cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
ANALISIS KEKERINGAN HIDROLOGI BERDASARKAN METODE MOISTURE ADEQUACY INDEX (MAI) DI DAERAH ALIRAN SUNGAI TEMON KABUPATEN WONOGIRI Esthi Rahmawati RW; Raden Roro Rintis Hadiani; Solichin Solichin
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 3 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.066 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i3.36488

Abstract

Wonogiri merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki curah hujan rendah sehingga wilayah ini berpotensi terjadi bencana kekeringan karena ketersediaan air terus menurun, salah satu daerah aliran sungai yang terdampak yaitu DAS Temon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks kekeringan hidrologi dan ketersediaan air. Salah satu cara untuk mengatasi dampak bencana kekeringan yaitu dengan memperhitungkan indeks kekeringan hidrologi dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Temon. Indeks kekeringan hidrologi dihitung berdasarkan Metode Moisture Adequacy Index (MAI) yang merupakan perbandingan antara evapotranspirasi potensial dan aktual dengan klasifikasi menurut CAZRI (Central Arid Zone Research Institute), sedangkan perhitungan ketersediaan air menggunakan metode FJ Mock dengan output debit 15 harian. Dari hasil analisa perhitungan tersebut dibuat sebuah peta persebaran menggunakan Software ArcGIS selain itu dibuat grafik korelasi antara debit dan indeks. dari hasil analisis perhitungan indeks yang telah dilakukan nilai minimum indeks kekeringan yaitu 0,73 yang masuk dalam kriteria kering ringan sedangkan nilai maksimum indeks sebesar 0,97 dengan kriteria normal. Trend bencana kekeringan selanjutnya dapat diprediksi melalui grafik hubungan antara debit dan indeks dengan persamaan linier y = 0,7118x - 0,5256 dimana y adalah debit dan x adalah indeks.
PENELUSURAN BANJIR DENGAN METODE NUMERIK DAERAH ALIRAN SUNGAI NGUNGGAHAN WONOGIRI Wardanu, Hanif Satria; Hadiyani, Raden Roro Rintis; Solichin, Solichin
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.642 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.37015

Abstract

Banjir merupakan suatu kejadian yang ditandai dengan naiknya muka air melebihi kapasitas volume tampungan air semisal sungai atau saluran air. Banjir dapat diprediksi dengan melihat fenomena alam seperti curah hujan yang tinggi. Penelusuran banjir dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi dampak yang merugikan akibat banjir. Penelusuran banjir dilakukan dengan memperkirakan waktu dan besaran banjir di suatu titik aliran sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui debit banjir rencana pada periode ulang 5 dan 20 tahun, serta mengetahui model matematika penelusuran banjir menggunakan metode numerik. Pada penelitian ini, Daerah Aliran Sungai (DAS) yang digunakan yaitu sungai Ngunggahan yang berada di kabupaten Wonogiri. Muara dari sungai Ngunggahan adalah di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri. Penelitian ini menggunakan beberapa metode. Metode yang digunakan untuk mengetahui debit banjir maksimum adalah Hidrograf Santuan Sintetik Soil Conservation Service (SCS). Sedangkan metode yang digunakan untuk perhitungan penelusuran banjir adalah numerik dengan persamaan Saint-Venant. Dalam perhitungannya panjang sungai acuan dibagi menjadi beberapa pias. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder tahun 2002-2014. Hasil analisis dan perhitungan banjir menggunakan pola distribusi hujan Log Pearson III dan metode Hidrograf Satuan Sintetik SCS diperoleh debit inflow maksimum periode ulang 5 dan 20 tahun sebagai berikut: Q5= 265,836 m3/detik dan Q20= 303,748 m3/detik. Model penelusuran banjir dengan metode numerik di DAS Ngunggahan menghasilkan model hubungan debit dan elevasi banjir dengan h = 0,036 . Q0,634 untuk periode ulang 5 tahun dan h = 0,036 . Q0,635 untuk periode ulang 20 tahun. Model hubungan jarak dan elevasi banjir didapatkan persamaan h = 173,5 . L-0,67 untuk periode ulang 5 tahun dan h = 192,6 . L-0,67 untuk periode ulang 20 tahun. Masing-masing model memberikan keandalan hingga 99%.
MODEL PEMILIHAN MODA KERETA API EKSEKUTIF TERHADAP BUS EKSEKUTIF PASCA PENGOPERASIAN JALAN TOL TRANS JAWA DENGAN METODE STATED PREFERENCE (Studi Kasus Jurusan Solo Jakarta) Teo Cahya Asmara; Arif Budiarto; Amirotul Musthofiah Hidayah Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.377 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i2.37541

Abstract

Mobilitas masyarakat Surakarta dengan tujuan Jakarta mengalami peningkatan. Moda yang dapat digunakan ada jurusan ini antara lain mobil pribadi, pesawat, kereta api, dan bus. Moda kereta api eksekutif dan bus eksekutif jurusan Solo Jakarta memiliki persaingan dalam mendapatkan calon penumpang. Peningkatan pelayanan bus dilihat dengan adanya rencana pembangunan Jalan Tol Trans Jawa. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan model perilaku pemilihan moda kereta api eksekutif terhadap bus eksekutif yang melalui jalan tol Solo Jakarta. Atribut yang digunakan yaitu tarif, waktu perjalanan, variasi waktu berangkat, variasi jumlah moda, terlambat berangkat, terlambat sampai, dan kenyamanan. Data primer diperoleh melalui kuesioner kepada penumpang kereta api sedangkan data sekunder diperoleh dengan wawancara dengan PT KA dan beberapa perusahaan otobus. Pemodelan dilakukan berdasarkan respon penumpang dengan metode stated preference yaitu dengan menyediakan delapan skenario yang berbeda. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan model binomial logit. Model pemilihan moda yang didapat yaitu : Ubus-KA = - 2,597 - 0,00002 (Cbus-Cka) - 0,0058 x (Tbus-Tka) + 0,5169 x (Vbus-Vka) - 0,0139 x (Lbus-Lka) + 0,7057 x (Nbus-Nka). Dengan C merupakan variabel tarif, T adalah variabel waktu, V adalah variasi moda bus, L adalah variabel keterlambatan sampai tujuan, dan N adalah variabel kenyamanan. Berdasarkan model yang didapat, variabel kenyamanan menjadi aspek terbesar dalam pemilihan moda.
ANALISIS KINERJA STRUKTUR PADA GEDUNG BERTINGKAT DENGAN ANALISIS PUSHOVER MENGGUNAKAN SOFTWARE ETABS (STUDI KASUS : BANGUNAN HOTEL DI SEMARANG) Nissa Zahra Rachman; Edy Purwanto; Agus Supriyadi
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.384 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37365

Abstract

Indonesia menempati zona tektonik yang sangat aktif karena tiga lempeng besar dunia dan sembilan lempeng kecil lainnya saling bertemu di wilayah Indonesia dan membentuk jalur-jalur pertemuan lempeng yang kompleks, hal ini menyebabkan Indoneisa menjadi sangat rawan terhadap gempa bumi. Pada proses perancangan struktur bangunan berbeban gempa diperlukan standar dan peraturan perancangan bangunan untuk menjamin keselamatan penghuni terhadap gempa besar yang mungkin terjadi serta menghindari dan meminimalisir kerusakan struktur bangunan dan korban jiwa akibat gempa bumi. Dalam menganalisis struktur bangunan gedung tahan gempa dapat digunakan metode Performance Based Seismic Evaluation (PBSE), salah satunya adalah dengan analisis nonlinier pushover yang mengacu pada ATC-40. Berdasarkan latar belakang tersebut, dilakukan penelitian Evaluasi Kinerja Struktur Pada Gedung Bertingkat Dengan Analisis Pushover. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja gedung berdasarkan mekanisme terbentuknya sendi plastis pada balok kolom serta hubungan base shear dengan displacement pada kurva pushover dan kurva seismic demand. Metode yang digunakan adalah analisis statik nonlinier pushover dengan menggunakan program ETABS. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa gaya geser dari evaluasi pushover pada arah x sebesar 557,867 ton. Nilai displacement adalah 0,112 m. Displacement pada gedung tidak melampaui displacement yang diijinkan, sehingga gedung aman terhadap gempa rencana. Maksimum total drift adalah 0,0035 m dan maksimum In-elastic drift adalah 0,0034 m, Sehingga gedung termasuk dalam level kinerja Immediate Occupancy (IO).
EVALUASI KINERJA STRUKTUR GEDUNG 10 LANTAI DENGAN ANALISIS RESPONS SPEKTRUMDITINJAU PADADRIFT DAN DISPLACEMENTMENGGUNAKAN SOFTWARE ETABS Aris Priyono; Agus Setiya Budi; Supardi Supardi
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.778 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37427

Abstract

Gempa bumi merupakan suatu gerakan tiba-tiba yang terjadi di permukaan bumi akibat adanya energi dari dalam bumi yang menciptakan gelombang kesegala arah. Dalam hubungannya gempa bumi bersangkutan dengan suatu wilayah yang mengacu pada jenis dan ukuran gempa bumi. Untuk wilayah Indonesia dibagi enam wilayah gempa dengan masing-masing tingkat kerawanannya. Indonesia merupakan wilayah yang sering terjadi gempa, karena indonesia terletak pada empat lempeng tektonik yaitu lempeng Australia-India, lempeng Euro-Asia, lempeng Pasifik-dan Philipine. Analisis yang dapat digunakan untuk memperhitungkan lateral pada gempa bumi ada dua. Analisis statik dan analisis dinamik. Pada cara elastis dibedakan Analisis Ragam Riwayat Waktu (Time History Modal Analysis), dimana pada cara ini diperlukan rekaman percepatan gempa dan Analisis Ragam Spektrum Respons(Responss Spectrum Modal Analysis), dimana pada cara ini respons maksimum dari tiap ragam getar yang terjadi didapat dari Spektrum Respons Rencana (Design Spectra).Metode penelitian ini menggunakan analisis dinamik respons spektrum. Analisis ini dibantu dengan menggunakan program ETABS. Berdasarkan tinjauan displacementterbesar akibat respon spektrum, pada arah X bernilai0,0232 m dan pada arah Y bernilai0,0314 m. Gedung ini dinyatakan aman terhadap syarat evaluasi kinerja batas layan dan batas ultimit. Maksimum total drift pada arah X adalah 0,00062 dan pada arah Y adalah 0,00084. Maksimum total inelastik drift pada arah X adalah 0,00061 dan pada arah Y adalah 0,00083, sehingga apabila ditinjau berdasarkan ATC-40 termasuk dalam kategori level ImmediateOccupancy.
ANALISIS KEGAGALAN PONDASI TIANG KELOMPOK PADA KONSTRUKSI PILAR JEMBATAN Prayogo Damarhadi; Yusep Muslih Purwana; Raden Harya Dananjaya
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.033 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37244

Abstract

Sebuah proyek pembangunan jembatan jalan tol menggunakan pondasi tiang pancang jenis spun pile. Namun sebelum keseluruhan struktur dari konstruksi jembatan tersebut selesai dikerjakan, salah satu dari pilar jembatan mengalami failure. Pondasi tiang kelompok tersebut berada pada lereng dengan kemiringan rata-rata 18o. Pilar jembatan mengalami kemiringan 10o dan bergeser sekitar 20 cm ke arah sungai. Analisis penyebab kegagalan pada pondasi pilar jembatan tersebut menggunakan metode elemen hingga yakni program Plaxis 2D. Pondasi tiang kelompok dimodelkan sebagai sebuah blok beton dengan modulus elastisitas komposit antara tanah dan tiang pancang. Analisis stabilitas lereng dilakukan sebelum dan sesudah adanya pondasi tiang kelompok pada titik tinjauan sehingga diketahui daerah kritis serta nilai safety factor (SF) dari lereng. Selanjutnya, dilakukan analisis terhadap tegangan horisontal yang terjadi yang kemudian dibandingkan dengan kapasitas pondasi tiang kelompok. Hasil analisis menunjukkan nilai SF lereng sebelum ada pondasi sebesar 1,218 dan setelah adanya pondasi pada titik tinjauan sebesar 1,222. Hal ini menunjukkan bahwa pondasi tersebut tidak terlalu berpengaruh pada stabilitas lereng dan longsor yang terjadi pada lereng tidak mempunyai pengaruh terhadap pondasi tiang kelompok. Sedangkan hasil analisi terhadap tegangan horisontal menunjukkan bahwa pondasi tidak mampu menahan tegangan horizontal yang terjadi sehingga mengalami patah. Kata Kunci : lereng, pondasi tiang, komposit, safety factor, tegangan horisontal.
Kajian Pemulihan Kuat Tarik Lansung Beton Ringan Beragregat Kasar Pecahan Genteng Berserat Aluminium Pasca Bakar Dengan Variasi Waktu Rendaman Air Yudha Aji Prihantoro; Antonius Mediyanto; Slamet Prayitno
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.738 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36713

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang telah umum digunakan untuk bangunan gedung, jembatan, dan lain-lain. Kuat tarik beton selama ini sulit diukur dibandingkan dengan kuat tekan beton. Pada penelitian ini, untuk mengetahui kuat tarik beton, dengan melakukan pengujian terhadap beton komposit dan baja tulangan yang nantinya akan diperoleh nilai kuat tarik pada beton ringan. Subjek pada penelitian ini dipilih beton ringan karena beton ringan merupakan alternatif dalam dunia konstruksi. Dengan penambahan serat aluminium bertujuan untuk meningkatkan mutu dan memperbaiki sifat - sifat beton ringan itu sendiri Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental di laboratorium dengan benda uji berupa balok beton dengan ukuran 10 cm x 10 cmx 30 cm dan baja tulangan D10 dengan menggunakan alat Universal Testing Machine (UTM). Agregat kasar yang di gunakan adalah pecahan genteng. Total benda uji 30 buah yang terdiri dari variasi 15 benda uji komposit beton ringan, dan 15 benda uji dengan penambahan serat aluminium sebesar 0,75% dari volume adukan beton. Benda uji dibakar pada suhu 500OC lalu benda uji direndam dalam air dengan lama perendaman 28, 42, dan 56 hari. Dari hasil pengujian diketahui bahwa nilai kuat tarik beton tanpa serat dan berserat aluminium adalah 0,153 MPa dan 0,267 MPa. Dengan penambahan serat aluminium beton mengalami peningkatan kuat tarik. Setelah pembakaran pada suhu 500OC beton mengalami penurunan kuat tarik 15,22% dan 1,25% yaitu sebesar 0,130 MPa dan 0,263 MPa. Perawatan pada beton mampu mengembalikan kekuatan beton yang telah mengalami pembakaran. Pada perawatan 28 hari, kuat tarik beton tanpa serat dan berserat aluminium meningkat menjadi 0,590 MPa dan 0,313 MPa. Pada perawatan 42 hari beton mengalami peningkatan sebesar 0,973 MPa dan 0,517 MPa. Dan pada perawatan 56 hari beton mengalami peningkatan sebesar 0,109 MPa dan 0,657 MPa.
KAJIAN UJI KUAT LEKAT PADA BETON HIGH VOLUME FLY ASH SELF COMPACTING CONCRETE (HVFA – SCC) DENGAN KADAR FLY ASH 50%, 60%, DAN 70% DARI BERAT BINDER Agus Setiya Budi; Wibowo Wibowo; Muhammad Arbie Khairul Insani
Matriks Teknik Sipil Vol 9, No 4 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.981 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v9i4.54881

Abstract

Perkembangan zaman mampu menciptakan kemajuan di bidang konstruksi secara signifikan yang kemudian memunculkan inovasi baru yang dapat dimanfaatkan secara maksimal dan efisien, salah satunya yaitu pembuatan High Volume Fly Ash Self – Compacting Concrete (HVFA – SCC). High Volume Fly Ash Self – Compacting Concrete (HVFA – SCC) adalah gabungan antara High Volume Fly Ash Concrete (HVFAC) dan Self – Compacting Concrete (SCC) dimana dapat diperoleh hasil beton mutu tinggi dengan material penyusunnya yaitu semen digantikan 50% atau lebih menggunakan fly ash serta dapat mengalir dan memadat mandiri. Penelitian ini meninjau kuat lekat dari HVFA – SCC dengan ragam kadar fly ash 50%, 60%, serta 70% dari berat binder selanjutnya dibandingkan dengan beton normal. Sampel dalam penelitian ini berbentuk silinder berukuran diameter 30 cm dan tinggi 15 cm dengan jumlah masing – masing sampel sebanyak 3 buah berumur 28 hari. Penelitian ini diperoleh hasil yang dapat disimpulkan bahwa pemakaian fly ash dapat menaikkan kuat lekat dibanding dengan beton normal. Hasil kuat lekat HVFA – SCC kadar fly ash 50% sebesar 0,85 Mpa, HVFA – SCC kadar fly ash 60% sebesar 1,12 MPa, dan HVFA-SCC dengan fly ash 70% sebesar 1,44 MPa, hasil ini menunjukkan nilai lebih besar daripada beton normal dengan nilai sebesar 0,23 MPa.
ANALISIS KEKERINGAN HIDROLOGI BERDASARKAN METODE PALMER DI DAERAH ALIRAN SUNGAI TIRTOMOYO KABUPATEN WONOGIRI Rifka Annisa Arin; Raden Roro Rintis Hadiani; Solichin Solichin
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): JUNI
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.114 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i2.36504

Abstract

DAS Tirtomoyo merupakan sub DAS Bengawan Solo Hulu 3 yang bermuara di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri dan terletak di sebelah tenggara Kabupaten Wonogiri. Kabupaten Wonogiri memiliki curah hujan yang cukup rendah, sehingga mempengaruhi ketersediaan air di wilayah sekitarnya. Ketersediaan air yang rendah dapat menyebabkan terjadinya bencana kekeringan, salah satunya yaitu terjadi kekeringan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tirtomoyo.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekeringan menggunakan indeks kekeringan metode Palmer dan mengetahui kriteria kering berdasarkan indeks kekeringan hidrologi serta memperoleh peta persebaran kekeringan menggunakan software ArcGIS. Perhitungan debit untuk indeks kekeringan hidrologi menggunakan rumus metode NRECA. Kemudian membuat grafik hubungan antara debit (Q) dengan indeks kekeringan Palmer.Hasil yang didapat dari analisis menunjukan bahwa kekeringan paling parah terjadi pada bulan November periode II tahun 2010 dengan nilai indeks kekeringan Palmer sebesar X = -6,778; maka termasuk dalam kriteria amat sangat kering. Berdasarkan  perhitungan debit yang berpotensi terjadinya bencana kekeringan yaitu pada bulan Juni hingga bulan Oktober tahun 2015 dengan ketersediaan air yang kecil. Hasil dari perhitungan debit dan indeks kekeringan Palmer dapat dibuat grafik hubungan diantara keduanya. Grafik tersebut menghasilkan nilai koefisien determinasi R2 sebesar 0,3593 dengan persamaan grafik y=2,5369x +
EVALUASI KEKUATAN DAN DETAILING TULANGAN BALOK BETON BERTULANG SESUAI SNI 2847:2013 DAN SNI 1726:2012 (STUDI KASUS : HOTEL 10 LANTAI DI SEMARANG) Sandy Agusta, Rizal Ray; Supardi, Supardi; Sunarmasto, Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.043 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37031

Abstract

Bencana alam besar yang melanda Indonesia telah meruntuhkan banyak bangunan berteknologi tradisional maupun modern. Pada umumnya untuk struktur gedung bertingkat berupa struktur portal terbuka beton bertulang tanpa dinding geser dengan dinding bata sebagai pengisi. Evaluasi komponen struktur akan terlihat bagaimana perbedaan detailing tulangan elemen struktur balok beton bertulang yang dievaluasi menurut (SNI 1726:2012) dan (SNI 2847:2013), mengetahui kekuatan tulangan yang terpasang di lapangan dengan menghitung analisis tampang untuk lentur dan geser balok eksisting. Evaluasi dilakukan pada struktur atas hotel 10 Lantai di Semarang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh simpangan antar tingkat untuk gedung hotel 10 lantai di Semarang memenuhi persyaratan (?) < ?a/?, kekuatan momen nominal (Mn) memenuhi persyaratan Mu < ?Mn, kekuatan geser nominal (Vn) memenuhi persyaratan Ve < ?Vn, spasi bersih untuk lapis 1 memenuhi persyaratan > 25 mm, spasi bersih antar lapis memenuhi persyaratan > 40 mm. Tulangan transversal yang terpasang pada tumpuan D10-100 dipasang sejauh 1/4L (1637,5 mm) memenuhi persyaratan detailing 100 mm < d/4 (135,125 mm), 100 mm < 6db (114 mm), dan 100 < 150 mm. Tumpuan tulangan transversal dipasang sejauh > 2h (1200 mm) dan pada tengah bentang dipasang D150-100, memenuhi persyaratan detailling < d/2 (270,25 mm). Panjang sambungan lewatan untuk tulangan memanjang ld (740 mm) < persayaratan detailing 48db (912 mm).

Page 8 of 96 | Total Record : 953