cover
Contact Name
-
Contact Email
pawiyatan@ivet.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pawiyatan@ivet.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV No.16, Bendan Duwur, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Pawiyatan
Published by Universitas IVET
ISSN : -     EISSN : 27214702     DOI : -
Core Subject : Social,
Pawiyatan menyediakan sebuah platform untuk para dosen, peneliti, pelajar, praktisi dan akademisi untuk mempromosikan pengetahuan dan kredibilitas pada pendidikan. Jurnal yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan januari dan juli berisi artikel-artikel yang terdiri dari makalah penelitian teoritis dan empiris berkualitas tinggi, makalah tinjauan dan pengabdian pada masyarakat.
Articles 207 Documents
Pengembangan Profesionalisme Dosen Dan Inovasi Pembelajaran
Pawiyatan Vol 22 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perguruan Tinggi sebagai salah satu lembaga pendidikan yang bertugas menyiapkan generasi penerus bangsa memiliki tanggungjawab mencetak kader-kader profesional yang dapat melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. Salah satu komponen penting dari Perguruan Tinggi adalah dosen, yang merupakan ujung tombak keberhasilan dari pencapaian tujuan pendidikan. Oleh karenanya, dosen diharapkan senatiasa meningkatkan kualitas dirinya sehingga dapat melaksanakan tugasnya secara profesional. Profesionalitas dosen sangat diperlukan, karena tugas-tugas yang diselesaikan secara profesional akan dapat meningkatkan kualitas Perguruan Tinggi tersebut. Pengembangan profesionalisme dosen dapat dilaksanakan melalui kegiatan pelatiha-pelatihan, workshop, seminar dan pertemuan-pertemuan ilmiah lainnya. Dosen juga dituntut untuk inovatif, selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk inovasi pembelajaran. Inovasi mutlak dilaksanakan terlebih memasuki era digital yang semakin maju. Implikasinya, inovasi pembelajaran menjadi sebuah jalan untuk menunjukkan profesionalitas dosen. Diharapkan dengan pembelajaran yang inovatif dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran, yang pada gilirannya dapat menciptakan out put yang berkualitas. Kata Kunci: Profesionalisme, inovasi pembelajaran.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR UNTUK PENINGKATAN PROFESIONALITAS GURU PAUD (PENDIDIKAN ANAK USIA DINI) DI PROVINSI JAWA TENGAH
Pawiyatan Vol 20 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Motivasi belajar guru PAUD di Provinsi Jawa Tengah; (2) kinerja guru PAUD di Provinsi Jawa Tengah; (3) pengaruh motivasi belajar terhadap peningkatan profesionalitas guru PAUD di Provinsi Jawa Tengah. Jenis penelitian adalah penelitian desain eksperimental dengan dua variabel yakni motivasi dan kinerja guru PAUD. Objek penelitian adalah 100 guru PAUD yang dipilih secara acak merupakan mahasiswa IKIP Veteran Jawa Tengah dan guru PAUD di Jawa Tengah. Instrumen kuesioner divalidasi dengan uji validitas konstruk serta analisis kuantitatif dilakukan dengan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) motivasi guru PAUD di Provinsi Jawa Tengah menunjukkan bahwa 80% guru PAUD memiliki motivasi tinggi untuk menjadi guru yang profesional; (2) kinerja guru PAUD di Provinsi Jawa Tengah menunjukkan bahwa 81,4% guru masuk dalam kategori profesional; (3) Hasil regresi motivasi guru PAUD dapat menunjukkan pengaruhnya yang signifikan terhadap kinerja guru PAUD. Hal ini didasarkan pada pengujian statistik dengan regresi linear sederhana yang menghasilkan nilai t hitung sebesar 2.309 dan nilai signifikansinya sebesar 0,049. Oleh karena nilai t hitung > t tabel (=1,98), maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh dari motivasi guru PAUD terhadap kinerja dan profesionalitas guru PAUD di Provinsi Jawa Tengah. Kata Kunci: motivasi, belajar, kinerja, profesional, PAUD
Perjuangan Laskar Rakyat Pemberontak Rakyat Indonesia Mataram (pri mataram) Dalam Penyerangan Kota Ambarawa
Pawiyatan Vol 28 No 01 (2021): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyerangan kota Ambarawa adalah suatu peristiwa kemenangan yang memberikan banyak pengaruh bagi pertempuran lainnya pada masa Revolusi Indonesia. Dalam penyerangan kota Ambarawa banyak terlibat badan kelaskaran yang mengangkat senjata serta tidak kalah berani dengan pasukan TKR. Salah satu badan kelaskaran yang terlibat dalam Penyerangan kota Ambarawa adalah Laskar Pemberontak Rakyat Mataram yang merupakan cikal bakal dari Tentara Rakyat Mataram (TRM) dari Yogyakarta.Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan perjuangan PRI Mataram dalam penyerangan kota Ambarawa sebagai upaya untuk berperan serta mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan sumber-sumber sejarah yang diperoleh dari surat kabar Kedaulatan Rakyat tahun 1945, studi kepustakaan, dan wawancara kepada para pelaku sejarah. Hasil penelitian adalah Laskar Rakyat PRI Mataram berdiri di Yogyakarta 12 Oktober 1945 yang dibentuk oleh Soetardjo Reksokario, Salim, dan Turmudzi. Laskar ini terlibat dalam penyerangan kota Ambarawa didorong karena semangat juang rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Keterlibatannya dalam penyerangan kota Ambarawa yakni bergabung dengan pasukan M. Sarbini saat melakukan serangan terhadap pasukan Sekutu dari Bedono sampai kota Ambarawa. Senjata yang dipergunakan Laskar PRI Mataram dalam penyerangan di kota Ambarawa berupa senapan C96, bren carrier MK2, dan bambu runcing. Kata Kunci: PRI Mataram, Revolusi Indonesia, Ambarawa
POTRET PEMENUHAN HAK ATAS PENDIDIKAN DASAR BAGI ANAK-ANAK NELAYAN DI KAWASAN PANTURA JAWA TENGAH
Pawiyatan Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dasar merupakan salah satu konstitusional yang harus disediakan oleh negara. Sebagai hak bagi warga negara, maka hal itu merupakan kewajiban bagi pemerintah untuk menyediakannya sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang dimilikinya. Dalam konteks otonomi daerah, penyelenggaraan pendidikan dasar secara operasional dikelola oleh Pemerintah Daerah dan didukung oleh Pemerintah Pusat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potret pemenuhan atas pendidikan dasar bagi anak-anak nelayan di Kabupaten Tegal. Ada tiga fokus masalah yang dijadikan obyek penelitian ini, yakni: faktor-faktor yang terkait dengan partisipasi pendidikan dasar anak-anak nelayan, kebijakan pemerintah daerah dalam pemenuhan hak-hak atas pendidikan dasar di Kabupaten Tegal, serta implementasinya di lapangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis dekriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang terkait dengan partisipasi anak-anak nelayan dalam mengikuti pendidikan dasar adalah ekonomi, lingkungan dan budaya. Faktor-faktor ini masih terkait dengan penelitian-penelitia sebelumnya, yang menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut sampai saat ini masih belum berubah. Dalam aspek kebijakan, pemerintah daerah belum memiliki kebijakan afirmasi terhadap persoalan pendidikan anak-anak nelayan. Kebijakan yang ada difokuskan untuk menanggulangi persoalan drop-out siswa de jenjang pendidikan dasar secara umum. Namun, pada tahun 2014 ini Pemerintah Kabupaten Tegal telah mendesain program pendidikan inklusi bagi anak-anak yang drop-out sekolah, termasuk anak-anak nelayan. Sejalan dengan program tersebut maka relaisasi kebijakan ini akan di jalankan beriringan dengan program bantuan dari Kementerian Kelauatan dan Perikanan RI, yakni berupa Sekolah Lapang yang bersifat flexibel dna mengikuti ritme aktivitas anak-anak nelayan. Kata Kunci : Hak atas Pendidikan Dasar, Nelayan, Tegal, Afirmasi.
Pengelolaan Sumber Daya Air
Pawiyatan Vol 21 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia dan semua makhluk membutuhkan air sebagai salah satu sumber kehidupan. Dengan kata lain air merupakan material yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan dibumi. Bentuk kepentingan manusia dan kepentingan komersial lainnya ketersediaan air dari segi kualitas dan kuantitas mutlak diperlukan. untuk mencapai terbentuknya kelestarian sumberdaya air diperlukan pengelolahan sumberdaya air yang baik guna mewujudkan pendayagunaan sumberdaya air yang optimal dengan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara adil, merata dan berkelanjutan. Pertanyaannya adalah bagaimana sistem pengelolaan sumberdaya air. Karena itu pengelolaan sumberdaya air memerlukan pendekatan yang integrative, komprehensif dan holistik yakni hubungan timbal balik antara teknik, sosial dan ekonomi serta harus berwawasan lingkungan agar terjaga kelestariannya.Kata Kunci : Bagaimana sistem pengelolaan sumberdaya air
Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran Sejarah
Pawiyatan Vol 25 No 2 (2018): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kearifan Lokal sebagai suatu modal sosial suatu kelompok masyarakat yang berisi berbagai budaya yang berkembang dalam suatu kelompok masyarakat penuh dengan nilai-nilai yang berkaitan dengan tata kehidupan kelompok tersebut. Makna-makna yang terkandung sangat penting untuk dipahami oleh setiap anggota kelompok. Usia remaja (atau usia anak SMP atau SMA) merupakan usia yang rawan, karena mereka berusaha untuk menemukan identitas atau jati dirinya. Agar mereka dapat menemukan identitas atau jati dirinya secara tepat dan sesuai dengan lingkungannya, maka mereka juga harus memahami kearifan lokal lingkungannya. Pendidikan di sekolah merupakan salah satu cara untuk menanamkan pemahaman kearifan lokal ini, sehingga dalam setiap proses pembelajaran seorang guru hendaknya menyinggung nilai-nilai ini. Mata Pelajaran Sejarah merupakan salah satu Mata Pelajaran yang dapat dijadikan pintu masuknya penyampaian kearifan lokal, sebab sejarah dapat dijadikan sarana untuk menemukan jati diri suatu bangsa. Oleh karenanya dalam pengembangan materi pembelajarannya sebaiknya disisipkan nilai-nilai kearifan lokal.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN AKTIF, INOVATIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN (PAIKEM) DI SEKOLAH TAMAN KANAK-KANAK FULLDAY
Pawiyatan Vol 20 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran PAIKEM dirancang agar mengaktifkan anak dan mengembangkan kreativitas sehingga efektif dengan inovatif namun tetap menyenangkan. Siswa melakukan kegiatan beragam untuk mengembangkan ketrampilan, sikap dan pemahaman dengan mengutamakan belajar sambil bermain dan bekerja, guru menggunakan berbagai sumber belajar dan alat bantu. Sekolah fullday adalah model sekolah umum sehari penuh yang memadukan sistem pengajaran secara intensif. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan secara kualitatif, dengan mengambil latar penelitian di Sekolah TK 'Aisyiyah Nyai Ahmad Dahlan Fullday Yogyakarta. Pengumpulan datanya dengan observasi, wawancara bebas terpimpin dan dokumentasi. Data yang sudah didapatkan, selanjutnya dianalisis dengan konsep analisa data mengalir. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber ganda dan metode ganda. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan PAIKEM dilaksanakan melalui pola kehidupan yang Islami dan dituangkan dalam kegiatan bermain dan belajar di lingkungan sekolah. Pelaksanaan PAIKEM bertujuan untuk mewujudkan visi sekolah yang tertuang dalam semboyan unggul dalam kecerdasan spiritual, emosional dan intelektual. Pendekatan yang dominan adalah keteladanan dan pembiasaan. Prinsip pengembangan PAIKEM antara lain: keterampilan bertanya dan pengelolaan kelas. Metode yang dikembangkan meliputi: bercerita, bermain, bernyanyi, tanya jawab, karyawisata, proyek,  sosiodarama, demonstrasi. Hasil pelaksanaannya di lingkungan sekolah baik, hal ini dapat dilihat dari pengabdian tinggi para guru, keaktivan siswa, penilaian pihak atasan, reputasi sekolah yang baik, pelaksanaan tiga ranah psikologis pembelajaran yang sudah di terapkan, prestasi siswa dan guru serta dukungan sarana dan lingkungan. Kata Kunci : Pembelajaran aktif, inovatif, kreatif,  efektif dan menyenangkan
ANALISA PENGARUH DURASI CAMSHAFT TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR BAKAR HONDA TIGER 200 CC TUNE UP DRAG BIKE
Pawiyatan Vol 23 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olah raga bermotor adu cepat dijalur lurus atau drag bike dengan jarak 201 hingga 402 meter sangat digemari di Indonesia dengan ditandai banyaknya bengkel-bengkel umum yang mengikuti kompetisi. Salah satu modifikasi yang umum dilakukan bengkel-bengkel dengan tujuan meningkatkan daya mesin adalah modifikasi camshaft. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui unjuk kerja motor bakar Honda Tiger 200 cc yang meliputi torsi, daya dan konsumsi bahan bakar spesifik (SFC) dengan cara membandingkan camshaft standar dan camshaft modifikasi yang berdurasi 250°, 260°, 270° yang merupakan variable bebas dari penelitian ini. Metode eksperimen ini menggunakan bahan bakar premium 8 cc yang diletakkan di dalam gelas ukur pada putaran 1500 rpm, 2500 rpm, 3500 rpm, 4500 rpm dan 5500 rpm. Torsi, daya dan SFC motor bakar Honda Tiger 200 cc diukur diatas dynotest. Hasil akhir penelitian yang diperoleh adalah terjadi kenaikan torsi dan daya masing-masing 16,82 %. Torsi dan daya maksimal diperoleh dengan menggunakan camshaft berdurasi 270° masing-masing yaitu 8.012 Nm dan 4.612 kW pada putaran yang sama yaitu 5500 rpm. Sebaliknya, torsi dan daya minimal dihasilkan dari penggunaan camshaft standar berdurasi 240° sebesar 6.850 Nm dan 3.943 kW pada putaran 5500 rpm. Konsumsi bahan bakar spesifik (SFC) yang diperoleh berpengaruh kecil sebesar 9,33 %. Besamya konsumsi bahan bakar spesifik (SFC) maksimal yang dihasilkan adalah 0,410 kg/kWh pada putaran 2500 rpm dengan pemakaian camshaft 270°. Untuk konsumsi bahan bakar spesifik (SFC) minimal sebesar 0,375 kg/kWh pada putaran 2500 rpm dengan pemakaian camshaft 240°. Kata kunci : drag bike, camshaft, torsi, daya, SFC
Meningkatkan Motivasi Belajar Melalui Kegiatan Kolase Pada Anak Kelompok B TK PERTIWI II Pringsurat Kabupaten Temanggung
Pawiyatan Vol 29 No 02 (2022): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/pawiyatan.v29i02.2157

Abstract

Motivasi belajar merupakan suatu dorongan pada anak untuk belajar, sehingga diharapkan dapat membantu stimulus pertumbuhan dan perkembangan secara optimal. Permasalah yang terjadi di Kelompok B TK Pertiwi II Pringsurat adalah rendahnya motivasi belajar anak sehingga hasil belajar anak belum optimal. Pada peningkatan motivasi belajar anak dibutuhkan metode pembelajaran yang menarik dan melibatkan anak secara langsung untuk bereksplorasi, salah satunya melalui kegiatan kolase dengan berbagai media. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan kegiatan kolase dan besarnya peningkatan motivasi belajar anak setelah dilakukan tindakan perbaikan pembelajaran dengan kegiatan kolase tersebut pada anak. Subyek penelitian adalah peserta didik Kelompok B TK Pertiwi II Pringsurat yang berjumlah 16 anak pada semerter genap tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian dilaksanakan bulan Mei 2018 dengan metode pengumpulan data observasi, dokumentasi, dan wawancara. Sedangklan analisis data digunakan teknik deskriptif persentase. Hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa motivasi belajar anak mengalami peningkatan setelah diberikan tindakan melalui kegiatan kolase dengan penggunaan bahan kertas lipat, kapas, biji kacang hijau, biji kedelai, dan biji jagung yang memberikan kebebasan anak untuk bereksplorasi sesuai dengan kondisi lingkungan, memilih bahan dan warna yang cocok dan menarik, bebas menggunting, menyobek, memotong dan menggulung bahan sesuai keinginannya serta penggunaan alat yang disediakan sesuai dengan kebutuhan anak. Hasil tersebut diketahui dari hasil survey pra siklus sebesar 18,75%, pada siklus I diperoleh skor sebesar 35,50%, dan tindakan pada siklus II diperoleh skor 62,50% dengan kriteria berkembang sesuai harapan. Kata kunci: motivasi belajar, kolase.
Penerapan Pendekatan Kinestetik Berbantuan Media ”3r Activities” Untuk Meningkatkan Kreativitas Dan Prestasi Belajar
Pawiyatan Vol 29 No 02 (2022): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/pawiyatan.v29i02.2161

Abstract

Permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran IPS di SMPN 2 Gempol antara lain: kurang aktifnya peserta didik, kurang antusias kurang kreatifnya dalam mengikuti pembelajaran daring, Selama pembelajararn peserta didik kurang maksimal dalam aktivitas belajarnya. Adanya permasalahan tersebut menuntut guru untuk melakukan perbaikan dalam pembelajaran. Sebagai alternative guru dalam melakukan perbaikan proses pembelajaran adalah dengan menggunakan pendekatan kinestetik berbantuan Media 3 R. Perbaikan pembelajaran ini bertujuan untuk :. meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan kinestetik dilaksanakan di kelas 7.F SMPN 2 Gempol selama 3 (tiga) kali pertemuan pada materi kegiatan ekonomi produksi. Langkah Pelaksanaan best practice ini melalui literasi LKPD Online, pembuatan media 3 R dan menghasilkan produk dari pemanfataan sumber belajar di lingkunganya. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis untuk mengukur peningkatan kreativitas dan prestasi belajar. Pembelajaran diikuti oleh 29 peserta didik 7.F secara daring melalui soal online yang terdiri dari 15 soal Pilihan Ganda dan 4 soal Uraian. Ketuntasan belajar pada kondisi awal sebesar 55%, dan kondisi akhir 83%. Hal ini menunjukkan ada peningkatan ketuntasan belajar sebesar 28%. Kemudian hasil kreativitas menunjukkan hasil yang baik sebesar 93% . Dari data tersebut menunjukkan pendekatan kinestetik berbantuan media 3R Activites dapat meningkatkan kreativtias dan prestasi belajar peserta didik, adanya ketuntasan belajar dan aktivitas tersebut menumbuhkan kesadaran peduli lingkungan melalui kegiatan 3 R (Reduce, Reuse, Recycle). Kata kunci: Pendekatan Kinestetik; Media ”3R Activities”; Kreativitas; Prestasi Belajar