cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013" : 24 Documents clear
TINJAUAN DURABILITAS BETON BERPORI SEBAGAI PERKERASAN JALAN YANG RAMAH LINGKUNGAN Sari, Fitria Munita; Setyawan, Ary; Sambowo, Kusno Adi
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.738 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i2.37559

Abstract

Pembangunan jalan secara umum menggunakan perkerasan lentur dan perkerasan kaku yang kedap air menyebabkan berkurangnya lahan hijau yang berdampak pada berkurangnya daerah resapan air. Penggunaan beton berpori diharapkan dapat meresapkan air ke dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai porositas, kekakuan, dan susut beton berpori, serta untuk mengetahui kelayakan beton berpori sebagai bahan konstruksi jalan yang ramah lingkungan. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode eksperimen yang dilakukan di laboratorium, yaitu dengan mengurangi proporsi agregat halus pada mix desain beton normal. Agregat batu pecah yang dipakai yaitu ukuran seragam 1-2 cm. Agregat halus dalam uji pendahuluan dengan proporsi 5%, 10% dan 30% dari proporsi agregat halus beton normal. Setelah diketahui proporsi yang tepat maka akan diuji porositas, kekakuan, susut dengan variasi f.a.s 0,30; 0,35; dan 0,40. Dari hasil pengujian beton berpori menggunakan 30% pasir dengan variasi f.a.s 0,30; 0,35; dan 0,40. Porositas tertinggi terjadi pada campuran 30% pasir dan f.a.s 0,40 yaitu sebesar 20,807% (untuk metode beton normal) dan sebesar 27,696% (untuk metode VIM). Nilai kekakuan tertinggi terjadi pada f.a.s. 0,35 yaitu sebesar 3,199 KN/mm. Sedangkan nilai susut paling besar terjadi pada f.a.s 0,4 yaitu sebesar 1881,81 microstrain.
PERENCANAAN SITE PLAN DAN STUDI KELAYAKAN INVESTASI PADA PERUMAHAN PONDOK PERMATA HIJAU DESA WIRUN KECAMATAN MOJOLABAN Supriyadi, Supriyadi; Qomariyah, Siti; Muttaqin, Adi Yusuf
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.501 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i2.37556

Abstract

Perumahan adalah kumpulan rumah sebagai bagian dari pemukiman baik perkotaan maupun pedesaan yang dilengkapi dengan prasarana, sarana, dan utilitas umum sebagai hasil upaya pemenuhan rumah yang layak huni (UU No. 1 Tahun 2011). Hal ini memberikan peluang investasi untuk membangun perumahan. Kegiatan investasi mempunyai resiko yang besar, terutama dalam aspek finansial yang dapat mengakibatkan kerugian bagi investor di masa yang akan datang. Penelitian ini merupakan perencanaan dan studi kelayakan investasi perumahan mulai pembuatan site plan, desain rumah, dan juga besarnya biaya pembangunan perumahan. Studi selanjutnya adalah menganalisis kelayakan investasi perumahan untuk menentukan harga jual minimum dengan modal pinjaman dengan tingkat suku bunga 12 % selama 15 tahun. Site plan Perumahan Pondok Permata Hijau direncanakan terdiri dari bangunan rumah satu lantai yaitu type 65 dengan luas kaveling 120 m2, type 53 dengan luas kaveling 106 m2 serta ruko dua lantai yaitu type 107,5 dengan luas kaveling 75 m2. Harga jual minimum untuk modal pinjaman jangka 15 tahun dengan suku bunga 12 % masing sebesar Rp 407,863,209,- untuk rumah type 53, Rp 482,562,598,- untuk rumah type 65 dan Rp 580,211,740,- untuk rumah toko type 107,5. Pembangunan Perumahan Pondok Permata hijau dengan perhitungan harga jual pada koefisien Q=1.1q dan T=1.1t diperoleh NPV = Rp 947,806,929,- > 0, B/C > 1, IRR = 12,41% > MARR = 12%, maka pembangunan Perumahan Pondok Permata Hijau desa Wirun adalah layak.
ANALISIS KARAKTERISTIK DAN INTENSITAS HUJAN KOTA SURAKARTA Syifa Fauziyah; Sobriyah Sobriyah; Susilowati Susilowati
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.819 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i2.37551

Abstract

Dalam pengembangan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan perancangan berbagai bangunan keairan data masukan hujan sangat penting. Data tersebut diantaranya intensitas hujan, durasi, dan frekuensi yang disajikan dalam bentuk kurva intensitas durasi frekuensi (IDF). Kurva IDF mempermudah menganalisis debit banjir sehingga dapat digunakan untuk merencanakan bangunan keairan pengendali banjir seperti saluran, drainase, tanggul dan bangunan drainase lainnya di Kota Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah melihat karakteristik hujan Kota Surakarta, membuat kurva IDF dan mengetahui kelayakan kurva IDF yang telah dibuat. Stasiun yang dipakai dalam penelitian antara lain Ngemplak 1, Colomadu, Pabelan, Mojolaban128D, dan Grogol 67B dari tahun 1990-2011. Dari data yang ada di lima stasiun diketahui bahwa analisis hujan wilayah dari data hujan harian dan tahunan maksimum pada 15 tahun terakhir cenderung naik. Kurva IDF dibuat dengan beberapa metode dan dipilih metode Sherman karena mempunyai standar deviasi terkecil. Kala ulang yang dipilih adalah 2,5,10,25, dan 50 tahun. Perhitungan debit banjir dari intensitas hujan yang dihasilkan dari kurva IDF menyatakan bahwa kurva IDF hanya dapat digunakan pada kala ulang 5 dan 10 tahun saja, jika diuji kesamaannya dengan hasil penelitian yang lain.
PEMODELAN PEMILIHAN MODA ANGKUTAN ANTAR KOTA BUS DAN KERETA API (STUDI KASUS BUS DAN KERETA API JURUSAN YOGYAKARTA-MADIUN) Laurentia A. N.; Syafi'i Syafi'i
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.512 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i2.37544

Abstract

Mobilitas masyarakat Kota Yogyakarta dan Kota Madiun semakin bertambah sehingga PT.KAI melayani kereta komuter dengan relasi Yogyakarta-Madiun. Namun frekuensi keberangkatannya kereta ini tidak sebanyak bus dan adanya kompetisi antara bus dan kereta api antar kota menyebabkan penghentian operasi kereta api karena kurangnya minat masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik penumpang bus dan kereta api dan memodelkan pemilihan moda agar dapat diketahui potensi penggunaan moda berdasarkan empat atribut terpilih yaitu tarif, waktu perjalanan, kenyamanan dan frekuensi moda. Data yang didapatkan meliputi data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui kuesioner responden melalui wawancara secara langsung di dalam kedua moda. Data sekunder diperoleh dari PT.KAI dan PO.MIRA. Pemodelan dilakukan berdasarkan respon penumpang dengan metode stated preference. Metode stated preference adalah teknik survey yang dilakukan berdasarkan pertanyaan andaian (hipotesis) yang dihubungkan dengaan atribut-atribut baru. Penelitian ini menyediakan delapan skenario yang berbeda pada kuesioner. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan model pemilihan diskrit dan menggunakan software NLOGIT. Model pemilihan moda yang terbaik yaitu : UBUS-KA= -2,0190 - 2,1193xTIME - 1,6526 xCOST + 1,4559x COMF + 1,0822xFREQ, dengan TIME adalah variabel waktu, COST merupakan variabel tarif, COMF adalah variabel kenyamanan, dan FREQ adalah variabel frekuensi moda. Berdasarkan model yang didapat, variabel waktu menjadi aspek terbesar dalam pemilihan moda.
SIMULASI PENGARUH TATA GUNA LAHAN TERHADAP DEBIT BANJIR DI DAS KEDUANG Ratih Baniva; Sobriyah Sobriyah; Susilowati Susilowati
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.192 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i2.37560

Abstract

DAS Keduang mengalami kondisi kritis yang ditunjukkan dengan sering terjadinya banjir karena adanya tutupan lahan berupa tanaman keras hanya tersisa kurang dari 10% selebihnya menjadi ladang hal ini menyebabkan berkurangnya resapan air. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendapatkan hasil kalibrasi koefisien C pada debit dan volume terhitung, (2) mendapatkan hasil perbandingan debit dan volume yang dihasilkan dari pengukuran dan simulasi perubahan tata guna lahan, (3) mendapatkan tata guna lahan yang tepat guna mengurangi debit banjir DAS Keduang. Tahapan penelitian yang dilaksanakan dengan pengumpulan data peta topografi, peta tata guna lahan terakhir, Automatic Water Level Recorder (AWLR), Automatic Rainfall Recorder (ARR). Selanjutnya dilakukan analisis data dengan mencari pasangan data AWLR dan ARR pada waktu yang sama. Hasil debit terukur dari data AWLR menggunakan rumus rating curve dan untuk menghitung debit digunakan metode time area. Kalibrasi koefisien (C) terukur dan terhitung mempunyai tingkat kesalahan yang ditetapkan sebesar 10-20%. Selanjutnya dilakukan simulasi untuk mendapatkan debit banjir . Hasil perhitungan debit banjir tersebut dengan tiga alternatif tata guna lahan dibandingkan dengan hasil terukur. Nilai debit puncak dan volume air terendah dapat dipilih sebagai tata guna lahan yang tepat guna mengurangi debit banjir DAS Keduang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien aliran (C) pada tiap-tiap isochrone yaitu pada isochrone 1, C = 0,60, isochrone 2, C = 0,53, isochrone 3, C = 0,66, isochrone 4, C = 0,51, isochrone 5 = 0,42, isochrone 6 = 0,40 dan simulasi 3 dianggap lebih tepat digunakan guna mengurangi banjir di DAS Keduang karena mempunyai persentase penurunan tertinggi.
STUDI TENTANG FAKTOR-FAKTOR INTERNAL PADA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI (Studi Kasus Pada Kontraktor Kualifikasi Menengah dan Kecil di Surakarta) Muttaqin, Zusron; Soeharto, Delan; Handayani, Fajar Sri
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.168 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i2.37564

Abstract

Faktor internal perusahaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dan mempunyai pengaruh sebesar 42% terhadap kesuksesan perusahaan. Faktor internal yang berpengaruh terhadap kinerja perusahaan khususnya perusahaan jasa konstruksi dapat dikelompokkan menjadi beberapa faktor, yaitu manajemen, organisasi, sumber daya manusia, keuangan, budaya perusahaan dan sumber daya lainnya.Adapun tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa yang dominan mempengaruhi kinerja perusahaan konstruksi. Metode penelitian yang dilakukan terdiri dari studi literatur, penentuan obyek penelitian, pengumpulan data dengan cara menggunakan angket dan wawancara serta analisa data. Dari setiap faktor internal perusahaan akan dianalisis secara deskriptif dengan distribusi frekuensi dan mean.Hasil analisa kuesioner menunjukkan faktor internal yang dominan mempengaruhi kinerja perusahaan konstruksi adalah Pemimpin harus mampu menghadapi peluang bisnis (Mean 3,51), Kemampuan berkomunikasi antar personil yang baik(Mean 3,68), Kemampuan kreativitas dan inovasi yang dimiliki oleh SDM(Mean 3,57), Bagusnya arus kas perusahaan(Mean 3,26), Mempunyai budaya berwawasan global (Mean 3,17), Kejelasan standar/spesifikasi material yang digunakan(Mean 3,55). Tingkat pengaruh faktor internal yang mempengaruhi kinerja kontraktor antara kontraktor kualifikasi kecil dan kontraktor kualifikasi menengah mempunyai perbedaan yang signifikan terhadap semua variabel yang ada. Variabel yang tidak mempunyai perbedaan yang signifikan yaitu dalam hal moral dan standar etika, dan proses pengadaan material secara efektif.
PENGARUH KENAIKAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) TERHADAP BIAYA KONSTRUKSI Henry Setiawan; Adi Yusuf M; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i2.37555

Abstract

Kenaikan BBM pada tahun 2008 lalu berakibat pada seluruh sektor termasuk dalam dunia konstruksi. Oleh karena itu pengetahuan terhadap dampak pada tiap faktor-faktor biaya konstruksi dan komponen pekerjaan sangat diperlukan untuk mempelajari resiko yang mungkin timbul dari kenaikan BBM ini. Karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh kenaikan BBM terhadap faktor-faktor biaya konstruksi dan komponen pekerjaan konstruksi. Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Analisis perhitungan menggunakan metode Analitical Hierarchy Process (AHP) dengan program Criterium Decision Plus (CDP) versi 3.0. sumber data yang digunakan menggunakan kuisioner kepada kontraktor di Surakarta dan Sukoharjo. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga material, transportasi material, inflasi, biaya hidup staff, dan upah tenaga kerja. Hasil dari analisis metode AHP dengan Criterium Decision Plus (CDP) versi 3.0. kelompok pekerjaan yang terkena dampak kenaikan BBM yang paling dominan adalah kelompok pekerjaan struktural dengan nilai 0,307 atau 30,7%, untuk selanjutnya secara berturutan kelompok pekerjaan mekanikal dengan nilai 0,262 atau 26,2%, kelompok pekerjaan elektrikal dengan nilai 0,243 atau 24,3%, dan kelompok pekerjaan arsitektural dengan nilai 0,188 atau 18,8%.
BANJIR TAHUNAN SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI BENGAWAN SOLO HULU 3 DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Jadmiko, Sigit; Hadiani, Rr. Rintis; Saido, Agus P.
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i2.37550

Abstract

Kota Solo dilalui sungai Bengawan Solo yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa (600 km) dengan luas DAS 16.100 km2. Sejak tahun 1863 sungai Bengawan Solo telah menimbulkan banjir. Bahkan saat ini banjir mulai mengancam daerah hilir. Analisis banjir daerah hulu dapat mencegah terjadinya kerusakan yang lebih besar di daerah hilir. Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo Hulu 3 merupakan bagian dari DAS Bengawan Solo Hulu. DAS ini terdiri dari 7 sub DAS, yaitu sub DAS Keduang, sub DAS Tirtomoyo, sub DAS Temon, sub DAS Bengawan Solo Hulu, sub DAS Alang, sub DAS Ngunggahan dan sub DAS Wuryantoro. Tiap sungai dari ketujuh sub DAS tersebut mengalir ke Waduk Wonogiri. Sehingga diperlukan analisis banjir tahunan dan sekaligus pemetaan sub DAS yang berpotensi menimbulkan banjir. Berdasarkan data historis 10 tahun didapat periode ulang 2, 5, 10, dan 20 tahunan (Q2, Q5, Q10, dan Q20). Hasil analisis membentuk database yang dikoneksikan dengan Sistem Informasi Geografis. Untuk mewakili potensi banjir 5 tahunan, 10 tahunan, dan 20 tahunan ditunjukkan dengan warna kuning, merah, dan merah tua. Warna hijau mewakili kondisi tidak berpotensi banjir. Hasil analisis menunjukkan bahwa hujan 2 harian berurutan berpotensi menimbulkan banjir sampai Q2, Q5, Q10, dan Q20 hampir di tiap sub DAS. Potensi banjir terbesar terjadi pada bulan Desember.
DESAIN ASPAL PORUS MENGGUNAKAN GRAVEL BERGRADASI SERAGAM YANG RAMAH LINGKUNGAN Widyastuti, Sri; Setyawan, Ary; Sumarsono, Agus
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i2.37566

Abstract

Prasarana jalan merupakan hal yang penting dalam menunjang berbagai aktivitas sosial dan menunjang perkembangan perekonomian. Dengan bertambahnya jumlah penduduk maka pembangunan prasarana jalan juga semakin bertambah, sehingga lahan untuk resapan air ke dalam tanah semakin berkurang. Oleh karena itu perlu terobosan baru untuk pembangunan jalan yang ramah terhadap lingkungan salah satunya aspal porus adalah campuran aspal dengan kadar pasir yang rendah untuk mendapatkan ruang pori yang tinggi. Dengan adanya ruang pori yang tinggi diharapkan dapat meresapkan air. Bahan yang digunakan adalah gravel yang berasal dari Kaliboto Karanganyar dan kerikil sisa saringan pasir Merapi. Aspal yang digunakan adalah penetrasi 60/70 dan filler. Peralatan yang digunakan adalah alat falling head water permeability test, Indirect Tensile Strength, Universal Testing Machine. Hasil analisis didapat kadar aspal optimum untuk campuran aspal porus menggunakan gravel 2,95%, sedangkan kerikil sisa saringan pasir merapi 4,65%. Porositas aspal porus menggunakan gravel 26,52%, sedangkan kerikil sisa saringan pasir merapi 22,31%. Permeabilitas aspal porus menggunakan gravel untuk vertikal 1,25 cm/dt dan horisontal 0,92 cm/dt, sedangkan yang menggunakan kerikil sisa saringan pasir merapi untuk vertikal 1,43 cm/dt dan horisontal 1,10 cm/dt. Nilai ITS untuk agregat gravel 59,49 KPa, sedangkan kerikil sisa saringan pasir merapi 74,84 KPa. Nilai UCS untuk agregat gravel 1070,63 KPa, sedangkan kerikil sisa saringan pasir merapi 1120,69 KPa.
HUBUNGAN TUNDAAN DAN PANJANG ANTRIAN TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR AKIBAT PENUTUPAN PINTU PERLINTASAN KERETA API (STUDI KASUS PADA PERLINTASAN KERETA API DI SURAKARTA) Christmas Samodra Hadis; Agus Sumarsono
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i2.37545

Abstract

Tundaan dan Panjang Antrian kendaraan cukup panjang terlihat jelas pada saat penutupan pintu perlintasan kereta api di Kota Surakarta, seperti perlintasan Jebres di Jalan Urip Sumoharjo ataupun perlintasan Sekarpace di Jalan HOS Cokroaminoto, sehingga menyebabkan waktu yang diperlukan untuk melintasi ruas jalan tersebut semakin lama. BBM merupakan salah satu sumber daya alam yang jumlahnya sangat terbatas, sehingga ketersediaan BBM akan semakin langka seiring meningkatnya kebutuhan energi terutama di bidang transportasi. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor menyebabkan semakin meningkatnya konsumsi BBM untuk energi kendaraan bermotor. Konsumsi BBM yang terbuang pada saat kendaraan berhenti (idle) akibat penutupan pintu perlintasan kereta api dipengaruhi oleh lama tundaan dan panjang antrian. Penelitian ini bertujuan menganalisa hubungan tundaan dan panjang antrian terhadap konsumsi bahan bakar akibat penutupan pintu perlintasan kereta api di Kota Surakarta. Analisis tundaan dan panjang antrian didasarkan pada hasil survai pada masing-masing perlintasan. Analisis konsumsi BBM berdasarkan lama tundaan dengan menggunakan persamaan dari LAPI-ITB yang telah dikonversikan ke dalam satuan mobil penumpang. Hubungan penutupan perlintasan berupa tundaan dan panjang antrian dengan konsumsi BBM menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Berdasarkan analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa hasil model regresi linier berganda dengan variabel bebas berupa panjang antrian (X1) dan tundaan (X2) terhadap variabel tidak bebas konsumsi bahan bakar (Y) adalah Y = 0.012 + 0.00004778 X1 + 0.389 X2 untuk perlintasan Jebres dan Y = 0.009 + 0.000002425 X1 + 0.389 X2 untuk perlintasan Sekapace. Hasil analisis menunjukkan tundaan dan panjang antrian memiliki pengaruh terhadap konsumsi bahan bakar pada penutupan perlintasan kereta api, artinya semakin tinggi nilai tundaan dan panjang antrian semakin besar pula konsumsi bahan bakar yang terbuang. Hasil ini sesuai dengan hipotesa awal bahwa konsumsi bahan bakar kendaraan bermotor pada saat idle (diam) di penutupan perlintasan kereta api dipengaruhi oleh lama tundaan dan panjang antrian.

Page 2 of 3 | Total Record : 24