cover
Contact Name
Semy Arayunedya
Contact Email
semyarayunedya@rcrs.org
Phone
+6282291783307
Journal Mail Official
jurnal@sttrii.ac.id
Editorial Address
Reformed Millennium Center Indonesia Jl. Industri Blok B14 Kav. 1 Jakarta Pusat, 10720
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Verbum Christi
ISSN : 23556374     EISSN : 27456668     DOI : https://doi.org/10.33550/sd.v8i2.244
Jurnal ini berfokus pada studi-studi dalam teologi Reformed antara lain studi biblika, sistematika, historis, apologetika, filosofis, etika, praktika dan penginjilan.
Articles 275 Documents
Frasa berit ‘ām dalam Nyanyian Hamba Yonky Karman
Verbum Christi: Jurnal Teologi Reformed Injili Vol 13 No 1 (2026): Model Teologi Publik Kristen Bagi Masyarakat Indonesia
Publisher : STT Reformed Injili Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51688/vc13.1.2026.art4

Abstract

Frasa Ibrani berit ‘ām unik karena hanya muncul dua kali di seluruh Perjanjian Lama (Yes. 42:6; 49:8). Akan tetapi, para penerjemah Alkitab bergumul untuk memberikan terjemahan bermakna. Dari varian yang ada, dua terjemahan perlu disoroti secara khusus: TNK “a covenant people” dan TB2 “perantara perjanjian” (42:6). Untuk itu, pertama-tama terjemahan berit ‘ām bertumpu pada semantik dan sintaksis Ibrani. Kemudian, frasa Ibrani itu dimaknai dalam konteks Nyanyian Hamba dan akhirnya dimaknai dalam dua konteks kitab suci. Dalam konteks kitab suci Yahudi, tafsirnya bersifat nonkristologis dengan Israel sebagai fokus. Dalam konteks kitab suci Kristen, tafsir kristologis dengan Yesus Kristus sebagai personalisasi Sang Hamba. Hasilnya menawarkan sebuah terjemahan berit ‘ām dalam bahasa Indonesia yang mengadopsi misi ganda Sang Hamba (nasional, universal) sebagai “perjanjian bagi umat” (Israel), alih-alih-alih perjanjian bagi umat manusia.  
Teologi kekuasaan: Sebuah Pendekatan Metanaratif bagi Gereja dan Ruang Publik Indonesia Silvia Wiguno
Verbum Christi: Jurnal Teologi Reformed Injili Vol 13 No 1 (2026): Model Teologi Publik Kristen Bagi Masyarakat Indonesia
Publisher : STT Reformed Injili Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51688/vc13.1.2026.art5

Abstract

This article examines the meaning and purpose of power by focusing on the calling of those who hold authority to reflect God’s reign. In the Indonesian context, where power is shaped by patronage, hierarchy, and respect for authority, it argues that power is not merely a matter of public ethics but a theological issue concerning the church’s understanding of God, humanity, and its calling. Within the biblical metanarrative, the author employs a biblical-theological approach combined with public theology ethics to analyze how God’s mandate of power, given at creation, was distorted by the Fall, redirected through Christ’s redemption, and oriented toward the restoration of creation under Christ’s reign. The article argues that power, in ecclesial and public spheres, is never neutral but always stands under Christ’s sovereignty. Therefore, the faithful exercise of power must be relational, accountable, and oriented toward justice and human dignity. In dialogue with the Indonesian context, it argues that criticism of power is not a threat to harmony but an expression of faithfulness to Christ’s reign moving toward the restoration of all things. Therefore, a theology of power rooted in the biblical metanarrative offers a framework for church to engage critically and responsibly in public life.
Model Teologi Publik Kristen Bagi Masyarakat Indonesia Benyamin Intan
Verbum Christi: Jurnal Teologi Reformed Injili Vol 13 No 1 (2026): Model Teologi Publik Kristen Bagi Masyarakat Indonesia
Publisher : STT Reformed Injili Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51688/VC13.1.2026.editorial

Abstract

Masyarakat Indonesia memiliki karakter religius yang kuat dan hidup dalam keberagaman agama serta keyakinan. Namun, realitas tersebut juga diiringi berbagai kasus intoleransi dan pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB), terutama terhadap kelompok-kelompok minoritas. Editorial ini menawarkan kontribusi teologi publik Kristen berbasis pemikiran neo-Calvinisme Abraham Kuyper melalui konsep principled pluralism sebagai kerangka untuk merespons tantangan pluralitas religius di Indonesia. Konsep ini terdiri atas dua elemen utama, yaitu structural pluralism (kedaulatan ranah) yang menegaskan otonomi berbagai institusi sosial, serta confessional pluralism yang mengakui hak setiap komunitas agama untuk mengekspresikan keyakinannya dalam ruang publik. Kedua elemen tersebut digunakan sebagai lensa hermeneutis dalam memahami Pancasila, khususnya sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar moral bagi kehidupan berbangsa. Dalam perspektif ini, negara dipanggil untuk menjamin keadilan dan kebebasan beragama tanpa diskriminasi, sementara gereja, masyarakat sipil, dan dunia akademik didorong berpartisipasi aktif dalam membangun dialog, solidaritas lintas iman, dan kebijakan publik yang inklusif. Dengan demikian, principled pluralism menawarkan landasan teologis dan sosial bagi penguatan kehidupan demokratis yang menghormati keragaman di Indonesia.
Dewan penyunting dan Daftar Isi Sharon Budihardjo
Verbum Christi: Jurnal Teologi Reformed Injili Vol 13 No 1 (2026): Model Teologi Publik Kristen Bagi Masyarakat Indonesia
Publisher : STT Reformed Injili Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51688/vc13.1.2026.art%x

Abstract

Biografi Penulis dan Mitra bestari Sharon Budihardjo
Verbum Christi: Jurnal Teologi Reformed Injili Vol 13 No 1 (2026): Model Teologi Publik Kristen Bagi Masyarakat Indonesia
Publisher : STT Reformed Injili Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51688/vc13.1.2026.art%x

Abstract