cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
KINERJA PROPERTI SEMARBUT ASPAL TIPE I (PENAMBAHAN EKSTRAKSI ASBUTON EMULSI SEBAGAI MODIFIKASI BITUMEN) Eka Nugraha, Sadu Januar; Sarwono, Djoko; Setyawan, Ary
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.312 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i1.37461

Abstract

Asbuton merupakan aspal alam yang terdapat di pulau Buton dapat menjadi altenatif yang menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan aspal di Indonesia. Saat ini pemanfaatan asbuton belum optimal dikarenakan teknologi yang digunakan untuk mengolah asbuton kurang efisien dan relatif sulit pada pelaksanaannya. Berbagai penelitian dikembangkan untuk memanfaatkan asbuton murni, salah satunya adalah pembuatan Semarbut Aspal Tipe 1. Semarbut Aspal Tipe 1 adalah modifikasi bitumen dengan ekstraksi (pemisahan) asbuton emulsi. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang karakteristik ekstraksi asbuton emulsi sebagai modifikasi bitumen, untuk bisa dimanfaatkan di bidang pengembangan dan perkerasan jalan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental berdasarkan syarat Standar Nasional Indonesia (SNI 06-2456-1991) tentang uji properti bitumen. Asbuton emulsi yang akan diekstraksi dibuat dengan bahan yang digunakan adalah asbuton butir tipe 5/20, emulgator Texapon (CH3(CH2)10CH2 (OCH2CH2)nOSO3Na), Asam Klorida (HCl), Kerosin, dan air RO (reverse osmosis). Ekstraksi asbuton emulsi selanjutnya akan diuji karakteristik dari modifikasi bitumennya. Penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan sifat fisik bitumen hasil modifikasi dari ekstraksi asbuton emulsi. Pengujian diperoleh nilai penetrasi, dan berat jenis bitumen semakin meningkat seiring ditambahannya ekstraksi asbuton emulsi. Untuk daktilitas, titik nyala dan titik bakar dan titik lembek bitumen semakin menurun seiring ditambahkannya ekstraksi asbuton emulsi. Pengujian kelekatan bitumen terhadap agregat memenuhi syarat dimana aspal dapat melapisi keseluruhan agregat. Berdasarkan pengujian, penambahan maksimum Ekstraksi Asbuton Emulsi yang memenuhi spesifikasi aspal 60/70 menurut SNI 06-2456-1991 adalah penambahan 27,5%.
ANALISA PENGARUH RISIKO PADA KONTRAK KERJA KONSTRUKSI TERHADAP BIAYA PEKERJAAN (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL BOGOR RING ROAD SEKSI II A) Mulyarko, Lazuardi Gagah; Hartono, Widi; Sugiyarto, Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.223 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37188

Abstract

Dalam proyek konstruksi, risiko selalu ada dalam setiap proses pekerjaan proyek khususnya dalam kontrak kerja konstruksi. Risiko-risiko ini muncul akibat adanya suatu kejadian atau aktivitas yang tidak pasti. Akibat dari adanya risiko yang signifikan pada kontrak kerja konstruksi ini akan mempengaruhi biaya dalam proyek dan sebagai objek dari penelitian ini dipilih Proyek Pembangunan Jalan Tol Bogor Ring Road Seksi II A. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode survey. Analisis dimulai dari identifikasi risiko melalui studi litliteratur, kemudian dilakukan penyebaran kuisioner kepada reponden yang terkait dengan Proyek Pembangunan Jalan Tol Bogor Ring Road Seksi II A. Selanjutnya analisis risiko dilakukan dengan cara memperkirakan kemungkinan risiko yang signifikan terjadi dan dampak yang dihasilkan terhadap biaya dengan metode Severity Index (SI) dan matriks probabilitas dan dampak. setelah diketahui risiko yang signifikan, selanjutnya dapat dilakukan respon risiko dengan teknik wawancara kepada pihak responden yang sama pada survey sebelumnya. Dari hasil analisa diketahui ada 4 variabel risiko yang signifikan yaitu Kontraktor mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi lapangan pada saat kunjungan lapangan, Metode pengukuran kuantitas pekerjaan dijelaskan secara jelas dan lengkap didalam spesifikasi, Kuantitas pekerjaan yang terdapat dalam daftar kuantitas dan harga mempunyai tingkat keakuratan yang tinggi, Gambar rencana memberikan informasi secara lengkap mengenai ruang lingkup pekerjaan.
Stabilisasi Tanah Gambut Menggunakan Campuran Gypsum Sintetis (CaSO4. 2H2O) dan Garam Dapur (NaCl) Ditinjau dari Pengujian Triaksial UU. Zefania Iqnes Freddy; Niken Silmi Surjandari; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.988 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37096

Abstract

Tanah gambut dikategorikan tanah lunak yang berarti tanah dalam keadaan kurang baik dan bermasalah apabila akan dibangun suatu konstruksi perkerasan jalan raya diatasnya. Perlu adanya upaya peningkatan daya dukung tanah gambut salah satunya yaitu stabilisasi tanah secara kimiawi, dengan cara menambahkan zat aditif (bahan tambah) yang dapat bereaksi dengan tanah. Pada penelitian ini bahan tambah yang digunakan adalah gypsum sintetis (CaSO4. 2H2O) dan garam dapur (NaCl). Reaksi yang terjadi disini diamati dan dianalisis pada perubahan nilai parameter Triaksial UU Pengujian ini dilaksanakan di laboratorium mekanika tanah Universitas Sebelas Maret Surakarta. Besar persentase gypsum sintetis yaitu 10%, 15%, 20% dan garam dapur sebesar 2%, 4%, 6%. Variasi campuran dibuat empat varian yaitu tanah gambut asli, tanah gambut ditambah gypsum sintetis, tanah gambut ditambah garam dapur dan tanah gambut ditambah gypsum sintetis dan garam dapur. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kapasitas ultimit yang terbesar berada pada campuran, tanah gambut + 15% gypsum + 4% NaCl sebesar 8.42 gr/cm2
SISTEM PEMELIHARAAN ASET BERBASIS ANDROID UNTUK BANGUNAN GEDUNG (STUDI KASUS EVALUASI GEDUNG-GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA) Widi Hartono; Sugiyarto Sugiyarto; Sri Cipto Purnomo
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.454 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.36984

Abstract

Setiap aset tidak pernah terlepas dan membutuhkan pemantauan dan pemeliharaan. Proses pemeliharaan diperlukan supaya seluruh komponen dan elemen aset dapat dioperasikan dan berfungsi sesuai dengan harapan. Jika kondisi suatu aset dipantau dalam keadaan yang kurang baik, maka kegiatan operasi akan mengalami gangguan sehingga memerlukan tindakan perbaikan dan pemeliharaan. Seiring dengan meningkatnya perkembangan teknologi pada saat ini, dimana telah dikembangkan beberapa terobosan baru seperti smartphone berbasis sistem operasi android, jaringan internet yang semakin meluas, serta adanya sistem pelacak berupa GPS maka hal tersebut tentunya akan semakin memudahkan proses pemantauan aset di lapangan. Mengingat betapa pentingnya kegiatan pemantauan ini sudah selayaknya kegiatan ini dikembangkan dengan bantuan teknologi informasi tentang berbagai metode untuk mengetahui tingkat kerusakan aset sebagai dasar dalam pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan. Untuk merealisasikan keinginan tersebut tentunya pihak terkait membutuhkan aplikasi dan system penunjang yang efektif untuk memastikan proses pemantauan secara keseluruhan dapat dikelola dengan baik.. Dari hasil analisa dan pengecekan terhadap sistem di lapangan dapat disimpulkan bahwa dengan mengembangkan aplikasi berbasis android pada smartphone ini dapat diketahui tingkat kerusakan maupun kondisi dari elemen bangunan dengan lebih cepat, efektif dan efisien, dan dapat dilakukan oleh siapa saja.
PENGARUH LUAS PENAMPANG PONDASI MESIN JENIS BLOK DAN PARAMETER TANAH BERBUTIR HALUS TERHADAP AMPLITUDO Syahidi, Shofa; Dananjaya, Raden Harya; Setiawan, Bambang
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.515 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36861

Abstract

Konsumsi listrik Indonesia setiap tahunnya terus meningkat sejalan peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan kebutuhan listrik diperkirakan dapat tumbuh rata-rata 6,5% per tahun hingga tahun 2020. Dengan keterbatasan energi ini menuntut kita harus bisa memanfaatkan energi mikro hidro. Mikro hidro memiliki tiga komponen utama yaitu air (sebagai sumber energi), turbin dan generator. Energi mekanik dari putaran poros turbin akan diubah menjadi energi listrik oleh sebuah generator. Pondasi dinamis dirancang mampu menerima beban yang bersifat dinamis yang ditimbulkan dari gerakan mesin seperti rotasi, gerakan vertikal, gerakan horizontal dan torsi. Gerakan-gerakan tersebut akan diredam oleh pondasi sehingga tidak menimbulkan getaran pada mesin di sekitarnya dan manusia yang bekerja disekeliling mesin. Penelitian ini menganalisis pondasi mesin jenis blok untuk mesin turbin tipe HLA575C-WJ-62 dengan variasi panjang 0,5 m dan lebar pondasi 0,5 m serta variasi parameter tanah berbutir halus yaitu berat isi (g) 0,5 kN/m3, modulus geser (G) 2500 kN/m2, dan poisson rasio (?) 0,05. Metode analisa pada penelitian ini adalah lump parameter system, sistem yang digunakan untuk memperkaku blok pondasi dengan menggunakan massa, pegas dan dashpot. Hasil penelitian ini didapat bahwa, semakin besar panjang pondasi (L) maka semakin kecil amplitudo vertikal, horizontal, dan rocking. Semakin besar lebar pondasi (B) maka semakin kecil amplitudo vertikal, horizontal, dan rocking. Modulus geser (G) semakin besar maka semakin besar amplitudo vertikal dan amplitudo rocking. Poisson rasio (?) semakin kecil maka semakin kecil amplitudo vertikal dan amplitudo horizontal. Berat isi tanah (g) semakin kecil maka semakin kecil amplitudo vertikal, amplitudo horizontal, dan amplitudo rocking. Perubahan berat isi tanah tidak menunjukkan perubahan yang signifikan terhadap amplitudo.
ANALISIS HUBUNGAN KECEPATAN, WAKTU TEMPUH DAN DERAJAT KEJENUHAN TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA RUAS JALAN ARTERI PRIMER KOTA SURAKARATA A., Awal Zaenal; Sumarsono, Agus; MHM., Amirotul
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37591

Abstract

Salah satu unsur pendukung untuk melaksanakan kegiatan transportasi adalah energi. Energi yang biasa dipakai untuk kendaraan bermotor, yaitu terdiri dari bensin dan solar atau yang biasa disebut Bahan Bakar Minyak (BBM). Tingginya volume kendaraan yang melewati koridor Jalan Arteri Primer Kota Surakarta menyebabkan adanya tundaan di beberapa ruas jalan tersebut. Hal ini menimbulkan menurunnya kecepatan kendaraan yang sangat besar yang berpengaruh pada meningkatnya konsumsi BBM. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah kebutuhan konsumsi BBM untuk tiap unit kendaraan Light Vehicle (LV) dan Heavy Vehicle (HV) yang melintas Jalan Arteri Primer Kota Surakarta. Tujuan lain dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara waktu tempuh dan derajat kejenuhan terhadap kecepatan. Tahap ahkirnya adalah menganalisis hubungan kecepatan terhadap konsumsi BBM.Perhitungan kebutuhan konsumsi BBM diperoleh dari rumus LAPI - ITB. Penelitian dibedakan untuk tiap jenis kendaraan yaitu LV dan HV. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi rata - rata kendaran LV di Jalan Arteri Primer Kota Surakarta adalah 67.04 Liter / 1000 Km atau satu liter BBM dapat menempuh jarak 14.92 Km. Sedangkan untuk kendaraan HV mengkonsumsi 134.91 liter / 1000 Km atau tiap liter BBM dapat menempuh jarak 7.41 Km. Hubungan antara waktu tempuh (x1) dan derajat kejenuhan (x2) terhadap kecepatan (V) berupa regresi linier berganda dimana tiap jenis kendaraan yaitu LV dan HV memiliki persamaan yang berbeda. Persamaan untuk kendaraan LV adalah : VLV= 73.390 - 3.774 x1 - 3.154 x2 dan untuk kendaraan HV adalah : VHV = 63.133 - 2.636 x1 - 0.256 x2. Persamaan kebutuhan BBM (Y) untuk LV adalah YLV = 0.055 VLV 2 - 5.634 VLV + 234.939 sedangkan persamaan kebutuhan BBM untuk HV adalah YHV = 0.133 VHV 2 - 13.117 VHV + 531.59.
Pemodelan Simpang Exit Toll Kebakkramat dengan Sistem Fixed Time Controller dan Semi Actuated Controller Menggunakan Program Simulasi PTV VISSIM Irsa Laksita Dewi
Matriks Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.655 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v9i2.53563

Abstract

Untuk menjamin kebermanfaatan jalan tol, maka dibutuhkan perencanaan yang matang dari segala aspek, salah satunya kinerja persimpangan yang mengarah ke tol atau biasa disebut dengan simpang exit toll. Oleh karena itu, setiap persimpangan exit toll haruslah memiliki kinerja yang maksimal, sehingga tidak menimbulkan permasalahan lalu lintas bagi keberjalanan transportasi disekitarnya. Pada penelitian ini dilakukan pengkajian simpang exit toll Kebakkramat menggunakan PTV VISSIM. Pengkajian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kinerja dari simpang exit toll Kebakkramat. Variabel yang diperhitungkan dalam proses kalibrasi yaitu volume arus lalu lintas yang dihitung dari survey traffic counting dan diuji dengan metode Geoffrey E. Havers.Selain itu juga dilakukan validasi pada waktu perjalanan LV, panjang antrian di lapangan yang diuji dengan metode uji t.Hasil penelitian menunjukkan sistem Semi Actuated Controller dengan jenis pengatiran fase normal tidak berpengaruh signifikan terhadap penigkatan kinerja Simpang Exit Toll Kebakkramat karena terdapat kendaraan yang melaju dari jalan minor
Evaluasi Tarif Berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Ability To Pay (ATP), Willingness To Pay (WTP), dan Analisis Break Even Point (BEP) Bus Batik Solo Trans (Studi Kasus: Koridor 2) Krisnanto, Albertus Ryan; Legowo, Slamet Jauhari; Yulianto, Budi
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.818 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37317

Abstract

Tarifharusdapatmenjembatanikepentinganpenumpangselakukonsumendanpengelolaangkutanumumkarenamenyangkutkelangsunganoperasiangkutan.Angkutan bus BST merupakanangkutan bus kota yang saatinisedangdigalakkanpengoperasiaannya di daerah Surakarta.Penilitian ini bertujuan melakukan evaluasi terhadap tarif yang berlaku terhadap BOK dari operator dan ATP, WTP dari penumpang. Pada penelitian ini data di dapatkan dengan penyebaran kuisioner kepada pengguna angkutan bus BST koridor 2 dan juga wawancara dengan PT. BST sebagai pengelola bus BST. Data yang didapat kemudian di analisis. Hasil analisis data selanjutnya digunakan untuk mengetahui besarnya BOK, ATP, WTP serta nilai BEP pada bus BST Koridor 2. Dalam hal ini penghitungan BOK menggunakan 3 metode yaitu Dephub, DLLAJ, FSTPT serta dilakukan dalam 2 skenario. Skenario 1 yaitu kondisi dimana operator membeli bus baru, sedangkan skenario 2 adalah kondisi dimana bus merupakan hibah dari pemerintah. Penghitungan ATP dan WTP dilakukan pada 2 hari, yaitu hari kerja dan libur.Hasil analisis data menunjukkan bahwa pada skenario 1 penghitungan BOK menurut metode DepHub sebesar Rp. 5.312,90, metode DLLAJ sebesar Rp. 5.214,86, dan metode FSTPT sebesar Rp. 4.820,28. Pada skenario 2 terjadi penurunan sebesar 13 - 14 % dibanding skenario 1. Jika dilihat nilai BOK, tarif saat ini masih dibawah dari nilai BOK. Berdasarkan ATP pada hari kerja sebesar Rp 3.497,81 untuk kategori umum dan Rp. 2.001,05 untuk kategori pelajar. Sedangkan pada hari libur sebesar Rp. 3.500,26 untuk kategori umum dan Rp. 2.474,46 untuk kategori pelajar. Besarnya nilai WTP pada hari kerja sebesar Rp. 3.374,68 untuk kategori umum dan Rp 2.093,75 untuk kategori pelajar, pada hari libur sebesar Rp. 3.351,87 untuk kategori umum dan Rp 3.125,- untuk kategori pelajar. Hal ini menunjukkan nilai ATP & WTP sudah mendekati dengan tarif yang berlaku saat ini, walaupun pada kategori umum nilai ATP & WTP sedikit dibawah dari tarif yang berlaku. Nilai BEP berdasarkan load factor pada hari kerja sebesar 0,39 dan pada hari libur sebesar 0,34 pada skenario 1. Penghitungan nilai BEP pada skenario 2 terjadi penurunan sebesar 13 - 14 % dibanding skenario 1. Selain itu, pada skenario 1 membutuhkan waktu 13,78 tahun untuk impas dan membutuhkan waktu 1,9 tahun pada skenario 2.
KAJIAN KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI MEMADAT MANDIRI DENGAN VARIASI BAHAN TAMBAH METAKAOLIN DAN SUPERPLASTICIZER Wibowo, Wibowo; Al Afif, Akhmad Fauzi; Supardi, Supardi
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.387 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i3.36561

Abstract

Beton mutu tinggi memadat mandiri memiliki adalah beton dengan kuat tekan tinggi yang dapat memadat mandiri tanpa bantuan alat pemadat. Dengan bahan additive metakaolin (MK) maka akan meningkatkan kualitas kuat tekan beton tersebut. Penelitian dimulai dari pengumpulan material, pengumpulan data, pengujian agregat, proses rekayasa, pembuatan benda uji, pengujian sample, dan mengambil kesimpulan dari penelitian tersebut. Penambahan variasi metakaolin sebagai additive beton ditetapkan 12,5%, 17,5%, 22,5% dan 27,5% dari berat semen, ditambahkan variasi superplasticizer sika viscocrete 1003 sebanyak 1,5%, 1,7%, dan 1,9% dari berat semen. Bahan uji dibuat silinder dengan dimensi 15×30 cm berumur 28 hari. Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui pengaruh akibat penambahan metakaolin terhadap kuat tekan beton, mengetahui pengaruh penambahan superplasticizer terhadap kuat tekan beton, dan mengetahui kuat tekan maximum dari variasi metakaolin dan superplasticizer. Didapatkan hasil kuat tekan maksimum pada persentase metakaolin 17,5% dan superplasticizer 1,5% sebesar 78,77 MPa. Penambahan metakaolin mengurangi workabilitas beton. Penambahan metakaolin pada 12,5% dan 17,5% meningkatkan kuat tekan yaitu  58,84 MPa dan 69,59 MPa (rata-rata dari variasi superplasticizer), pada variasi 22,5% dan 27,5% mengalami penurunan yaitu 50,24 MPa dan 46,03 MPa. Kuat tekan optimum berada pada variasi metakaolin 17,02% sebesar 78,96 MPa dengan penambahan variasi superplasticizer 1,5%.
KUAT TEKAN, POROSITAS DAN PERMEABILITAS PERVIOUS CONCRETE DENGAN CAMPURAN AGREGRAT LIMBAH GERABAH Puji Astutik, Herna; As'ad, Sholihin; Basuki, Achmad
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.675 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i1.37477

Abstract

One of an effort to reduce water runoff and increase infiltration into the soil is environment-based pervious concrete drainage technologies. As amixture of aggregate, the waste of burned clay fraction in the pervious concrete had its own advantages. The waste of burned clay aggregate is goodin a strength, and bigger pores than concrete. This study aims to determine the compressive strength, porosity, permeability recycle of waste ofburned clay ; the relationship between compressive strength and porosity; and the relationship between porosity and permeability of the perviousconcrete with a mixture. This research was in laboratory experimental method. Samples were cylinder pervious concrete with of coarse gravelaggregate with burned clay fraction by 0%, 44.6%, 50.9% and 100%. Each mixture consisted of three test specimens. Specimens of compressivestrength test was cylinder form in 15 cm diameter and 30 cm height, while the specimen test of permeability and porosity test were a cylinder in10 cm diameter and 6.3 cm height. The compressive strength test was conducted in the age of 7, 14, 21, and 28 days, while porosity andpermeability test at 28 days of age concrete. The concrete porosity were tested with VIM (Void in Mix) method, Add permeability with fallingwater permeability test method which were also done in the age of 28 days. Replacement of gravel with the burned clay fraction aggregate hadincreased the porosity and the permeability coefficient of concrete. However this replacement decreased compressive strength. Pervious concretecompressive strength test results generated from the mixing of the aggregate fraction of burned clay waste 0%, 44.6%, 50.9%, and 100% were5,662 MPa; 5,473 MPa; 3,963 MPa; 2,925 Mpa respectively. Pervious concrete porosity test resulted that the average porosity of sample were29.048%, 30.33%, 31.941%, 39.317% for 0%, 44.6%, 50.9%, and 100% of burned clay aggregrat respectively . While their, permeabilityspecimens contained cement as a binding substance were 0758 cm/sec, 0.1203 cm/sec, 0.1343 cm /sec; 0.2487 cm/sec and without cementwere 18.4798 cm/sec; 21.0162 cm/sec; 21.7312 cm/sec; 25.9522 cm/sec. Those data showed that the greater concrete porosity, the greatercoeficienzy permeability consequenty the compressive strength decreased.