cover
Contact Name
Abd Kholiq
Contact Email
kholiq@unesa.ac.id
Phone
+6285731570404
Journal Mail Official
jifi@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya Kampus Ketintang Unesa, Gedung C3 Lantai 1 Jl Ketintang, Surabaya 60321, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Fisika Indonesia (IFI)
ISSN : 23024216     EISSN : 28301765     DOI : https://doi.org/10.26740/ifi
Jurnal Inovasi Fisika Indonesia(IFI) is a peer-reviewed journal, ISSN: 2302-4216, which is managed and published by the Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). This journal is accessible to all readers and covers developments and research in physics (Materials Physics, Earth Physics and Instrumentation Physics).
Articles 431 Documents
PERFORMANCE SENSOR GAS NH3 BERBASIS MATERIAL KOMPOSIT KITOSAN/PANI IMA LUTFIANA; NUGRAHANI PRIMARY PUTRI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v7n3.p%p

Abstract

Komposit kitosan/PANi sebagai material sensor gas NH3 berhasil disintesis dengan metode in-situ dengan bahan dasar kitosan dari cangkang kepiting (brachyura) dan anilin dengan kitosan berfungsi sebagai matriks dan PANi sebagai filler. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fasa kitosan dan komposit kitosan/PANi yang disintesis dengan metode in-situ dengan variasi massa anilin sebesar 30% dan 40 %, juga untuk mengetahui morfologi komposit kitosan/PANi dan mengetahui performance sensor gas NH3. Gugus fungsi kitosan dan komposit kitosan/PANi dapat diketahui dari hasil uji FTIR yang dicocokkan dengan penelitian sebelumnya. Morfologi komposit dapat diketahui dengan karakterisasi SEM yang menunjukkan morfologi berongga yang memudahkan interaksi material sensor dengan analit (NH3). Performance sensor terbaik yaitu pada komposit KP4 dengan respon time sebesar 30 detik, efisien respon dengan sensitivitas sebesar 86,64% dan recovery time sebesar 70 detik.Kata kunci : Komposit, Kitosan/PANi, sensor gas NH3 dan sensitivitas.
RANCANG BANGUN AMPEREMETER DIGITAL BERBASIS METODE INDUKSI ELEKTROMAGNETIK Abdul Adhiem; Endah Rahmawati; Abd. Kholiq
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v7n3.p%p

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan merancang alat ukur kuat arus listrik berbasis metode induksi elektromagnetik. Bahan yang digunakan untuk merancang alat terbagi menjadi dua bagian yakni perangkat keras berupa toroid terbuat dari inti ferit yang berbentuk cincin yang dililiti kawat tembaga dan perangkat lunak berupa Arduino Uno R3 dan display. Alat digunakan untuk mengukur arus pada rangkaian dengan beban lampu (2 lampu 12 V 6 watt dirangkai seri dan 3 lampu 12 v 6 watt dirangkai seri) dan resistor (resistor 5 watt 79 Ω dan resistor 5 watt 100 Ω). Pengambilan data dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan untuk masing-masing beban, kemudian hasil pengukuran tersebut dibandingkan dengan hasil pengukuran dari multimeter Sanwa tipe CD800a. Pada pengambilan data yang telah dilakukan memperoleh rata-rata nilai koefisien linieritas sebesar R2 ≈ 0,99. Alat ini kurang baik jika digunakan untuk mengukur arus di bawah 10mA dan cukup baik jika digunakan untuk mengukur arus di atas 10 mA.Kata Kunci : amperemeter digital, induksi elektromagnetik, toroid.AbstractThis study aims to design a measuring instrument a strong current of electricity based electromagnetic a method of induced. Material used to design a divided into two parts of the hardware a toroid made from the core ferrite shaped ring tailored copper wire and software of Arduino uno R3 and display. An instrument used for measuring currents for the series of with a load a lamp ( 2 lights strung together 12 v 6 watts and 3 series lights strung together 12 v 6 watts series ) and resistor ( resistor 5 watts 79 Ω and resistor 5 watts 100 Ω) .Of the receipt of the data was undertaken three times each repetition to load , the results of such measurement compared with the results of the measurement of the multimeter sanwa CD800a type . In the data collection has done obtained the average linearity coefficient of R2 ≈ 0.99. This tool is not good if used to measure current below 10 mA and good enough if used to measure current above 10mA.Key Words: amperemeter digital, electromagnetic induction, toroid
Perancangan Sensor Fluxgate Sederhana Sebagai Magnetometer ROBY TRISTIANTORO; ENDAH RAHMAWATI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v7n3.p%p

Abstract

Sensor fluxgate adalah sensor yang mampu mengukur medan magnet B dengan cara membangkitkan medan referensi sebagai pembanding dengan medan magnet luar. Penelitian ini telah berhasil merancang sensor fluxgate magnetometer sederhana beserta rangkaian pengolah sinyal sensor fluxgate. Penelitian skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui hasil uji dan karakteristik sensor medan magnet fluxgate sebagai magnetometer. Pada penelitian ini digunakan inti sensor yang berupa toroid (yang terbuat dari) inti ferit yang berbentuk lingkaran/ring yang dililiti kawat tembaga,lilitan kawat tembaga sebagai kumparan pick-up, rangkaian penguat op-amp diferensiator, dan rangkaian detektor fasa. Sebelum dilakukan pengujian sensor, dilakukan pengambilan data referensi dengan menggunakan Magnetic Field Sensor Pasco CI-6520A untuk mengetahui nilai medan magnet untuk setiap jarak pengukuran sumber bahan magnetik. Keluaran dari kumparan pick-up sensor fluxgate berupa sinyal sinusoidal AC yang menunjukkan perubahan medan magnet luar melalui perubahan fasa yang terbaca, kemudian sinyal keluaran sensor akan melalui penguat diferensiator untuk dikuatkan dan akan melalui detektor fasa untuk merubah respon pergeseran fasa menjadi keluaran yang berupa nilai tegangan DC. Pada pengambilan data dilakukan pendekatan persamaan polinomial orde dua untuk mengetahui nilai kesalahan sensor. Pada penelitian ini memiliki nilai kesalahan relatif terbesar3,180%.
SINTESIS KOMPOSIT rGO/PANi DENGAN METODE POLIMERISASI IN-SITU LINDA MEI RESTIANA; NUGRAHANI PRIMARY PUTRI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v7n3.p%p

Abstract

Komposit rGO/PANi berhasil disintesis dengan metode polimerisasi in-situ dengan bahan dasar grafit dan monomer anilin dimana rGO berperan matriks dan PANi sebagai filler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari komposit rGO/PANi. Hasil yang diperoleh berupa hasil uji XRD yang menunjukkan bahwa pemberian PANi pada rGO dapat menyebabkan pergeseran beberapa puncak difraksi dari Kristal rGO namun pergeseran tersebut tidak jauh berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti sebelumya, sedangkan pada hasil uji Raman spektroskopi menunjukkan pahawa PANi dapat menurunkan rasio ID/IG dari rGO yang mengakibatkan defect atau kecacatan Kristal dari rGO semakin rendah, selain itu PANi juga menyebabkan rGO yang semula single layer menjadi bi-layer yang ditunjukkan dengan adanya dua puncak 2D pada hasil pengujian Raman spektroskopi. Hasil uji terakhir yaitu FTIR, menunjukkan komposit yang terbentuk sudah baik dengan ditemukannya gugus fungsi yang menjadi karakteristik dari rGO dan gugus fungsi PANi yang terdapat pada rentang panjamg gelombang 400-4000 cm-1.
PERANCANGAN SENSOR FLUXGATE SEDERHANA SEBAGAI MAGNETOMETER Roby Tristiantoro; Endah Rahmawati; Abd. Kholiq
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v7n3.p%p

Abstract

AbstrakSensor fluxgate adalah sensor yang mampu mengukur medan magnet B dengan cara membangkitkan medanreferensi sebagai pembanding dengan medan magnet luar. Penelitian ini telah berhasil merancang sensor fluxgatemagnetometer sederhana beserta rangkaian pengolah sinyal sensor fluxgate. Penelitian skripsi ini bertujuan untukmendeskripsikan dan mengetahui hasil uji dan karakteristik sensor medan magnet fluxgate sebagai magnetometer.Pada penelitian ini digunakan inti sensor yang berupa toroid (yang terbuat dari) inti ferit yang berbentuklingkaran/ring yang dililiti kawat tembaga, lilitan kawat tembaga sebagai kumparan pick-up, rangkaian penguatop-amp diferensiator, dan rangkaian detektor fasa. Sebelum dilakukan pengujian sensor, dilakukan pengambilandata referensi dengan menggunakan Magnetic Field Sensor Pasco CI-6520A untuk mengetahui nilai medanmagnet untuk setiap jarak pengukuran sumber bahan magnetik. Keluaran dari kumparan pick-up sensor fluxgateberupa sinyal sinusoidal AC yang menunjukkan perubahan medan magnet luar melalui perubahan fasa yangterbaca, kemudian sinyal keluaran sensor akan melalui penguat diferensiator untuk dikuatkan dan akan melaluidetektor fasa untuk merubah respon pergeseran fasa menjadi keluaran yang berupa nilai tegangan DC. Padapengambilan data dilakukan pendekatan persamaan polinomial orde dua untuk mengetahui nilai kesalahan sensor.Pada penelitian ini memiliki nilai kesalahan relatif terbesar 3,180%.Kata Kunci : magnetometer, pengolah sinyal, sensor fluxgate.AbstractFluxgate sensor is a sensor that can measure magnetic field B by generate reference field as comparison to comparewith external magnetic field. This research has successfully designed a simple fluxgate magnetometer sensor andfluxgate sensor signal conditioning circuit. This thesis research aims to describe and determine the test results andcharacteristics of the fluxgate magnetic field sensor as a magnetometer. In this study, the sensor core type is ringcore that used toroid ferrite cores as sensor core that winding by copper wire, copper wire winding as a pick-upcoil, a differential op-amp amplifier circuit, and a phase detector circuit. Before testing the sensor, reference datawas taken using Magnetic Field Sensor Pasco CI-6520A to determine the value of the magnetic field for eachdistance measuring the source of the magnetic material. The output of pick-up coil of fluxgate sensor is a sinusoidalAC signal that shows changes of external magnetic field through a phase change, then the sensor output signalconnected to differentiator amplifier to be amplified and then connected to phase detectors to change the phaseshift response into DC voltage value output. A second order polynomial equation approach is used to determinethe sensor error value. In this study, the largest relative error value is 3,180%.Keywords: magnetometer, signal processing, fluxgate sensor.
PENGGUNAAN METODE ULTRASONIKASI DALAM PROSES SINTESIS rGO DARI TEMPURUNG KELAPA NITA APRILIA; DIAH HARI KUSUMAWATI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n1.p%p

Abstract

AbstrakProses sintesis rGO berbahan dasar tempurung kelapa dapat dilakukan dalam beberapa metode, salah satunya dengan menggunakan metode ultrasonikasi. Metode ultrasonikasi ini menggunakan variasi pelarut (aquades dan HCl) dan variasi waktu (1 jam, 2 jam dan 3 jam) yang berbeda. Hasil sintesis tersebut akan di karakterisasi menggunakan FTIR dan Spektroskopi Raman. Uji FTIR menggunakan variasi waktu dan pelarut yang berbeda, dimana penggunaan tersebut dapat mengubah struktur dari rGO. Sampel rGO(aquades) pada variasi waktu 1 jam dan 2 jam mengalami pergeseran puncak C=O sehingga untuk variasi waktu 3 jam tidak mengalami pergeseran. Sedangkan sampel rGO(HCl) juga mengalami pergeseran untuk variasi waktu 3 jam, dimana ikatan utama dari rGO tidak muncul dan untuk variasi waktu 1 jam muncul ikatan C-H. Berdasarkan hasil karakterisasi FTIR yang memiliki perbedaan, dimana perbedaan hasil tersebut yang paling baik adalah sampel rGO dengan jenis pelarut HCl pada waktu 2 jam, karena ikatan utama rGO yaitu O-H dan C=O masih tersisa. Selain itu, hasil dari karakterisasi Spektroskopi Raman dengan variasi waktu 2 jam dan jenis pelarutyang berbeda, pada sampel rGO(aquades) memiliki puncak D dan G berturut-turut 1347.10 cm-1, 1589.24 cm-1 dengan nilai rasio ID/IG 2.21 dan sampel rGO(HCl) puncak D dan G berturut-turut 1356.34 cm-1, 1585.34 cm-1 dengan nilai rasioID/IG 2.04, hasil yang memiliki defect lebih sedikit adalah rGO dengan pelarut HCl karena rGO dengan pelarut aquades memiliki defect lebih besar.Berdasarkan hasil Spektroskopi Raman, dimana jenis pelarut HCl pada rGO dapat menurunkan rasio ID/IG yang menandakan bahwa defect dari rGO semakin sedikit.Kata kunci : tempurung kelapa, reduced graphene oxide (rGO), ultrasonikasi.AbstractThe synthesis process of rGO made from coconut shell can be done in several methods, one of them is by using the ultrasonication method.This ultrasound method uses a variety of solvents (distilled water and HCl) and different time variations (1 hour, 2 hours and 3 hours).The synthesis results will be characterized using FTIR and Raman Spectroscopy.FTIR test uses different time and solvent variations, where the use can change the structure of the rGO. Samples of rGO(aquades) at a time variation of 1 hour and 2 hours experienced a shift in peak C=O so that for a variation of time 3 hours did not experience a shift. While the rGO sample (HCl) also shifted for a variation of 3 hours, where the main bond of the rGO did not appear and for a variation of 1 hour a C-H bond appeared. Based on the results of FTIR characterization that have differences, where the difference in results is the best is the sample rGO with the type of HCl solvent at 2 hours, because the main bonds of rGO, OH and C=O are still left. In addition, the results of the characterization of Raman Spectroscopy with variations in time of 2 hours and different types of solvents, in the sample rGO(aquades) have D and G peaks respectively 1347.10 cm-1, 1589.24 cm-1 with a value of ID/IG 2.21 and sample rGO(HCl) D and G peaks respectively 1356.34 cm-1, 1585.34 cm-1 with ratio ID/IG 2.04 values, the results that have fewer defects are rGO with HCl solvents because the rGO with aquades solvent has a greater defect. Based on the results of Raman Spectroscopy, where the type of HCl solvent in the rGO can reduce the ID/IG ratio which indicates that the defect of the rGO is less.Keywords: coconut shell, reduced graphene oxide (rGO), ultrasonication.
PENGARUH VARIASI WAKTU DAN SUHU ULTRASONIKASI TERHADAP PERUBAHAN GUGUS FUNGSI GRAFIT SUKAWATI EKA PUJI LESTARI; DIAH HARI KUSUMAWATI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n1.p%p

Abstract

Abstrak Ultrasonikasi merupakan salah satu metode yang memanfaatkan gelombang mekanik untuk memecah ikatan atau gugus fungsi pada material. Pengaruh variasi waktu dan suhu ultrasonik mampu mengubah gugus fungsi pada bahan grafit. Penelitian ini dimulai dengan melakukan proses stirring pada grafit dan dilanjutkan proses ultrasonikasi dengan variasi waktu masing-masing 1 jam, 2 jam dan 3 jam untuk variasi suhu dilakukan pada suhu 40°, 50° dan 60°C. Proses karakterisasi dilakukan dengan pengujian Fourier Transform InfraRed (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi waktu dan suhu ultrasonik menghasilkan gugus fungsi yang berbeda disetiap sampelnya. Pertama untuk suhu 40°C perubahan gugus fungsi terjadi ketika waktu ultrasonikasi mencapai waktu 3 jam, terdapat pada bilangan gelombang 3544 – 3227 cm-1 yang berkaitan dengan ikatan C = O. Kedua untuk suhu 50°C, pada suhu ini perubahan terjadi disetiap variasi waktu yang diberikan, pada waktu ultrasonikasi 1 jam terjadi perubahan gugus fungsi ketika bilangan gelombang 1437 – 1399 cm-1 yang berkaitan dengan ikatan C – O, untuk waktu ultrasonikasi 2 jam terjadi perubahan gugus fungsi ketika bilangan gelombang 3448 – 3232 cm-1 yang berkaitan dengan ikatan C = O, selanjutnya untuk waktu ultrasonikasi 3 jam terjadi dua perubahan gugus fungsi yaitu ketika bilangan gelombang 3494 – 3237 cm-1 yang berkaitan dengan ikatan C = O, selanjutnya ketika bilangan gelombang 1441 – 1419 cm-1 yang berkaitan dengan ikatan C – O. Ketiga untuk suhu 60°C, pada suhu ini perubahan juga terjadi pada setiap variasi waktu yang diberikan, pada waktu ultrasonikasi 1 jam terjadi dua perubahan gugus fungsi yaitu ketika bilangan gelombang 3550 – 3226 cm-1 yang berkaitan dengan ikatan C = O, selanjutnya ketika bilangan gelombang 1444 – 1403 cm-1 yang berkaitan dengan ikatan C – O, untuk waktu ultrasonikasi 2 jam terjadi perubahan gugus fungsi ketika bilangan gelombang 3549 – 3226 cm-1 yang berkaitan dengan ikatan C = O, kemudian untuk waktu ultrasonikasi 3 jam terjadi perubahan gugus fungsi ketika bilangan gelombang 1445 – 1416 cm-1 yang berkaitan dengan ikatan C – O. Kata Kunci: Grafit, ultrasonikasi, gugus fungsi. Abstract Ultrasonication is one method that utilizes mechanical waves to break bonds or functional groups in materials.The effect of ultrasonic time and temperature variations is able to change functional groups in graphite materials. This study began with a stirring process in graphite and continued by ultrasonication with variations of each hour, 2 hours and 3 hours for temperature variations carried out at a temperature of 40°, 50° and 60°C.. The characterization process is carried out by testing Fourier Transform InfraRed (FTIR). The results of the study showed that the variation of time and ultrasonic temperature produced different functional groups in each sample. First for a temperature of 40°C the change in functional group occurs when the ultrasonication time reaches 3 hours, there is a wave number 3544 - 3227 cm-1 associated with the C = O bond. Second for the temperature of 50°C, at this temperature changes occur in each variation of time given, at the time of 1 hour ultrasonication a change in the functional group occurs when the wave number 1437 - 1399 cm-1 is related to the C-O bond, for the 2 hour ultrasonication a functional group changes when the wave number 3448 - 3232 cm-1 is related to the C = O bond, then for the 3 hour ultrasonication there were two changes in functional groups, namely when the wave number 3494 - 3237 cm-1 was related to the C = O bond, then when the wave number 1441 - 1419 cm-1 was related to the C-O bond. Third for the temperature of 60°C, at this temperature changes also occur at each time variation given, at the time of 1 hour ultrasonication there were two changes in functional groups, namely when wave numbers 3550 - 3226 cm-1 related to C = O bonds, then when wave number 1444 - 1403 cm-1 which is related to the C - O bond, for the 2 hour ultrasonication a functional group change occurs when wave numbers 3549 - 3226 cm-1 are related to the C = O bond, then for the 3 hour ultrasonication a functional group change occurs when the wave number 1445 - 1416 cm-1 is related to the C - O bond. Keywords: Graphite, ultrasonication, functional groups.
RANCANG BANGUN PERCOBAAN BANDUL FISIS BERBASIS MIKROKONTROLER UNTUK MENENTUKAN PERIODE MINIMUM FENDIK DWIATMOKO; DZULKIFLIH
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n1.p%p

Abstract

ABSTRAK RANCANG BANGUN PERCOBAAN BANDUL FISIS BERBASIS MIKROKONTROLER UNTUK MENENTUKAN PERIODE MINIMUM Nama : Fendik Dwiatmoko NIM : 14030224018 Program Studi : S-1 Fisika Jurusan : Fisika Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dzulkiflih, S.Si., M.T Penelitian ini bertujuan untuk menentukan periode minimum pada kit bandul fisis berbasis mikrokontroler. Penentuan periode dilakukan dengan sistem pendulum yang merupakan bandul fisis, dikatakan bandul fisis yaitu suatu benda tegar yang berosilasi bebas pada sumbu tertentu. Pada perancangan alat digunakan sensor rotary encoder untuk mengukur nilai periode bandul. Dalam penelitian ini, dilakukan manipulasi jarak antara titik poros dan pusat massa (Lcg) untuk mengetahui nilai periode minimum. Selain itu, untuk mengetahui pengaruh dari sudut simpangan, maka dilakukan manipulasi sudut 16° sampai 25° pada masing - masing Lcg (m). Dengan percepatan gravitasi sebesar 9,8 m/s, didapatkan nilai periode teori sebagai pembanding nilai periode alat. Nilai kesalahan terendah penentuan periode sebesar 0,24 % pada jarak (Lcg) 0,04m dan nilai kesalahan maksimum 1,81 pada jarak (Lcg) 0,08m. Periode (T) tidak banyak dipengaruhi oleh sudut simpangan (ϕ). Sedangkan jarak titik poros ke pusat massa (Lcg) berpengaruh terhadap osilasi sehingga mempengaruhi periode (T). Semakin pendek jarak titik poros ke pusat massa (Lcg) tidak juga semakin minimum nilai periode (T). Periode minimum terletak di jarak (Lcg) 0,12m atau ditengah antara titik poros dan pusat massa. Kata Kunci: bandul fisis, sensor rotary encoder, periode. ABSTRACT CREATED UP KIT EXPERIMENT MEASUREMENT OF PHYSICAL PENDULUM BASED ON MICROCONTROLLER FOR DETERMINING MINIMUM PERIOD This study aims to determine the minimum period in the microcontroller based fascic material kit. Determination of the period is done by pendulum system which is the physical pendulum, said physical pendulum is a solid body that oscillates freely on a particular axis. In designing the tool used rotary encoder sensor to measure the value of pendulum period. In this study, the manipulation of the distance between the pivot point and the center of mass (Lcg) to determine the minimum period value. In addition, to determine the effect of the angle of deviation, angle manipulation of 16 ° to 25 ° is performed on each Lcg (m). With a gravity acceleration of 9.8 m / s, we obtain the period theory as a comparison of the tool period value. The lowest error value of the determination period is 0.24% at the 0.04m (Lcg) distance and the maximum error value is 1.81 at the 0.08m (Lcg) distance. Period (T) is not much affected by the angle of deviation (φ). While the distance of the pivot point to the center of mass (Lcg) has an effect on the oscillation thus affecting period (T). The shorter the point of the pivot point to the center of mass (Lcg) is not the minimum the period value (T). The minimum period lies in the distance (Lcg) 0.12m which means the middle between the pivot point and the center of mass. Keywords: physical pendulum, rotary encoder sensor, period.
Pengaruh Waktu Ultrasonikasi Terhadap Karakteristik Elektroda Superkapasitor Berbahan Dasar Tempurung Kelapa TIARA SARAH DEWI; NUGRAHANI PRIMARY PUTRI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n1.p%p

Abstract

Tempurung kelapa merupakan bahan alam yang mengandung unsur karbon sebesar 74,62 % sehingga berpotensi sebagai bahan dasar Reduced Graphene Oxide. Untuk memperoleh distribusi pori yang merata pada bahan, digunakan metode ultrasonikasi. Sintesis dilakukan menggunakan metode kalsinasi suhu 1000°C dengan waktu holding 2 jam kemudian di ultrasonikasi dengan variasi waktu ultrasonikasi sebesar 0,5 jam, 1 jam, 1,5 jam, 2 jam dan 2,5 jam. Kemudian dilakukan karakterisasi spektroskopi raman dan voltametri siklik. Dari hasil spektroskopi raman, diperoleh grafik dengan puncak pada bilangan gelombang 1349,5 cm-1 dan 1593,5 cm-1 yang disebut puncak D (defect) dan puncak G (grafitik). Selain itu, juga didapatkan nilai kapasitansi dari karakterisasi voltametri dengan variasi waktu ultrasonikasi berturut turut sebesar 472,64 F/g, 479,28 F/g, 481,76 F/g, 482,56 F/g, dan 485,97 F/g. Dari hasil karakterisasi tersebut menunjukkan bahwa semakin lama waktu ultrasonikasi maka diperoleh nilai kapasitansi yang juga semakin besar. Kata Kunci: reduced graphene oxide (rGO), ultrasonikasi, nilai kapasitansi tempurung kelapa.
PENGARUH PENAMBAHAN CELLULOSA ACETAT PADA KOMPOSIT POLYVINILIDENE FLUORIDE-SELULOSA ASETAT DOPING Al(OH)3 SEBAGAI SEPARATOR BATERAI LITHIUM-ION YUNIAR ISNA SUSANTO; ZAINUL ARIFIN IMAM SUPARDI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n1.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan cellulose acetat (CA) terhadap karakteristik pori dan performa elektrokimia separator PVDF-CA/Al(OH)3. Pembuatan separator baterai lithium ion dari polimer campuran PVDF dan CA yang didoping Al(OH)3 ini diadaptasi dari penelitian Jinqiang C dengan memvariasi massa CA 0,35 gr sebagai separator standar dan 0,52 gr sebagai separator penambahan massa CA. Hasil dari pengujian BET pada separator standart menunjukkan ukuran pori antara 3,58 – 3,90 nm dengan luas permukaan total 25,514 m2/g, sedangkan separator dengan melakukan penambahan massa CA menunjukkan ukuran pori rentang 3,55 – 4,51 nm dengan luas permukaan total 17,348 m2/g. Berdasarkan rentang ukuran pori tersebut kedua separator PVDF-CA/Al(OH)3 dikategorikan sebagai material mesopori. Loop yang terbentuk pada pengujian Cyclic Voltrametry dengan adanya penambahan massa CA menandakan bahwa sampel separator tidak dapat sepenuhnya melewatkan ion dari anoda dan katoda. Hal tersebut, mengakibatkan adanya proses interkalasi yang terganggu sehingga separator tidak dapat digunakan untuk siklus yang lebih panjang. Kata Kunci: separator, CA, BET, CV, Loop