cover
Contact Name
Rees Jati Prakasa
Contact Email
rees.jati.prakasa@gmail.com
Phone
+628124670705
Journal Mail Official
ijedjurnal@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Seroja Street, Tonja, Denpasar, Bali, Indonesia Phone: (0361) 431434 Email: ijedjurnal@gmail.com
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesian Journal of Educational Development (IJED)
ISSN : 27223671     EISSN : 27221059     DOI : -
Core Subject : Education,
The journal publishes research articles on the development of learning, measurement and evaluation of education, and management of education.
Articles 386 Documents
Implementasi model pembelajaran outdoor POCE untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas X multimedia SMK Negeri 1 Tampaksiring Ni Wayan Ekayanti
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 1 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.143 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4003807

Abstract

This research is conducted based on the problems identified in class X Multimedia SMK Negeri 1 Tampaksiring namely the low student physics learning outcomes which include aspects of understanding and applying student concepts. The purpose of this study are to improve the understanding and application of concepts in physics learning through the implementation of the outdoor POCE in physics. The subjects of this study were 36 grade X Multimedia students of SMK Negeri 1 Tampaksiring in the second semester of 2019/2020 academic year. This research was conducted in two cycles. Cycle I consisted of three meetings and cycle II consisted of five meetings. Some data on understanding and applying concepts are collected by tests and assignments. Descriptive analysis results showed that an increase in outcomes aspects of understanding and application of students' physics concepts through the implementation of the outdoor POCE model. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang teridentifikasi di kelas X Multimedia SMK Negeri 1 Tampaksiring yaitu rendahnya hasil belajar fisika siswa yang meliputi aspek pemahaman dan penerapan konsep siswa. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman dan penerapan konsep dalam pembelajaran fisika melalui implementasi model pembelajaran outdoor POCE dalam pembelajaran fisika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Multimedia SMK Negeri 1 Tampaksiring pada semester genap tahun pelajaran 2019/2020 sebanyak 36 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I terdiri dari tiga kali pertemuan dan siklus II terdiri dari lima kali pertemuan. Data pemahaman dan penerapan konsep dikumpulkan dengan tes dan penugasan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar aspek pemahaman dan penerapan konsep fisika siswa melalui implementasi model pembelajaran outdoor POCE dalam pembelajaran fisika.
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar kimia Dewi Rostika
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 1 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.973 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4004041

Abstract

The purpose of this study was to determine the increase in learning outcomes of elemental chemistry through the application of the STAD type cooperative learning model. The research subjects were students of class XII IPA 1 SMA Negeri 1 Praya Tengah in the academic year 2017/2018. Research objects are activities and learning outcomes of chemistry. Student learning activity data were collected using observation sheets while student learning outcomes were collected using learning achievement tests. The data obtained were then analyzed descriptively qualitatively. The results of the study were as follows: (1) learning chemistry using the STAD type cooperative learning model could improve learning outcomes of elemental chemistry from cycle I to cycle II and student activity in learning increased from cycle I to cycle II; (2) completeness of learning classically achieved by students in the first cycle was 76.47% with a class average score of 78.32 and in the second cycle increased to 91.18% with a class average score of 86.41. (3) the learning activeness achieved by students classically in the first cycle was 65.45%, increasing in silkus II to 81.82%. Based on the above results by paying attention to the indicators of the implementation of complete learning, it can be concluded that the objectives of this research were achieved and the formulated action hypothesis was acceptable. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kimia unsur melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Praya Tengah Tahun Pelajaran 2017/2018. Objek penelitian adalah aktivitas dan hasil belajar kimia. Data aktivitas belajar siswa dikumpulkan menggunakan lembar observasi sedangkan hasil belajar siswa dikumpulkan menggunakan tes prestasi belajar. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) pembelajaran kimia dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar kimia unsur dari siklus I ke siklus II dan aktivitas siswa dalam pembelajaran meningkat dari siklus I ke siklus II; (2) ketuntasan belajar yang dicapai secara klasikal siswa pada siklus I sebesar 76,47% dengan nilai rata-rata kelas 78,32 dan pada siklus II meningkat menjadi 91,18% dengan nilai rata-rata kelas 86,41. (3) keaktifan belajar yang dicapai siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 65,45% meningkat pada silkus II menjadi 81,82%. Berdasarkan hasil di atas dengan memperhatikan indikator pelaksanaan pembelajaran tuntas dapat disimpulkan tujuan penelitaian ini tercapai dan hipotesis tindakan yang dirumuskan dapat diterima.
Penerapan model discovery learning berbantuan media phet untuk meningkatkan kompetensi siswa I Wayan Widia
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 1 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.357 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4004185

Abstract

This study aims to improve students’s knowledge and skills competency through the application of discovery learning assisted bt PhET (Physics Education And Technology) media in learning physics. This type of research is classroom action research, which consist of two cycles. This research was conducted at class XI IPA1 SMA Negeri 1 Tampaksiring involving 34 students in 2018/2019 academic year. Data about students’s knowledge competencies were collected by the test method and data about students’s skill were collected by observation methods, then the data were analyzed descriptively. The results show the fact that (1) there was an increase in students’s knowledge from 74.71 with sufficient predicate and classical completeness of 82.35% in the first cycle to an average of 82.00 and 100% learning completeness in the second cycle with good predicate. (2) In the Skill Competency, the average score of students’s in the first cycle was 69.67 with enough predicate in the first cycle to be an average of 80.52 with a good predicate which mean the score increase about 10.85 in skill competency. It consists the enhancement of enough predicate from 11.76% to 17.65% which mean the increase was about 5.89%. From the good predicate to very good and the increase was 11.73%. Thus through the application of the learning model of learning assisted by PhET media in learning is an effective alternative strategy to improve the competence of students of class XI Science one at SMA Negeri 1 Tampaksiring.   Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan kompetensi pengetahuan dan keterampilan siswa, melalui penerapan pembelajaran discovery learning berbantuan media PhET (Physics Education And Technology) pada pembelajaran fisika. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPA1 SMA Negeri 1 Tampaksiring dengan melibatkan 34 orang siswa tahun pelajaran 2018/2019. Data tentang kompetensi pengetahuan siswa dikumpulkan dengan metode tes, data tentang kompetensi keterampilan siswa dikumpulkan dengan metode observasi, Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terjadi peningkatan pengetahuan siswa dari 74.71 dengan predikat cukup dan ketuntasan klasikal 82,35% pada siklus I menjadi rata-rata 82,00 dan ketuntasan belajar 100 % pada siklus II dengan predikat baik; (2) Pada Kompetensi Keterampilan nilai rata rata siswa pada siklus I 69,67 dengan predikat cukup pada siklus I menjadi rata rata 80,52 dengan predikat baik.Terjadi peningkatan sebesar 10,85 pada kompetensi keterampilan yang terdiri dari peningkatan dari predikat cukup sebesar 17,65%, pada silus 1 menjadi 11.76%. terjadi peningkatan sebesar 5,89% dari predikat baik menjadi sangat baik terjadi peningkatan sebesar sebesar 11,73% . Dengan demikian melalui penerapan model pembelajaran discovery learning berbantuan media PhET dalam pembelajaran merupakan strategi alternatif yang efektif untuk meningkatkan kompetensi siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Tampaksiring.
Mewujudkan metamorfosis SD Negeri 8 Mas melalui manajemen keterlibatan masyarakat lokal dan global Ida Ayu Putu Satyani
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 1 No. 3 (2020): November 2020
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.391 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4285148

Abstract

This best practice is the best author do in SD Negeri 8 Mas. Various problems that the author find when the first assigned as the head master of this school. Its motivate author to do update management. Like people who are at war, the spirit, cooperation, and accurate strategy will give victory and quickly reach the goal. Similarly, management in the school. Start with self evaluation of school and continued with SWOT analysis then the author chose the management involvement of the local and global community to realize the metamorphosis in SD Negeri 8 Mas. Metamorphosis its meant is the change that accur step by step toward perfection. The community is not only involved to funding the course but starting from planning, implementation, and supervition of the school program. The people involve is the surrounding community to both the institution and individuals or referred to the local community as well as foreign volunteers who come from other countries called global community. Community involvement gives the progress such us: the school in various fields school building be better and complete, the school yard more presentable and beautiful, The cleanliness an healt of the citizen of the school is increasing, learning activities and extracurricularare increasingly varied and high quality, as well as school achievement, school community and graduates is increasing. Through the application of management involvement of the local and global community SD Negeri 8 Mas can be morphed in all fields. Best practice ini merupakan hasil karya yang penulis lakukan di SD Negeri 8 Mas. Berbagai permasalahan yang penulis hadapi ketika pertama kali ditugaskan menjadi kepala sekolah di sekolah ini. Hal tersebut memotivasi penulis untuk melakukan pembaharuan manajemen. Seperti orang yang sedang berperang, semangat, kerjasama ,dan strategi yang jitu akan memberikan kemenangan dan mempercepat mencapai tujuan. Demikian juga halnya dengan manajemen di sekolah. Dimulai dengan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) dan dilanjutkan dengan analisis SWOT, maka penulis memilih manajemen keterlibatan masyarakat lokal dan global untuk mewujudkan “metamorfosis” SD Negeri 8 Mas. Metamorfosis yang dimaksud adalah perubahan yang terjadi tahap demi tahap kearah kesempurnaan. Masyarakat tidak hanya dilibatkan dalam pendanaan saja, tetapi mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program sekolah. Adapun masyarakat yang dilibatkan adalah masyarakat sekitar baik lembaga maupun perorangan atau disebut masyarakat lokal serta relawan asing yang berasal dari negara lain disebut masyarakat global. Keterlibatan mayarakat ini memberikan kemajuan bagi sekolah di berbagai bidang antara lain: bangunan sekolah menjadi lebih baik dan semakin lengkap, halaman sekolah semakin tertata dan indah, kebersihan dan kesehatan warga sekolah semakin meningkat, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler semakin bervariasi dan berkualitas, serta prestasi sekolah, warga sekolah, dan alumni semakin meningkat. Melalui penerapan manajemen keterlibatan masyarakat lokal dan global, SD Negeri 8 Mas dapat bermetamorfosis di berbagai bidang.
Pengembangan aplikasi E-UKBM kimia sebagai media pembelajaran interaktif siswa kelas XI SMAN Bali Mandara I Wayan Madiya
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 1 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.566 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4003785

Abstract

This research is motivated by a lot of students who miss the subject matter, e-UKBM learning has not run effectively, the demands of e-UKBM assignments are many and HOTS, the completion time is long, and students prefer to play with friends, laptops/smartphones. The purpose of this study is to analyze (1) the chemical e-UKBM application functionality, (2) application eligibility, (3) application performance at different resolutions; and (4) the effectiveness of applications as interactive learning media. This research is an R&D research model of ADDIE which was conducted at the SMAN Bali Mandara from January-October 2019 with 27 subjects of class XI MIPA1 as the trial subjects. Product feasibility test is validated by material and media experts, alpha test, and beta test. Data collected using observation, interviews, questionnaires, and post-test were analyzed usingdescriptive analysis. The results show that (1) the chemical e-UKBM application functionality test includes ease of navigation, application performance, and operational functioning very well; (2) the feasibility of the application is based on the assessment: material experts, media experts, teachers, and students respectively are 89%, 89%, 92%, and 95% with the category "Very Eligible"; (3) application performance using smartphones with different screen sizes and RAM functions welland there are no errors; (4) the post test results show that this application has a high effectiveness, with the mean values of the experimental and control groups being 84.63 and 72.78, respectively. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyak siswa ketinggalan materi pelajaran, pembelajaran e-UKBM belum berjalan efektif, tuntutan tugas e-UKBM banyak dan HOTS, waktu penyelesaian lama, serta siswa lebih suka bermain dengan teman, laptop/smartphonenya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis (1) fungsionalitas aplikasi e-UKBM kimia, (2) kelayakan aplikasi, (3) unjuk kerja aplikasi pada resolusi berbeda; dan (4) keefektifan aplikasi sebagai media pembelajaran interaktif. Penelitian ini termasuk penelitian R&D model ADDIE yang dilaksanakan di SMAN Bali Mandara dari bulan Januari-Oktober 2019 dengansubjek uji coba adalah 27 orang siswa kelas XI MIPA1. Uji kelayakan produk dilakukan validasi oleh ahli materi dan media, uji alpha, dan uji beta. Data dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara, angket, dan post test dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) uji fungsionalitas aplikasi e-UKBM kimia meliputi kemudahan navigasi, performa aplikasi, dan operasional berfungsi sangat baik; (2) kelayakan aplikasi didasarkan pada penilaian: ahli materi, ahli media, guru, dan siswa berturut-turut adalah 89%, 89%, 92%, dan 95% dengan kategori “Sangat Layak”; (3) unjuk kerja aplikasimenggunakan smartphone dengan ukuran layar dan RAM berbeda-beda berfungsi baik dan tidak terdapat error; (4) hasil post test menunjukkan aplikasi ini memiliki efektivitas tinggi, dengan nilai rerata kelompok eksperimen dan kontrol berturut-turut 84,63 dan 72,78.
Meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kimia siswa melalui penerapan model learning cycle Ahmadurifai Ahmadurifai
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 1 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.54 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4003892

Abstract

This research is a classroom action research conducted in two cycles. The action applied in this research is the Learning Cycle Model in chemistry learning. The subjects of this study were students of SMA Negeri 1 Hu'u class XI IPA 4 odd semesters of the 2019/2020 school year. The object of this research is student learning activities, student learning outcomes and student opinions due to the application of the Learning Cycle model. Student learning activity data were collected using observation sheets, chemistry learning outcomes were collected using learning outcomes tests, and student response data were collected using a questionnaire. The results showed that the Learning Cycle model which is applied in learning chemistry, can improve: 1) student learning activities and 2) student learning outcomes, and 3) students give a positive response to the applied learning model. The increase in student learning outcomes can be seen from the increase in the mean value, where in the first cycle it was 60.31 to 66.03 in the second cycle. The success of implementing the learning model can also be seen from the increase in student learning completeness, from 53.85% in cycle I to 73.08% in cycle II. Students gave a positive response to the application of the learning model, where there were 70.41% of students who agreed, 20.71% had doubts, and only 8.88% did not agree with the application of the Learning Cycle model.   Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tindakan yang diterapkan pada penelitian ini adalah Model Learning Cycle dalam pembelajaran kimia. Subjek dari penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Hu’u kelas XI IPA 4 semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020. Objek penelitian ini adalah aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa dan pendapat siswa akibat penerapan model Learning Cycle. Data aktivitas belajar siswa dikumpulkan menggunakan lembar observasi, hasil belajar kimia dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar, dan data respon siswa dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Learning Cycle yang diterapkan dalam pembelajaran kimia, dapat meningkatkan: 1) aktivitas belajar siswa dan 2) hasil belajar siswa, serta 3) siswa memberikan respon positif terhadap model pembelajaran yang diterapkan. Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari peningkatan rerata nilai, di mana pada siklus I sebesar 60,31 menjadi 66,03 pada siklus II. Keberhasilan penerapan model pembelajaran juga dapat dilihat dari peningkatan ketuntasan belajar siswa, dari 53,85% pada siklus I menjadi 73,08% pada siklus II. Siswa memberikan respon positif terhadap penerapan model pembelajaran, di mana terdapat 70,41% siswa yang menyatakan setuju, 20,71% ragu-ragu, dan hanya 8,88% tidak setuju dengan penerapan model Learning Cycle.
Meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GGE pada mata pelajaran PPKn I Ketut Arumada
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 1 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.943 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4004162

Abstract

This action research was carried out at SMA Negeri 1 Marga, with the aim of knowing the improvement of PPKn learning outcomes, through the application of the Group to Group Exchange (GGE) type of cooperative learning model. The research subjects were students of class XI IPS-2 in the academic year 2017/2018 odd semester. While the object of research is the results of learning inthe PPKn KD subject. 3.3 Describing the legal and judicial system in Indonesia in accordance with the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia and 4.3 Presenting the results of reasoning about the legal and judicial systems in Indonesia in accordance with the Constitution of the Republic of Indonesia Indonesia 1945. Data on student learning outcomes is obtained through learning outcomes tests. The data analysis was conducted in a descriptive qualitative manner. In this study, the success criteria were determined as follows: (1) the minimum mean value ofstudent learning outcomes was 75%, and (2) classical learning completeness was at least 85%. Based on the results of data analysis, the following results were obtained: (1) in the first cycle, the mean value of learning outcomes reached 70.61 and classical learning completeness was 73.53%; (2) in cycle II, the mean value of learning outcomes reached 78.15 and classical learning completeness was 88.24%. In conclusion, the implementation of the GGE type of cooperative learning model can improve the learning outcomes of students in class XI IPS-2 in the academicyear 2017/2018 odd semester SMA Negeri 1 Marga, Tabanan Regency, Bali. Penelitian tindakan ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Marga, bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar PPKn, melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group to Group Exchange (GGE). Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS-2 tahun pelajaran 2017/2018 semester gasal. Sedangkan objek penelitian adalah hasil belajar pada mata pelajaran PPKn KD 3.3 Mendeskripsikan sistem hukum dan peradilan di Indonesia sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan 4.3 Menyaji hasilpenalaran tentang sistem hukum dan peradilan di Indonesia sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes hasil belajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini, kriteria keberhasilan ditentukan sebagai berikut: (1) nilai rerata hasil belajar siswa minimal sebesar nilai KKM yaitu 75 dan (2) ketuntasan belajar secara klasikal minimal mencapai 85%. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) pada siklus I, nilai rerata hasil belajar mencapai 70,61 dan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar73,53%; (2) pada siklus II, nilai rerata hasil belajar mencapai 78,15 dan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 88,24%. Kesimpulan, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GGE dapat meningkatkan hasil belajar PPKn siswa kelas XI IPS-2 tahun pelajaran 2017/2018 semester gasal SMA Negeri 1 Marga, Kabupaten Tabanan, Bali.
Upaya meningkatkan hasil belajar fisika melalui model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Marga I Ketut Darta
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 1 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.024 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4003999

Abstract

This research is a classroom action research (Classroom Action Research) which aims to improve physics learning outcomes through problem-based learning models. The subjects of this study were students of class XI IPA of SMA Negeri 1 Marga in the odd semester of the 2018/2019 academic yearconsisting of 39 students. The study was conducted in two cycles consisting of four activities, namely: planning, implementing actions, observing and reflecting. In cycle I held for two meetings and in cycle II held for three meetings. Data collection techniques used in this study are the data of students' physics learning outcomes taken from each cycle of the test and data on the teaching and learning situation taken at the time of the action using observation sheets. Based on the results ofquantitative analysis using learning outcomes tests in the evaluation of physics subjects in the first cycle showed that the number of students who achieved grades above the KKM was 14 people with a percentage of 35.90% and in the second cycle, the number of students who achieved grades above the KKM were 32 people with a percentage of 82.05%. Based on the results of this study, it can be concluded using the Problem Based Learning Model that can improve the physics learningoutcomes of students of SMA Negeri 1 Marga grade XI on business and energy materials. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika melalui model pembelajaran berbasis masalah. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Marga pada semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019 yang terdiri dari 39 siswa. Penelitian dilaksanakan dua siklus yang terdiri dari empat kegiatan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pada siklus I dilaksanakan selama dua kali pertemuan dan pada siklus II dilaksanakan selamatiga kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah data hasil belajar fisika siswa yang diambil dari tes setiap siklus dan data mengenai situasi belajar mengajar diambil pada saat dilaksanakan tindakan dengan menggunakan lembar observasi. Berdasarkan hasil analisis kuantitatif dengan menggunakan tes hasill belajar pada evaluasi mata pelajaran fisika pada siklus I menunjukkan bahwa jumlah siswa yang mencapai nilai di atas KKM adalah 14 orang dengan persentase 35,90% dan pada siklus II, jumlah siswa yang mencapai nilai di atas KKM adalah 32 orang dengan persentase 82,05%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa SMA Negeri 1 Marga kelas XI pada materi usaha dan energi.
Meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PPKn menggunakan metode guru tamu studi ekskursi Elisabet Sumbung
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 1 No. 3 (2020): November 2020
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.882 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4285616

Abstract

The aim of this research is to increase learning activity and its result in class XI IPA 5 of SMA Negeri 1 Kuta Selatan for law system and justice learning material by guest teacher method with excursion. This research is a classroom action research by collaborating PKn teacher from SMA Negeri 1 Kuta Selatan and guest teacher from Denpasar district court. The subject of the research is 36 students in class XI IPA 5 of SMA Negeri 1 Kuta Selatan in first semester of 2019-2020 academic year and the object of the research is learning activities and learning result. This research has 2 cycles. Based on the data analysis the researcher conclude that the activities and learning result increase and reach the indicator, that can be seen from: students who are active to give question increase from 8,30% to 35,89% in the first cycle and 49,75% in the second cycle, students who are able to do dialogue increase from 27,78% to 61,11% in the first cycle and 85,29 % in the second cycle, students who are able to come in front of the class increase from 41,67% to 77,78% in the first cycle and 88,23% in the second cycle. The result of the minimum criteria of mastery learning classical increase from 30,56 % to 54,75% in the first cycle and 94,44% in the second cycle. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 5 SMA N 1 Kuta Selatan pada materi Sistem Hukum dan Peradilan di Indonesia menggunakan metode Guru Tamu dengan Studi Ekskursi. Jenis penelitian ini adalah PTK kolaboratif antara Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Guru Tamu, dan Pengadilan Negeri Denpasar. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 5 SMA N 1 Kuta Selatan, yang berjumlah 36 siswa pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020. Objek penelitian ini adalah aktivitas dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas melalui dua siklus. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan bahwa aktivitas siswa dan hasil belajar siswa meningkat yang dapat dilihat dari indikator: siswa yang berani bertanya pada pra siklus 8,30% meningkat menjadi 35,89% pada siklus I dan menjadi 49,75% pada siklus II, siswa yang mampu berdialog pada pra siklus 27,78%, meningkat menjadi 61,11% pada siklus I dan menjadi 85,29 % pada siklus II. Siswa yang berani tampil didepan kelas pada pra siklus 41,67% meningkat menjadi 77,78% pada siklus I dan menjadi 88,23% pada siklus II. Ketuntasan klasikal pada pra siklus 30,56 % meningkat menjadi 54,75% pada siklus I dan menjadi 94,44% pada siklus II.
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar Gusti Made Adi Widarta
Indonesian Journal of Educational Development Vol. 1 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.038 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4003775

Abstract

This research is a classroom action research that aims to determine the effectiveness of the application of the Jigsaw cooperative learning model can improve student motivation and learning outcomes. The subjects of this study were students of class XI MIPA3 of SMA Negeri 1 Marga in semester 1 of the 2019/2020 academic year, totaling 39 people consisting of 18 male students and 21 female students. The object of research is motivation and learning outcomes of chemistry.Student motivation data were collected using a questionnaire, while learning outcomes data were collected using learning outcomes tests. The data collected was analyzed descriptively qualitatively. This action research is said to have succeeded if it met the following requirements: (1) minimal student motivation in the high category, (2) the average value of minimum daily tests of KKM = 68, and classical learning completeness of at least 85%. Before the study was conducted the students' motivation was very low, as seen from the assignments not being completed on time, some students arrived late, and in class many students were sleepy. The average value of the previous daily tests was 66.18 and from 39 students it turned out that only 27 people were complete so that classical completeness only reached 69.23%. After conducting classroom action research, inthe first cycle students 'motivation was quite high, the average value of the students daily tests was 69.03, and from 39 students only 32 people were completed so that classical completeness reached 82.05%. In the second cycle the results achieved were high student learning motivation, the average value of daily tests reached 72.68, and of 39 students it turned out that 35 people had reached completeness so that learning completeness classically reached 89.74%. Conclusion: the applicationof a jigsaw cooperative learning model can increase students' motivation and chemistry learning outcomes in two cycles. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan model pembelajaran kooperatof tipe jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA3 SMA Negeri 1 Marga semester 1 tahun pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 39 orang terdiri dari 18 orang laki-laki dan 21 orang perempuan. Objek penelitian adalah motivasi dan hasil belajar kimia. Data motivasi siswa dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan data hasil belajar dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptifkualitatif. Penelitian tindakan kelas ini dikatakan sudah berhasil bila memenuhi syarat-syarat: (1) motivasi siswa minimal tinggi, (2) nilai rata-rata ulangan harian minimal sebesar KKM=68, dan ketuntasan belajar klasikal minimal 85%. Sebelum dilakukan tindakan motivasi belajar siswa sangat rendah, terlihat dari tugas-tugas tidak diselesaikan tepat waktu, beberapa siswa datang terlambat, dan di kelas siswa banyak yang mengantuk. Nilai rata-rata ulangan harian sebelumnya adalah 66,18 dan dari 39 orang siswa ternyata hanya 27 orang dinyatakan tuntas sehingga ketuntasan klasikal hanya mencapai 69,23%. Setelah dilakukan penelitian tindakankelas, pada siklus I motivasi siswa tergolong cukup tinggi, nilai rata-rata ulangan harian siswa 69,03, dan dari 39 orang siswa hanya 32 orang yang dinyatakan tuntas sehingga ketuntasan klasikal baru mencapai 82,05%. Pada siklus II hasil yang dicapai adalah motivasi belajar siswa tinggi, nilai rata-rata ulangan harian mencapai 72,68, dan dari 39 orang siswa ternyata 35 orang sudah mencapai ketuntasan sehingga ketuntasan belajar secara klasikan mencapai 89,74%. Kesimpulan: penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar kimia siswa dalam dua siklus.

Page 3 of 39 | Total Record : 386