Articles
118 Documents
KAJIAN KUAT LENTUR DAN LENDUTAN PADA VARIASI KETEBALAN PELAT BETON BUBUK REAKTIF DENGAN SILICA FUME 15% DAN PASIR KUARSA 30%
Diffa Deff Tiara Pricilia;
Wibowo Wibowo;
Endah Safitri
Matriks Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v12i1.86763
Abstract The need for infrastructure development is increasing in the future. The increase in the need for infrastructure development is directly proportional to the increase in concrete production. One of the concrete innovations to deal with these problems is reactive powder concrete. This concrete has advantages over conventional concrete because it can increase compressive strength, durability, and increase flexural strength. One of the applications of reactive powder concrete is concrete slab structure. This research is intended to identify the effect of concrete slab thickness dimensions on the maximum load, flexural strength, and deflection that occur in the slab. The experimental method was used with test specimens in the form of concrete slabs measuring 70 cm long, and 30 cm wide, and thickness variations of 4 cm, 5 cm, 6 cm, and 7 cm. Flexural strength testing was carried out on specimens in the form of plates and beams with dimensions of 40 cm long, 10 cm wide, and 10 cm high to determine the modulus of rupture value. The modulus of rupture test results are in the form of MOR values, then compared with the compressive strength of concrete. Flexural strength testing is done by placing the plate on top of the two pedestals with centralized loading and placing a dial gauge under the test piece to determine the amount of deflection. The test results in the form of tables and graphs show that the thickness dimension of the slab has a significant effect on the maximum load that can be received by the slab and the deflection that occurs in reactive powder concrete slabs.
PENGARUH METAKAOLIN SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON RINGAN
Sultan Aditya Ananda Dalimunthe;
Denny Meisandy Hutauruk
Matriks Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v13i2.107781
Abstract- Sultan Aditya Ananda Dalimunthe: Effect of Metakaolin as a Partial Replacement of Cement on the Compressive Strength of Lightweight Concrete. Undergraduate Thesis. Faculty of Engineering, State University of Medan. 2025. With the rapid advancements in concrete technology within the construction industry, lightweight concrete has emerged as a highly promising alternative material, offering significant functional and practical benefits. Prior research indicates that adding metakaolin substantially enhances concrete's strength and durability compared to standard mixtures, demonstrating its positive impact on the mechanical properties of concrete. This study investigates the effect of metakaolin on the compressive strength and specific gravity of lightweight concrete. The experimental research was conducted at the Concrete Laboratory of the Faculty of Engineering, Universitas Negeri Medan. Four variations of metakaolin content (12.5%, 15%, 17.5%, and 20% by weight of cement) were tested to determine the compressive strength (in accordance with SNI 1974-2011) and specific gravity (using a weighing method) of the lightweight concrete. The results show that the optimum compressive strength for lightweight concrete, reaching 11.9 MPa, was achieved with a 20% metakaolin addition. This value meets the compressive strength requirements of lightweight structural lightweight concrete (6,89-17,24 MPa) according to SNI 03-3449-2002. Furthermore, the highest specific gravity of lightweight concrete (1787,23 kg/m3) was also observed at 20% metakaolin content, falling within the standard range for structural lightweight concrete specified by SNI 03-3449-2002 (1400-1850 kg/m3). In conclusion, this research indicates that increasing the percentage of metakaolin in lightweight concrete mixtures significantly improves both its compressive strength and specific gravity. Keywords: compressive strength; lightweight concrete; metakaolin; specific gravity.
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL PADA PUSAT PERDAGANGAN KOTA SURAKARTA MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK PTV VISTRO (STUDI KASUS SIMPANG EMPAT GEMBLEGAN DAN SIMPANG EMPAT SRATEN KOTA SURAKARTA)
Yulianto, Budi;
Setiono, Setiono;
Fajar, Benedictus Alfian Karunia
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i1.64881
Simpang Gemblegan dan Sraten terletak di tengah keramaian Kota Surakarta, dan dikelilingi oleh berbagai macam pertokoan, dua sekolah dasar dan satu pasar yang cukup terkenal di Kota Surakarta, yaitu Pasar Gemblegan. Keramaian ini mengakibatkan resiko terjadinya kemacetan dan keccelakaan. Kedua Simpang ini memerlukan Optimalisasi Kinerja, agar didapatkan kinerja simpang terbaik guna mengurangi resiko-resiko yang ada di kedua simpang tersebut. Analisis kedua simpang tersebut menggunakan pernagkat Lunak PTV Vistro dengan metode Highway Capacity Method (HCM) 2010 dengan parameter Derajat Kejenuhan (DS) dan tundaan (D). Proses validasi dilakukan untuk memperoleh hasil yang represntatif dengan parameter Panjang antrian (m) dan perangkat lunak SPSS. Analisis Kinerja simpang dilakukan dalam tiga skenario yaitu eksisting, optimasi tunggal, dan terkoordinasi. Optimasi yang menghasilkan kinerja terbaik untuk kedua simpang adalah skenario optimasi tunggal dengan fungsi objektif Minimze Critical Movement Delay (Split and Split Cycle Time) dan skenario optimasi terkoordinasi dengan fungsi objektif Split and Cycle Time.
KAJIAN KUAT LENTUR DAN LENDUTAN PADA VARIASI RASIO BENTANG PANJANG – PENDEK PELAT BETON BUBUK REAKTIF DENGAN SILICA FUME 15% DAN PASIR KUARSA 30%
Ilyas Gilang Ramadhan
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i4.86396
Perkembangan teknologi yang pesat dalam dunia konstruksi bangunan mengharuskan para peneliti untuk mengembangkan berbagai metodologi, termasuk beberapa inovasi, berupa studi eksperimental yang membandingkan fakta di lapangan dengan hasil analisis yang diperhitungkan. Pelat adalah suatu struktur tipis dengan permukaan horizontal dan beban tegak lurus terhadap permukaan struktur. Pelat beton didesain mampu menahan beban lentur akibat momen lentur yang ditimbulkan oleh beban tersebut. Oleh karena itu, dilakukan uji kuat lentur pada pelat beton untuk memahami kinerja pelat tersebut dalam menahan beban yang mengakibatkan adanya momen lentur pada pelat beton. Kuat lentur pelat adalah kemampuan pelat dalam menahan gaya yang arahnya bersilang tegak terhadap sumbu benda uji hingga terjadinya patah pada pelat tersebut. Umumnya ketebalan pelat lebih tipis dibandingkan dengan bentang, sehingga pelat menjadi sangat kaku dan terlalu banyak menyimpang. Oleh karena itu pelat ini menggunakan inovasi pelat beton bubuk reaktif tanpa tulangan pada pelat dengan harapan bisa sebagai inovasi ke depannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh rasio bentang panjang dan pendek pelat terhadap kuat lentur, lendutan, dan kapasitas maksimum pelat dengan inovasi pelat beton inovasi bubuk reaktif menggunakan silica fume dan pasir kuarsa masing-masing 15% dan 30%. Penelitian ini juga menggunakan bahan tambah berupa steel fiber 17,5% dan superplasticizer 1,9% dari berat binder. Hasil pengujian diperoleh pelat dengan rasio bentang panjang dan pendek lebih kecil menghasilkan kapasitas beban maksimum lebih besar, lendutan yang lebih kecil, dan kekuatan lentur yang lebih kecil.
Analisis Manajemen Risiko Dampak Kecelakaan Kerja Pada Proyek Konstruksi Jembatan Beton dengan Standar AS/NZS 4360:2004
Widi Hartono; Dewi Handayani; Farasheila Sabrina
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i4.76711
Proyek jembatan beton merupakan proyek pembangunan infrastruktur dengan kecelakaan kerja terbanyak. Berdasarkan data tersebut dilakukan penelitian apa saja potensi risiko kecelakaan kerja yang mendominasi dan bagaimana cara pengendalian dan penanggulangan kecelakaan kerja pada proyek kontruksi jembatan beton. Metode analisis penelitian ini menggunakan metode semi-kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa penyebaran kuesioner untuk analisis kuantitatif dan wawancara untuk analisis kualitatif. Instrumen penelitian mengacu pada standar Australia/New Zealand Standard (AS/NZS) 4360:2004 dengan 3 tahap yaitu identifikasi risiko, penilaian risiko, dan respons risiko. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada proyek jembatan beton dapat disimpulkan bahwa risiko yang mendominasi yaitu pekerjaan pengukuran kerangka kontrol vertikal dan horizontal pada pekerjaan persiapan, pekerjaan fondasi pada pekerjaan struktur bawah jembatan, dan pekerjaan pemasangan girder pada pekerjaan struktur atas jembatan. Respons risiko tersebut yaitu dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) dan membuat standar operasional prosedur (SOP).
ANALISIS KINERJA STRUKTUR GEDUNG FT E.03 UNIVERSITAS TIDAR TERHADAP GAYA GESER DASAR SEISMIK DENGAN METODE DINAMIK RESPONS SPEKTRUM
Fajar Setianto;
Yudhi Arnandha;
Lalu Samsul Aswadi
Matriks Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v13i1.98923
According to BMKG earthquakes that occurred in Indonesia in 2023 with a minimum magnitude of 5.0 with various depths of 243 times. This condition is due to the geographical location of Indonesia is located between three tectonic plates so prone to earthquakes. Therefore, preventive measures are needed to reduce the impact of earthquakes on the failure of building structures. Faculty Of Engineering Building E.03 Tidar University is planned for 2015 with earthquake resistance Planning Standards in accordance with SNI 1726:2012. The planning standard has been revised to SNI 1726: 2019. Therefore, re-analysis according to the latest standards is required to determine the safety of the structure. Analysis using dynamic spectral response method. The maximum deviation of the roof ring beam in the x direction is 49.52 mm and the y direction is 61.25 mm. The largest shear force in the x direction is 7113.99 kN and the y direction is 6971.90 kN. The structural performance level is immediate occupancy with a roof drift ratio in the x direction of 0.0024 and y direction of 0.0030. Faculty of Engineering Building E.03 Tidar University has the ability to withstand earthquake forces with no damage to the structure. Keywords: dynamic response spectrum; seismic base shear force; structural performance level
Analisis Kinerja Simpang Bersinyal Pada Pusat Perdagangan Kota Surakarta Menggunakan Perangkat Lunak PTV Vistro
Yulianto, Budi;
Setiono, Setiono;
Jaisyurrahman, Muhammad Luthfi
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i1.64636
Simpang Gading dan Simpang Baturono merupakan simpang dengan arus lalu lintas yang cukup padat. Kedua simpang ini terletak pada titik pertemuan kegiatan masyarakat yang berupa perdagangan dan salah satu jalur menuju pusat kota Surakarta sehingga memiliki risiko terjadi kemacetan pada jam sibuk. Dalam kinerja simpang bersinyal memerlukan analisis secara berkala agar dilakukan langkah optimasi guna mendapatkan hasil kinerja simpang yang terbaik. Simpang Gading dan Baturono dianalisis menggunakan perangkat lunak PTV Vistro dengan metode HCM 2010 berdasarkan parameter derajat kejenuhan (DS), dan tundaan (D). Kemudian dilakukan validasi dengan parameter panjang antrean (m) agar menghasilkan data yang sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Analisis dilakukan dengan tiga scenario, yaitu kondisi eksisting, optimalisasi tunggal dan optimalisasi terkoordinasi. Berdasarkan hasil analisis, scenario optimalisasi tunggal Minimize Critical Delay (Split & Cycle Time) menunjukkan kinerja yang paling baik pada kedua simpang tersebut. Pada Simpang Empat Gading menghasilkan nilai DS = 0,5 dan D = 49,5 det/smp di pagi hari serta nilai DS = 0,6 dan D = 58 det/smp di sore hari. Sedangkan pada Simpang Empat Baturono menghasilkan nilai DS = 0,5 dan D = 33,5 det/smp di pagi hari serta nilai DS = 0,6 dan D = 44 det/smp di sore hari.
Analisis Potensi Demand, Ability to Pay (ATP), dan Willingness to Pay (WTP) Batik Solo Trans (BST) Koridor 6 pada Sektor Instansi Swasta
Yulianto, Budi;
Mahmudah, Amirotul Musthofiah Hidayah;
Ryshaldo, Marthalena Poetra
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i2.66572
Kota Surakarta termasuk salah satu kota yang sedang gencar mengembangkan sektor transportasi umum demi menunjang perpindahan masyarakat. Batik Solo Trans (BST) menjadi alternatif Pemerintah Kota Surakarta dalam penyediaan layanan angkutan umum bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah potensi demand, nilai ATP dan WTP, serta desain tarif dari BST koridor 6 pada sektor instansi swasta. Penelitian ini menggunakan data berupa data primer dan sekunder. Data primer berasal dari hasil survei kuesioner yang dibagikan kepada pegawai instansi swasta. Data sekunder berasal dari beberapa sumber yang telah tersedia, seperti jadwal dan rute operasional BST dari PT BST dan TGM Kota Surakarta, serta jumlah populasi pegawai dari tiap instansi swasta yang disurvei. Total jumlah populasi pegawai instansi swasta yang diperoleh selama penelitian adalah sebanyak 714 orang. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, diperoleh jumlah potensi demand sebanyak 514 orang dengan distribusi 150 orang sudah menggunakan BST dan 364 orang akan menggunakan BST. Selain itu, diperoleh nilai ATP sebesar Rp6.868.67 dan nilai WTP sebesar Rp2.996,94. Desain tarif yang diperoleh memiliki nilai ATP yang lebih dari tarif sebelumnya dan nilai WTP sehingga dapat dikatakan pegawai swasta masih memiliki kemampuan untuk membayar tarif BST sebelumnya.
KAJIAN SERAPAN DAN PENETRASI KLORIDA PADA BETON MEMADAT MANDIRI MUTU TINGGI DENGAN METAKAOLIN 12,5% DAN VARIASI STEEL SLAG SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS
Wibowo, Wibowo;
Safitri, Endah;
Barkah, Muhammad Hanifah
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i1.64419
Perkembangan pembangunan yang sangat signifikan menjadikan dunia konstruksi diharapkan sanggup menciptakan inovasi yaitu salah satunya beton memadat mandiri mutu tinggi. Penggunaan metakaolin dapat menjadi inovasi sebagai pengganti semen. Pemanfaatan limbah sebagai usaha pelestarian alam salah satunya yaitu limbah steel slag yang melimpah dapat digunakan sebagai substitusi agregat halus. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimental dengan variasi kadar steel slag yaitu 0%; 15%; 17,5%; 20%; 22,5%; dan 25% dari berat agregat halus dan penggunaan metakaolin 12,5% dari berat binder. Pada pengujian serapan dan penetrasi klorida dengan benda uji berbentuk silinder dengan diameter 7,5 cm dan tinggi 15 cm. Pengujian serapan klorida dilakukan dengan merendam benda uji 10+0,5 menit dan 24 jam didapatkan hasil yaitu semakin besar kadar steel slag yang digunakan akan menurunkan serapan klorida pada beton. Pada pengujian penetrasi dilakukan dengan merendam benda uji selama 7, 41, 28 hari didapatkan hasil yaitu semakin besar kadar steel slag yang digunakan akan semakin menurunkan penetrasi klorida pada beton.
Pengaruh Penerapan Metode Building Information Modeling (BIM) Terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai Mitigasi Kecelakaan Kerja pada Tahap Pemeliharaan Gedung Menggunakan Metode Delphi
Hartono, Widi;
Handayani, Dewi;
Olivia, Janeta
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i2.76515
Para pekerja pada tahap pemeliharaan gedung sangat berisiko mengalami kecelakaan kerja jika tidak menjalankan prosedur pemeliharaan dengan baik. Namun data pada fase pemeliharaan, informasi keselamatan serta prosedur kerja, belum terintegrasi dengan baik sehingga sulit untuk menerapkan praktik kerja yang aman. Mitigasi kecelakaan kerja dapat dilakukan dengan mengimplementasikan BIM untuk memecahkan masalah interoperabilitas data. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model implementasi BIM terhadap K3 serta pengaruhnya dalam meminimalisasi kecelakaan kerja. Penelitian ini diawali dengan studi literatur dan wawancara lalu dilanjutkan dengan penyebaran kuesioner menggunakan metode Delphi. Hasil yang didapat menyatakan bahwa terdapat tiga variabel model implementasi BIM terhadap K3 yang dapat meminimalisasi kecelakaan kerja pada tahap pemeliharaan, yaitu (1) BIM sebagai sarana integrasi data menggunakan format file IFC; (2) BIM sebagai sarana analisis data menggunakan Facility Management Visualisation Analysis System (FMVAS); dan (3) BIM sebagai sarana aksesibilitas data menggunakan barcode/RFID tags dan Augmented Reality (AR). Pengaruh terbesar terdapat pada model BIM sebagai sarana aksesibilitas data menggunakan barcode/RFID tags dan AR, dimana variabel tersebut berpengaruh terhadap 26 jenis pekerjaan pada tahap pemeliharaan.