cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
EVALUASI KINERJA STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT DENGAN ANALISIS DINAMIK TIME HISTORY MENGGUNAKAN ETABS (STUDI KASUS: HOTEL DI DAERAH KARANGANYAR) Wandrianto Anggen; Agus Setiya Budi; Purnawan Gunawan
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.547 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37397

Abstract

Percepatan gempa di muka tanah adalah parameter gempa yang memberikan dampak langsung pada struktur. Percepatan gempa bersifat dinamik, begitu juga dengan respon struktur yang ditimbulkan. Analisis dinamik time history dapat merepresentasikan sifat dinamik percepatan gempa dan respon struktur, sehingga metode analisis ini dapat memberikan gambaran dan informasi respon struktur yang lebih lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja struktur berdasarkan nilai drift dan interstory drift oleh pengaruh gempa rencana dan gempa aktual. Studi kasus dalam penelitian ini adalah hotel bertingkat di Karanganyar, dimana model struktur dibuat dalam 3D dengan program ETABS. Pada level gempa rencana digunakan analisis dinamik time history dan analisis statik ekuivalen sebagai pembanding. Gempa aktual juga diterapkan dengan analisis dinamik time history pada beragam nilai percepatan gempa. Analisis time history pada level gempa rencana menggunakan akselerogram 7 gempa aktual pilihan, dimana rata-rata respon spektrum dari gempa aktual tersebut nilai percepatannya harus berdekatan dengan rata-rata respon spektrum gempa rencana pada periode 0,2T - 1,5T. Data akselerogram diskalakan menurut kondisi tanah setempat dengan kekuatan gempa probabilitas terlampaui 2% selama 50 tahun. Pada level gempa aktual dengan analisis dinamik time history, akselerogram tidak diskalakan dan kombinasi pembebanan hanya untuk mensimulasikan arah percepatan gempa. Hasil analisis akibat gempa rencana adalah struktur aman dan masuk kategori immediate occupancy. Hasil analisis akibat gempa aktual adalah, Elcentro: struktur tidak aman pada Lt 1 - Lt Atap, struktur masuk kategori damage control, Northridge: struktur tidak aman pada Lt 10 dan Lt Atap, namun masih pada kategori immediate occupancy, dan Mentawai: struktur aman dan masuk kategori immediate occupancy.
ESTIMASI MATRIKS ASAL TUJUAN ( MAT ) KOTA SURAKARTA TAHUN 2025 Sri Sutrisni; Syafi'i Syafi'i; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2014): Juni 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.65 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i2.37459

Abstract

Origin Destination Matrix is a two-dimensional matrix that contains information about the amount of movements among locations (zones) withina certain area. Origin Destination Matrix Estimation is used to determine the distribution of the trip in order to analyze the performance of theroad network in Surakarta. The study aims to determine the distribution of the movements of the traffic flow in the city of Surakarta representedwith OD Matrix 2025.OD Matrix year 2013 Estimation is obtained from process by prior matrix data, calibrated using the generation andthe pull model by regression analysis method to produce the amount of generation and attraction in 2025. The data used to calibrate the data issocio-economic in that year. For generation, the most significant variable is the number of the population, while the amount of land areasignificantly affects the traction effort. After obtaining a number of generation and attraction for 2025, subsequently estimated using a model withconstraints generation Gravity and pull (DCGR). Parameter ? = -0,15127 use values obtained from research Isnaini (2013).The study wasconducted by dividing the study area into 65 zones with zone 51 internal and 14 external zones processed using the program EMME/3 andSPSS 17. Distribution of movement Surakarta years presented in the form of a matrix and simplified into the form of a bar graph. Totalmovement that occurs is equal to 55.074.29 pcu / hour , movement between internal-external zone seen in largest graphs is 28.27%, the nextorder of the internal-external movement of 25.21% and the internal-internal of 23.98%. For external-external zones were relatively smallmovement that is 14.69%. The smallest movement occurs in intrazona is 7.86%..
ANALISIS TARIF PARKIR BERDASARKAN ABILIT TO PAY (ATP) DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) DI SOLO SQUARE SURAKARTA Sumarsono, Agus; Djumari, Djumari; Nurani, Andita Cahya
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.409 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37276

Abstract

Solo squaremerupakan salah satu mall besar di kota Surakarta.Latar belakang dari penelitian ini karena adanya perbedaan yang sangat mencolok antara fasilitas parkir yang berlaku di Solo square antara lain parkir regular Rp3.000, VIP Rp10.000,-dan jasaValet Rp25.000,-.Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya ability to pay (ATP) dan willingness to pay(WTP) pengguna fasilitas parkir untuk membayar parkir yang berlaku. Lokasi penelitian ini adalah di area parkir kendaraan roda dua dan roda empat di Solo square. Analisa datanya adalah dengan penyebaran kuisioner dengan metode sampel acak, untuk mendapatkan data dari responden pengguna fasilitas parkir di Solo square. Data yang diperoleh kemudian diolah untuk mengetahui besarnya Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) untuk setiap jenis kendaraan Untuk pengguna fasilitas parkir kategori kendaraan roda dua diperoleh nilai ATP Rp4.044,10. Kategori kendaraan roda empat diperoleh nilai ATP tarif satu jam pertama Rp7.596,43, tarif progresif Rp3.500,64, kendaraan roda empat VIP tarif satu jam pertama Rp21.050,63, tarif progresif Rp9.545,73 dan nilai untuk tarif valet Rp31.381,98. Dari hasil perhitungan terlihat nilai ATP di Solo square lebih tinggi dari tarif yang diberlakukan oleh pihak manajemen Solo Square. Untuk pengguna fasilitas parkir kendaraan roda dua diperoleh nilai WTP Rp1.924,30. Kategori kendaraan roda empat diperoleh nilai WTP tarif satu jam pertama Rp2.925,20, tarif progresif Rp1.202,79. Kendaraan roda empat VIP tarif satu jam pertama Rp9.090,91, tarif progresif Rp3.045,45 dan nilai untuk tarif valet Rp23.800,00. Dari hasil perhitungan juga didapatkan bahwa nilai WTP kendaraan roda dua dan empat hampir mendekati tarif yang diberlakukan di Solo square sedangkan nilai WTP parkir VIP dan Valet lebih rendah dari tarif yang diberlakukan di Solo square.
ANALISIS RISIKO MANAJEMEN MATERIAL DAN PENGARUH TINDAKAN KOREKSI PADA PROYEK GEDUNG BERTINGKAT Afrinur Winursito Ardi; Widi Hartono; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.514 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36846

Abstract

Pembangunan di perkotaan kini menitikberatkan pada bangunan bertingkat tinggi sehingga menjadi peluang bagi penyedia jasa konstruksi untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. Namun dalam pembangunan gedung bertingkat terdapat beberapa hambatan yang menyebabkan menurunnya kinerja proyek dan keuntungan perusahaan akibat kurangnya pengendalian. Salah satu variabel yang mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap terjadinya penyimpangan pada biaya proyek adalah material yang nilainya bisa mencapai 50-60% dari total biaya proyek (Soeharto, 1995). Manajemen material mencakup kegiatan perencanaan, pembelian, pengiriman hingga penggudangan. Dimana pada tahapan-tahapan tersebut terdapat risiko-risiko yang berpotensi menurunkan kinerja proyek. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko-risiko yang paling dominan pada manajemen material gedung bertingkat serta tingkat pengaruh dari tindakan koreksi terhadap kinerja proyek. Data yang digunakan dalam penelitian ini dianalisis dengan metode AHP (Analytic Hierarchy Process) untuk mengetahui bobot risiko. Hasil analisis menunjukkan risiko manajemen material yang termasuk dalam kategori High Risk adalah 21 risiko dan Medium Risk berjumlah 15 risiko. Risiko yang memiliki nilai Risk Index terbesar adalah 'Kesalahan dalam mengestimasi dan merencanakan anggaran biaya untuk material' sebesar 2,3255. Sedangkan tingkat pengaruh tindakan koreksi terhadap risiko teridentifikasi yang memiliki nilai tertinggi adalah tindakan koreksi 'Penambahan personil, jam kerja juga harus ditambah' memiliki nilai 4,1923.
ANALISIS POTENSI DEMAND BATIK SOLO TRANS KORIDOR 2 PADA FUNGSI GUNA LAHAN PERTOKOAN DAN ANALISIS ABILITY TO PAY (ATP) DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) Bagus Saputra P; Slamet Jauhari Legowo; Budi Yulianto
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 4 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.349 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i4.36546

Abstract

Kebutuhan akan transportasi pada saat ini terus meningkat dan hal ini mengakibatkan kemacetan jika tidak ditangani denga baik. Salah satu cara yang ideal adalah dengan menyediakan angkutan umum massal seperti Batik Solo Trans (BST). Penambahan demand merupakan faktor penting dalam pengembangan angkutan umum massal tersebut. Selain itu, penentuan tarif juga harus memperhitungkan kemampuan dan kesediaan dari demand agar mereka tertarik dan mau beralih pada angkutan umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi demand serta analisis ATP dan WTP dari potensi demand tersebut pada rute BST koridor 2 pada fungsi guna lahan pertokoan. Data penelitian diperoleh dengan penyebaran kuisioner kepada pegawai dan pengunjung yang berada pada fungsi guna lahan pertokoan. Kemudian data dianalisis untuk mengetahui besarnya potensi demand dan mengetahui nilai ATP dan WTP untuk membayar tarif BST. Hasil analisis data menunjukkan potensi demand BST koridor 2 pada fungsi guna lahan pertokoan adalah 10.714 orang, yaitu 59,65% dari total 17.961 populasi. Nilai ATP dan WTP dibagi menjadi tiga kategori,yaitu umum, pegawai dan pengunjung. Nilai ATP kategori umum sebesar Rp 2.287,59, nilai ATP kategori pegawai sebesar Rp 2.157,50, dan nilai ATP kategori pengunjung sebesar Rp 2.509,24. Sedangkan nilai WTP untuk kategori umum sebesar Rp 4.035,27, nilai WTP kategori pegawai sebesar Rp 3.966,67, dan nilai WTP kategori pengunjung sebesar Rp 4.131,87. Kondisi tersebut menunjukan nilai ATP lebih rendah daripada nilai WTP dan masih di bawah nilai tariff yang berlaku saat ini yaitu sebesar Rp 4.500,00.
KUAT LENTUR BALOK BETON TULANGAN BAMBU PETUNG VERTIKAL TAKIKAN TIDAK SEJAJAR TIPE U LEBAR 1 CM TIAP JARAK 15 CM PADA KULIT BAMBU DI SISI DALAM Indriyanto, Laras Ari; Budi, Agus Setiya; Sugiyarto, Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.623 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37063

Abstract

Bambu merupakan salah satu material yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan pengganti tulangan baja pada balok beton bertulang yang lebih murah, mudah diperoleh, dan dapat diperbaharui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kuat lentur pada balok beton tulangan bambu petung vertikal takikan tidak sejajar tipe u dengan lebar takikan 10 mm tiap jarak 150 mm pada kulit bambu di sisi dalam. Dilakukan pengujian agregat halus, agregat kasar dan pengujian karakteristik bambu sebagai uji pendahuluan untuk mengetahui kelayakan material. Perencanaan rancang campur beton menggunakan metode SK SNI 03 - 2834 - 2000. Dimensi bambu yang digunakan adalah panjang 1650 mm, lebar 20 mm dan tebal 5 mm. Benda uji berbentuk balok dengan dimensi panjang 1700 mm, lebar 110 mm dan tinggi 150 mm. Nilai kuat lentur balok beton tulangan bambu takikan 10 mm dari analisis hasil pengujian laboratorium adalah 5,2089 N/mm2.
KAJIAN TERHADAP KEKUATAN, KELEMAHAN, PELUANG, ANCAMAN(STRENGTHS, WEAKNESSES, OPPORTUNITIES, THREATS) DEVELOPER PERUMAHAN DALAM MENGHADAPI ERA PASAR BEBAS Laura Yosephine; Fajar S. Handayani
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37589

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah posisi developer-developer sub bidang bangunan perumahan(real estate) di wilayah Solo dan sekitarnya(Surakarta) tersebut cukup kuat atau lemah dalam merespon peluang dan mengatasi ancaman dalam menghadapi era pasar bebas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner dengan total 12 responden dianalisis dengan menggunakan metode statistik non parametrik. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa faktor internal yang merupakan kekuatan adalah Kredibilitas Perusahaan, Tenaga Kerja (Sumber Daya Manusia), Pengalaman dan Reputasi Perusahaan, Metode Kerja dan Proses Desain. Faktor internal yang merupakan kelemahan adalah Modal(financial), Material, Wawasan Perusahaan tentang Pasar Bebas, Peralatan dan Keselamatan Kerja. Faktor eksternal yang dapat menjadi peluang adalah Kepercayaan Klien, Berlakunya UUJK no. 18 Tahun 1999, Dukungan Pemerintah, Peraturan Pajak Baru dan Otonomi Daerah. Faktor eksternal yang dapat menjadi ancaman adalah Suku Bunga Pinjaman, Nilai Tukar Rupiah, Perkembangan Pasar Dalam dan Luar Negeri, Investasi Asing Di Indonesia dan Situasi Politik.
ANALISIS SISTEM PELAYANAN DAN KARAKTERISTIK PARKIR TERMINAL PALUR Effendi, Muhammad; Sumarsono, Agus; Legowo, Slamet Jauhari
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.292 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36950

Abstract

Pemerintah telah menyediakan banyak fasilitas sistem transportasi yang efektif dan efesien, yang diharapkan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Namun kenyataan dapat dilihat dari sekian banyak fasilitas yang ada, masih banyak yang belum dimanfaatkan dengan semestinya oleh masyarakat. Salah satunya, adalah terminal yang merupakan tempat untuk naik dan turunnya penumpang, perpindahan moda dan tempat istirahat bagi pengemudi angkutan umum. Dalam konteks diatas keberadaan terminal bus Palur di Kabupaten Karanganyar, menjadi signifikan sebagai prasarana transportasi. Berdasarkan pengamatan selama satu hari, beberapa bus tidak masuk terminal Palur, untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pelayanan dan karakteristik parkir terminal sebagai suatu prasarana transportasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan menggunakan data primer berupa kuisioner untuk mengetahui pendapat awak dan penumpang terhadap sistem pelayanan di terminal Palur Surakarta. Untuk mengetahui karakteristik parkir terminal Palur menggunakan metode survei untuk mencatat waktu kedatangan dan keluar bus, plat nomor serta tipe bus. Hasil analisis dari sistem pelayanan dan karakteristik parkir terminal Palur yaitu bus yang tidak memasuki terminal sebanyak 23,17% dari jumlah armada yang beroperasi di terminal, menurut pendapat pengelola terminal tentang tidak masuknya bus karena lokasi yang tidak strategis dan penumpang yang lebih memilih menunggu diluar terminal. Sistem pelayanan terminal Palur menurut awak terminal dan penumpang sebagai pengguna jasa adalah tidak baik. Akumulasi Parkir tertinggi untuk Bus AKDP (Antar Kota Dalam Propinsi) adalah 1 kendaraan dan Angkutan Kota adalah 8 kendaraan. Indeks Parkir bus AKDP (Antar Kota Dalam Propinsi) tertinggi adalah 10% dan Angkutan Kota tertinggi adalah 61,53%.
KAJIAN KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANGAN BAMBU PETUNG TAKIKAN TIPE V DENGAN JARAK TAKIKAN 4 CM DAN 5 CM Sunaryo, Sunaryo; Budi, Agus Setiya; Safitri, Endah
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1603.905 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37413

Abstract

Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan dan mempunyai banyak kelebihan antara lain, mudah dikerjakan dengan cara mencampur semen, agregat, air dan bahan tambahan lain bila diperlukan. Kelebihan beton yang lain adalah ekonomis, dapat dibentuk sesuai kebutuhan, mampu menerima kuat tekan dengan baik, tahan aus, rapat air, awet dan mudah perawatannya, maka beton sangat populer dipakai baik untuk struktur-struktur besar maupun kecil. Namun saat ini harga bahan bangunan termasuk tulangan baja cukup tinggi, oleh karena itu perlu dicari bahan bangunan alternatif pengganti tulangan baja yang memiliki kuat tarik yang cukup tinggi, lebih ekonomis dan mudah didapat. Bambu adalah sumber daya alam yang ekonomis serta dapat diperbaharui. Selain itu, bambu juga memiliki elastisitas dan kekuatan yang cukup baik sebagai alternatif pengganti tulangan baja pada beton. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total benda uji 12 buah. Benda uji yang digunakan adalah balok beton berukuran 110 x 150 x 1700 mm. Tiga buah menggunakan tulangan baja, enam buah menggunakan tulangan bambu petung takikan tipe V dengan jarak takikan 4 dan 5 cm, dan tiga buah tanpa tulangan. Mutu beton yang direncanakan adalah fc' = 17,5 MPa. Uji lentur dilakukan pada umur 28 hari dengan metode two point loading. Ditinjau dari kapasitas lenturnya, momen hasil pengujian balok beton dengan tulangan bambu petung dengan takikan 4 cm memiliki kapasitas lentur 0,432 tm setara dengan 83,72% dan balok beton dengan tulangan bambu petung dengan takikan 5 cm memiliki kapasitas lentur 0,403 tm setara dengan 78,10% terhadap balok dengan tulangan baja polos diameter 8 mm yang memiliki kuat lentur 0,516 tm. Balok beton tanpa tulangan memiiki kapasitas lentur 0.111 tm. Momen hasil analisis dengan mutu beton fc=17,5 Mpa, kuat tarik bambu fynodia=223,89 Mpa, fyinternodia=432,54 Mpa, dan kuat tarik baja fybaja=479,672 Mpa bambu petung jarak takikan 4 dan 5 cm diperoleh 0,269 tm pada bambu nodia, sedangkan pada bambu internodia diperoleh 0,491 tm, dan pada balok beton tulangan baja ?8 mm diperoleh 0,504 tm. Pola keruntuhan pada balok beton dengan tulangan baja maupun pada balok beton dengan tulangan bambu petung takikan tipe V dengan jarak takikan 4 dan 5 cm terletak antara 1/3 bentang tengah. Keruntuhan yang demikian termasuk dalam keruntuhan lentur.
EVALUASI KINERJA STRUKTUR PADA GEDUNG BERTINGKAT DENGAN ANALISIS PUSHOVER MENGGUNAKAN SOFTWARE ETABS ( STUDI KASUS : HOTEL DI WILAYAH KARANGANYAR ) Ibnu Khaldun Riantoby; Agus Setiya Budi; Edy Purwanto
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1428.637 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i1.37475

Abstract

Indonesian islands lies on the encounter between 3 large plates in the world: Australian, Eurasian, and Pacific. Eurasian and Australian platesare overlapping in the off-shore western part of Sumatra Island, off-shore southern part of Javanese Island, and off-shore part of Nusa TenggaraIslands and turning to the north to southern part of Maluku waters. There is an encounter between Australian and Pacific plates around PapuaIsland. Meanwhile, the encounter between those three plates occurs around Sulawesi. That is why the islands around the encounter of 3 plates experienceearthquake frequently. Earthquake disaster results in building structure damage. During the earthquake, the structure is expected to haveability of receiving earthquake force at certain level without significant damage or when the structure of building should collapse, it can provide nonlinearbehavior to post-elastic condition so that the security of building against the earthquake and the residents' life safety will be more guaranteed.Seismic is an important to building structure as the part of concrete performance reevaluation procedure in dealing with the effect of earthquake disaster.The performance evaluation can be done using pushover nonlinear static analysis referring to ATC-40 & FEMA.Considering the backgroundabove, An Evaluation was conducted on the multistoried building structure performance with Pushover Analysis. This research aimed tofind out the performance of building by the mechanism of plastic joint establishment in column beam and the relationship between base shear andthe displacement in pushover curve and seismic demand curve. The method employed was a nonlinear pushover statistic analysis using ETABSprogram.The conclusion of research showed that the friction force of pushover evaluation was 3325.592 tons to x direction and 3832.873 to y direction,while the displacement value was 0.175 to x and 0.261 m to y. The displacement of building did not exceed the maximum displacement,so that the building was safe to disaster earthquake. The maximum total drift was 0.00340 to y and 0.00507 to y < 0.01. Thus, the buildingbelonged to Immediate Occupancy (IO) performance level.

Page 10 of 96 | Total Record : 953