cover
Contact Name
Abd Kholiq
Contact Email
kholiq@unesa.ac.id
Phone
+6285731570404
Journal Mail Official
jifi@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya Kampus Ketintang Unesa, Gedung C3 Lantai 1 Jl Ketintang, Surabaya 60321, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Fisika Indonesia (IFI)
ISSN : 23024216     EISSN : 28301765     DOI : https://doi.org/10.26740/ifi
Jurnal Inovasi Fisika Indonesia(IFI) is a peer-reviewed journal, ISSN: 2302-4216, which is managed and published by the Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). This journal is accessible to all readers and covers developments and research in physics (Materials Physics, Earth Physics and Instrumentation Physics).
Articles 431 Documents
Estimasi Centroid Moment Tensor Gempa Bumi Di Wilayah Sumatera Selatan Menggunakan Software MTINV RONA DWI RAHMAH; MADLAZIM
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.473 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui parameter sumber gempa bumi dan jenis sesar gempa bumi diwilayah Sumatera Selatan dengan menggunakan software MTINV. Di Sumatera terdapat dua pembangkit gempa bumi, pertama zona subduksi, kedua zona patahan sumatera yang biasa disebut sesar semangko. Sumatera selatan termasuk dalam patahan aktif sumatera dan dilalui oleh zona subduksi dan sesar semangko, sehingga memiliki sejarah kegempaan yang cukup tinggi setiap tahunnya. Dari beberapa gempa yang terjadi diketahui bahwa disekitar Sumatera terdapat sesar yang memiliki sejarah dan menimbulkan gempa bumi yang dapat merusak. Untuk memperkecil kerusakan gempa yang terjadi maka perlu untuk mengetahui parameter sumber gempa dan jenis gempa. Dalam penelitian ini menggunakan data gempa yang diunduh d webDC3 at BMKG yaitu data gempa tanggal 14 Januari 2012 dan 23 Maret 2013. Data tersebut meliputi origin time, longitude, latitude dan stasiun seismik, kemudian dilanjutkan ke proses inversi menggunakan software MTINV. Hasil dari proses inversi pada gempa tanggal 14 Januari 2012 dihasilkan persentase Varian Reduksi (VR) sebesar 54,9%, persentase CLVD sebesar 44,8% dan persentase Double Couple (DC) sebesar 55,2. Untuk gempa tanggal 23 Maret 2013 dihasilkan persentase Varian Reduksi (VR) sebesar 50,5%, persentase CLVD sebesar 31,0% dan persentase Double Couple (DC) sebesar 69,0%. Untuk jenis sesar pada kedua gempa adalah tipe sesar strike slip. Maka untuk parameter sumber gempa kedua gempa tersebut disebabkan adanya aktivitas gempa tektonik karean Double Couple lebih dari 50%. Dan untuk jenis sesar gempa termasuk tipe sesar strike slip, karena lokasi gempa tersebut mendekati sesar semangko maka dapat dijelaskan pada penelitian sebelumnya lokasi yang berada pada sesar semangko yang mengakibatkan gempa tektonik. Kata Kunci: Double Couple (DC), Software MTINV, gempa tektonik, Strike slip.
ANALISIS STRUKTUR DAN KOMPOSISI FASA SERTA DISTRIBUSI UKURAN PARTIKEL SERBUK ZnTiO3 HASIL PREPARASI DENGAN METODE PENCAMPURAN LARUTAN NUR AZIZAH IMAMAH; FRIDA ULFAH ERMAWATI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.265 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

Penelitian ini melaporkan hasil sintesis serbuk zinc titanate (ZnTiO3) yang dipersiapkan dengan metode pencampuran larutan. Tujuannya yaitu untuk mengetahui dan mempelajari struktur, komposisi fasa serta distribusi ukuran partikel dari masing-masing fasa yang terbentuk pada sistem tersebut. Preparasi dilakukan dengan menggunakan bahan awal yang berupa serbuk logam Zn, dan Ti (Merck) serta HCl sebagai pelarut. Karakterisasi struktur dilakukan dengan uji x-ray diffraction (XRD) dengan alat XRD Bragg-Brentano Philips X’pert Diffractometer dengan radiasi CuKa. Analisis kualitatif terhadap data XRD dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Match!, sedangkan analisis kuantitatif dengan metode Rietveld yang diimplementasikan pada perangkat lunak Rietica. Distribusi ukuran partikel didapatkan dari uji PSA dengan alat Zetaizer Nano Series Software Version 7.01,Malvern Instrument. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) struktur dari sampel ZnTiO3 dibangun oleh fasa utama TiO2 rutile (PDF No. 21-1276) dengan persentase molar sebesar (90,74 ± 5,44) % dan ZnTiO3 (PDF No. 04-0836) sebesar (9,26 ± 1,22) % sebagai fasa sekunder; (2) nilai densitas pada serbuk ZnTiO3 sebesar 5,04 gr.cm-3 (3) nilai ukuran volume sel satuan dari sampel uji tersebut sebesar 311,09 ± 0,07 nm3, (4) rentang distribusi ukuran pertikel dari sampel ZnTiO3 sebesar 190,1-615,1 (nm) dan (5) ukuran partikel rata-rata sebesar 441,7 (nm) dengan deviasi 1 %. Kata kunci: ZnTiO2, difraksi sinar-X, komposisi fasa, metode Rietveld, distribusi ukuran partikel.
IDENTIFIKASI PARAMETER SUMBER GEMPA DI WILAYAH JAWA BARAT MENGGUNAKAN SOFTWARE MTINV NURUL AULIA DEWI; MADLAZIM
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.035 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

Identifikasi parameter sumber gempa di wilayah Jawa Barat dapat diperoleh dengan inversi waveform dari event gempa tanggal 15 Desember 2017 (Mw > 4) disekitar sesar Cimandiri Jawa Barat dengan menerapkan Fungsi Green. Fungsi Green ini dapat menghasilkan solusi momen tensor deviatorik yang diimplementasikan dalam software MTINV. Berdasarkan solusi yang diperoleh, gempa di Jawa Barat disebabkan adanya aktivitas lempeng tektonik karena persentase Double Couple yang tinggi, dimana tipe sesar pada event 15 Desember 2017 memiliki tipe sesar Oblique yang disebabkan karena adanya pergerakan sesar Cimandiri. Kata Kunci : Gempabumi, sesar, waveform.
PENENTUAN PARAMETER SUMBER GEMPA DI SEKITAR GUNUNG DUKONO HALMAHERA DENGAN MENGGUNAKAN CENTROID MOMENT TENSOR (CMT) TRIAS HERNI ZUNI ASTUTI; MADLAZIM
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.504 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan informasi parameter sumber gempa yang terjadi di Halmahera pada 23 Februari 2012. Data yang digunakan merupakan data waveform lokal yang diunduh melalui web http://202.90.198.100/webdc3/. Data tersebut diinversi mulai 0.070 hingga 0.095 Hz untukk memperoleh CMT (centroid time, centroid lattitude, centroid longitude, centroid depth, magnitudo moment, moment tensor, dan bidang teraktifan seperti strike, dip, dan rake. Hasil inversi dari tipe full MT diperoleh persentasei varian reduksii 66,4% dengan persentase ISO, CLVD, DC berturut-turut sebesar 62,9%, 3,8%, dan 033,3% dengan magnitudo 4.40 pada kedalaman 20 km. Pada tipe inversi deviatorik MT menghasilkan nilai persentase DC sebesar 81,3% dan CLVD sebesar 18,7% serta VR sebesar 63,2% dengan kedalaman 16 km. Kedua tipe inversi tersebut menghasilkan persentase DC yang lebih besar dibandingkan CLVD. Dengan demikan, maka hasil dari solusi centroid moment tensor kedua tipe inversi menunjukkan gempa disebabkan adanya aktivitas tektonik. Kata Kunci: centroid moment tensor (CMT), mtinv, gempabumi AbstractThe purpose of this research was to create information about the paremeters of earthquake source that occured in Halmahera on February 23, 2012. The data used local wave data downloaded through the web http://202.90.198.100/webdc3/. The data is inverted from 0,070 to 0.090 Hz for CMT (centroid time, centroid lattitude, centroid longitude, centroid depht, moment magniude, tensor moments, and active fields such as strike, dip, and rake). The invertion results from complete MT type percentage of reducion variace 66,4% with the percentage of ISO, CLVD, DC respectively 62,9%, 3,8%, and 33,3*% with magnitude 4.40 at a depht of 20 km, in deviatorik MT 81,3% and CLVD of 18,7% with a VR of 63,2% at a depht of 16 km. These two types resulted ina larger percentage of DC comparared CLVD, thus the result of the centroid moment tensor solution of the inverse type exhibited tectonic property rigthKeyword: centroid moment tensor (CMT), mtinv, earthquake.
PERANCANGAN KIT PENGUKUR DEBIT AIR DAN LAJU ALIR AIR BERBASIS MIKROKONTROLER DENGAN MEMANFAATKAN SENSOR ULTRASONIK HC-SR04 Muhammad Sulhin; Abd. Kholiq; Dzulkiflih .
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.082 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan dan membandingkan besarnya debit dan laju aliran air pada masing-masing diameter pipa yang berbeda dengan menggunakan kit berbasis mikrokontroler. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan observasi. Langkah penelitiannya yaitu dengan menekan tombol start pada box mikrokotroler dan membuka dengan manual penutup pada pipa PVC secara bersamaan. Ketika air mengalir, sensor ultrasonik HC-SR04 akan merekam data berupa ketinggian air tiap satuan waktu, yang kemudian data ketinggian tersebut akan diolah menjadi volume sehingga didapatkan besarnya debit air. Besarnya laju aliran air didapatkan dari hasil perhitungan analisis pada persamaan grafik. Pada percobaan pertama, didapatkan debit rata-rata air yang mengalir pada pipa PVC berbentuk venturimeter dengan ukuran diameter 32 mm dan 22 mm yaitu sebesar 0,49 liter/s dengan kelajuan aliran air sebesar 1,3 m/s. Sedangkan pada percoban kedua, didapatkan debit rata-rata air yang mengalir pada pipa PVC dengan diameter 32 mm yaitu sebesar 1,02 liter/s dengan kelajuan aliran air sebesar 1,3 m/s.Kata kunci: Sensor Ultrasonik HC-SR04, Debit Air, Laju Alir AirAbstract.This research aims to determine and compare the magnitude of the discharge and the flow rate of water on each different pipe diameters using microcontroller-based kits. Data collection technique in this research phase is by pressing the start button on microcontroller box and open the cover on the PVC pipes simultaneously. When the water flows, Ultrasonic sensors HC-SR04 will record the data in the form of water height per unit of time, then the data of water height will be processed into volume so that it brings about the magnitude of the discharge water. The magnitude of the flow rate of water calculation results is obtained from the analysis of the equation on the chart. On the first experiment, it was obtained that the average water discharge flowing on venturimeter-shaped PVC pipe with the diamaeter size of 32 mm and 22 mm is 0.49 liters/s with water flow rate of 1.3 m/s. Whereas, on the second experiment, it was obtained that the average discharge of water flowing on the PVC pipe with diameter size of 32 mm is of 1.02 liters/s with water flow rate of 1.3 m/s.Keywords: HC-SR04 Ultrasonic Sensor, Water Discharge, Water Flow Rate
NANOPARTIKEL Fe3O4@SiO2 UNTUK APLIKASI PENYERAP LOGAM Cu2+ DALAM AIR ARI MACHFIRO; MUNASIR MUNASIR
Inovasi Fisika Indonesia Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.371 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v9n1.p5-8

Abstract

Abstrak Pada abad ini, air yang tercemar oleh logam berat adalah salah satu masalah lingkungan. Adsropsi merupakan metode yang paling effektif dan efisien. Metode adsropsi digunakan untuk mengetahui kapasitas adsorpsi, efisiensi adsorpsi dan konsentrasi sisa Tembaga (II) menggunakan hasil dari Voltammetry Cyclic. Hasil penelitian XRD dan FTIR Fe3O4@SiO2 menunjukkan bahwa Fe3O4 telah berhasil terlapisi oleh silika dan teridentifikasi gugus fungsi ikatan Fe-O-Fe dan ikatan Si-O-Si. Pengujian kapasitas adsorpsi dilakukan untuk efek massa adsorban, konsentrasi ion logam berat dan waktu kontak eksternal. Kapasitas adsorpsi menurun seiring dengan meningkatnya massa adsroben dan meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi logam berat. Massa Fe3O4@SiO2 0,15 gram adalah massa paling baik untuk adsorpsi ion Cu2+ dengan kapasitas adsorpsi 2.4 mg/g. Kata kunci : Nanopartikel, logam berat, adsorpsi, kapasitas adsorpsi Abstract In this century, water that is polluted by heavy metals is one of the environmental problems. Adsorption is the most effective and efficient method. Adsorption method is used to determine the adsorption capacity, adsorption efficiency and concentration of Copper (II) residues using the results of Cyclic Voltammetry. The results of XRD and FTIR Fe3O4@SiO2 research showed that Fe3O4 was successfully coated with silica and identified the functional groups of Fe-O-Fe bonds and Si-O-Si bonds. Adsorption capacity testing is done for the effect of mass of adsorban, heavy metal ion concentration and external contact time. The adsorption capacity decreases with increasing mass of adsrobent and increases with increasing concentration of heavy metals. The mass of Fe3O4 @ SiO2 0.15 gram is the best mass for adsorption of Cu2+ ions with adsorption capacities of 2.4 mg / g. Keywords: Nanoparticles, heavy metals, adsorption, adsorption capacity
NANOPARTIKEL FE3O4/SIO2 BERBASIS BAHAN ALAM SEBAGAI MATERIAL PENGADSORPSI PEWARNA DALAM AIR ZUN WAHYU YULIANTI; MUNASIR MUNASIR
Inovasi Fisika Indonesia Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.161 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v9n1.p1-4

Abstract

ABSTRAK Methylene blue merupakan senyawa organik non-biodegradable yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan terutama pencemaran air. Methylene blue merupakan pewarna sintetis yang memiliki gugus benzene dan sulit untuk didegradasi. Sehingga upaya yang bisa dilakukan untuk menghilangkan methylene blue dalam air yaitu menggunakan metode adsorpsi. Metode ini dilakukan dengan mensintesis Fe3O4/SiO2 sebagai absorben dengan metode in-situ, dimana Fe3O4 memiliki sifat kemagnetan yang dapat menghilangkan katalis dan limbah zat warna, sementara SiO2 memiliki sifat kompabilitas yang baik sebagai bahan pelapis magnetik. Nanokomposit Fe3O4/SiO2 sebelum diaplikasikans sebagai adsorpsi dikarakterisasi dengan uji XRD dan FTIR. Dari hasil XRD dapat deketaui pola difraksi nanokomposit Fe3O4/SiO2 bersesuaian dengan pola difraksi Fe3O4, sedangkan FTIR menunjukkan keberdaan SiO2. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi larutan berpengaruh terhadap nilai kapasitas adsorpsi. Semakin besar konsentrasi larutan methylene blue maka nilai kapasitas adsorpsinya semakin besar yaitu 2,41 mg/g sedangkan nilai efisiensinya menurun yaitu 84%. Kata Kunci: Nanopartikel, Methylene blue, Kapasitas adsorpsi ABSTRACT Methylene blue is a non-biodegradable organic compound that can cause environmental pollution, especially water pollution. Methylene blue is a synthetic dye that has a benzene group and is difficult to degrade. So that efforts can be made to remove methylene blue in water using the adsorption method. This method is carried out by synthesizing Fe3O4/ SiO2 as absorbent by the in-situ method, where Fe3O4 has magnetic properties that can eliminate catalysts and dye waste, while SiO2 has good compatibility properties as a magnetic coating material. Fe3O4/SiO2 nanocomposites before being applied as adsorption were characterized by XRD and FTIR tests. From the XRD results, it can be determined that the Fe3O4/ SiO2 nanocomposite diffraction pattern corresponds to the Fe3O4 diffraction pattern, while the FTIR shows the presence of SiO2. The results showed that variations in the concentration of the solution affect the value of the adsorption capacity. The greater the concentration of the methylene blue solution, the greater the adsorption capacity value is 2.41 mg / g while the efficiency value decreases by 84%. Keywords: Nanoparticle, Methylene blue, Adsorption capacity
Pengembangan Realtime Monitoring Berbasis Delphi 7 Sebagai Upaya Mitigasi Dini Bencana Tanah Longsor PERO NIKA FITRIANI; MADLAZIM MADLAZIM
Inovasi Fisika Indonesia Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.033 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v9n1.p9-14

Abstract

Abstrak Monitoring secara realtime terhadap parameter tanah longsor merupakan suatu upaya mitigasi dini bencana tanah longsor. Teknologi sensor ketika diintegrasikan dengan teknologi interface visual menawarkan cara yang menjanjikan untuk memantau kondisi zona rawan longsor. Artikel ini menjelaskan sistem realtime monitoring dan warning system tanah longsor yang dilakukan oleh teknologi Delphi sebagai basis pengolah data. Sistem monitoring ini dibangun pada Personal Computer (PC) dengan input data dari sensor LSM menggunakan metode ADDIE. Sistem monitoring ini memberikan warning system dan pantauan perubahan parameter tanah longsor secara grafis dengan memperhitungkan faktor keamanan berdasarkan kontribusi kelembapan tanah dan pergeseran tanah pada kemiringan tertentu terhadap kerawanan longsor. Warning system ditampilkan secara spesifik ketika nilai-nilai yang dibatasi tercapai. Selain itu, sistem monitoring juga memberikan informasi mengenai waktu monitoring secara realtime dan nilai besaran parameter. Uji kelayakan sistem monitoring menunjukan bahwa sistem realtime monitoring akurat dengan akurasi 100%. Sehingga, diharapkan melalui teknologi realtime monitoring ini dapat memberikan peringatan dini tanah longsor yang cepat dan akurat sehingga mengurangi jatuhnya korban jiwa. Kata kunci: tanah longsor, realtime, monitoring, warning system Abstract Realtime monitoring of landslide parameters is an early effort to mitigate landslides. Sensor technology when integrated with visual interface technology offers a promising way to monitor landslide prone zones. The paper describes a landsliding monitoring and warning system that is carried out by Delphi technology as a data processing base. This monitoring system was built on a Personal Computer (PC) with LSM sensor data input using the ADDIE method. This monitoring system provides an early warning system and monitors changes in landslide parameters graphically by taking into account the safety factor based on the constribution of soil humidity and land shifts at a certain slope to landslide vulnerability. An early warning system that are specifically displayed when restricted values are reached. In addition, the monitoring system also provides information on realtime monitoring time and parameter value. Monitoring system feasibility test shows that the realtime monitoring system is accurate with 100% accuracy. Through this realtime monitoring technology it is expected to provide a quick and accurate early warning of landslides so as to reduce the victims. Keywords: landslide, realtime, monitoring, warning system
Pengaruh Jarak Transmitter Dan Receiver Terhadap Performasi Modul HC12 Pada Prototipe LSM (Landslide Smart Mitigation) KUSUMAWATI DWI LESTARI; MADLAZIM MADLAZIM
Inovasi Fisika Indonesia Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.174 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v9n1.p15-19

Abstract

Abstrak Pengiriman data melalui modul wireless dipilih pada perangkat prototipe karena lebih efisien dan cepat dalam transmisi data dengan jangkauan jarak tertentu. Selain itu, pengiriman dari transmitter ke receiver pada prototipe LSM dapat menampilkan hasil deteksi secara real time. Metode yang digunakan untuk analisis kinerja pengiriman data modul HC12 pada prototipe LSM adalah metode eksperimen. Pengujian dilakukan dengan memanipulasi jarak dari transmitter ke recaiver setiap perubahan 50m. Parameter nilai deteksi sensor soil moisture dan potensiometer slider dikontrol pada nilai tertentu. Hasil yang didapatkan pada pengujian modul wireless HC12 pada prototipe LSM adalah ketika jarak antara transmitter dan receiver ≥750m, maka receiver (papan informasi digital) tidak dapat menampilkan nilai deteksi sensor sekaligus warning system. Hal ini dikarenakan adanya redaman dan juga noise pada saat penguijian performansi modul HC12 berlangsung. Akan teteapi, modul wireless HC12 lebih tepat dijadikan sebagai perangkat pengiriman data dari transmitter ke receiver pada prototipe LSM untuk monitoring bencana tanah longsor dibandingkan perangkat modul wireless yang lainnya. Sehingga, pemantauan dapat dilakukan secara cepat, akurat, dan real time untuk dapat mengurangi kerugian material dan korban jiwa. Kata kunci: modul wireless HC12; jarak transmisi; loss data Abstract Transmission of data via wireless module was chosen on prototype devices due to its efficiency and speed in transmitting data with a certain distance range. Additionally, transmitter dispatch to the receiver on a prototype of LSM can display the detection results in real time. The HC12 module on the LSM prototype is an experimental method. System evaluation was tested by manipulating the distance from the transmitter to the receiver every 50m. The parameters of the detection value of the soil moisture sensor and potentiometer slider are controlled at a certain value. The results of the HC12 wireless module evaluation on the prototype LSM are when the distance between the transmitter and the receiver ≥750m, the receiver (digital information board) cannot display the sensor detection value as well as the warning system. This is due to the attenuation and also noise during the performance measurement of the HC12 module. But the HC12 wireless module is more appropriate was used as a data transmission device from the transmitter to the receiver on the LSM prototype for monitoring landslides compared to other wireless module devices. Thus, monitoring can be done quickly, accurately, and in real time to be able to reduce material losses and casualties. Key words: HC12 wireless module; transmission distance; data loss
Nanokomposit Fe3O4/SiO2 sebagai Aplikasi Penyerap Asam Humat dalam Air TANTRIANA NUGROHO; MUNASIR MUNASIR
Inovasi Fisika Indonesia Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.753 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v9n1.p20-23

Abstract

Abstrak Kebutuhan air untuk kehidupan manusia sangat tinggi, terutama untuk memenuhi permintaan pasokan air, seperti untuk air minum, memasak, mencuci, mandi, dan lain-lain. Campuran kompleks senyawa organik yang termasuk polutan organik adalah asam humat. Metode adsropsi digunakan untuk mengetahui kapasitas adsorpsi, efisiensi adsorpsi dan konsentrasi sisa asam humat menggunakan hasil dari UV-Vis. Hasil penelitian XRD dan FTIR nanokomposit Fe3O4/SiO2 menunjukkan bahwa Fe3O4 telah berhasil terlapisi oleh silika dan teridentifikasi gugus fungsi ikatan Fe-O-Fe dan ikatan Si-O-Si. Hasil uji UV-Vis menunjukkan bahwa nanokomposit Fe3O4/SiO2 dapat mengadsorpsi polutan organik yaitu asam humat. Massa yang paling baik digunakan adalah 0,05 gram dengan nilai kapasitas adsorpsi 0,280 mg/g. Kata kunci : Nanokomposit, asam humat, adsorpsi, kapasitas adsorpsi