Articles
118 Documents
Analisis Kinerja Simpang Bersinyal Nonongan Menggunakan Program Simulasi PTV VISSIM
Yulianto, Budi;
Setiono, Setiono;
Alissaditamtya, Fatin
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i1.53318
Simpang bersinyal Nonongan merupakan simpang yang terpengatuh oleh sistem contra flow bus lane di Jalan Slamet Riyadi. Melihat kenyataan tersebut maka penelitian ini diperlukan untuk mengetahui kinerja transportasi dimana mengingat kondisi jalan tersebut adalah jalan utama dan memiliki volume arus lalu lintasnya cukup tinggi. Untuk mereplikasi agar sesuai kondisi di lapangan digunakannya program simulasi PTV VISSIM. Survei yang dibutuhkan adalah traffic counting yang berupa data volume, distribusi pergerakan, dan komposisi jenis kendaraan. Tahap kalibrasi dan validasi dilakukan dengan maksud agar model mendekati kenyataan di lapangan. Kalibrasi dilakukan dengan uji statistik GEH terhadap arus lalu lintas di pendekat simpang untuk mengetahui mengetahui apakah model tersebut sudah terkalibrasi. Sementara, validasi dilakukan dengan uji T-Student yang mengunakan parameter panjang antrian maksimum tiap interval 10 menit dan uji perbedaan relatif terhadap waktu perjalanan light vehicle untuk mengetahui apakah model telah tervalidasi.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA KONSTRUKSI STRUKTUR ATAS JEMBATAN
Hartono, Widi;
Handayani, Dewi;
Prakusya, Muhammad Bara
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i1.71133
Cedera akibat kerja di Indonesia memiliki angka yang besar yaitu 243.000 pada tahun 2021. Jumlah ini meningkat sebesar 5,6% dibandingkan pada tahun 2020 dengan tingkat cedera akibat kerja sebesar 221.000. Kepatuhan terhadap peraturan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) selama proses konstruksi akan mengurangi risiko kecelakaan kerja dari aktivitas berisiko tinggi menjadi aktivitas berisiko rendah, risiko sedang, dan bahkan risiko rendah. Meskipun penerapan peraturan ini memerlukan biaya tambahan, namun biaya yang dikeluarkan untuk kecelakaan kerja jauh lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan apabila terjadi kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi risiko yang dapat membahayakan keselamatan pekerja dalam proyek konstruksi bangunan atas jembatan. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari wawancara dan kuisioner kepada responden, kemudian data sekunder yang diperoleh dari data proyekHasil analisis menunjukkan risiko kecelakaan kerja yang paling besar adalah kegiatan pemasangan balok girder. Rekomendasi untuk penangan risiko diperloeh dari hasil analisis terhadap regulasi yang ada dan wawancara dengan ahli.
PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PEMBANGUNAN GEDUNG PASCASARJANA UPI DENGAN METODE MODULAR PADA DINDING
Ary Setyawan;
Gabriella Angelisa Claudia;
Fajar Sri Handayani
Matriks Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v12i2.77640
The Indonesian University of Education faced project delays that had an impact on the budget and timing of the Postgraduate Building's development. The UPI Postgraduate Building is being constructed using traditional methods, which results in a lengthy amount of work. The aforesaid issue might have a solution in the modular approach. The modular approach can swiftly meet significant customer demands since it has a production technique for creating components that are mass-produced. The conventional method's implementation costs and timeline are being contrasted with the modular method's implementation costs and timeline. The cost and construction time of traditional walls and modular walls which use precast concrete materials and lightweight concrete panels are compared for wall components. To make the optimal decision, the analysis was done using the comparison technique and the cost-effectiveness analysis approach. From the results of the analysis, the use of precast concrete and lightweight concrete panels experienced cost inefficiencies of 17.92% and 11.75% but were able to save time 62.03% and 34.78% respectively. Based on the Cost Effectiveness Analysis, an alternative material that was a more cost-effective choice was precast concrete walls.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK PRODUK LOKAL PADA AIR LIMBAH TAHU TERHADAP KADAR DO DAN PERTUMBUHAN TANAMAN HIDROPONIK
Budi Utomo;
Siti Qomariah;
Ekshananda Novita Ningrum
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 3 (2023): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i3.76801
Industri kecil dan menengah di Indonesia makin meningkat. Salah satu industri yang berkembang adalah industri tahu. Industri tahu makin diminati karena tingginya permintaan tahu di pasar. Kedelai sebagai bahan baku merupakan sumber protein yang banyak diminati di Indonesia. Banyaknya industri tahu maka makin banyak pula limbah yang akan terbuang. Limbah tahu terbagi menjadi padat dan cair. Limbah padat yang berbentuk ampas biasanya diolah menjadi tempe gembus dan pakan ternak. Limbah cair yang dihasilkan masih terbuang sia-sia. Limbah tahu mengandung polutan yang jika dibuang langsung dapat mencemari air sungai. Selain mengandung polutan air limbah tahu juga mengandung senyawa kimia seperti, N-Total, P2O5, dan K2O. Senyawa tersebut dibutuhkan tanaman untuk proses fisiologis dan metabolisme guna meningkatkan laju pertumbuhan tanaman. Pengolahan air limbah tahu yang ditambah probiotik produk lokal yang berfungsi sebagai perombak kandungan organik maupun zat yang ada pada air limbah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar DO dan pengaruh probiotik produk lokal yang telah dicampur dengan air limbah tahu pada pertumbuhan tanaman hidroponik.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen murni. Penelitian pertama dilakukan secara deskriptif yaitu menguji kadar pH dan Dyssolve Oxygen (DO) yang terkandung pada air limbah tahu, dan air limbah tahu yang dicampur probiotik dengan perbandingan 1:1. Kemudian tahap kedua menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tujuh perlakuan konsentrasi yaitu L0 atau kontrol yang menggunakan air murni, L1 hingga L2 perbandingan 1:1. Variasi konsentrasi yang dibuat yaitu 30%, 50%, dan 70% pada setiap perbandingannya. indikator yang diukur yaitu tinggi batang, jumlah daun, lebar daun, dan warna tanaman.
PENGARUH SIRIP DIAGONAL PADA PELAT SETRIP SEBAGAI TULANGAN TARIK LONGITUDINAL BALOK BETON BERTULANG (STUDI KASUS: BALOK BETON BERTULANG MENGGUNAKAN PELAT SETRIP DENGAN SIRIP DIAGONAL)
Muhammad Yani Bhayusukma; Achmad Basuki; Ahya Khairunissa Wibowo
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i4.76707
Pelat setrip merupakan material baja berbentuk potongan memanjang berpenampang persegi panjang, yang mana momen inersianya lebih besar daripada tulangan berpenampang lingkaran ketika besar luas penampangnya sama. Penelitian ini menggunakan pelat setrip sebagai alternatif pengganti baja tulangan ulir konvensional pada tulangan tarik longitudinal balok beton bertulang. Benda uji yang diamati berupa balok beton bertulang berdimensi 150 × 200 × 2400 mm dengan variasi tulangan tarik longitudinal pelat setrip 4 × 30 mm dengan sirip diagonal (PS.4.30.D) dan variasi baja ulir diameter 13 mm (BJTU.D13). Pengujian lentur balok dilakukan dengan metode third-point loading hingga balok mengalami kegagalan yang ditandai dengan lelehnya tulangan tarik longitudinal atau pecahnya beton pada regangan 0,003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter beban, regangan, dan lendutan pada benda uji BJTU.D13 nilainya lebih besar daripada PS.4.30.D. Pola retak pada kedua balok adalah retak lentur dan retak lentur geser yang merupakan perpanjangan dari retak lentur sebelumnya. Tipe keruntuhan pada kedua balok merupakan tipe keruntuhan lentur, di mana baja tulangan leleh sebelum beton pecah. Nilai indeks kapasitas lentur yang merupakan perbandingan dari momen lentur eksperimen dengan momen lentur teoritis pada PS.4.30.D nilainya lebih besar daripada BJTU.D13, sehingga dapat disimpulkan bahwa balok PS.4.30.D memiliki kinerja lentur yang lebih baik.
ANALISIS PENURUNAN TANAH LUNAK TERHADAP PERKERASAN JALAN KAKU MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA (Studi Kasus: Jalan Srijaya Raya, Kota Palembang)
Nurul Fadhilah;
Lindung Zalbuin Mase;
Hardiansyah Hardiansyah;
Rena Misliniyati;
Khairul Amri
Matriks Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v13i1.102203
Rigid pavement is a commonly used pavement in soft subgrade conditions because it can anticipate soil subsidence in the transverse and longitudinal directions of the roadway as a result of uneven load distribution due to inhomogeneous soil. Road pavement that is passed by excessive loads will cause the road to experience soil subsidence which will also affect the soil layer below so that research on the problem is needed. This research uses the finite element method which aims to determine the vertical settlement of soil (Uy), the maximum settlement of 3650 days, and the safety factor (Msf) that occurs in soft soil layers against rigid pavement on Srijaya Raya road, Palembang City. The soil characteristics on Srijaya Raya Road are dominated by clay soil with low to medium plasticity which is dominantly soft so that it can cause significant road damage if maintenance is not carried out. Based on the research, it was found that the maximum subsidence value of the distributed load was at STA 0 + 806 at point BH-02 located at the Air Waru Bridge towards Indralaya, which was -0.04847 m with a safety factor of 1.650 and the maximum subsidence for 3650 days was at STA 2 + 103 at point BH-04 located at the Air Kenanga Bridge towards Palembang of -0.539 m.Keywords: finite element method; rigid pavement; safety factor; settlement.
PREDIKSI SISA UMUR LAYAN MENGGUNAKAN DATA KINERJA JALAN DENGAN METODE PAVEMEN CONDITION INDEX (PCI) PADA RUAS JALAN BATAS KOTA REMBANG – BULU (BATAS PROVINSI JAWA TIMUR)
Ary Setiawan; Florentina Pungky Pramesti; Ari Budidarmawan Waskita Pratama
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 3 (2023): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i3.72537
Perkerasan jalan merupakan bagian asal jalur lalu lintas, yang jika kita perhatikan secara struktural pada penampang melintang jalan adalah penampang struktur pada kedudukan yang paling sentral pada suatu badan jalan. Umur perkerasan jalan yang sudah direncanakan dikenyataannya tidak sesuai dengan yang terjadi pada lapangan. Acapkali kondisi jalan sudah mengalami kerusakan sebelum masa layan jalan tersebut habis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis yaitu memberikan gambaran tentang kondisi perkerasan jalan yang diteliti melalui data sekunder yang berupa Data Pavement Condition Index (PCI) yang diperoleh dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII wilayah Jawa Tengah dan DIY tahun 2019 berdasarkan hasil survei menggunakan mobil Hawkeye 2000. Dari data Pavement Condition Index (PCI) dapat diketahui klasifikasi kondisi perkerasan dan sisa umur layan. Hasil penelitian ini menunjukkan pada perkerasan pada ruas Jalan Batas Kota Rembang-Bulu (Batas Provinsi Jawa Timur) memiliki nilai PCI rata-rata sebesar 66,45% yang diklasifikasikan dalam kondisi jalan Fair. Hasil prediksi sisa umur layan pada segmen jalan yang mempunyai sisa umur di bawah 1 tahun terdapat 9 segmen, kemudian 1-5 tahun terdapat 28 segmen, lalu 6-10 tahun terdapat 5 segmen, sedangkan 11-20 tahun terdapat 5 segmen. Secara keseluruhan segmen jalan hanya terdapat 9 dari 47 segmen yang segera membutuhkan perbaikan dan rehabilitasi.
ANALISIS POPULASI BAKTERI PROBIOTIK LOKAL PADA AIR LIMBAH INDUSTRI TAHU
Utomo, Budi;
Solichin, Solichin;
Waruwu, Puteri Maria
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i2.76744
Air limbah industri tahu perlu diolah terlebih dahulu hingga memenuhi baku mutu yang ditetapkan sebelum dibuang ke lingkungan masyarakat luas. Hal ini disebabkan air limbah industri tahu banyak mengandung polutan organik yang cukup tinggi. Pengolahan limbah cair tahu dapat dilakukan dengan penambahan probiotik yang mengandung mikroorganisme yang berfungsi untuk merombak kandungan organik maupun zat yang ada pada limbah. Pada penelitian ini, peneliti ingin menggunakan probiotik berupa produk probiotik lokal untuk ditambahkan pada limbah tahu. Penambahan probiotik pada limbah air tahu dapat mengetahui petumbuhan mikroorganisme yang non probiotik dan probiotik pada campuran tersebut. Analisis data yang dilakukan merupakan analisis statiska dengan observasi di laboratorium. Penyajian data juga merupakan data statistik dengan menggunakanmetode grafik yang dapat memperlihatkan hasil perbedaan petumbuhan populasi bakteri pada air limbah industri tahu maupun pada campuran air limbah industri tahu dengan bakteri probiotik lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan maupun penurunan terhadap pertumbuhan populasi bakteri baik pada air limbah tahu murni maupun pada pencampuran bakteri probiotik. Populasi bakteri pada air limbah industri tahu murni( non probiotik) pada pengamatan waktu 0,1,3,5,dan 7 jam cenderung mengalami penurunan pertumbuhan. Pada perbandingan 1:1 dan 1:4 cenderung mengalami penurunan pertumbuhan karena jumlah keseluruhan bakterinya berkurang dalam derajat pembelahan sel dan nutrisi yang ada lebih sedikit dalam untuk pembelahan sel. Sedangkan pada perbandingan 1:2 dan 1:3 cenderung mengalami peningkatan pertumbuhan karena jumlah keluruhan bakterinya sama dalam derajat pembelahan sel dan juga nutrisi yang ada cukup untuk pembelahan sel.
ANALISIS DESAIN TEBAL LAPIS TAMBAH (OVERLAY) BERDASARKAN METODE MANUAL DESAIN PERKERASAN JALAN 2017 (Studi Kasus: Ruas Jalan Nasional Kartosuro – Batas Kota Surakarta STA. 0+000 – 5+500)
Setyawan, Ary;
Suryoto, Suryoto;
Arifin, Muhammad Adam
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i2.68185
Moda transportasi yang sering digunakan manusia semakin hari kian meningkat untuk kebutuhannya sehingga diperlukan moda transportasi dengan banyak muatan juga cepat dalam perjalanannya. Oleh karena itu, perlu adanya upaya perbaikan jalan agar dapat dilewati oleh masyarakat dengan aman dan nyaman. Salah satu caranya adalah dengan penambahan tebal lapis / overlay. Penelitian ini dibuat untuk menganalisis desain overlay Ruas Jalan Nasional Kartosuro – Batas Kota Surakarta STA. 0+000 – 5+500 dengan menggunakan metode deskriptif analitik, yaitu metode yang memberi gambaran suatu objek penelitian yang diteliti melalui data yang telah terkumpul. Selain itu, jurnal ini dibuat dikarenakan belum ada penelitian yang serupa yang pernah dilakukan untuk ruas jalan ini mengingat jalan ini adalah jalan penghubung antara D.I. Yogyakarta dengan Kota Surakarta. Hasil analisis menyatakan bahwa Ruas Jalan Nasional Kartosuro – Batas Kota Surakarta STA. 0+000 – 5+500 memiliki nilai lengkung lendutan dan lendutan maksimum dibawah batas nilai minimum, sehingga dianggap masih mampu menahan baik retak lelah maupun deformasi permanen.
KAJIAN KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS OF RUPTURE PADA BETON MEMADAT MANDIRI MUTU TINGGI DENGAN SUBSTITUSI METAKAOLIN 12,5% SEBAGAI SEMEN DAN VARIASI STEEL SLAG SEBAGAI AGREGAT HALUS
Wibowo, Wibowo;
Safitri, Endah;
Manalu, Bernadeta Azaria
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i1.63882
Tidak dapat dipungkiri bahwa pembangunan infrastruktur akan terus meingkat dimasa mendatang. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembuatan beton untuk menghasilkan beton berkualitas tinggi dengan waktu produksi yang singkat. Kebutuhan akan semen saat ini sangatlah banyak mengingat pembangunan yang meningkat pula, untuk mengurangi kerusakan lingkungan maka digunakan metakaolin sebesar 12,5% sebagai substitusi dari semen. Metakaolin memiliki sifat sebagai pozzolan yang dapat bereaksi secara pozzolanik. Dalam penelitian, steel slag digunakan sebagai substitusi dari agregat halus. Variasi steel slag yang diteliti yaitu 0%; 15%; 17,5%; 20%; 22,5%; dan 25%. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan metakaolin 12,5% dengan variasi steel slag terhadap parameter Self Compacting Concrete (SCC), kuat tarik belah dan modulus of rupture beton High Strength Self Compacting Concrete (HSSCC). Dari hasil pengujian, beton memenuhi syarat beton SCC yang didasarkan pada EFNARC 2005.