Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KINERJA DAN ANGKA KEBUTUHAN NYATA OPERASI DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI TAMBAK DESA TLUWUK KABUPATEN PATI Kusumo, Ery Suryo; Hadiani, Rintis; sobriyah, sobriyah
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKeberlangsungan sistem irigasi untuk mendukung ketahanan pangan memerlukan program operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi yang efektif. Salah satu bentuknya adalah dengan perencanaan penyediaan angka kebutuhan nyata operasi dan pemeliharaan (AKNOP). Sebagai langkah awal penyusunan AKNOP perlu adanya penilaian kinerja jaringan irigasi, yang salah satunya adalah irigasi tambak. Selama ini sistem penilaian kinerja masih menggunakan sistem manual yang memakan waktu cukup lama, sehingga diperlukan suatu sarana pendukung teknologi komputasi. Penelitian ini mengkaji bagaimana mempertahankan sistem jaringan irigasi tambak melalui rangkaian proses yang sistematis, yakni menciptakan model penilaian kinerja (tools), menghitung indeks kinerja di setiap komponen penilaian, mendapatkan kinerja jaringan tambak secara umum, merekomendasikan bentuk kegiatan yang diperlukan, dan menghitung kebutuhan anggaran berdasarkan bentuk kegiatan yang direkomendasikan. Metodepenelitian ini melalui tiga tahap yaitu tahap perancangan model penilaian, tahap penilaian kinerja dan tahappenyusunan AKNOPjaringan tambak di Desa Tluwuk, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan telah berhasil diciptakan model penilaian kinerja sebagai alat bantu (tools) yang berbasis PHP dan MySQL serta dapat digunakan pada jaringan reklamasi rawa pasang surut (tambak) maupun rawa non pasang surut (rawa lebak) yang dapat digunakan oleh lembaga maupun instansi yang membidangi irigasi rawa. Hasil penilaian kinerja jaringan irigasi tambak Tluwuk pada periode pasang purnama didapatkan indeks kinerja saluran dan bangunan sebesar 2,71 atau berfungsi 57,20%; dan kinerja tanggul pelindung dalam kondisi baik. Untuk periode pasang perbani didapatkan indeks kinerja saluran dan bangunan sebesar 3,18 atau berfungsi 45,40%; dan kinerja tanggul pelindung dalam kondisi baik. Sesuai dengan kondisi terakhir yakni pengamatan saat pasang perbani maka tindakan yang direkomendasikan terhadap saluran dan bangunan air adalah rehabilitasi sedangkan tanggul pelindung berupa pemeliharaan. AKNOP jaringan irigasi tambak Tluwuk adalah Rp 2.511.253.700,-. Implementasi dari AKNOP ini diharapkan indeks kinerja tambak Tluwukmeningkatkan menjadi 1,00 atau berfungsi 100% baik saat pasang purnama maupun pasang perbani.Kata kunci: Model Penilaian Kinerja Tambak,PHP dan MySQL, AKNOP
EKSTRAPOLASI DATA HUJAN MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACK PROPAGATION Hadiani, Rr. Rintis
Media Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.072 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v14i2.3709

Abstract

Dalam suatu analisis hidrologi, dibutuhkan paling sedikit 10 tahun data hujan Jika data kurang dari 10 tahun maka dilakukan ekstrapolasi data hujan. Hal ini dilakukan agar jumlah data memenuhi syarat analisis. Karakteristik data hujan merupakan deret data yang stasioner, tidak mempunyai trend, dan mempunyai pola musiman. Salah satu metode yang sesuai dengan karakter tersebut adalah Jaringan Syaraf Tiruan dengan Back Propagation (JSTBP). Metode ini sesuai dengan data hujan yang bersifat stochastik. Objek Penelitian adalah stasiun hujan yang terletak di DAS Kaliasem, Kab. Lumajang. Langkah yang dilakukan adalah pemodelan dengan JST, kemudian verifikasi model. Selanjutnya dilakukan implementasi model. Stasiun hujan yang dipilih adalah yang berpengaruh pada DAS Kaliasem. Dipilih 3 stasiun hujan, yaitu sta. Kedungsangku dan sta. Senduro, Sta. Ranupakis. Sta. Kedungsangku digunakan sebagai pembangun model ekstrapolasi. Sta. Senduro sebagai data verifikasi. Dan implementasi pada stasiun Ranupakis. Hasil penelitian ini diterapkan pada sub DAS Bengawan Solo, di Kab. Wonogiri. Hasilnya menunjukkan bahwa metode ini mempunyai keandalanan 58% sampai 79% (Shakti, D.W., 2014; Ginting, J.E. dkk, 2014; Prasetyo,H.E. dkk, 2014; Shakti, D.W. dkk, 2014).  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keandalan mencapai 80% pada Confidence Interval (CI) = 95% (berdasarkan parameter model yang sesuai). Hasil akhir menunjukkan bahwa JSTBP mempunyai parameter 2 layer tersembunyi dengan 2 neuron.
Retention Basin for Flood Mitigation (Case Study: Magetan Regency) Handayani, Marita Putri; Hadiani, Rr. Rintis; Solichin, Solichin
Sustainable Civil Building Management and Engineering Journal Vol. 1 No. 4 (2024): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scbmej.v1i4.2718

Abstract

Flooding is a natural event that often occurs in Indonesia. Magetan Regency has several areas drained by various rivers that have the potential to cause flooding problems in the event of high rainfall. Hydrological analysis is needed to determine the various rivers that are potentially unable to accommodate water capacity due to high rainfall, causing flooding problems. Thus, research aims to assess flood mitigation control based on a 25-year return period flood discharge (Q25) using the HSS Snyder method and HEC-HMS software. The flood inundation area due to river runoff is analysed using HEC-RAS 6.4.1 software using a 25-year return period discharge (Q25). This research uses retention basin as one of the efforts in flood mitigation, reducing the amount of flood inundation that occurs by using embankment planning. Retention basin is a water structure that functions to collect rainwater and water runoff to reduce flooding. Retention basin is one of the important steps in the flood inundation that occurred in Magetan Regency using HEC-RAS 6.4.1 software analysis was 3,75 km2. The largest flood inundation occurred in Kartoharjo District with an area 1,31 km2. The design of the Kartoharjo Retention Basin in Magetan Regency can reduce the flood inundation area by 22% to 2,94 km2.
Semi Cascade Dam Operation for Flood Control at Pacal Dam and Gongseng Dam Zahari, Renalvin; Sobriyah, Sobriyah; Hadiani, Rintis
Journal La Multiapp Vol. 6 No. 4 (2025): Journal La Multiapp
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamultiapp.v6i4.2272

Abstract

The existing condition of the Pacal Dam is experiencing swallowing due to sedimentation, resulting in a reduction in storage capacity.The construction of the Gongseng Dam is a solution to this problem.Pacal Dam and Gongseng Dam are semi-cascade dams whose management is an integration of different rivers. Hydrological analysis was carried out to obtain the Inflow hydrograph using the Nakayasu HSS Method using the discharge value at a 500-year return period (Q500). To determine the optimal capacity in flood control, a simulation of the operation of the Pacal Dam gate was carried out using the Level Pool Routing method on each dam. There are four scenarios simulated in the operation of the Pacal Dam spillway gate, namely the gate is completely closed (scenario 1), the gate is opened 50% (scenario 2), the gate is opened 75% (scenario 3), and the gate is fully opened (scenario 4). The simulation results show that in scenario 1 the Pacal dam is not safe, with a maximum outflow discharge value of 72.12 m3/dt with a water level above the spillway of 6.16. In scenarios 2, 3, and 4, the outflow discharge value is 80.39 m3/dt, 113,49 m3/dt, 143,62 m3/dt with water height above the spillway of 2.68 m, 2.37 m, 2.14 m. The results of the simulation of the operation of scenarios 1, 2, 3, and 4 of the Gongseng Dam routing are safe with a maximum outflow discharge value of 260.15 m3/dt, 280,89 m3/dt, 297,90 m3/dt, 319, 38 m3/dt and water height of 1.98 m, 2.08 m, 2.16 m, 2.27 mon spillway landmark. The best scenario is scenario 4 considering the height of the guard water on the spillway.
EDUKASI HUKUM DALAM PENGELOLAAN IRIGASI PADA DAERAH DENGAN ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN TINGGI Werdiningtyas, Ratri; Rosari, Bertania Kartikaning Tiyas; Hadiani, Rintis; Wahyudi, Agus Hari; As'ad, Sholihin; Setiono, Setiono; Solichin, Solichin; Hapsari, Shabrina
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.60031

Abstract

The issue of agricultural land conversion has become an increasingly pressing concern in Indonesia. Mixing land use for residential and agricultural purposes causes clogged irrigation canals due to trash dumping and sedimentation, affecting water flow and increasing pollution hazards. Impaired irrigation reduces agricultural productivity, leading to land conversion. This results in a cycle of malfunction in irrigation networks and land use. Law No. 17 of 2019 and Government Regulation No. 77 of 2001 emphasize farmers' major involvement in irrigation water management, yet many are unaware of their rights and obligations. One of the major challenges faced by farmers is the lack of knowledge about their rights and responsibilities as agricultural land managers in irrigated areas. The community service program intends to teach farmers in the Bengawan Solo Irrigation Area about their roles in irrigation management and spatial planning, thereby improving their legal knowledge and equipping them to effectively monitor their access to irrigation. The target participants for legal education on irrigation network management and spatial planning are farmers in the Bengawan Solo Irrigation Area, Jaten Subdistrict, Karanganyar Regency, Central Java. A half-day socialization and interactive workshop was held at the Jaten District Office, attended by 39 people consisting of 14 farmers, 17 P3A management personnel, and 6 village officials. The interactive sessions showed that farmers who do not know how to defend their irrigation management rights tend to shift to more economically profitable land uses, which disrupts irrigation networks and water reliability.Isu konversi lahan pertanian menjadi perhatian yang semakin mendesak di Indonesia. Bercampurnya penggunaan lahan untuk perumahan permukiman dan pertanian menyebabkan tersumbat di saluran irigasi karena pembuangan sampah dan sedimentasi, mempengaruhi aliran air dan peningkatan polusi air. Hal ini mengakibatkan siklus kerusakan pada jaringan irigasi dan penggunaan lahan. Turunnya produktifitas pertanian sebagai akibatnya menyebabkan maraknya fenomena konversi lahan pertanian menjadi perumahan permukiman. Undang-Undang No. 17 Tahun 2019 dan Peraturan Pemerintah No. 77 Tahun 2001 menekankan keterlibatan besar petani dalam pengelolaan air irigasi, namun banyak petani yang tidak menyadari hak dan kewajiban mereka. Sehingga salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya pengetahuan tentang hak dan tanggung jawab petnai sebagai pengelola lahan pertanian di daerah irigasi. Program pengabdian masyarakat ini bermaksud untuk mengedukasi petani di daerah irigasi yang banyak terkonversi lahannya tentang hak, kewajiban dan peran mereka dalam pengelolaan irigasi dan penataan ruang, sehingga meningkatkan pengetahuan hukum mereka dan membekali mereka untuk menjaga akses irigasi sebagai haknya. Target peserta edukasi hukum pengelolaan jaringan irigasi dan penataan ruang adalah petani di daerah irigasi Bengawan Solo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Sosialisasi dan workshop interaktif setengah hari dilakukan di Balai Desa Jaten, Kecamatan Jaten yang dihadiri 39 orang yang terdiri dari 14 petani, 17 anggota/pengurus P3A, dan 6 pejabat desa. Dari sesi interaktif menunjukkan bahwa petani yang tidak tahu cara untuk membela hak pengelolaan irigasi mereka cenderung beralih ke penggunaan lahan yang lebih menguntungkan secara ekonomi, yang mengganggu jaringan irigasi dan keandalan air
KALIBRASI DATA HUJAN SATELIT TERHADAP GROUND UNTUK ANALISIS DEBIT BANJIR DI KALI PEPE, SURAKARTA Sinaga, Alexander Reinhard; Hadiani, Rintis; S, Solichin
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 8, No 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jrrs.v8i2.101618

Abstract

Kali Pepe yang berada di Kota Surakarta merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo yang sering mengalami banjir akibat curah hujan tinggi, perubahan tata guna lahan, dan sistem drainase yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkalibrasi data hujan satelit PERSIANN terhadap data hujan lapangan (ground) untuk meningkatkan akurasi dalam analisis debit banjir periode ulang di Kali Pepe, Surakarta. Studi ini mengunakan data hujan dari 3 stasiun hujan yaitu Baki, Pabelan dan Mojolaban. Kalibrasi dilakukan menggunakan metode regresi linear dan algoritma Random Forest untuk meminimalkan bias pada data hujan satelit. Data hujan yang terkalibrasi digunakan untuk menganalisis debit banjir periode ulang dengan metode HSS Gama 1 dan HSS Limantara. Dari penelitian ini diharapkan memperoleh debit banjir periode ulang Q2, Q5, Q10, Q25, Q50, Q100, Q200, dan Q1000 dari data hujan satelit terkalibrasi dan data hujan ground. Berdasarkan hasil analisis, data hujan satelit PERSIANN yang telah dikalibrasi dengan metode HSS Gama 1 menghasilkan debit banjir Q2 sebesar 47,07 m3/detik, Q5 sebesar 51,82 m3/detik, Q10 sebesar 54,97 m3/detik, Q25 sebesar 58,94 m3/detik, Q50 sebesar 61,89 m3/detik, Q100 sebesar 64,82 m3/detik, Q200 sebesar 67,74 m3/detik, dan Q1000 sebesar 74,49 m3/detik. Dengan metode HSS Limantara, diperoleh debit banjir Q2 sebesar 26,27 m3/detik, Q5 sebesar 28,99 m3/detik, Q10 sebesar 30,79 m3/detik, Q25 sebesar 33,07 m3/detik, Q50 sebesar 34,76 m3/detik, Q100 sebesar 36,43 m3/detik, Q200 sebesar 38,10 m3/detik, dan Q1000 sebesar 41,97 m3/detik.
DESAIN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PIKO HIDRO (STUDI KASUS : KABUPATEN MAGETAN, INDONESIA) Rinaldi, G. Christ Martin; Hadiani, Rr. Rintis; Wakid, Muhtar
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.692 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v6i1.64389

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Piko Hidro (PLTPH) adalah pembangkit listrik tenaga air skala kecil yang menghasilkan daya listrik kurang dari 5 kW. Pembangkit listrik skala kecil ini sangat cocok diterapkan pada saluran irigasi yang memiliki tinggi jatuh dan debit rendah. Salah satu lokasi yang berpotensi untuk dijadikan PHPP adalah saluran irigasi Ngentep di Desa Giripurno Kabupaten Magetan. Penelitian yang berlokasi di Desa Giripurno ini berupaya merancang Pembangkit Listrik Tenaga Piko Hidro (PLTPH). Survei topografi dan survei kondisi tanah dilakukan kemudian data diolah dengan bantuan software berupa Microsoft Office, HPP Design, AutoCAD, dan Sketchup sehingga menghasilkan tinggi jatuh efektif, daya listrik, energi listrik, daya dukung tanah, dan gambar desain 2D dan 3D. Ada 2 alternatif desain untuk perencanaan PLTPH Ngentep ini. Desain I dengan debit 0,1917 m3/det dan tinggi efektif 1,77 m menghasilkan daya 1,7662 kW dan energi tahunan 15472 kWh, sedangkan Desain II dengan debit 0,02 m3/det dan tinggi efektif 2,0699 m menghasilkan daya 0,2762 kW dan energi tahunan 2419,13 kWh. Rumah turbin kedua desain dirancang dengan fondasi dangkal bujur sangkar dan dianalisis dengan persamaan Schmertmann menggunakan SF 3 menghasilkan bahwa kedua desain aman.
PEMETAAN KERAWANAN BANJIR DI KOTA SURAKARTA Ramadhan, Faisal Adyaksa; Hadiani, Rintis; Muttaqien, Adi Yusuf
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 7, No 2 (2024): Maret 2024
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jrrs.v7i2.85907

Abstract

Floods have become one of the problems occurring in the city of Surakarta. The floods are caused by the overflow of the tributaries of the Bengawan Solo River, located within the Surakarta City area. One of the strategies for flood disaster management is through flood zone mapping. In flood vulnerability mapping, hydrological analysis is conducted to determine the magnitude of the flood discharge for different return periods (Q2, Q5, Q10, Q25, and Q50) using the HSS SCS method, which will serve as input for the HEC-RAS program to simulate floods, used as determining variables in flood vulnerability mapping. The results of the flood simulation analysis indicate that the level of vulnerability in non-vulnerable areas has a flood area limit ranging from 1.05 ha to 8.93 ha, a maximum flood depth limit ranging from 0.24 m to 0.57 m, and a maximum flood velocity limit ranging from 0.06 m/sec to 0.21 m/sec. For areas with low vulnerability, the flood area limit ranges from 8.93 ha to 16.80 ha, the maximum flood depth limit ranges from 0.57 m to 0.90 m, and the maximum flood velocity limit ranges from 0.21 m/sec to 0.35 m/sec. For areas with moderate vulnerability, the flood area limit ranges from 16.80 ha to 24.68 ha, the maximum flood depth limit ranges from 0.90 m to 1.23 m, and the maximum flood velocity limit ranges from 0.35 m/sec to 0.50 m/sec. For areas with high vulnerability, the flood area limit ranges from 24.68 ha to 32.55 ha, the maximum flood depth limit ranges from 1.23 m to 1.55 m, and the maximum flood velocity limit ranges from 0.50 m/sec to 0.64 m/sec.
VALIDASI DATA HUJAN SATELIT TERHADAP DATA GROUND UNTUK ESTIMASI DEBIT ANDALAN DI KOTA SURAKARTA Saputro, Maknun Seno Aji; Hadiani, Rintis; As’ad, Sholihin
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 8, No 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jrrs.v8i2.101899

Abstract

Rainfall plays a critical role in the hydrological cycle, affecting various sectors such as water resource management, agriculture, and disaster mitigation. The Global Precipitation Measurement (GPM) satellite is a significant innovation in global rainfall measurement. The availability of GPM satellite data is particularly beneficial for regions with limited ground-based rainfall station data. This study validates rainfall data from the Global Precipitation Measurement (GPM) satellite against ground observation data to calculate dependable flow in Pepe River, Surakarta, using the National Rural Electric Cooperative Association (NRECA) method. The analysis spans data from 2004 to 2024. Validation results show a strong correlation (R = 0,7315) but notable deviations with Root Mean Square Error (RMSE) = 0,415 and NSE = 0,667. Post-calibration (coefficient 0,856), the correlation improves significantly (R = 1, RMSE = 0,016, NSE = 0,758). Dependable flow analysis identifies February as the month with the highest average discharge (1,163 m3/s) and highlights 2017 as the year with a Q80% value of 4,578 m3/s using the Weibull Basic Month method. Comparison of Q80% results with field discharge data, obtained through rating curve conversion, shows that the Q80% value falls within the standard deviation range of field discharge, validating the calculated results. The results of this study are expected to provide insights into the quality of GPM satellite rainfall data for dependable flow estimation.
MITIGASI BANJIR BERDASARKAN HUJAN 3 HARIAN MAKSIMUM TAHUNAN DENGAN SIMULASI PEMASANGAN PARAPET DI KOTA SURAKARTA Nurhidayati, Fridya Ikafitri; Hadiani, Rintis; Muttaqien, Adi Yusuf
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2023): September 2023
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jrrs.v7i1.79203

Abstract

Surakarta City often floods when there is high rainfall, according to BNPB 2016 three consecutive days of rain can cause flood disasters. Hydrological analysis is needed to determine the flood discharge due to the maximum three-day rain. With the development of TRMM satellite rain data technology can be used in hydrological analysis to overcome the problem of limited data availability at rainfall gauges. The purpose of this research is to determine the value of discharge, inundation area caused by a maximum of three days of rain. In addition, this research also evaluates flood events and determines appropriate efforts in overcoming floodwater runoff by installing parapets. The use of HEC-RAS software in this research is for flood analysis and simulation of parapet installation in areas experiencing river water runoff. The calculated flood discharge is the annual flood discharge from 2000 - 2019. The method of calculating the discharge uses HSS Gama 1. Then flood tracing is carried out to determine the area of inundation that occurs. The process of mapping and determining the extent of flooding that occurred in each sub-district was carried out with the help of software GIS. The highest flood area due to river runoff occurs in Laweyan Subdistrict, which is 45,80 ha. From this location, a parapet installation simulation was carried out as one of the flood mitigation efforts. Simulation of parapet installation was carried out in Pajang Village and Laweyan Village, after simulating parapet installation, the flood area for Laweyan Subdistrict was 2,21 ha. 
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aditama, Festy Agus Hari Wahyudi Agus Wahyudi Ahmad BS, Abdul Ghoffar Andromeda, Virdya Nurlaily Ardiputro, Riyan Arin, Rifka Annisa As'ad, Sholihin As’ad, Sholihin Avicenna, Andi Khalifa Bayu, Ridwan Kresna Dananjaya Hesti I, Raden Harya Dananjaya Hesti I, Raden Harya Dwi Utami Dwinanda, Ramadhani Febrian Eko Prasetyo, Heri Eko Yulianto, Frandy Eratika Ginting, Jonas Ery Suryo Kusumo Fidiawan, Nuansah Firmanda, Yopi Adi Handayani, Marita Putri Hapsari, Shabrina Ishadi, Nabilla Khairunnisa Jadmiko, Sigit Jadmiko, Sigit Jayanti, Vicky Tri Jayanti Kartikaningrum, Dinar Fauziyah Fatma Kundarto, Rahmat Kundarto, Rahmat Kurniawan, Fendika Titok Kurniawan, Pengkuh Jalu Kurniawan, Riswandha Dwi Laksono Trisnantoro Muttaqien, Adi Yusuf Natanhia, Belinda Rosa Natanhia, Belinda Rosa Nurhidayati, Fridya Ikafitri Palawa’ae, Elang Rahma Pediano, Dhiky Pratama, Bagas Hendi Pratama, Bayu Yoga Purnomo Putro, Julian Wahyu Purwantoro, Bagas Dwi Putri, Elsa Sellyana Raden Harya Dananjaya, Raden Harya Rafdi, Muhammad Abi Rahadi, Rizky Setyo Rahmawati RW, Esthi Raka Buana, Muhammad Zean Raka Buana, Muhammad Zean Rakhmawati, Tsani Ramadhan, Faisal Adyaksa Rinaldi, G. Christ Martin Rosari, Bertania Kartikaning Tiyas RW, Esthi Rahmawati S, Solichin Saido, Agus P. Saido, Agus P. Saido, Agus Prijadi Saputro, Maknun Seno Aji Septiariva, Iva Yenis Setia Aji, Dewanti Anggit setiono setiono Setiono Setiono Shakti, Danang Wibawa Sholi, Imam Nor Sinaga, Alexander Reinhard Sobriyah Sobriyah Solichin Solichin Sudarto Sudarto Suncaka, Bintang Suryandari, Endah Sitaresmi Suryandari, Endah Sitaresmi Susilowati Susilowati Suyanto Suyanto Tarigan, Berklyson Utomo, Edo Suryo Wahyu, Destiana Wakid, Muhtar Wardanu, Hanif Satria Wardhani, Putri Pramudya Waskito, Sigit Nur Werdiningtyas, Ratri Wibisono, Chandra Wicaksana, Chrisna Justice Wicaksanti, Warakesthi Rahayu Wiratmaja, Rohid Zahari, Renalvin