cover
Contact Name
Rees Jati Prakasa
Contact Email
rees.jati.prakasa@gmail.com
Phone
+628124670705
Journal Mail Official
ijedjurnal@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Seroja Street, Tonja, Denpasar, Bali, Indonesia Phone: (0361) 431434 Email: ijedjurnal@gmail.com
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesian Journal of Educational Development (IJED)
ISSN : 27223671     EISSN : 27221059     DOI : -
Core Subject : Education,
The journal publishes research articles on the development of learning, measurement and evaluation of education, and management of education.
Articles 416 Documents
Penerapan satuan pendidikan aman bencana (SPAB) di SMA Negeri 8 Mataram Fika Ariani
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 2 No. 1 (2021): May 2021
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.96 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4781865

Abstract

This study aims to provide an overview of the implementation of disaster management in SMA Negeri 8 Mataram as an educational unit affected by the earthquake measuring 7.0 SR in 2018 and the national disaster Corona Virus Disease 19. This research applies a qualitative descriptive method with a case study method to provide an overview holistic and multiply in-depth understanding, especially about disaster management in other educational units, where students are categorized as vulnerable to disasters. Data collection techniques using interviews, observation and documentation by utilizing primary and secondary data sources. The data analysis technique used in this research is the interactive model analysis technique of Miles n Huberman. The results of this study indicate that disaster management at SMA Negeri 8 Mataram does not refer to disaster management references based on Law No. 24 of 2007 but adjusted based on the needs of the education unit carried out in several stages, including the formation of an alert team, independent assessment of the 3 pillars of a disaster-safe education unit and socialization as a publication of school readiness to face disasters. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai penerapan manajemen bencana di SMA Negeri 8 Mataram sebagai satuan pendidikan yang terdampak pada bencana gempa berkekuatan 7.0 SR di tahun 2018 dan bencana nasional Corona Virus Disease 19. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus untuk memberikan gambaran holistik dan memperbanyak pemahaman mendalam khususnya tentang manajemen bencana pada satuan pendidikan lainnya, di mana peserta didik masuk dalam kategori rentan terhadap bencana. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi dengan memanfaatkan sumber data primer dan sekunder. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisa model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen bencana di SMA Negeri 8 Mataram tidak mengacu pada rujukan manajemen bencana berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 namun disesuaikan berdasarkan kebutuhan satuan pendidikan yang dilakukan dengan beberapa tahapan antara lain pembentukan tim siaga, penilaian mandiri terhadap 3 Pilar satuan pendidikan aman bencana serta sosialisasi sebagai publikasi terhadap kesiapan sekolah menghadapi bencana.
Meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia siswa melalui penerapan pembelajaran berbasis proyek Saksi Tarigan
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 2 No. 1 (2021): May 2021
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.275 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4781878

Abstract

This study applies a project-based learning model as an effort to improve students' Indonesian language skills in the observation report material. This classroom action research took place in two cycles. The research was conducted at SMA Negeri 1 Kabanjahe from September 2019 to November 2019. The research subjects were all students of class X MIPA-2 SMA Negeri 1 Kabanjahe in the 2019/2020 academic year, totaling 32 students. The object of research is Indonesian language skills. The results showed: 1) the students' Indonesian language skills on the material of the observation report increased in the first cycle, showing an average of 69, with classical learning completeness of 46.88% and in the second cycle showed an average of 89 with classical completeness of 90.63 % or an increase of 44%; 2) student learning activities increased in the first cycle including reading and writing 37%, working on worksheets 32%, asking fellow friends 21%, asking questions to the teacher 5%, and 5% irrelevant to teaching and learning activities. Meanwhile, according to observations in Cycle II, among others, reading and writing 32%, doing worksheets 35%, asking fellow friends 21%, asking questions to the teacher 9%, and 3% irrelevant to teaching and learning activities. Thus the application of the project-based learning model can improve Indonesian language skills and student learning activities in two cycles. Penelitian ini menerapkan model pembelajaran berbasis proyek sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia siswa pada materi laporan hasil observasi. Penelitian tindakan kelas ini berlangsung dalam dua siklus. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kabanjahe bulan September 2019 sampai dengan bulan November 2019. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas X MIPA-2 SMA Negeri 1 Kabanjahe tahun pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 32 siswa. Objek penelitian adalah keterampilan berbahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan: 1) keterampilan berbahasa Indonesia siswa pada materi laporan hasil observasi meningkat pada siklus I menunjukkan rata-rata 69, dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 46,88% dan pada siklus II menunjukkan rata-rata 89 dengan ketuntasan klasikal 90,63% atau terjadi peningkatan 44%; 2) aktivitas belajar siswa meningkat pada siklus I antara lain membaca dan menulis 37%, mengerjakan LKS 32%, bertanya sesama teman 21%, bertanya kepada guru 5%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 5%. Sedangkan menurut pengamatan pada Siklus II antara lain membaca dan menulis 32%, mengerjakan LKS 35%, bertanya sesama teman 21%, bertanya kepada guru 9%, dan yang tidak relevan dengan kegiatan belajar mengajar 3%. Dengan demikian penerapan model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dapat meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia dan aktivitas belajar siswa dalam dua siklus.
Meningkatkan motivasi belajar siswa melalui layanan bimbingan COVID berbasis ZOZIZZ Ni Wayan Sri Yasmini
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 2 No. 1 (2021): May 2021
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.022 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4781863

Abstract

The background for this best practice writing is the low learning motivation of grade IX students at SMP Negeri 1 Selemadeg during the Covid-19 pandemic. Students are indifferent to assignments in google classroom, are not disciplined in doing assignments, cheating on friends' assignments and complaining of boredom studying online. The strategy to improve student learning motivation is with the ZOZIZZ-based COVID guidance service, which is an acronym for the Counseling Online guidance service with Zoom and Quizizz-based Video Conferences. The subjects were 23 students of class IX C. The data collection technique uses a learning motivation questionnaire and the results of the evaluation of the implementation of counseling guidance services using google form. Data analysis by comparing the results of the pretest and posttest of the student learning motivation questionnaire. The data processing technique is done descriptively through data reduction, data presentation and conclusion drawing. The steps / strategies in problem solving are service planning, implementation, evaluation and reflection. The result was an increase in the learning motivation of class IX C students after providing ZOZIZZ-based COVID guidance services, namely from the previous 13% low category, 70% medium category and only 17% who had high learning motivation to 90% class IX C students had learning motivation category very high. So it can be concluded that the ZOZIZZ-based COVID guidance service is effective in increasing student learning motivation during the Covid-19 pandemic. Latar belakang penulisan best practice ini adalah mulai rendahnya motivasi belajar siswa kelas IX SMP Negeri 1 Selemadeg di masa pandemi covid-19. Siswa acuh dengan tugas-tugas di google classroom, tidak disiplin dalam mengerjakan tugas, menyontek tugas teman serta mengeluh bosan belajar online. Strategi untuk meningkatkan kembali motivasi belajar siswa adalah dengan layanan bimbingan COVID berbasis ZOZIZZ yaitu akronim dari layanan bimbingan Counseling Online dengan Video Conference berbasis Zoom dan Quizizz. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX C yang berjumlah 23 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner motivasi belajar dan hasil evaluasi pelaksanaan layanan bimbingan konseling dengan google form. Analisis data dengan membandingkan hasil pretest dan post test kuesioner motivasi belajar siswa. Teknik pengolahan data dilakukan secara deskritif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Langkah-langkah/strategi dalam penyelesaian masalah adalah perencanaan layanan, pelaksanan, evaluasi dan refleksi. Hasilnya terjadi peningkatan motivasi belajar siswa kelas IXC setelah pemberian layanan bimbingan COVID berbasis ZOZIZZ yaitu dari sebelumnya 13% kategori rendah, 70% kategori sedang dan hanya 17% yang mempunyai motivasi belajar tinggi menjadi 90% siswa kelas IX C memiliki motivasi belajar dengan kategori sangat tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan COVID berbasis ZOZIZZ efektif meningkatkan motivasi belajar siswa di masa pandemic covid-19.
Optimalisasi ekstrakurikuler: sebuah praktik baik Sarpo Sasmito
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 2 No. 3 (2021): November 2021
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.967 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5681650

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan untuk mengembangkan bakat, minat, dan talenta peserta didik. Melalui kegiatan ekstrakurikuler diharapkan terciptanya peserta didik berprestasi sesuai bakat dan minatnya, sehingga mampu mendongkrak prestasi dan prestise sekolah. Best practice ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi sekolah. Tindakan yang dilakukan adalah optimalisasi pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di SDN 01 Petanjungan dalam berbagai kompetisi. Metode pelaksanaan best practice dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan ekstrakurikuler. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen pedoman observasi, studi dokumen, dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis deskriptif komparatif dengan membandingkan data sebelum kegiatan dengan data setelah pelaksanaan dan dijelaskan secara deskriptif naratif. Hasil penerapan program optimalisasi kegiatan ekstrakurikuler di SDN 01 Petanjungan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan secara signifikan terhadap kegiatan ekstrakurikuler dan prestasi siswa. Prestasi tersebut juga sekaligus mampu meningkatkan prestasi dan prestise sekolah di masyarakat. Extracurricular activities are activities to develop the talents, interests, and talents of students. Through extracurricular activities, it is hoped that students will excel according to their talents and interests, so that they are able to boost school achievement and prestige. This best practice aims to determine the improvement of school achievement. The action taken was optimizing the implementation of extracurricular activities at SDN 01 Petanjungan in various competitions. The best practice implementation method is carried out through the stages of planning, implementing and evaluating extracurricular activities. Data collection was carried out using observation guide instruments, document studies, and interviews. Data analysis used comparative descriptive analysis by comparing the data before the activity with the data after the implementation and explained descriptively in the narrative. The results of the implementation of the optimization program for extracurricular activities at SDN 01 Petanjungan showed that there was a significant increase in extracurricular activities and student achievement. This achievement is also able to increase the achievement and prestige of the school in the community.
Pengaruh kondisi keluarga dan kedisiplinan siswa terhadap prestasi belajar matematika Fajariah Masyah Indah Sinurat
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 2 No. 1 (2021): May 2021
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.928 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4781872

Abstract

The objectives of this study were to determine: 1) the effect of family conditions and student discipline on mathematics learning achievement, 2) the effect of family conditions on mathematics learning achievement, 3) the effect of student discipline on mathematics learning achievement. The research method used is a survey method. A sample of 52 students was randomly selected from a population of 60 students who came from two schools, namely: SMKN 1 Cikarang Utara and SMKN 1 Cikarang Selatan located in the Cikarang area of ​​Bekasi district. Data collection was carried out by distributing research instruments. Data analysis using descriptive statistical methods, product moment correlation coefficient. Statistical test using the normality test and homogeneity test. The results showed: 1) there is a positive and significant influence on family conditions and student discipline on mathematics learning achievement as indicated by the value of the multiple correlation coefficient = 0.673, 2) there is a positive and significant effect of family conditions on mathematics learning achievement and indicated by the Sig value. 0.003 <0.05 and > with a value of 3.134 > 1.676, 3) there is a positive and significant effect of student discipline on mathematics learning achievement, this is indicated by the Sig. 0.00 < 0.05 and > with a value of 6.087 > 1.67. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) pengaruh kondisi keluarga dan kedisiplinan siswa terhadap prestasi belajar matematika, 2) pengaruh kondisi keluarga terhadap prestasi belajar matematika, 3) pengaruh kedisiplinan siswa terhadap prestasi belajar matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Sampel berukuran 52 siswa yang dipilih secara random dari populasi 60 siswa yang berasal dari dua sekolah, yaitu: SMKN 1 Cikarang Utara dan SMKN 1 Cikarang Selatan terdapat di wilayah Cikarang kabupaten Bekasi. Pengumpulan data dilaksanakan dengan penyebaran instrumen penelitian. Analisis data dengan metode statistik deskriptif, koefisien korelasi product moment. Uji Statistik menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan: 1) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kondisi keluarga dan kedisiplinan siswa terhadap prestasi belajar matematika yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi ganda = 0,673, 2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kondisi keluarga terhadap prestasi belajar matematika dan ditunjukkan dengan nilai Sig. 0,003 < 0,05 dan > dengan nilai 3,134 > 1,676, 3) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kedisiplinan siswa terhadap prestasi belajar Matematika hal ini ditunjukkan dengan nilai Sig. 0,00 < 0,05 dan > dengan nilai 6,087 > 1,67.
Meningkatkan keterlibatan aktif siswa kelas VIII F SMPN 1 Pontianak melalui penerapan talking chips St. Dwi Karmila
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 2 No. 1 (2021): May 2021
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.748 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4781846

Abstract

This classroom action research aims to increase the active engagement of VIII F students of SMPN 1 Pontianak through the application of Talking Chips. The subjects of this study were 30 VIII F students of SMPN 1 Pontianak semester 2 in the academic year 2020/2021. The object of research is the active engagement of students in learning English. Data collection methods used were observation and opinion questionnaires. The data were then analyzed using descriptive methods. The criterion for the success of the research was the active engagement of students in the category of active or very active. This research was conducted in two cycles. The results showed that the active engagement of students was in the very active category visually and in the active category verbally, listening, writing and emotionally. Furthermore, the results of the students' questionnaire showed the talking chips strategy succeeded in increasing their active engagement in learning English. The conclusion of this research is that the application of the Talking Chips strategy can increase the active engagement of students. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan aktif siswa kelas VIII F SMPN 1 Pontianak melalui penerapan Talking Chips. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII F SMPN 1 Pontianak semester genap tahun pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 30 orang. Sedangkan objek penelitian adalah keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan angket pendapat (Questionnaire). Data kemudian dianalisis dengan metode deskriptif. Kriteria keberhasilan penelitian adalah keterlibatan aktif siswa dikategorikan aktif atau sangat aktif. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan keterlibatan aktif siswa ada pada kategori sangat aktif secara visual dan ada pada kategori aktif secara lisan, mendengarkan, menulis dan secara emosional. Selanjutnya, hasil dari questionnaire siswa menunjukkan strategi talking chips berhasil meningkatkan keterlibatan aktif mereka dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah penerapan strategi Talking Chips dapat meningkatkan keterlibatan aktif siswa.
Meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi bebas dengan model pembelajaran picture and picture dan concept sentence K. Dasril
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 2 No. 1 (2021): May 2021
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.867 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4781855

Abstract

The purpose of this research is to find out the effectiveness and efficiency ofthe pictures and pictures and concept sentences learning models in improving the ability to write free verse poemin the class VIII-A students at SMP Negeri 8 Batanghari. The design in this research is an action research model. The form of action is performed in three cycles. Each cycle consists of planning, implementing actions, and evaluating/revising. This research took place from September to December 2019, during class hours, in the Language Laboratory of SMP Negeri 8 Batanghari, Wednesday at the 3rd and 4th hours (08.45 to 10.10 a.m). From the results of this research, it can be concluded that the combination of picture and picture and concept senten celearning models could improve the ability to write free verse poem in the class VIII-A students at SMP Negeri 8 Batanghari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dan efesiensi model pembelajaran picture and picture dan concept sentence untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi bebas pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 8 Batanghari.Rancanagan penelitian ini berbentuk penelitian tindakan. Bentuk tindakannya dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi/revisi. Penelitian ini berlangsung dari bulan September sampai dengan Desember 2019. Waktu pelaksanaan setiap jam pelajaran dan ruang Laboratorium Bahasa Indonesia SMP Negeri 8 Batanghari, Rabu jam ke 3 dan 4 (pukul 08.45 s.d. 10.10 WIB). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perpaduan model pembelajaran picture and picture dan concept sentence dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi bebas siswa kelas VIII A SMP Negeri 8 Batanghari.
Pengembangan tanaman obat organik solusi pemulihan ekonomi Bali di desa wisata Mas Ubud Anak Agung Putu Agung Mediastari
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 2 No. 1 (2021): May 2021
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.652 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4781841

Abstract

The phenomenon of global, national, and regional communities has felt the economic downturn during the pandemic Covid-19. Mas Village, Ubud District, Gianyar Regency, as one of the villages in Bali that only relies on tourism as a source of income, so that a solution is immediately needed for economic recovery in the village. The topography and condition of the village of Mas Ubud, it is very potential to develop organic medicinal plants. However, the community does not have the knowledge for that, so it needs assistance from academics who are competent in their fields. From this background, 3 main problems can be formulated with regard to organic medicinal plants, namely: types of medicinal plants, procedures for development and processing, and implementation of the development of organic medicinal plants. This study aims to provide knowledge to the community, so that they can generate income from organic medicinal agriculture. The research steps were as follows: (1) the researcher made observations about the potential of land and the readiness of the community for the development of organic medicinal plants; (2) researchers are directly involved in providing education on land management procedures, types of plants grown, cultivation procedures, and processing of organic medicinal plants; (3) the researcher provides a workshop on the processing of organic medicinal plants in the form of health and beauty ingredients (Spa products). The results of the research were: 1) knowledge of the types of organic medicinal plants, sambiloto, and Spa ingredients; 2) knowledge of the development and processing of organic medicinal plants as health, beauty, fitness and art products; 3) implications in the form of developing a creative economy, preparing a tourist park as a source of knowledge for education, and preserving local wisdom of traditional Usada medicine. Research findings: continuous innovation towards strengthening the local economy based on organic herbs to create Balinese Wellnes Tourism Desa Mas Ubud. Fenomena masyarakat global, nasional, dan daerah sangat merasakan keterpurukan ekonomi selama pandemi Covid-19. Desa Mas Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar, sebagai salah satu desa di Bali yang hanya mengandalkan pariwisata sebagai sumber penghasilan, sehingga segera dibutuhkan solusi untuk pemulihan ekonomi di Desa tersebut. Topografi dan kondisi wilayah Desa Mas Ubud, sangat potensial dikembangkan tanaman obat organik. Namun demikian masyarakatnya tidak memiliki pengetahuan untuk itu, maka perlu pendampingan para akademisi yang berkompeten di bidangnya. Dari latar belakang tersebut maka dapat dirumuskan 3 permasalah utama berkenaan dengan tanaman obat organik, yaitu: jenis-jenis tanaman obat, tata cara pengembangan dan pengolahan, serta implementasi pengembangan tanaman obat organik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat, sehingga mampu menghasilkan pendapatan dari pertanian obat organik. Langkah-langkah penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut: (1) peneliti melakukan observasi tentang potensi lahan dan kesiapan masyarakat untuk pengembangan tanaman obat organik; (2) peneliti terlibat langsung memberikan edukasi tentang tatacara pengolahan lahan, jenis-jenis tanaman yang ditanam, tatacara budidaya, dan pengolahan tanaman obat organik; (3) peneliti memberikan workshop pengolahan tanaman obat organik berupa ramuan kesehatan dan kecantikan (produk Spa). Hasil penelitian berupa: 1) pengetahuan jenis-jenis tanaman obat organik temu-temuan, sambiloto, tanaman bahan Spa; 2) pengetahuan pengembangan dan pengolahan tanaman obat organik sebagai produk kesehatan, kecantikan, kebugaran, dan seni; 3) implikasi berupa pengembangan ekonomi kreatif, menyiapkan taman wisata sebagai sumber pengetahuan untuk edukasi, dan pelestarian kearifan lokal pengobatan tradisional usada. Temuan penelitian: inovasi secara berkelanjutan terhadap penguatan ekonomi lokal berbasis herbal organik untuk mewujudkan Balinese Wellnes Tourism Desa Mas Ubud.
Perubahan model kebijakan pelayanan kepala sekolah di SMA Negeri 20 Medan di era COVID-19 Boynes Manurung; Nurainun Sibuea
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 2 No. 1 (2021): May 2021
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.801 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4781837

Abstract

The principal is someone who is at the forefront of efforts to educate the nation. The principal is the spearhead in the success or failure of an educational unit that he leads. Making the right policies and coordinating well with all schools, the learning and teaching process in the midst of the Covid-19 outbreak will run smoothly. With the existence of the right policy by the Principal, it is able to transmit the spirit of change to teachers, students and parents quickly and accurately. This research belongs to the type of descriptive research with a qualitative approach. The research objective is aimed at describing the change in principal services in the new normal era for SMA Negeri 20 Medan students. Data about the principal's service policies were collected using interviews and observations. The research subjects were the principal, vice principal, homeroom teacher, and students of SMA Negeri 20 Medan. The method of analysis in this article uses an effectual causal analysis model using a rational approach that is structured based on the results of a literature review related to the discussion in this article which is sourced from media news, laws and regulations, journals and books. The results showed that there were 5 types of changes in the principal's policies in the new normal era as follows: (1) the principal's policy to teachers to teach from home and students to learn from home, (2) the principal's policy to parents so that parents participate in online learning process, (3) principal service policies through homeroom teachers to students who do not have complete technological facilities, (4) principal service policies through school treasurers in payment of school committees and others, (5) principal service policies in the implementation of the exam. Kepala Sekolah merupakan seseorang yang berada di garda terdepan dalam upaya mencerdaskan bangsa. Kepala sekolah merupakan ujung tombak dalam keberhasilan maju atau tidaknya suatu satuan pendidikan yang ia pimpin. Pengambilan Kebijakan yang tepat dan koordinasi yang baik dengan seluruh pihak sekolah, maka proses pembelajaran dan pengajaran di tengah wabah Covid-19 akan berjalan lancar. Dengan adanya Kebijakan yang tepat oleh Kepala Sekolah mampu menularkan semangat perubahan kepada guru, siswa dan orangtua secara cepat, dan akurat. Penelitian ini tergolong pada tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian adalah bertujuan untuk mendeskrisikan perubahan pelayanan kepala sekolah di era new normal kepada siswa SMA Negeri 20 Medan. Data tentang kebijakan pelayanan kepala sekolah dikumpulkan menggunakan wawancara dan observasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas, guru, dan siswa SMA Negeri 20 Medan. Metode analisis dalam artikel ini menggunakan model analisis kausal efektual menggunakan pendekatan rasional yang dirangkai berdasarkan hasil kajian pustaka (literature review) terkait pembahasan pembahasan dalam artikel ini yang bersumber dari berita media, peraturan perundang-undangan, jurnal dan buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 jenis perubahan kebijakan kepala sekolah pada era new normal sebagai berikut: (1) kebijakan kepala sekolah kepada guru untuk mengajar dari rumah dan siswa untuk belajar dari rumah, (2) kebijakan kepala sekolah kepada orangtua agar orangtua ikut serta dalam proses pembelajaran daring, (3) kebijakan pelayanan kepala sekolah melalui wali kelas kepada siswa yang belum memiliki fasilitas teknologi yang lengkap, (4) kebijakan pelayanan kepala sekolah melalui bendahara sekolah dalam pembayaran komite sekolah dan lain lain, (5) kebijakan pelayanan kepala sekolah dalam pelaksanaan ujian.
Model pembelajaran contextual teaching and learning untuk meningkatkan hasil belajar matematika I Komang Karyasa
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 2 No. 1 (2021): May 2021
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.885 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4781859

Abstract

This classroom action research was carried out at SMA Negeri 6 Denpasar Class XII IPA3 in the odd semester of the 2018/2019 academic year on the subject of mathematics in Three Dimensions (Building Space) material, aims to improve learning achievement in Mathematics through the application of Contextual Teaching and Learning (CTL) models. The data from this research were collected by giving learning achievement tests. In analyzing the data obtained used descriptive analysis method. The data generated from this study consisted of initial data, data from cycle I and data from cycle II. From the preliminary data, it was obtained that the average new class reached a value of 71.89 and the learning completeness only reached 47.37%. This data is far below expectations considering the KKM for Mathematics in this school is 75.00. In the first cycle there has been an increase, namely the class average reached 74.39 and the percentage of completeness in learning reached 71.05%. In the second cycle the grade average acquisition has reached 86.87 and the percentage of completeness in learning has reached 97.37%. The data in Cycle II are as expected due to the use of a contextual learning model. The conclusions that can be conveyed by applying the contextual teaching and learning model can improve student learning achievement. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMA Negeri 6 Denpasar Kelas XII IPA3 semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019 pada mata pelajaran matematika pokok bahasan Dimensi Tiga (Bangun Ruang), bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran Matematika melalui penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Data hasil penelitian ini dikumpulkan dengan cara pemberian tes prestasi belajar. Dalam menganalisis data yang diperoleh digunakan metode analisis deskriptif. Data yang dihasilkan dari penelitian ini terdiri dari data awal, data siklus I dan data Siklus II. Dari data awal diperoleh rata-rata kelas baru mencapai nilai 71,89 dan ketuntasan belajarnya baru mencapai 47,37%. Data ini jauh di bawah harapan mengingat KKM mata pelajaran Matematika di sekolah ini adalah 75,00. Pada siklus I sudah terjadi peningkatan yaitu rata-rata kelasnya mencapai 74,39 dan persentase ketuntasan belajar mencapai 71,05%. Pada siklus II perolehan rata-rata kelas sudah mencapai 86,87 dan persentase ketuntasan belajarnya sudah mencapai 97,37%. Data pada Siklus II ini sudah sesuai harapan akibat penggunaan model pembelajaran yang sifatnya kontekstual. Kesimpulan yang dapat disampaikan dengan penerapan model pembelajaran contextual teaching and learning dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Page 9 of 42 | Total Record : 416