cover
Contact Name
Widia
Contact Email
widia.fiska09@gmail.com
Phone
+6281337237577
Journal Mail Official
muhammadsalahuddin@habi.ac.id
Editorial Address
Jl. Pendidikan STKIP Harapan Bima
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
DIKMAT: Jurnal Pendidikan Matematika
Published by STKIP Harapan Bima
ISSN : 27751856     EISSN : 27751864     DOI : 10.36312
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Matematika yang diterbitkan oleh STKIP Harapan Bima dengan periode terbit setiap bulan Oktober dan April (dua kali setahun). Jurnal ini menerbitkan artikel studi konseptual dan menganalisis hasil penelitian empiris.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 02 (2020): DIKMAT Oktober 2020" : 5 Documents clear
Profil Proses Kognitif Siswa Sekolah Dasar dalam Pemecahan Masalah Matematika Berdasakan Perbedaan Gaya Kognitif dan Gender Rizcky Juliawan; Lutfin Haryanto
Dikmat: Pendidikan Matematika Vol 1, No 02 (2020): DIKMAT Oktober 2020
Publisher : DIKMAT: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.867 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pemilihan subjek berdasarkan gaya kognitif field independent dan field dependent. Subjek yang memiliki gaya kognitif field independent (subjek FI) terdiri dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, subjek yang memiliki gaya kognitif field dependent (subjek FD) terdiri seorang laki-laki dan seorang perempuan. Subjek penelitian adalah kelas VIII SMP Negeri 1 Bolo kabupaten Bima NTB. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek FI laki-laki membaca sambil menggaris-bawahi kata-kata yang dianggap penting dan subjek FI perempuan menggunakan strategi pengulangan dan transformasi yang merupakan strategi-strategi pemrosesan yang memfasilitasi transformasi informasi ke dalam bentuk yang lebih mudah diingat dan menggunakan strategi seleksi (identifikasi sasaran), sehingga dia menyeleksi kata-kata atau inti dari permasalahan; sedangkan subjek FD laki-laki dan perempuan hanya membaca saja tidak menggunakan strategi seleksi, sehingga dia tidak menyeleksi kata-kata atau inti dari permasalahan. Keempat subjek menyimpan informasi dengan cara mengecek kembali penyelesaiannya. Subjek FI dan subjek FD menentukan konsistensi hasil yang diperoleh dari sebelum dan setelah menghitung ulang. Subjek laki-laki mengecek pada setiap langkah penyelesaian dan subjek perempuan mengecek setiap baris pada langkah merencanakan penyelesaian dan pada langkah menyelesaikan masalah sesuai rencana penyelesaiannya.
Penerapan Model Pembelajaran Diskusi Kelas dengan Pemecahan Masalah Matematika Kontekstual untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Azra Fauzi; W Widia; Syaiful Islami
Dikmat: Pendidikan Matematika Vol 1, No 02 (2020): DIKMAT Oktober 2020
Publisher : DIKMAT: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.726 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan One Group Pretest-Posttest design dilaksanakan di SMP Negeri 2 Bolo di kelas VII-B yang terdiri dari 37 siswa. Penelitian ini berlangsung selama 4 kali pertemuan yang pelaksanaannya sesuai dengan RPP yang telah dibuat oleh peneliti. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa, aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung, hasil belajar siswa, serta respon siswa. Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa banyaknya siswa yang mengalami peningkatan kemampuan berpikir kritis adalah 20 siswa dari 35 siswa yang diteliti atau sebesar 57,14%, aktivitas siswa yang paling menonjol adalah memperhatikan penjelasan guru atau siswa lain. Hasil belajar siswa belum tuntas dengan ketuntasan belajar sebesar 48,57%, sedangkan ketuntasan belajar klasikal tidak tercapai. Respon siswa setelah pembelajaran adalah positif. Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa maka pembelajaran diskusi kelas dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
Profil Penalaran Mahasiswa Calon Guru Matematika dalam Membuktikan Rumus Luas Bangun Datar Ditinjau dari Perbedaan Gaya Kognitif Visualiser-Verbaliser Muhammad Salahuddin; A Haris; Muhammad Yamin
Dikmat: Pendidikan Matematika Vol 1, No 02 (2020): DIKMAT Oktober 2020
Publisher : DIKMAT: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.851 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara lengkap profil penalaran mahasiswa Prodi Matematika STKIP Harapan Bima dalam membuktikan rumus luas bangun datar ditinjau dari perbedaan gaya kognitif visualiser-verbaliser. Perbedaan gaya kognitif Visualiser-verbaliser dilihat dengan menggunakan Tes Gaya Kognitif (TGK) yang dikembangkan oleh Mendelson Thorson. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan pemberian tes berupa pembuktian luas bangun datar dan wawancara. Untuk memperoleh data yang valid, peneliti melakukan dua kali wawancara pada setiap subjek penelitian. Selanjutnya, data yang diperoleh ditriangulasi. Kemudian data yang valid dianalisis untuk memperoleh kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki gaya kognitif visualiser dan verbaliser sama-sama menggunakan logi dalam proses pemecahan masalahnya, baik pada tahap memahami masalah, perencanaan, penerapan dan memeriksa kembali
Proses Berpikir Mahasiswa dalam Pengajuan Soal Matematika Tipe Post Solution Posing Ditinjau dari Gaya Kognitif Field Dependent dan Field Independent Berti Mandala Putra; Muhammad Salahuddin; Abas Oya
Dikmat: Pendidikan Matematika Vol 1, No 02 (2020): DIKMAT Oktober 2020
Publisher : DIKMAT: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.849 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir mahasiswa calon guru dalam pengajuan soal matematika tipe post solution posing berdasarkan kemampuan matematikanya. Pengajuan soal tipe post solution posing yaitu mahasiswa memodifikasi  tujuan atau kondisi soal yang telah diselesaikan untuk menghasilkan soal-soal baru. Sedangkan perbedaan kemampuan matematika yaitu mahasiswa berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan pemberian tes kemampuan matematika, tes pengajuan soal dan wawancara. Pada langkah memahami masalah, subjek yang memiliki gaya kognitif FI (subjek FI) dan subjek yang memiliki gaya kognitif FD (subjek FD) menerima informasi dengan cara membaca. Pada langkah merencanakan penyelesaian masalah, subjek FI memanggil kembali informasi dengan cara mengatakan pengetahuan terdahulu tentang luas persegipanjang; sedangkan subjek FD memanggil kembali informasi dengan cara mengatakan pengetahuan terdahulu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penalaran mahasiswa gaya kognitif field independent lebih baik daripada penalaran mahasiswa gaya kognitif field dependent.
Pemahaman Siswa SMA dalam Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Perbedaan Gaya Belajar Lisda Ramdhani; K Khairuddin; Randi Ardiansyah
Dikmat: Pendidikan Matematika Vol 1, No 02 (2020): DIKMAT Oktober 2020
Publisher : DIKMAT: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.207 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman siswa dalam pemecahan masalah matematika berdasarkan perbedaan gaya belajar, yaitu divergen, asimilatif, konvergen, dan akomodatif. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian terdiri dari empat siswi kelas X SMA PGRI Bolo-Bima. Penelitian dimulai dengan menentukan subjek penelitian menggunakan instrumen IGB. Kemampuan matematika yang relatif sama serta kesediaan siswa juga menjadi pertimbangan peneliti untuk memilih subjek, kemudian peneliti memberikan TPM dan wawancara kepada setiap subjek. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa subjek divergen memiliki pemahaman formal dalam memahami masalah, relasional dalam menyusun rencana, instrumental dalam melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Subjek asimilatif memiliki pemahaman formal dalam memahami masalah dan menyusun rencana, kemudian memiliki pemahaman instrumental dalam melaksanakan rencana dan memeriksa kembali. Subjek konvergen memiliki pemahaman formal dalam memahami masalah, relasional dalam menyusun, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali. Sedangkan subjek akomodatif memiliki pemahaman formal dalam memahami masalah, relasional dalam menyusun rencana, instrumental dalam melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali

Page 1 of 1 | Total Record : 5