cover
Contact Name
Rees Jati Prakasa
Contact Email
rees.jati.prakasa@gmail.com
Phone
+628124670705
Journal Mail Official
ijedjurnal@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Seroja Street, Tonja, Denpasar, Bali, Indonesia Phone: (0361) 431434 Email: ijedjurnal@gmail.com
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesian Journal of Educational Development (IJED)
ISSN : 27223671     EISSN : 27221059     DOI : -
Core Subject : Education,
The journal publishes research articles on the development of learning, measurement and evaluation of education, and management of education.
Articles 416 Documents
Pengaruh metode problem based learning terhadap peningkatan hasil belajar pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan: meta-analisis I Made Yoga Parwata
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 2 No. 1 (2021): May 2021
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.143 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4781835

Abstract

Educational research using the problem-based learning method to improve learning outcomes for physical education, sports and health has been widely implemented in the world of education and at every level of education, showing positive results. This study aims to determine the effect of the problem based learning model on improving learning outcomes in sports and health physical education. This study uses a meta-analysis method by tracing articles published in the time span from 2015 to 2020, experimental research research design One Group pre-test and post-test design. To determine the merging model with the heterogeneity test, if the p value> 0.05 or the percentage value of I2 is small, the combination model uses the random effect model and with a fixed effect the p value <0.05 or the percentage value of I2 is large. The sample of the meta-analysis research consisted of three articles. Data were analyzed using statistical software JASP version 12.0. The results of a meta-analysis study of the problem-besed learning method on the improvement of learning outcomes in sports and health physical education. Using the fixed effect model, the results of the combined effect of variance between homogeneous studies were p = 0.773> 0.05 and a significant level of p = 0.001 <0.05. and the combined effect size value is 1.92, the effect category is very high and the value of p = 0.001 <0.05. This proves that the problem-based learning method on the improvement of learning outcomes in physical education, sports and health has a very high and significant effect. Penelitian pendidikan dengan menggunakan metode problem based learning terhadap peningkatan hasil belajar pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan sudah banyak dilaksanakan pada dunia pendidikan dan pada setiap jenjang pendidikan, menunjukan hasil yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap peningkatan hasil belajar pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis dengan penelusuran artikel yang dipublikasikan dalam rentang waktu dari tahun 2015 sampai dengan 2020, penelitian eksperimen rancangan penelitian One Group pre-test and post-test design. Untuk menentukan model penggabungan dengan uji heterogenitas, bila nilai p>0,05 atau nilai persentase I2 kecil maka model penggabungan menggunakan random effect model dan dengan fixed effect nilai p<0,05 atau nilai persentase I2 besar. Sampel penelitian meta–analisis sebanyak tiga buah artikel. Data dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak statistik JASP versi 0.11. Hasil studi meta- analisis metode problem besed learning terhadap peningkatan hasil belajar pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan menggunakan model fixed effect, hasil dari efek gabungan varian antara penelitian homogen nilai p = 0,773>0,05 dan nilai taraf signifikan p= 0,001 <0,05. Dan nilai effect size gabungan sebesar 1,92 katagori efek sangat tinggi dan nilai p = 0,001<0,05. Ini membuktikan bahwa metode problem based learning terhadap peningkatan hasil belajar pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan sangat memberi pengaruh yang sangat tinggi dan signifikan.
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation untuk meningkatkan pencapaian kompetensi matematika dan ketuntasan belajar I Wayan B. Sukarasta
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 2 No. 1 (2021): May 2021
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.932 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4781881

Abstract

In learning mathematics, many teachers complain about the low ability of students to apply mathematical concepts. Therefore, the teacher should create an atmosphere of cooperative learning in the classroom. This classroom action research aims to determine the increase in the achievement of competence and students' learning completeness after applying the cooperative learning method of the investigation group model (GI). The subject of this research is students of class XI MIPA 2 SMA Negeri 1 Penebel for the 2019/2020 academic year. As the object of research is mathematical competence and student learning completeness. Student mathematics learning competency data were collected using learning achievement tests. Furthermore, the data collected in this study were analyzed descriptively. The criterion for the success of action research is determined based on the classical average value of learning achievement at least equivalent to the KKM score of 70 and the percentage of classical completeness in each cycle above or equal to 85%. The results showed that there was an increase in the achievement of students' mathematical competence, namely in the first cycle with an average value of 68.96 and in the second cycle it increased to 72.29. Meanwhile, the completeness of students in the first cycle was 62.50%, an increase in the second cycle was 87.50%. The conclusion from this research is that the type of investigative group cooperative learning model (GI) can improve student achievement. Dalam pembelajaran matematika banyak guru yang mengeluhkan rendahnya kemampuan peserta didik dalam menerapkan konsep matematika. Oleh karena itu, guru hendaknya menciptakan suasana belajar kooperatif dalam kelas. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pencapaian kompetensi dan ketuntasan belajar peserta didik setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif model group investigation (GI). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 1 Penebel Tahun Pelajaran 2019/2020. Sebagai objek penelitian adalah kompetensi matematika dan ketuntasan belajar peserta didik. Data kompetensi belajar matematika peserta didik dikumpulkan menggunakan tes prestasi belajar. Selanjutnya data yang terkumpul dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Kriteria keberhasilan penelitian tindakan ditetapkan berdasarkan nilai rata-rata prestasi belajar secara klasikal minimal setara dengan nilai KKM sebesar 70 dan persentase ketuntasan secara klasikal pada masing-masing siklus di atas atau sama dengan 85%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pencapaian kompetensi matematika peserta didik yaitu pada siklus I dengan nilai rata-rata sebesar 68,96 dan pada siklus II meningkat menjadi 72,29. Sedangkan ketuntasan peserta didik pada siklus I sebesar 62,50% meningkat pada siklus II mencapai 87,50%. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik.
Optimalisasi penerapan model pembelajaran preskriptif untuk meningkatkan aktivitas belajar geografi siswa SMAN 2 Denpasar Erdina Mery Krismawati
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 2 No. 1 (2021): May 2021
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.281 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4781853

Abstract

This study aims to determine the increase in learning activities and geography learning achievement of students in class X IPS 1 semester 2 of the 2019/2020 academic year at SMA Negeri 2 Denpasar after applying the Prescriptive learning model. This type of research is PTK which consists of two cycles with the subject of 43 students in class X IPS 1 SMA Negeri 2 Denpasar in the 2019/2020 school year. Student data were obtained through observation sheets and achievement tests for learning outcomes which were analyzed using descriptive analysis. The application of the prescriptive learning model can increase students' geography learning activities. It can be seen from the achievement of the average score of student learning activities in the first cycle of 8.32, increasing to 11.72 in the second cycle. In addition, the application of the prescriptive learning model also improves students' learning achievement in geography as seen from the increase in the average score of student learning achievement in the first cycle of 62.56 to 72.09 in the second cycle, the increase in student absorption from 62.56% in the cycle. I became 72.09% in the second cycle and the classical learning completeness increased from 13.95% in the first cycle to 62.79% in the second cycle. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan aktivitas belajar dan prestasi belajar geografi siswa kelas X IPS 1 semester 2 tahun pelajaran 2019/2020 di SMA Negeri 2 Denpasar setelah diterapkan model pembelajaran Preskriptif. Jenis penelitian ini adalah PTK yang terdiri dari dua siklus dengan subjek siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 2 Denpasar pada tahun pelajaran 2019/2020 sebanyak 43 orang siswa. Data siswa diperoleh melalui lembar observasi dan tes prestasi hasil belajar yang dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Penerapan model pembelajaran preskriptif dapat meningkatkan aktivitas belajar geografi siswa dapat dilihat dari pencapaian skor rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 8,32 meningkat menjadi 11,72 pada siklus II. Selain itu dengan penerapan model pembelajaran preskriptif juga meningkatkan prestasi belajar geografi siswa dilihat dari peningkatan nilai rata-rata prestasi belajar geografi siswa pada siklus I sebesar 62,56 menjadi 72,09 pada siklus II, peningkatan daya serap siswa dari 62,56% pada siklus I menjadi 72,09% pada siklus II dan peningkatan ketuntasan belajar secara klasikal 13,95 % pada siklus I menjadi 62,79% pada siklus II.
Pembuatan video pembelajaran interaktif siswa berbasis "CINTA" melalui SFH untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi I Gede Eka Mahendra
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 2 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.52 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5244537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas X IPA 3 tahun pelajaran 2020/2021 melalui pembuatan video pembelajaran interaktif siswa berbasis “CINTA” (Creativity, Integrity, Actual) melalui SFH (Study From Home). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 3 berjumlah 36 orang, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah motivasi belajar dan hasil belajar biologi siswa pada ranah kognitif. Metode pengumpulan data motivasi belajar menggunakan angket, sedangkan data hasil belajar dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar. Data yang telah terkumpul, kemudian dianalisis secara diskriptif. Kriteria keberhasilan yang ditetapkan dalam penelitian ini apabila rata-rata motivasi dan hasil belajar siswa sebesar 80. Strategi yang digunakan adalah dengan melakukan Pembuatan video pembelajaran interaktif siswa berbasis “CINTA” (Creativity, Integrity, Actual) melalui SFH (Study From Home). Hasil penelitian pada siklus I rata–rata motivasi belajar siswa sebesar 66,72 (kategori sedang) meningkat menjadi 89,06 (kategori sangat tinggi) pada siklus II dan rata-rata hasil belajar siswa ranah kognitif pada siklus I 69,72 (kategori cukup) meningkat menjadi 90,28 (kategori sangat baik) pada siklus II. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pembuatan video pembelajaran interaktif siswa berbasis “CINTA” (Creativity, Integrity, Actual) melalui SFH (Study From Home) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi siswa. This study aims to describe the increase in motivation and learning outcomes of biology students in class X IPA 3 for the 2020/2021 academic year through the creation of interactive learning videos based on "CINTA" (Creativity, Integrity, Actual) students through SFH (Study From Home). The subjects of this study were 36 students of class X IPA 3, while the objects in this study were students learning motivation and learning outcomes in the cognitive domain of biology. The method of collecting learning motivation data is using a questionnaire, while learning outcomes data are collected using a learning outcome test. The data that has been collected is then analyzed descriptively. The success criteria set in this study are the average motivation and student learning outcomes of 80. The strategy used is to make interactive learning videos based on "CINTA" (Creativity, Integrity, Actual) students through SFH (Study From Home). The results of the study in the first cycle the average student learning motivation was 66.72 (medium category) increased to 89.06 (very high category) in the second cycle and the average cognitive domain student learning achievement in the first cycle was 69.72 (enough category) increased to 90.28 (category). very good) in cycle II. Based on this, it can be concluded that making interactive learning videos based on "CINTA" (Creativity, Integrity, Actual) students through SFH (Study From Home) can increase students' motivation and learning outcomes in biology.
Penerapan metode latihan awalan sembilan langkah untuk meningkatkan kemampuan lompat jauh gaya jongkok atletik I Nyoman Bawa Sunara
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 2 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.02 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5256615

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada peserta didik kelas XI MIPA-3 semester ganjil tahun ajaran 2019-2020 yang kemampuan peserta didiknya untuk materi pembelajaran penjasolkes sangat rendah. Tujuan penulisan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui seberapa tinggi peningkatan kemampuan dan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok dalam cabang atletik pada mata pelajaran PJOK setelah diterapkan penerapan metode latihan awalan sembilan langkah menggunakan teori-teori yang ada dalam pelaksanaan pembelajaran biologi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI MIPA-3, sedangkan objek penelitian adalah kemampuan dan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok dalam cabang atletik pada mata pelajaran PJOK. Metode pengumpulan datanya adalah tes kemampuan dan hasil belajar peserta didik. Metode analisis datanya adalah deskriptif baik untuk data kualitatif maupun untuk data kuantitatif. Kriteria keberhasilan ditetapkan sesuai nilai KKM yang ditetapkan yaitu 67. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode latihan awalan sembilan langkah dapat meningkatkan kemampuan dan hasil belajar peserta didik. Hal ini terbukti dari hasil belajar yang diperoleh peserta didik pada awalnya mencapai nilai rata-rata 63, pada siklus I mencapai nilai rata-rata 69 dan pada siklus II mencapai nilai rata-rata 76. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode latihan awalan Sembilan langkah dapat meningkatkan kemampuan dan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok dalam cabang atletik pada peserta didik kelas XI MIPA-3 SMA Negeri I Abiansemal. This classroom action research was carried out on students of class XI MIPA-3 in the odd semester of the 2019-2020 academic year whose students' abilities for learning material for physical education and health education were very low. The purpose of writing this classroom action research is to find out how high the improvement in ability and learning outcomes of the squat style long jump in athletics in PJOK subjects is after the application of the nine-step prefix training method using existing theories in the implementation of biology learning. The research subjects were students of class XI MIPA-3, while the object of research was the ability and learning outcomes of the squat style long jump in athletics in PJOK subjects. The data collection method is a test of students' abilities and learning outcomes. The data analysis method is descriptive both for qualitative data and for quantitative data. The criteria for success are determined according to the KKM value that is set, namely 67. The results of this study indicate that the application of the nine-step prefix training method can improve students' abilities and learning outcomes. This is evident from the learning outcomes obtained by students initially reaching an average value of 63, in the first cycle it reached an average value of 69 and in the second cycle it reached an average value of 76. Nine steps can improve the ability and learning outcomes of long jump squat style in athletics for students in class XI MIPA-3 SMA Negeri I Abiansemal.
Implementasi model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament untuk meningkatkan hasil belajar seni musik Ni Luh Nitiasih
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 2 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.047 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5256960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar seni budaya siswa kelas XI IPA 2 semester I tahun pelajaran 2020/2021 setelah menerapkan pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament dilengkapi handout pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI IPA 2 SMA Dharma Praja Denpasar, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah hasil belajar seni budaya siswa setelah melaksanakan pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament dilengkapi handout pembelajaran yang efektif. Metode pengumpulan data menggunakan instrumen lembar observasi, angket, dan dokumentasi untuk respon siswa dan tes hasil belajar untuk mendapatkan data hasil belajar siswa. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament dilengkapi handout pembelajaran yang efektif. Kriteria keberhasilan ditetapkan jika rata-rata hasil belajar seni musik siswa minimal 70. Selain itu, daya serap siswa secara klasikal minimal 70% dan ketuntasan belajar siswa secara klasikal minimal 85%. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa 78,97 dengan ketuntasan 75%, sedangkan pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa sebesar 85,38 dengan ketuntasan 100%. Berasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament dapat meningkatkan hasil belajar seni musik siswa. This study aims to determine the increase in learning outcomes of art and culture students in class XI IPA 2 in the first semester of the 2020/2021 academic year after implementing team games tournament type cooperative learning equipped with learning handouts. The subjects in this study were students of Class XI IPA 2 SMA Dharma Praja Denpasar, while the object in this study was the result of learning the arts and culture of students after carrying out cooperative learning type teams games tournament equipped with effective learning handouts. The method of data collection used the instruments of observation sheets, questionnaires, and documentation for student responses and learning outcomes tests to obtain data on student learning outcomes. The data collected were analyzed descriptively quantitatively. In this study, the cooperative learning model of the teams games tournament type is applied, equipped with effective learning handouts. The criteria for success are determined if the average student learning achievement in music is at least 70. In addition, classical student absorption is at least 70% and classical student learning completeness is at least 85%. The results of the research in the first cycle showed that the average student learning outcomes were 78,97 with 75% completeness, while in the second cycle the average student learning outcomes was 85.38 with 100% completeness. Based on the results of the study, it can be concluded that the implementation of the team games tournament type of cooperative learning model can improve students' musical learning outcomes.
Implementasi model direct instruction untuk meningkatkan hasil belajar teknik dasar sprint Wayan Santra
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 2 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.141 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5257265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar teknik dasar sprint melalui penerapan model direct instruction. Penelitian tindakan kelas ini yang dilakukan sebanyak 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari tahap rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitiannya adalah siswa Kelas X MIA 1 SMA Negeri 1 Sukawati yang berjumlah 36 orang. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan metode observasi dan tes prestasi. Setelah data yang diperlukan semuanya, maka tindak selanjutnya adalah menganalis data dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Kriteria keberhasilan nilai rerata minimal 80 dan ketuntasan secara klasikan minimal 85%. Hasil penelitian pada siklus I dengan nilai rerata 79 dan ketuntasan secara klasikal mencapai 80,55%. Hasil pada siklus II menunjukan peningkatan hasil belajar siswa dengan nilai rerata 83 dan ketuntasan secara klasikal 100%. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar pengimplementasian model Direct Instrution dapat meningkat. Disarankan kepada guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk mengimplementasikan model ini karena terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar hasil belajar teknik dasar lari jarak pendek. This study aims to improve activities and learning outcomes of basic techniques for sprinting through the application of the direct instruction model. This classroom action research was conducted in 2 cycles, each cycle consisting of the action plan, action implementation, observation / evaluation, and reflection stages. The subjects of the research were 36 students of Class X MIA 1 SMA Negeri 1 Sukawati. The method used to collect data is the method of observation and achievement tests. After all the required data, the next step is to analyze the data using descriptive statistical analysis. The criteria for success are the average score of at least 80 and classical completeness of at least 85%. The results of the research in the first cycle with an average value of 79 and classical completeness reached 80.55%. The results in the second cycle showed an increase in student learning outcomes with an average value of 83 and classical completeness of 100%. Based on the results of data analysis and the discussion above, it can be concluded that the activities and learning outcomes of implementing the Direct Instrution model can increase. It is recommended for Sports and Health Physical Education teachers to implement this model because it is proven to increase activity and learning outcomes of sprint basic technique learning.
Penerapan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) untuk meningkatkan motivasi belajar Anak Agung Ngurah Yuliawati
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 2 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.584 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5256868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi pada penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) mata pelajaran sejarah pada siswa kelas XI IPA1 semester I di SMA Negeri 1 Petang tahun pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian adalah kelas XI IPA1 semester I di SMA Negeri 1 Petang sebanyak 28 orang. Sedangkan objek dari penelitian ini adalah motivasi belajar sejarah siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Kriteria keberhasilan dapat dicapai ketika skor rata-rata motivasi belajar masuk kategori tinggi dan minimal mencapai 85%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil simpulan bahwa: penerapan model pembelajaran TGT dapat meningkatkan motivasi belajar sejarah pada siswa kelas XI IPA 1 semester I di SMA Negeri 1 Petang tahun pelajaran 2018/2019. Hal tersebut ditunjukkan dari rerata pada siklus I sebesar 140,179 dengan ketuntasan klasikal 78,57%. Sedangkan rerata pada siklus II sebesar 163,143 dengan ketuntasan klasikal 100%. This study aims to determine the increase in the application of the Teams Games Tournament (TGT) learning model to increase motivation to learn history in class XI IPA1 semester I at SMA Negeri 1 Petang in the 2018/2019 academic year. This type of research is classroom action research (CAR) with the research subject being class XI IPA1 semester I at SMA Negeri 1 Petang as many as 28 people. While the object of this research is the students' motivation to learn history after the implementation of the Teams Games Tournament (TGT) learning model. The data obtained were analyzed using descriptive statistical analysis. The criteria for success can be achieved when the average score of learning motivation is in the high category and minimum of reaches 85%. Based on the research that has been done, it can be concluded that: the application of the TGT learning model can increase the motivation to learn history in class XI IPA 1 semester I at SMA Negeri 1 Petang in the 2018/2019 academic year. This is shown from the average in the first cycle of 140.179 with a classical completeness of 78.57%. While the average in the second cycle is 163.143 with 100% classical completeness.
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan kartu kendali dalam upaya meningkatkan prestasi belajar ekonomi Ni Ketut Nurmini
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 2 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.39 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5244704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa Kelas XI IPS 1 semester 1 SMA N 1 Tabanan tahun pelajaran 2019/2020 setelah mengikuti model pembelajaran Students Team Achievement Divisions (STAD) berbantuan kartu kendali dalam proses pembelajaran mata pelajaran ekonomi. Subjek penelitian adalah siswa Kelas XI IPS 1 SMA N 1 Tabanan tahun pelajaran 2019/2020. Objek penelitian ini adalah prestasi belajar siswa setelah mengikuti model pembelajaran STAD berbantuan kartu kendali. Data prestasi belajar dikumpulkan melalui tes prestasi belajar, sedangkan kartu kendali untuk memotivasi aktivitas belajar siswa. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif. Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar ekonomi siswa dengan rerata prestasi belajar 80 dan ketuntasan klasikal sebesar 80%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD berbantuan Kartu Kendali dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPS 1 SMAN 1 Tabanan tahun pelajaran 2019/2020. Dapat dilihat dari peningkatan nilai rerata kelas pada Pra Siklus 71,1 menjadi 80,5 pada siklus I dan 85,2 pada siklus II. Ketuntasan Belajar Klasikal pada Pra Siklus 41,7%, menjadi 79,2% pada Siklus I dan 83,3% pada Siklus II. This study aims to determine the increase in student achievement in Class XI IPS 1 semester 1 SMAN 1 Tabanan in the 2019/2020 school year after following the Students Team Achievement Divisions (STAD) learning model assisted by control cards in the learning process of economic subjects. The research subjects were students of Class XI IPS 1 SMA N 1 Tabanan. The object is student achievement. Learning achievement data collected by learning achievement test, Control Card is to motivate student learning activities. The collected data were analyzed by descriptive method. The criteria for success in this research is the improvement of students' economic learning outcomes with an average learning achievement of 80 and classical completeness of 80%. The results of this study indicate that the application of the STAD Cooperative learning model assisted by the Control Card can improve student achievement in class XI IPS 1 SMAN 1 Tabanan for the 2019/2020 school year. It’s seen from the increase in the average value of the class in the Pre-cycle 71.1 to 80.5 in the first cycle and 85.2 in the second cycle. Classical Learning Completeness in Pre-Cycle is 41.7%, to 79.2% in Cycle I and 83.3% in Cycle II.
Optimalisasi pengelolaan peserta didik dengan menerapkan program seberfoniberlin I Made Wardita
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 2 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.793 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5236213

Abstract

Best practices ini dilaksanakan dengan tujuan: (1) meningkatkan disiplin peserta didik; (2) mengurangi rasa jenuh peserta didik; dan (3 meningkatkan prestasi akademik dan nonakademik peserta didik. Metode pemecahan masalah yang digunakan meliputi: (1) prosedur; (2) perangkat dan istrumen; dan (3) cara pemecahan masalah. Prosedur yang dilaksanakan adalah menerapkan program seberfoniberlin. Perangkat yang digunakan adalah program kegiatan, alat sound system, topik forum mimbar bebas, podium, perlengkapan olahraga gembira dan seni, audio kelas, kamera, dan buku saku siswa. Sedangkan instrumen yang digunakan adalah dokumen pencatatan di BK, pedoman observasi, buku catatan prestasi siswa, buku catatan kunjungan di ruang UKS, dan laporan piket guru. Pemecahan masalah dilakukan dengan menerapkan program seberfoniberlin untuk meningkatkan disiplin, mengurangi rasa jenuh peserta didik, dan meningkatkan prestasi peserta didik. Program seberfoniberlin dilaksanakan pada tahun pelajaran 2019/2020 dengan subjek peserta didik SMA Negeri 1 Selemadeg. Hasil dari penerapan best practices ini adalah: (1) Penerapan program seberfoniberlin dapat meningkatkan disiplin peserta didik SMA Negeri 1 Selemadeg.; (2) Program seberfoniberlin dapat mengurangi rasa jenuh peserta didik dalam mengikuti sistem pendidikan di SMA Negeri 1 Selemadeg.; (3) Program seberfoniberlin dapat meningkatkan prestasi akademik dan nonakademik peserta didik. These best practices are implemented with the aim of: (1) improving student discipline; (2) reduce students' boredom; and (3 improve students' academic and non-academic achievements. The problem-solving methods used include: (1) procedures; (2) devices and instruments; and (3) problem solving methods. The procedure implemented is implementing the Seberfoniberlin program. The tools used are activity program, sound system, free pulpit forum topics, podium, fun sports equipment and art, class audio, camera, and student pocket books.While the instruments used are BK recording documents, observation guidelines, student achievement notes, notebooks visits to the UKS room, and teacher picket reports. Problem solving is carried out by implementing the Seberfoniberlin program to improve discipline, reduce student boredom, and improve student achievement. The Seberfoniberlin program is implemented in the 2019/2020 school year with the subject of SMA Negeri 1 Selemadeg students The results of the implementation of these best practices are: (1) Implementation of the seber program foniberlin can improve the discipline of students of SMA Negeri 1 Selemadeg.; (2) The Seberfoniberlin program can reduce the boredom of students in following the education system at SMA Negeri 1 Selemadeg.; (3) The Seberfoniberlin program can improve students' academic and non-academic achievements.

Page 10 of 42 | Total Record : 416