Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical)
Jurnal Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) is an Nasional journal presenting original research in Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical Care, Pharmaceutical Technology. We receives manuscripts in Bahasa Indonesia and English Language. Publishing frequency 2 issues per year, on April and October.
Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022"
:
15 Documents
clear
Identifikasi Kandungan Formalin Pada Mie Basah Yang Beredar Di Pasar Beriman Kota Tomohon
Calvin Parengkuan;
Hariyadi Hariyadi;
Vlagia Paat;
Silvana Tumbel
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : FMIPA UKIT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55724/jbiofartrop.v5i1.208
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kandungan formalin pada mie basah yang beredar di Pasar Beriman Kota Tomohon. Jenis penelitian ini dengan uji laboraturium untuk mengidentifikasi adanya kandungan formalin, dengan analisis kualitatif menggunakan dua pereaksi yaitu pereaksi KMnO4 dan Test Kit Formalin. Hasil identifikasi kandungan formalin, terdapat dua sampel yang postif dengan menggunakan pereaksi KMnO? yaitu sampel A dan D. Hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan terdapat 2 sampel positif mengandung formalin dengan menggunakan pereaksi KMnO?. Tidak terjadi perubahan warna pada Test Kit Formalin bahwa kandungan formalin pada mie basah bukan formalin murni akan tetapi sudah bercampur dengan natrium karbonat atau soda abu yang biasanya digunakan dalam penambahan pembuatan mie sebagai penguat adonan dan pengawet. Adanya kandungan formalin pada mie basah tidak dapat ditentukan hanya dengan melihat ciri-ciri mie tersebut namun perlu dilakukan penelitian agar hasil yang di dapatkan lebih akurat.
Identifikasi Formalin Pada Ikan Teri Di Pasar Tradisional Amurang
Patrick Rambe;
Wilmar Maarisit;
Joke Tombuku;
Vlagia Paat
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : FMIPA UKIT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55724/jbiofartrop.v5i1.209
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kandungan formalin pada ikan teri yang beredar di Pasar Tradisional Amurang. Jenis penelitian ini yaitu uji laboraturium untuk mengidentifikasi adanya kandungan formalin lewat analisis kualitatif dengan menggunakan dua pereaksi yaitu pereaksi KMnO4 dan Test Kit Formalin. Hasil identifikasi kandungan formalin, keempat sampel menunjukan hasil yang postif dengan menggunakan pereaksi KMnO? yaitu sampel A, B, C, dan D. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Metode KMnO? mampu mendeteksi kandungan formalin dibawah batas deteksi Test kit formalin yaitu 2 ppm. Adanya kandungan formalin pada ikan teri tidak dapat ditentukan hanya dengan melihat ciri-ciri ikan tersebut namun perlu dilakukan penelitian agar hasil yang di dapatkan lebih akurat.
Uji Efektivitas Antidiabetes Ekstrak Daun Benalu (Helixanthera cylindrica (Jack) Danser) Pada Tanaman Kelor Pada Tikus Putih (rattus norvegicus) Yang Diinduksi Aloksan
Filia Krisna Wilar;
Jeane Mongi;
Jabes Kanter;
Yessie K. Lengkey
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : FMIPA UKIT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55724/jbiofartrop.v5i1.318
Pengobatan tradisional menggunakan tanaman sebagai bahan baku sudah dilakukan sejak zaman dahulu termasuk di Sulawesi utara. Sampai saat ini masih ada sebagian masyarakat masih menggunakan tanaman untuk mengobati beberapa penyakit salah satunya yaitu Diabetes Melitus. Penyakit diabetes melitus terdiri dari beberapa tipe, tipe I memerlukan seperti insulin yang disuntikan dan tipe II memerlukan obat-obatan sintetis antidiabetes, sehingga perlu dicari alternative pengobatan menggunakan tumbuhan atau tanaman dari bahan alam. Salah satu tumbuhan yang dapat dimanfaatkan untuk mengobati diabetes melitus yakni tumbuhan benalu pada pohon Kelor yaitu Helixanthera cylindrica (Jack) Danser. Benalu Helixanthera cylindrica (Jack) Danser merupakan tumbuhan semi-parasit yang hidup bergantung pada tumbuhan inangnya, sehingga kandungan senyawa aktif yang dimiliki benalu Helixanthera cylindrica (Jack) Danser sama dengan tumbuhan inangnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas antidiabetes ekstrak daun benalu Kelor Helixanthera cylindrica (Jack) Danser pada tikus putih yang diinduksi aloksan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental labororatorium dan menggunakan Metode RAL, 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. kontrol negatif aquadest, konsentrasi 75, 150, 300 mg/kgBB ekstrak daun benalu Kelor Helixanthera cylindrica (Jack) Danser, dan kontrol positif metformin. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun benalu Kelor Helixanthera cylindrica (Jack) Danser mampu menurunkan kadar gula darah, yaitu pada dosis 75mg/kgBB dengan nilai rata-rata penurunan 27,80%, dosis 150mg/kgBB dengan nilai 56.52% dan dosis 300 mg/kgBB hanya terjadi pada ulangan pertama dan kedua, secara keseluruhan dosis 300mg/KgBB memberikan efek penurunan melainkan peningkatan -0,88%. Kesimpulan penelitian dari ekstrak daun benalu Kelor Helixanthera cylindrica (Jack) Danser Dosis 150mg/KgBB memberikan efektivitas penurunan kadar gula darah lebih tinggi dari Dosis75 mg/KgBB.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Pining Bawang (Horntedtia alliacea)
Jekilian Sumati Popala;
Jeane Mongi;
Selvana Tulandi;
Friska Montolalu
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : FMIPA UKIT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55724/jbiofartrop.v5i1.323
Tumbuhan pining bawang Hornstedtia alliacea merupakan salah satu jenis tumbuhan yang terdapat di Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara. Secara tradisional masyarakat sekitar telah memanfaatkan sebagai obat mual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak daun pining bawang H. alliacea dan aktivitasnya sebagai antioksidan serta nilai antioksidannya yang dinyatakan dalam IC50. Jenis dalam penelitian ini yaitu penelitian eksperimental di laboratorium menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan kandungan senyawa yang terkandung dalam daun pining bawang H. alliacea yaitu senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, steroid, saponin dan fenolik. Senyawa kimia yang terkandung dalam daun pining bawang H. alliacea salah satunya adalah fenol yang merupakan golongan utama antioksidan yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan. Antioksidan dapat mencegah oksidasi dan dapat melindungi tubuh dari radikal bebas. Radikal bebas merupakan suatu molekul yang memiliki elektron tidak berpasangan dalam orbital terluarnya sehingga sangat reaktif. Senyawa radikal bebas ini cenderung mengadakan reaksi berantai yang apabila terjadi di dalam tubuh maka dapat mengakibatkan kerusakan pada sel-sel yang ada didalam tubuh yang kemudian berlangsung terus menerus. Ekstrak daun pining bawang H. alliacea memiliki aktivitas sangat kuat sebagai antioksidan pada nilai IC50 3,87 ppm.
Pengaruh Pemberian Getah Batang Pisang Goroho Putih (Musa acuminafe L.) Terhadap Luka Sayat Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus)
Rudy Pareda;
Wilmar Maarisit;
Douglas Pareta;
Yessie K. Lengkey
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : FMIPA UKIT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55724/jbiofartrop.v5i1.324
Tanaman pisang goroho putih (Musa acuminafe L.) merupakan salah satu tanaman yang tumbuh di Sulawesi Utara. Secara tradisional getah batang pisang goroho putih sering digunakan oleh masyarakat untuk penyembuhan luka sayat. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh pemberian getah batang pisang goroho putih (Musa acuminafe L.) sebagai penyembuh luka sayat pada tikus putih (Rattus norvegicus). Jenis penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan rancangan acak lengkap (RAL), pengujian dilakukan pada hewan tikus putih sebanyak 15 ekor menggunakan 5 perlakuan 3 kali ulangan dalam keadaan sehat dan memiliki berat rata-rata 200g. Dengan mencukur bulu bagian punggung tikus kemudian dilukai dangan benda tajam (pisau bedah) steril dengan kedalaman luka ± 2 mm dan panjang luka ± 1 cm. Kontrol negatif tidak diberi perlakuan, kontrol positif digunakan povidone iodine 10%, pada perlakuan diberikan variasi dosis getah batang pisang goroho putih (Musa acuminafe L.) 0,25 mL, 0,5 mL dan 1 mL, luka diolesi dua kali sehari lalu luka ditutup dengan kasa steril dan diplester selama 13 hari. Getah batang pisang goroho putih (Musa acuminafe L.) mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu : alkaloid sebagai antibakteri, flavonoid dan saponin sebagai antibiotik, tanin sebagai antiseptik dan fenolik sebagai antioksidan. Getah batang pisang goroho (Musa acuminafe L.) pada dosis 0,25 mL, 0,5 mL dan 1mL mampu mempercepat dan memberikan pengaruh dalam penyembuhan luka sayat pada tikus putih (Rattus norvegicus).
Evaluasi Pengelolaan Psikotropika Di Apotek Mulia Farma Tomohon
Reynald Repi;
Douglas Pareta;
Randy Tampa'i;
Joke Tombuku
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : FMIPA UKIT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55724/jbiofartrop.v5i1.326
Kesehatan merupakan suatu hal yang penting bagi manusia. kesehatan merupakan bagian penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Maka tak sedikit orang yang akan mengeluarkan uang hanya untuk memperoleh kesehatan. Untuk itu di butuhkan sumber daya penunjang kesehatan, salah satunya adalah apotek sebagai sarana kesehatan. Menurut Permenkes Nomor 3 Tahun 2015 “Psikotropika adalah zat/bahan baku atau obat baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku”. Menurut BNN (2020) diperkirakan jumlah penyalahgunan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan zat adiktif lainnya) oleh pasien sebanyak 4817. Salah satu efek samping dari pemakaian obat psikotropika yaitu di mana seseorang dapat mengalami ketergantungan berat terhadap obat jika digunakan secara tidak rasional (PerMenKes No 3, 2015). oleh karena itu pengelolaan obat golongan psikotropika memerlukan perhatian khusus.
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Mulia Farma Tomohon
Ryan Offeis Kolondam;
jeane Mongi;
Christel Sambow;
Jabes Kanter
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : FMIPA UKIT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55724/jbiofartrop.v5i1.327
Kepuasan pasien dalam menilai mutu atau pelayanan yang baik, dan merupakan pengukuran penting yang mendasar bagi mutu pelayanan. Kegiatan pelayanan kefarmasian yang semula hanya berfokus pada pengelolaan obat sebagai komoditi menjadi pelayanan komperhensif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yakni dengan pengumpulan data secara primer yaitu data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti, data yang dikumpulkan merupakan data yang diperoleh dari responden atau pasien yang berkunjung yang memenuhi kriteria inklusi di Apotek Mulia Farma Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon dengan menggunakan kuesioner.
Profil Swamedikasi Pasien Gout Artritis Di Apotek Wilayah Kecamatan Lirung
Patricia Sulianti Mona;
Christel Sambou;
Randy Tampa'i;
Yessie K. Lengkey
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : FMIPA UKIT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55724/jbiofartrop.v5i1.329
Swamedikasi atau pengobatan diri sendiri adalah bagian dari upaya masyarakat menjaga kesehatannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil swamedikasi pasien Gout Artritis di Apotek wilayah Kecamatan Lirung. Metode yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara Prospektif pada pasien gout artritis di 2 Apotek wilayah kecamatan Lirung bulan Desember 2021 – Januari 2022. Data yang diambil yaitu berdasarkan usia, jenis kelamin , tingkat pendidikan, jumlah kunjungan melakukan swamedikasi, jenis obat yang di beli, golongan obat, kekuatan sediaan, bentuk sediaan, dan dosis pemakaian. Jenis obat yang digunakan dalam pengobatan gout dari kekuatan sediaan, dosis pemakaian sudah sesuai dengan pedoman. Obat gout artritis dengan terapi tunggal terbanyak yaitu Voltadex Tablet sebanyak 4.17% dan untuk penggunaan obat dengan terapi kombinasi terbanyak yaitu Allopurinol, Piroxicam,Dexamethasone sebanyak 26.39% belum sesuai dengan pedoman Perhimpunan Rheumatoid Indonesia tahun 2018, Informasi Obat Nasional Indonesia (IONI) tahun 2014 dan MIMS Petunjuk Konsultasi edisi 2021. Kata Kunci : Swamedikasi, Apotek, Gout Artritis
Evaluasi Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggunaan Antibiotik di Desa Kukumutuk Kecamatan Kao Kabupaten Halmahera Utara
Jessica I Mampouw;
Christel Sambou;
Jeane Mongi;
Silvana Tumbel
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : FMIPA UKIT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55724/jbiofartrop.v5i1.333
Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di negara-negara berkembang salah satunya yaitu Indonesia. Pemberian antibiotik merupakan pengobatan utama dalam penatalaksanaan penyakit infeksi. Saat ini kejadian yang sering di jumpai dimasyarakat yaitu tentang penggunaan antibiotik yang sudah tidak asing lagi, dimana masyarakat menggunakan antibiotik layaknya menggunakan obat bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik di Desa Kukumutuk Kecamatan Kao Kabupaten Halmahera Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian non eksperimental yaitu penelitian kualitatif deskripsi dengan rancangan penelitian yaitu metode survey analitik menggunakan kuesioner yang didasarkan pada kriteria inklusi yaitu : Masyarakat Desa Kukumutuk yang pernah atau sedang menggunakan antibiotik, berusia 17-60 tahun, mampu berkomunikasi dengan baik dan bersedia menjadi responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan Antibiotik di Desa Kukumutuk Kecamatan Kao Kabupaten Halmahera Utara, tergolong tingkat pengetahuan kategori cukup dengan persentase yaitu sebesar 63,65 %. Ini menunjukan bahwa, masyarakat cukup mengetahui cara penggunaan antibiotik yang baik dan benar.
Uji Ekstrak Etanol Daun Benalu Kersen (Dendropthoe Pentrandra L.) Terhadap Tikus Putih (Ratus Norvegicus) Sebagai Anti Inflamasi
Ana Neman;
Wilmar Maarisit;
Ferdy Karauwan
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : FMIPA UKIT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55724/jbiofartrop.v5i1.369
Benalu Kersen (Dendrophthoe pentandra) merupakan tumbuhan parasit pada pohon kersen dengan mengambil makanan dari tubuh inangnya, sehingga kandungan senyawa aktif yang dimiliki benalu kersen sama dengan tumbuhan inangnya. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui aktivitas daun benalu kersen (Dendrophthoe pentandra) sebagai anti inflamasi pada tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL).Hasil penelitian ini menunjukkan Ekstrak etanol etanol daun benalu tanaman kersen memiliki aktivitas antiinflamasi pada telapak kaki tikus putih yang diinduksi formalin 1%. Kemampuan antiinflamasi akan lebih signifikan dengan dosis ekstrak etanol yang lebih tinggi lagi, hal ini dibuktikan dengan kelompok perlakuan ekstrak etanol dosis 300 mg/kgBB menunjukkan penghambatan paling baik dibandingkan dengan kelompok perlakuan dosis 75 mg/kgBB dan 150 mg/kgBB