cover
Contact Name
Erwin Sondakh
Contact Email
ehb_sondakh@unsrat.ac.id
Phone
+6285256923230
Journal Mail Official
jzootek@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Kampus Bahu Manado, 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
ZOOTEC
ISSN : 08522626     EISSN : 26158698     DOI : https://doi.org/10.35792/
Zootec is a scientific periodical journal published by the Faculty of Animal Sciences, Sam Ratulangi University in 1995 with the print ISSN number 0852 – 2626. The focus of articles on Animal Sciences includes 1. livestock production, 2. Animal Feed and Nutrition, 3. Livestock Socio-Economics, 4. Animal Product Technology, 5. Animal Health, and 6. Potential pet wildlife Animal. Since its publication in Volume 38 number 1 of January 2018, it has been accredited with Rank 5 at the Ministry of Research, Technology and Higher Education Republic of Indonesia, Number SK 28/E/KPT/2019 with eISSN number 2615-8698. Starting Volume 41 No 2 of July 2021 the Zootec Journal has changed the writing template from the previous writing template. The Zootec journal has been indexed by Google Scholar, SINTA, Crossref, Garuda. Article authors can send articles in Indonesian or in English via email: jzootek@yahoo.com to be considered for publication.
Articles 470 Documents
Analisis pendapatan peternak ayam broiler dengan open house system dan closed house system di Kabupaten Minahasa Utara R A Gobel; L S Kalangi; M A.V Manese
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.851 KB) | DOI: 10.35792/zot.42.2.2022.42228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan serta Break Event Point (BEP) peternak ayam broiler dengan open house system dan closed house system di Kabupaten Minahasa Utara pada bulan April dan Mei 2021. Penelitian ini menggunakan metode survey, dan penentuan sampel menggunakan metode Purpossive sampling. Peternakan milik Bapak Ardi Rondonuwu di Desa Talawaan, dipilih dengan pertimbangan merupakan satu-satunya peternak broiler closed house system. Peternakan open house system di Desa Mapanget, milik Ibu Antoneta Pinaria dipilih dengan pertimbangan bahwa responden berpengalaman, usahanya sering dinilai baik oleh perusahaan inti dilihat dari nilai Feed Convertion Rasio dan Indek Peformance. Hasil penelitian diperoleh jumlah biaya produksi per ekor, open house system Rp. 29.559, closed house system Rp. 30.451 dan penerimaan per ekor pada open house system Rp. 32.758, closed house system Rp. 39.273, dengan pendapatan per ekor open house system Rp. 2.770, closed house system Rp. 8.821 serta BEP harga Rp 17.870 pada open house system, Rp 18.332 pada closed house system, BEP unit 11.346 kg pada open house system, 15.888 kg pada closed house system. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa pendapatan usaha peternakan ayam broiler dengan closed house system lebih besar daripada usaha peternakan dengan open house system. 
Performa ayam dara ras petelur yang diberikan sumber kalsium fosfor berbeda dalam ransum Y. Baruadi; F.N. Sompie; M.R. Imbar; B. Bagau
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.711 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan tepung tulang dari berbagai sumber terhadap performa ayam dara ras petelur. Penelitian telah dilaksanakan di Kelurahan Singkil I Lingkungan V Manado, selama 6 Minggu dari tanggal 19 Agustus sampai tanggal 2 Oktober tahun 2020 menggunakan 84 ekor ayam petelur strain NOVOgen umur 12 minggu dipelihara sampai umur 18 minggu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 3 perlakuan dan 7 ulangan. Perlakuan terdiri dari R1: dicalsium fosfat, R2: tepung tulang komersial, R3: tepung tulang limbah hasil perikanan. Variabel yang diukur yaitu, konsumsi pakan, pertambahan berat badan, konversi pakan. Berdasarkan hasil analisis ragam menunjukkan bahwa performa ayam dara ras petelur yang diberikan sumber kalsium fosfor berbeda dalam ransum memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0.05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan berat badan, konversi pakan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tepung tulang ikan limbah industri perikanan dapat digunakan sebagai sumber kalsium fosfor menggantikan dicalsium fosfat dan tepung tulang komersial menghasilkan performa yang sama terhadap ayam dara ras petelur.
Gambaran pengetahuan masyarakat Desa Tambun terhadap ekowisata berbasis burung maleo (macrocephalon maleo) H.J. Kiroh; S.C Rimbing; R.S.H. Wungow; R. Punu
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.217 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons dan tingkat pengetahuan masyarakat dalam kaitan pengembangan ekowisata berbasis burung maleo (Macrocephalon maleo) di wilayah desa tambun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Mei 2021. Teknik pengumpulan data dan informasi menggunakan metode survey pada 20 % dari jumlah penduduk masing-masing desa. Hasil penelitian diperoleh profil responden di desa Tambun Atas dan desa Tambun Bawah pada umumnya laki-laki (53,2 %) dan (54,6 %), berusia 17-27 sebanyak (37,6 %) dan (34,2 %), tingkat pendidikan SMA (46,4 %) dan (45,1 %), tingkat pekerjaan bervariasi. Pengetahuan tentang burung maleo di desa Tambun Atas dan Tambun Bawah meliputi pernah melihat (100 %), mengerti burung maleo dilindungi (100 %) dan (99,8 %), mengerti sanksi jika menangkap burung maleo (100 %) dan (99,4 %). Mengerti tentang konservasi (52,4 %) dan (50,5 %), mengerti pentingnya konservasi (63,3 %) dan (63,2 %). Mengerti tentang ekowisata (50,8 %) dan (52,6 %), menyatakan setuju untuk dijadikan lokasi ekowisata (66,3 %) dan (72,5 %). Mengerti jika ekowisata berjalan bisa mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat (52,7 %) dan (50,2 %). Tidak pernah melakukan kegiatan di sanctuary maleo tambun (86,6 %) dan (100 %), tidak pernah melihat masyarakat menangkap burung maleo (100 %) dan (100 %), mengetahui adanya petugas konservasi (100 %) dan (100 %), tidak pernah melakukan penyuluhan (100 %) dan (100 %), dalam setahun tidak pernah melakukan penyuluhan (100 %) dan (100 %). Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa pengetahuan masyarakat desa Tambun Atas dan desa Tambun Bawah terhadap burung maleo (Macrocephalon maleo) sudah sangat tinggi serta masyarakat sangat mendukung kawasan pelestarian burung maleo dijadikan lokasi ekowisata.
Fertilitas, daya tetas dan bobot tetas telur ayam kampung unggul Balitbangtan (KUB) yang diinseminasi buatan (IB) dengan volume semen berbeda A. Lomboan; E.S. Tangkere; M.C.S. Putra
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.748 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fertilitas, daya tetas, dan bobot tetas telur ayam KUB melalui induk yang di IB dengan volume semen berbeda. Penelitian ini menggunakan materi Ayam KUB jantan 5 ekor dan betina 40 ekor di umur 34 minggu 3 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan volume semen yaitu: P1 (0,05 ml), P2 (0,1 ml), P3 (0,15 ml), P4 (0,2 ml) dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Inseminasi dilakukan tiap interval 3 hari sekali dalam waktu 9 hari. Berdasarkan Analisis Keragaman menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata (P > 0,05) terhadap rataan fertilitas, daya tetas, dan bobot tetas antara telur – telur perlakuan. IB pada induk ayam KUB dengan volume 0,05 ml, 0,1 ml, 0,15 ml, dan 0,2 ml menghasilkan telur tetas dengan kisaran fertilitas 94,91% – 100%, kisaran daya tetas 93,96% – 96,66%, dan kisaran bobot tetas 28,14 g – 29,95 g. Dapat disimpulkan bahwa IB dengan volume semen 0,05 ml pada ayam KUB sudah dapat menghasilkan telur – telur dengan fertilitas dan daya tetas yang sangat baik serta bobot tetas yang optimal.
Preferensi pakan Pteropus griseus (Chiroptera:Pteropodidae) di dalam kandang S.A.E. Moningkey; T.A. Ransaleleh; M.F. Samuda; M.R. Imbar; M.H.M. Kawatu; I. Wahyuni
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.068 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari serta mengetahui preferensi pakan Pteropus griseus yang dipelihara dalam kandang budidaya. Pakan yang diberikan selama penelitian yaitu buah pepaya (Carica papaya ), pisang gapi (Musa paradisiaca), jambu kristal (Psidium guajava), semangka tanpa biji (Citrullus lanatus) dan melon (Cucumis melo). Materi penelitian yang digunakan yaitu lima ekor kelelawar P. griseus yang terdiri dari empat ekor jantan dan satu ekor betina. Metode yang digunakan yaitu observasi langsung. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: a. Total konsumsi pakan sebanyak 52186 g/hari, b. Konsumsi pepaya  24,14%, jambu kristal 21,38%, melon 19,98%, pisang gapi 18,40% dan semangka tanpa biji 16,10%, c. Nilai Neu’s index secara berturut-turut yaitu buah pepaya 0,36, jambu kristal 0,32, buah melon  0,29, pisang gapi 0,27 dan semangka tanpa biji 0,24, d. Buah yang pertama kali dipilih P. griseus untuk dikonsumsi yaitu buah pepaya. Prosentase bahan kering pisang gapi yaitu 43,97%, pepaya bangkok 19,33%, jambu kristal 17,15%, semangka tanpa biji 10,56%, melon cantaloupe 8,99%. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa preferensi pakan Pteropus griseus yang dipelihara dalam kandang yaitu pertama pepaya bangkok, diikuti jambu kristal, melon cantaloupe, pisang gapi dan semangka tanpa biji.
Tingkat pemenuhan kebutuhan nutrien pada sapi peranakan ongole (PO) yang dipelihara secara tradisional berbasis rumput lapang di Kecamatan Tompaso Barat Y.L.R. Tulung; M.R. Waani; D. Anggara; A.F. Pendong; N.W.H. Tuwaidan
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.223 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemenuhan hijauan segar, bahan kering dan bahan organik sapi Peranakan Ongole (PO) yang dipelihara secara tradisional berbasis rumput lapang di Kecamatan Tompaso Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan menggunakan 20 ekor sapi peranakan ongole (PO) berumur antara 2 – 4 tahun. Penelitian ini dilakukan 5 tempat pengambilan sampel dalam setiap areal satu lingkaran dimana ternak sapi Peranakan Ongole diikat, setiap tempat dilakukan pengambilan rumput lapang dengan ukuran satu meter bujur sangkar (m²) dengan mempertimbangkan kondisi lahan, pakan atau rumput yang dikonsumsi ternak sapi PO dan kemudahan untuk dijangkau yang menggunakan tali rafia yang membentuk lingkaran. Berdasarkan hasil penelitian rerata bobot hidup sapi PO   417,9 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi hijauan segar (HS) sebesar 37.3 kg ekor-1hari-1(8,92% dari berat badan), konsumsi bahan kering (BK) sebesar 9,66 kg ekor-1hari-1 (2,3% dari berat badan) dan konsumsi bahan organik (BO) sebesar 8.71 kg ekor-1hari-1. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan konsumsi hijauan segar sebesar 8,92% dan konsumsi bahan kering sebesar 2,3%  dari berat badan sapi PO yang dipelihara secara tradisional berbasis rumput lapang di Kecamatan Tompaso Barat belum memenuhi kebutuhan. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemenuhan hijauan segar, bahan kering dan bahan organik sapi Peranakan Ongole (PO) yang dipelihara secara tradisional berbasis rumput lapang di Kecamatan Tompaso Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan menggunakan 20 ekor sapi peranakan ongole (PO) berumur antara 2 – 4 tahun. Penelitian ini dilakukan 5 tempat pengambilan sampel dalam setiap areal satu lingkaran dimana ternak sapi Peranakan Ongole diikat, setiap tempat dilakukan pengambilan rumput lapang dengan ukuran satu meter bujur sangkar (m²) dengan mempertimbangkan kondisi lahan, pakan atau rumput yang dikonsumsi ternak sapi PO dan kemudahan untuk dijangkau yang menggunakan tali rafia yang membentuk lingkaran. Berdasarkan hasil penelitian rerata bobot hidup sapi PO   417.9 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi hijauan segar (HS) sebesar 37.3 kg ekor-1hari-1(8.92% dari berat badan), konsumsi bahan kering (BK) sebesar 9.66 kg ekor-1hari-1 (2.3% dari berat badan) dan konsumsi bahan organik (BO) sebesar 8.71 kg ekor-1hari-1. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan konsumsi hijauan segar sebesar 8,92%  dan konsumsi bahan kering sebesar 2,3%  dari berat badan sapi PO yang dipelihara secara tradisional berbasis rumput lapang di Kecamatan Tompaso Barat belum memenuhi kebutuhan.   Kata kunci: sapi Peranakan Ongole, rumput lapang, konsumsi hijauan segar, bahan kering, bahan organik ABSTRACT LEVEL OF NUTRIENT NEED FULFILLMENT IN TRADITIONALLY BRAINED ONGOLE  (PO) GRASS-BASED FIELD CATTLE IN TOMPASO BARAT DISTRICT. This study aims to determine the level of fulfillment of fresh forage, dry matter, and organic matter for Ongole Crossbreeds (PO) cattle that are kept traditionally based on field grass in the West Tompaso District. The research method used is comparative descriptive using 20 Ongole Crossbreeds (PO) aged between 2-4 years. This study was conducted at 5 sampling sites in each area of ​​a circle where Ongole Peranakan cattle were tied, each place took field grass with a size of one meter square (m²) taking into account the condition of the land, feed, or grass consumed by PO cattle and the ease of harvesting. reached using raffia rope that forms a circle. Based on the results of the study, the average live weight of PO cattle was 417.9 kg. The results showed that consumption of fresh forage (HS) was 37.3 kg head-1day-1 (8.92% of body weight), consumption of dry matter (BK) was 9.66 kg fish-1day-1 (2.3% of body weight), and consumption of dry matter organic matter (BO) of 8.71 kg fish-1day-1. Based on the results of the study, it can be concluded that the consumption of fresh forage is 8.92% and the consumption of dry matter is 2.3% of the bodyweight of PO cattle which are traditionally reared based on field grass in West Tompaso District. Keywords: Ongole Crossbreed cattle, field grass, fresh forage, dry matter, organic matter    
Performa reproduksi sapi bali betina di Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara N. Halimah; J. Paath; L.R. Ngangi; J.R. Bujung; E. Pudjihastuti
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.112 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa reproduksi sapi Bali betina di Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November 2021 untuk prasurvei dan melakukan survei pada tanggal 15 Februari sampai dengan 4 Maret 2022 berlokasi di desa Bumi Restu, Cemara Jaya dan Mekar Sari Kecamatan Wasile. Penelitian ini menggunakan materi 60 ekor sapi Bali betina yang pernah beranak minimal dua kali dan dilakukan berdasarkan perkawinan alam milik petani peternak yang diambil secara sampel di tiga desa. Analisis data mengenai variabel yang diteliti menggnakan analisis deskriptif. Variabel penelitian yaitu variabel service per conception, calving interval, days open dan umur pertama kali beranak serta variabel penunjang seperti umur, tingkat pendidikan, dan lama beternak dari peternak yang dijadikan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa reproduksi sapi Bali betina di Kecamatan Wasile Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara sudah cukup baik dilihat dari aspek variabel service per conception (1,2 ± 0,4 kali), calving interval (339,83 ± 10,36 hari), sedangkan untuk days open (69,35 ± 10,08 hari) dan umur pertama kali beranak (37,3 ± 6,35 bulan) sedikit diatas angka ideal. Berdasarkan hasil pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa performa reproduksi sapi Bali betina di Kecamatan Wasile Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara sudah sangat baik
Karakteristik fisik dan sensorik sosis daging babi dengan penambahan konsentrasi gelatin M. Sompie; E.H.B. Sondakh; T.R. Liudongi
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.215 KB)

Abstract

Salah satu bahan pengikat yang digunakan dalam pembuatan sosis adalah gelatin. Gelatin dalam produk pangan dapat berfungsi sebagai bahan pengikat/binder dan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sekitar 80 –90%. Penelitian ini telah dilakukan untuk mengkaji karakteristik fisik dan sensorik sosis daging babi dengan penambahan berbagai konsentrasi gelatin. Bahan utama yang di gunakan adalah 250 g daging babi dan gelatin. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan konsentrasi gelatin 0%, 2,5%, 5%, 7,5% dan 10%, masing-masing diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati adalah susut masak, daya mengikat air dan uji sensorik (cita rasa, aroma, warna dan tekstur). Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap daya mengikat air dan susut masak, terhadap uji sensorik memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penambahan konsentrasi gelatin 7,5 % menghasilkan produk sosis daging babi yang baik.
Kecernaan bahan kering, retensi nitrogen dan energi metabolis ransum ayam pedaging yang menggunakan tepung kulit nenas (Ananas comosus L. Merr) sebagai pengganti sebagian jagung B. Bagau; C.J. Pontoh; Y.H.S. Kowel; A.L. Wongkar
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.275 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan bahan kering, nilai retensi nitrogen dan energi metabolis (AMEn) ransum ayam pedaging yang menggunakan tepung kulit nenas (Ananas comosus L. Merr) sebagai pengganti sebagian jagung. Penelitian ini menggunakan 20 ekor broiler unsexed, strain Cobb berumur 5 minggu, dan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu: R0= 50% Jagung, dengan 0 % kulit nenas, R1=45% jagung dengan 5% tepung kulit nenas, R2 =40% jagung dengan 10% tepung kulit nenas dan R3=35% jagung dengan 15% tepung kulit nenas. Variabel yang diteliti adalah: Kecernaan bahan kering, nilai retensi nitrogen dan energi metabolis ransum. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh atau berbeda nyata (P<0,05) terhadap nilai kecernaan bahan kering, retensi nitrogen dan energi metabolis. Hasil uji BNJ untuk nilai kecernaan bahan kering menunjukkan bahwa perlakuan R0 (70,62%), R1 (69,04%), dan R2 (65,49%) berbeda tidak nyata, akan tetapi RO berbeda nyata dengan R3 (62,65%), sedangkan R1(69,04%), dan R2 (65,49%) berpengaruh tidak nyata dengan R3 (67,11%). Nilai retensi nitrogen pada perlakuan R0 (75,99%), R1 (73,28%), dan R2 (69,83%) berbeda tidak nyata, akan tetapi R0 berbeda nyata dengan R3 (67,11%), sedangkan R1 (73,28%), dan R2 (69,83%) berbeda tidak nyata dengan R3. Nilai AMEn pada perlakuan R0 (2854,34 Kcal/kg) berbeda tidak nyata dengan R1 (2825,69 Kcal/kg) dan R2 (2706,51 Kcal/kg) tetapi berbeda nyata dengan R3 (2634,73 Kcal/kg). Perlakuan R1 (2825,69 Kcal/kg) tidak berbeda nyata dengan R2 (2706,51 Kcal/kg) tetapi berbeda nyata dengan R3 (2634,73 Kcal/kg). Perlakuan R2 (2706,51 Kcal/kg) berbeda tidak nyata dengan R3 (2634,73 Kcal/kg). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tepung kulit nenas (Ananas Comosus L. Merr) dapat digunakan sebagai pengganti sebagian jagung dalam ransum ayam pedaging sampai 20% atau penggunaan 10 % dalam ransum dilihat dari nilai kecernaan bahan kering, retensi nitrogen dan energi metabolis.
Analisis pertumbuhan beberapa varietas sorgum fase soft dough sebagai hijauan pakan yang ditanam pada areal perkebunan kelapa S.S. Malalantang; M.R. Waani; J.E.M. Soputan; V.R.W. Rawung; M.M. Telleng; N.J. Kumajas
ZOOTEC Vol. 43 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.513 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan beberapa jenis sorgum mutan fase soft dough  sebagai pakan hijauan di areal pertanaman kelapa. Lokasi penelitian di area pertanaman kelapa di Desa Paniki Bawah Kecamatan Mapanget, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap 4 perlakuan dengan 5 ulangan. Empat jenis sorgum varietas Suri 3, Suri 4, Samurai 2 dan Kawali. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun,  lebar dan panjang daun dan diameter batang dan panjang malai. Hasil penelitian menunjukkan varietas sorgum memberikan perbedaan yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun,  lebar dan panjang daun dan diameter batang dan panjang malai. Parameter tinggi tanaman dan panjang daun tertinggi pada tanaman sorgum Suri 3, Jumlah daun terbanyak pada tanaman Suri 4, sedangkan Lebar daun, diameter batang serta panjang malai tertinggi pada tanaman Samurai 2. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat dinamika pertumbuhan pada beberapa jenis sorgum, Suri 3 tertinggi untuk tinggi tanaman, jumlah daun dan panjang daun lebih cocok sebagai pakan ruminasia sedangkan Samurai 2 tertinggi untuk panjang malai, lebar daun dan diameter batang, lebih cocok untuk pangan dan bioenergi