cover
Contact Name
-
Contact Email
jbd@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jbd@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Pusat Pengembangan KKN LPPM UNNES, Gedung Prof. Retno Sriningsih Satmoko Lantai 2, Kampus Sekaran Gunungpati Kota Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bina Desa
ISSN : 27156311     EISSN : 27754375     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bina Desa memuat hasil pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian seperti Pengembangan Masyarakat (Community Development), Pembelajaran Layanan (Service Learning), PAR (Participatory Action Research), ABCD (Asset Based Community Development), CBR (Community-Based Research), dan metodologi lainnya. Pada dasarnya adalah semua kegiatan yang bertujuan memberikan layanan kepada masyarakat dengan tujuan menangani berbagai masalah di masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan dan memberdayakan masyarakat. Oleh karenanya pendekatan yang digunakan adalah multidisiplin ilmu sesuai konteks bidang garapan. Jurnal Bina Desa juga mempublikasikan hasil program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Articles 189 Documents
Sosialisasi dan Pendampingan Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) di Kelurahan Kalibening Melalui Online Single Submission dalam Mewujudkan Legalitas Usaha Pelaku UMKM Kamal, Ubaidillah; Aksan, Mutia Azizah; Anisa, Yeni; Sinaga, Gering Osborne Martua; Permatasari, Serly
Jurnal Bina Desa Vol 6, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbd.v6i1.49547

Abstract

Abstrak. Perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) berkembang begitu cepat beriringan dengan kebutuhan masyarakat akan kemudahan pemenuhan kepentingannya. Termasuk kemudahan dalam memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi para pelaku UMKM melalui Online Single Submission (OSS). Tujuan dari pengabdian ini yaitu Tim UNNES Giat 6 Kelurahan Kalibening memberikan kemudahan dan alternatif solusi atas kesulitan pembuatan NIB akibat dari ketidaktahuan dan pemahaman pelaku usaha akan teknologi dan/atau kurangnya kemauan pelaku usaha untuk memperoleh NIB secara manual dengan mendatangi mal pelayanan publik Kota Salatiga. Sehingga hal tersebut dapat menghambat usaha pelaku UMKM untuk membuat NIB sebagai identitas suatu usaha. Pengabdian ini menggunakan metode observasi langsung dan tidak langsung dengan metode pelaksanaan sosialisasi terlebih dahulu, kemudian ditindaklanjuti dengan pendampingan ke lokasi UMKM di Kalibening RT 1 RW 3 Kelurahan Kalibening, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga. Hasil dari program kerja ini diterima oleh pelaku UMKM dengan baik, dimana Pelaku UMKM memperoleh: 1) Memperoleh NIB secara gratis; 2) Mendapatkan dokumen NIB dan dokumen lainnya; 3) Memperoleh banner usaha yang memuat NIB. Kemudian, akun OSS yang sudah dibuatkan akan diserahkan kepada pelaku usaha itu sendiri guna nantinya dapat diakses untuk kepentingan pelaku usaha atas usahanya.Abstract. The development of science and technology (Science and Technology) is growing rapidly in line with society's need for ease of fulfilling its interests. Including the ease of obtaining a Business Identification Number (NIB) for MSMEs through Online Single Submission (OSS). The aim of this service is that the UNNES Giat 6 Kalibening Subdistrict Team provides convenience and alternative solutions to difficulties in making NIBs resulting from business actors' ignorance and understanding of technology and/or the lack of willingness of business actors to obtain NIBs manually by visiting Salatiga City public service malls. So this can hinder the efforts of MSME players to obtain an NIB as the identity of a business. This service uses direct and indirect observation methods with the method of carrying out socialization first, then followed up with assistance to MSME locations in Kalibening RT 1 RW 3, Kalibening Village, Tingkir District, Salatiga City. The results of this work program were well received by MSME actors, where MSME actors received: 1) Obtained NIB for free; 2) Obtain NIB documents and other documents; 3) Obtain business banner which contains NIB. Then, the OSS account that has been created will be handed over to the business actor himself so that it can later be accessed for the benefit of the business actor for his business.Keywords: Business Identification Number (NIB); Micro, Small and Medium Enterprises (UMKM); Online Single Submission (OSS) 
Sosialisasi terhadap Bahayanya Pernikahan Dini sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Talun, Kemalang, Klaten Amidi, Amidi; Araffa, Yasmine; Dacosta, Cinzia Celine; Susetya, Gabriel Aditya Permana; Zahroh, Isnaini; Nisa, Sania Khoirotun
Jurnal Bina Desa Vol 6, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbd.v6i1.49653

Abstract

Abstrak. Permasalahan sosial pada remaja sekarang ini adalah pernikahan dini yang mana pernikahan dini ini marak terjadi di negara yang masih dalam berkembang seperti halnya di Indonesia. Hal ini ditunjukan dari hasil data yang diperoleh oleh UNICEF. Idealnya di dalam perkawinan sempurna terjadi pada usia 21 tahun. Faktor penyebab pernikahan dini pada masyarakat didasarkan antara lain rendahnya tingkat pendidikan. Berdasarkan berbagai penelitian, hubungan sosial remaja menjadi lebih fleksibel, tanggung jawab orang tua untuk mengasuh dan mengontrol hubungan anak menjadi berkurang, dan kehamilan di luar nikah berujung pada pernikahan dini. Dengan adanya sosialisasi ini remaja Desa Talun diharapkan paham mengenai dampak dari bahayanya pernikahan dini dan upaya pencegahan stunting agar nantinya tidak terburu-buru dalam melangsungkan pernikahan dini dan nantinya mereka dapat mengamalkan informasi ini pada teman-teman lainnya dalam upaya pencegahan stunting di Indonesia. Sosialisasi pernikahan dini dalam upaya pencegahan stunting ini diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi para remaja Desa Talun. Maka dari itu dengan terkait maraknya pernikahan dini di Desa Talun ini perlunya ada pembinaan lebih lanjut dalam hal edukasi pernikahan dini dan juga masalah kesehatan yang berdampak nantinya.Abstract. Social problems in adolescents today are early marriages where early marriage is rife in developing countries such as Indonesia. This is shown from the results of data obtained by UNICEF. Ideally, a perfect marriage occurs at the age of 21. Factors causing early marriage in society are based on, among others, low levels of education. Based on various studies, adolescent social relationships become more flexible, parental responsibility to nurture and control children's relationships is reduced, and pregnancies out of wedlock lead to early marriage. With this socialization, Talun Village teenagers are expected to understand the impact of the dangers of early marriage and stunting prevention efforts so that later they will not rush into holding early marriages and later they can practice this information to other friends in efforts to prevent stunting in Indonesia. The socialization of early marriage in an effort to prevent stunting is expected to increase knowledge for the teenagers of Talun Village. Therefore, with the rise of early marriage in Talun Village, there is a need for further guidance in terms of early marriage education and also health problems that have an impact later.Keywords : Early Marriage; Stunting Prevention; Socialization
Peningkatan Semangat Menghargai Perbedaan Melalui Sosialisasi Produksi Konten Positif Bernuansa Kebhinekaan di Desa Kunden Aprilia, Riana; Suryadi, Andy; Syafira, Eva; Asya, Qovita Ruanjali; Nugraha, I’zaz Artnandya; Cahyono, Ismed Basuki
Jurnal Bina Desa Vol 6, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbd.v6i1.47239

Abstract

Abstrak.  Isu diskriminasi masih menjadi topik hangat di laman berita Indonesia. Hal tersebut tentu berlawanan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila terutama sila ke-tiga yang berbunyi : “Persatuan Indonesia”. Karena itu, perlu adanya refleksi diri pada setiap rakyat Indonesia terutama generasi muda dalam memaknai perbedaan sebab generasi muda berperan sebagai Agent of Change yang memiliki arti penting dalam kehidupan bermasyarakat. Adanya degradasi moral tersebut mejadikan alasan bagi kami sebagai Tim UNNES Giat 5 Desa Kunden, Kecamatan Karanganom untuk melakukan sebuah gerakan dalam memproduksi konten positif bertemakan perbedaan. Sosialisasi ini dibagi menjadi 2 sesi utama yaitu, sesi pembuatan poster dan sesi pembuatan video Pembuatan poster menggunakan media canva. Adapun pembuatan video melibatkan 2 tokoh masyarakat yang berpengaruh di Desa Kunden Kecamatan Karanganom Kabupaten Klaten. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk menanamkan semangat menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa yang beragam. Hasil dari kegiatan ini adalah terciptanya poster-poster bernuansa pancasila dan satu video bertema toleransi.Abstract. The issue of discrimination is still a hot topic on Indonesian news websites. This is certainly contrary to the values contained in Pancasila, especially the third precept which reads: "Indonesian Unity". Therefore, there is a need for self-reflection for every Indonesian people, especially the younger generation, in making sense of differences because the younger generation acts as an agent of change which has an important meaning in social life. The existence of this moral degradation is the reason for us as the UNNES Active 5 Team in Kunden Village, Karanganom District to carry out a movement in producing positive content with the theme of difference. This socialization was divided into 2 main sessions, a poster making session and a video making session. Making posters using Canva media. The making of the video involved 2 influential community leaders in Kunden Village, Karanganom District, Klaten Regency. This socialization activity aims to instill the spirit of maintaining the harmony and integrity of diverse nations. The result of this activity was the creation of Pancasila-themed posters and a video on toleranceKeywords: Diversity; Pancasila; Posters; Videography 
Pelatihan Pembuatan Batik Shibori di SDN 03 Suru Kabupaten Pemalang Kristiono, Natal; Solichin, Harun; Pratama, Muhammad Aditya Bayu; Wael, Winda Wati
Jurnal Bina Desa Vol 6, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbd.v6i1.47224

Abstract

Abstrak. Salah satu bentuk kreativitas yang dapat dilakukan pada siswa jenjang sekolah dasar adalah dengan membuat kerajinan batik shibori. Batik shibori adalah salah satu jenis batik yang menggunakan teknik jumputan dalam proses pembuatannya. Dengan mengikatkan tali ataupun karet pada kain. Kemudian dilanjutkan dengan proses pencelupan kepada warna sesuai dengan selera masing - masing. Teknik tersebut dapat menghasilkan warna dan motif yang beraneka ragam. Maka dari itu, tim GIAT Angkatan 5 Universitas Negeri Semarang di Desa Suru. Mengadakan pelatihan pembuatan batik shibori kepada siswa kelas 5 SD N 03 Suru. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keterampilan siswa dalam berkarya dan juga produktif. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan praktek pembuatan batik. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2023. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah antusias dari para siswa dalam membuat motif shibori serta produk batik shibori yang berwujud tas.Abstract. One form of creativity that can be done on elementary school students is to make batik shibori. Shibori Batik is one type of batik that uses jumputan techniques in the manufacturing process. By tying a rope or rubber on the fabric. Then proceed with the dyeing process to the color according to each taste. The technique can produce diverse colors and motifs. Therefore, the enterprising team of the 5th batch of Semarang State University in Suru Village. Held shibori batik training for 5th grade students of SD N 03 Suru. This activity aims to train students ' skills in working and also be productive. The method applied in this activity is training and practice to make a batik. This activity was held on July 26, 2023. The result of this activity is the enthusiasm of the students in making shibori motifs and shibori batik products in the form of bags.Keywords: Creativity; Shibori Batik; Training  
Pendampingan Aksi Restorasi Taman Desa Melalui Penanaman 1200 Bibit Tanaman di Desa Blagung Kabupaten Boyolali Maulina, Meyliana; Wicaksono, Dimas
Jurnal Bina Desa Vol 6, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbd.v6i1.49357

Abstract

Abstrak. Desa Blagung memiliki sebuah potensi wisata terstruktur berupa Ringin 7 atau Taman Desa. Namun pada realitanya seluruh Kawasan Taman Desa memiliki keadaan yang tidak baik. Yang mana baik dari segi tumbuhan maupun tanaman, kondisi tanah, sanitasi, hingga ketersediaan sarana kebersihaan sangat tidak mencukupi. Sehingga pelaksanaan program aksi restorasi Taman Desa merupakan langkah pertama dalam mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan dari aksi restorasi ini adalah untuk mengembangkan dan membenahi potensi wisata Desa blagung yang selama ini tidak ditangani dengan baik. Metode yang digunakan adalah dengan koordinasi atau sosialisasi program kerja yang akan usung kepada pihak desa. Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam aksi ini adalah survei potensi wilayah dan identifikasi masalah, koordinasi program dengan perangkat desa dan mitra terkait, pengangkutan bibit tanaman, pembersihan lahan, penanaman bibit tanaman, dan pemantauan dan evaluasi. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa masyarakat antusias dan ikut berperan aktif dalam mendukung aksi restorasi Taman Desa sebagai bentuk peduli akan lingkungan. Di samping itu, masyarakat juga sadar akan pentingnya kerja sama dalam mewujudkan pengembangan potensi wilayahnya.Abstract. Blagung Village has structured tourism potential in the form of Ringin 7 or Village Park. However, in reality the entire Taman Desa area is in a bad condition. Both in terms of plants and plants, soil conditions, sanitation, and the availability of hygiene facilities are very inadequate. So implementing the Village Park restoration action program is the first step in overcoming this problem. The aim of this restoration action is to develop and improve the tourism potential of Blagung Village which has not been handled properly. The method used is coordination or socialization of the work program that will be carried out to the village. Some of the activities carried out in this action are surveying potential areas and identifying problems, program coordination with village officials and related partners, transporting plant seeds, clearing land, planting plant seeds, and monitoring and evaluation. The results of the assistance show that the community is enthusiastic and takes an active role in supporting the Village Park restoration action as a form of caring for the environment. Apart from that, the community is also aware of the importance of cooperation in realizing the development of their region's potential. Keywords: Restoration Action; Village Park; Planting Seeds
Eksplorasi Herbisida Alami sebagai Solusi Pembasmi Gulma di Desa Kepunduhan Nurzanah, Messi; Mahardhika, Lintang; Oktrivargas, Aldinosa; Putri, Vini Wiratno
Jurnal Bina Desa Vol 6, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbd.v6i1.47345

Abstract

Abstrak. Studi ini bertujuan untuk melakukan inovasi terkait herbisida organik alternatif Roundup sebagai pengendali gulma di Kawasan pertanian Desa Kepunduhan. Sampai saat ini, metode pengendali gulma yang masih sering dilakukan adalah dengan menggunakan herbisida. Dari sekian banyak jenis merek herbisida, Roundup menjadi merek herbisida yang dipilih oleh hampir keseluruhan petani di Desa Kepunduhan. Herbisida organik alternatif Roundup ramah lingkungan merupakan sebuah inovasi oleh mahasiswa UNNES GIAT 5 yang melaksanakan program KKN di desa Kepunduhan dalam membantu menciptakan metode baru dalam penggunaan herbisida. Hasil penerapan inovasi ini menunjukkan dapat membantu petani dalam mengatasi  masalah gulma tanpa merusak lingkungan dan dapat mengurangi dampak negatif herbisida sintetik.Abstract. This study aim to present the results of innovations related to the alternative organic herbicide Roundup as weed control in the agricultural area of Kepunduhan village. Until now, the method of weed control that is still often done is to use herbicides. Of the many types of herbicide brands, Roundup is the herbicide brand chosen by almost all farmers in Kepunduhan village. Roundup alternative organic herbicides are environmentally friendly is an innovation by UNNES GIAT 5 students who carry out KKN programs in Kepunduhan village in helping to create new methods of herbicide use. The results of the application of this innovation show that it can help farmers overcome weed problems without damaging the environment and can reduce the negative impact of synthetic herbicides.Keywords : Herbicide; Weed; Weed Control
Upaya Pelestarian Lingkungan Melalui Gerakan Pembagian dan Penanaman Bibit Pohon di Desa Wates Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali Pitaloka, Eva Diah; Kurnia, Ermi Dyah; Prasetyo, Eko; Pramesti, Erinda Eka; Sanit, Arbi
Jurnal Bina Desa Vol 6, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbd.v6i1.49409

Abstract

Abstrak. Pelestarian lingkungan menjadi isu penting yang harus diperhatikan pemerintah maupun masyarakat. Gerakan penanaman bibit pohon mejadi strategi dalam upaya mempertahankan keberlanjutan lingkungan, pelestarian lingkungan dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam penanaman pohon. Kegiatan Gerakan Penanaman Bibit Pohon bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkugan dengan lokasi penanaman dilakukan di area kebun gizi di 23 RT Desa Wates dan sepanjang jalan samping sawah Desa Wates. Kegiatan dilakukan dengan pembagian 150 bibit pohon yang dibagikan ke masing-masing RT sebanyak 5 bibit. Penetapan lokasi penanaman dipilih sebab kebun gizi mejadi lokasi yang tepat untuk lokasi penanaman dengan berbagai pertimbangan ekologi, sosial, ekonomi untuk menjamin kebehasilan dalam jangka panjang, serta masih terdapatnya lahan kosong sehingga tepat untuk penanaman. Metode yang dilakukan dengan pembagian dan penanaman bibit pohon di 23 RT Desa Wates yang pelaksanaan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan respon baik dari Masyarakat. Abstract. The preservation of the environment has become a crucial issue that both the government and the community must address. The planting of tree saplings has emerged as a strategy in efforts to sustain the environment, promote environmental conservation, and encourage community involvement in tree planting. The Tree Sapling Planting Movement aims to maintain environmental sustainability, with planting locations identified in the nutrition garden areas across 23 residential areas in Wates Village and along the side of the rice fields in Wates Village. The activity involves distributing 150 tree saplings, allocating 5 saplings to each residential area. The selection of planting locations is based on various ecological, social, and economic considerations, with the nutrition garden deemed a suitable site for planting due to its potential long-term success and the availability of vacant land. The method involves the distribution and planting of tree saplings in the 23 residential areas of Wates Village, implemented through stages of preparation, execution, and evaluation. The outcomes of this initiative include an increased awareness among the community regarding the importance of environmental preservation and positive responses from the residents.Keywords: Distributing Tree Seedlings; Environmental Conservation; Planting Tree Seedlings; Wates Village
Peningkatan Keterampilan dan Perekonomian Anggota Keaksaraan Fungsional Desa Pondok Melalui Pengolahan Temulawak Menjadi Minuman Serbuk Instan Mustikasari, Dharu Sinar; Fajriyanti, Lisa Amelia; Suryaningtyas, Hikmah; Passayudha, Rangga Mahendra; Nashiroh, Putri Khoirin; Utama, Budi
Jurnal Bina Desa Vol 6, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbd.v6i1.47289

Abstract

Abstrak. Temulawak merupakan tanaman herbal yang populer di Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Tanaman ini memiliki banyak manfaat, baik untuk kesehatan maupun kecantikan. Pelatihan pembuatan minuman serbuk temulawak instan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mengolah bahan pangan lokal dan menunjang perekonomian anggota Keaksaraan Fungsional (KF). Dalam mewujudkan target luaran tersebut metode yang diterapkan demonstrasi dan praktek secara langsung oleh pemateri melalui tiga tahapan, yaitu 1) tahapan persiapan, 2) sosialisasi, dan 3) Pelaksanaan. Pelatihan yang telah dilakukan oleh anggota Keaksaraan Fungsional diharapkan dapat meningkatkan perekonomian anggota keaksaraan fungsional melalui keterampilan mengolah bahan pangan lokal berupa temulawak menjadi minuman serbuk instan.Abstract. Temulawak is a popular herbal plant in Indonesia, especially in rural areas. This plant has many benefits, both for health and beauty. The training on making instant ginger powder drink aims to improve local food processing skills and support the economy of Functional Literacy (KF) members. In realizing the output target, the method used is demonstration and practice directly by the speakers through three stages, namely 1) the preparatory stage, 2) socialization, and 3) implementation. The training that has been carried out by Functional Literacy members is expected to increase the economy of Functional Literacy members through skills in processing local food ingredients in the form of temulawak into instant powdered drinks.Keywords: Functional Literacy; Instant Powdered Drinks; Temulawak
Pendampingan Pengukuran Kekurangan Energi Kronis Pada Ibu Hamil Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Menuju Nglegok Zero Stunting Sucipto, Agus; Wijayanti, Hanifah; Asrining, Lintang; Fitria, Yuniarti; Kusuma, Laras; Wahyudi, Eko
Jurnal Bina Desa Vol 6, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbd.v6i1.49669

Abstract

Abstrak Stunting menjadi permasalahan yang serius ada di Indonesia, pemerintah indonesia melakukan berbagai macam program untuk menurunkan angka stunting. Melalui program pengabdian masyarakat UNNES GIAT 6 melakukan program untuk Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Desa Nglegok yang memiliki masalah dengan angka kejadian stunting yang cukup tinggi di Kecamatan Ngargoyoso. Kelompok UNNES GIAT 6 Desa Nglegok melakukan sosialisi stunting dan pendampingan pengukuran kekurangan energi kronis pada ibu hamil dengan tujuan untuk skrining dini stunting dan kekurangan energi kronis ibu hamil. Metode dalam kegiatan ini melalui 4 tahap yaitu: Perencanaan, Persiapan, Pelaksanaan, dan Evaluasi. Pelaksanaan kegiatan ini disambut respon warga yang baik dan antusias. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini adalah poster stunting yang di distribusikan ke posyandu dan sekolah yang ada di Desa Nglegok.Abstract Stunting has become a serious problem in Indonesia, the Indonesian government has implemented a variety of programmes to reduce the number of stunts. Through the community dedication program UNNES GIAT 6 carried out a program for the prevention and control of stunting in Nglegok village that has a problem with a fairly high stunting incidence rate in Ngargoyoso district. UNNES GIAT 6 Village Nglegok conducted socialist stunting and accompanying measurement of chronic shortage of energy in pregnant mothers with the aim of early screening of stunts and chronic lack of energy of pregnant women. The methodology in this activity goes through four stages: Planning, Preparation, Implementation, and Evaluation. The implementation of this activity was welcomed by a good and enthusiastic citizen's response. The results of this activity are stunting posters that are distributed to posyandu and schools in Nglegok Village.Keywords Stunting; Chronic Shortage of Energy; Nglegok; Community Service