cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
ANALISIS PENURUNAN FONDASI GABUNGAN TELAPAK DAN SUMURAN (TELASUR) PADA TANAH LEMPUNG HOMOGEN Neura Citra Utami; Niken Silmi Surjandari; Raden Harya Dananjaya
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i3.36554

Abstract

Bagian penting dari suatu gedung adalah fondasi. Bangunan tingkat menengah atau bangunan 3 hingga 5 lantai pada umumnya menggunakan fondasi dalam. Hal ini mengakibatkan biaya yang dikeluarkan cukup mahal, walaupun tingkat keamanan tinggi. Salah satu alternatif untuk bangunan tingkat menengah yaitu dengan menggabungkan fondasi dangkal dan fondasi dalam. Gabungan fondasi telapak dan fondasi sumuran disebut fondasi Telasur. Alternatif ini diharapkan mampu menahan beban untuk bangunan tingkat menengah dengan biaya yang relatif lebih murah daripada fondasi dalam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besar nilai penurunan fondasi Telasur. Penelitian ini menggunakan software berbasis metode elemen hingga. Fondasi disimulasikan diatas tanah lempung homogen dengan variasi rasio panjang dan diameter sumuran (L/d). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kenaikan rasio (L/d) 0,25 mengurangi nilai penurunan rata-rata sebesar 11,72%. Penelitian ini membuktikan bahwa fondasi Telasur dapat menahan beban lebih baik dari fondasi telapak maupun sumuran, sehingga dapat digunakan untuk bangunan tingkat menengah.
APLIKASI VALUE ENGINEERING DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) TERHADAP STRUKTUR PELAT PADA PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL AZIZA SOLO Anisa' Wahyu T.U.; Widi Hartono; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37493

Abstract

Value Engineering adalah suatu usaha manajemen dalam menganalisa suatu masalah suatu proyek melalui pendekatan yang sistematis dan terorganisir untuk mendapatkan fungsi yang dikehendaki yaitu dengan hasil yang optimal namun tetap konsisten dengan ketentuan untuk penampilan, kualitas dan pemeliharaan dari proyek tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian value engineering ini untuk mengetahui alternatif desain struktur pelat khusunya pelat atap pada proyek pembangunan Hotel Aziza Solo dan mengetahui perbandingan biaya yang telah direncanakan dengan biaya setelah dilakukan analisis value engineering. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif evaluatif dengan studi kasus Hotel Aziza Solo. Data yang dipakai meliputi data primer yaitu redesign gambar bestek, harga satuan pekerjaan dan upah wilayah Surakarta tahun 2013 serta hasil kuisioner dari beberapa responden (kontraktor, konsultan, akademika, dan regulator). Adapun tipe pelat yang dibandingkan adalah tipe konvensional (existing), full precast, half precast, dan bondek. Analisis VE dilakukan berdasarkan pembobotan kriteria kuantitatif hasil perhitungan yang dinormalisasi dan kriteria kualitatif hasil kuisioner responden yang kemudian dilakukan perbandingan berpasangan dibantu dengan software Expert Choice. Hasil analisis, desain pelat atap yang terpilih yaitu tipe pelat full precast. Penggunaan tipe pelat full precast yang direkomendasikan dalam pekerjaan item pelat dapat menghemat biaya sebesar Rp 45.199.194,60 atau sebesar 12,82 % dari desain awal. Setelah dilakukan analisa Value Engineering pada pekerjaan pelat dihasilkan perbedaaan biaya sebesar Rp 45.199.194,60 atau sebesar 0,15 % dari biaya total proyek.
PENGARUH WAKTU PEMERAMAN FASE PADAT PADA ASBUTON EMULSI TERHADAP KADAR ASPAL DENGAN EMULGATOR TEXAPON MENGGUNAKAN GRINDER TIPE MB 60 Djoko Sarwono; Djumari Djumari; Rifqi Surya Darendra
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36870

Abstract

Aspal Buton (Asbuton) belum dapat dimanfaatkan secara optimal di Indonesia. Tingkat pemanfaatan asbuton masih rendah karena produk hasil olahan asbuton masih berupa produk-produk yang tidak praktis dalam hal penggunaan serta membutuhkan biaya pengolahan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan produk aspal dari asbuton yang praktis untuk digunakan melalui proses ekstraksi dan tidak memerlukan biaya yang besar saat pengolahan. Penelitian ini menggunakan metode asbuton emulsi. Bahan penyusun asbuton emulsi adalah asbuton butir 5/20, premium, texapon, HCl dan aquades. Fase padat adalah campuran asbuton butir 5/20 dan premium dengan waktu mixing menggunakan grinder tipe MB 60 selama 3 menit. Pemeraman fase padat dilakukan setelah proses pencampuran fase padat agar reaksi dan ikatan campuran fase padat semakin optimal untuk menghasilkan kadar kelarutan aspal yang tinggi. Variabel waktu pemeraman adalah 30 menit, 60 menit, 90 menit, 120 menit dan 150 menit. Fase Cair terdiri dari texapon, HCl dan aquades. Fase padat dan fase cair dicampur untuk menghasilkan asbuton emulsi kemudian dilakukan proses ekstraksi asbuton emulsi dengan waktu 25 menit. Pengujian yang dilakukan adalah kadar kelarutan aspal, kadar air, dan karakteristik aspal pada hasil ekstraksi asbuton emulsi dengan kadar aspal teroptimum. Analisis data pada hasil ekstraksi asbuton emulsi menghasilkan kadar aspal tertinggi sebesar 94,77% pada variabel waktu pemeraman 120 menit. Kadar air ada hasil ekstraksi asbuton emulsi menunjukkan semakin lama pemeraman fase padat berlangsung maka kandungan air yang ada dalam benda uji akan mengalami penurunan. Pengujian karakteristik aspal pada hasil ekstraksi asbuton emulsi dengan kadar kelarutan aspal paling optimum menunjukkan bahwa peremaja premium menguap saat proses penghilangan kandungan air sebelum proses pengujian dilakukan.
Kajian Tegangan-Regangan dan Kuat Tekan Beton HVFA Memadat Sendiri terhadap Beton Normal dengan Kekangan Topi Baja Maulida Luthfiana; Agus Setiya Budi; Endah Safitri
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 4 (2019): DESEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v7i4.38491

Abstract

Beton HVFA-SCC (High Volume Fly ash Self Compacting Concrete) merupakan suatu inovasi pengembangan dari beton SCC dengan penambahan bahan tambah fly-ash sebagai substituen semen. Fly-ash bersifat pozzolanic dan mempunyai kadar (SiO2) yang tinggi yang dapat mengikat Ca(OH)2 pada proses hidrasi semen. Selain itu ukuran partikelnya yang kecil dapat mengisi ruang kosong pada beton sehingga mengurangi terbentuknya pori di dalamnya. Pada penelitian ini akan dikaji mengenai perbandingan kurva tegangan-regangan beton HVFA-SCC terhadap beton normal dan perbandingan kuat tekan yang dihasilkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini eksperimen yang dilaksanakan di Laboratorium Bahan dan Struktur Universitas Sebelas Maret. Benda uji yang digunakan berupa silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Kadar fly ash yang digunakan sejumlah 50% dari total kebutuhan binder. Pengujian kuat tekan dilaksanakan pada saat umur beton mecapai 28 hari dengan UTM (Universal Testing Machine). Pada pengujian tekan dipasang pengekang pada kedua ujung benda uji berupa kaping topi baja yang bertujuan untuk mengurangi friksi dan meratakan permukaan benda uji. Hasil yang didapatkan dari penelitian menunjukkan bahwa HVFA-SCC kadar fly ash 50% memiliki nilai kuat tekan rata-rata 47% lebih tinggi dari beton normal pada usia 28 hari.
POTENSI RIDESHARING DAN ANTAR JEMPUT PEGAWAI BALAIKOTA SURAKARTA SEBAGAI IMPLEMENTASI GREEN TRANSPORTATION BR Revandy Baskara Jati; Dewi Handayani; Amirotul MH Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i2.36570

Abstract

Kota Surakarta telah menandatangani piagam “Komitmen Kota Hijau” pada tanggal 7 November 2011. Namun pada hingga tahun 2017 konsep green transportation sebagai bagian dari Komitmen Kota Hijau belum sepenuhnya dijalankan, dilihat dari masih banyaknya kendaraan pribadi yang digunakan untuk kebutuhan sehari – hari. Ridesharing dan fasilitas antar jemput pegawai merupakan salah satu solusi alternatif pendukung kebijakan green transportation. Oleh karena itu, Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk  mengetahui karateristik pengguna kendaraan pribadi di fasilitas parkir Balaikota serta mendapatkan besar potensi pegawai yang bersedia melakukan ridesharing atau antar jemput.Data primer diperoleh dengan menyebarkan kuisioner kepada pegawai Balaikota Surakarta pengguna sepeda motor dan pengguna mobil di beberapa dinas yang berkantor di kompleks Balaikota Surakarta. Formulir survei dikelompokkan menjadi 2 bentuk formulir, yaitu formulir 1 berisi data karakteristik responden dan formulir 2 berisi tanggapan responden terhadap ridesharing dan antar jemput pegawai. Selanjutnya data yang diperoleh akan dianalisa dengan metode analisis deskriptif.Pegawai yang bersedia menggunakan ridesharing adalah sebesar 55,32% untuk mobil dan 31,68% untuk motor. Dengan begitu maka terdapat potensi pengurangan penggunaan fasilitas parkir mobil dan motor di kompleks Balaikota Surakarta maksimal sebesar 25,53% untuk mobil dan 14,29% untuk motor. Pegawai yang bersedia menggunakan fasilitas antar jemput sebesar 46,81% untuk pengguna mobil dan 39,75% untuk pengguna motor. Dengan begitu terdapat potensi lanjutan berupa pengurangan penggunaan mobil oleh pegawai Balaikota Surakarta maksimal sebesar 46,81% dan motor sebesar 39,75%.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH BUBUTAN BAJA PADA LAPIS TIPIS CAMPURAN ASPAL PANAS TERHADAP KARAKTERISTIK KUAT TARIK TIDAK LANGSUNG, KUAT TEKAN BEBAS DAN PERMEABILITAS Adhe Pramudya I; Ary Setyawan Setyawan; Djoko Sarwono
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37509

Abstract

Pertumbuhan ekonomi menyebabkan permintaan terhadap infrastruktur jalan yang layak meningkat. Sementara kondisi perkerasan jalan terus menurun dari waktu ke waktu, sehingga perlu adanya pemeliharaan secara berkala untuk mempertahankan kondisi perkerasan yang layak. Pemeliharaan lapis permukaan jalan pada saat ini umumnya dikerjakan dengan ketebalan yang cukup tinggi, hal ini menimbulkan berbagai persoalan baru. Untuk itu dibutuhkan adanya inovasi yang salah satunya dengan lapis tipis campuran aspal panas. Dari sisi penggunaan material digunakan bahan tambah limbah bubutan baja untuk meningkatkan performa lapis tipis. Penelitian ini bersifat eksperimental di laboratorium dengan metode yang mengacu pada National Asphalt Pavement Association (NAPA), serta pembuatan campuran menggunakan gradasi North Carolina. Pengujian campuran meliputi pengujian kuat tarik tidak langsung, kuat tekan bebas dan permeabilitas pada kondisi kadar aspal optimum. Penambahan limbah bubutan baja antara 1% sampai 5 % dari berat total campuran. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan metode analisis regresi didapatkan pengaruh penambahan limbah bubutan baja optimum pada pengujian kuat tarik tidak langsung sebesar 3,79%, menghasilkan nilai ITS 670,111 KPa atau mengalami penurunan sebesar 25,13% dari benda uji normal dengan nilai R2= 0,728. Pada pengujian kuat tekan bebas didapatkan penambahan limbah bubutan baja optimum sebesar 3,17%, menghasilkan nilai UCS sebesar 783,389 KPa atau mengalami peningkatan sebesar 20,25% dari benda uji normal dengan nilai R2= 0,620. Pengujian permeabilitas penambahan limbah bubutan baja sebesar 5% menghasilkan koefisien permeabilitas sebesar 6,040 x10-5 cm/detik atau mengalami peningkatan kekedapan sebesar 26,70% dari benda uji normal dengan nilai R2= 0,892.
EKSTRAKSI ASBUTON BUTIR DENGAN METODE ASBUTON EMULSI DITINJAU DARI WAKTU MIXING FASE PADAT MENGGUNAKAN EMULGATOR TEXAPON DAN GRINDER TIPE MB 60 Djoko Sarwono; Agus Sumarsono; Ponco Setiawan Raharjo
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36886

Abstract

Pemanfaatan asbuton masih terbatas pada bentuk butiran. Kandungan dalam asbuton butir masih berupa aspal dan campuran mineral lain. Cara untuk mengetahui kandungan aspal dalam asbuton butir adalah ekstraksi dengan metode emulsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan waktu mixing fase padat terhadap kadar aspal emulsi, hubungan waktu mixing fase padat terhadap kadar air dan mengetahui karakteristik asbuton emulsi. Penelitian ini dilakukan dengan membuat asbuton emulsi lalu diekstraksi hingga asbuton emulsi halus terpisah dengan yang kasar. Fase padat terdiri dari asbuton butir, bensin lalu dicampur menggunakan mixer modifikasi dengan variasi waktu 1, 2, 3, 4, 5 menit. Fase cair terdiri dari texapon, air aquades dan asam klorida. Kemudian dilakukan pengujian kelarutan, kadar air, dan karakteristik asbuton emulsi. Hasil analisis dari uji kelarutan, dengan waktu mixing fase padat 3 menit, didapat kadar asbuton emulsi sebesar 96,67 %. Dari analisis hasil uji kadar air didapat hubungan antara waktu mixing fase padat dengan kadar air yaitu semakin lama waktu mixing fase padat maka kadar air akan semakin meningkat. Dari hasil uji karakteristik asbuton emulsi didapat nilai penetrasi berkisar 3,2 dmm, titik lembek 90,5oC,berat jenis 1,403 gr/cc, titik nyala, dan bakar 335oC dan 348oC, uji kelekatan 99,5% dan kelarutan 70,5%.
PENGARUH VARIASI KEMIRINGAN PADA HULU BENDUNG DAN PENGGUNAAN KOLAM OLAK TIPE SLOTTED ROLLER BUCKET MODIFICATION TERHADAP LONCATAN AIR DAN GERUSAN SETEMPAT Ibnu Setiawan; Suyanto Suyanto; Solichin Solichin
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i3.37521

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh debit dan variasi kemiringan pada hulu bendung serta penggunaan kolam olak slotted roller bucket modification terhadap energi spesifik saat loncatan hidrolis dan terjadinya gerusan lokal dihilir bangunan. Penelitian dilakukan di laboratorium Hidrolika Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UNS menggunakan open flume yang menjadi model saluran terbuka berukuran 8 x 25 x 500 cm dan variasi tipe pelimpah ogee hulu miring 3:1, 3:2, 3:3 serta kolam olak slotted roller bucket modification. Sedimen yang digunakan adalah pasir berdiameter seragam 1,18 mm atau lolos ayakan no. 16 dan untuk pemodelan bentuk gerusan lokal yang terjadi di hilir setelah kolam olak menggunakan program surfer 8.0. Penelitian ini menunjukkan empat hasil. Pertama, semakin besar kedalaman air saat loncatan hidrolis di hilir pelimpah Ogee, semakin kecil energi spesifik yang terjadi. Titik balik terjadi saat kondisi kritis. Kemudian dengan kedalaman air yang bertambah, semakin besar energi spesifiknya. Kedua, Variasi kemiringan hulu pelimpah Ogee tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap bentuk gerusan yang terjadi di hilir. Ketiga, Semakin besar debit yang dialirkan pada saluran maka kedalaman maksimal gerusan lokal di hilir setelah kolam olak juga semakin dalam. Keempat, Semakin panjang gerusan yang terjadi maka kedalaman maksimal gerusan juga semakin besar.
KONSEP KRITERIA PENILAIAN FUNGSI DAN KONDISI SUNGAI BERDASARKAN KEADAAN ALUR SUNGAI (STUDI KASUS SUNGAI PEPE SURAKARTA) Agus Hari Wahyudi; Mamok Suprapto; Amri Irsyad Addina
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36897

Abstract

Sungai merupakan salah satu sumber air yang memiliki peranan yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Pembangunan struktur sungai dilakukan untuk memaksimalkan pemanfaatan air sungai. Kurang terawatnya sungai serta infrastruktur dapat menurunkan fungsi dan kondisi sungai dan dapat menjadi bencana. Saat ini sudah terdapat surat edaran untuk penilaian kinerja bangunan sungai, namun surat edaran tersebut belum dijadikan standar penilaian untuk umum. Sehingga, penelitian ini menjadi tindakan lebih lanjut sebagai bentuk penerapan surat edaran tersebut. Penelitian dilakukan di Sungai Pepe, Kota Surakarta. Tahapan penelitian ini antara lain (1) Menentukan komponen-komponen sungai sebagai pengendali banjir. (2) Menyusun indikator komponen sungai. (3) Menyusun kriteria komponen sungai berdasarkan fungsi dan kondisi fisiknya. (4) Membuat teknik penilaian fungsi dan kondisi. (5) Menghitung distribusi bobot antar komponen sungai. (6) Menerapkan konsep penilaian pada Sungai Pepe. Komponen penyusun sungai berdasarkan hasil penelitian terdiri dari bangunan konservasi, bangunan pengendalian daya rusak air dan bangunan pendayagunaan. Hasil distribusi bobot yang dihitung dengan metode Analytic Hierarchy Process untuk tiap komponen adalah 15.6% untuk bangunan konservasi, 65,9% untuk bangunan pengendalian daya rusak air, 18,5% untuk bangunan pendayagunaan. Konsep kemudian diterapkan pada Sungai Pepe, dan menghasilkan nilai keseluruhan 78,76% yang termasuk kategori BAIK, dengan nilai fungsi dan kondisi untuk bangunan konservasi 49,55% termasuk kategori BAIK, bangunan pengendalian daya rusak air 88,17% dengan kategori BAIK, bangunan pendayagunaan 54,27% dengan kategori baik.
STUDI WILLINGNESS TO PAY (WTP) CALON PENGGUNA JASA KERETA API BANDARA INTERNASIONAL ADI SOEMARMO Amirotul M.H Mahmudah; Dewi Handayani; Nadya Surya Winata
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.44020

Abstract

Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kegiatan ekonomi yaitu dengan membangun sarana prasarana transportasi publik. Tujuan utamanya adalah untuk menekan biaya dan waktu. Demi terwujudnya tujuan tersebut, maka diperlukan transportasi yang terintegrasi. Salah satu transportasi terintegrasi yang saat ini masif digencarkan adalah pembangunan kereta api (KA) bandara. Hadirnya KA Bandara di Kota Surakarta yang melayani trayek Stasiun Solo Balapan menuju Bandara Internasional Adi Soemarmo diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas bandara. Dalam pengadaan ini perlu dikaji lebih dalam agar penyediaan layanan angkutan sesuai dengan kesediaan membayar (WTP) calon pengguna. Penelitian ini menganalisis pemilihan moda antara taksi daring dengan KA bandara, kemudian dicari nilai WTP KA Bandara menggunakan pendekatan discrete choice analysis. Variabel yang digunakan antara lain waktu tempuh, tarif dan headway. Metode stated preference digunakan untuk mengestimasi fungsi utilitas, dan probabilitas dianalisis dengan model logit binomial. Analisis WTP dan sensitivitas dicari untuk mengetahui efek yang terjadi dari setiap perubahan tarif terhadap preferensi seseorang dalam memilih moda. Nilai WTP KA Bandara memiliki hasil yang berbeda untuk setiap kondisi yang ditawarkan, berkisar antara Rp.9.120,- s.d Rp.35.870,-. Pada kondisi mendekati rencana operasional, probabilitas pengguna taksi daring yang mau beralih menggunakan KA Bandara sebesar 79,585% s.d 92,465% ketika tarif KA Bandara diberlakukan Rp.10.000,- s.d Rp.15.000,-.