaru Village. This community service aims to introduce the importance of small business financial management, then conduct training on recording daily transactions and assisting in the preparation of financial reports in order to optimize the ability of small businesses. The implementation of the socialization program was carried out through direct counseling (material presentation) and discussions. The results of socialization to SMEs actors, namely SMEs actors can understand explanations about financial bookkeeping and are expected to be able to implement financial records for small businesses to the fullest.Keywords : Financial bookkeeping, SMEs Improvement, SMEs Tempe
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Nasi Sisa Menjadi MOL
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengolahan sampah organik rumah tangga di Dusun Widodaren belum dilakukan secara optimal. Salah satu sampah organik rumah tangga yang masih jarang dimanfaatkan yaitu nasi sisa. Salah satu solusi yang dapat ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan cara mengolah sampah organik rumah tangga yang berupa nasi sisa menjadi MOL (Mikroorganisme Lokal). Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini yaitu untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait pemanfaatan sampah organik rumah tangga menjadi MOL. Kegiatan ini merupakan kegiatan penunjang dalam program pengelolaan dan pengolahan sampah dari hulu. Harapannya setelah mendapatkan sosialisasi, kesadaran diri masyarakat menjadi meningkat. Selain itu, hasil dari pengolahan sampah organik yang berupa sisa nasi dapat digunakan kembali oleh masyarakat untuk meningkatkan kesuburan tanaman.AbstractThe processing of organic household waste in Widodaren Hamlet has not been carried out optimally. One of the household organic waste that is still rarely used is leftover rice. One solution that can be offered to overcome these problems is by processing household organic waste in the form of leftover rice into MOL (Local Microorganisms). The purpose of this socialization activity is to provide knowledge to the public about the use of household organic waste into MOL. This activity is a supporting activity in the waste management and processing program from upstream. The hope is that after receiving socialization, people's self-awareness will increase. In addition, the results from processing organic waste in the form of leftover rice can be reused by the community to increase plant fertility. Keywords: Leftover Rice; MOL; Waste Processing
Upaya Pencegahan Stunting di Desa Sendangmulyo Berbasis Edukasi dan Sosialisasi pada Remaja dan Ibu dari Anak Terdampak Stunting
Jurnal Bina Desa Vol 5, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPermasalahan kesehatan merupakan hal yang perlu diperhatikan secara menyeluruh, karena memegang peranan terpenting dalam kehidupan. Salah permasalahan kesehatan yang ada di Indonesia yaitu stunting. Stunting merupakan permasalah gizi kronis yang membuat tinggi balita lebih rendah dibandingkan balita pada umumnya. Stunting berdampak buruk pada penyerapan belajar anak sehingga masalah ini cukup serius dan perlu dilakukan tindak lanjut. Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019, Prevalensi Jawa Tengah berada di angka 27,68 persen, dan data SSGI 2021 turun tajam menjadi 20,9 persen. Penulis melakukan pengabdian di Desa Sendangmulyo, Kabupaten Rembang. Salah tujuannya yaitu mengangkat isu stunting. Menurut data yang diperoleh melalui puskesmas setempat jumlah warga yang menderita stunting sebanyak 22 orang, tergolong cukup tinggi. Oleh karenanya penulis berkerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Bulu untuk melakukan kegiatan sosialisasi mengenai stunting dan anemia karena masih berhubungan. Adanya sosialisasi dan edukasi terhadapat stunting penulis berharap angka stunting di Desa Sendangmulyo dapat menurun.AbstractHealth problems are things that need to be considered as a whole because they play the most important role in life. One of the health problems in Indonesia is stunting. Stunting is a chronic nutritional problem that makes toddlers' height lower than toddlers in general. Stunting has a negative impact on children's absorption of learning, so this problem is quite serious and needs to be followed up. Based on the 2019 Indonesian Toddler Nutrition Status Survey (SSGBI) data, the Central Java prevalence is at 27.68 percent, and the 2021 SSGI data drops sharply to 20.9 percent. The author performs community service in Sendangmulyo Village, Rembang Regency. One of the goals is to raise the issue of stunting. According to data obtained through the local health center, the number of residents suffering from stunting is 22 people, which is quite high. Therefore, the authors are working with the Bulu sub-district health center to carry out socialization activities regarding stunting and anemia because they are still related. With socialization and education on stunting, the authors hope that the stunting rate in Sendangmulyo Village can decrease.Keywords: Anemia; Education; Health; PHBS; Stunting
Pelatihan Digital Marketing Bagi Tutor Pendidikan Kesetaraan untuk Meningkatkan Omset Penjualan Produk
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) mengelola pendidikan kesetaraan yang salah satu kompetensi lulusannya mampu mengelola kewirausahaan, yang berhasil memasarkan produk wirausaha dengan omzet tinggi. Analisis permasalahan mitra adalah tutor pendidikan kewirausahaan pada PKBM Mutiara Indonesia tidak memiliki keterampilan memasarkan produk usaha dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital, agar omzet penjualan produk tinggi. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat sebagai solusinya adalah program pelatihan digital marketing bagi tutor kesetaraan. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan tutor pendidikan kesetaraan menggunakan digital marketing sehingga dapat meningkatkan omzet penjualan produk. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan cara kaji tindak, yakni FGD (Focus Group Discussion), workshop (latihan praktik) digital marketing yang dilaksanakan melalui tatap muka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Kegiatan diawali dengan menyusun perencanaan, implementasikan dengan pemberian motivasi, diskusi terfokus, praktik dan pendampingan, dan diakhiri dengan kegiatan evaluasi dan penguatan. Hasil pengabdian adalah tutor Pendidikan kesetaraan Kejar Paket C PKBM sebagai pendidik mata pelajaran pendidikan kewirausahaan memiliki pemahaman pengetahuan digital marketing menjadi sebuah kekuatan dalam teknik pemasaran dan dapat memiliki keterampilan mempraktikkan pemasaran digital melalui akun media instagram, face book, web dan market place shopee, dengan kualifikasi kategori terbanyak pada kriteria baik.AbstractPKBM (Center for Community Learning Activities) manages equality education in which one of the competency graduates is able to manage entrepreneurship, which successfully markets entrepreneurial products with high turnover. Analysis of partner problems is that entrepreneurship education tutors at PKBM Mutiara Indonesia do not have the skills to market business products by utilizing advances in digital technology, so that product sales turnover is high. Therefore, the community service program as a solution is a digital marketing training program for equality tutors. The purpose of the service is to increase the knowledge competence and skills of equality education tutors using digital marketing so that they can increase product sales turnover. The method of implementing community service is carried out by means of follow-up studies, namely FGD (Focus Group Discussion), digital marketing workshops (practical training) which are carried out face-to-face while still adhering to health protocols. Activities begin with planning, implementation by providing motivation, focused discussions, practice and mentoring, and ends with evaluation and strengthening activities. The result of the dedication is that Equality Education Kejar Paket C PKBM tutors as educators of entrepreneurship education subjects have an understanding of digital marketing knowledge to become a strength in marketing techniques and can have the skills to practice digital marketing through Instagram media accounts, Facebook, web and marketplace marketplace, with qualifications the most category on good criteria.Key words: Digital Marketing; Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat; Tutor Pendidikan Kesetaraan
Penyuluhan Pembuatan Pupuk Eco-Enzym di Dusun Sirembes Desa Kaliwuluh
Jurnal Bina Desa Vol 5, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPasca Covid-19 pendapatan petani Wonosobo berkurang pesat. Masyarakat mengeluhkan harga pupuk tinggi dan sulitnya membeli pupuk subsidi karena selalu habis. Sampah organik sangat melimpah seperti cabai busuk, sisa sayuran, dan sisa daun-daunan belum dimanfaatkan. Limbah pertanian dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Kami tim KKN Giat 3 UNNES memiliki solusi penyuluhan dan praktik pembuatan pupuk Eco-Enzym. Dalam jangka waktu panjang diharapkan mengembangkan ekonomi, mampu memberikan contoh bagi masyarakat lain untuk menjadikan eco-enzym sebagai alternatif pengganti pupuk kimia dan peluang bisnis. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu rumah warga di Dusun Sirembes, Desa Kaliwuluh, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo pada 11 November 2022. Peserta kegiatan merupakan anggota KWT(Kelompok Wanita Tani). Metode yang digunakan adalah Ceramah, Tanya Jawab, Diskusi, serta Simulasi dan Praktik. Pelaksanaan dibagi tiga tahap yaitu Persiapan, Pemberian Materi, dan Praktik. Perbandingan air, bahan organik/sampah organik, dan gula merah adalah 10: 3: 1. Eco-enzyme yang telah selesai difermentasi tiga bulan menghasilkan warna coklat.AbstractAfter Covid-19, the income of Wonosobo farmers has decreased rapidly. The community complains about the high price of fertilizer and the difficulty in buying subsidized fertilizer because it is always running out. Organic waste is abundant, such as rotten chilies, leftover vegetables, and unused leaves. Agricultural waste is used as organic fertilizer. We, the UNNES Active 3 KKN team, have counseling solutions and practices for making Eco-Enzym fertilizers. In the long term it is expected to develop the economy, be able to set an example for other communities to make eco-enzymes an alternative to chemical fertilizers and business opportunities. This activity was carried out in a resident's house in Sirembes Hamlet, Kaliwuluh Village, Kepil District, Wonosobo Regency on November 11 2022. The activity participants were members of the KWT (Women Farmer Group). The methods used are Lectures, Questions and Answers, Discussions, and Simulations and Practices. Implementation is divided into three stages, namely Preparation, Giving Material, and Practice. The ratio of water, organic matter/organic waste, and brown sugar is 10: 3: 1. Eco-enzyme that has been fermented for three months produces a brown color.Keywords: Eco-Enzym; Economy; Fertilizer; Socialization
Edukasi Pengaruh Pemberian Cahaya Lampu pada Proses Pertumbuhan Tanaman Cabai bagi Usaha Tani
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLuas wilayah Desa Paudreso sebagian besar yaitu persawahan. Lahan pertanian sebagian besar ditanami tanaman cabai yang berpotensi untuk dikembangkan Namun masalah hama dan cuaca buruk saat ini belum dapat diatasi dengan baik seiring perubahan iklim yang tidak menentu di Indonesia. Tentunya hal ini berpengaruh pada sektor pertanian. Oleh karena itu, diadakan edukasi dan penyuluhan tentang pertanian dalam ruangan (indoor farming). Edukasi dan penyuluhan dilaksanakan di kelompok tani Kulon Omah Desa Padureso dengan penyampaian materi tentang indoor farming khususnya pada tanaman cabai dengan media pencahayaan lampu LED warna merah, kuning, hijau, dan putih. Berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan media pencahayaan yang baik untuk tanaman cabai yaitu lampu LED warna putih yaitu dengan pertumbuhan tinggi rata-rata sebesar 1,5 cm. Sedangkan pertumbuhan tinggi rata-rata terendah pada pencahayaan lampu LED hijau yaitu sebesar 0,59 cm. Berdasarkan hasil tersebut maka pencahayaan yang cocok diberikan pada tanaman cabai sebagai pengganti cahaya matahari yaitu lampu LED putih. Program ini telah berjalan dengan lancar dan peserta mengikuti kegiatan secara interaktif.AbstractThe area of Paudreso Village is mostly rice fields. Agricultural land is mostly planted with chili plants that have the potential to be developed but the problem of pests and bad weather at this time cannot be overcome properly as uncertain climate change in Indonesia. Of course this affects the agricultural sector. Therefore, education and counseling is held about agriculture indoor farming. Education and counseling is carried out in the Kulon Omah Farmers Group in Padureso Village with the delivery of material about indoor farming, especially on chili plants with red, yellow, green, and white LED lighting media. Based on the results of research that has been carried out good lighting media for chili plants, namely white LED lights with an average height growth of 1.5 cm. While the lowest average height growth in green LED lighting is 0.59 cm. Based on these results, suitable lighting is given to chili plants instead of sunlight, namely white LED lights. This program has been running smoothly and participants participated in interactive activities.Keywords: Agriculture; Chili; Education; LEDs; Plants
Program Pembuatan Baby Cafe Sebagai Solusi Pencegahan Stunting Pada Balita
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPermasalahan stunting merupakan masalah yang menjadi prioritas untuk segera ditangani di Desa Bero, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten. Karena Desa Bero ditetapkan sebagai Desa lokus stunting nasional yang artinya Desa Bero memiliki banyak kasus stunting jika dibandingkan dengan desa lainnya secara nasional. Stunting adalah salah satu keadaan malnutrisi yang berhubungan dengan ketidakcukupan zat gizi di masa lalu sehingga termasuk kedalam masalah gizi yang bersifat kronis. Dampak dari stunting dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak, kemampuan kognitif, dan bahkan menyebabkan mortalitas atau kematian. Kegiatan pencegahan yang dapat dilakukan sebagai rekomendasi penyelesaian permasalahan balita stunting di Desa Bero ialah dengan menginisiasi program pembuatan baby café. Tujuan utama dari program pembuatan baby café ialah untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian warga Desa Bero terhadap permasalahan balita stunting sehingga diharapkan dengan adanya program tersebut dapat membantu mengurangi jumlah kasus balita stunting.AbstractThe problem of stunting is a priority problem to be addressed immediately in Bero Village, Trucuk District, Klaten Regency. Because Bero Village is designated as a national stunting locus village, which means that Bero Village has many stunting cases when compared to other villages nationally. Stunting is a condition of malnutrition related to nutritional deficiencies in the past so that it is a chronic nutritional problem. The impact of stunting can affect children's growth and development, cognitive abilities, and even cause mortality or death. Prevention activities that can be carried out as a recommendation to solve the problem of stunting toddlers in Bero Village are by initiating a baby cafe program. The main purpose of the baby cafe program is to increase the knowledge and awareness of the residents of Bero Village on the problem of stunting toddlers.Keywords: Nutrition; Stunting; Toddler
Peningkatan Keterampilan Warga Desa Purwojiwo dalam Pembuatan Bahan Bakar Briket Sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Pertanian Bonggol Jagung
Jurnal Bina Desa Vol 5, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakJagung menjadi salah satu komoditi pertanian yang melimpah di Desa Purwojiwo, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Produksi jagung di Kalikajar cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tingginya produksi jagung juga berdampak pada tingginya limbah yang dihasilkan terutama limbah bonggol jagung. Masyarakat sekitar masih kurang optimal dalam memanfaatkan limbah bonggol jagung tersebut. Padahal limbah bonggol jagung mengandung selulosa, hemiselulosa, dan lignin dimana komposisi tersebut menjadikan bonggol jagung merupakan limbah biomassa potensial dan dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternatif yaitu briket. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan melatih keterampilan masyarakat Desa Purwojiwo agar dapat mengolah limbah bonggol jagung menjadi briket. Adapun metode pelaksanaan dari kegiatan ini yaitu meliputi tahap perencanaan dan percobaan, tahap sosialisasi dan diskusi, serta tahap demonstrasi dan praktik pembuatan briket kepada warga Desa Purwojiwo. Adapun sasaran dari program briket ini adalah masyarakat di Desa Purwojiwo itu sendiri. Hasil yang diperoleh berupa briket bonggol jagung yang cara pembuatannya dapat dipahami oleh masyarakat di Desa Purwojiwo.AbstractCorn is one of the abundant agricultural commodities in Purwojiwo Village, Kalikajar District, Wonosobo Regency. Corn production in Kalikajar tends to increase from year to year. The high production of corn also has an impact on the high amount of waste produced, especially corncob waste. The surrounding community is still not optimal in utilizing the corncob waste. Whereas corncob waste contains cellulose, hemicellulose, and lignin which composition makes corncob a potential biomass waste and can be used as an alternative fuel, namely briquettes. The purpose of this activity is to provide knowledge and train the skills of the people of Purwojiwo Village so they can process corncob waste into briquettes. The method of implementing this activity includes the planning and trial stages, the socialization and discussion stages, as well as the demonstration stage and the practice of making briquettes to the residents of Purwojiwo Village. The target of this briquette program is the community in Purwojiwo Village. The results obtained were in the form of corncob briquettes which the people in Purwojiwo Village understood how to make them.Keywords: Briquettes; Corn Cobs; Fuel; Purwojiwo; Waste

Page 11 of 19 | Total Record : 189