cover
Contact Name
Erwin Sondakh
Contact Email
ehb_sondakh@unsrat.ac.id
Phone
+6285256923230
Journal Mail Official
jzootek@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Kampus Bahu Manado, 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
ZOOTEC
ISSN : 08522626     EISSN : 26158698     DOI : https://doi.org/10.35792/
Zootec is a scientific periodical journal published by the Faculty of Animal Sciences, Sam Ratulangi University in 1995 with the print ISSN number 0852 – 2626. The focus of articles on Animal Sciences includes 1. livestock production, 2. Animal Feed and Nutrition, 3. Livestock Socio-Economics, 4. Animal Product Technology, 5. Animal Health, and 6. Potential pet wildlife Animal. Since its publication in Volume 38 number 1 of January 2018, it has been accredited with Rank 5 at the Ministry of Research, Technology and Higher Education Republic of Indonesia, Number SK 28/E/KPT/2019 with eISSN number 2615-8698. Starting Volume 41 No 2 of July 2021 the Zootec Journal has changed the writing template from the previous writing template. The Zootec journal has been indexed by Google Scholar, SINTA, Crossref, Garuda. Article authors can send articles in Indonesian or in English via email: jzootek@yahoo.com to be considered for publication.
Articles 470 Documents
Perbandingan frekuensi dan durasi tingkah laku seksual kalkun pejantan (Meleagris gallopavo) berdasarkan umur yang berbeda F.J. Nangoy; H.P.M. Mandey; C.L.K. Sarajar; H. Manangkot
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.916 KB) | DOI: 10.35792/zot.42.2.2022.43176

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan frekuensi dan durasi tingkah laku seksual kalkun pejantan (Meleagris gallopavo) berdasarkan umur yang berbeda. Materi penelitian menggunakan kalkun pejantan yang sudah dewasa kelamin berjumlah 9 ekor terdiri dari 3 ekor kalkun umur 24 bulan, 3 ekor kalkun umur 12 bulan, 3 ekor kalkun umur 8 bulan; betina sebanyak 27 ekor umur 6 – 7 bulan. Teknik pengambilan data menggunakkan metode scan sampling yaitu mencatat semua aktivitas yang terlihat dalam keseluruhan aktivitas harian. Variabel yang diukur yaitu courtship, mounting, mating, dan dismounting. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa frekuensi courtship terbanyak dilakukan oleh pejantan umur 8 bulan sebanyak 22,39 kali, dan durasi tercepat oleh pejantan umur 24 bulan selama 64,05 detik, frekuensi mounting terbanyak didapat oleh pejantan berumur 8 bulan yaitu sebanyak 0,57 kali dan durasi tercepat oleh pejantan umur 24 bulan selama 3,66 detik, frekuensi mating terbanyak dilakukan oleh pejantan umur 8 bulan sebanyak 0,50 kali dan durasi tercepat oleh pejantan umur 24 bulan yaitu selama 16,43 detik, dan frekuensi dismounting terbanyak dilakukan oleh pejantan umur 8 bulan sebanyak 0,57 kali dan frekuensi tercepat oleh pejantan umur 24 bulan selama 0,58 detik. Kesimpulannya adalah Frekuensi tingkah laku seksual terbanyak dilakukan oleh kalkun pejantan berumur 8 bulan. Sedangkan untuk durasi tingkah laku seksual tercepat dilakukan oleh kalkun pejantan yang berumur 24 bulan. Kata Kunci: Frekuensi dan durasi, tingkah laku seksual, kalkun
Analisis kelayakan finansial usaha ternak babi di Kecamatan Kakas Kabupaten Minahasa C A Kapantow; F H Elly; B Rorimpandey; N M Santa
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.411 KB) | DOI: 10.35792/zot.42.2.2022.43183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha ternak babi di Kecamatan Kakas Kabupaten Minahasa. Lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Sendangan, Desa Kaweng dan Desa Tounelet Kecamatan Kakas Kabupaten Minahasa selama bulan Oktober – Desember tahun 2020. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Penentuan sampel menggunakan metode Purposive Sampling berdasarkan pertimbangan bahwa, memiliki populasi ternak babi terbanyak, memiliki usaha dengan model kombinasi pembibitan dan penggemukan, sudah dijalankan lebih dari 1 tahun, dan sudah pernah menjualternak babi. Berdasarkan penelitian bahwa analisis Revenue Cost Ratio diperoleh nilai >1 dan analisis Break Event Point, usaha ternak babi didesa sampel memiliki nilai titik impas penjualan sebesar 3.329 kg dan sebanyak 36 ekor pada penerimaan Rp. 180.447.313. Hal ini berarti usaha peternakan didesa sampel telah beroperasi melebihi nilai Break Event Point karena jumlah ternak yang terjual sebesar 39,358 kg sebanyak 420 ekor dengan penerimaan Rp. 348.473.871 per peternak.
Hubungan kinerja penyuluh, kemampuan komunikasi, sikap peternak dengan proses adopsi inovasi teknologi pengembangan usaha ternak Babi di Kabupaten Minahasa J Lainawa; G D Lenzun
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.987 KB) | DOI: 10.35792/zot.42.2.2022.43403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor adopsi inovasi yang berhubungan dengan pengetahuan peternak Babi di Kabupaten Minahasa dalam mengembangkan usaha menuju pada pada pengembangan system agribisnis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penentuan lokasi sampel di Kecamatan Tompaso, Kecamatan Tompaso Barat, Kecamatan Kawangkoan, Kecamatan Sonder, Kecamatan Tombariri Timur, Kecamatan Tombulu di Kabupaten Minahasa karena pertimbangan paling banyak peternak babi (purposive sampling dan  judgment sampling). Total responden 60 peternak yang telah mengikuti penyuluhan ternak babi. Variabel yang dikumpulkan adalah karakteristik peternak, kinerja penyuluh, kemampuan komunikasi, sikap peternak terhadap inovasi teknologi, dan adopsi peternak. Analisis  data  yang  digunakan  adalah analisis  data  deskriptif  dan  analisis  korelasi  rank  spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ternak babi di Kabupaten Minahasa berpeluang untuk pengembangan agribisnis. Pengetahuan teknologi peternakan babi yang diperoleh petani sebagian besar didapat dari mengikuti kegiatan penyuluhan, sehingga penyuluhan peternakan menjadi sangat penting bagi pengembangan usaha ternak babi. Selanjutnya terdapat hubungan antara kinerja penyuluh, kemampuan komunikasi, sikap peternak dengan proses adopsi inovasi teknologi pengembangan usaha ternak Babi di Kabupaten Minahasa. Dimana semakin tinggi kinerja penyuluh, kemampuan komunikasi dan sikap peternak, maka proses adopsi inovasi teknologi ditingkat peternak akan meningkat.  
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan pedagang pengecer daging babi di pasar tradisional kota Manado D Kogoya; B Rorimpandey; S J.K Umboh
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.458 KB) | DOI: 10.35792/zot.42.2.2022.43563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya modal (biaya operasional) dan keuntungan serta menganalisis pengaruh modal, jam kerja, jumlah daging babi, harga jual dan lama usaha terhadap keuntungan pedagang pengecer daging babi di pasar tradisional bersehati dan pinasungkulan Kota Manado. Penelitian telah dilaksanakan sejak tanggal 18 Juni 2021 sampai 20 Juli 2021. Penentuan sampel didasarkan pada metode purposive sampling dengan jumlah pedagang pengecer yang dijadikan sampel sebanyak 31 orang. Model analisis data`menggunakan 2 (dua) pendekatan yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian diperoleh bahawa, modal (biaya operasional) pedagang pengecer daging babi di pasar Pinasungkulan dan pasar Bersehati Kota Manado rata-rata Rp. 4.713.624 per hari per responden dengan rata-rata tingkat keuntungan Rp. 429.157 per hari per responden atau rata-rata keuntungan perbulan Rp.12.874.718 per responden dengan rata-rata berat dari keseluruhan bagian daging babi sebanyak 2.721 kilogram perbulan. Besarnya keuntungan pedagang pengecer daging babi di pasar tradisional bersehati dan pinasungkulan kota Manado sangat nyata dipengaruhi oleh besarnya modal (biaya operasional), curahan jumlah jam kerja dan jumlah daging babi yang di jual sedangkan harga jual dan lama berdagang nyata berpengaruh terhadap besarnya keuntungan yang diperoleh pedagang pengecer daging babi.
Sifat organoleptik burger campuran restrukturisasi daging babi ras dan babi hutan N. Mansa; T.A. Ransaleleh; F.S. Ratulangi; M.D. Rotinsulu
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.508 KB) | DOI: 10.35792/zot.42.2.2022.41963

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen pada burger campuran restrukturisasi daging babi ras dan babi hutan. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan formulasi perlakuan sebagai berikut : R0: 250 g daging babi ras, R1: 200 g daging babi ras dan 50 g daging babi hutan, R2: 150 g daging babi ras dan 100 g daging babi hutan, R3 : 100 g daging babi ras dan 150 daging babi hutan, R4: 50 g daging babi ras dan 200 g daging babi hutan, R5: 250 daging babi hutan dan dinilai oleh 35 panelis sebagai ulangan. Pengukuran data organoleptik menggunakan skala hedonik yang terdiri dari variabel warna, aroma, tekstur, citarasa. Hasil penelitian  menunjukan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap warna, aroma, tekstur, citarasa, burger daging babi ras dan babi hutan. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerimaan panelis secara organoleptik adalah sama terhadap burger campuran restrukturisasi daging babi ras dan babi hutan.Kata Kunci: Burger, daging babi, sifat organoleptic
Domestication and genetic characteristics of pig – a review H.F.N. Lapian
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.873 KB) | DOI: 10.35792/zot.42.2.2022.41964

Abstract

Pigs are one of the main types of livestock kept by humans because of their high reproductive system and the ability to survive in all kinds of conditions. Modern pigs have gone through a long history of domestication processes, ranging from migration, selection, adaptation, and other natural events. Important records of pig origins have divided the domestic pig population into two main groups namely Asian and European breeds. These two groups clearly separated about 58,000 years ago. In particular it is recorded that the European wild boar was domesticated around the 4th century BC. European pigs then got new genes since the introduction of the Asian pig which is thought to have occurred at the end of the 18th century. Domestication of pigs affects the genetic diversity of these animals which in turn will disrupt the availability of pig germplasm. However, the need for superior breeds with high productivity values will be indispensable given the increasing food supply for the community both in terms of food quality and quantity. This fulfilment is actually not just for a moment but in a very long and sustainable period, and the latter can only be fulfilled if the genetic resources of pigs are maintained through good gene conservation programs.Keywords: Pig, genetic diversity, domestication, livestock genetic conservation
Infestasi lalat pada ternak sapi di desa Tempok Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa S.R.A. Maradesa; G.J.V. Assa; L.J.M. Rumokoy; J.R. Bujung; S. Sane
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.863 KB) | DOI: 10.35792/zot.42.2.2022.41965

Abstract

Peternakan tradisional yang ada di Desa Tempok Kabupaten Minahasa biasanya dikelola masyarakat perorangan dengan jumlah sapi yang berbeda-beda dimana pagi hari digembalakan diladang, kemudian pada sore hari dikembalikan ke rumah. Lalat merupakan vektor mekanis dari berbagai mikroorganisme patogen dan parasit. Populasi lalat yang tinggi dapat mengganggu kenyamanan ternak sapi, hampir semua bagian tubuh lalat dapat menularkan berbagai mikroorganisme patogen dan parasit seperti, bulu badan, bulu pada anggota gerak, muntahan serta fesesnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui infestasi lalat pada ternak sapi dengan melihat jenis dan populasi lalat pada ternak sapi, prevalensi infestasi lalat, dan menghitung jumlah defect pada ternak sapi yang dipelihara secara tradisional. Sebanyak 30 ekor sapi dijadikan sampel di Desa Tempok Kabupaten Minahasa. Koleksi lalat dilakukan dengan metode penyapuan dengan menggunakan jaring serangga. Semua koleksi lalat yang ditangkap selanjutnya diidentifikasi di laboratorium dan dihitung dengan mengacu pada kunci determinasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif menyangkut presentasi jenis lalat yang diperoleh, jumlah populasi dari setiap jenis lalat yang diperoleh, prevalensi infestasi lalat, rataan defect kulit. Hasil dari penelitian ini ditemukan 3 jenis lalat yaitu Haematobia sp, Stomoxys sp dan Musca domestica. Rata-rata jumlah populasi lalat yaitu 0.44, M.domestica 3.85, Stomoxys sp dan 44.6, Haematobia sp. Prevalensi infestasi lalat Haematobia sp 100%, Stomoxys sp 70%, M.domestica 30%. Dengan Jumah rata-rata defect sebesar 2,52 dan bagian tubuh yang paling dominan adalah bagian kepala, dan punggung ternak sapi.Kata kunci : Populasi lalat, jenis lalat, defect.
Kualitas karkas babi yang diberi pakan mengandung tepung daun dadap (Erythrina variegata Linn.) terfermentasi S.N. Rumerung; N.J. Kumajas; C.J. Pontoh
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.301 KB) | DOI: 10.35792/zot.42.2.2022.41966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung daun dadap (Erythrina variegata Linn.) yang difermentasi dengan Pleurotus ostreatus dalam ransum babi terhadap kualitas karkas yang ditentukan oleh bobot karkas, persentase karkas dan tebal lemak punggung. Enam belas ekor babi jantan kastrasi persilangan Landrace x Yorkshire digunakan dalam penelitian ini, umur 5 sampai 6 minggu dengan berat badan awal 10 -16 kg ±1,94, . Menggunakan 4 macam pakan sebagai perlakuan,  dalam percobaan Rancangan Acak Lengkap, di mana setiap perlakuan diulang empat kali. Empat pakan percobaan terdiri dari: R0 = pakan komersial; R1 = pakan komersial + tepung daun dadap fermentasi 5% (TDDF); R2 = pakan komersial + 10% TDDF; R = pakan komersial + 15% TDDF. Pengaruh perlakuan dianalisis secara statistik menggunakan analisis varians (ANOVA), dan jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot karkas, persentase karkas dan tebal lemak punggung. Artinya, semua perlakuan ransum, baik tanpa atau dengan tepung daun dadap fermentasi, tidak memberikan hasil yang berbeda terhadap bobot karkas, persentase karkas, dan tebal lemak punggung. Disimpulkan, daun dadap fermentasi dapat digunakan hingga 15% dalam pakan babi dan menghasilkan kualitas karkas relative sama.Kata kunci: Babi, tepung daun dadap (Erythrina variegata Linn.), kualitas karkas
Identifikasi potensi bahaya, resiko dan pencegahan kecelakaan kerja pada pembibitan kambing Peranakan Ettawa di Taman Ternak Kaligesing Ajat Sudrajat; I.G.S. Budisatria; S. Bintara; R. Agustiar; R.F. Christi
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.138 KB) | DOI: 10.35792/zot.42.2.2022.42026

Abstract

Manajemen kesehatan dan keselamatan kerja penting untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan besar yang diiringi dengan kenaikan produksi, penyimpanan dan penggunaan bahan berbahaya. Tujuan penelitian untuk memberikan arahan pengaturan administrasi, hukum dan sistem teknis dalam pengendalian instalasi beresiko tinggi yang dilakukan dengan memberikan perlindungan kepada pekerja, masyarakat dan lingkungan dengan mencegah terjadinya kecelakaan besar yang mungkin terjadi dan meminimalisir dampak dari kecelakaan tersebut. Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah metode survei dengan melakukan observasi langsung di lapangan, mengikuti kegiatan pembibitan dan budidaya ternak kambing PE, melakukan wawancara dengan pegawai, mempelajari penerapan K3L di Taman Ternak Kaligesing dan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Hasil menunjukkan bahwa penerapan kesehatan, keamanan, keselamatan kerja dan lingkungan belum sepenuhnya diterapkan di Taman Ternak Kaligesing. Keselamatan dan kesehatan kerja secara maksimal, terbukti masih ada pekerja yang tidak memakai APD dengan lengkap, instalasi listrik yang kurang tertata dengan baik, penggunaan chopper yang tidak ada pembatas keamanannya dan lain-lain. Selain itu potensi bahaya, resiko dan pencegahan dalam keselamatan kerja harus dipahami dengan baik oleh semua pekerja sehingga dapat melakukan pencegahan untuk meminimalisir kecelakaan kerja, bahaya kesehatan ataupun bahaya lainnya yang dapat merugikan banyak pihak khususnya di Taman Ternak Kaligesing.Kata kunci: Potensi bahaya, resiko, pencegahan, Taman Kaligesing
Efektivitas cara penyuluhan konvensional dengan dinamika kelompok peternak babi di Kecamatan Kawangkoan A K Rintjap; Z M Warouw; E Wantasen
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.175 KB) | DOI: 10.35792/zot.42.2.2022.42123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah ada hubungan antara efektivitas cara penyuluhan konvensional dengan dinamika kelompok peternak babi dalam mendapatkan informasi di Desa Tondegesan, Kelurahan Sendangan dan Kelurahan Sendangan Selatan Kecamatan Kawangkoan. Penelitian ini berbentuk survei dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada responden. Sampel lokasi penelitian diambil secara purposive sedangkan sampel jumlah responden diambil menggunakan quota sampling. Analisis data pada penelitian ini digunakan analisis rank spearman. Hasil penelitian yang dilakukan ini menunjukan bahwa efektivitas cara penyuluhan konvensional dengan dinamika kelompok peternak babi dalam menerima informasi di Desa Tondegesan, Kelurahan Sendangan dan Kelurahan Sendangan Selatan Kecamatan Kawangkoan sudah baik. Berdasarkan hasil analisis rank spearman yaitu ada hubungan efektivitas cara penyuluhan konvensional dengan dinamika kelompok dengan nilai 0,665 dan 0,539 sehingga hubungannya bersifat searah. Artinya bahwa semakin sering dilaksanakan penyuluhan kovensional terhadap kelompok peternak di Desa Tondegesan, Kelurahan Sendangan Selatan, dan Kelurahan Sendangan Kecamatan Kawangkoan maka semakin efektif pemahaman peternak tentang indikator dinamika kelompok dalam kelompok tani. Jadi berdasarkan interpretasi dari signifikan, kekuatan/keeratan dan arah hubungan maka Hipotesis H0 ditolak dan Hipotesis H1 diterima. Dari hasil analisis dapat di simpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara efektivitas cara penyuluhan konvensional dengan dinamika kelompok dalam mendapat informasi yang mempengaruhi peternak dalam berdinamika kelompok di Kecamatan Kawangkoan.Â