cover
Contact Name
-
Contact Email
jbd@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jbd@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Pusat Pengembangan KKN LPPM UNNES, Gedung Prof. Retno Sriningsih Satmoko Lantai 2, Kampus Sekaran Gunungpati Kota Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bina Desa
ISSN : 27156311     EISSN : 27754375     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bina Desa memuat hasil pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian seperti Pengembangan Masyarakat (Community Development), Pembelajaran Layanan (Service Learning), PAR (Participatory Action Research), ABCD (Asset Based Community Development), CBR (Community-Based Research), dan metodologi lainnya. Pada dasarnya adalah semua kegiatan yang bertujuan memberikan layanan kepada masyarakat dengan tujuan menangani berbagai masalah di masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan dan memberdayakan masyarakat. Oleh karenanya pendekatan yang digunakan adalah multidisiplin ilmu sesuai konteks bidang garapan. Jurnal Bina Desa juga mempublikasikan hasil program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Articles 189 Documents
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Batang Tembakau menjadi Pupuk Kompos Menggunakan Teknologi EM4
Jurnal Bina Desa Vol 5, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Sukomarto, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung memiliki luas lahan tanam tembakau sebesar 125 Ha dengan potensi hasil panen mencapai 6 ton/Ha. Tingginya hasil panen tembakau tentunya juga diiringi dengan besarnya limbah tanaman tembakau salah satunya limbah batang tembakau. Pemanfaatan limbah batang tembakau masih terbilang minim karena hanya dimanfaatkan sebatas untuk kayu bakar. Di sisi lain, penggunaan pupuk kimia oleh para petani yang berlebihan dapat menurunkan kualitas tanah serta harganya yang saat ini sedang melambung tinggi. Oleh karena itu, solusi permasalahan tersebut adalah dengan memanfaatkan limbah batang tembakau menjadi pupuk organik/kompos. Kegiatan pelatihan dilakukan kepada masyarakat untuk memberikan bekal wawasan dan keterampilan untuk mengolah dan membuat pupuk kompos tersebut.AbstractSukomarto Village, Jumo District, Temanggung Regency has a tobacco planting area of 125 ha with a potential yield of up to 6 tons / ha. The high yield of tobacco harvest is of course also accompanied by the large amount of tobacco plant waste, one of which is tobacco stem waste. The use of tobacco stem waste is still relatively minimal because it is only used for firewood. On the other hand, excessive use of chemical fertilizers by farmers can reduce soil quality and its price which is currently soaring. Therefore, the solution to this problem is to use tobacco stem waste into organic fertilizer/compost. Training activities are carried out to the community to provide insight and skills to process and make compost.Keywords: Anaerobi; Agricu;ture; Compost; Tobacco Stems; Waste
Inovasi Pengolahan Ikan Bandeng menjadi Nugget untuk Meningkatkan UMKM Desa Ketapang
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Desa Ketapang merupakan desa pesisir yang terletak di Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang. Wilayah desa ini juga didominasi oleh pertanian tambak sehingga mendorong masyarakatnya bekerja menjadi nelayan dan petani tambak. Desa ini memiliki banyak potensi unggulan, yang paling menonjol yaitu ikan bandeng. Masyarakat masih menjual ikan bandeng dalam keadaan mentah sehingga nilai jualnya tergolong rendah. Hal ini mendorong mahasiswa KKN Unnes memperkenalkan inovasi pengolahan ikan bandeng yakni mengubah ikan bandeng menjadi makanan food frozen berbentuk nugget melalui kegiatan sosialisasi dan demonstrasi yang diselenggarakan di balai Desa Ketapang dengan melibatkan tim penggerak PKK, karang taruna desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), dan beberapa masyarakat umum. Kegiatan yang berlangsung mendapat respon positif dari tamu undangan atau sekitar 77% dari tamu undangan antusias mencatat dan bertanya perihal bahan, cara pembuatan nugget bandeng, kemasan, pemasaran, serta perizinan produk. Inovasi ini dapat dikembangkan menjadi program berkelanjutan guna mendorong UMKM Desa Ketapang sehingga menjadi desa mandiri.AbstractKetapang Village is a coastal village located in Ulujami District, Pemalang Regency. This village area is also dominated by pond farming, which encourages the community to work as fishermen and pond farmers. This village has many excellent potentials, the most prominent of which is milkfish. People still sell milkfish in a raw state so the selling value is relatively low. This prompted Unnes KKN students to introduce milkfish processing innovations, namely converting milkfish into frozen food in the form of nuggets through socialization activities and demonstrations held at the Ketapang Village hall by involving the PKK driving team, village youth youth groups, Village Community Empowerment Institutions (LPMD), and some of the general public. The activity that took place received a positive response from the invited guests or about 77% of the invited guests enthusiastically taking notes and asking questions about ingredients, how to make milkfish nuggets, packaging, marketing, and product licensing. This innovation can be developed into a sustainable program to encourage MSMEs in Ketapang Village to become independent villages.Keywords: Innovation; Nugget; MSME
Increasing The Skills of Kadilajo Village Residents in The Processing of Rice Waste Into Briquette as an Efforts to Realize Economic Independent Villages
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadilajo Village is one of the areas located in Karangnongko District, Klaten Regency, Central Java Province. Kadilajo is dominated by people working as rice farmers. Rice is the main priority for supporting rice fields in Kadilajo village. Rice production every year gives a high number in the production of rice husk waste. So far, rice husk waste has only been used as an ingredient in the soil mixture process, in this case the rice husk waste has not been fully utilized by the people of Kadilajo Village. Seeing the large amount of rice husk waste providing an innovative to processing into briquettes, rice husk waste briquettes can be used as an environmentally friendly alternative fuel and become a product that has a selling value in improving the economy of Kadilajo Village. The purpose of this activity is to train the people of Kadilajo Village to have the ability to manage rice husk waste into briquettes. The method applied is in the form of socialization and training in making briquettes to the people of Kadilajo Village. The results from program the KKN UNNES Giat 2 show that the people of Kadilajo Village, Karangnongko District, Klaten Regency have gained knowledge about the use of rice husk waste in making briquettes as fuel and a source of income for the community. With this activity, the community can take advantage of rice husk waste.Keywords: Briquettes; Community; Husk; Rice; Husk
Pendampingan Pemanfaatan Digital Marketing dalam Strategi Pemasaran Marning sebagai Produk Lokal Unggulan
Jurnal Bina Desa Vol 5, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Kemetul memiliki beragam potensi industri UMKM yang memanfaatkan hasil pertanian dan perkebunan. Usaha tersebut telah menjadi mata pencaharian bagi masyarakat di Desa Kemetul. Salah satu produk lokal unggulan dari industri UMKM khas Kemetul ialah Marning. Namun demikian, UMKM Marning belum mampu berkembang mengikuti perkembangan teknologi. Tim UNNES Giat 3 berkesempatan untuk melakukan pendampingan pemanfaatan digital marketing pada Marning Ibu Marmi dan Marning Tiga Puteri. Metode yang digunakan ialah asset based community yakni strategi pengembangan masyarakat melalui pemanfaatan asset berupa marning sebagai produk unggulan. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pelatihan dan pendampingan, adapun pelatihan tersebut meliputi pelatihan pengenalan pengemasan dan branding, cara pendokumentasian produk, serta pelatihan prospek pemasaran digital. Sedangkan pendampingan berupa pengembangan inovasi rasa, pembuatan akun shopee, dan pendataan pada google business. Hasil pendampingan ini membawa UMKM Marning mampu berinovasi dan menggunakan asset yang ada untuk memperluas jangkuan pasar dengan menggunakan strategi pemasaran digital.   AbstractKemetul Village has a variety of MSME industry potentials that utilize agricultural and plantation products. This business has become a livelihood for the people in Kemetul Village. One of the local superior products from the typical Kemetul MSME industry is Marning. However, UMKM Marketing has not been able to develop following technological developments. The UNNES Active 3 team has the opportunity to assist in the use of digital marketing for Marning Ibu Marmi and Marning Tiga Puteri. The method used is an asset-based community, namely a community development strategy through the use of assets in the form of marketing as a superior product. The activities carried out are in the form of training and mentoring, while the training includes training on introduction to packaging and branding, how to document products, as well as training on digital marketing prospects. Meanwhile, assistance is in the form of developing taste innovation, creating a Shopee account, and data collection on Google Business. The results of this assistance have enabled UMKM Marketing to be able to modify and use existing assets to expand the market by using a digital marketing strategy.Keywords: Accompaniment; Digital Marketing; Featured Local Product
Pengenalan Permainan Tradisional untuk Melestarikan Budaya Indonesia
Jurnal Bina Desa Vol 5, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengabdian ini mengangkat akan pentingnya melestarikan permainan tradisional di era modern seperti pada saat ini. Permainan tradisional memiliki banyak manfaat, selain sebagai warisan budaya bangsa permainan tradisional juga dapat berperan sebagai alat untuk melatih perkembangan motorik anak, kemampuan interaksi sosial anak, dan juga pembentukan karakter pada anak. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah sosialisasi dan praktek langsung di lapangan. Melihat yang terjadi sekarang, dimana anak lebih tertarik kepada permainan digital yang kurang melatih perkembangan pribadi anak membuat khawatir akan masa depan para penerus bangsa kelak. Sehingga kegiatan pengenalan permainan tradisional ini memang perlu dilakukan melihat begitu banyaknya manfaat yang didapat sekaligus untuk ikut serta dalam melestarikan permainan tradisional yang sudah menjadi warisan budaya di Negara Indonesia.AbstractThis dedication raises the importance of preserving traditional games in the modern era as it is today. Traditional games have many benefits, apart from being a nation's cultural heritage, traditional games can also act as a tool to train children's motor development, children's social interaction skills, and also character formation in children. The implementation method used is outreach and direct practice in the field. Seeing what is happening now, where children are more interested in digital games that do not train children's personal development makes them worry about the future of the nation's successors in the future. So that this activity of introducing traditional games really needs to be done considering the many benefits that can be obtained as well as to participate in preserving traditional games which have become cultural heritage in Indonesia.Kata Kunci: Character Building; Children's Games; Traditional Game
Pendampingan Pemutakhiran Data SDGs Desa Tahun 2022 di Desa Ngadirejo Magelang
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSDGs (sustainable development goals) menegaskan fokus isu utamanya terhadap kemiskinan, kelaparan, kesenjangan sosial, ekonomi berkelanjutan dan adil, dan perlindungan sumber daya alam. SDGs Desa merupakan gagasan yang diharapkan dapat membantu tercapainya tujuan SDGs di Indonesia. Pengabdian masyarakat berupa pendampingan pemutakhiran data SDGs Desa tahun 2022 di Desa Ngadirejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan oleh mahasiswa UNNES GIAT 3 Desa Ngadirejo dalam rangka ikut serta berkontribusi mewujudkan tujuan SDGs Desa di Desa Ngadirejo. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui 3 (tiga) tahapan yakni, tahap koordinasi, tahap pra perencanaan, dan tahap pelaksanaan pemutakhiran data SDGs Desa Ngadirejo tahun 2022. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah meringankan beban kerja Kepala Desa Ngadirejo selaku penanggung jawab pemutakhiran data SDGs Desa Ngadirejo tahun 2022. AbstactThe SDGs (sustainable development goals) emphasize the focus of the main issues on poverty, hunger, social inequality, a sustainable and just economy, and protection of natural resources Village SDGs is an idea that is expected to help achieve the goals of SDGs in Indonesia. Community service in the form of assisting in updating Village SDGs data for 2022 in Ngadirejo Village, Salaman District, Magelang Regency, Central Java Province was carried out by UNNES GIAT 3 students in Ngadirejo Village in order to participate and contribute to realizing the goals of Village SDGs in Ngadirejo Village. This community service is carried out through 3 (three) stages, namely, the coordination stage, the pre-planning stage, and the implementation stage of updating the Ngadirejo Village SDGs data in 2022. The result of this community service is to ease the workload of the Ngadirejo Village Head as the person in charge of updating the Ngadirejo Village SDGs data in 2022.Keywords: Data Update; Community Service; Village SDGs
Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Produk Pembersih Lantai sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak goreng merupakan kebutuhan setiap ibu rumah, namun banyak masyarakat yang kurang mengetahui dampak dari bahaya penggunaan minyak jelantah. Pemanfaatan berupa minyak jelantah yang akan diolah menjadi produk yang bermanfaat salah satunya cairan pembersih lantai. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat kepada desa Banyuaeng agar mempunyai keterampilan dalam mendaur ulang minyak jelantah. Selain itu, tujuan kegiatan ini untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh minyak jelantah. Metode pengabdian dilakukan dua hari secara offline di balai desa Banyuaeng dan salah satu rumah dengan peserta Ibu-ibu PKK serta Ibu-ibu di dukuh Temon. Hasil dari pengabdian masyarakat ini mampu mengerti dan menerapkan apa yang sudah dipaparkan, agar tujuan dari pengabdian dapat terealisasikan. Sejalan dengan mampunya dalam memanfaatkan minyak jelantah sebagai cairan pembersih lantai sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan bahkan dapat menghasilkan pendapatan. Luaran dari kegiatan ini adalah masyarakat mampu dan mengerti bagaimana membuat cairan pembersih lantai dan dapat ditinjau lebih jauh untuk diperjualbelikan.
Pelatihan Pembuatan Pestisida Alami Sebagai Alternatif Pestisida yang Ramah Lingkungan di Desa Talunombo
Jurnal Bina Desa Vol 5, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTalunombo merupakan salah desa yang memliki potensi yang cukup besar dalam sektor pertanian. Sektor pertanian sangat memberikan kontribusi yang sangat besar dalam perekonomian nasional, diantaranya yaitu melalui pembentukan PDB, penyedian pangan, sumber devisa negara, pengentasan kemiskinan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Namun salah satu permasalahan yang sering dihadapi para petani terutama petani di Desa Talunombo adalah serangan hama tanaman, misalnya yaitu kutu, ulat, lalat, belalang dan lain sebagainya. Serangan  hama  ini  seringkali menggagalkan  panen  sehingga  menyebabkan  kerugian yang sangat  besar masyarakat. Oleh karena itu,  peningkatan  produksi tanaman  merupakan  salah  program pertanian. Agar tanaman  tidak  dirusak  oleh  hama  dan penyakit salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan pestisida. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini yaitu untuk menambah wawasan serta keterampilan petani di Desa Talunombo, Kecamatan Sapuran, Wonosobo dalam membuat pestisida alami berbahan dasar daun pepaya untuk mengendalikan hama serangga pada tanaman budidayanya. Pelaksanaan dari kegiatan ini yaitu berupa sosialisasi dan pelatihan pembuatan pestisida alami berbahan dasar daun pepaya. Hasil dari adanya kegiatan pengabdian ini yaitu masyarakat di Desa Talunombo dapat mengaplikasikan pembuatan pestisida alami berbahan dasar daun pepaya yang ramah lingkungan, sehingga produktivitas tanaman pertaniannya dapat lebih meningkat.AbstractTalunombo is a village that has considerable potential in the agricultural sector. The agricultural sector makes a very large contribution to the national economy, including through the formation of GDP, food supply, a source of foreign exchange, poverty alleviation, and increasing people's income. However, one of the problems that is often faced by farmers, especially farmers in Talunombo Village, is plant pest attacks, for example, fleas, caterpillars, flies, grasshoppers and so on. These pest attacks often fail to harvest, causing enormous community losses. Therefore, increasing crop production is one of the agricultural programs. So that the plants are not damaged by pests and diseases, one effort that can be done is to use pesticides. The purpose of this service activity is to add insight and skills to farmers in Talunombo Village, Sapuran District, Wonosobo in making natural pesticides made from papaya leaves to control insect pests on their cultivated plants. The implementation of this activity is in the form of socialization and training in making pesticides made from papaya leaves. The result of this community service activity is that the people in Talunombo Village can apply natural pesticides made from papaya leaves which are environmentally friendly, so that the productivity of their agricultural crops can be further increased.Keywords: Natural Pesticides; Papaya Leaves; Pests; Productivity
Optimalisasi SDGs Dalam Program RTLH Sebagai Upaya Akselerasi Rehabilitasi Sosial Masyarakat
Jurnal Bina Desa Vol 5, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakRumah Tidak Layak Huni sebagai program yang dikeluarkan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah tengah menjadi perhatian masyarakat, karena berhubungan dengan kesejahteraan, kenyamanan, dan keamanan rakyat sebagai hasil capaian program. Adanya gencaran program Rumah tidak layak Huni salah satunya berlangsung di wilayah desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Dimana pada tahun anggaran 2022 ini, terdapat sejumlah 22 rumah di Desa Ketapang yang memperoleh bantuan bedah rumah tersebut. Namun dengan adanya pemberian bantuan tersebut, ternyata sejumlah 68 rumah tidak layak huni lainnya di Desa ketapang belum bisa memperoleh bantuan akibat pengajuan atau pendanaan serta proses yang cukup lama. Situasi seperti ini biasanya menimbulkan pro dan kontra didalam masyarakat, utamanya berkaitan dengan pemilihan kepala keluarga dalam pemberian bangunan. Melalui permasalahan ini penulis tertarik dan memiliki tujuan untuk mengkaji Implementarsi program rumah tidak layak huni sebagai upaya keserasian sosial masyarakat Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan program Rumah Tidak layak Huni di Desa Ketapang belum berjalan dengan efektif, karena memerlukan proses yang panjang. Namun disamping itu, kualitas hidup masyarakat Desa Ketapang, pasca menerima bantuan program Rumah Tidak layak Huni menjadi lebih sejahtera. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah kualitatif deskriftif yang dilakukan untuk menganalisis pelaksanaan Rumah tidak Layak Huni di Desa Ketapang. AbstractUninhabitable Houses as a program issued by the Public Housing and Settlement Area Office of Central Java Province are currently receiving public attention, because they relate to people's welfare, comfort and safety as a result of the program's achievements. There is an ongoing uninhabitable housing program, one of which is taking place in the Ketapang village area, Susukan District, Semarang Regency. Where in the 2022 fiscal year, there were a number of 22 houses in Ketapang Village that received assistance for the renovation of the house. However, with the provision of this assistance, it turned out that a number of 68 other uninhabitable houses in Ketapang Village had not been able to obtain assistance due to the submission or funding and the long process. Situations like this usually raise pros and cons in society, especially with regard to the selection of the head of the family in granting buildings. Through this problem the author is interested and has the goal of studying the implementation of the uninhabitable housing program as an effort to social harmony for the people of Ketapang Village, Susukan District, Semarang Regency. The results showed that the implementation of the Uninhabitable Houses program in Ketapang Village had not been effective, because it required a long process. But apart from that, the quality of life for the people of Ketapang Village, after receiving assistance from the Uninhabitable Houses program, has become more prosperous. The research method used in this writing is descriptive qualitative which was carried out to analyze the implementation of uninhabitable houses in Ketapang Village.Keywords: House; RTLH; Rubbish; Sanitation
Pelaksanaan Edukasi Bullying Sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Bullying pada Kalangan Siswa Sekolah Dasar Pecangakan
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKasus bullying pada kalangan pelajar di Indonesia masih cukup marak terjadi dan mencapai angka yang tinggi. Terbentuknya perilaku bullying ini dapat disebabkan karena melihat seseorang memiliki kekurangan baik fisik maupun mental. Apabila perilaku tersebut tidak segera dicegah maka akan berdampak besar terhadap perkembangan pola pikir anak. Sehingga Mahasiswa KKN UNNES GIAT 2 Desa Pecangakan menjalankan suatu program sebagai salah satu bentuk upaya pencegahan perilaku bullying, upaya tersebut dilakukan dengan adanya edukasi bullying.  Metode yang dilakukan pada program ini ialah edukasi dengan penyampaian materi berupa menayangkan video animasi yang berisikan mengenai dampak perilaku bullyingg, sesi tanya jawab kepada siswa sekolah dasar Desa Pecangakan. Dari adanya kegiatan diharapkan dapat memberikan manfaat kepada siswa untuk memahami bahaya dari adanya perilaku bullying, dan juga akan membangun kesadaran pihak sekolah terhadap dampak buruk yang timbul dari adanya perilaku bullying, sehingga pihak sekolah memberlakukan kebijakan yang dapat mengurangi atau mencegah terjadinya kasus bullying di lingkungan sekolah.AbstractCases of bullying among students in Indonesia are still quite rampant and reach high numbers. The formation of this bullying behavior can be caused by seeing someone has both physical and mental deficiencies. If this behavior is not immediately prevented, it will have a major impact on the development of the child's mindset. So that the KKN UNNES GIAT 2 Pecangakan Village students run a program as a form of efforts to prevent bullying behavior, this effort is carried out with bullying education. The method used in this program is education by delivering material in the form of showing an animated video containing the impact of bullying behavior, a question and answer session to elementary school students in Pecangakan Village. This activity is expected to provide benefits for students to understand the dangers of bullying behavior, and will also build awareness of the school towards the negative impacts arising from bullying behavior, so that the school implements policies that can reduce or prevent bullying cases in the school environment. .Keywords: Bullying, Education, Elementary School 

Page 9 of 19 | Total Record : 189