cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINIHIDRO WADUK PONDOK Orien Kalam Simanjuntak; Agus Hari Wahyudi; Adi Yusuf Muttaqien
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37226

Abstract

Pembangkit listrik dengan menggunakan tenaga air banyak dipilih karena tenaga air merupakan energi yang dapat diperbaharui. Bendungan Pondok mempunyai potensi sumber daya air yang belum termanfaatkan secara penuh yaitu debit air dan tinggi tekan hidrolik atau tinggi terjun yang dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan energi listrik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa produksi listrik yang dapat dihasilkan, dan besar biaya investasi untuk pembangunan, serta mengetahui hasil analisis ekonomi dari pembangunan PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro) Waduk Pondok. Penelitian ini termasuk metode penelitian deskriptif kuantitatif. Metode yang dilakukan adalah menghitung potensi air yang masuk ke waduk atau inflow dengan menggunakan metode Mock. Hasil perhitunganinflow digunakan dalamperhitungansimulasi pola operasi wadukdan perhitungan produksi listrik. Desain konstruksi bangunan PLTM dilakukan untuk mengetahui tata letak dan dimensi PLTM untuk perkiraan biaya investasi. Tahap selanjutnya adalah analisis ekonomi yaitu membandingkan besar manfaat yang didapat dari pembangunan PLTM dengan biaya untuk pembangunannya. Berdasarkan hasil analisis debit dan tinggi jatuh dapat diperoleh besarnya daya dan energi listrik. Daya listrik yang dihasikan pada simulasi pola operasi debit andalan Q90 adalah 1500 kW dan energi listrik adalah 544.000 kWh. Daya listrik yang dihasikan pada simulasi pola operasi tahun kering Q80 adalah 2300 kW dan energi listrik 826.000 kWh. Daya listrik yang dihasikan pada simulasi pola operasi tahun normal Q50 adalah 4900 kW dan energi listrik 1.775.000 kWh. Daya listrik yang dihasikan pada simulasi pola operasi tahun basah Q30 adalah 7200 kW dan energi listrik 2.613.000 kWh. Besar biaya investasi untuk pembangunan unit PLTM Waduk Pondok adalah Rp 5.821.153.000,00. Analisis ekonomi yang dilakukan menunjukkan bahwa pembangunan PLTM Waduk Pondok tidak layak.
PENGARUH PENGEKANGAN TEXTILE REINFORCED CONCRETE SERAT CANTULA (AGAVE CANTULA ROXB) TERHADAP KUAT TEKAN BETON Stefanus Adi Kristiawan; Edy Purwanto; Galang Akbar Wayne Syam Putra
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 4 (2019): DESEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v7i4.38489

Abstract

Secara umum Textile Reinforced Concrete (TRC) adalah suatu komposit yang terdiri dari reinforcement yang berupa tekstil dan beton sebagai matriks. TRC merupakan salah satu metode untuk memperbaiki atau memperkuat beton agar bangunan dapat berfungsi kembali. TRC diaplikasikan sebagai confinement concrete pada beton untuk mengetahui pengaruh anyaman serat cantula dengan variasi pada kuat tekan dan perkembangan kuat tekan beton. TRC pada penelitian ini terdiri dari matriks berupa silinder beton dengan dimensi 75 mm x 150 mm. Reinforcement berupa anyaman serat cantula yang direkatkan dengan Polymer Modified Mortar kemudian dikekangkan pada beton dengan ketebalan 10 mm. Anyaman serat cantula memiliki variasi arah penulangan aksial sesuai dengan dimensi 10 mm x 10 mm, 10 mm x 15 mm, 10 mm x 20 mm. Pengujian pada TRC dilakukan pada umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan beton terkekang yang tertinggi yaitu pada TRC 200 sebesar 20,25 MPa, sedangkan perkembangan kuat tekan terbesar yaitu pada TRC 200 sebesar 12,58%. Hal ini menunjukkan bahwa pengekangan anyaman serat cantula berpengaruh pada kuat tekan TRC dan variasi anyaman serat cantula mengakibatkan perkembangan kuat tekan yang berbeda.
PENGARUH PENGGUNAAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON KINERJA TINGGI Sri Raharja; Sholihin As'ad; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37507

Abstract

Beton kinerja tinggi merupakan suatu inovasi pembuatan beton dalam usaha untuk menciptakan beton yang memiliki kinerja yang lebih baik dari beton konvensional. Abu sekam padi merupakan limbah hasil penggilingan padi yang tidak terpakai bila tidak diolah dapat mencemari lingkungan. Abu sekam padi mudah didapatkan di seluruh wilayah di Indonesia karena padi sebagai makanan pokok penduduk Indonesia. Karakteristik abu sekam padi yang cukup halus dengan kandungan silika aktif yang tinggi menjadi dasar penggunaan abu sekam padi sebagai bahan pengganti sebagian semen dalam campuran beton. Penggantian sebagian semen menggunakan abu sekam padi merupakan salah satu upaya menjadikan beton lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu sekam padi sebagai pengganti sebagian semen ditinjau dari kuat tekan dan modulus elastisitas beton kinerja tinggi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total 18 benda uji. Benda uji berbentuk silinder beton dengan diameter 7,62 cm (3 inch) dan tinggi 15,24 cm (6 inch) dan menggunakan variasi komposisi abu sekam padi 0% , 2,5% , 5% , 7,5% , 10% dan 15%. Setiap jenis campuran beton dibuat 3 benda uji. Mutu beton yang direncanakan adalah fc' = 80 MPa. Uji kuat tekan dan modulus elastisitas dilakukan pada umur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan abu sekam padi sebagai bahan pengganti sebagian semen mengakibatkan peningkatan nilai kuat tekan. Peningkatan terbesar terjadi pada variasi 10% abu sekam padi yaitu sebesar 18,15% (dari 85,55 MPa menjadi 101,07 MPa). Pengaruh abu sekam padi terhadap modulus elastisitas berbanding lurus dengan kuat tekannya. Nilai modulus elastisitas juga cenderung mengalami peningkatan seiring dengan semakin besarnya penggunaan abu sekam padi sebagai bahan pengganti sebagian semen, yaitu sebesar 2,45% - 14,11%.
PENGARUH VARIASI LAPIS GEOSINTETIK TERHADAP SAFETY FACTOR TIMBUNAN DI ATAS TANAH LUNAK Bambang Setiawan; Raden Harya Dananjaya; Fitria Anggraeni
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v8i1.41527

Abstract

Tanah lunak merupakan jenis tanah yang sering dijumpai di Indonesia. Tanah lunak merupakan jenis tanah yang tidak aman untuk didirikan konstruksi di atasnya. Hal tersebut terjadi dikarenakan beberapa sifat tanah lunak yaitu memiliki nilai CBR dan N-SPT yang rendah, gaya geser yang rendah, kadar air tinggi, koefisien permeabilitas yang rendah, daya dukung yang rendah, dan resiko adanya settlement atau penurunan yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi lapis geosintetik terhadap perubahan nilai safety factor, settlement, dan tegangan tanah pada tanah lunak. Variasi yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi jenis geosintetik, jumlah lapis geosintetik, dan jarak antar lapis geosintetik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif melalui pengumpulan data sekunder serta pemodelan dengan analisis metode elemen hingga (MEH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi lapis geosintetik paling optimum dapat meningkatkan nilai safety factor sebesar 23,79%, menurunkan nilai settlement sebesar 2,60%, dan meningkatkan tegangan tanah sebesar 0,17%.
PREDIKSI KEKERINGAN BERDASARKAN STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX (SPI) PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI KEDUANG DI KABUPATEN WONOGIRI Dwi Utami; Rr. Rintis Hadiani; Susilowati Susilowati
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i3.37524

Abstract

Sumber daya alam yang sangat dibutuhkan oleh manusia adalah air. Keberadaan air di bumi ini relative tetap karena air melakukan perputaran atau biasa disebut siklus hidrologi.Perubahan iklim mempunyai pengaruh besar terhadap perubahan siklus hidrologi, salah satunya adalah terjadinya kekeringan dibeberapa daerah seperti Daerah Aliran Sungai Keduang yang berada di Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui indeks kekeringan dengan menggunakan metode Standardized Precipitation Index (SPI) di DAS Keduang, (2) Mengetahui indeks ketajaman kekeringan berdasarkan metode SPI, (3) Mengetahui prediksi data hujan dan kekeringan pada tahun 2012 - 2015.Metode penelitian ini menggunakan metode deskritif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data dari sumber atau instansi terkait sehingga pada penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder.Tahapan penelitian yang dilaksanakan dengan mempersiapkan data curah hujan pada tahun 2000 - 2011 dan peta topografi.Hasil hujan wilayah menggunakan metode polygon Thiessen.Untuk hujan simulasi menggunakan metode jaringan syaraf tiruan (JST) Backpropagation dengan bantuan software Matlab. Indeks kekeringan dan indeks ketajaman kekeringan menggunakan metode Standardized Precipitation Index (SPI). Hasil analisis dan pembahasan dengan menggunakan metode SPI menunjukan bahwa pada tahun 2012 dan tahun 2013 tidak mengalami kondisi Sangat Kering dikarenakan selama 12 bulan dari bulan Januari sampai Desember selama 2 tahun tersebut, hanya pada bulan Juni, Juli, dan Agustus saja yang mengalami kondisi Kering dengan indeks kekeringan rata-rata diantara -1.2944 sampai -1.4879 Selebihnya bulan-bulan lainnya mengalami kondisi Basah dan Normal. Pada prediksi kekeringan DAS Keduang untuk tahun 2014 sampai tahun 2015 mengalami kondisi Sangat Kering di bulan Juli dengan indeks kekeringan rata-rata diantara -1.5039 sampai -1.5031, sementara kondisi Kering terjadi pada bulan Juni dan Agustus dengan indeks kekeringan -1.3032 sampai -1.3729. Untuk bulan Januari dan Februari mengalami kondisi Basah, dan di bulan Maret - Mei serta September - Desember mengalami kondisi Normal. Untuk prediksi kekeringan pada tahun 2012 - 2015 mengalami kondisi kering dengan nilai indeks kekeringan SPI antara -1,0 sampai -1,49.
PENGARUH INTERSEPSI TANAMAN ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL) TERHADAP LIMPASAN PERMUKAAN Syaiful Khafidz; Mamok Soeprapto; Susilowati Susilowati
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37590

Abstract

Intersepsi merupakan kejadian ketika air hujan jatuh dan tertahan oleh tajuk tanaman. Intensitas hujan dan kerapatan kanopi merupakan faktor yang mempengaruhi besar kecilnya nilai intersepsi dan limpasan permukaan. Penelitian dilakukan di laboratorium menggunakan alat rainfall simulator dengan ketebalan hujan 150 mm, menggunakan tanaman Alpukat (Persea americana Mill) sebagai vegetasi tutupan lahan dengan variasi kerapatan kanopi tanaman 0%, 50%, dan 100%. Tanah digunakan sebagai media tanam, lalu ditutup menggunakan plastik mulsa hitam perak sehingga air hujan yang jatuh tidak meresap ke dalam tanah. Kemiringan lahan mengikuti kemiringan alat rainfall simulator yaitu sebesar 9%. Percobaan dilakukan tiga kali untuk setiap variasi kerapatan tanam, yaitu menggunakan pola agihan hujan seragam, Alternating Block Method, dan Modified Mononobe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap pola agihan hujan serta kerapatan kanopi menunjukan besaran yang berbeda nilai presentase intersepsinya. Besarnya nilai presentase intersepsi pada pola agihan hujan seragam untuk kerapatan kanopi tanaman 0%, 50%, dan 100% berturut-turut adalah 5.32%, 13.78%, dan 16.24%. Pola agihan hujan Alternating Block Method (ABM) memiliki nilai persentase intersepsi untuk kerapatan kanopi tanaman 0%, 50%, dan 100% berturut-turut adalah 4.86%, 8.38%, dan 13.52%. Pola agihan hujan Modified Mononobe memiliki nilai persentase intersepsi untuk kerapatan kanopi tanaman 0%, 50%, dan 100% berturut-turut adalah 4.74%, 14.49%, dan 20.20%. Nilai persentase intersepsi berbanding terbalik dengan nilai persentase besarnya hujan yang menjadi limpasan permukaan. Semakin besar nilai persentase intersepsi maka menghasilkan nilai persentase limpasan permukaan yang semakin kecil.
ANALISIS VALUE ENGINEERING UNTUK EFISIENSI BIAYA (STUDI KASUS: PROYEK APARTEMEN YUKATA SUITES ALAM SUTERA TANGERANG) Gabriel Kusumo Hendrianto; Sugiyarto Sugiyarto; Ary Setyawan
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 4 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i4.36538

Abstract

Value engineering (VE) adalah aplikasi metodologi nilai (value methodology) pada sebuah proyek atau layanan yang telah direncanakan atau dikonsepkan untuk mencapai peningkatan nilai (value).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis pekerjaan yang dapat diefisiensikan dengan metode VE dan seberapa besar pengaruh VE terhadap biaya proyek konstruksi. Analisis VE dilakukan pada proyek pembangunan Apartemen Yukata Suites Alam Sutera Tangerang.Tahapan studi VE dikenal dengan istilah value engineering job plan yang dibagi menjadi lima tahap, yaitu tahap informasi, kreatif, analisis, pengembangan dan rekomendasi. Tahap pertama yaitu tahap informasi yaitu mengumpulkan sebanyak mungkin data mengenai proyek yang akan dianalisis. Tahap kedua adalah kreatif adalah tahapan yang berisi alternatif-alternatif yang disarankan. Tahap ketiga analisis yaitu tahap yang berisi perhitungan biaya dan analisis fungsi komponen pekerjaan tersebut. Tahap keempat yaitu tahap pengembangan yaitu tahap dimana alternative disajikan secara final dan kemungkinanannya untuk di implementasikan. Tahapan terkahir yaitu presentasi adalah tahap untuk meyakinkan kepada para pengambil keputusan tentang apa yang sudah dikembangkan oleh tim studi VE.Pengaruh dari analisis VE yang telah dilakukan yaitu mendapatkan cost saving pada pekerjaan struktur sebesar Rp. 2.084.020.787,53. Biaya proyek yang telah direncanakan sebelumnya sebesar Rp. 280.500.000.000,00 dan biaya proyek setelah dilakukan analisis VE sebesar Rp. 278.207.577.133,72. Alternatif terbaik yang disarankan adalah penggunaan tangga pracetak dan pengurangan dimensi pada struktur kolom.
EVALUASI KINERJA STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT DENGAN ANALISIS RIWAYAT WAKTU TERHADAP DRIFT DAN DISPLACEMENT MENGGUNAKAN SOFTWARE ETABS (STUDI KASUS : HOTEL DI DAERAH KARANGANYAR) Firman Andriyanto; Agus Setiya Budi; Wibowo Wibowo
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i1.37476

Abstract

Indonesia lies between severally tektonik's plate universalizes, which is Australian Eurasian plate one moves to aim northern, moving Pacific plateto aim Eurasia's northwest and plate, so often experiences earthquake. Sighted by geological, Indonesian archipelago lies on appointment 2 mainearthquake bands, which is earthquake Sirkum Pacific and Alpide Transasiatic's earthquake band, in consequence Indonesia includes in ringband damp down Pacific (ring of fire). Ring damps down Pacific constitute world active mountain series causative Indonesian experience earthquakefrequency that adequately frequent. It bears out the importance for review strategical earthquake charges be in contemplation structure designin anticipation if happening earthquake. In common structure analysis to earthquake is divided as 2 kinds, which is static analysis and dynamicanalysis (respon spectrum analysis and time history analysis). This research has a purpose to know building structure performance bases drift anddisplacement. Observational method that is utilized is analisis dynamic time history by use of software ETABS. Buildings structure evaluationby give earthquake record note El Centro, Chi Chi Taiwan, Kobe Japan and Indonesian Sumatera. If building was given by charges El Centro'searthquake, Chi Chi Taiwan, Kobe Japan and Indonesian Sumatera is gotten safe to inspire angles nominal basic. Helper bounds performanceand ultimit's bounds performance that ineligible appropriate SNI 1726 2002 sections 8.1 and sections 8.2 is El Centro's earthquake record andIndonesia Sumatera. According to ATC-40, if building was given by charges El Centro's earthquake, Chi Chi Taiwan, Kobe Japan and IndonesianSumatera therefore building performance comes in category IO (Immediate Occupancy).
DESAIN KRITERIA PENILAIAN KONDISI SUNGAI BERDASARKAN ASPEK STRUKTUR BANGUNAN (STUDI KASUS SUNGAI PEPE BARU SURAKARTA) Bagas Mahadika; Sobriyah Sobriyah; Agus Hari Wahyudi
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36854

Abstract

Sungai sebagai sarana pengaliran air alami merupakan salah satu sumber air yang berpengaruh dalam kehidupan manusia. Manusia membangun berbagai macam struktur prasarana sungai untuk memaksimalkan pemanfaatan air sungai. Kebutuhan akan pembangunan, perawatan serta perbaikan prasarana sungai tidak selalu sejalan dengan sumber daya yang ada, sehingga diperlukan suatu skala prioritas untuk menentukan tindakan yang harus dilaksanakan segera. Oleh karena itu penting untuk dibuat suatu desain kriteria penilaian kondisi sungai berdasarkan aspek struktur bangunan prasarana sungai. Hasil desain kriteria kemudian diterapkan pada Sungai Pepe Baru untuk mendapatkan kondisi sungai sebagai pertimbangan untuk peningkatan kualitas Sungai Pepe Baru. Tahapan dari penelitian ini adalah: (1) Menentukan komponen bangunan prasarana sungai. (2) Menyusun indikator bangunan prasarana sungai. (3) Menyusun kriteria bangunan sungai berdasarkan strukturnya. (4) Membuat teknik penilaian kondisi bangunan berdasarkan strukturnya. (5) Menghitung distribusi bobot antar komponen sungai. (6) Menerapkan desain penilaian struktur bangunan sungai pada Sungai Pepe Baru. Komponen bangunan sungai yang digunakan dalam penyusunan kriteria dapat dikelompokkan menjadi bangunan pelindung, bangunan pengaturan, dan bangunan pendukung. Distribusi bobot yang dihitung menggunakan metode Analytic Hierarchy Process dan menghasilkan bobot 33.3% untuk bangunan pelindung, 37% untuk bangunan pengaturan dan 29.6% untuk bangunan pendukung. Desain kriteria kemudian diterapkan pada Sungai Pepe Baru, dan menghasilkan nilai 83,71 yang termasuk kategori BAIK, dengan kondisi bangunan pelindung 85,82, bangunan pengaturan 78,49 dan bangunan pendukung 87,66.
Pengaplikasian Building Information Modeling (BIM) Dalam Desain Bangunan Gedung Senot Sangadji; Stefanus Adi Kristiawan; Inton Kurniawan Saputra
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 4 (2019): DESEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v7i4.38475

Abstract

Berbagai macam konflk dalam proses konstruksi, umumnya terjadi karena ketidakpahaman, kurang koordinasi, kekurangan biaya, kekurangan waktu, dan sebagainya. Untuk menyelesaikan konfik-konflik tersebut perlu pendekatan teknologi. Setelah berbagai percobaan, maka munculah sebuah inovasi dengan pendekatan teknologi bernama Building Information Modeling atau disebut BIM. Dengan BIM, pekerjaan konstruksi dapat dikerjakan dengan lebih mudah, efesien, dan tepat sasaran. BIM terdiri beberapa klasifikasi menurut fungsinya. Metode studi ini dilakukan dengan membuat perencanaan model bangunan. Kemudian ada komponen dari model tersebut yang diganti guna mendapatkan kelebihan dari cara kerja BIM. Dari hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa sistem kerja BIM adalah sistem kerja yang berintegrasi dan perubahan suatu komponen dapat dilakukan secara otomatis pada seluruh bangunan.