cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
KAJIAN MODULUS OF RUPTURE DAN KUAT TARIK BELAH PADA BETON BUBUK REAKTIF DENGAN VARIASI KOMPOSISI SILICA FUME Wibowo Wibowo; Achmad Basuki; M. Haris Habibi
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i2.60823

Abstract

Reactive powder concrete merupakan jenis beton yang pada campurannya meniadakan penggunaan agregat kasar. Modulus of rupture dan kuat tarik belah beton adalah salah satu parameter yang digunakan guna mengetahui mutu beton. Modulus of rupture merupakan nilai kuat tarik tertinggi yang terdapat pada bagian bawah dari sebuah sampel balok. Kuat tarik belah adalah nilai kuat tarik tidak langsung yang bisa merefleksikan nilai kuat tarik yang sebenarnya Penelitian ini menggunakan metode teoritis dan metode eksperimen dengan jumlah total benda uji sebanyak 36 buah. Pengujian modulus of rupture menggunakan benda uji beton balok dengan dimensi panjang 40 cm, lebar 10 cm, dan tinggi 10 cm, sedangkan pengujian kuat tarik belah menggunakan benda uji beton silinder dengan dimensi tinggi 30 cm dan diameter 15 cm dengan variasi kadar penambahan silica fume sebesar 0%; 5%; 10%; 15%; 20%; dan 25%. Uji modulus of rupture dan kuat tarik belah dilaksanakan pada beton ketika sudah mencapai umur 28 hari.Uji modulus of rupture menggunakan mesin UTM (universal testing machine), sedangkan uji kuat tarik belah menggunakan mesin CTM (compression testing machine). Hasil uji modulus of rupture dengan variasi kadar penambahan silica fume sebesar 0%; 5%; 10%; 15%; 20%; dan 25%, menghasilkan nilai sebesar 5,91 MPa; 6,35 MPa; 6,59 MPa; 7,30 MPa; 6,94 MPa; dan 6,47 MPa. Hasil uji kuat tarik belah dengan variasi kadar penambahan silica fume 0%; 5%; 10%; 15%; 20%; dan 25%, menghasilkan nilai sebesar 3,82 MPa; 4,12 MPa; 4,34 MPa; 4,78 MPa; 4,43 MPa dan 4,24 MPa.
Pengaruh Kuat Tarik Geotekstil Terhadap Analisis Stabilitas Lereng dengan Variasi Beban Vertikal dan Jarak Vertikal Geotekstil Reza Fadela; Bambang Setiawan; Siti Nurlita Fitri
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 3 (2022): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i3.54166

Abstract

Reza Fadela, 2020, Pengaruh Kuat Tarik Geotekstil Terhadap Analisis Stabilitas Lereng dengan Variasi Beban Vertikal dan Jarak Vertikal Geotekstil , Tugas Akhir, Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknil Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tuntutan pembangunan yang semakin bertambah dan harus terus berjalan seiring dengan perkembangan jaman, menyebabkan penggunaan tanah yang kurang baik pun dilakukan. Salah satunya adalah penggunaan tanah diatas lereng yang digunakan untuk bangunan tempat tinggal. Oleh karena itu, diperlukan solusi untuk permasalahan tersebut yaitu dengan perkuatan geosintetik jenis geotekstil woven. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kuat tarik geotekstil terhadap nilai safety factor lereng. Kuat tarik geotekstil yang digunakan yaitu woven 32 kN/m, 44 kN/m dan 54 kN/m dan non-woven 7,1 kN/m, 8,4 kN/m dan 10,5 kN/m. Variasi beban vertikal yang digunakan pada penelitian ini adalah 10 kN/m3, 15 kN/m3, 20 kN/m3, 25 kN/m3, 30 kN/m3, 35 kN/m3, 40 kN/m3 dan 45 kN/m3 dan variasi jarak vertikal geotekstil yang digunakan pada penelitian ini adalah 0,25 m, 0,5 m, 0,75 m, 1 m, 1,25 m dan 1,5 m. Panjang geotekstil yang diperlukan ditetapkan sebesar 15 m. Data sekunder yang digunkan yaitu data tanah dan data spesifikasi geotekstile woven dan non-woven. Analisis safety factor pada penelitian ini menggunakan bantuan perangkat lunak (software) Geoslope 2018. Hasil analisis stabilitas lereng dengan perkuatan geotekstil dengan kuat tarik geotekstil woven 32 kN/m, 44 kN/m dan 54 kN/m dan non-woven 7,1 kN/m, 8,4 kN/m dan 10,5 kN/m geotekstil dengan jarak vertikal geotekstil 0,25 m, 0,5 m, 0,75 m, 1 m, 1,25 m dan 1,5 m dengan beban vertikal 10 kN/m3, 15 kN/m3, 20 kN/m3, 25 kN/m3, 30 kN/m3, 35 kN/m3, 40 kN/m3 dan 45 kN/m3 menunjukkan bahwa semakin besar kuat tarik geotekstil maka semakin besar pula nilai faktor keamanan lereng dan bahwa semakin kecil jarak vertikal geotekstil maka semakin besar pula nilai faktor keamanan lereng. Beban vertikal yang semakin besar menunjukkan nilai safety factor yang semakin kecil. Kata Kunci : kestabilan lereng, faktor keamanan, Geoslope, kuat tarik geotekstil
ANALISIS BACKWATER DI SEKITAR PERTEMUAN KALI ANYAR SURAKARTA DENGAN SUNGAI BENGAWAN SOLO Cahyono Ikhsan; Setiono Setiono; Lanaria Pangestu
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36853

Abstract

Kali Anyar merupakan anak sungai yang bermuara ke Sungai Bengawan Solo, mengakibatkan jika ketinggian muka air sungai utama lebih tinggi dari anak sungai makan akan terjadi pembendungan terhadap saluran anak sungai. Kondisi ni megakibatkan aliran anak sungai kembali ke hulu atau disebut backwater.Penelitian ini dilakukan di sekitar pertemuan Kali Anyar dengan Sungai Bengawan Solo. Hasil analisis Backwater menggunakan Software Hec-Ras. Kemudian Dalam pembuatan peta, digunakan data OSM seluruh Indonesia, yang di clip menjadi peta wilayah Kali Anyar dan Sungai Bengawan Solo menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Nilai Area banjir dari hasil Hec-Ras diplotkan ke dalam peta SHP (Shapefile) menghasilkan peta area banjir akibat backwater.Hasil dari penelitan ini adalah sebuah peta dalam program SIG yang menunjukkan daerah terdampak banjir akibat backwater di sekitar pertemuan Kali Anyar Surakarta dengan Sungai Bengawan Solo.