cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT POLYPROPYLENE PADA BETONRINGAN DENGAN TEKNOLOGI FOAM TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS ELASTISITAS Purnawan Gunawan; Wibowo Wibowo; Nurmantian Suryawan
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2014): Juni 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i2.37455

Abstract

The density of concrete is one of aspect which is calculated when planning a building framework because it influencing the weighting calculation. Forthat reason, there are many kinds of research on the lightweight concrete and one of them is making a lightweight concrete using foam technology.Foam lightweight concrete is made by adding foam agent which consist of spectafoam, harder mild, and polymer into a mortar mix. Nowadays, theusing of lightweight concrete still directed only to a non-structural concrete because generally a lightweight concrete has maximum compressivestrength at 15 MPa. The solution to improve this foam lightweight concrete's strength is by adding fiber to the mixing in form of polypropylene Themethod used was experimental observations and theoretical analysis then performed to support the conclusion eventually. The specimen is in form ofcylinder with diameter of 15 cm and height of 30 cm for testing the modulus of elacity, compressive strength, and the split tensile strength. Thisexperiment using CTM (Compression Testing Machine) tool. The result of the research is the increase of the value of foam lightweight concrete'scompressive strength, split tensile strength, and modulus of elasticity on the polypropylene fiber addition rate of 0.75% from the concrete's volumeweight. Fiber additional rate of 0.75% resulting the increase of compressive strength, split tensile strength, and the modulus of elasticityconsecutively 27.93%; 60.38%; and 44.31% compared to the foam lightweight concrete which has no fiber.
ANALISIS EMISI GAS BUANG AKIBAT MOBIL DI KAMPUS UNIVERSITAS SEBELAS MARET Dewi Handayani; Yocky Indra Jaya; Slamet Jauhari Legowo
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36732

Abstract

Banyaknya pergerakan mobil oleh civitas akademika di kampus UNS untuk menjalankan aktivitas di lingkungan kampus dan pergerakan dari kendaraan-kendaraan tersebut masih belum dikontrol sehingga menghasilkan emisi gas buang yang belum diketahui besarnya. Dilakukan penelitian yang menghitung besarnya emisi gas buang di kampus UNS yang bertujuan untuk mengetahui pengurangan banyaknya emisi gas buang yang dihasilkan per tahun sampai dengan tahun 2022 di lingkungan kampus UNS sehubungan dengan akan di bangun gedung parkir terpusat di dua tempat maka analisis besar emisi gas buang yang akan di gunakan untuk membandingkan kondisi eksisting pada tahun 2016 dengan kondisi setelah di bangun gedung parkir terpusat yang baru. Penelitian emisi gas buang akibat mobil yang beraktifitas didalam kampus Universitas Sebelas Maret menggunakan metode survei kuesioner, parameter pengukuran emisi gas buang dihitung berdasarkan hari aktif kuliah, jarak tempuh dan jumlah kendaraan yang masuk ke lingkungan kampus Universitas Sebelas Maret, kemudian menghitung besar emisi gas buang dan pajak emisi gas buang eksisting serta membandingkan besar emisi gas buang mobil setelah dibangun gedung parkir terpusat yang menggunakan 2 pilihan alternatif. Hasil penelitian didapatkan besar emisi gas buang pada tahun 2016 yang dihasilkan CO sebesar 285,6695 Ton, HC sebesar 28,5394 Ton, NOX sebesar 15,4397 Ton, PM10 sebesar 0,2536 Ton, CO2 sebesar 23.725,6168 Ton dan SO2 sebesar 0,3365 Ton, Skenario pembangunan gedung parkir alternatif I yaitu gedung yang pertama kali dibangun adalah gedung parkir yang berlokasi di belakang kampus kemudian dilanjutkan dengan membangun gedung parkir yang berlokasi di depan kampus dan skenario pembangunan gedung parkir alternatif II yaitu gedung yang pertama kali dibangun adalah gedung parkir yang berlokasi di depan kampus kemudian dilanjutkan dengan membangun gedung parkir yang berlokasi di belakang kampus, Penurunan emisi gas buang CO, HC, NOX, PM10, CO2 dan SO2 dengan dibangun gedung parkir menggunakan alternatif I adalah sebesar 51.4146%, dan dengan dibangun gedung parkir menggunakan alternatif II adalah sebesar 26.0285%, berdasarkan nilai harga pajak yang dihitung dari CO2 pada alternatif I terjadi penghematan sebesar Rp. 30.427.101.587 dan pada alternatif II terjadi penghematan sebesar Rp. 15.403.633.795.
PERBANDINGAN KONSUMSI ENERGI DAN EMISI GAS RUMAH KACA (CO2) PADA KONSTRUKSI PERKERASAN LENTUR Yusuf Zulianto; Ary Setyawan
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37585

Abstract

Pemanasan Global (Global Warming) dan Krisis Iklim (Climate Crisis) adalah dua isu global yang semakin sering didengungkan oleh berbagai pihak belakangan ini. Penyebab utama dari pemanasan global adalah konsumsi energi dan efek gas rumah kaca yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan serta pembangkit tenaga listrik. Salah satunya adalah konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca untuk industri konstruksi, yang juga mendapatkan perhatian lebih di tahun - tahun terakhir ini. Di Indonesia penelitian - penelitian yang berhubungan dengan konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca masih sangat minim, khususnya dalam bidang konstruksi perkerasan jalan raya. Sehingga perlu diadakan penelitian mengenai konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca (CO2) yang dihasilkan dalam suatu proses konstruksi perkerasan jalan raya. Penelitian ini menggunakan dua metode untuk mengestimasi konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca (CO2), yaitu metode Tabel Energy Use and GHG Emissions for Pavement Construction dan metode konversi bahan bakar. Hasil estimasi dari dua metode tersebut kemudian akan dibandingakan secara matematis, yaitu dengan mencari selisih dan perbandingannya. Tahap yang diamati pada penelitian ini hanya pada tahap produksi campuran material, tahap transportasi, dan tahap konstruksi. Hasil estimasi konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca (CO2) dengan metode konversi bahan bakar lebih besar dibandingkan dengan hasil estimasi dengan metode Tabel Energy Use and GHG Emissions for Pavement Construction. Hasil estimasi konsumsi energi dengan metode konversi bahan bakar yaitu sebesar 3.750.151.614 MJ atau sama dengan 423,38 MJ/ton, dan menghasilkan emisi gas rumah kaca (CO2) sebesar 278.213.526,2 kgCO2 atau sama dengan 31,44 kgCO2/ton. Sedangkan hasil estimasi konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca (CO2) dengan metode Tabel Energy Use and GHG Emissions for Pavement Construction yaitu sebesar 3.339.202.571 MJ atau sama dengan 377 MJ/ton, dan menghasilkan emisi gas rumah kaca (CO2) sebesar 254.204.545,9kgCO2 atau sama dengan 28,7 kgCO2/ton.
STUDI VARIASI KEBERANGKATAN LALU LINTAS DAN PERBANDINGAN ARUS JENUH METODE TIME SLICE DENGAN ARUS JENUH MKJI 1997 PADA SIMPANG BERSINYAL DENGAN SHORT TIME COUNTDOWN TIMER Tri Utamy Yohana Panjaitan; Amirotul M.H Mahmudah; Slamet Jauhari Legowo
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 4 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i4.36533

Abstract

Pada jalan raya, titik konflik yang paling banyak ditemui yaitu pada simpang. Salah satu upaya untuk mengurangi titik konflik adalah dengan penambahan lampu lalu lintas. Perangkat lain yang dapat ditambahkan pada simpang adalah countdown timer. Countdown timer merupakan perangkat tambahan yang berfungsi memberikan informasi mengenai durasi waktu sinyal dari lampu lalu lintas. Akan tetapi, penambahan countdown timer ternyata menyebabkan timbulnya variasi pada keberangkatan lalu lintas atau kendaraan (Cong dkk; 2012). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi pada waktu keberangkatan dan nilai arus jenuh dasar per meter (S0/m) pada simpang bersinyal dengan countdown timer. Data diperoleh di Simpang Sate Sumber, Simpang Polres Karanganyar, dan Simpang Tugu Wisnu yang dilakukan pada jam puncak dan jam tidak puncak. Data variasi waktu keberangkatan dianalisis menggunakan analisis statistic, sementara data arus jenuh meggunakan metode time slice. Berdasarkan hasil analisis, diketahui variasi waktu keberangkatan yang terjadi berupa percepatan waktu keberangkatan pada Simpang Sate Sumber dan perlambatan waktu keberangkatan pada Simpang Polres Karanganyar dan Simpang Tugu Wisnu. Nilai S0/m yang diperoleh pada semua simpang baik pada jam puncak tidak ada yang memenuhi standar S0/m MKJI 1997 yaitu sebesar 600.
TINJAUAN BEBAN LENTUR DAN REMBESAN AIR PADA GENTENG DENGAN BAHAN TAMBAH LIMBAH SERBUK KACA Cintia Pratiwi; Kusno Adi Sambowo; Supardi Supardi
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i1.37471

Abstract

Glass powder has considerable volume in wastes and has not thoroughly been utilized. Therefore, the waste glass powders can maximally be exploitedby utilizing them as the aggregates of roof tile manufacture. The objective of this research is to investigate the effect of waste glass powders asthe aggregates of the roof tile manufacture on the flexural load and water absorption. The test specimens consisted of four main groups based on thepercentage of waste glass powders, namely: 0%, 5%, 10%, and 15% of the dry weight of clay. Each group consisted of 10 test specimens, andtherefore the total number of the specimens was 40. Flexural load was tested by using bending testing machine, and the water absorption was testedby using the pvc pipe with the diameter of ¾'' and the length of 6 cm. The result of the specimen testing shows that the values of the averageflexural load with percentage of the waste glass powder supplementation of 0%, 5%, 10%, and 15% were 50 kg, 62 kg, 72 kg, and 63 kg respectively.the increasing supplementation of the waste glass powder was increasing the value of flexural load but after passing the optimum limitflexural load will decrease. The result of the regression analysis shows that the optimum flexural load was obtained in the waste glass powdersupplementation of 9.817% with the value of flexural load of 69.469 kg. All of the roof tiles with or without the waste glass powder supplementationwere included in the roof tile classification of Class IV of the standards of PUBI 1982. In addition, the result of the water absorption testingshows that the increasing supplementation of the waste glass powder was reducing the percentage of the water absorption. Therefore, the supplementationof the waste glass powder was improving the quality of the roof tiles.
PENGARUH VARIASI DIAMETER SOIL CEMENT COLUMN SKALA LABORATORIUM UNTUK STABILISASI TANAH LEMPUNG PLASTISITAS TINGGI PADA INDEKS LIKUIDITAS 1 DAN 1.25 Duta Cahaya Marga Utama; Niken Silmi Surjandari; Bambang Setiawan
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36849

Abstract

Stabilisasi tanah merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki karakteristik pada tanah bermasalah. Tanah lempung plastisitas tinggi termasuk dalam tanah bermasalah karena mempunyai daya dukung rendah. Salah satu metode untuk meningkatkan daya dukung adalah stabilisasi tanah lempung menggunakan semen. Penelitian ini menggunakan tanah lempung plastisitas tinggi dari daerah Grogol, Sukoharjo yang dikondisikan kadar airnya pada indeks likuiditas (LI) 1 dan 1.25. Stabilisasi tanah ini berfokus pada pengurangan penurunan dengan variasi kolom ( 8 cm, 11 cm, dan 13 cm) pada perbandingan semen : tanah 25% dan faktor air semen 35%. Uji beban pelat dilakukan setelah masa perawatan 7 hari. Hasil uji beban pelat pada tanah dengan indeks likuiditas 1 dan 1.25, penurunan terendah terdapat pada kolom diameter 8 cm yaitu 6 cm dan 6.5 cm sedangkan penurunan tertinggi pada kolom 13 cm yaitu 7.1 cm dan 7.8 cm.
BANJIR TAHUNAN SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI BENGAWAN SOLO HULU 3 DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Sigit Jadmiko; Rr. Rintis Hadiani; Agus P. Saido
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37602

Abstract

Kota Solo dilalui sungai Bengawan Solo yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa (600 km) dengan luas DAS 16.100 km2.Sejak tahun 1863 sungai Bengawan Solo telah menimbulkan banjir.Bahkan saat ini banjir mulai mengancam daerah hilir.Analisis banjir daerah hulu dapat mencegah terjadinya kerusakan yang lebih besar di daerah hilir.Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo Hulu 3 merupakan bagian dari DAS Bengawan Solo Hulu. DAS ini terdiri dari 7 sub DAS, yaitu sub DAS Keduang, sub DAS Tirtomoyo, sub DAS Temon, sub DAS Bengawan Solo Hulu, sub DAS Alang, sub DAS Ngunggahan dan sub DAS Wuryantoro. Tiap sungai dari ketujuh sub DAS tersebut mengalir ke Waduk Wonogiri. Sehingga diperlukan analisis banjir tahunan dan sekaligus pemetaan sub DAS yang berpotensi menimbulkan banjir. Berdasarkan data historis 10 tahun didapat periode ulang 2, 5, 10, dan 20 tahunan (Q2, Q5, Q10, dan Q20).Hasil analisis membentuk database yang dikoneksikan dengan Sistem Informasi Geografis. Untuk mewakili potensi banjir 5 tahunan, 10 tahunan, dan 20 tahunan ditunjukkan dengan warna kuning, merah, dan merah tua. Warna hijau mewakili kondisi tidak berpotensi banjir.Hasil analisis menunjukkan bahwa hujan 2 harian berurutan berpotensi menimbulkan banjir sampai Q2, Q5, Q10, dan Q20 hampir di tiap sub DAS. Potensi banjir terbesar terjadi pada bulan Desember.
PREDIKSI STABILITAS LERENG MENGGUNAKAN ADAPTIVE NEURO-FUZZY METODE HYBRID Riksa Faisal; Niken Silmi Surjandari; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i3.36549

Abstract

Permasalahan yang terjadi di alam, didominasi hampir 80% permasalahan non linier atau mungkin lebih. Permasalahan ini sering ditemui pada bencana alam seperti tanah longsor. Terkadang dalam pengaplikasian suatu metode, tidak sesuai dengan yang direncanakan. Faktor-faktor luar yang tidak diperhitungkan dalam perencanaan, menjadi penyumbang utama permasalahan. Berbagai metode pendekatan digunakan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Penelitian ini akan menganalisis stabilitas lereng dengan menggunakan salah satu metode pendekatan dari Neuro-Fuzzy yaitu ANFIS.Sumber data yang digunakan merupakan lereng alami yang didapatkan dari beberapa penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode hybrid ANFIS untuk mendapatkan prediksi SF. Fine tuning dilakukan pada rule maupun membership function untuk mendapatkan nilai keluaran yang tepat. Digunakan sejumah data yaitu: 60 Data, 50 Data, 40 Data, 30 Data, 20 Data yang divariasikan dalam bentuk Ganjil, Genap, Kelipatan, SF, Beda Tinggi, Beda Kohesi. Pengecekan hasil menggunakan pengujian RMSE dan Matrix Confusion.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa predkisi antara SF ANFIS dan SF asli dipengaruhi oleh membership function, rule, jumlah data, pengacakan data, hasil output serta nilai jarak dari input. Prediksi ANFIS paling optimal terjadi pada 20 Data Varian SF yang menghasilkan nilai Recall sebesar 1, Precision sebesar 1, Accuracy sebesar 1, serta Error Rate sebesar 0.
PENGARUH PENGGUNAAN ELEKTROOSMOSIS TERHADAP PARAMETER KUAT GESER TANAH LEMPUNG Yusup Resha Atmaja; Niken Silmi Surjandari; Sholihin As'ad
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37488

Abstract

Tanah lempung dengan kadar air tinggi mempunyai kuat geser yang rendah, sehingga memerlukan perbaikan untuk meningkatkan kuat gesernya. Perbaikan pada tanah ini dapat dilakukan dengan mengurangi kandungan airnya, sehingga akan mempengaruhi kuat gesernya. Salah satu upaya untuk meningkatkan kuat geser tanah dengan metode elektroosmosis. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh penggunaan elektroosmosis terhadap parameter kuat geser tanah lempung. Penelitian ini menggunakan model fisik skala kecil di laboratorium dengan uji elektroosmosis tanpa dan dengan preloading. Pengujian ini menggunakan arus listrik searah (DC) dengan variasi beda potensial 3, 6, 9, dan 12 volt. Berdasarkan pengujian model laboratorium diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan elektroosmosis pada tanah lempung mampu menaikkan kohesi (c) dan sudut geser dalam (ø) tanah lempung. Kohesi mengalami kenaikan sebesar 9,52-118,75% dan sudut geser dalam naik sebesar 4,98-8,85% setelah pemberian beda potensial 3 volt. Semakin besar variasi beda potensial yang diberikan, kohesi dan sudut geser dalam juga semakin besar. Penggunaan preloading memberikan dampak kenaikan parameter kuat geser tanah yang cukup signifikan dari pada tanpa preloading. Semakin besar beda potensial, semakin optimal pula penggunaan preloading.
STUDI KARAKTERISTIK DASPAL JABUNG DIMODIFIKASI MENGGUNAKAN LATEKS, DIBANDINGKAN DENGAN SPESIFIKASI ASPAL PENETRASI Aditya Permana; Ary Setyawan; Djumari Djumari
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36865

Abstract

Daspal (damar aspal) adalah salah satu jenis bioaspal yang merupakan campuran dengan bahan utamanya merupakan damar sebagai bahan pengikat dan serbuk bata yang dilebur menjadi satu dengan menggunakan minyak kelapa sawit sebagai bahan peleburnya. Salah satu kekurangan dari daspal ini adalah rendahnya nilai daktilitas. Lateks berfungsi untuk membuat daspal menjadi lebih elastis, meningkatkan nilai daktilitas dan menambah kemampuan kohesi atau ikatan antar partikel dari material daspal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan lateks terhadap sifat properties daspal sesuai dengan spesifikasi pengujian aspal keras berdasarkan nilai penetrasi. Variasi penambahan kadar lateks dimulai dari 0%,2%,4%,6%,8% dan 10% dari berat daspal. Penambahan lateks optimum pada campuran daspal adalah pada kadar lateks 6%. Pada kadar lateks optimum terjadi kenaikan nilai titik lembek yaitu dari 57,5oC menjadi 58,5oC, nilai daktilitas bertambah panjang dari 40,5 cm menjadi 114,5 cm, nilai titik nyala dari 245oC menjadi 270oC, dan nilai kekakuan daspal dari 1660 MPa menjadi 7820 Mpa. Penetrasi daspal menjadi lebih keras dari 65 dmm menjadi 26 dmm, dan nilai berat jenis daspal semakin berkurang dari 1,003 gr/cm3 menjadi 0,992 gr/cm3. Nilai kelarutan daspal dalam larutan trichlore ethylene yaitu sebesar 99,84% dan nilai kelekatan daspal pada batuan sebesar 99%. Dari hasil tersebut, daspal belum bisa dikategorikan memiliki karakteristik seperti aspal karena ada beberapa kriteria yang belum memenuhi spesifikasi.