Articles
118 Documents
ANALISIS PERBANDINGAN EFEKTIVITAS METODE KONVENSIONAL DAN BIM AUTODESK REVIT DALAM PERENCANAAN KONSTRUKSI GEDUNG
Putu Aryastana;
I Wayan Gde Erick Triswandana;
Putu Agus Sepiantara
Matriks Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v13i2.107648
Building Information Modeling (BIM) provides a significant improvement in efficiency, accuracy, and coordination compared to conventional 2D-based methods in construction planning and cost estimation. This study employs a descriptive quantitative approach with a comparative method to analyze the effectiveness of conventional and BIM-based methods using Autodesk Revit software in preparing the Quantity Take Off (QTO), Bill of Quantity (BOQ), and Cost Budget Plan (RAB) for the Kerobokan Traditional Village Office Building project in Bali. The secondary data include architectural, structural, and utility design drawings, as well as the 2022 Work Unit Price Analysis (AHSP). The findings indicate that the implementation of BIM reduces project preparation time by 37.72% compared to the conventional method. Furthermore, volume discrepancies were found in concrete work (11.63%), formwork (-5.99%), and reinforcement (36.26%) due to differences in modeling and measurement principles. These results highlight BIM’s crucial role in enhancing estimation accuracy, time efficiency, and design adaptability, particularly in government building projects that must comply with the Ministry of Public Works Regulation No. 22 of 2018 on Cost Budgeting Guidelines.Keywords: autodesk Revit; BIM; BOQ; cost estimation; QTO.
ANALISIS DESAIN OVERLAY PADA JALAN NASIONAL BERDASARKAN METODE MANUAL DESAIN PERKERASAN JALAN 2017 (Studi Kasus: Jalan Lingkar Demak)
Ary Setiawan; Suryoto Suryoto; Nabil Asnu Muhammad Athallahriq
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 3 (2023): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i3.71854
Kabupaten Demak merupakan salah satu daerah dengan tingkat lalu lintas yang cukup tinggi dikarenakan kabupaten ini berada di tengah-tengah Kota Semarang dan Kabupaten Kudus sehingga peran Jalan Lingkar Demak cukup vital dalam menghubungkan antarkota di Jawa Tengah. Tingkat jumlah kendaraan pribadi maupun niaga yang melintas di atasnya memiliki tingkat yang cukup tinggi karena Jalan Lingkar Demak merupakan jalan penghubung Kota Semarang dengan kabupaten yang berada di bagian timur. Ada beberapa perawatan yang biasa dilakukan untuk memperbaiki jalan yang telah rusak, salah satunya adalah penambahan tebal lapis tambah atau overlay. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian desain tebal lapis tambah pada Jalan Lingkar Demak guna mengetahui hasil overlay menggunakan metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017. Dalam penelitian ini, data primer dan data sekunder dikumpulkan sebagai data yakni profil jalan yang didapat langsung dari pengamatan di lapangan, data lalu lintas harian rata-rata (LHR), Falling Weight Deflectometer (FWD), dan International Roughness Index (IRI). Hasil analisis ruas Jalan Lingkar Demak STA 0+000 – 6+930 dengan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 berdasarkan analisis lengkung lendutan diperoleh tebal overlay tipis paling tinggi 50 mm dan tebal overlay tebal 0 mm, berdasarkan analisis lendutan maksimum diperoleh tebal overlay sebesar 0 mm.
EVALUASI NILAI KONDISI PERKERASAN JALAN NASIONAL DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) (Studi Kasus: Simpang 3 Lingkar Kudus Timur – Batas Kabupaten Pati / Kudus, Jalan Lingkar Pati, dan Wangon – Menganti)
Setyawan, Ary;
Handayani, Fajar Sri;
Pramono, Pilang Maharani
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i1.64687
Penurunan kondisi jalan mempengaruhi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Perlu dilakukan penilaian secara rutin untuk kondisi fungsional perkerasan. Evaluasi kondisi fungsional dilakukan untuk menjaga kualitas pelayanan jalan tetap baik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi fungsional pada ruas Jalan Simpang 3 Lingkar Kudus Timur – Batas Kabupaten Pati/Kudus, Lingkar Pati, dan Wangon – Menganti dengan menggunakan mobil Hawkeye 2000 yang menghasilkan data Pavement Condition Index (PCI). Nilai kondisi fungsional ruas Jalan Simpang 3 Lingkar Kudus Timur – Batas Kabupaten Pati/Kudus jalur kanan dan jalur kiri; Lingkar Pati jalur kanan dan jalur kiri; serta Wangon - Menganti jalur kanan dan jalur kiri sebesar 65,1378 (Fair) dan 68,0165 (Fair); 62,7913 (Fair) dan 75,6725 (Satisfactory); serta 82,2868 (Satisfactory) dan 82,1614 (Satisfactory).Kata Kunci : Evaluasi Jalan, Hawekey 2000, Kondisi Fungsional Jalan, Pavement Condition Index.
Kajian Waktu Ikat Beton dengan Variasi Retardex Cair sebagai Retarder Beton
Wibowo, Wibowo;
Safitri, Endah;
Putri, Angela Ayu
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i2.75643
Perkembangan di bidang konstruksi dapat didukung dengan perkembangan material yang digunakan, salah satunya beton. Beton ready-mix yang diproduksi di luar lokasi pengecoran memerlukan waktu distribusi yang akan berpengaruh pada workabilitas beton sehingga diperlukan retarder untuk memperlambat waktu ikat beton dan mempertahankan workabilitas beton segar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan variasi kadar Retardex cair terhadap waktu ikat beton. Kadar Retardex cair yang digunakan adalah 0%; 0,20%; 0,25%; 0,30%; 0,35%; 0,40%; 0,45%; dan 0,50% berat semen. Benda uji waktu ikat beton menggunakan mortar yang dituang ke dalam cetakan kubus berukuran 20 cm × 20 cm × 20 cm dengan ketinggian benda uji minimal 14 cm dan dilakukan penetrasi dengan alat penetrometer. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan Retardex cair dapat memperlambat waktu ikat (setting time) beton seiring dengan peningkatan kadar Retardex cair yang digunakan. Penggunaan Retardex cair dengan kadar 0,35%, 0,40%, 0,45%, and 0,50% berat semen memenuhi parameter waktu ikat beton sebagai bahan tambah Tipe B, Tipe D, dan Tipe G menurut ASTM C 494/494 M.
ANALISIS KONSEP NILAI HASIL PADA PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN PENGHUBUNG DESA SAMBI KABUPATEN BOYOLALI MENGGUNAKAN PROGRAM PRIMAVERA 6.0
Setiono Setiono;
Inas Hasna Muthiah;
Muji Rifai
Matriks Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v12i2.84229
Infrastructure in Indonesia is progressing rapidly, especially in terms of increasing toll roads and the number of national airports. In the implementation of construction projects, construction management plays an important role, especially in managing costs and time. The Sambi Village Connecting Bridge as one of the infrastructure development projects also has a crucial role in supporting the economic, social, and cultural sectors in the area. The novelty of this research can be seen in terms of research time, research location, and research object in the form of a bridge. The purpose of this research is to evaluate cost and time forecasts, and determine whether the project will generate profits or losses. In this research, a descriptive analysis method is used which involves collecting, processing, and analyzing data. The concept of earned value was also used to control the cost and time of the project, and was applied through the Primavera 6.0 program. The results of the analysis show that the estimated total project completion time exceeds the planned time, and the use of Primavera 6.0 program can improve the efficiency of the project schedule and cost. In addition, this analysis can also be applied to ongoing projects to evaluate contractor performance. Through this research, recommendations can be drawn to improve the efficiency of project schedules and costs, as well as to evaluate contractor performance on ongoing projects.
Analisis Manajemen Risiko Kecelakaan Kerja Pada Pekerjaan Fondasi dan Pile Cap Proyek Konstruksi Jembatan Beton dengan Standar AS/NZS 4360 : 2004.
Widi Hartono; Dewi Handayani; Azharia Nur Hapsari
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 3 (2023): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i3.76705
Jembatan merupakan salah satu infrastruktur penting. Pada proyek pembangunan suatu jembatan terdiri atas dua bagian, yaitu pekerjaan struktur bawah dan pekerjaan struktur atas. Di dalam setiap proyek pembangunan jembatan pasti berkaitan erat dengan risiko kecelakaan kerja. Setiap pekerjaan memiliki risiko kecelakaan kerja yang berbeda- beda diantaranya pada pekerjaan struktur bawah jembatan. Salah satu pekerjaan struktur bawah jembatan yang memiliki potensi risiko yang cukup tinggi adalah pekerjaan fondasi dan pile cap. Oleh karena itu, perlu untuk mengetahui risiko kecelakaan kerja paling dominan pada pekerjaan fondasi dan pile cap, cara penanganan, serta cara pencegahan yang tepat dari risiko paling dominan tersebut. Penelitian ini menggunakan Australian / New Zealand Risk Management Standard (AS/NZS) 4360: 2004 sebagai pedoman dalam menganalisis risiko kecelakaan kerja yang ada. Pada penelitian ini dilakukan pengambilan data dengan metode studi literatur, metode penyebaran kuesioner, dan wawancara. Data hasil kuesioner yang diperoleh akan melewati tiga tahap analisis yaitu analisis frekuensi, analisis dampak, dan analisis nilai risiko untuk memperoleh hasil penelitian yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan risiko paling dominan yang terjadi adalah risiko kecelakaan kerja pada saat pekerjaan pengangkutan tiang pancang dengan rata- rata nilai risiko sebesar 5,53 dan tergolong ke dalam level risiko “Medium risk” yaitu sedang. Untuk menanggulangi risiko paling dominan tersebut dapat dilakukan upaya pencegahan diantaranya melaksanakan dan memenuhi standar safety menurut aturan yang berlaku, melakukan pemeriksaan alat dan bahan, serta kondisi lokasi sebelum dilakukan pekerjaan pengangkutan tiang pancang ke titik yang dituju, dan memberikan konsekuensi atau hukuman bagi para pelanggar aturan yang berlaku termasuk aturan safety dalam suatu proyek. Penanganan yang direkomendasikan oleh peneliti adalah melakukan pertolongan pertama pada pekerja yang mengalami kecelakaan kerja yang sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Setelah itu dilakukan investigasi atas risiko yang terjadi dan dilakukan upaya penanganan risiko kecelakaan kerja supaya tidak terjadi lagi.Kata kunci : Safety, Risiko, Jembatan, Fondasi, Pile ca
EVALUASI KINERJA HALTE BATIK SOLO TRANS (BST) MENGGUNAKAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) (Studi Kasus : Ruas Jalan Contraflow Brigjen Slamet Riyadi)
Budi Yulianto; Amirotul Musthofiah H.M.; Alya Syahira Sidharta
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i4.76050
Halte bus adalah tempat berhentinya kendaraan bermotor umum untuk menaikturunkan penumpang. Salah satu angkutan umum yang ada di Kota Surakarta adalah Bus Batik Solo Trans (BST). namun masih didapati ketidakmerataan bentuk bangunan halte dan kurang meratanya perawatan fasilitas pada halte. Kemudian dilakukan evaluasi kinerja dan kualitas pelayanan di 9 halte Bus BST yang terletak di ruas contraflow Jalan Brigjen Slamet Riyadi untuk mengetahui kinerja dan pelayanan halte BST menurut penumpang, diproses dengan Importance Performance Analysis (IPA), kemudian didapat prioritas perbaikan atribut yang dibutuhkan pada Kuadran I. Berdasarkan hasil analisis, tingkat kesesuaian antara kepuasan dan harapan sebesar 80,79%, kinerja halte dapat memuaskan pengguna. Dari 13 atribut pada kuesioner yang diolah menggunakan metode IPA, dihasilkan 4 atribut berada di kuadran I, 4 atribut di kuadran II, 3 atribut berada di Kuadran III, dan 2 atribut berada di Kuadran IV pada kuadrandan 2 atribut pada kuadran IV.
Kajian Kuat Tekan Beton Bubuk Reaktif Mutu Tinggi dengan Silica Fume 15% dan Variasi Pasir Kuarsa
Wibowo, Wibowo;
Safitri, Endah;
Azizah, Tarisa
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i1.63690
Beton dituntut untuk mempunyai kuat tekan yang tinggi dan kinerja yang baik, tahan di segala kondisi, ramah lingkungan, dan efisien. Beton bubuk reaktif merupakan salah satu inovasi beton yang tidak menggunakan agregat kasar sebagai komponen penyusunnya. Agregat kasar digantikan oleh agregat halus yang dapat meningkatkan homogenitas campuran, kepadatan beton, dan menghasilkan beton mutu tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi pasir kuarsa terhadap nilai kuat tekan beton bubuk reaktif mutu tinggi. Eksperimental merupakan metode pada penelitian ini. Rancangan campuran beton menggunakan variasi pasir kuarsa 0%; 15%; 20%; 25%; 30%; 35%; dan 40%. Benda uji adalah silinder diameter 7,5 cm dan tinggi 15 cm. Uji kuat tekan beton menggunakan Compression Testing Machine. Pengujian dilakukan setelah benda uji berumur 28 hari. Benda uji memenuhi syarat sebagai beton mutu tinggi karena hasil kuat tekannya melebihi 41,4 MPa. Hasil pengujian kuat tekan beton bubuk reaktif dengan variasi pasir kuarsa 0%; 15%; 20%; 25%; 30%; 35%; dan 40% masing-masing sebesar 69,18 MPa; 75,18 MPa; 76,78 MPa; 79,98 MPa; 85,58 MPa; 82,78 MPa; dan 77,98 MPa. Nilai maksimum kuat tekan beton bubuk reaktif didapatkan pada kadar pasir kuarsa 30% dari berat agregat.
STUDI PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK PRODUK LOKAL TERHADAP KADAR DO, COD DAN BOD PADA AIR LIMBAH TAHU
Levita Chrisnelta Lomban; Budi Utomo; Koosdaryani Soeryodarundio
Matriks Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v12i2.77913
Peningkatan kegiatan industri tahu menyebabkan terjadinya peningkatan pada limbah yang dihasilkan. Air limbah tahu mengandung bahan organik berbahaya, sehingga diperlukan pengolahan terlebih dahulu untuk memenuhi baku mutunya agar tidak mencemari lingkungan. Pada penelitian ini, peneliti ingin menggunakan probiotik produk lokal untuk meningkatkan kandungan oksigen yang sudah ada serta mengurangi kandungan BOD dan COD yang terkandung pada limbah. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian eksperimen murni dengan metode analisis data yaitu metode deskriptif kuantitatif yang mendeskripsikan, meneliti, menyajikan data dalam bentuk grafik atau diagram, tabel serta angka untuk menarik kesimpulan berdasarkan percobaan di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa probiotik memberikan perubahan pada parameter air limbah tahu. Hasil pengujian DO menunjukkan pada perbandingan 1:2 campuran ALT dan probiotik naik menjadi 2,52 mg/l saat 8 jam. Pada perbandingan 1:2 campuran ALT-N dan probiotik juga naik menjadi 3,65 mg/l saat 6 jam. Kadar COD dan BOD pada ALT juga turun menjadi 49,296 mg/l dan 97,34 mg/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa probiotik lokal mampu meningkatkan kadar DO serta menurunkan kadar COD dan BOD pada air limbah tahu.Kata Kunci : air limbah tahu, BOD, COD, DO, probiotik lokal
Analisis Percepatan Konsolidasi Tanah Lunak dengan Metode Preloading Menggunakan Software GeoStudio 2018 R2
Bambang Setiawan;
Galuh Chrismaningwang;
Dicky Adi Denaldi
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 3 (2023): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i3.67579
Prasarana transportasi yang sering digunakan di Indonesia salah satunya adalah jalan. Konstruksi jalan yang dilaksanakan di atas tanah yang labil menyebabkan kondisi jalan rentan terhadap kerusakan. Terbatasnya jumlah lahan dengan jenis tanah yang sesuai menyebabkan konstruksi dilakukan di lahan bermasalah. Pembangunan di lahan dengan tanah bermasalah perlu dilakukan perbaikan dalam upaya meningkatkan kualitas tanah yang bermasalah guna mengurangi potensi kerusakan jalan akibat tanah dasar yang bermasalah. Upaya yang dilakukan untuk analisis perbaikan tanah salah satunya adalah perhitungan dibantu dengan software.Penelitian ini berfokus tentang bagaimana mengatasi konsolidasi tanah lunak menggunakan metode preloading dan mendesainnya menggunakan software GeoStudio. Hasil analisis yang dibantu dengan software akan dibandingkan dengan perhitungan sebelum perbaikan dilakukan. Analisis SIGMA/W dan SLOPE/W menggunakan GeoStudio akan dilakukan dengan menggunakan dua jenis timbunan yang kemiringannya yang berbeda.Hasil dan temuan pada penelitian ini adalah perhitungan penurunan tanah akibat timbunan dengan metode konvensional menghasilkan penurunan tanah sebesar 1,70 meter untuk timbunan 1 V:1,5 H dan 1,69 meter untuk timbunan 1 V:2 H,sedangkan perhitungan dengan menggunakan software menghasilkan penurunan 1,39 meter untuk timbunan 1 V:1,5 H dan 1,30 meter untuk timbunan 1 V:2 H.Kata Kunci: GeoStudio, perbaikan tanah lunak, prapembebanan.