cover
Contact Name
-
Contact Email
pawiyatan@ivet.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pawiyatan@ivet.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV No.16, Bendan Duwur, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Pawiyatan
Published by Universitas IVET
ISSN : -     EISSN : 27214702     DOI : -
Core Subject : Social,
Pawiyatan menyediakan sebuah platform untuk para dosen, peneliti, pelajar, praktisi dan akademisi untuk mempromosikan pengetahuan dan kredibilitas pada pendidikan. Jurnal yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan januari dan juli berisi artikel-artikel yang terdiri dari makalah penelitian teoritis dan empiris berkualitas tinggi, makalah tinjauan dan pengabdian pada masyarakat.
Articles 207 Documents
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENDIDIKAN USIA DINI (PAUD) DAN TAMAN KANAK-KANAK (TK)
Pawiyatan Vol 20 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena telah bermunculan Pedidikan Anak Usia Dini mulai dari play groups sampai dengan taman kanak-kanak di wilayah perkotaan, sementara di wilayah pedesaan seperti di desa Sunggingsari dan desa Glapansari Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung Pendidikan Anak Usia Dini yang ada di wilayah tersebut baru Pendidikan Taman Kanak-Kanak, sedangkan bentuk Pendidikan Anak Usia Dini yang lain seperti play groups dan sejenisnya belum ada. Pendidikan Taman Kanak-Kanak yang sudah adapun proses pembelajarannya tidak bisa berjalan dengan lancar karena adanya kebiasaan masyarakat setempat pada pagi hari anak usia dini mereka bukan dibawa ke sekolah tetapi dibawa ke ladang/sawah dimana orang tua mereka bekerja dengan alasan tidak ada waktu bagi orang tua untuk mengantar dan mengawasi di sekolah. Adapun yang menjadi sasaran penelitian ini adalah masyarakat Desa Sunggingsari dan Desa Glapansari Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung. Responden penelitian ini berjumlah 66 Kepala Keluarga sebagai sampel yang terdiri dari pasangan suami istri. 66 Kepala Keluarga tersebut dipilih sebagai responden karena mereka memiliki anak usia dini, yaitu anak yang berumur antara 3 sampai dengan 6 tahun. Tujuan penelitian ini berfokus pada persepsi masyarakat Desa Sunggingsari dan Desa Glapansari terhadap pentingnya keberadaan Pendidikan Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK). Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara mendistribusikan angket kepada semua Kepala Keluarga di ke dua desa tersebut dan data yang diolah dipilih para Kepala Keluarga yang mempunyai anak usia dini. Dari hasil pengolahan data diketahui bahwa persepsi masyarakat terhadap keberadaan Pendidikan Anak Usia Dini adalah sangat penting. Hal ini dapat dilihat dari jawaban yang diberikan responden yang rata-rata menjawab alternatif a dan b (sangat perlu dan perlu). Sedangkan pengolahan dengan rumus chi kwadrat juga tidak ditemukan bukti adanya perbedaan persepsi tentang pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-Kanak ini antara pihak suami dan pihak istri, terbukti chi kwadrat hitung semuanya berada di bawah chi kwadrat tabel. Artinya baik pihak suami maupun pihak istri sama-sama berpersepsi bahwa Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-Kanak sangat penting, dan mereka juga berpendapat bahwa anak sebelum masuk Sekolah Dasar wajib mengikuti Pendidikan Anak Usia dini dan Taman Kanak-Kanak. Kata Kunci : Persepsi, Anak usia Dini, Taman Kanak-kanak
Model Pembelajaran Class Zoom Dalam Peningkatan Kemampuan Lestening Pada Mapel Bahasa Inggris Melalui Media Audio Visual Dengan Pendekatan Story Telling Bagi Peserta Didik kelas IX-A1 MTs 2 SURAKARTA
Pawiyatan Vol 28 No 02 (2021): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masih adanya sebagian peserta didik kelas IX-A1 di MTs 2 Surakarta yang kemampuannya dalam menceritakan kembali materi yang diterima dan disampaian oleh guru melalui pendengaran (mendengarkan) termasuk kriteria rendah atau sangat kurang. Oleh sebab itu peneliti sebagai salah satu guru Mapel Bahasa Inggris di sekolah tersebut bekerjasama dengan guru Bahasa Inggris lain sebagai teman sejawat/kolabolator berusaha untuk meningkatkan kemampuan bercerita pada anak, salah satunya melalui penggunaan media audio visual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah PTK, yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan pemahaman materi tertentu, yaitu kemampuan bercerita pada peserta didik. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IX-A1 yang berjumlah 28 anak, dengan teknik pengumpulan data: dokumentasi, pemberian tugas, dan observasi. Adapun teknik analisis data digunakan analisis deskriptif persentase (DP), dengan cara membandingkan hasil tindakan pada setiap siklus dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris dengan penggunaan pendekatan story telling melalui media audio visual dapat meningkatkan kemampuan listening pada peserta didik. Hal tersebut didukung perolehan nilai rata-rata yang diperoleh pada siklus II dalam kemampuan listening termasuk kriteria tinggi. Rincian peningkatan tersebut dimulai dari proses pembelajaran pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris dengan pendekatan story telling melalui media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kondisi ini ditunjukkan dengan peningkatan persentase hasil belajar dengan kategori sangat baik sebesar 2,5% dari 12,5% pada siklus I menjadi 15% pada siklus II dan peningkatan kategori baik sebesar 17,5% dari 37,5% pada siklus I menjadi 55% pada siklus II. Kata kunci: kemampuan lestening, story telling, audio visual.
MENGEMBANGKAN NEUROLOGI ANAK USIA DINI DENGAN PEMBELAJARAN BERMAIN WARNA MENGGUNAKAN MEDIA KELERENG
Pawiyatan Vol 22 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Childhood is important phase on Human Life Growth. Child is pure personality that is the beginning of Growth Personality by  Learn Which is Play, Sing a song, and Try. So it means that Chilhood need finest education for make them have a good Growth Personality.Every Education is begin with Pray to Allah.  Education for Chilhood must be consist of  Cognitive, Afective, Psikomotorik and Pracsis of these. Neorologi is important for Chilhood. It could help Child for thinking, feels and emerge ability. It is good to practive colour playing with use (kelereng).  It will help Child to Recognize the Colour and make different of the colour, count the colour and feel that colour is beauty. Students Research which is Tittled  Upaya Meningkatkan Kognitif Anak Melalui Kegiatan Mencampur Warna Dengan Menggunakan Media Kelereng Pada Anak Kelompok B TK Pertiwi Sumberrejo Kabupaten Magelang, had been shown that Colour Playing is Good for Cognitive Emerge even than Brain Abillity Emerge and sense of research by creativeness stimuluss. Key Words: Education,  Colour Playing, Neurologi, creativeness, sense of research
MUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS EXPERIENTIAL LEARNING DALAM LAYANAN KONSELING KELOMPOK
Pawiyatan Vol 24 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter sangat penting untuk diterapkan di sekolah. Beberapa kasus penyimpangan perilaku siswa akhir-akhir ini ditengarai akibat kurang serius dan intensifnya pendidikan karakter di sekolah. Pembelajaran di sekolah terkesan bermuara kepada capaian akademik yang unggul bukannya pribadi yang unggul. Bimbingan dan Konseling sebagai komponen dan pilar pendidikan di sekolah sesungguhnya dapat mengambil peranan dalam pengembangan karakter siswa. Salah satu layanan bimbingan dan konseling yang sarat muatan pendidikan karakter adalah konseling kelompok. Hal ini dikarenakan pada setiap tahapan konseling kelompok penuh dengan muatan pengembangan karakter. Namun demikian, dalam implementasinya harus dipadukan dan berbasis pendekatan experiential learning agar muatan itu menjadi lebih bermakna pada diri klien dalam mengembangkan perilaku yang dikehendaki.
Dampak Penguatan Dan Kreativitas Guru Terhadap Evaluasi Hasil Belajar Pelajaran Ips Siswa Kelas 5 Sd Di Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga
Pawiyatan Vol 26 No 01 (2019): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguatan merupakan inspirasi guru menganalisis proses pengajaran, sehingga implementasi pembelajaran dapat memberi pengaruh pada hasil pembelajaran, guru akan mengetahui kesesuaian antara materi pembelajaran yang diberikan terhadap pengembangan materi pembelajaran yang diterima oleh para siswa melalui penguatan, guru dapat memberi motivasi belajar siswa, penguatan adalah suatu pendekatan yang dilaksanakan oleh guru setelah proses pembelajaran atau pada tahap akhir materi pembelajaran yang diinformasikan oleh guru, sehingga guru berusaha mengetahui seberapa besar bahan ajar dan materi yang diinformasikan mampu disimak, dipahami dan diimplikasikan sebagai keterampilan oleh siswa. Kreativitas guru adalah kemampuan untuk menemukan dan mengembangkan sesuatu yang baru atau hasil karya yang mengkombinasikan antara sesuatu yang lama menjadi baru. Artikel ini akan mengungkap tentang program penguatan yang dilaksanakan oleh guru pada saat proses pembelajaran atau saat selesai pembelajaran, selanjutnya mengungkap tentang kreativitas guru sebagai penunjang dalam proses pengajaran serta evaluasi hasil belajar siswa pelajaran IPS tingkat Sekolah Dasar kelas 5 di Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga. Artikel ini sebagai hasil penelitian yang dilaksanakan menggunakan tiga instrumen sebagai sarana pengumpulan data, yaitu angket tentang penguatan, angket tentang kreativitas guru dan nilai mata pelajaran IPS siswa kelas 5 SD setelah diberikan penguatan dan kreativitas guru dalam pembelajaran.
UPAYA MENURUNKAN INTENSI TURNOVERMELALUI PENINGKATAN MOTIVASI INTRINSIK PADA GURU PAUD
Pawiyatan Vol 20 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya intensi turnover pada guru PAUD terlihat dari banyaknya peristiwa guru PAUD keluar masuk dari pekerjaannya, sebagai pemegang peran kunci dalam pendidikan anak usia dini, peran guru PAUD  sangat dibutuhkan. Namun adanya peristiwa guru PAUD keluar dari pekerjaannya menimbulkan dampak yang besar pada anak didik dan juga lembaga tempat ia bekerja. Salah satu upaya menghindari terjadinya turnover pada guru PAUD dilakukan dengan menumbuhkan motivasi intrisik pada guru PAUD. Motivasi intrinsik dapat dapat menurunkan timbulnya intensi turnover pada guru PAUD karena motivasi intrinsik yang tinggi dapat mendorong seseorang untuk bertahan di tempatnya bekerja. Seseorang yang memiliki panggilan jiwa sebagai guru akan cenderung memiliki motivasi intrinsik lebih tinggi untuk mempertahankan profesinya sebagai guru PAUD. Kata kunci : Motivasi intrinsik, intensi turnover, guru, PAUD.
Pengaruh Kepuasan Belajar, Prestasi Akademik dan Motivasi Diri Sebagai Variabel Intervening Terhadap Pembelajaran Online di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas IVET
Pawiyatan Vol 28 No 3 (2021): Edisi Khusus Pawiyatan
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kepuasan belajar, prestasi akademik dan motivasi diri sebagai variabel intervening terhadap pembelajaran di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Ivet. Permasalahan yang melatar belakangi penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan pembelajaran online(Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan) Universitas Ivet melalui kepuasan belajar, prestasi akademik dan motivasi diri sebagai variabel intervening pada pembelajaran online di Universitas Ivet. Pembelajaran online masih rendah yang diduga dilatarbelakangi oleh kurangnya kepuasan belajar, prestasi akademik dan motivasi diri. Faktor kurangnya kepuasan belajar, prestasi akademik dan motivasi diri merupakan hal penting dalam rangka meningkatkan pembelajaran online dalam universitas. Variabel bebas penelitian ini yaitu kepuasan belajar dan prestasi akademik, variabel terikat penelitian ini yaitu motivasi diri dan pembelajaran online. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden yang diperoleh dengan teknik sampling jenuh. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik analisis regresi berganda. Penelitian ini memberikan hasil bahwa masing-masing secara parsial kepuasan belajar, dan prestasi akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi diri, serta masing-masing secara parsial kepuasan belajar, prestasi akademik, motivasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembelajaran online. Namun, motivasi diri tidak memediasi pengaruh kepuasan belajar terhadap pembelajaran online dan pengaruh prestasi akademik terhadap pembelajaran online. Kata Kunci: Kepuasan Belajar, Prestasi Akademik, Motivasi Diri, Variabel Intervening, Pembelajaran Online
PENINGKATAN KREATIVITAS SENI RUPA KOLASE DENGAN MEDIA DAUN PADA ANAK KELOMPOK B TK KEMALA BHAYANGKARI 03 BANYUMANIK SEMARANG
Pawiyatan Vol 24 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kreativitas membuat kolase pada anak kelompok B. Subyek penelitian ini adalah Siswa dan Guru TK Kemala Bhayangkari 03 kelompok B kelas B2 berjumlah 25 siswa. Penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas dengan melakukan kegiatan perbaikan pembelajaran sebanyak 2 siklus Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing siklus I pertemuan 1 mencapai peningkatan kreativitas 59,7%, pertemuan ke 2 mencapai 66,1% dan 3 mencapai 69,9%. Pada siklus II pertemuan 1 peningkatan kreativitas mencapai 73,9%, pertemuan ke 2 mencapai 75,7% dan siklus II pertemuan 3 mencapai 83,7%. Dapat dilihat bahwa pembelajaran siklus I dan II yang menekankan pada kegiatan kolase dengan media daun dapat meningkatkan kreatifitas anak sehingga perkembangan kreativitas seni rupa anakpun meningkat. Kesimpulan yang dapat diambil adalah dengan kegiatan pembelajaran membuat kolase dengan media daun dapat meningkatkan kreativitas seni rupa anak.
Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Sebuah Keefektifan Pelatihan Dan Pengembangan Tenaga Kependidikan
Pawiyatan Vol 20 No 4 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diakui bahwa  dalam lingkup pendidikan, tenaga kependidikan  memegang peran yang amat penting dan strategis. Kelancaran proses seluruh kegiatan pendidikan sepenuhnya berada dalam tanggung jawab tenaga kependidikan (guru dan dosen), karena mereka adalah seorang pemimpin yang harus mengatur, mengawasi dan mengelola seluruh kegiatan proses pembelajaran di lembaga pendidikan yang menjadi lingkup tanggungjawabnya. Dalam menghadapi tuntunan situasi perkembangan jaman dan pembangunan nasional, sistem pendidikan nasional harus dapat dilaksanakan secara tepat guna dan hasil guna dalam berbagai aspek dimensi, jenjang dan tingkat pendidikan. Keadaan semacam itu pada gilirannya akan menuntut para pelaksana dalam bidang pendidikan di berbagai jenjang untuk mampu menjawab tuntutan tersebut melalui fungsi-fungsinya. Tenaga kependidikan  memegang peran yang sangat penting dalam upaya membentuk watak bangsa dan mengembangkan potensi siswa dalam kerangka pembangunan pendidikan di Indonesia. Tampaknya kehadiran guru hingga saat ini bahkan sampai akhir hayat nanti tidak akan pernah dapat digantikan oleh yang lain, terlebih pada masyarakat Indonesia yang multikultural dan multibudaya. Kehadiran teknologi tidak dapat menggantikan tugas-tugas guru yang cukup kompleks dan unik. Oleh sebab itu, diperlukan tenaga kependidikan  yang memiliki kemampuan maksimal untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan diharapkan secara berkesinambungan dapat meningkatkan kompetensinya, baik kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, maupun profesional. Di sisi lain, pendidikan dan pengembangan mutlak diperlukan, hal ini selain memberikan bekal kepada para tenaga kependidikan juga bisa meng-up-date ilmu yang selalu berkembang sesuai dengan tuntutan jaman. Diharapkan dengan pendidikan dan pengembangan para tenaga kependidikan SDM-nya dapat meningkat, sehingga profesionalitas guru sebagai tenaga kependidikan dapat sejajar dengan profesi-profesi yang lain. Kata Kunci :  Kualitas SDM, Pelatihan dan Pengembangan
Urgensi Pembelajaran Musik Bagi Anak Usia Dini
Pawiyatan Vol 26 No 01 (2019): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik sangat penting dan perlu dikembangkan untuk anak usia dalam membantu perkembangnnya. Namun sebagian orang tua banyak yang kurang paham akan pentingnya musik bagi kecerdasan anak. Musik merupakan suatu wadah untuk mengekspresikan suasana diri. Dengan musik anak-anak diberi kesempatan untuk mengungkapkan perasaan-perasaan dan gagasannya dengan cara menari atau bergerak mengikuti suara musik. Pentingnya musik untuk anak usia dini antara lain untuk meningkatkan kreativitas dan imajinasi, dapat meningkatkan dan mengajarkan kecerdasan lain, dan dapat merangsang daya ingat anak. Dengan demikian musik sangat penting untuk diajarkan anak sejak usia dini agar perkembangnnya lebih baik. Masalah yang irumuskan dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimana hubungan musik dengan otak manusia?; 2) apa manfaat yang diperoleh dari musik?; 3) bagaimana cara pengembangan kecerdasan musik pada anak usia dini?; 4) faktor apakah yang menjadi penghambat dan pendukung pengajaran musik bagi anak usia dini?; dan 5) bagaimana cara pengajaran musik agar efektif dapat diberikan kepada anak usia dini? Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa manfaat musik dapat dijadikan alasan pendidik atau orang tua untuk mengembangkan musik pada anak. Beragam cara yang bisa dilakukan untuk membantu anak mengambangkan kecerdasan musikalnya. Cara-cara tersebut dapat berupa memperdengarkan musik beragam kepada anak-anak, mendengarkan dan menyanyikan lagu disertai gerakan, dan mengajarkan untuk bermain musik. Dari cara tersebut anak mampu mengeksplor bakat yang dimiliki dalam bermusik. Selain itu, aspek perkembangan anak yang lain akan ikut terbantu perkembangnnya dengan baik.