cover
Contact Name
Abd Kholiq
Contact Email
kholiq@unesa.ac.id
Phone
+6285731570404
Journal Mail Official
jifi@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya Kampus Ketintang Unesa, Gedung C3 Lantai 1 Jl Ketintang, Surabaya 60321, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Fisika Indonesia (IFI)
ISSN : 23024216     EISSN : 28301765     DOI : https://doi.org/10.26740/ifi
Jurnal Inovasi Fisika Indonesia(IFI) is a peer-reviewed journal, ISSN: 2302-4216, which is managed and published by the Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). This journal is accessible to all readers and covers developments and research in physics (Materials Physics, Earth Physics and Instrumentation Physics).
Articles 438 Documents
Analisis Atenuasi Energi Tsunami Terhadap Jarak Episentral ISNANTO HARIS
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.988 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mempelajari dinamika perambatan gelombang tsunami dari titik episenter menuju zona medan jauh dan mempelajari mekanisme pelemahan amplitudo tsunami terhadap jarak episentral. Beberapa faktor baik internal maupun eksternal bisa diajukan sebagai penyebab pelemahan energi dan amplitudo tsunami. Penelitian ini menganalisis fenomena pelemahan energi tsunami pada kasus Tohoku 2011, Chili 2010, dan Samoa 2009. Mekanisme pelemahan energi yang terukur sebagai pelemahan amplitudo tsunami terbagi menjadi 2 fase. Fase awal yang terjadi 1 jam sesudah OT tsunami merupakan konversi energi. Fase kedua terjadi sekitar 2-3 jam kemudian, di mana konversi energi antara energi potensial gravitasi dan energi kinetik sudah tidak terjadi lagi. Pada fase ini, energi total gelombang tsunami memiliki nilai yang relatif konstan. Dari ketiga grafik atenuasi amplitudo maksimum terhadap jarak episentral sebagai temuan utama penelitian skripsi ini berhasil mengungkap mekanisme pelemahan energi dan amplitudo tsunami. Selain itu, tiga grafik atenuasi amplitudo tersebut juga berhasil menunjukkan bahwa pelemahan energi dan amplitudo tsunami berlangsung paling cepat untuk kasus Samoa 2009 dan paling lambat untuk kasus Chili 2010. Kata Kunci: atenuasi, energi, jarak, gelombang.
ESTIMASI CENTROID MOMENT TENSOR GEMPA DI SEKITAR SESAR KENDENG MENGGUNAKAN SOFTWARE MTINV DINANTI PRATIWI PUTRI; MADLAZIM
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.116 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menganalisis hasil estimasi Centroid Moment Tensor (CMT) gempa di sekitar Sesar Kendeng menggunakan software MTINV. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data sekunder waveform tiga komponen di sekitar Sesar Kendeng pada tanggal 25 Juni 2015 dan 13 Maret 2014 yang diunduh dari WebDC3 BMKG. Dalam mengestimasi CMT sebagai parameter gempa digunakan metode inversi wafevorm dan fungsi Green tiga komponen yang telah diaplikasikan ke dalam sebuah software MTINV. Hasil dari estimasi CMT antara lain momen seismik ( ), magnitudo momen ( ), lattitude, longitude, kedalaman sumber, serta orientasi bidang sesar (nodal plane/NP) yang meliputi sudut strike, dip, dan slip. Selain itu juga dapat memberikan informasi mengenai penyebab terjadinya gempa yang meliputi persentase ISO, DC, dan CLVD. Hasil dari kedua event menunjukkan bahwa gempa terjadi akibat aktivitas tektonik yang dibuktikan dengan nilai persentase DC lebih dominan daripada CLVD dengan nilai VR lebih dari 50%. Berdasarkan nilai VR, maka hasil yang diperoleh dalam penelitian ini dapat dikatakan valid karena telah memenuhi syarat. Event gempa pada 25 Juni 2015 disebabkan oleh sesar right lateral strike-slip. Sedangkan event gempa pada 13 Maret 2014 disebabkan oleh aktivitas subduksi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinya kedua event gempa ini bukan disebabkan oleh Sesar Kendeng yang naik melainkan akibat dari aktivitas subduksi dan sesar lokal dengan tipe sesar right lateral strike-slip. Kata Kunci: Centroid Moment Tensor, Sesar Kendeng, inversi waveform, fungsi Green, dan software MTINV
RANCANG BANGUN AMPEREMETER DIGITAL BERBASIS METODE INDUKSI ELEKTROMAGNETIK ABDUL ADHIEM; ENDAH RAHMAWATI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.065 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang alat ukur kuat arus listrik berbasis metode induksi elektromagnetik. Bahan yang digunakan untuk merancang alat terbagi menjadi dua bagian yakni perangkat keras berupa toroid terbuat dari inti ferit yang berbentuk cincin yang dililiti kawat tembaga dan perangkat lunak berupa Arduino Uno R3 dan display. Alat digunakan untuk mengukur arus pada rangkaian dengan beban lampu (2 lampu 12 V 6 watt dirangkai seri dan 3 lampu 12 v 6 watt dirangkai seri) dan resistor (resistor 5 watt 79 Ω dan resistor 5 watt 100 Ω). Pengambilan data dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan untuk masing-masing beban, kemudian hasil pengukuran tersebut dibandingkan dengan hasil pengukuran dari multimeter Sanwa tipe CD800a. Pada pengambilan data yang telah dilakukan memperoleh rata-rata nilai koefisien linieritas sebesar R2 ≈ 0,99. Alat ini kurang baik jika digunakan untuk mengukur arus di bawah 10mA dan cukup baik jika digunakan untuk mengukur arus di atas 10 mA. Kata Kunci : amperemeter digital, induksi elektromagnetik, toroid.
Pengukuruan Resistivitas pada Printed Circuit Board dengan Menggunakan Metode Four Point Probe KHALIFA ADE ANDREANTO; ZAINUL ARIFIN IMAM SUPARDI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.247 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

ABSTRAK Pada penelitian ini pengukuran resistivitas pada printed circuit board dengan bahan phenolik menggunakan metode four point probe untuk menentukan nilai hambatan jenisnya.Printed Circuit Board (PCB) adalah suatu papan yang dibuat sebagai penghubung dari suatu komponen – komponen elektronika seperti resisitor, dioda, dan sebagainya. Pengukuran resistivitas dengan menggunakan metode Four Point Probe ini lebih banyak digunakan karena metode ini dapat mengukur material konduktor dan material semikonduktor. Pada hasil penelitian ini, pengukuran hambatan jenis PCB dengan luas lapisan tembaga sebesar 1 cm2, 2 cm2, 3 cm2, 4 cm2 dengan jenislPCB yang sejenis dengan 2 merek yang berbeda. Penelitian ini menggunakan 2 merek PCB phenolik yaitu merek KB dan EC. Pada penelitian ini, diperoleh nilai rata – rata resistivitas PCB phenolik merek KB pada luas 1 cm2, 2 cm2, 3 cm2, 4 cm2 berturut-turut 0,65666%2 10-3 ohm cm, 0,516042%2 10-3 ohm cm, 0,350469%2 10-3 ohm cm dan 0,194775%2 10-3 ohm cm, sedangkan untuk merek EC dengan luas 1 cm2, 2 cm2, 3 cm2, 4 cm2 berturut-turut 0,611183%2 10-3 ohm cm, 0,49131%2 10-3 ohm cm, 0,32225%2 10-3 ohm cm dan 0,195328%2 10-3 ohm cm. Berdasarkan nilai rata-rata hambatan jenis yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin luas PCB maka nilai hambatan jenis semakin kecil dan pada merek PCB yang berbeda dengan bahan yang sama tidak memiliki perbedaan nilai hambatan jenis yang besar. Kata kunci: Printed CircuitBoard, Four Point Probe, resistivitas ABSTRACT In this research, resistivity measurement on printed circuit board using four point probe method. Printed Circuit Board (PCB) is a board made as a connector of an electronic components such as resisitor, diode, and etc. Resistivity measurement using Four Point Probe method is more widely used because this method can measure the material of conductor and semiconductor. In the results of this study, measurement of PCB type resistance with copper layer area of ​​1 cm2, 2 cm2, 3 cm2, 4 cm2 with similar PCB type with 2 different brands. This research uses 2 brand phenolic PCB that is KB and EC. In this study, the avarage resistivity value of PCB phenolic KB on the area of ​​1 cm2, 2 cm2, 3 cm2, 4 cm2 respectively 0,65666%2 10-3 ohm cm, 0,516042%2 10-3 ohm cm, 0,350469%2 10-3 ohm cm dan 0,194775%2 10-3 ohm cm, while for EC brands with an area of ​​1 cm2, 2 cm2, 3 cm2, 4 cm2 respectively 0,611183%2 10-3 ohm cm, 0,49131%2 10-3 ohm cm, 0,32225%2 10-3 ohm cm and 0,195328%2 10-3 ohm cm. Keywords: Printed Circuit Board, Four Point Probe, resistivity
ANALISA BAND-GAP REDUCED GRAPHENE OXIDE (rGO) BERBAHAN DASAR TEMPURUNG KELAPA (Cocos nucifera L) Lela Agustina; NUGRAHANI PRIMARY PUTRI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.511 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

Telah dilakukan sintesis material reduced graphene oxide (rGO) berbahan dasar tempurung kelapa dengan metode kalsinasi dan Hummers termodifikasi. Untuk metode kalsinasi serbuk tempurung kelapa dipanaskan suhu 10000C selama 2 jam, sedangkan metode Hummers termodifikasi terlebih dahulu serbuk tempurung kelapa dipanaskan pada suhu 4000C selama 3 jam lalu dicampurkan dalam larutan H2SO4, dan serbuk KMnO4 serta NaNO3. Serbuk hasil sintesis kemudian dikarakterisasi FTIR untuk mengetahui gugus fungsi sampel serta spektroskopi UV-Vis untuk mengetahui nilai lebar celah pita material. Hasil karakterisasi kedua sampel mengandung gugus fungsi utama reduced graphene oxide (rGO) yaitu C=C, serta impuritas seperti C=O,C-O-C, O-H dan C-Cl. Sedangkan hasil analisa band gap dengan metode absorbance edge dari hasil spektroskopi UV-Vis sampel kalsinasi dan Hummers termodifikasi masing-masing adalah 1,70 eV dan 1,04 eV. Dari karakterisasi tersebut menunjukkan bahwa hasil reduced graphene oxide (rGO) berbahan dasar tempurung kelapa menggunakan metode Hummers termodifikasi memiliki hasil yang lebih baik daripada metode kalsinasi Kata Kunci: reduced graphene oxide (rGO), kalsinasi, Hummers termodifikasi
ANALISIS STRUKTUR DAN KOMPOSISI FASA SERBUK Mg2TiO4 SAKINATUS ZAHRO; FRIDA ULFAH ERMAWATI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.252 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

Telah dilakukan sintesis serbuk Mg2TiO4 (disingkat MTO) dengan metode pencampuran larutan, dengan bahan awal berupa serbuk logam Mg dan Ti (Merck) dan pelarut HCl. Serbuk MTO dikalsinasi pada temperatur 1000 °C selama 4 jam. Hasil uji XRD menunjukkan bahwa serbuk MTO 1000 berstruktur MgTiO3 (No. PDF 06-0494), MgO (No. PDF 45-0946), dan Mg2TiO4 (No. PDF 25-1157). Hasil tersebut didukung oleh data FTIR. Fasa Mg2TiO4 terbentuk dengan persentase molar sebesar (5,75 ± 0,12)%. Data distribusi ukuran partikel dari sampel uji juga disertakan.Kata Kunci: metode pencampuran larutan, MTO, Mg2TiO4.
RANCANG BANGUN ALAT PERCOBAAN RESONANSI RANGKAIAN RLC MENGGUNAKAN SISTEM DIGITAL FIQIH RIZKY MUSTALIM; ENDAH RAHMAWATI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.743 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan merancang suatu alat percobaan untuk mengukur frekuensi resonansi pada rangkaian RLC seri secara digital. Pada alat percobaan ini terdiri dari beberapa komponen, yaitu : Audio Frequency Generator (AFG) sebagai sumber tegangan, power amplifier, rangkaian RLC dan mikrokontroler Atmega 328 sebagai pemrosesan data untuk menentukan nilai frekuensi resonansi rangkaian RLC secara otomatis yang ditampilkan pada LCD. Data hasil pengukuran dari alat percobaan yang telah dibuat, dibandingkan dengan hasil pengukuran nilai frekuensi resonansi menggunakan AFG PASCO dan perhitungan secara teori. Dari hasil perbandingan kedua alat tersebut dapat diketahui bahwa alat yang telah dibuat sudah sesuai atau belum untuk digunakan sebagai alat percobaan yang relevan seperti pada alat percobaan yang dibuat oleh PASCO. Hasil pengujian alat percoban yang telah dibuat menunjukkan bahwa alat belum bisa menentukan secara tepat nilai frekuensi resonansi, melainkan hanya rentang frekuensi yang mungkin frekuensi resonansi terjadi. Pengambilan data berulang sebanyak lima kali menunjukkan hasil yang relatif konsisten. Kata Kunci : Resonansi, Mikrokontroller, Rangkaian RLC, Audio Frequency Generator (AFG) Abstract This study aims to design an experimental tool for measuring resonant frequency in serial RLC series digitally. In this experimental tool consists of several components, namely: Audio Frequency Generator (AFG) as a voltage source, power amplifier, RLC circuit and Atmega 328 microcontroller as data processing to determine the resonant frequency value of RLC circuit automatically displayed on the LCD. The measurement data from the experimental tool has been made, compared to the resonance frequency measurement results using AFG PASCO and theoretical calculations. From the results of the comparison of both tools can be seen that the tool that has been made is appropriate or not to be used as a relevant experimental tool such as the experimental tool made by PASCO. Test results of experimental tools that have been made show that the tool has not been able to determine precisely the value of the resonant frequency, but only the frequency range that may resonant frequency occurs. Recurring data retrieval five times shows relatively consistent results. Keywords: Resonance, Microcontroller, RLC Series, Audio Frequency Generator (AFG)
ANALISIS KOMPOSISI FASA SERBUK MgTiO3 HASIL PREPARASI DENGAN METODE PENCAMPURAN LARUTAN MUHAMMAD HADZIQUNNUHA AHFA; FRIDA ULFAH ERMAWATI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.349 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

Penelitian ini melaporkan hasil kerja untuk mensintesis serbuk magnesium titanate (MgTiO3) dengan metode pencampuran larutan. Tujuannya adalah untuk mempelajari komposisi fasa dari fasa-fasa yang terbentuk pada sistem tersebut. Preparasi dilakukan dengan menggunakan bahan awal yang berupa serbuk logam Mg, Ti dan Sn (Merck) serta HCl sebagai pelarut. Karakterisasi struktur dilakukan dengan uji x-ray diffraction (XRD) dengan alat XRD Bragg-Brentano Philips X’pert Diffractometer dengan radiasi CuKa. Selanjutnya, analisis kualitatif terhadap data XRD dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Match!, sedangkan analisis kuantitatif dengan metode Rietveld yang diimplementasikan pada perangkat lunak Rietica. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) struktur dari sampel uji tersebut terbangun dari fasa utama MgTiO3 (PDF No. 06-0494) dengan persentase molar sebesar (96,89 ± 1,81) % dan TiO2 rutile (PDF No. 21-1276) sebesar (3,11 ± 0,63) % sebagai fasa sekunder; (2) nilai densitas pada serbuk MgTO3 sebesar 3,88 gr.cm-3 dan (3) nilai ukuran volume sel satuan dari sampel uji tersebut sebesar 307,37 ± 1,89 nm3. Kata kunci: MgTiO3, difraksi sinar-x, komposisi fasa, metode Rietveld.
SINTESIS POLIANILIN DENGAN METODE INTERFASIAL MENGGUNAKAN VARIASI LARUTAN DALAM FASA ORGANIK NURVITA WIDIYANTI; NUGRAHANI PRIMARY PUTRI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.994 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

Sintesis polianilin dengan metode interfasial menggunakan variasi larutan dalam fasa organik telah berhasil dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik polianilin yang dengan variasi larutan dalam fasa organik. Polianilin disintesis menggunakan metode interfasial dengan variasi larutan chloroform dan toluene sebagai fasa organik Karakteristik polianilin dapat diketahui dari hasil karakterisasi FTIR dan XRD. Dari hasil FTIR menunjukkan bilangan gelombang dan jenis ikatan yang telah sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya. Hasil uji XRD menunjukkan pola difraksi yang menunjukkan bahwa polianilin dengan larutan chloroform dan toluene memiliki kritalinitas yang baik. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa polianilin telah berhasil disintesis dengan variasi larutan yang menunjukkan karakteristik yang hampir sama. Kata Kunci : polianilin, chloroform, toluene, kristalinitas.
ESTIMASI CENTROID MOMENT TENSOR (CMT) GEMPA BUMI DI WILAYAH SUMATERA BARAT MENGGUNAKAN INVERSI WAVEFORM TIGA KOMPONEN DINDA AYU VERJIANTI SARI; MADLAZIM
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.168 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

ABSTRAK ESTIMASI CENTROID MOMENT TENSOR (CMT) GEMPA BUMI DI WILAYAH SUMATERA BARAT MENGGUNAKAN METODE INVERSI WAVEFORM TIGA KOMPONEN Penelitian skripsi ini dilaksanakan bertujuan untuk menghasilkan informasi penyebab gempa bumi dengan estimasi CMT di wilayah Sumatera Barat yang terjadi pada 12 Juni 2015 pukul 19:54:22 GMT dengan magnitudo 4.8 SR, latitude -1.53, longitude 101.17 dan kedalaman 35 km. Sumatera Barat berada pada dua sesar aktif yaitu Sumatera Fault Zone dan Mentawai Fault Zone Data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data waveform lokal tiga komponen (BHN, BHE dan BHZ) yang terekam oleh 6 stasiun seismik broadband GEOFON-IA milik WebDC 3 (MNSI, SBSI, BKNI, RGRI, SLSI, MKBI). Pemrosesan data menggunakan software MTINV. Data ini dinversi mulai 0.025 Hz - 0,050 Hz. Dari penelitian ini didapatkan hasil solusi Centroid Moment Tensor (CMT) dengan tipe inversi Full MT yaitu menghasilkan nilai VR=66.8% dengan magnitudo 4.66 Mw, ISO=32.5%,DC=46.7%,CLVD=20.9%, kedalaman centroid 12 km, nilai NP1 yaitu nilai strike=151, nilai dip=69 dan nilai rake=-175 serta nilai NP2 yaitu nilai strike=59, nilai dip=59 dan nilai rake=-21. Kemudian hasil solusi CMT dengan tipe inversi Deviatorik MT yaitu menghasilkan nilai Varian Reduksi (VR)=63.8% dengan magnitudo 4.53 Mw, DC=94.7%, CLVD=5.3%, kedalaman centroid 12 km, NP1 yaitu nilai strike=151, nilai dip=66 dan nilai rake=-177 serta nilai NP2 yaitu nilai strike 60, nilai dip=87 dan nilai rake­=-22. Kedua tipe inversi ini menghasilkan beachball yang sama yaitu strike-slip. Hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan Global CMT didapatkan hasil yang sama yaitu berupa beachball dengan patahan strike-slip. Dari hasil pembahasan dinyatakan bahwa gempa yang terjadi di wilayah Sumatera diakibatkan gempa tektonik hal ini karena hasil persentase DC lebih besar dibandingkan hasil persentase CLVD pada kedua tipe inversi yang digunakan dan menghasilkan beachball yang sama pada Global CMT yaitu patahan strike-slip. Hal ini membuktikan bahwa gempa yang terjadi di Sumatera Barat diakibatkan patahan strike-slip pada jalur Sumatera Fault Zone Kata kunci : Centroid Moment Tensor (CMT), inversi waveform tiga komponen, software MTINV