cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
PERENCANAAN KEMBALI DAN ANALISIS HARGA JUAL SETIAP UNIT RUMAH PADA PROYEK PERUMAHAN PERMATA BIRU PURBAYAN Heppy Oktaria; Siti Qomariyah; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.721 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i2.37557

Abstract

Perumahan merupakan salah satu elemen yang terkait dalam pembangunan wilayah. Pembangunan perumahan memerlukan identifikasi dan analisis yang berkaitan serta menjadi masukan berharga bagi perencanaan suatu kawasan. Oleh karena itu, hal tersebut memerlukan suatu latihan dan simulasi yang berorientasi ke kondisi riil lapangan tentang kondisi dan kualitas suatu kelompok hunian. Studi ini mengambil contoh Perumahan Permata Biru Purbayan, Baki, Sukoharjo. Studi ini merencanakan layout dan menghitung rencana anggaran biaya pembangunan perumahan, menganalisis kelayakan proyek (nilai sekarang neto (NPV) dan arus pengembalian internal (ROR)) dan menetapkan harga jual setiap unit rumah dengan variasi pembayaran berdasarkan sistem bunga tetap dan menurun. Total biaya investasi yang diperlukan untuk pembangunan Perumahan Permata Biru Purbayan sebesar Rp 4.672.883.780,-. Biaya ini diperoleh dari modal pinjaman bank dengan bunga 12% selama 10 tahun. Proyek layak pada koefisien 1,1 yaitu NPV = Rp 523.224.445,- > 0 dan ROR = 14,5509% > MARR = 12%. Nilai harga jual minimal dengan masa pengembalian angsuran selama 10 tahun dan bunga 12% rumah tipe 45 sebesar Rp 427.290.972,- dengan angsuran per bulan tetap sebesar Rp 6.192.674,- dan rumah tipe 36 sebesar Rp 343.995.778,- dengan angsuran per bulan tetap sebesar Rp 4.985.487,-. Dari analisis sensitivitas proyek layak jika suku bunga < 12%.
Tinjauan Pemulihan Kapasitas Kuat Lentur Balok Beton Ringan (Beragregat Kasar Pecahan Genteng) Bertulang Pasca Bakar dengan Variasi Waktu Water Curing Rahmat, Dwi Nur; Mediyanto, Antonius; Prayitno, Slamet
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.327 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36918

Abstract

Beton ringan adalah suatu terobosan inovatif pengembangan beton, dengan mengganti komponen aggregat kasar dengan ALWA (Artificiall Lightweight Coarse Aggregate). Dalam penelitian ini ALWA yang digunakan adalah pecahan genteng sokka Kebumen. Tujuan penelitian adalah mengatahui tingkat pemulihan kekuatan beton ringan pasca bakar ditinjau dari kapasitas kuat lentur dengan variasi waktu water curing. Benda uji yang digunakan memiliki dimensi 170 x25 x12 cm sebanyak 15 benda uji. Proses pembakaran dilakukan tungku bakar tertutup dengan temperatur maksimum 500°C di Bayat, Klaten. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kekuatan kepasitas kuat lentur rata-rata setelah beton mengalami proses perawatan ulang selama 28x24 jam, 42x24 jam, dan 56x24 jam. Berturut-turut hasilnya 0.9602 ton.m, 1.0452 ton.m dan 1.1132 ton.m; dan mengalami peningkatan berturut-turut sebesar; 5.61 % 14.95 % dan 22.43%.
KAJIAN KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANGAN BAMBU PETUNG TAKIKAN TIPE "V" DENGAN JARAK 6 DAN 7 CM Dhimas Andrian; Agus Setiya Budi; Endah Safitri
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.01 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37381

Abstract

Pada era globalisasi ini pertumbuhan penduduk meningkat sangat pesat seperti di Indonesia. Dengan meningkatnya jumlah penduduk maka meningkat pula kebutuhan perumahan. Kebutuhan penggunaan beton bertulang pun akan semakin meningkat seiring dengan semakin banyaknya permintaan pembangunan perumahan. Hal ini akan meningkatkan kebutuhan tulangan baja sebagai komponen utama struktur bangunan, sedangkan ketersediaan bahan dasar pembuatan baja (bijih besi) akan semakin terbatas karena merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, otomatis harga tulangan baja pun akan ikut meningkat karena menjadi langka untuk ditemui. Oleh sebab itulah perlu diupayakan mencari alternatif baru pengganti tulangan baja pada beton. Para ahli struktur dunia telah meneliti kemungkinan penggunaan bahan lain yaitu dengan memanfaatkan bambu sebagai tulangan beton. Bambu dipilih sebagai tulangan alternatif beton karena merupakan produk hasil alam yang renewable, murah, mudah ditanam, pertumbuhan cepat, dapat mereduksi efek global warming serta memiliki kuat tarik sangat tinggi yang dapat dipersaingkan dengan baja. Bambu mempunyai kekuatan tarik yang cukup tinggi, antara 100 - 400 MPa, setara dengan ½ sampai ¼ dari tegangan ultimate besi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis berapa kapasitas lentur balok beton bertulangan bambu petung takikan tipe "v" dengan jarak takikan 6 dan 7 cm.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total benda uji 12 buah. Benda uji yang digunakan adalah balok beton berukuran 110 x 150 x 1700 mm. Tiga buah menggunakan tulangan baja, enam buah menggunakan tulangan bambu petung dengan dimensi 1650 x 20 x 5,2 mm menggunakan takikan tipe "V" dengan jarak takikan 6 dan 7 cm, dan tiga buah tanpa tulangan. Mutu beton yang direncanakan adalah fc' = 17,5 MPa. Uji lentur dilakukan pada umur 28 hari dengan metode two point loading. Ditinjau dari kapasitas lenturnya, momen hasil pengujian balok beton dengan tulangan bambu petung dengan takikan 6 cm memiliki kapasitas lentur setara dengan 82,22% sedangkan balok beton dengan tulangan bambu petung dengan takikan 7 cm memiliki kapasitas lentur setara dengan 70,91% terhadap balok dengan tulangan baja polos diameter 8 mm. Pola keruntuhan pada balok beton dengan tulangan baja maupun pada balok beton dengan tulangan bambu petung takikan tipe V dengan jarak takikan 6 dan 7 cm terletak antara 1/3 bentang tengah. Keruntuhan yang demikian termasuk dalam keruntuhan lentur.
KUAT LENTUR, TOUGHNESS, DAN STIFFNESS PADA BETON RINGANTEKNOLOGI FOAM DENGAN BAHAN TAMBAH SERAT ALUMINIUM Purnawan Purnawan; Agus Setiya Budi; Kunto Dwi Wicaksono
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2014): Juni 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.755 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i2.37443

Abstract

Lightweight concrete foam technology obtained by adding foam agent (liquid foam) into the concrete mix. The primacy the use oflightweight concrete is to reduce the burden of the concrete itself is categorized as a dead load on the structure calculations. Lightweightconcrete can be planned to meet the same strength of normal concrete. The purpose of this study to determine the extent of the effect ofadding aluminium to fiber density, flexural strength, tougness and stiffness of lightweight foam concrete fiber aluminium. The methodused is an experimental method in the laboratory of the Sebelas Maret University. Flexural strength values mean the lightweightfoam concrete without fiber at 1.04 MPa, while the lightweight foam concrete fiber fiber percentage of aluminium with 0.25%, 0.5%and 1% respectively of 1.32 MPa; 1.62 MPa dan 1.08 MPa. Value of the average toughness of the lightweight foam concrete withoutfiber at 0.66 kNmm, while the lightweight foam concrete fiber fiber percentage of aluminium with 0.25%, 0.5% and 1% respectivelyof 0.91 kNmm; 1.14 kNmm dan 0.69 kNmm. Stiffness of lightweight concrete median percentage of fiber fibrous aluminium with0%, 0.25%, 0.5%, and 1% respectively - also is 5.04 kN/mm; 5.91 kN/mm; 7.24 kN/mm and 5.89 kN/mm.
Pengaruh Penambahan Serat Bendrat dengan Fly Ash pada Beton Mutu Tinggi Metode Dreux Terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah dan Modulus Elastisitas Slamet Prayitno; Endang Rismunarsi; Arief Budi Santoso
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.442 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37260

Abstract

Disebabkan perkembangan zaman, struktur bangunan mengalami perkembangan yang sangat pesat. Struktur beton bertulang merupakan salah satu struktur yang sangat diandalkan kekuatannya saat ini dan banyak dimanfaatkan pada pembangunan gedung-gedung tinggi, jembatan dengan bentang panjang, tower dan sebagainya. Struktur demikian membutuhkan beton mutu tinggi dengan kuat tekan lebih besar dari 6000 psi atau 41,4 MPa yang digunakan untuk menopang komponen struktur. Dengan demikian perlu adanya peningkatan mutu beton dengan langkah menambahkan serat pada beton segar, maka dipilihlah bahan tambah serat bendrat yang berasal dari bahan limbah kabel listrik atau daur ulang yang tidak bermanfaat, untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan tambah yang bertujuan meningkatkan kuat tekan beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat bendrat terhadap sifat-sifat mekanik beton berupa kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas. Metode yang digunakan adalah pengamatan secara eksperimental dan kemudian dilakukan analisis secara teoritis untuk mendukung kesimpulan akhirnya. Benda uji berupa silinder 15cmx30cm untuk pengujian kuat tekan, kuattarik belah dan modulus elastisitas.Alat yang digunakan untuk pengujian adalahCTM (Compression Testing Machine).Hasil dari penelitian ini adalah peningkatan nilai kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas beton mutu tinggisetelah ditambah serat bendratpada kadar 1% dari berat volume.Penambahan kadar seratsebesar 1% menghasilkan peningkatan kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas berturut-turut sebesar 11,79%; 64,10%; dan 258,21% dibandingkan dengan beton mutu tinggi tanpa serat.
ANALISIS TEKNIS DAN FINANSIAL PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN U-RESIDENCE 3 KARAWACI TANGERANG SELATAN Hestu Prasetya; Fajar Sri Handayani; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.693 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36729

Abstract

Pembangunan suatu proyek perlu dilakukan studi kelayakan untuk menghindari keterlanjuran investasi modal. Studi kelayakan yang dilakukan meliputi analisis dari segi teknis dan segi finansial pembangunan proyek. Salah satu proyek yang memerlukan perhitungan investasi adalah proyek pembangunan apartemen. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kelayakan pada proyek Pembangunan Apartemen U-Residence 3 Karawaci, Tanggerang Selatan.Penelitian ini dilakukan analisis teknis dan finansial pembangunan proyek. Analisis dari segi teknis dilakukan dengan menganalisis pemenuhan lahan parkir untuk penghuni apartemen. Kelayakan segi finansial digunakan dengan analisis aliran kas proyek dengan 4 jenis parameter kelayakan investasi yaitu Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR) dan analisis sensitivitas. Perubahan parameter untuk analisis sensitivitas yaitu tingkat okupansi, tingkat suku bunga dan penurunan harga jual unit.Hasil analisis kelayakan proyek dari segi teknis menunjukkan hasil layak karena telah tersedia 1329 Satuan Ruang Parkir (SRP) melebihi dari syarat minimal yang dibutuhkan yaitu 299 Satuan Ruang Parkir (SRP). Analisis dari segi finansial menunjukkan hasil layak dengan Net Present Value (NPV) sebesar Rp58.481.078.979, Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 1,10, dan Internal Rate of Return (IRR) 15,98 % yang lebih besar dari MARR 11,8%. Analisa sensitivitas menunjukkan proyek tidak layak pada saat tingkat okupansi dibawah 91%, tingkat suku bunga di atas 15,9% dan harga jual diturunkan lebih dari 10,5% dari harga awal.
PENGGUNAAN DRAINASE VERTIKAL SATU ARAH PADA TANAH LUNAK DENGAN VARIASI DIAMETER KOLOM PASIR Wildan Priya Wicaksana; Bambang Setiawan; Niken Silmi Suryandari
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.518 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i1.36530

Abstract

Lapisan tanah lunak sering menimbulkan berbagai permasalahan, misalnya pada proses pelaksanaan konstruksi timbunan yang berada diatas lapisan tanah lunak. Waktu penurunan yang relatif lama menjadi salah satu masalah dalam pekerjaan timbunan. Metode yang sering digunakan sebelum pelaksanaan konstruksi dimulai yaitu dengan penggunaan drainase vertikal dengan tujuan untuk mempercepat proses konsolidasi. Prinsip kerja dari sistem ini adalah dengan terbentuknya saluran drainase kearah vertikal (terjadi proses konsolidasi satu dimensi) sehingga diperoleh lintasan pengaliran di dalam tanah. Penelitian ditujukan untuk melihat perilaku penambahan kolom pasir sebagai drainase vertikal pada tanah lunak yang dilihat dari besar penurunan per hari dan penurunan secara akumulatif selama 4 minggu atau 28 hari dengan variasi diameter pada permodelan segi empat diameter 65 mm, permodelan segi empat diameter 40 mm, dan tanpa drainase vertikal. Pengujian diantaranya penurunan, kadar air, dan konsolidasi. Penurunan paling cepat terjadi pada permodelan diameter 65 mm yaitu lebih besar 31,04 % dan 40,74% dari permodelan segi empat diameter 40 mm dan pemodelan tanpa drainase vertikal. Penurunan permukaan yang terjadi diiringi dengan meningkatnya kadar air pasir dan turunnya kadar air tanah lunak yang nilainya berbanding lurus dengan besarnya penurunan yang dialami. Hasil uji konsolidasi memperlihatkan nilai indeks pemampatan (Cc) dan koefisien konsolidasi (Cv) pada permodelan segi empat diameter 65 mm paling tinggi diantara pemodelan lainnya. Nilai Cc dan Cv untuk permodelan segi empat diameter 65 mm permodelan segi empat diameter 40 mm dan tanpa drainase vertikal berturut-turut didapat sebesar 0,794 dan 0,056 cm2/detik, 0,756 dan 0,054 cm2/detik serta 0,728 dan 0,049 cm2/detik. Penambahan drainase vertikal pada tanah lunak dapat mempercepat proses penurunan tanah lunak, dan menggunakan variasi segie empat dengan diameter 60 mm memberikan kinerja yang paling efektif.
PENGARUH PANJANG SAMBUNGAN LEWATAN TULANGAN BAJA POLOS PADA BALOK BETON BERTULANG TERHADAP UJI LENTUR Prayitno, Slamet; Rismunarsi, Endang; Asidiq, Azis
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.96 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37047

Abstract

Beton merupakan salah satu faktor penting dalam dunia konstruksi, penggunaan beton masih banyak digunakan dalam dunia konstruksi karena biaya murah, gampang ditemukan dan penggunaan di lapangan. Salah satu masalah yang yang terjadi pada beton yaitu panjang besi tulangan yang dibatasi oleh pabrik, untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukan penyambungan besi tulangan. Penyambungan besi tulangan pada beton harus diperhitungkan dengan teliti dan juga cermat. Selain itu, dengan memperhitungkan sambungan besi tulangan pada balok juga dapat menghemat anggaran biaya dalam suatu proyek. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Panjang Sambungan Lewatan Tulangan Baja Polos Sepanjang 250 mm, 275 mm, dan 300 mm Pada Balok Beton Bertulang Terhadap Uji Lentur. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Pengujian kuat tekan beton menggunakan alat Compression Testing Machine (CTM) dan pengujian kuat lentur menggunakan alat Bending Machine Test. Benda uji berupa silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm berjumlah 4 buah untuk pengujian kuat tekan dan berupa balok tulangan polos dengan dimensi 80 mm x 120 mm x 1100 mm untuk pengujian kuat lentur. Benda uji balok menggunakan variasi panjang sambungan lewatan 250 mm, 275 mm, 300 mm dan tulangan utuh dengan jumlah 3 benda uji untuk tiap variasi. Perhitungan yang digunakan adalah analisis berdasarkan SNI dan analisis statistik ditunjukkan dengan regresi linear menggunakan program Microsoft Excel. Dari pengujian balok tulangan polos mendapatkan hubungan antara momen nominal kuat lentur pada kondisi retak pertama dan panjang sambungan lewatan berdasarkan hasil regresi linier menghasilkan persamaan y = 0,1312x + 2,0309. Hubungan antara momen nominal kuat lentur pada kondisi runtuh dan panjang sambungan lewatan berdasarkan hasil regresi linier menghasilkan persamaan y = y = 0,4078 + 0,7342. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin panjang sambungan lewatan yang digunakan maka akan meningkatkan nilai momen nominal kuat lentur.
MANAJEMEN STRATEGI DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN INDUSTRI JASA KONSTRUKSI MENGGUNAKAN PROGRAM DELPHI Reska Candra Sutanto; Fajar Sri Handayani
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi alternatif yang tepat bagi kontraktor gred 6 dan 7 di Surakarta dalam menghadapi persaingan industri jasa konstruksi dengan menggunakan program Delphi. Metode penelitian dilakukan terdiri dari kajian literatur, pembuatan desain kuesioner, pengumpulan data, analisis data, dan perancangan program. Kajian literatur dilakukan untuk memperoleh faktor-faktor lingkungan baik internal maupun eksternal, yang nantinya pada analisis data akan dimasukkan ke dalam kategori strength, weakness, opportunity, dan threat. Objek penelitian adalah kontraktor gred 6 dan 7 di Surakarta. Data primer didapat melalui kuesioner dan wawancara dari kontraktor responden. Berdasarkan data yang diperoleh dilakukan analisis SWOT mengenai faktor-faktor lingkungan yang dominan. Formulasi strategi menggunakan Rational Decision Method yang dilakukan melalui tiga tahapan yaitu input stage, matching stage, dan decision stage. Dari hasil analisis data, kemudian dilakukan perancangan program menggunakan program Borland Delphi 2005. Perancangan program dimulai dengan pembuatan database pada microsoft access, pembuatan form dan komponennya, membuat koneksi Delphi dengan database, dan penulisan coding supaya program berjalan sesuai fungsi. Dari hasil formulasi strategi didapat strategi yang paling tepat adalah dengan mempertahankan sistem quality control dan metode konstruksi dengan menerapkan keunggulan biaya menyeluruh serta mempertahankan strategi operasi dalam proses konstruksi dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menjalin hubungan timbal balik yang baik dengan masyarakat.
ANALISIS KARAKTERISTIK DAN TINGKAT PELAYANAN FASILITAS PEJALAN KAKI DI KAWASAN PASAR GEDE KOTA SURAKARTA Irawan, Benny; Mahmudah, Amirotul MH; Legowo, Slamet Jauhari
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.445 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36934

Abstract

Jalur pejalan kaki merupakan salah satu wadah atau ruang yang digunakan para pejalan kaki untuk melakukan aktivitas dan untuk memberikan pelayanan kepada pejalan kaki sehingga dapat meningkatkan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan. Lokasi penelitian di Kawasan Pasar Gede, Surakarta. Tujuan dari penelitian tersebut adalah mengetahui karakteristik pergerakan pejalan kaki eksisiting, mengetahui hubungan antar variabel pergerakan pejalan kaki, serta mengetahui kapasitas dan tingkat pelayanan fasilitas pejalan kaki. Survei untuk mendapatkan data dilakukan dengan teknik manual dalam pengamatan di lapangan. Sedangkan metode analisis yakni dengan menggunakan metode Greenberg. Dalam menentukan tingkat pelayanan fasilitas pejalan kaki, pada penelitian ini digunakan 3 standar yaitu standar tingkat pelayanan fasilitas pejalan kaki menurut Peraturan Menteri Perkerjaan Umum Nomor : 03/PRT/M/2014, standar tingkat pelayanan fasilitas pejalan kaki dari Bangkok, Thailand dan standar tingkat pelayanan dari Australia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karateristik pergerakan pejalan kaki eksisting menunjukkan nilai arus yang lebih kecil dibanding dengan nilai kapasitas/arus maksimum dari grafik hubungan antara arus dan kepadatan dari metode Greenberg. Hubungan antar variabel pergerakan pejalan kaki dengan metode Greenberg menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) yang terbesar pada hubungan antara Kecepatan dan Kepadatan dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar (-0,889). Tingkat pelayanan fasilitas pejalan kaki di kawasan Pasar Gede, menurut standar LOS dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No: 03/PRT/M/2014 dan Standar LOS dari Bangkok, Thailand tingkat pelayanan termasuk dalam rentang kategori A dan B Sedangkan standar LOS dari Australia tingkat pelayanan termasuk dalam rentang kategori A, B dan C.

Page 9 of 96 | Total Record : 953