cover
Contact Name
Abd Kholiq
Contact Email
kholiq@unesa.ac.id
Phone
+6285731570404
Journal Mail Official
jifi@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya Kampus Ketintang Unesa, Gedung C3 Lantai 1 Jl Ketintang, Surabaya 60321, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Fisika Indonesia (IFI)
ISSN : 23024216     EISSN : 28301765     DOI : https://doi.org/10.26740/ifi
Jurnal Inovasi Fisika Indonesia(IFI) is a peer-reviewed journal, ISSN: 2302-4216, which is managed and published by the Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). This journal is accessible to all readers and covers developments and research in physics (Materials Physics, Earth Physics and Instrumentation Physics).
Articles 438 Documents
PENGARUH KECEPATAN DAN WAKTU PUTAR SPIN COATING TERHADAP KETEBALAN LAPISAN TIPIS MATERIAL BERBASIS POLIMER PMMA (POLYMETHYL METHACRYLATE ) AZKA SARIROH
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.213 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n1.p%p

Abstract

Abstrak Untuk mencapai ketebalan yang optimal dari lapisan tipis material polimer, kami mencoba membuat lapisan tipis Polymethyl Methacrylate (PMMA). Spin coating sebagai salah satu metode yang digunakan untuk membuat lapisan tipis dengan aplikasi ke depan sebagai pandu gelombang optik. Lapisan tipis Polymethyl Methacrylate diendapkan pada substrat kaca dengan teknik spin coating. Struktur lapisan tipis dipastikan terbentuk pada subtrat kaca pada kecepatan putar mulai dari 1000 – 3000 rpm dengan waktu putar 30, 60 dan 90 detik. Ukuran ketebalan lapisan tipis diperkirakan ≈82.8 - 81.2 nm dari analisis Elipsometer. Studi properti lapisan tipis berbasis bahan polimer ini menunjukkan nilai ketebalan film tipis ini mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya kecepatan dan waktu putar spin coating. Jadi penelitian menunjukkan bahwa lapisan tipis Polymethyl Methacrylate pada subtrat kaca bisa menjadi bahan yang sesuai untuk digunakan dalam pengembangan pandu gelombang optik. Kata Kunci : Lapisan tipis, Ketebalan, PMMA. Abstract We tried to make a thin film of Polymethyl Methacrylate (PMMA) to achieve the optimum thickness of the polymeric thin film. Spin coating as one of the methods used to create a thin film with the application forward as an optical waveguide. A thin film of Polymethyl Methacrylate is deposited on a glass substrate by a spin coating technique. Thin film structures are ensured to form on glass substrate at a rotational speed ranging from 1000 - 3000 rpm with 30, 60 and 90 second rotation times. The size of the thin film thickness is estimated to be ≈82.8 - 81.2 nm from the Ellipometer analysis. The study of the polymer-based thin film properties shows the value of thin film thickness is decreased with increasing spin coating speed and spin time. So research shows that a thin layer of Polymethyl Methacrylate on glass substrate could be an appropriate material for use in the development of optical waveguides. Keywords : Thin film, thickness, PMMA
ANALISIS  PERBANDINGAN  NILAI  KETIDAKPASTIAN PERCEPATAN  TANAH  MAKSIMUM  DENGAN MENGGUNAKAN METODE MC. QUIRRE SERTA DONOVAN DI DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI Aisyah Ayuningtias
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.503 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n1.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai percepatan tanah maksimum yang disebabkan oleh gempabumi di wilayah Banyuwangi (7 ° - 8 ° Lintang Selatan, 113 ° - 115,96 ° Bujur Timur) selama periode 2007 - 2016 dengan magnitudo lebih dari 4 Skala Richter (SR). Nilai-nilai percepatan tersebut kemudian dipergunakan sebagai peringatan dini gempabumi terutama di daerah-daerah yang rawan gempabumi. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai ketidakpastian percepatan dengan menggunakan metode Mc. Quirre dan Donovan. Sumber data diperoleh dari Stasiun Geofisika Tretes. Pada koordinat 8,8° LS dan 113,75° BT dan 8,8° LS dan 113,97° BT, nilai percepatan tanah maksimum adalah 275,86 gal (Mc. Quirre) dan 235,52 gal (Donovan). Karena itu, peringatan dini gempabumi bisa dilakukan sedini mungkin di kedua posisi tersebut. Nilai ketidakpastian percepatan maksimum yaitu sebesar 0,700 (Mc. Quirre) dan 0,608 (Donovan). Kata kunci : Gempabumi, Percepatan Tanah Maksimum, Mc.Quirre, Donovan. Abstract The aim this research is to determine the peak ground acceleration values because earthquakes in Banyuwangi Region (7° - 8° South Latitude, 113° - 115,96° East Longitude) during the period of 2007 – 2016 with the magnitudes of more than 4 Richter Scale (SR). The acceleration values were subsequently occupied as an early earthquake warning especially in the areas which are prone to earthquake. In addition, this research was also aimed to determine the uncertainty of the difference of the acceleration values as analysed by the Mc. Quirre And Donovan methods. The data source was obtained from Tretes Geophysics Station. At the 8,8° LS and 113,75°BT and 8,8° LS and 113,97° BT coordinates, the peak ground acceleration values are 275,86 gal (Mc. Quirre) and 235,52 gal (Donovan). Therefore, the early earthquake warning can be carried out as early as possible at those two positions. The uncertainty of the maximum acceleration values are 0,700 (Mc. Quirre) and 0,608 (Donovan). Keywords : Earthquake, Peak Ground Acceleration, Mc.Quirre, Donovan.
SINTESIS NANOKRISTALIN CaCO3/MgO UNTUK APLIKASI BAHAN ANTIBAKTERI zahrotul jannah
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.516 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n1.p%p

Abstract

Abstrak Berbagai macam penyakit dapat tumbuh akibat adanya aktivitas bakteri patogen dan virus, sehingga dibutuhkan bahan antibakteri untuk menghambat aktivitas bakteri. Bahan antibakteri dapat dibuat dari bahan anorganik yaitu CaCO3/MgO dengan ukuran nanokristlain. Ukuran nanokristalin dapat meningkatkan aktivitas antibakteri karena dapat menaikkan pH bakteri. Sintesis nanokristalin dari komposit CaCO3/MgO dibuat dengan metode mixing dengan kalsinasi suhu 800 oC, kemudian dilakukan karaterisasi XRD. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa komposit CaCO3/MgO mengandung fase kalsit (CaCO3) 64,2% dan MgO 35,8 %. Berdasarkan analisis rietveld, komposit CaCO3/MgO memiliki ukuran kristal antara 61,85 - 66,11 nm yang termasuk dalam nanokristalin serta berpotensi sebagai bahan antibakteri yang baik. Kata Kunci: sintesis, nanokristalin, CaCO3/MgO, antibakteri. Abstract Various diseases can grow due to the activity of pathogenic bacteria and viruses, so it takes antibacterial substances to inhibit bacterial activity. An antibacterial agent can be made from inorganic material such as CaCO3/MgO with nanocrystalline size. The size of nanocrystalline can increase antibacterial activity because raise the pH of bacteria. Synthesis nanocrystalline from CaCO3/MgO composite was made by mixing and calcination methods at temperature 800 oC, then XRD caratization was done. The XRD characterization results show that the CaCO3/MgO composite contains calcite (CaCO3) phases 64.2% and MgO phases 35.8 %. Based on rietveld analysis, the CaCO3/MgO composite had crystalline size between 61.85 - 66.11 nm included in nanocrystalline and potentially to be good antibacterial agent. Keywords: synthesis, nanocrystalline, CaCO3/MgO, antibacterial.
FABRIKASI PANDU GELOMBANG MODEL DOUBLE Y-BRANCH BERBASIS MATERIAL SnO2 SEBAGAI PEMBAGI DAYA ZULFI TEGAR REYNALDI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.18 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n1.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memfabrikasi pandu gelombang double Y-branch menggunakan material SnO2 sebagai pembagi daya dan menganalisis perbandingan output pada pandu gelombang double Y-branch. Fabrikasi pandu gelombang double Y-branch dilakukan dengan metode doctor blade menggunakan substrat akrilik, film SnO2, dan cover Polymethyl Methacrylat (PMMA). Pengukuran output pada channel pandu gelombang double Y-branch dilakukan dengan mengambil gambar output dan diolah dengan program Image-J. Hasil fabrikasi pandu gelombang double Y-branch memiliki panjang daerah interaksi (Lc) 6 mm dengan gap (g) 0,35 mm mampu memandu cahaya laser Helium-Neon dengan panjang gelombang 632,8 nm. Pandu gelombang yang dihasilkan dari masing – masing output sebesar 32,9% dan 19,1%. Persentase output yang kembali pada pandu gelombang sebesar 29,6% dengan losses sebesar 21,5%. Besarnya nilai losses ini disebabkan saat pemanasan material SnO2, dimana tingginya temperatur pemanasan menjadikan adanya pengumpalan material SnO2 pada pandu gelombang akibat penguapan. Kata Kunci : pandu gelombang, pembagi daya, Polymethyl Methacrylat, SnO2. Abstract This research to purpose of fabricating double Y-branch waveguide using SnO2 material as power divider and analyzing output ratio on double Y-branch waveguide. The double Y-branch channel fabrication is performed using doctor blade method with acrylic glass substrate, SnO2 film, and Polymethyl Methacrylat (PMMA) cover. Output measurement on the double Y-branch waveguide channel is done by taking output image and processed with Image-J program. Double Y-branch waveguide fabrication result has a length of 6 mm interaction (Lc) area with gap (g) 0.35 mm capable of guiding Helium-Neon laser light with 632.8 nm wavelength. waveguides generated from each output of 32.9% and 19.1%. The percentage of output returned on waveguides was 29.6% with losses of 21.5%. The amount of value of losses is due to the warming of the SnO2 material, where the high temperature of the heating makes the presence of SnO2 material on the waveguide due to evaporation. Keywords: waveguide, power divider, Polymethyl Methacrylat, SnO2.
STUDI AWAL FABRIKASI PANDU GELOMBANG SYMETRIC DENGAN TIN OXIDA SEBAGAI DIRECTIONAL COUPLER MIFTAHUL JANNAH WAHIDAH
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.377 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n1.p%p

Abstract

Abstrak Pengembangan sistem dan teknologi komunikasi optik, terutama di Optical Switching (OS) memiliki peran penting dalam teknologi informasi. Makalah ini melaporjan pembuatan symmetric waveguidse optik berbasis tin oxida. Symmetric waveguides sebagai directional coupler telah difabrikasi dengan memasukkan material tin oxida pada substrat akrilik yang ditutup dengan methyl methacrylate (MMA). Directional coupler hasil fabrikasi dikarakterisasi menggunakan laser He-Ne (λ=632,8 nm). Karakterisasi dilakukan dengan mengambil foto penampang melintang directional coupler ketika diberi input sinar laser. Distribusi intensitas masing-masing port dari directional coupler diolah dengan menggunakan software ImageJ. Hasil penelitian menunjukkan besarnya persantase intensitas output directional coupler dengan sudut kelengkungan 36o adalah 25,2% pada port 1 dan pada port 2 sebesar 59,6%. Dengan losses sebesar 10,4% ditunjukkan pada symmetric waveguides dengan ukuran cm2 dengan jarak waveguide 0,04 cm. Kata Kunci: Pandu gelombang, directional coupler, dan SnO2. Abstract The development of optical communication systems and technologies, especially in Optical Switching (OS) has an important role in information technology. This paper reports the manufacture of optical symmetric waveguide based on tin oxide. Symmetric waveguides as directional couplers have been fabricated by incorporating tin oxide material on an acrylic substrate and covered with methyl methacrylate (MMA). The directional coupler of the fabrication results is characterized using a He-Ne laser (λ=632,8 nm). Characterization is done by taking a cross-section of a directional coupler photograph when given a laser beam input. The distribution of the intensity of each port from directional coupler is processed using ImageJ software. The result showed that the intensity of directional coupler output intensity with curve angle 36o is 25.2% at port 1 and at port 2 is 59,6%. With losses of 10.4% indicated on symmetric waveguides with size cm2 with a waveguide distance of 0.04 cm. Keywords: waveguide, directional coupler, and SnO2
ASESMEN POTENSI TSUNAMI BERBASIS PARAMETER TSUNAMI DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI JOKO TINGKIR DI SULAWESI BARAT, SULAWESI TENGAH, DAN SULAWESI UTARA HARUNIA NITA MEI SARA
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.856 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asesmen potensi tsunami di Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara berbasis 5 parameter tsunami Td, Tdur, T65ex, Td × Tdur, Td × T65ex dengan bantuan Joko Tingkir. Penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan tingkat akurasi estimasi magnitudo gempa lokal Mdur berbasis perhitungan Tdur untuk 3 wilayah propinsi tersebut. Data penelitian ini merupakan data sekunder magnitudo gempa lokal bawah laut di Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah (2008-2015) serta di Sulawesi Utara (2010-2015). Data yang diperoleh diolah dengan bantuan Joko Tingkir untuk mengekstrak informasi berupa 5 parameter tsunami tersebut di atas, di mana nilai kritis masing-masing parameter adalah Td ≥ 10 s, Tdur ≥ 65 s, T65ex ≥ 1, Td × Tdur ≥ 650 s2 dan Td × T65ex ≥ 10 s. Hasil analisis adalah semua gempa lokal di 3 propinsi tersebut tidak berpotensi tsunami, sesuai dengan laporan resmi NOAA. Hal ini menunjukkan konsistensi yang tinggi dari metode asesmen potensi tsunami berbasis 5 parameter tsunami dalam penelitian ini. Tingkat akurasi estimasi magnitudo gempa lokal Mdur berbasis perhitungan Tdur adalah rendah. Dengan demikian Mdur tidak cocok digunakan untuk menentukan magnitudo gempa lokal di Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara karena dua alasan. Kedua alasan tersebut adalah data dalam penelitian ini adalah gempa bumi lokal dan sebagian besar magnitudo berskala menengah. Ketidakakuratan Mdur relatif terhadap sebagai magnitudo referensi dari katalog Global CMT bisa dipahami karena Tdur biasa digunakan untuk estimasi magnitudo gempa teleseismik berkekuatan besar. Kata Kunci: magnitudo gempa lokal Mdur, durasi rupture Tdur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara.
ESTIMASI ANOMALI LOKAL MEDAN LISTRIK AKIBAT PERAMBATAN TSUNAMI SAIFUL ANAM
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.249 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

ABSTRAK ESTIMASI ANOMALI LOKAL MEDAN LISTRIK AKIBAT PERAMBATAN TSUNAMI Perambatan tsunami bisa memicu fenomena induksi elektromagnetik di laut dalam bentuk anomali lokal medan magnet dan anomali lokal medan listrik. Penelitian skripsi ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pembangkitan anomali lokal medan listrik melalui persamaan matematis yang menghubungkan antara dinamika tsunami dan anomali lokal medan listrik akibat perambatan tsunami. Dinamika tsunami direpresentasikan oleh besaran kecepatan tsunami dan simpangan vertikal permukaan air laut akibat kehadiran tsunami. Anomali lokal medan listrik yang dihitung sebagai komponen horisontal medan listrik induksi ex merupakan hasil kali antara kecepatan tsunami c dan anomali lokal medan magnet yang dihitung sebagai komponen vertikal medan magnet sekunder bz. Apabila asumsi frozen-flux berlaku, maka estimasi analitik medan listrik induksi akibat tsunami Chili 2010 memberikan hasil ex adalah 0,10 mikrovolt per meter yang sesuai dengan estimasi visual ex adalah 0,12 mikrovolt per meterdan tidak berbeda signifikan dengan temuan peneliti terdahulu yang relevan exadalah 0,14 mikrovolt per meter. Untuk kasus Tohoku 2011, estimasi analitik memberikan hasil ex adalah 1,15 mikrovolt per meter yang tidak berbeda signifikan dengan estimasi visual berbasis waveform penelitian terdahulu ex adalah 1,13 mikrovolt per meter. Untuk kasus Chili 2015, ditemukan estimasi analitik nilai rerata ex adalah 0,03 mikrovolt per meter. Untuk kasus ini, kesesuaian antara estimasi analitik dan estimasi visual anomali lokal medan listrik diberikan secara tidak langsung oleh data magnetogram ex dari INTERMAGNET dan BCMT. Selain kesesuaian tersebut di atas, temuan penting lain dalam penelitian ini adalah data bz sensitif terhadap data simpangan vertikal permukaan air laut n (eta) akibat kehadiran tsunami. Oleh karena itu, akurasi estimasi analitik anomali lokal medan listrik ex ditentukan oleh akurasi data simpangan vertikal permukaan air laut n (eta). Kata Kunci tsunami, induksi elektromagnetik, anomali lokal medan listrik ex Chili 2010, Tohoku 2011, Chili 2015 ABSTRACT ESTIMATION OF ELECTRIC FIELD LOCAL ANOMALY DUE TO TSUNAMI WAVE PROPAGATION Tsunami propagatsion can generate electromagnetic induction in the ocean in the forms of both magnetic field local anomaly and electric field local anomaly. This study aims to analyze mechanisms of the generation of the electric field anomaly through a mathematical equation that relates the dynamics of a tsunami wave to tsunami-induced electric field anomaly owing to the passage of the wave. Tsunami dynamics is represented by tsunami speed and vertical surface elevation in the presence of tsunami. The tsunami-generated electric field referred here to as the horizontal component exof the corresponding electric field is calculated from the product of the tsunami flow speed c and the secondary magnetic field referred here to as the vertical component bz of the corresponding magnetic field anomaly. In the light of frozen-flux assumption, analytic estimate of the induced electric field associated with the 2010 Chilean tsunami was found to be exis 0,10 microvolt per meterin good agreement with visual inspection ex is 0,12 microvolt per meter and not far different from ex adalah 0,14 microvolt per meter obtained from previous work. For the case of the 2011 Tohoku, the estimate was ex adalah 1,15 mikrovolt per meter, consistent with graphical estimate on tsunami-induced electric field waveform ex adalah 1,13 microvolt per meterfrom relevant previous work. For the 2015 Chilean tsunami, ex adalah 0,03 microvolt per meter, where agreement for this value was provided by bz recorded at a particular station of INTERMAGNET and BCMT. Another important finding extracted from this study is that bz is sensitive with respect to field data of sea surface elevation or tsunami wave height n (eta). Therefore, level of accuracy in the estimation of electric field local anomaly ex is primarily determined by n (eta). Keywords tsunami, electromagnetic induction, electric fied local anomaly ex 2010 Chili, 2011 Tohoku, 2015 Chili
PERANCANGAN WATTMETER DIGITAL BERBASIS METODE HYBRID NABIL FIRDIYAN HABIBY; ENDAH RAHMAWATI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.426 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mempelajari respons pengukuran daya listrik dari dua jenis sensor yang memiliki metode pengukuran yang berbeda di mana metode yang digunakan ialah metode kontak dan non-kontak. Metode non-kontak pada penelitian ini menggunakan sensor arus berupa toroida yang memanfaatkan Hukum Faraday dengan rasio lilitan 1 : 350. Hasil kali arus dan tegangan disertai faktor daya menghasilkan besaran daya listrik terukur. Pengukuran faktor daya dilakukan dengan memanfaatkan sensor arus dan tegangan dengan membaca beda fasa antara keduanya. Metode non-kontak tersebut digunakan dalam penelitian ini karena metode tersebut memiliki kemampuan dapat mengukur beban listrik dengan nilai arus listrik tinggi. Tiap sensor yang terpasang memiliki nilai k dalam proses kalibrasi yakni untuk tegangan, arus dan faktor daya 146,78; 2.32; dan 1,23 secara berturut turut dari hasil kalibrasi. Beban yang telah diuji adalah beban resistif, induktif dan kombinasi. Hasil dari pengujian beban yang dibandingkan langsung dengan wattmeter metode kontak menunjukkan error dengan nilai besar didominasi pada pembacaan beban induktif di mana error terkecil ialah 7,0 % dan terbesar 10,2 %. Untuk pengujian pada beban resistif error yang didapatkan berkisar antara 2,0 % hingga 6,8 % dan pada beban kombinasi antara 4,3% hingga 6,7%. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa alat yang telah dirancang dengan metode tersebut dapat digunakan dalam melakukan pengukuran daya listrik namun kurang disarankan dalam pengukuran beban induktif. Tingkat sensitivitas sensor mampu ditingkatkan dengan memperbesar rasio kumparan sebagai sensor arus. Kata Kunci: Wattmeter, Daya Aktif, Daya Reaktif, dan Faktor Daya
Perancangan Kit Pengukur Debit Air dan Laju Alir Air Berbasis Mikrokontroler Menggunakan Sensor Ultrasonik HC-SR04 MUHAMMAD SULHIN; DZULKIFLIH
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.82 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan membandingkan besarnya debit dan laju aliran air pada masing-masing diameter pipa yang berbeda dengan menggunakan kit berbasis mikrokontroler. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan observasi. Langkah penelitiannya yaitu dengan menekan tombol start pada box mikrokotroler dan membuka dengan manual penutup pada pipa PVC secara bersamaan. Ketika air mengalir, sensor ultrasonik HC-SR04 akan merekam data berupa ketinggian air tiap satuan waktu, yang kemudian data ketinggian tersebut akan diolah menjadi volume sehingga didapatkan besarnya debit air. Besarnya laju aliran air didapatkan dari hasil perhitungan analisis pada persamaan grafik. Pada percobaan pertama, didapatkan debit rata-rata air yang mengalir pada pipa PVC berbentuk venturimeter dengan ukuran diameter 32 mm dan 22 mm yaitu sebesar 0,49 liter/s dengan kelajuan aliran air sebesar 1,3 m/s. Sedangkan pada percoban kedua, didapatkan debit rata-rata air yang mengalir pada pipa PVC dengan diameter 32 mm yaitu sebesar 1,02 liter/s dengan kelajuan aliran air sebesar 1,3 m/s. Kata kunci: Sensor Ultrasonik HC-SR04, Debit Air, Laju Alir Air
RANCANG BANGUN KIT PERCOBAAN PENGUKURAN MEDAN MAGNET BERBASIS MIKROKONTROLER IMAM SYARONI; DZULKIFLIH
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.08 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

Penelitian mengenai pembuatan kit percobaan pengukuran medan magnet pada benda variable gap magnetic berbasis mikrokontroler telah dilakukan menggunakan sensor magnet menggunakan metode GGL induksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil rancangan, hasil pengujian, dan karakteristik sensor magnet dalam percobaan pengukuran medan magnet pada variable gap magnetic. Sensor pada kit percobaan dibuat menggunakan efek hall ugn 3503 a untuk mengukur variable gap magnetic. Dari percobaan pengukuran kuat medan magnet dengan manipulasi jarak gap magnet 0,3 m – 0,5 m didapatkan linieritas keduanya mencapai 92,9%-93,7% untuk pasco dan 92,4% - 96,4% untuk alat buatan serta sensitivitasnya dapat kita lihat alat dengan pasco cukup baik dan hampir sama. Pada kutub negatif alat buatan mampu mengukur -504,287 m/G sedangkan pasco -625,5 m/G dan kutub positifnya alat buatan sebesar 807,5 m/G serta pasco 886,639 m/G. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa alat buatan layak untuk dijadikan alat pengukur medan magnet seperti PASCO Scientific -SF9584A. Kata Kunci : variable gap magnet, induksi, medan magnet