cover
Contact Name
Life Science
Contact Email
unnes.lifescience@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unnes.lifescience@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Life Science
ISSN : 22526277     EISSN : 25285009     DOI : https://doi.org/10.15294/lifesci
Core Subject : Agriculture,
Life Science publishes original and significant articles on all aspects of Life Sciences (Biology, Genetics, Biological Anthropology, Botany, Medical Sciences, Veterinary Sciences, Biochemical Genetics, Biometry, Clinical Genetics, Cytogenetics, Genetic Epidemiology, Genetic Testing, Evolution and Population Genetics, Immunogenetics and Molecular Genetics). The journal also covers ethical issues. It aims to serve as a forum for life scientists and health professionals.
Articles 219 Documents
Aktifitas Enzim Nitrat Reduktase Kedelai Akibat Variasi Kadar Air pada Awal Pengisian Polong
Life Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh berbagai kualitas air untuk aktivitas nitratreduktase  enzim (NRA),produksi kedelai (Glycine max) Burangrangkultivar, dan menganalisis korelasi antara NRA dan produksi. Aplikasi perlakuan rancangan acak lengkap dan terdiri dari satu factor dengan tiga kali ulangan.Faktor berbagai kualitas air terdiri darikapasitas lapangan, 90%, 70%, 50%, 30%, dan 10% dari kapasitas lapangan. Setiap ulangan terdiri dari 8 unit pengolahan, sehingga seluruh unit pengolahan adalah 144. Perlakuan variasi ketinggian air diberi sekali dari 2 hari. NRA dihitung berdasarkan jumlah nitrit yang dihasilkan dari uji. Nitrat direaksikan menggunakan sulfanilamide 1% dalam 3 N HCL dan napthylethylendiamide 0,02%.  Warna yang dihasilkan ditentukan dengan spektrofotometer pada 540 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air pada 90% dari hasil lapangan kapasitas rata-rata tertinggi PPA dengan efisiensi air yang baik. Rata-rata terbaik dengan efisiensi air untuk produksi dimiliki oleh variasi air 70%. Variasi kualitas air memiliki pengaruh signifikan terhadap NRA dan produksi.  NRA berkorelasi positif dengan produksi. The objective of this research was to analize the influence of variety of water qualityto nitrate reductase enzymes activity (NRA), production of soybean (Glycine max)cultivar Burangrang, and analize the correlation between NRA and production. The application of treatment followed the complete random design and it consist of one factor with three times repeat. The factor was variety of water qualityconsisted of field capacity, 90%, 70%, 50%, 30%, and 10% of the field capacity. Every repeat consisted of 8 treatment unit, so the whole of treatment unit were 144. The treatment of height water variety was given once of 2 daily. NRA is calculated based on the amount of nitrite produced from an assay. Nitrate was reacted using 1% sulfanilamide in 3 N HCL and 0,02% napthylethylendiamide. The produced color is examine using spectrophotometer at 540 nm. The result of the research indicate that the pouring water in 90% from field capacity result in the highest average of PPA by good water efficiency. The best average with water efficiency for production was owned by variety of water quality70%. Variety of water qualityhad significant influence to NRA and production. NRA had positif correlation with production.
Keanekaragaman Fosil Mikroforaminifera pada Singkapan Formasi Kalibeng dan Pucangan di Sangiran
Life Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sangiran adalah situs arkeologi di Jawa, Indonesia yang terletak di Jawa Tengah, 15 kilometer dari Solo ke Purwodadi itu. Pada fosil Sangiran adalah mikroforaminifera yang dapat dimanfaatkan dalam penentuan lingkungan masa lalu. Tujuan penelitian untuk mengetahui keanekaragaman fosil di singkapan formasi mikroforaminifera Kalibeng dan Pucangan di Desa Sangiran di Kabupaten Kalijambe. Dua formasi Pucangan Kalibeng dan Pucangan sebagai lokasi penelitian. Penentuan sampling adalah pada tiga titik di setiap formasi. Setiap titik diambil pada pembentukan, atas tengah dan bawah dengan setiap titik adalah 2 meter. Setelah sampel diambil, untuk mengidentifikasi foraminifera, indeks keanekaragaman dihitung, indeks kemerataan jenis, indeks dominasi dan kesamaan index.Mikroforaminifera indeks keanekaragaman plankton fosil di Formasi Kalibeng di Sangiran termasuk dalam kategori sedang (1,46) dan Formasi Pucangan termasuk kategori tinggi (1,69). Indeks keanekaragaman mikroforaminifera bentonik fosil di Formasi Kalibeng (0,81) dan Pucangan (0,78) di Sangiran termasuk dalam kategori rendah. Sangiran is the archaeological site in Java, Indonesia which is located in Central Java, 15 kilometers from Solo to the Purwodadi. At Sangiran fossils are mikroforaminifera that can be utilized in the determination of past environments. Research purposes to know the diversity of fossils in the outcrop formations mikroforaminiferaKalibeng and Pucangan in the village of Sangiran County District Kalijambe. Two formations are Kalibeng and Pucangan as study site. Determination of the sampling is at three points in each formation. Each point is taken at the top, middle and bottom formation with each point is 2 meters. After the sample is taken, to identify foraminifera, calculated diversity index, evenness index, dominance index and similarity index.Mikroforaminifera fossil planktonic diversity index on Kalibeng Formation in Sangiran included in the category of being (1.46) and the Formation Pucangan included in the high category (1.69). Fossil diversity Index mikroforaminifera bentonik on Formation Kalibeng (0.81) and Pucangan (0.78) in Sangiran included in the low category.
Efek Madu Randu dan Kelengkeng dalam Menurunkan Kolesterol pada Tikus Putih Hiperkolesterolemik
Life Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madu adalah cairan alami yang dihasilkan oleh lebah madu, memiliki antioksidan yang dapat mengurangi kolesterol dan MDA (malonildealdehida). Kelengkeng madu memiliki banyak antioksidan lebih dari madu randu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan madu randu dan madu kelengkeng untuk mengurangi kolesterol dan MDA pada tikus hiperkolesterolemik. Penelitian menggunakan 15 tikus galur wistar jantan, 2-3 bulan dan 115-128 gram berat badan. Tikus dibagi dalam 3 kelompok eksperimental. Perlakuan  menggunakan 10 ml air + berat badan 5 ml / kg tikus dosis dan kelompok kontrol (tidak diobati). Data kolesterol dan MDA dianalisis dengan ANOVA dan Post Hoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kontrol, madu kelengkeng dan pengobatan madu randu berbeda nyata dalam mengurangi kolesterol (p <0,005). Kelengkeng dan madu randu tidak berbeda nyata (p> 0,005). MDA perbedaan nyata (P> 0,005) antara pengobatan randu dan madu kelengkeng mengasah. Madu kelengkeng dapat mengurangi MDA lebih besar dari pada madu randu  pada tikus putih hiperkolesterolemikHoney is natural liquid produced by honey bees, it has antioxidants that can reduce cholesterol and MDA (malonildealdehida).  Kelengkeng  honey  has a lot of antioxidants more than randu honey. This study purpose is to examine  differences of  randu honey and kelengkeng honey for  reducing cholesterol and MDA in hiperkolesterolemik rat. The study used 15 male wistar strain rats, 2-3 months old and 115-128 grams of weight. The rats was devided into 3 groups experimentally. The treatmens were used 10 ml water + 5 ml/ kg rat’s weight of doses and control group (untreated).  Data of cholesterol and MDA were analysed with ANOVA and  LSD Post Hoc. The result showed that  control group, kelengkeng honey and randu honey treatment were  significant difference  (p < 0,005) in reducing cholesterol. Kelengkeng and randu honey were not significantly different (p>0.005).  MDA significant differences (P>0,005)  with  randu hone and  kelengkeng honey. The kelengkeng honey can reducing larger MDA than randu honey on white mice hypercholesterolemia.
Uji Ekstrak Daun Sirsak Terhadap Mortalitas Ektoparasit Benih UdangWindu Penaeus Monodon
Life Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan  penelitian ini adalah untuk menguji uji ekstrak daun sirsak dan pengaruhnya terhadap mortalitas ektoparasit pada udang windu. Penelitian ini menggunakan udang benih yang diambil secara acak. Tiger udang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Penelitian ini, menggunakan ekstrak daun sirsak dosis: 0%, 30%, 40%, 50% dan setiap perlakuan terdiri dari 18 benur udang windu dan 5 ulangan. Setiap kelompok perlakuan dengan ekstrak daun sirsak diamati selama 60 menit untuk mengendalikan ektoparasit dan 72 jam untuk kematian udang. Data kematian ektoparasit dianalisis dengan Anava dan uji lanjut dengan LSD (Beda Nyata Terkecil). Hasil observasi menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak signifikan mempengaruhi kematian ektoparasit benih udang. Hasil tes Anava untuk kelompok perlakuan 0%, 30% 40, 50% diperoleh nilai sig. 0,000 <0,05. Hal ini menunjukkan perbedaan yang nyata  pada kelompok perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun sirsak berpengaruh nyata terhadap kematian ektoparasit udang windu.The aim of  this research is to examine the soursop leaf extract and its effect on mortality of ectoparasites on the Penaeus monodon.  This research uses  shrimps which taken randomly. Tiger shrimp were divided into 4 treatment groups. In this research, treated with soursop leaf extract doses: 0%, 30%, 40%, 50% and each treatment consisted of 18 shrimps and five replications. Each group treated with soursop leaf extract was observed for 60 minutes to control ectoparasites and 72 hours for mortality of shrimp. Ectoparasite mortality data were analyzed  with  ANAVA and post hoc tests using LSD (Least Significant Difference). Observations indicate that the soursop leaf extract significantly affect ectoparasite mortality of shrimps. ANAVA test results for  treatment group, 0%, 30%, 40%, 50%  (sig. 0.00 < 0.05). It shows  significant  difference among treatment group. Based on the research results  it can be concluded that soursop leaf extract  significantly affect mortality of ectoparasites of shrimp. 
Pengaruh Pemberian Vitamin A Terhadap Penurunan Parasitemia Diinfeksi Plasmodium berghei Mencit yang
Life Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan masyarakat di daerah endemis malaria adalah kesadaran untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap infeksi dan penularan malaria. Vitamin A adalah salah satu vitamin yang bertindak sebagai immunostimulant. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian vitamin A dapat mengurangi parasitemia Plasmodium berghei pada Mencit Galur Swiss. Penelitian ini menggunakan 24 mencit jantan  berumur 6-8 minggu, berat badan 20-30 gram dan diambil secara acak. Mencit dibagi menjadi 4 kelompok. Penelitian dilakukan secara eksperimental. Dalam penelitian ini, pemberian vitamin A pengobatan dengan 3 variasi dosis yaitu 0 IU/g BB, 35 IU / g BB dan 70 IU / g BB dan kelompok kontrol negatif dengan setiap kelompok terdiri dari 6 tikus atau dengan 6 ulangan. Hasil ANOVA untuk pengobatan kelompok B, C dan D diperoleh nilai signifikan <0,001. Hal ini berarti  terdapat perbedaan yang signifikan dalam pengobatan yang diberikan. Untuk menemukan perbedaan yang signifikan kemudian dilakukan uji lanjut . Kesimpulan dalam penelitian ini adalah vitamin A mempunyai efek penurunan parasitemia pada Mencit Galur Swiss yang terinfeksi Plasmodium berghei.One alternative that can be developed communities in malaria endemic area is the awareness to boost immunity against infection and transmission of malaria. Vitamin A is one vitamin that acts as an immunostimulant. This study aims to determine whether administration of vitamin A can reduce the parasitemia of Plasmodium berghei in Swiss Strain Mice. This study used 24 male Swiss Strain Swiss aged 6-8 weeks, 20-30 grams weight and taken at random. Mice were divided into 4 groups. Research carried out experimentally  design. In this research, the provision of vitamin A treatment with 3 variations in dose were 0 IU /g BW, 35 IU /g BW and 70 IU /g BW and negative control group with each group consisting of 6 mice or with 6 replications. ANOVA results for treatment groups B, C and D obtained significant value <0.001. It was stated there are significant differences in treatment provided. To find any significant difference then conducted further post hoc tests. Conclusions for this study was vitamin A giving effect to decreased of parasitemia in Swiss Strain Mice that Infected with Plasmodium berghei.
Toksisitas Ekstrak Biji Srikaya dan Pengaruhnya terhadap Viabilitas Rayap Kayu Kering
Life Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan menguji toksisitas ekstrak biji srikaya dan pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup rayap kayu kering. Rayap (280) dibagi menjadi 7 kelompok. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Ekstrak biji srikaya yang konsentrasi dengan berbagai dosis yaitu 8,5 mg/L; 9 mg/L; 9,5 mg/L; 10 mg/L, 10,5 mg/L, 11mg/L, 11,5 mg/L dengan setiap kelompok terdiri dari 10 rayap, empat ulangan. Semua rayap dari setiap kelompok diperlakukan dengan ekstrak biji srikaya dan diamati selama 96 jam. Data kelangsungan hidup rayap dianalisis dengan ANOVA. Untuk hasil yang signifikan kemudian dilanjutkan dengan pengujian LSD pada tingkat kesalahan 5%. Hasil uji ANOVA untuk kelompok perlakuan 8,5 mg/L; 9 mg/L; 9,5 mg/L; 10 mg/L; 10,5 mg/L; 11 mg/L dan 11,5 mg/L pada setiap kelompok perlakuan berbeda nyata (p<0,05). Ekstrak biji srikaya yang mempengaruhi untuk kelangsungan hidup rayap kayu kering (Cryptotermes cyanochepalus) Konsentrasi yang paling berpengaruh pada kelangsungan hidup rayap adalah konsentrasi sebesar 11,5 mg/L.The  study aims to examine the toxicity of annona’s seed extract and its effect on the viability of dry wood termites.  Termites (280) were divided into 7 groups. The Research carried out experimentally by using Completely Randomized Design. Annona’s seed extract concentration with variety of dosage that is 8.5 mg/L, 9mg/L, 9.5 mg/L, 10mg/L, 10.5 mg/L, 11mg/L, 11.5 mg/L with each group consists of 10 termites, four replications. All termites from each group were treated with annona’s seed extract and observed during 96 hours. Data viability termites were analyzed with ANOVA. The treatment groups were 8.5 mg/L, 9mg/L, 9.5 mg/L, 10mg/L, 10.5 mg/L, 11mg/L, and 11.5 mg /L. For significant results then proceed with testing LSD at 5% error level. ANOVA test’s result for treatment groups 8.5 mg/L, 9 mg/L, 9.5 mg/L, 10mg/L, 10.5 mg/L, 11mg/L, and 11.5 mg/L (p<0.05) in each treatment group. It showed a significant difference in treatment given. Annona’s seed extract affects to the viability of dry wood termites (Cryptotermes cyanochepalus). The concentration that most influents on viability of termites is concentration at 11.5 mg/L.
Keanekaragaman Plankton Di Perairan Tambak Ikan Bandeng Di Tapak Tugurejo, Semarang
Life Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keragaman plankton di perairan tambak ikan bandeng di Tapak Tugurejo Semarang. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling, di setiap stasiun diambil 5 poin sampling, masing-masing titik sampling dibagi dalam 2 variasi kedalaman yaitu, permukaan (0 m) dan dasar (1,5 m). Pengambilan sampel dilakukan 3 kali dengan selang waktu 1 minggu. Hasil penelitian menunjukkan tiga stasiun di stasiun I ditemukan 7 spesies fitoplankton dan 2 jenis zooplankton, stasiun kedua menemukan 14 jenis fitoplankton dan 3 jenis zooplankton, sedangkan stasiun ketiga ditemukan 12 jenis fitoplankton dan 4 jenis zooplankton. Keanekaragaman fitoplankton dari tertinggi ke terendah dengan urutan stasiun III (0,802), stasiun I (0,697) dan stasiun II (0,577). Keragaman zooplankton dari yang tertinggi ke urutan terendah dari stasiun III (0,479), stasiun II (0,389) dan I stasiun (0,3). Dari pengamatan menyimpulkan bahwa keanekaragaman plankton di perairan tambak bandeng dalam Tugurejo Semarang diperoleh selama penelitian adalah rendah.This research was conducted to determine the diversity of plankton in the waters of milk fish ponds in the area Tread TugurejoKelurahanTugu Semarang District. Sampling was purposive sampling method, at each station were taken 5 points of sampling, each sampling point divided in 2 variations in the depth that is, the surface (0 m) and base (1.5 m). Sampling was done 3 times with an interval of 1 week. The results showed the three stations in the station I found 7 species of phytoplankton and 2 types of zooplankton, the second station found 14 species of phytoplankton and 3 types of zooplankton, whereas the third station found 12 species of phytoplankton and 4 types of zooplankton. Diversity of phytoplankton from highest to lowest by the order station III (0.802), the station I (0.697) and station II (.577).Diversity of zooplankton from the highest to the lowest order of station III (0.479), station II (.389) and the station I (0.3). From the observation concluded that the diversity of plankton in the waters of milk fish ponds in the area Tread Tugurejo Semarang obtained during the study is low.
Pengaruh Ekstrak Jahe terhadap Penurunan Jumlah Ektoparasit Protozoa pada Benih Kerapu Macan
Life Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak air jahe terhadap penurunan jumlah ektoparasit protozoa pada benih kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Penelitian ini menggunakan 20 ekor benih kerapu macan berumur 3 bulan yang terinfeksi parasit. Konsentrasi ekstrak jahe yang diujikan adalah 0%; 0,5%; 1,0%, dan 1,5%. Lama perlakuan 30 menit, dengan waktu pengamatan 10, 20, dan 30 menit. Data yang diambil berupa jenis dan jumlah ektoparasit tiap jenisnya. Hasil penelitian menunjukkan ektoparasit pada kerapu macan dari genus Trichodina, Epistylis, Vorticella, dan Acineta. Perendaman ikan dalam waktu 10, 20 dan 30 menit pada konsentrasi ekstrak jahe 0% masih ditemukan ektoparasit, sedangkan pada konsentrasi 0,5%, 1% dan 1,5% tidak ditemukan ektoparasit. Simpulan dari penelitian ini adalah perendaman kerapu macan pada ekstrak jahe konsentrasi 0,5% pada waktu 10 menit berpengaruh terhadap penurunan jumlah ektoparasit protozoa pada benih ikan kerapu macan.The aim of this study is to determine the effect of ginger water extract in decreasing number of protozoan ectoparasites on Epinephelus fuscoguttatus. It is included as experimental study that uses the complete randomized block with 4 treatments and 5 frequent times. The study used 20 Epinephelus fuscoguttatus with aged 3 months which were infected by parasites. Ginger water extract which was experimented, is 0%: 0,5%; 1,0% and 1,5% concentration. Long of this experiment is 30 minutes, with interval of observation 10, 20 and 30 minutes. Data was taken in form of ectoparasite and its number of species type. The result of this study showed that the ectoparasites on the Epinephelus fuscoguttatus are from the Trichodina, Epistylis, Vorticella, and Acineta genus. Soaking of fish for 10th, 20th and 30th minutes with 0% concentration of ginger water extract, was still found an ectoparasite, whereas in concentration 0.5%, 1% and 1.5% there was not found any ectoparasites. Conclusion of this study is that soaking of Epinephelus fuscoguttatus in ginger water extract at 0,5% concentration within 10 minutes, affects in decreasing number of protozoan ectoparasites on Epinephelus fuscoguttatus.
Distribusi dan Keanekaragaman Jenis Makrozoobentos Weleri Kabupaten Kendal di Sungai Damar Desa
Life Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Damar merupakan sungai yang alirannya mendapat masukan limbah dari kegiatan industri rumah tangga dan kegiatan pertanian yang dapat berpengaruh terhadap kualitas airnya. Makrozoobentos dapat digunakan sebagai parameter biologi dalam menentukan kondisi suatu perairan, karena hidupnya relatif diam di dasar perairan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi dan keanekaragaman jenis makrozoobentos di Sungai Damar Desa Weleri. Penelitian ini dilakukan secara purpossive sampling, dengan pengambilan sampel tiap stasiun diambil sembilan titik pada substrat dasar perairan yang berbeda. Waktu pengambilan tiga kali dengan selang waktu dua minggu. Metode analisis data yang digunakan yaitu Distribusi longitudinal, Indeks keanekaragaman, Indeks kemerataan, dan Indeks dominansi. Hasil penelitian ditemukan 27 jenis makrozoobentos. Spesies yang terdistribusi di sepanjang Sungai Damar yaitu Littorina carinifera, Melanoides torulosa, Melanoides tuberculata, Melanoides granifera, dan Pilla ampullacea. Nilai Indeks Keanekaragaman pada semua stasiun pengamatan tergolong sedang (2,77). Keanekaragaman jenis makrozoobentosnya tergolong sedang, sehingga menunjukkan air Sungai Damar termasuk kriteria kualitas air yang setengah tercemar.Damar river is a river whose streams flow gets input wastes from domestic industrial activity and agricultural activities that may affect water quality. Macrozoobentos can be used as a biological parameter in determining the waters condition, because they live relatively silence in the bottom of water. The purpose of this study is to determine the distribution and diversity of makrozoobentos species in the Damar river in Weleri Village. This research used the purpossive sampling method, with the sample of each station was taken from nine poins on the different bottom substrates. It was done in three times removal at two weeks interval. The data analysis method that were used are Longitudinal Distribution, Diversity Index, Evenness Index and Dominance Index. The research found 27 species of macrozoobentos. The species that distributed along Damar river are Littorina carinifera, Melanoides torulosa, Melanoides tuberculata, Melanoides granifera, dan Pilla ampullacea. Diversity index at all observation station are classified as moderate (2,77). Based on the result, it can be concluded that there are five species that are distributed along Damar river. The macrozoobentos diversity is classified as moderate, that indicate there is light pollution that happened at Damar river.
Suhu, Kelembaban, serta Produksi Telur Itik pada Kandang Tipe Litter dan Slat
Life Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keadaan lingkungan luar sangat penting pengaruhnya terhadap proses produksi telur, sehingga diperlukan pengaturan lingkungan yang mendukung kehidupan itik secara optimal. Lingkungan yang dapat mempengaruhi proses pembentukan telur diantaranya adalah lingkungan kandang. Keadaan lingkungan yang tidak mendukung dapat mengganggu proses produksi telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan suhu, kelembaban, dan produksi telur itik pada kandang tipe Litter dan Slat di Satuan Kerja Itik Banyubiru. Sampel yang digunakan sebanyak 6 kandang itik, terdiri dari 3 kandang Litter dan 3 kandang Slat, masing masing berisi 100 ekor itik. Hasil penelitian menunjukkan jumlah rata-rata hasil produksi telur pada kandang Litter sebanyak 64 butir, sedangkan rata-rata hasil produksi telur pada kandang Slat sebanyak 71 butir. Suhu pada kandang Litter berkisar antara 21-31°C, sedangkan suhu pada kandang Slat berkisar antara 21-33°C. Kelembaban pada kandang Litter berkisar antara 33-85%, sedangkan kelembaban pada kandang Slat berkisar antara 30-85%. Dari hasil pengamatan disimpulkan bahwa terdapat perbedaan suhu, kelembaban dan produksi telur. Condition of the environment is very important influence for process of eggs production, so needed environment arrangement to support the duck life optimum. Environment can arrange it is stable. The environment that can influence the duck life is stable environment. Unsupported stable environment can decrease the eggs production. This observasion are conducted to know the temperature difference, humidity, and egg production in Litter and Slat-typed stable at Satuan Kerja Itik Banyubiru. There are 6 stable to use the sample, consist of 3 Litter-typed stable and 3 Slat-typed stable in which each stable filled up by 100 ducks. The observation result shows the eggs production rate in Litter-typed stable is 64 grains, whereas in Slat-typed stable is 71 grains. The temperature in Litter-typed stable around 21-31ºC, temperature in Slat-typed stable around 21-33ºC. Humidity in Litter-typed stable around 33-85%, humidity in Slat-typed stable around 30-85%. From the observation result, we can draw conclusion that there is difference in temperature, humidity, and eggs production.