cover
Contact Name
Fitra Yanti
Contact Email
prodi_pmi@uinib.ac.id
Phone
+6285727714556
Journal Mail Official
prodi_pmi@uinib.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang Jl. Prof. Mahmud Yunus, Lubuk Lintah Padang, West Sumatera, Indonesia 25153
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
ISSN : 20861281     EISSN : 26572079     DOI : 10.15548/jt.v12i2
Jurnal Tathwir adalah jurnal ilmiah tentang isu-isu sosial dan perkembangan masyarakat Islam. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada bulan April 2009 oleh Departemen Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Dakwah UIN Imam Bonjol Padang. Nama Jurnal Tathwir terinspirasi dari semangat perubahan yang merupakan derivasi dari kata “tathwir” (perubahan). Jurnal ini terbit secara berkala setiap bulan April dan Oktober. Jurnal Tathwir memuat artikel-artikel dari hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan kajian ilmu-ilmu sosial keagamaan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2024)" : 6 Documents clear
Balambai Ari: Pemberdayaan Pemuda Melalui Kearifan Lokal di Nagari Sungai Nanam Sumatera Barat Mistarija, Mistarija
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v15i2.10315

Abstract

This study aims to identify the potential of youth and the application of local wisdom in empowerment efforts in Nagari Sungai Nanam, West Sumatra. Using a qualitative-descriptive approach, data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation. The findings indicate that youth in Nagari Sungai Nanam hold significant potential in the horticultural agriculture, livestock, and nature-based tourism sectors. However, their empowerment is constrained by limited access to entrepreneurial training, business capital, and market opportunities. Local wisdom, such as the gotong-royong (mutual cooperation) culture and the Balambai Ari system, serves as a valuable social asset that strengthens social bonds and enhances the role of youth within the community. Based on Rappaport’s empowerment theory, the application of local wisdom effectively increases youth’s sense of responsibility and self-confidence, though it remains suboptimal. This study concludes that additional support, including technical training and market access, is essential for maximizing youth potential and sustainably enhancing the local economy.Keywords: youth empowerment, local wisdom, Nagari Sungai Nanam, horticulture ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pemuda dan penerapan kearifan lokal dalam pemberdayaan di Nagari Sungai Nanam, Sumatera Barat. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda di Nagari Sungai Nanam memiliki potensi besar di sektor pertanian hortikultura, peternakan, dan pariwisata berbasis alam. Namun, pemberdayaan mereka terkendala oleh kurangnya akses pelatihan kewirausahaan, modal usaha, dan akses pasar. Kearifan lokal, seperti budaya gotong-royong dan sistem Balambai Ari, menjadi aset sosial penting yang memperkuat ikatan sosial dan peran pemuda dalam masyarakat. Berdasarkan teori empowerment Rappaport, penerapan kearifan lokal efektif dalam meningkatkan rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri pemuda, meskipun belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan tambahan dalam bentuk pelatihan teknis dan akses pasar sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan potensi pemuda dan meningkatkan perekonomian lokal secara berkelanjutan.Kata Kunci: pemberdayaan pemuda, kearifan lokal, Nagari Sungai Nanam, pertanian hortikultura, pariwisata
Antara Kesalihan dan Gaya Hidup: Hijab Syar’i dalam Pusaran Praktik Komodifikasi Industri Budaya Islami pada Mahasiswi di Kota Mataram RAHIM, ABDUL
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v15i2.10201

Abstract

The syar’i hijab has become a global fashion product targeting Muslim women today as part of the cultural industry captured by capitalism to pursue profit. The sharia hijab, which displays a visualization of the discourse of piety and beauty, makes consumption practices an effort to articulate the identity of Muslim women regarding their obedience to religion. The fairly massive distribution through the media or fashion show events is part of the visualization of the lifestyle of fashion enthusiasts (fashionistas) which is echoed for the sustainability of capitalism in the circulation of production, distribution and consumption of hijab products which are echoed through the discourse of covering the genitals according to sharia. Consumption of hijab product brands shows social class to differentiate themselves. This often gives rise to aesthetic violence in an effort to equalize the tastes of the lower class to force themselves to buy hijab products with the same brand as the figures they idolize. Consumption practices that show the articulation of the identity of Muslim women in the discourse of religion are increasingly captured by capitalism in an effort to create changes in hijab fashions. The concept of planned obsolescence planning is part of the production management of the ever-expanding hijab product offerings, and the increasing perpetuation of capitalism disguised behind the discourse of piety.Key Word : Commodification, piety, fashion, consumption, syar'i hijab, obsolescence.ABSTRAKHijab syar'i menjadi produk fashion global yang menyasar perempuan muslim saat ini merupakan bagian dari industri budaya yang ditangkap oleh kapitalisme untuk mengejar profit. Hijab syar'i yang menampilkan visualisasi atas wacana kesalihan dan kecantikan menjadikan praktik konsumsi sebagai upaya untuk artikulasi identitas perempuan muslim atas kepatuhan dalam beragama. Distribusi yang cukup masif melalui media atau even-even fashion show adalah bagian dari visualisasi gaya hidup dari penggemar mode (fashionista) yang digaungkan untuk langgengnya kapitalisme dalam sirkulasi produksi, distribusi dan konsumsi atas produk hijab yang digaungkan melalui wacana menutup aurat yang sesuai syar’i. Konsumsi atas brand produk hijab menunjukkan kelas sosial untuk membedakan diri. Hal ini tak jarang memunculkan kekerasan estetik dalam upaya menyamakan selera dari kelas rendah untuk memaksakan membeli produk hijab dengan brand yang sama dengan figur yang mereka idolakan. Praktik konsumsi yang menunjukkan artikulasi identitas perempuan muslim dalam wacana keberagamaan semakin ditangkap oleh kapitalisme dalam upaya menciptakan perubahan mode-mode hijab. Konsep pengusangan yang direncanakan (obsolescence planning) adalah bagian dari manajemen produksi untuk tawaran-tawaran produk hijab yang terus berkembang, dan semakin langgengnya kapitalisme terselubung di balik wacana kesalihan.Kata Kunci: Komodifikasi, Kesalihan,  fashion,  konsumsi, hijab syar'i, pengusangan.
Peran Modal Sosial dalam Peningkatan Ekonomi Pedagang Kaki Lima: Tinjauan Sosiologi Ekonomi di Objek Wisata Putri Kacamayang – Pekanbaru Haris, Muhammad; Anshori, Ahmad Maulana; Laksana, Bayu Indra; Yefni, Yefni
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v15i2.10114

Abstract

This study aims to analyze the role of social capital in enhancing the economy of street vendors (PKL) at the Putri Kacamayang tourist site in Pekanbaru. A qualitative research method was employed, involving in-depth interviews and observations of PKL productive aged in the range 25-55 years at the study location. The results show that social capital, in the form of strong social networks and high levels of trust among PKL, significantly contributes to increased income. Consumer trust in reputable PKL also supports customer loyalty and market expansion. Additionally, supportive social norms, such as maintaining cleanliness and respecting trade boundaries, create a conducive business environment. Thus, social capital plays an essential role in strengthening economic resilience and income stability for PKL in the tourist area, ultimately enhancing the economic welfare of the vendor community. Keywords: Social Capital, Street Vendors, Community Economy, Tourist Site, PKL IncomeABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial dalam meningkatkan ekonomi pedagang kaki lima (PKL) di objek wisata Putri Kacamayang, Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi terhadap PKL berusia produktif dalam rentang 25-55 tahun di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial berupa jaringan sosial yang solid dan tingkat kepercayaan tinggi di antara PKL berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan mereka. Kepercayaan konsumen terhadap PKL yang memiliki reputasi baik turut mendukung loyalitas pelanggan dan memperluas pasar. Selain itu, norma sosial yang mendukung, seperti saling menjaga kebersihan dan menghormati batas berdagang, menciptakan lingkungan usaha yang kondusif. Dengan demikian, modal sosial berperan penting dalam memperkuat daya tahan ekonomi dan stabilitas pendapatan PKL di kawasan wisata, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan ekonomi komunitas pedagang tersebut.Kata Kunci: Modal Sosial, Pedagang Kaki Lima, Ekonomi Komunitas, Objek Wisata, Pendapatan PKL 
Program Makan Gratis di Masjid Pemuda Indonesia sebagai Strategi Inovasi untuk Meningkatkan Kecintaan Generasi Muda kepada Masjid Mirza, Ghaitsa Shazia; Bramayudha, Airlangga
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v15i2.10629

Abstract

 This study aims to explore and analyze the innovation strategies implemented by the Masjid Pemuda Indonesia in Surabaya in increasing the love of the younger generation for the mosque. The participation and love of the younger generation of Muslims in religious activities in the mosque often decreases along with the development of the times and changes in lifestyle. Therefore, an innovative approach is needed to attract their interest and involvement. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews with mosque administrators, direct observation, and documentation analysis. The results of the study indicate that effective innovation strategies include organizing programs that are in accordance with the interests of the younger generation, utilizing social media as a means of communication and promotion, and collaborating with local communities. The implementation of this strategy has been proven to increase the presence and active participation of the younger generation in mosque activities. These findings are expected to be a reference for other mosques in developing relevant strategies to enggage the young generation in religious environments.Key Words: free meal, young generation, love the mosqueABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis strategi inovasi yang diterapkan oleh Masjid Pemuda Indonesia di Surabaya dalam meningkatkan kecintaan generasi muda kepada masjid. Partisipasi dan kecintaan generasi muda Muslim dalam kegiatan keagamaan di masjid seringkali mengalami penurunan seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan inovatif untuk menarik minat dan keterlibatan mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengurus masjid, pengamatan langsung, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi inovasi yang efektif meliputi penyelenggaraan program yang sesuai dengan minat generasi muda, pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi dan promosi, serta kolaborasi dengan komunitas lokal. Implementasi strategi ini terbukti meningkatkan kehadiran dan partisipasi aktif generasi muda dalam kegiatan masjid. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi masjid-masjid lain dalam mengembangkan strategi yang relevan untuk merangkul generasi muda di lingkungan keagamaan.Kata Kunci: makan gratis, generasi muda, cinta masjid
Kolaborasi Organisasi Kepemudaan dengan Pengurus Masjid dalam Membentuk Generasi Islami (Studi Pada Kampung Karang Tangah, Kab. Pesisir Selatan) Putra, Ahmad
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v15i2.8557

Abstract

This research discusses collaboration between youth organizations and mosques and is supported by migrants. This collaboration is not just a formality, but this collaboration aims to bring about changes in teenagers and young people so that they become a useful and moral generation. If this can be realized, an Islamic generation will be born which will certainly continue the struggle of Islam in spreading goodness and things that are useful to many people. For this reason, youth and mosque administrators in Karang Tangah Village, Lengayang District, Pesisir Selatan Regency, West Sumatra have agreed to involve the younger generation in the activities being held in the hope that they will get used to being active in positive activities while also minimizing their influence and behavior. bad things they could have done. This research uses qualitative methods, complemented by observations and interviews. The results of this research, it was found that; firstly, the younger generation is assigned to be active on Ramadan nights such as hosting Ramadan study events, secondly, the younger generation is involved as a committee member in religious events such as being on the MTQ competition committee, funeral prayers, and so on, thirdly, the younger generation is invited to attend meetings -youth meetings held at mosques by youth and mosque officials, fourth, the young generation is involved in social activities, such as collecting donations when there is misfortune and mutual cooperation.Key Word: Youth, Mosques, Next GenerationABSTRAKPenelitian ini membahas mengenai kolaborasi antara organisasi kepemudaan dengan Masjid serta didukung oleh para perantau. Kolaborasi ini berjalan bukan sekedar sebatas formalitas saja, akan tetapi kolaborasi ini bertujuan untuk melahirkan perubahan dari para remaja dan pemuda agar menjadi generasi yang bermanfaat dan berakhlak. Jika hal ini dapat terwujud, maka akan lahir generasi Islami yang tentunya akan meneruskan perjuangan Islam dalam menebar kebaikan dan hal-hal yang bermanfaat untuk banyak orang. Oleh sebab itu, pemuda dan pengurus Masjid di Kampung Karang Tangah, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat bersepakat melibatkan para generasi muda pada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan dengan harapan mereka terbiasa aktif pada kegiatan yang positif sembari di samping itu meminimalisir pengaruh dan perilaku buruk yang bisa saja mereka lakukan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan dilengkapi dengan dilakukannya observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini, ditemukan bahwa; pertama, generasi muda ditugaskan untuk aktif di malam-malam ramadhan seperti menjadi pembawa acara kajian ramadhan, kedua, generasi muda dilibatkan sebagai panitia dalam acara keagamaan seperti menjadi panitia lomba MTQ, shalat jenazah, dan lain sebagainya, ketiga, generasi muda diundang untuk menghadiri rapat-rapat kepemudaan yang diadakan di masjid oleh perangkat kepemudaan dan masjid, keempat, generasi muda dilibatkan dalam kegiatan sosial, seperti mengumpulkan donasi ketika ada kemalangan dan gotong royong.Kata Kunci: Pemuda, Masjid, Generasi Penerus
Pelatihan dan Pengembangan Karyawan Muda Dompet Dhuafa Riau dalam Pemberdayaan Masyarakat Islam Azwar, Azwar
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v15i2.9739

Abstract

This research is to determine the training and development processes and methods carried out by Dompet Dhuafa Riau. This is important to study because training and development can improve employee performance significantly for current and future needs. This research uses qualitative methods with interview techniques with the managers of Dompet Dhuafa Riau. The selection of managers as key informants was based on their strategic role, who had a deep understanding of the performance strengthening and employee development programs implemented at this institution. Through this interview, it is hoped that relevant and comprehensive information regarding human resource management practices and strategies in Dompet Dhuafa Riau can be obtained. The research results show that the employee training and development program carried out by Dompet Dhuafa Riau has proven to be effective and efficient. The positive impact of this program can be seen in improving the quality of services to the community, the successful implementation of empowerment programs, and strengthening the position of Dompet Dhuafa Riau as an institution based on Islamic values. Apart from that, this program also encourages sustainable Islamic human resource development, creating employees who are more competent and committed to carrying out the community empowerment mission more effectively and efficientlyKeywords; Training and Development, Performance Enhancement, Sustainable Islamic Human Resource Development ABSTRAKPenelitian ini untuk mengetahui proses dan metode pelatihan dan pengembangan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Riau. Hal ini menjadi penting untuk dikaji karena pelatihan dan pengembangan bisa membuat kinerja pegawai menjadi lebih meningkat secara signifikan untuk kebutuhan masa sekarang dan masa yang akan datang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara terhadap manajer Dompet Dhuafa Riau. Pemilihan manajer sebagai informan kunci didasarkan pada peran strategisnya yang memiliki pemahaman mendalam mengenai program penguatan kinerja dan pengembangan karyawan yang diterapkan di lembaga ini. Melalui wawancara ini, diharapkan dapat diperoleh informasi yang relevan dan komprehensif terkait praktik serta strategi pengelolaan sumber daya manusia di Dompet Dhuafa Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan dan pengembangan karyawan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Riau telah terbukti efektif dan efisien. Dampak positif dari program ini terlihat pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, keberhasilan pelaksanaan program pemberdayaan, dan penguatan posisi Dompet Dhuafa Riau sebagai lembaga berbasis nilai-nilai Islam. Selain itu, program ini juga mendorong pembangunan sumber daya manusia Islami yang berkelanjutan, menciptakan karyawan yang lebih kompeten dan berkomitmen dalam menjalankan misi pemberdayaan masyarakat secara lebih efektif dan efisien.Kata kunci; Pelatihan dan Pengembangan Karyawan, Peningkatan Kinerja, Pembangunan Sumber Daya Manusia Islami Berkelanjutan

Page 1 of 1 | Total Record : 6