cover
Contact Name
-
Contact Email
pawiyatan@ivet.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pawiyatan@ivet.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV No.16, Bendan Duwur, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Pawiyatan
Published by Universitas IVET
ISSN : -     EISSN : 27214702     DOI : -
Core Subject : Social,
Pawiyatan menyediakan sebuah platform untuk para dosen, peneliti, pelajar, praktisi dan akademisi untuk mempromosikan pengetahuan dan kredibilitas pada pendidikan. Jurnal yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan januari dan juli berisi artikel-artikel yang terdiri dari makalah penelitian teoritis dan empiris berkualitas tinggi, makalah tinjauan dan pengabdian pada masyarakat.
Articles 207 Documents
ANALISIS PENDIDIKAN KABUPATEN JEPARA
Pawiyatan Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan pendidikan amatlah strategis. Pembangunan pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan. Komitmen Negara dalam pembangunan pendidikan dituangkan dalam mukadimah UUD 1945. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah analisis mengenai pendidikan di Kabupaten Jepara terutama Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah (Umum maupun Kejuruan), Pendidikan Keaksaraan, Pendidikan Kecakapan Hidup dan Pendidikan Non Formal, Persamaan Gender, serta Peningkatan Mutu Pendidikan. Hasil survey ini dapat digunakan sebagai salah satu instrument bagi pengambil keputusan dalam membuat kebijakan penanganan masalah pendidikan di Kabupaten Jepara. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif/survey. Peran serta masyarakat terhadap Pendidikan anak Usia Dini sudah baik, hal ini di tunjukan dengan banyaknya penyelenggara pendidikan anak usia dini dari pihak swasta. Untuk Sekolah Dasar jumlah terbanyak didominasi SD negeri sebanyak 582 atau 74,5%. Untuk pendidikan setingkat SMP didominasi Madrasah Tsanawiyah Swasta sebanyak 95 atau 51,63%. Program pemberantasan buta aksara di Kabupaten Jepara menunjukkan keberhasilan. Program pendidikan kecakapan hidup telah dilaksanakan dengan baik, terbukti berdasarkan tabel di atas jumlah penganggur sejumlah 9.142 jiwa dapat terlayani PKH sejumlah 8.814 jiwa atau sebesar 96,41 %. Di setiap jenjang pendidikan, kesetaraan gender telah mencapai keseimbangan antara perempuan dan laki-laki perempuan. Terjadi peningkatan jumlah sekolah yang terakreditasi dan banyak yang terakreditasi A atau sangat baik, namun masih ada 114 sekolah yang belum terakreditasi dari jenjang TK sampai SMP.
Model Pengembangan Pendidikan Multi Skill Untuk Peningkatan Kemampuan Usaha Mandiri Bagi Warga Masyarakat Usia Produktif di Kabupaten Demak
Pawiyatan Vol 20 No 3 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan  keterampilan kerja sangat diperlukan bagi warga masyarakat angkatan kerja ( usia produktif)  Dampak positifnya  akan dapat meningkatkan kualitas produk , bahkan memberikan peluang usaha mandiri bagi warga angkatan kerja ( usia produktif) berdasarkan modal pendidikan keterampilan yang dimiliki. Berdasarkan studi awal seperti kondisi di lingkungan wilayah Kabupaten Demak ternyata banyak diketahui generasi angkatan kerja ( usia produktif :15 – 44 tahun ) yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan  menganggur, karena tidak memiliki kecakapan hidup dan keterampilan untuk mampu usaha mandiri. Kondisi tersebut perlu dikaji dan dimungkinkan untuk diterapoan model pengembangan pendidikan multi skill bagi kelompok warga masyarakat usia produktif tersebut. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kabupaten Demak yang difokuskan di dua desa  ( Bonangrejo Kec. Bonang dan  Desa Jogoloyo Kec. Wonosalam) serta di  satu kelurahan ( Kelurahan Bintoro Kec. Demak ). Artikel ini merupakan hasil penelitian tahap pertama ( tahun ke-1) yang direncanakana berlanjut pada tahun kedua ( treatment /uji model ) dan pada tahun ke-3    ( desiminasi pola pendampingan dsan kemitraan).  Penelitian tahun pertama diarahkan pada tujuan perolehan hasil identifikasi riil tentang keberadaan warga masyarakat usia produktif pada  batasan usia 15 – 44 tahun dan produk desain model pengembvangan pendidikan multi skill yang  penekanannya difokuskan pada muatan pengembangan “ solt skill” dan “ hard skill) yang dirancang dan dimungkinkan dapat  diujicobakan secara berkelanjutan dalam tahapan sistem penelitian multi years. Bentukdan terapan metode  penelitian menggunakan  pendekatan kualitatif.  Penetapan subjek dengan teknik pusposif, pengumpulan data dengan  teknik wawancara  mendalam, studi dokumen dan pengamatan lapang;peningkatan keabsahan data  digunakan teknik triangulasi;Analisis data digunakan teknik SWOT, FDG dan model analaisis iteraktif pola siklus yang dikembangkan Miles & Huberman. Hasil peneilian ini adalah : (1) keberadaan warga masyarakat di daerah penelitian diketahui memerlukan pendidikan multi skill dalam upaya peningkatan kemampuan usaha mandiri; (2) dari hasil  analisis data dimungkinkan dapat disusun desain model pengembangan pendidikan multi skill di bidang pertukangan ( spisialis produk  furniture/meubelair jenis sofa dan kursi sudut) dalam bentuk kursus dan pelatihan bertdasarkan rancangan kurikulum/silabus yang bermuatan pengembangan potensi “solt skill” dan “ hard  skill”; dan (3) desain model pendidikan multi skiil hasil panilitian tahap ( tahun ) pertama ini dirasa  layak dan dimungkinkan untuk diuji cobakan pada tindakan penelitian tahap      ( tahun ) berikutnya yang kemudian dapat diorientasikan pada pengembangan  desiminasi dan pendampingan usaha mandiri   dengan    pola kemitraan pada  penelitian tahap    ( tahun ) ketiga. Key Word: Model Pengembangan; Pendidikan multi skill; usia produktif; usaha mandiri
Pengaruh Kualitas Layanan dan Budaya Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Serta Dampaknya Pada Kinerja Karyawan Universitas IVET
Pawiyatan Vol 27 No 02 (2020): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis secara empiris pengaruh: 1) kualitas layanan terhadap kepuasan kerja; 2) budaya kerja terhadap kepuasan kerja; 3) kualitas layanan terhadap kinerja; 4) budaya kerja terhadap kinerja; 5) kepuasan kerja terhadap kinerja; 6) kualitas layanan terhadap kepuasan kerja dampaknya pada kinerja; dan 7) budaya kerja terhadap kepuasan kerja serta dampaknya pada kinerja tenaga administrasi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pada tipe eksplanatori, yaitu suatu penelitian yang berusaha menjelaskan hubungan kausal/sebab-akibat antara variabel yang digunakan melalui pengujian hipotesis. Subjek penelitian sebanyal 72 orang dengan teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, dan angket. Alat pengumpul data utama adalah angket, sebelum digunakan sebagai alat pengumpul data di lapangan telah dilakukan uji instrumen melalui uji validitas dan reliabilitas, hasilnya instrumen yang digunakan telah valid dan reliabel. Adapun teknik analisis data dari penelitian yang bersifat asosiatif ini digunakan teknik analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan: 1) kualitas layanan administrasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja; 2) budaya kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja; 3) kualitas layanan administrasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja; 4) budaya kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja; 5) kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja; 6) kualitas layanan administrasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja yang tidak dimediasi kepuasan kerja; dan 7) budaya kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja yang tidak dimediasi oleh kepuasan kerja karyawan Universitas IVET di Semarang. Kata Kunci: Kualitas layanan, budaya kerja, kepuasan kerja, kinerja karyawan.
NEURAL NETWORK DENGAN ALGORITMA GENETIKA SEBAGAI PEMILIHAN FITUR PADA PREDIKSI LOYALITAS PELANGGAN
Pawiyatan Vol 21 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Loyalitas pelanggan adalah kesetiaan seseorang terhadap suatu barang atau jasa tertentu. Tingkat loyalitas pelanggan yang mereka miliki merupakan aset perusahaan yang berharga nilainya. Namun tingkat loyalitas pelanggan mengalami fluktuasi kepercayaan pelanggan terhadap pelayanan perusahaan telekomunikasi. Ketatnya persaingan bisnis diantara perusahaan telekomunikasi ini membuat pelanggan memiliki banyak pelanggan dan dapat dengan mudah melakukan perpindahan dari satu layanan ke layanan yang lain dari perusahaan tersebut. Pada penelitian prediksi loyalitas pelanggan dengan menggunakan neural network, ada beberapa metode yang digunakan tetapi dalam pemilihan fiturnya masih ditentukan sendiri yaitu dengan menghilangkan beberapa fitur yang dianggap tidak penting atau tidak relevan. Algoritma genetika adalah salah satu metode pemilihan fitur yang baik, oleh karena itu pemilihan fitur dari neural network akan dipilih dengan menggunakan algoritma genetika. Neural network dengan algoritma genetika sebagai pemilihan fiturnya memiliki nilai akurasi yang lebih tinggi dibandingkan hanya menggunakan neural network. Hal ini terbukti dari peningkatan rata-rata akurasi untuk neural network sebesar 86.54% dan nilai akurasi rata-rata neural network dengan algoritma genetika sebesar 90.75% dengan rata-rata selisih akurasi sebesar 4.22%.  Kata kunci:  Klasifikasi, Pemilihan Fitur, Algoritma Genetika, Neural Network.
Perkembangan Kesenian Bangkong Reang Di Kampung Cijawura Desa Lebak Muncang Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung
Pawiyatan Vol 29 No 1 (2022): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian tradisional merupakan suatu kekayaan budaya bangsa Indonesia, yang pada dasarnya masing-masing seni tradisional ini memiliki keunikan sendiri-sendiri. Namun saat ini keberadaannya seringkali terabaikan. Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui upaya pelestarian dan pengembangan suatu kesenian tradisional yang hidup di masyarakat Desa Lebak Muncang Kecamatan Ciwedai Kabupaten Bandung, yaitu kesenian Bangkong Reang. Kesenian Bangkong Reang merupakan salah satu jenis kesenian tradisional musik bambu yang diwariskan secara turun temurun, dimana mengandung nilai-nilai yang sangat bermanfaat bagi masyarakat pendukungnya. Nilai-nilai yang terdapat di dalamnya antara lain, pandangan hidup dan sosial, serta pendidikan. Pementasannya sebelum tahun 1990 dihubungkan dengan unsur ritual, namun setelah itu hanya bersifat hiburan saja. Faktor yang paling berpengaruh terhadap perkembangannya berasal dari dalam yaitu upaya seniman, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, sedangkan faktor pengahambatnya paling dominan berasal dari luar, terutama globalisasi dan perkembangan budaya modern. Dengan demikian dibutuhkan semangat gotong royang dari para seniman dan masyarakat, serta pemerintah setempat yang terkait dengan upaya pelestarian kesenian tersebut. Kata Kunci: Kesenian Tradisional, Bangkong Reang, Kabupaten Bandung
Pengembangan Jamur Tiram Di Paguyuban Budidaya Jamur Di Desa Milir Kecamatan Gubuk Kabupaten Grobogan
Pawiyatan Vol 22 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan komoditas jamur di pasar masih langka, kelangkaan jamur dikarenakan sedikitnya produsen budidaya jamur dan aktivitas produksi jamur belum optimal. Faktanya lapangan menunjukan belum dapat memenuhi permintaan jamur. Sumber ini didapat dari observasi dan kunjungan lapangan pada paguyuban budidaya jamur di desa Milir Kecamatan Gubug kabupaten Grobogan. Permasalahan paguyuban budidaya jamur di desa Milir meliputi kebutuhan baglog jamur tiram masih kurang dan pemeliharaan jamur tidak optimal, Alat sterilisasi masih konvensional, pengontrolan Kondisi lingkungan jamur masih konvensional dengan penyiraman 3 x sehari oleh karyawan, berlimpahnya limbah baglog sebagai sarang pembiakan nyamuk dan ulat, Pengelolaan usaha masih sederhana dan manejemen keuangan masih manual, Standar operasional prosedur (SOP) belum dipakai dan safety diabaikan. Melalui Pengabdian Masyarakat Progam Iptek Bagi Masyarakat (IbM) dan menerapkan riset-riset yang pernah dilakukan dosen di IKIP Veteran Semarang yang ada hubunganya dengan solusi mengatasi permasalahan Kelompok budidaya jamur di kecamatan Gubuk. Metode pendekatan yang ditawarkan yaitu penyuluhan dan pelatihan pembuatan alat sterilisasi penguapan secara massal, pembuatan sistem kontrol lingkungan pada kubung jamur, Penyuluhan perkembangan usaha dan cara mendapkatkan tambahan modal usaha. Hasilnya mesin sterilisasi baglog jamur dapat meningkatkan kapasitas sterilisasi baglog jamur, yang dulunya kapasitas 15-20 baglog sekarang 1000-1100 baglog. Meningkat sekitar 50-55 kali lipat dari penggunaan yang konvensional, alat penyiram otomatis untuk baglog jamur tiram dapat mengurangi tenaga pekerja, menurunkan ongkos produksi, dan hasil panen jamur tiram meningkat, Pembuatan briket dari limbah baglog dapat menghemat ongkos produksi dan mengurangi pembelian kayu bakar dan kompetensi manajemen usaha dan strategi pemasaran produk para peserta.Keywords : Budidaya, jamur, gubuk, sterilisasi, tiram.
PERSEPSI MAHASIWA TERHADAP IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MULTIKULTARALISME DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH
Pawiyatan Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fakta historis dan geografis serta kultural menunjukkan bahwa bangsa Indonesia merupakan sebuah bangsa yang memiliki keberagaman atau pluralitas yang tinggi. Bangsa Indonesia lahir bukan terutama didorong oleh persamaan, tetapi lebih dari itu justru didorong karena kesadaran terhadap perbedaan yang menimbulkan keinginan untuk bersatu sebagai sebuah bangsa yang memiliki tujuan bersama yaitu merdeka, berdaulat, adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Keberagaman atau pluralitas ini sudah disadari baik oleh para penguasa maupun rakyat sejak masa pramodern, oleh sebab itu gagasan ideal yang terkristalisasi dalam semboyan ‘bhinneka tunggal ika’ muncul semenjak zaman Majapahit. Semboyan ideal bhinneka tunggal ika bukan hanya sekedar kesadaran terhadap pluralitas, tetapi lebih dari itu merupakan gagasan multikulturalime yaitu hidup berdampingan dalam koeksistensi damai dalam masyarakat madani yang heterogen. Pluralitas masyarakat Indonesia sangat berpotensi konflik jika tidak dikelola dengan baik. Berbagai konflik horizontal yang selama ini terjadi banyak bersumber dari aspek pluralitas masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu semangat dan nilai-nilai multikulturalisme harus ditanamkan kepada segenap elemen masyarakat khususnya generasi muda. Dalam hal ini lembaga pendidikan sekolah menduduki peran penting sebagai media untuk sosialisasi dan enkulturasi nilai-nilai multikulturalisme. Mata pelajaran sejarah sangat potensial untuk upaya penanaman nilai-nilai multikulturalisme. Hal itu bisa dilakukan dengan melalui penyusunan materi pembelajaran dengan mainstreaming aspek-aspek pluralitas dalam sejarah Indonesia secara diakronis. Selain itu perlu diterapkan strategi dan model pembelajaran sejarah sebagai intelectual training yang mencerahkan. Dengan demikian pembelajaran sejarah akan menghasilkan para peserta didik yang mengapresiasi nilai-nilai multikulturalisme.
Pemahaman Dan Kemampuan Peserta Didik Menjawab Pertanyaan Evaluasi Pelajaran Sejarah Soal Esai Siswa Kelas XI Di SMA YPE Semarang
Pawiyatan Vol 20 No 3 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan siswa SMA YPE dalam menangkap mata pelajaran sejarah dan menjawab pertanyaan essays mata pelajaran sejarah yang diajarkan di SMA YPE (Yayasan  Pendidikan Ekonomi). Permasalahan pada penelitian ini adalah anggapan bahwa mata pelajaran sejarah adalah membosankan dan menghafal. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan alat peneltian adalah pertanyaan  (Questionaire) terbuka. Siswa bebas menjawab pertanyaan yang diajukan. Peneliti melakukan pertanyaan dan pengenalan ilmu sejarah pada siswa untuk mengetahui pemahaman siswa pada mata pelajaran sejarah sebelum kegiatan penelitian. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif (Reduksi Data, Sajian Data, dan Verifikasi/Penarikan Kesimpulan) seperti yang diukembangkan Miles dan Huberman. Hasil penelitian siswa dapat memahami 4 w dalam sejarah yaitu memahami sejarah sebagai ilmu, menjelaskan peristiwa sejarah (who (siapa), what (apa), where (dimana), when (kapan)) secara baik dan kronologhis sebagai pemahaman dan pengetahuan yang terstruktur dan sebagai penjelasan sejarah (History Explanation). Kata Kunci : Ilmu Sejarah, Konsep, Struktur Pemahaman, Penjelasan Sejarah (History Explanation)
Pengaruh Gaya Belajar, Lokasi Tempat Tinggal, dan Motivasi Diri Sebagai Variabel Intervening Terhadap Pembelajaran Online
Pawiyatan Vol 28 No 01 (2021): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penelitian adalah cara peningkatan pembelajaran melalui online atau daring (dalam jaringan) pada mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi di Universitas Semarang yang disoroti dari gaya belajar, lokasi tempat tinggal, dan motivasi dirisebagai variabel intervening pelaksanaan pembelajaran online. Dengan demikian tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh gaya belajar, lokasi tempat tinggal dan motivasi diri sebagai variabel intervening terhadap pembelajaran online. Metode penelitian digunakan jenis kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori bersifat asosiatif. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Program Studi Manajemen sebanyak 30 orang. Alat pengumpul data digunakan dokumentasi dan instrumen angket guna memperoleh jawaban dari variabel gaya belajar, lokasi tempat tinggal, motivasi diri, dan pembelajaran online, adapun teknik analisis data digunakan regresi linier berganda melalui pengolahan data bantuan program SPSS versi 21.00. Hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa secara parsial variabel gaya belajar dan lokasi tempat tinggal berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi diri, sedangkan secara bersama-sama gaya belajar, lokasi tempat tinggal, serta motivasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembelajaran online, namun motivasi diri tidak memediasi pengaruh gaya belajar terhadap pembelajaran online dan pengaruh lokasi tempat tinggal terhadap pembelajaran online. Hal ini berarti bahwa pembelajaran online masih rendah yang diduga dilatarbelakangi kurangnya gaya belajar, lokasi tempat tinggal, dan motivasi diri, padahal faktor atau dimensi dari ketiga variabel tersebut merupakan hal penting dalam peningkatan pembelajaran secara online atau daring bagi pihak Universitas. Kata Kunci: gaya belajar, tempat tinggal, motivasi diri, belajar online
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI TEAMS GAMES AND TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN CD INTERAKTIF MATERI PRISMA DAN LIMAS
Pawiyatan Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of inappropriate learning method can make the students feel tired to participate in learning and lead to the lack of the effectiveness of learning development inside classroom. Teams Games and Tournament (TGT) is one of cooperative learning method using game. Using this method, the learning activities between learners can be a fair competition, where they compete to present something they have learnt from Interactive CD. This study aims to determine the effectiveness of mathemathic teaching material and Pyramid prism by Interactive CD-assisted TGT strategy. The effectiveness achieved is characterized by (1) the average achievement of students who learned in experimental class reachede 80,0 ,(2) the average of motivation to learn reach the exhaustiveness of learning motivation, (3) having a positive effect on the motivation of learning achievement, and (4) the students achievement of experimental class is better that control class. The population of this study is the students of SMP N 2 Rembang grade VIII. Using the random cluster sampling technique, it is determined that VIII-2 as experimental group and VIII-3 as control group. The result shows that the average achievement of learners who are taught using Interactive CD-assisted TGT strategy reach 81,35. The average of learning motivation reach to the exhaustiveness of leaning motivation with the value 76.76 from regression calculation, the regression of the estimation of equation is gained between X and Y that is Y= 36.391 + 0.586X with determination coefisien of 49.0%, meaning that there is positive effect on the achievement of learning motivation. In addition, the average ofstudents achievement of experimental group and control class are 77.96 and 81.35. It means that the average of students achiement who learn in the experimental group is better than those who learn in control class. Based on this result, we can draw conslusion that four effective learning are achieved.Keywords: Effectiveness, TGT, Interactive CD, Learning Achievement, Motivation.