cover
Contact Name
Lusi Andriyani
Contact Email
lusi.andriyani@umj.ac.id
Phone
+6281313188240
Journal Mail Official
jurnalindependen@umj.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl KH. Ahmad Dahlan, Ciputat, Jakarta Selatan 15419, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global
ISSN : -     EISSN : 27219755     DOI : https://doi.org/10.24853/independen
Core Subject : Social,
Independen: Jurnal Politik Indonesia dan Global Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta adalah jurnal nasional berbasis penelitian ilmiah, secara rutin diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta sejak 2020 (versi online). Independen: Jurnal Politik Indonesia dan Global Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta mengundang para dosen, peneliti, pengkaji, praktisi, industri, dan pemerhati serta mahasiswa S1/S2/S3, untuk mengirimkan paper atau artikel ilmiahnya. Paper yang masuk akan di-review secara peer-review. Setelah proses review selesai, hasil review akan diinformasikan kepada penulis paper melalui sistem Open Journal System (OJS). Jurnal Independen terbit 2 kali dalam setahun.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "vol. 6 no. 2 (2025)" : 6 Documents clear
PERILAKU MEMILIH PEMULA DALAM PILPRES 2024: STUDI KASUS KECAMATAN CENGKARENG, JAKARTA BARAT Abror Torik Tanjilla
INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global Vol. 6 No. 2 (2025): INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/indpn.6.2.73-84.31032

Abstract

Party identification was the most consistent factor, meaning that strengthening identification that was not aligned with the reference pair correlated with a decrease in the likelihood of voting for that pair. This was the main finding of this study. This study aimed to examine the voting behavior of first-time voters in the 2024 Presidential Election in Cengkareng using binary logistic regression. Substantive results indicate that party affiliation is the primary factor driving young voters to political choices. There was no evidence that the results were directly influenced by family and environmental factors, as well as by profit and loss calculations. There were differences in education, employment status, and geographic location, according to the control variables. Practically, a communication approach centered on increasing partisan affiliation and identity through tailoring sociodemographic and regional contexts is more prospective for reaching first-time voters. Keywords: first-time voters, voting behavior, 2024 presidential election, Cengkareng
MEDIA DAN PREFERENSI PILIHAN POLITIK GENERASI Z PADA PILPRES 2024 MENUJU DEMOKRASI DIGITAL YANG BERMARTABAT Mohammad Nasih; Lusi Andriyani
INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global Vol. 6 No. 2 (2025): INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/independen.6.2.13-22.31048

Abstract

Technological developments have brought significant changes to human life, impacting individual situations and social interactions, one example being the general election process. Social media is currently a part of online media, or new media. Its existence has begun to be used as a tool for socialization and political strategy because it is considered more efficient in use, low cost, and offers unlimited access. The use of social media as a medium for political dialogue has been carried out on various occasions. Social media has developed into a new tool with significant implications for everyday life, particularly in the political sphere. All issues are easily accessible through information on social media. In this context, social media has ultimately become a tool for Gen Z to obtain information and political literacy, which influences their political preferences and political choices. The digitalization of information is an unavoidable process and will pose a challenge to the implementation of democracy in Indonesia. Keywords: Social media, Gen-Z, Political preferences, 2024 presidential election, Digital democracy.
TRANSFORMASI POLITIK GENERASI Z : ANALISIS PERUBAHAN INTERPRETASI PASCA PEMILU TAHUN 2024 Ahmad Rofiq; Nani Nurani Muksin; Rahmat Salam
INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global Vol. 6 No. 2 (2025): INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/indpn.6.2.95-104.31715

Abstract

Generasi Z merupakan kelompok demografis yang memiliki peran strategis dalam dinamika politik kontemporer di Indonesia. Pemilu tahun 2024 menjadi momentum penting yang menandai perubahan signifikan dalam cara generasi ini memaknai politik, partisipasi demokrasi, serta relasi mereka dengan aktor dan institusi politik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi interpretasi politik Generasi Z pasca Pemilu 2024, khususnya dalam konteks perubahan sikap, pola partisipasi, dan persepsi terhadap legitimasi demokrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif-analitis berbasis studi literatur, laporan survei nasional, serta pengamatan terhadap wacana politik di media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasca Pemilu 2024, Generasi Z mengalami pergeseran interpretasi politik dari yang sebelumnya cenderung idealistis menuju sikap yang lebih pragmatis, kritis, dan berbasis pengalaman kolektif. Transformasi ini dipengaruhi oleh intensitas paparan media sosial, dinamika kampanye digital, serta respons terhadap hasil pemilu dan proses demokrasi yang menyertainya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Generasi Z tidak mengalami depolitisasi, melainkan transformasi cara berpolitik yang lebih adaptif terhadap konteks sosial dan teknologi.
ANALISIS MATRIKS IFAS DAN EFAS STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PSI PADA PEMILIHAN LEGISLATIF 2024 DI KOTA SEMARANG Chandra Sivano; Natal Kristiono
INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global Vol. 6 No. 2 (2025): INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/indpn.6.2.105-114.31716

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perolehan suara dan kursi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Pemilu Legislatif 2024 di Kota Semarang, di mana jumlah kursi meningkat sebesar 150% dari 2 kursi pada periode sebelumnya menjadi 5 kursi. Peningkatan ini terjadi di tengah kompetisi politik yang didominasi partai mapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi politik PSI melalui identifikasi faktor internal dan eksternal serta menentukan posisi strategis partai. Penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan desain sequential exploratory, yaitu diawali dengan pengumpulan dan analisis data kualitatif melalui wawancara mendalam, kemudian dilanjutkan dengan analisis kuantitatif menggunakan matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total skor IFAS sebesar 2,98 dan EFAS sebesar 3,11, yang mengindikasikan bahwa kemampuan internal dan respons eksternal partai berada pada kategori cukup atau moderat. Selisih antara kekuatan dan kelemahan sebesar 0,70 serta selisih antara peluang dan ancaman sebesar 0,61 menempatkan strategi komunikasi politik PSI pada Kuadran I dalam diagram SWOT. Posisi ini menunjukkan bahwa strategi didukung oleh dominasi kekuatan internal dan peluang eksternal, meskipun belum pada tingkat yang sangat kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan perolehan kursi dan suara PSI tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memanfaatkan peluang eksternal, tetapi juga oleh pengelolaan kekuatan internal secara adaptif, terutama dalam pemanfaatan media digital dan pembentukan citra politik yang relevan dengan pemilih muda
PRECARIAT WORKERS AND RISK SOCIETY: PEREMPUAN BURUH PLASMA INDUSTRI RAMBUT DAN BULU MATA PALSU DI KABUPATEN PURBALINGGA Galih Satria
INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global Vol. 6 No. 2 (2025): INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/indpn.6.2.115-126.31718

Abstract

Artikel ini membahas fenomena hubungan hubungan kerja pada masyarakat pasca-industri sebagai bentuk masyarakat risiko (risk society) perempuan buruh plasma rambut dan bulu mata palsu di Purbalingga. Guy Bonoli menjelaskan konsep masyarakat risiko sebagai situasi dimana individu mengalami kerugian kesejahteraan yang muncul akibat pertumbuhan lapangan kerja sektor jasa dan banyaknya perempuan yang memasuki pasar tenaga kerja. Hal tersebut sejalan dengan perkembangan liberalisasi ekonomi yang berorientasi pada persaingan untuk mendapatkan keuntungan lebih dengan meminimalisir beban produksi dalam suatu komoditas ekonomi. Implikasi positif yang timbul adalah kemudahan masyarakat dalam mengakses lapangan pekerjaan dan peluang pemerintah dalam negeri untuk mengakselerasi tingkat perekonomiannya. Namun di sisi lain, konsekuensi logis yang merugikan masyarakat adalah rendahnya perlindungan pekerja berkaitan dengan ekosistem dan hubungan kerja yang adil. Dalam konteks perempuan buruh plasma rambut dan bulu mata palsu di Purbalingga, mereka harus terperangkap dalam ketidakpastian ekonomi dimana tidak terdapat kepastian pendapatan, jaminan kesehatan, hak pensiun, serta adanya ancaman untuk kehilangan pekerjaan. Temuan ini menegaskan bahwa modernisasi ekonomi tidak serta-merta memberikan implikasi positif bagi masyarakat, melainkan juga terdapat permasalahan baru yang harus diantisipasi oleh negara selaku pemilik otoritas negara kesejahteraan.
KAPASITAS CALEG PEREMPUAN DI DAPIL I PROVINSI SUMATERA BARAT PADA PEMILU 2019 Tri Afsah Nurmayitno
INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global Vol. 6 No. 2 (2025): INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/indpn.6.2.127-134.31719

Abstract

Angka keterwakilan perempuan di legislatif saat ini menjadi perhatian penting pemerintah. Realitanya saat ini, angka keterwakilan perempuan dalam mekanisme politik di Indonesia masih jauh dari harapan. Tidak hanya di level nasional, rendahnya keterwakilan perempuan hasil pemilihan umum di lembaga legislatif juga terjadi di banyak daerah di Indonesia, seperti di Sumatera Barat. Pada Pemilu serentak 2019 tersebut jumlah Caleg perempuan yang terpilih di DPRD Provinsi Sumatera Barat mengalami penurunan dengan hanya empat (4) orang atau sebanyak 6,15% anggota perempuan yang berhasil terpilih menjadi anggota legislatif. Khususnya pada Dapil I Provinsi Sumatera Barat, yakni meliputi Kota Padang tidak terdapat satu pun Caleg perempuan yang berhasil terpilih menjadi anggota legislatif DPRD dalam Pemilu legislatif di Provinsi Sumatera Barat tahun 2019. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kapasitas Caleg perempuan di Dapil I Provinsi Sumatera Barat pada Pemilu 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan menggunakan konsep sumber daya politik Firmanzah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas dominan yang dimiliki oleh Caleg perempuan di Dapil I Provinsi Sumatera Barat pada Pemilu 2019 terletak pada aspek sumber daya manusia seperti pengalaman organisasi, kedekatan sosial dengan masyarakat, integritas, serta komitmen terhadap isu-isu perempuan. Namun, kapasitas ini tidak mampu dioptimalkan dalam kontestasi politik karena lemahnya faktor pendukung lainnya. Caleg perempuan mengalami keterbatasan sumber daya finansial, minimnya memanfaatkan teknologi dan media massa, serta kurangnya melakukan pencarian informasi politik dan sosialisasi yang terstruktur. Selain itu, minimnya dukungan dari partai politik juga turut memperlemah efektivitas kampanye mereka.

Page 1 of 1 | Total Record : 6