cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
PERENCANAAN TEBAL LAPIS TAMBAH METODE PD T-05-2005-B DAN METODE SDPJL PADA JALAN NASIONAL DI YOGYAKARTA Andyas Nur Wicaksono; Ary Setyawan; Slamet Jauhari Legowo
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.174 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36878

Abstract

Ruas jalan yang telah habis masa layannya membutuhkan penanganan agar dapat kembali berfungsi dengan baik. Salah satu penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan tebal lapis aspal tambahan (overlay) pada perkerasan tersebut. Perencanaan overlay yang tidak tepat dapat menyebabkan jalan cepat rusak (under-design) atau menyebabkan konstruksi tidak ekonomis (over-design). Oleh karena itu diperlukan metode untuk mendapatkan perencanaan overlay yang baik. Penelitian ini menggunakan dua metode overlay yang telah menggunakan data lendutan dalam perhitungannya, yaitu Metode Lendutan Pd T-05-2005-B dan Metode Software Desain Perkerasan Jalan Lentur (SDPJL). Data yang digunakan adalah data lendutan Benkelman Beam dan kondisi ruas jalan Pakem-Prambanan, CBR tanah, RCI, LHR, dan temperatur/Iklim. Dengan repetisi beban rencana sebesar 11.395.015 maka perhitungan menghasilkan tebal lapis tambah untuk metode Pd T-05-2005-B dan SDPJL berturut-turut adalah 6,73 cm dan 5,5 cm.
PENGARUH DOSIS DAN ASPEK RASIO SERAT BAJA TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS PADA BETON NORMAL DAN BETON MUTU TINGGI Musyaffa, Dwi Nuur; As'ad, Sholihin; Wibowo, Wibowo
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.614 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37196

Abstract

Masalah yang sering muncul dalam hal penggunaan beton adalah sifatnya yang getas. Kuat tekan beton yang semakin besar maka beton mempunyai daktilitas yang rendah.. Penambahan serat diharapkan dapat mengatasi hal tersebut. Serat baja dapat menambah penyerapan energi yang lebih besar dan meningkatkan daktilitas beton. Karakter dari beton serat dipengaruhi oleh tipe material serat, geometri serat, distribusi serat, orientasi serat, dan konsentrasi serat. Penelitian ini mencari besar pengaruh dosis serat yang ditambahkan dan aspek rasio serat baja yang berbeda pada beton normal dan beton mutu tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik beton yaitu kuat tekan, modulus elastisitas, dan disrtibusi serat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan 54benda uji, 3 benda uji untuk setiap variasi penambahan serat antara lain 0 kg/m3, 20 kg/m3, 40 kg/m3, 60 kg/m3, dan 80 kg/m3. Serat yang digunakan adalah tipe serat end hooked dengan 2 aspek rasio(l/d) yang berbeda yaitu RC 80/60 BN (tipe A) dan RC 65/35 BN (tipe B). Masing- masing benda uji digunakan untuk pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas. Ukuran benda uji yang digunakan adalah silinder dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Pengujian dilakukan setelah beton berumur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan dosis serat baja sebesar 60 kg/m3menghasilkan kuat tekan dan nilai modulus elastisitas maksimum kecuali pada beton mutu tinggi aspek rasio 80. Besar kenaikan kuat tekan maksimum pada beton normal sebesar 10,54% (tipe A) dan 10,81% (tipe B) dan beton mutu tinggi sebesar 12,41% (tipe A penambahan 80 kg/m3) dan 12,41%. Peningkatan maksimum nilai modulus elastisitas pada beton normal adalah 25,10% pada tipe B sedangkan pada beton mutu tinggi sebesar 10,98% pada tipe A. Jumlah serat pada saat pemeriksaan distribusi pada beton segar dan beton setelah diuji terhadap jumlah serat teoritis terdapat perbedaan.Dosis serat lebih berpengaruh terhadap kenaikan kuat tekan dan modulus elastisitas daripada jumlah seratnya.
KAPASITAS SAMBUNGAN BALOK-KOLOM LAMINATED VENEER LUMBER (LVL) KAYU SENGON Achmad Basuki; Agus Supriyadi; Muhammad Muttaqin
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.44 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i2.36578

Abstract

Keberadaan kayu belakangan ini semakin langka dan harganya semakin melambung tinggi. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah menggunakan produk kayu rekayasa Laminated Veneer Lumber (LVL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas sambungan balok-kolom LVL dengan metode eksperimental. Sambungan ditentukan dengan bentuk kolom persegi dan balok berbentuk III dengan alat sambung baut yang diharapkan menjadi sambungan kaku (rigid connection). Pengujian dilakukan dengan penambahan beban pada ujung sambungan untuk mengetahui lendutan yang terjadi pada ujung balok. Dari hasil pengujian didapat kapasitas sambungan balok kolom LVL kayu sengon berturut-turut adalah 18,9; 19,9; dan 17,9 N/mm2. Perbandingan nilai pengujian dan analisis cukup jauh disebabkan karena sambungan yang diharapkan menjadi sambungan kaku tidak berhasil. Selisih perbandingan ini disebabkan karena pembuatan lubang baut yang tidak presisi, sehingga perlu dibuat sampel yang lebih bagus lagi agar bisa didapatkan sambungan kaku sesuai yang diharapkan.
STABILISASI TANAH GAMBUT MENGGUNAKAN CAMPURAN GYPSUM SINTETIS (CaSO4 2H2O) dan GARAM DAPUR (NaCl) DITINJAU DARI PENGUJIAN CBR Rizki, Dwi; Surjandari, Niken Silmi; Djarwanti, Noegroho
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.738 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37095

Abstract

Tanah gambut dikategorikan tanah lunak yang berarti tanah dalam keadaan kurang baik dan bermasalah apabila akan dibangun suatu konstruksi perkerasan jalan raya diatasnya. Perlu adanya upaya peningkatan daya dukung tanah gambut salah satunya yaitu stabilisasi tanah secara kimiawi, dengan cara menambahkan zat aditif (bahan tambah) yang dapat bereaksi dengan tanah. Pada penelitian ini bahan tambah yang digunakan adalah gypsum sintetis (CaSO4. 2H2O) dan garam dapur (NaCl). Reaksi yang terjadi disini diamati dan dianalisis pada perubahan nilai parameter CBR laboratorium keadaan terendam (soaked) dan tak terendam (unsoaked). Pengujian ini dilaksanakan di laboratorium mekanika tanah Universitas Sebelas Maret Surakarta. Besar persentase gypsum sintetis yaitu 10%, 15%, 20% dan garam dapur sebesar 2%, 4%, 6%. Variasi campuran dibuat empat varian yaitu tanah gambut asli, tanah gambut ditambah gypsum sintetis, tanah gambut ditambah garam dapur dan tanah gambut ditambah gypsum sintetis dan garam dapur. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai CBR yang terbesar berada pada campuran, tanah gambut + 20% gypsum + 6% NaCl sebesar 5.08 dalam keadaan terendam dan 5.21 pada keadaan tak terndam.
KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANG HIGH VOLUME FLY ASH (HVFA) MEMADAT SEBDIRI DENGAN KADAR FLY ASH 60% TERHADAP BETON NORMAL Elfizar Nurfaizi; Agus Setiya Budi; Stefanus Adi Kristiawan
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 4 (2019): DESEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.114 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i4.38490

Abstract

Fly ash merupakan limbah pembakaran batu bara yang dapat digunakan untuk mensubtitusi semen karena memiliki sifat pozzolan. Penggunaan fly ash dengan kadar setidaknya 50% jumlah semen dan penambahan superplastictizer mampu menghasilkan struktur beton yang daktail dan dapat mengalir sendiri atau disebut High Volume Fly Ash - Self Compacting Concrete (HVFA-SCC). Penelitian ini mengkaji kapasitas lentur balok beton bertulang dengan 60% fly ash dan dibandingkan dengan kapsitas lentur balok beton normal. Penelitian ini menggunakan 3 balok beton bertulang HVFA-SCC dan 3 balok beton bertulang normal dengan dimensi panjang 1500 mm, lebar 100 mm, dan tinggi 150 mm. Sampel tersebut diseragamkan berdasarkan mutu yaitu 30 MPa pada umur 28 hari. Pengujian beton segar HVFA-SCC dilakukan dengan 3 metode yaitu : flow table test, L-box test, dan V-funnel test. Sedangkan pada beton normal dilakukan pengujian slump. Untuk pengujian balok menggunakan alat loading frame yang akan diuji menggunakan metode four point loading yaitu pembebanan dilakukan pada 2 buah titik pembebanan di 1/3 bentang untuk mencari kapasitas lentur balok tersebut. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pada balok beton bertulang HVFA-SCC memiliki beban dan lendutan yang lebih besar dari pada balok beton bertulang normal.
Kajian Kuat Geser Langsung Beton Memadat Sendiri dengan Kadar Fly Ash 50% dan 60% Favian Gustav Mulya; Agus Setiya Budi; Senot Sangadji
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 3 (2020): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.342 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i3.46728

Abstract

AbstrakBeton adalah bahan konstruksi yang banyak dipakai dalam pembangunan infrastruktur. Akan tetapi, proses produksi semen menimbulkan adanya CO2 yang cukup besar yaitu pada satu ton semen menghasilkan 0,55 ton CO2 serta membutuhkan bahan bakar karbon yang dapat mengeluarkan emisi CO2 setara 0,45 ton serta menyebabkan Global Warming (Davidovits, 1994). Fly Ash merupakan material substitusi semen yang saat ini sering dilakukan penelitian serta digunakan. Fly ash merupakan limbah industri berasal dari pembakaran batubara, dengan ukuran diameter 1-150 µm (Siddique, 2004). Fly Ash memiliki kandungan SiO2 yang relatif tinggi, sehingga bisa digunakan sebagai material pozzolan substitusi semen yang bersifat mengikat dalam pembuatan beton. Fly Ash dengan kandungan >50% disertai dengan tambahan material superplastictizer akan dapat menjadikan struktur beton yang bersifat daktail dapat menggalir serta memadat mandiri, campuran ini disebut sebagai High Volume Fly Ash - Self Compacting Concrete (HVFA – SCC). Dalam penelitian ini akan dibahas besar kuat geser langsung beton HVFA – SCC pada kandungan fly ash 50% dan 60% kemudian hasil tersebut akan dikomparasikan dengan balok beton normal. Digunakan balok dobel L bertulang dengan penampang 10x 20x36 cm terdiri atas 5 balok beton normal dan 5 balok HVFA-SCC dengan kandungan fly ash 50% serta 5 balok HVFA-SCC dengan kandungan fly ash 60%. Pada uji kuat geser langsung digunakkan alat yaitu LVDT, dari pengujian ini akan diperoleh grafik hubungan Load-Displacement dengan tegangan geser maksimum beton HVFA-SCC 50%, 60% serta balok beton normal. Berdasarkan hasil penelitian benda uji dobel L HVFA-SCC memiliki kuat geser maksimum lebih besar daripada beton normal.Kata Kunci : fly ash, HVFA-SCC, kuat geser
PERANCANGAN APLIKASI PROGRAM DELPHI UNTUK MENGHITUNG STRUKTUR UTAMA RUMAH 2 LANTAI Wahyuningrum, Wijayanti; Setiono, Setiono; Purwanto, Edy
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.467 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.36983

Abstract

Perhitungan struktur untuk menghitung struktur utama rumah 2 lantai tergolong rumit. Perhitungan secara manual dapat menggunakan analisis struktur metode matriks untuk menentukan momen dan gaya geser kemudian memperkirakan luas penampang lalu menghitung jumlah baja tulangan yang dibutuhkan. Perhitungan struktur juga bisa menggunakan aplikasi program komputer seperti SAP 2000 untuk menghitung momen dan gaya geser lalu menggunakan Microsoft office excel untuk menghitung jumlah tulangan baja. Perhitungan struktur dibuat menggunakan Delphi 2010. Metode yang digunakan adalah perancangan aplikasi yang didasarkan pada pemikiran untuk memanfaatkan ilmu yang didapat dari bangku kuliah tentang pemrograman visual dan perencanaan struktur beton. Tahapan pembuatan Aplikasi Program Delphi untuk Menghitung Struktur Utama Rumah 2 Lantai dimulai dari proses identifikasi masalah, pembuatan diagram alir, listing program, trial for checking error, validasi, kompilasi hingga finishing. Aplikasi Program Delphi untuk Menghitung Struktur Utama Rumah 2 Lantai yang dibuat memiliki 4 halaman yang terdiri dari halaman flash, halaman rumah, halaman bantuan dan halaman tentang. Aplikasi program ini berfungsi untuk menghitung baja tulangan dan volumenya. Melalui proses validasi untuk membandingkan hasil dengan perhitungan manual diperoleh hasil yang sama sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa aplikasi program dapat berjalan dengan baik.
PENGARUH KOMPOSISI AGREGAT DAUR ULANG TERHADAP SUSUT PADA BETON NORMAL DAN BETON MUTU TINGGI Bimo Harioseto; Sholihin As'ad; Kusno Adi Sambowo
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.234 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37508

Abstract

Agregat daur ulang merupakan material yang berasal dari hasil daur ulang limbah beton yang bisa dipergunakan kembali didalam konstruksi bangunan dan memiliki nilai ekonomis. Limbah padat hasil dari pembongkaran bangunan yang tidak terpakai bila tidak diolah dapat mencemari lingkungan. Jika diolah dengan benar, limbah konstruksi dapat menghasilkan beton bermutu tinggi dan ramah lingkungan. Pemanfaatan agregat daur ulang ini diharapkan mampu menjadi salah satu penerapan yang dapat mendukung adanya program green concrete. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik beton dengan penggantian sebagian atau seluruh agregat daur ulang jika dibandingkan beton dengan agregat alam ditinjau dari nilai susut beton. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total 72 benda uji. Benda uji terdiri atas beton normal dan beton mutu tinggi dengan variasi komposisi agregat daur ulang 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. Setiap jenis campuran beton dibuat 3 benda uji. Benda uji yang digunakan adalah prisma beton dengan panjang 28 cm, tinggi 7,5 cm, dan lebar 7,5 cm. Pengujian susut dilakukan pada umur 1 hari hingga umur 90 hari. Data yang diamati berupa nilai penyusutan yang selanjutnya dianalisis dan didapat besar penyusutan dan prediksi susut jangka panjang menggunakan persamaan ACI 209. Dari analisis diperoleh hasil bahwa agregat daur ulang menambah besarnya nilai susut yang terjadi. Shrinkage terbesar terjadi pada sampel beton normal dengan pemakaian agregat kasar daur ulang sebanyak 100% yaitu sebesar 1014,5 microstrain. Sedangkan shrinkage terendah terdapat pada sampel beton mutu tinggi dengan pemakaian agregat alami sebanyak 100% yaitu sebesar 595,83 microstrain. Hasil pengujian menunjukkan bahwa besarnya susut yang terjadi pada beton mutu tinggi lebih kecil dibandingkan beton normal. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa semakin banyak kadar agregat daur ulang yang digunakan, besarnya nilai susut pada beton akan semakin besar pula.
PENGARUH PENGISIAN RONGGA PADA PERKERASAN BETON BERPORI TERHADAP PERMEABILITAS, KECEPATAN RESAPAN DAN KUAT TEKAN Rochim, Rochim; Setyawan, Ary; Sarwono, Djoko
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.947 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37325

Abstract

Pembangunan jalan secara umum menggunakan perkerasan lentur dan perkerasan kaku yang kedap air menyebabkan berkurangnya lahan hijau yang berdampak pada berkurangnya daerah resapan air. Penggunaan beton berpori diharapkan dapat meresapkan air ke dalam tanah. Namun di lapangan aplikasi beton berpori seringkali terjadi penyumbatan oleh tanah maupun pasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengisian rongga dengan pasir dan tanah terhadap permeabilitas, kecepatan resapan dan kuat tekan, serta untuk mengetahui perbandingan HSP beton berpori dengan HSP beton normal K225. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen, yaitu dengan mengurangi proporsi agregat halus pada mix desain beton normal. Agregat batu pecah yang dipakai yaitu ukuran seragam 1-2 cm. Proporsi Agregat halus yang dipakai 30% dari proporsi agregat halus beton normal. Setelah itu dilakukan pengisian rongga dengan pasir merapi, pasir sungai dan tanah. Kemudian diuji permeabilitas dan kecepatan resapan dengan metode falling head water permeabilitytest dan uji kuat tekan. Hasil pengujian beton berpori dengan variasi pengisi rongga yaitu pasir merapi, pasir sungai dan tanah didapat nilai permeabilitas vertikal tertinggi terjadi pada pengisi rongga dengan pasir sungai yaitu sebesar 0,38 cm/dt. Permeabilitas horisontal dicapai pada pengisi rongga dengan tanah sebesar 0,364 cm/dt. Sementara untuk kecepatan resapan di lapangan didapat nilai tertinggi sebesar 0,337 pada pengisi rongga dengan pasir sungai. Nilai kuat tekan tertinggi yaitu pada pengisi rongga dengan pasir merapi sebesar 5,71 MPa. Penghematan harga satuan pekerjaan beton berpori sebesar 6% bila dibandingkan dengan HSP beton normal K225. Beton berpori dalam penelitian ini sangat disarankan untuk digunakan pada perkerasan jalan dengan lalu lintas rendah seperti bahu jalan, taman, lahan parkir dan jalur pedestrian.
ANALISIS EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR AKIBAT VOLUME LALU LINTAS DI RUAS JALAN (STUDI KASUS JALAN SLAMET RIYADI SURAKARTA) Lydia Novitriana; Dewi Handayani; Muhammad Hasbi
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.382 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36894

Abstract

Dampak emisi gas buang dapat berupa dampak kesehatan dan dampak lingkungan Ruas jalan yang digunakan adalah ruas Jalan Slamet Riyadi yang merupakan jalan arteri yang berada di tengah Kota Surakarta. Kota Surakarta memiliki laju pertumbuhan penduduk pada periode tahun 2000 hingga tahun 2010 rata-rata sebesar 0,08% per tahun. Laju pertumbuhan penduduk tersebut membawa konsekuensi peningkatan aktivitas penduduk yang mendorong pergerakan kendaraan bermotor. Metode penelitian menggunakan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 12 Tahun 2010. Pengumpulan data menggunakan metode survey langsung di lapangan. Penelitian dilakukan di 5 ruas Jalan Slamet Riyadi Surakarta. Hasil pengumpulan data, analisis, dan perhitungan emisi gas buang kendaraan bermotor didapat nilai dari emisi gas buang eksiting yang dihasilkan gas CO, HC, NOx, PM10, CO2, dan SO2 berturut-turut adalah sebesar 813,598 ton/tahun, 241,684 ton/tahun, 29,799 ton/tahun, 9,135 ton/tahun, 140.934,571 ton/tahun, 4,509 ton/tahun.