cover
Contact Name
Sri Warsini
Contact Email
sri.warsini@ugm.ac.id
Phone
+62274-545674
Journal Mail Official
jurnalkeperawatan.fk@ugm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Gedung Ismangoen Jl. Farmako, Sekip Utara Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal)
ISSN : 2614445x     EISSN : 26144948     DOI : https://doi.org/10.22146/jkkk.57386
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) accepts novel research articles, case study, literature review, and psychometric testing articles in all field of clinical and community of nursing. This journal is published through peer-review process by nursing and health expert in academic and health care institution in Indonesia. The scope includes: 1) Surgical medical nursing 2) Emergency nursing 3) Basic nursing 4) Education in nursing 5) Management in nursing 6) Maternity nursing 7) Pediatric nursing 8) Mental health nursing 9) Community nursing
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2021)" : 6 Documents clear
Hubungan Stres dengan Konsep Diri Narapidana Wanita di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Yogyakarta Yanuarta Sulistiyawati; Puji Sutarjo; Ibrahim Rahmat
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.44275

Abstract

Background: Female prisoner suffers more stressful situation. Stress can cause a change in life that response emotionally in the form of negative feelings to oneself. These negative feelings can affect the self-concept response of the individual to become maladaptive. Objective: To know the correlation between stress and self-concept of female prisoners in Women’s Correctional Institution (Lembaga Pemasyarakatan Perempuan/LPP) in Yogyakarta. Methods: This was non-experimental quantitative research with correlational analytics and cross-sectional design. The study was conducted at LPP Yogyakarta in December 2017. The sample in this study was female prisoners in LPP Class IIB Yogyakarta, which amounted to 64 people. The sampling technique used in this study was the consecutive sampling technique. Stress measurement was using the Windistiar’s instrument and self-concept measurements was using the Rahmat’s instrument as basis, then they were modified by the researchers. The analysis used in this study was univariate and bivariate analysis that using chi-square test. Results: The majority of respondents had low level stress (79,69%) and negative self-concept (51,6%). Moreover, p value for chi-square test of the correlation between the stress level and self-concept, was 0,001. Conclusion: There is a correlation between stress and self-concept of female prisoners in LPP Yogyakarta.ABSTRAKLatar belakang: Menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan merupakan situasi yang penuh dengan stres, terlebih untuk narapidana wanita. Stres dapat menyebabkan perubahan dalam kehidupan, yang memberi respons emosional dalam bentuk perasaan negatif terhadap diri sendiri. Perasaan negatif tersebut dapat memengaruhi respons konsep diri individu, sehingga menjadi maladaptif. Tujuan: Mengetahui hubungan antara stres dengan konsep diri pada narapidana wanita di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan rancangan cross-sectional. Penelitian dilakukan di LPP Kelas II B Yogyakarta, pada Bulan Desember 2017. Sampel dalam penelitian ini adalah narapidana wanita di LPP Yogyakarta yang berjumlah 64 orang. Teknik sampling yang digunakan, yaitu consecutive sampling. Pengukuran stres menggunakan instrumen dari Windistiar dan pengukuran konsep diri menggunakan instrumen Rahmat yang dimodifikasi oleh peneliti. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat, menggunakan uji chi-square. Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat stres yang rendah (79,69%) dan memiliki konsep diri yang negatif (51,6%). Berdasarkan hasil uji chi-square pada hubungan antara tingkat stres dengan konsep diri, didapatkan nilai p value sebesar 0,001. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara stres dengan konsep diri pada narapidana wanita di LPP Yogyakarta. 
Uji Validitas dan Reliabilitas pada Instrumen Kidney Disease Quality of Life-36 (KDQOL-36) pada Pasien dengan Hemodialisis Muhammad Cahyono Tito Hudoyo; Melyza Perdana; Sri Setiyarini
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.81530

Abstract

Background: The health condition or quality of life of patient with hemodialysis should be monitored continuously by health worker. KDQOL-36 is a specific instrument for reviewing the quality of life of patient with renal failure. A valid and reliable KDQOL-36 instrument is needed to measure the quality of life of patient with chronic kidney disease.  Objective: To determine the validity and reliability of the Indonesian version of the KDQOL-36 intrument. Method: This was psychometric study to assess content validity and reliability. The research was conducted at Hemodialysis Unit of Academic Hospital of Gadjah Mada University, Yogyakarta. Respondents were patients who underwent hemodialysis. The research instrument was KDQOL-36 Indonesian version. Validity test was run by 3 doctors specializing in kidney disease and hypertension, 2 clinical renal nurses, and 1 academician. Testing reliability used internal consistency. Result: Based on the statistical test, the CVI value was 1,00 and the coefficient value of Cronbach's Alpha KDQOL-36 Indonesian version was 0,708. Conclusion: The Indonesian version of the KDQOL-36 is a valid and reliable instrument.ABSTRAKLatar belakang: Pasien yang menjalani hemodialisis harus dipantau kondisi atau kualitas hidupnya secara terus-menerus oleh petugas kesehatan. KDQOL-36 merupakan instrumen khusus yang penting untuk menilai kualitas hidup pasien gagal ginjal. Diperlukan instrumen KDQOL-36 yang valid dan reliabel untuk mengukur kualitas hidup pasien dengan penyakit ginjal kronis. Tujuan: Untuk mengetahui validitas dan reliabilitas KDQOL-36 versi Bahasa Indonesia. Metode: Penelitian ini adalah penelitian psikometri untuk menilai validitas isi dan reliabilitas. Penelitian dilakukan di Unit Hemodialisis Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Responden adalah pasien yang menjalani hemodialisis. Instrumen penelitian yang digunakan adalah KDQOL-36 versi Bahasa Indonesia. Validitas isi diuji oleh 3 dokter spesialis penyakit ginjal dan hipertensi, 2 perawat renal klinis, dan 1 akademisi. Pengujian reliabilitas menggunakan internal consistency.  Hasil: Berdasarkan uji statistik, didapatkan nilai CVI adalah 1,00 dan nilai koefisien Cronbach’s Alpha KDQOL-36 versi bahasa Indonesia adalah 0,708. Kesimpulan: KDQOL-36 versi bahasa Indonesia merupakan instrumen yang valid dan reliabel. 
Gambaran Dukungan Sosial Bagi Family Caregiver dalam Merawat Pasien Demensia Putri Utami Ayu Maninggar; Christantie Effendy; Heny Suseani Pangastuti
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.84313

Abstract

Background: A family caregiver requires high social support to reduce stress levels and improve welfare in treating people with dementia. Research about social support for family caregiver in treating dementia has rarely been conducted. Objective: To describe social support for family caregiver in treating dementia patients. Method: This research was descriptive quantitative research and cross-sectional study design. Data was collected in May 2018. The samples in this study were 53 family caregivers of dementia patients who came to the Memory Clinic of Dr. Sardjito Hospital in Yogyakarta. Sampling technique was using purposive sampling. Social Support Questionnaire (SSQ) was equipped as research instrument, while data analysis was using univariate analysis. Results: Respondents who received social support came from primary, secondary, and tertiary sources were 44 respondents (83%). The average value of emotional-support satisfaction level reached 4,85 (± 0,59), while instrumental support was 4.79 (± 0,64), esteem support was 4,79 (± 0,77), and informational support was 4,87 (± 0,57).  Conclusion: All forms of social support which were received by the family caregiver are close to category 5 (satisfied). Mostly, social support sources came from children, siblings, relatives, and health workers.ABSTRAKLatar belakang: Seorang family caregiver membutuhkan dukungan sosial yang tinggi dalam melakukan perawatan pada pasien demensia, untuk mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kesejahteraan. Penelitian terkait gambaran dukungan sosial family caregiver dalam melakukan perawatan pada pasien demensia masih jarang dilakukan.  Tujuan: Untuk menggambarkan dukungan sosial yang diterima family caregiver dalam merawat pasien demensia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif, dengan rancangan penelitian cross sectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2018. Sampel dalam penelitian ini adalah 53 orang family caregiver pasien demensia yang datang ke Klinik Memori RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Social Support Questionnaire (SSQ). Sedangkan analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Responden yang menerima dukungan sosial berasal dari sumber primer, sekunder, dan tersier, sebanyak 44 responden (83%). Rata-rata tingkat kepuasan dari dukungan emosional yang diterima responden sebesar 4,85 (± 0,59), dukungan instrumental sebesar 4,79 (± 0,64), dukungan penghargaan sebesar 4,79 (±0,77), dan dukungan informasional sebesar 4,87 (± 0,57).  Kesimpulan: Semua bentuk dukungan sosial yang diterima family caregiver bernilai mendekati kategori 5 (puas). Mayoritas sumber dukungan sosial berasal dari anak, kakak/adik, kerabat, dan petugas kesehatan.  
Gambaran Keterampilan Mahasiswa Keperawatan dalam Melaksanakan Prosedur Pembalutan Luka pada Pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support Hanifa Nurul Zahra; Sutono Sutono; Anita Kustanti
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.84316

Abstract

Background: Emergency situation can be occurred at any place or time which requires immediate and appropriate treatment. Nursing students as the member of community are expected to provide emergency care aid including wound dressing. Objective: To identify nursing student's skill in performing wound dressing care procedure on Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) training. Method: A descriptive-quantitative research with cross sectional design was piloted in 2 training venue in Yogyakarta. The research ran for 2 months from November to December 2017. The population in the research were whole participants of Basic Trauma and Cardiac Life Support organized by PUSBANKES Team 118 PERSI DIY. Total of 141 respondents participated in the research. Data analysed by univariat technique and displayed in the form of frequency distribution. Result: There were 141 respondents who dominated by female, attending BTCLS training. Most of the respondents’ skills (93 students) during in-class-skill-training were in the moderate category (skill range 51-74%). During post-training-skills evaluation, there were 131 students (≥75%) who were classified into high category (skill range >75%). Conclusion: Nursing students’ skill in providing emergency wound dressing care on BTCLS training is categorized as high skill (≥75%).ABSTRAKLatar belakang: Keadaan gawat darurat bisa terjadi di mana pun dan kapan pun. Kondisi tersebut memerlukan tindakan yang cepat dan tepat. Mahasiswa keperawatan merupakan bagian dari masyarakat yang memerlukan keahlian dalam melakukan tindakan pertolongan pada kondisi gawat darurat, khususnya pembalutan luka.  Tujuan: Mengetahui gambaran keterampilan mahasiswa keperawatan dalam melaksanakan prosedur pembalutan luka pada pelatihan BTCLS. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif non-eksperimental dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di 2 tempat pelatihan, di Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan November dan Desember 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) yang diadakan oleh tim (PUSBANKES) 118 PERSI DIY dengan sampel berjumlah 141 peserta. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Checklist prosedur pembalutan luka yang dimiliki oleh PUSBANKES 118 PERSI DIY. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil: Pada saat latihan keterampilan, sebagian besar responden termasuk dalam kategori keterampilan sedang (skor 51-74%), yaitu sebanyak 93 responden (66,0%). Sementara pada saat evaluasi keterampilan, mayoritas termasuk dalam kategori keterampilan tinggi (skor ≥75%), yaitu sebanyak 131 responden (92,9%).  Kesimpulan: Gambaran keterampilan mahasiswa keperawatan dalam melaksanakan prosedur pembalutan luka pada pelatihan BTCLS berada pada kategori keterampilan tinggi.
Hubungan antara Stres dengan Kualitas Tidur Remaja di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja Yogyakarta Kusuma Ayu Rachmasari; Sri Hartini; Itsna Lutfi Kholisa; Yayi Suryo Prabandari
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.84770

Abstract

Background: The unresolved conflict which is experienced by adolescent may cause stress. Stress on adolescents is reversible but may lead to serious impact if not properly dealt with. Emotional disorder like stress may affect the quality of sleep on adolescents. Objective: To identify the correlation of stress with quality of sleep in Youth Protection and Social Rehabilitation Center (Balai Perlindungan and Rehabilitasi Sosial Remaja/BPRSR) of Yogyakarta. Method: This research was correlational descriptive with cross sectional design. The research was conducted at BPRSR Yogyakarta. There were 52 adolescents as sample which was determined by total sampling method. Data were collected using two questioners i.e. Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI), to measure the quality of sleep, and Perceived Stress Scale (PSS-10) to measure stress on adolescents. Data were analyzed using spearman rank test to figure out the correlation between stress and quality of sleep of. Result: The prevalence of moderate stress was 88,46% among respondents, while 80,77% of adolescents had poor quality of sleep. The analysis conducted showed no significant correlation between stress and quality of sleep (p=0,564). The analysis on external factor revealed the correlation between drug consumption and quality of sleep. Conclusion: No significant relation is found between stress and quality of sleep among adolescent in Youth Protection and Social Rehabilitation Center (BPRSR) of Yogyakarta.ABSTRAKLatar belakang: Konflik yang dialami oleh remaja dan tidak terselesaikan dengan baik dapat menyebabkan stres pada remaja. Stres pada remaja bersifat reversible, namun akan berdampak serius jika tidak ditangani dengan baik. Gangguan mental emosional berupa stres dapat memengaruhi kualitas tidur pada remaja. Tujuan: Mengetahui hubungan stres dengan kualitas tidur pada remaja di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja Yogyakarta (BPRSR). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian yang dilakukan di BPRSR Yogyakarta ini, menggunakan sampel sebanyak 52 remaja, dengan metode total sampling. Data kualitas tidur dan stres pada remaja dikumpulkan melalui kuesioner Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI) dan Perceived Stress Scale (PSS-10). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank untuk mengetahui hubungan antara stres dengan kualitas tidur remaja di BPRSR. Hasil: Diketahui prevalensi stres level sedang, pada remaja di BPRSR sebesar 88,46% dan sebanyak 80,77% remaja memiliki kualitas tidur buruk. Hasil analisis uji hubungan menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stres dengan kualitas tidur (p=0,564). Hasil analisis faktor luar ditemukan adanya hubungan antara konsumsi obat dengan kualitas tidur. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara stres dengan kualitas tidur remaja di BPRSR Yogyakarta.
Perbedaan Pengetahuan dan Upaya Teman Sebaya dalam Pencegahan Perilaku Merokok pada Remaja SMA di Area Rural dan Urban Tri Yuniyanti; Purwanta Purwanta; Wenny Artanty Nisman
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.88655

Abstract

Background: The prevalence of smoking in adolescents continues to increase. One of the influential things in adolescent smoking behavior is peers. Also the school environment. Not much research has been done on differences in peer knowledge and effort among adolescents living in rural and urban areas. Objective: Knowing the comparison of knowledge and peer efforts in terms of preventing smoking behavior in high school adolescents in rural and urban areas of Bantul Regency. Method: This research is a comparative descriptive study by designcross-sectional. The research was conducted in four high schools in Bantul Regency. A sample of 274 students was divided into two groups, namely rural and urban. The smoking knowledge questionnaire and peer smoking prevention questionnaire were used. Data analysis using testMann Whitney. Result: The level of knowledge about smoking among high school students in the urban area of Bantul significantly higher than in rural Bantul (p<0,05). Peers' efforts to prevent smoking behavior were more frequent by rural Bantul students than urban Bantul students, but not significant (p>0,05). Conclusion: There are differences in the level of knowledge about smoking among high school students in rural and urban Bantul district, but not in the efforts of peers to prevent smoking.ABSTRAKLatar belakang: Prevalensi perokok pada  remaja terus meningkat.  Salah satu hal yang berpengaruh dalam perilaku merokok remaja adalah teman sebaya. Selain itu lingkungan sekolah. Belum banyak penelitian tentang perbedaan pengetahuan dan upaya teman sebaya pada remaja yang tinggal di daerah rural dan urban.  Tujuan: Mengetahui komparasi pengetahuan dan upaya teman sebaya dalam hal pencegahan perilaku merokok pada remaja SMA di daerah rural dan urban Kabupaten Bantul. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif dengan rancangan cross-sectional. Penelitian dilakukan di empat SMA di Kabupaten Bantul. Sampel berjumlah 274 siswa yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu rural dan urban. Kuesioner pengetahuan tentang rokok dan kuesioner upaya pencegahan merokok teman sebaya digunakan. Analisis data menggunakan uji Mann Whitney. Hasil: Tingkat pengetahuan tentang rokok pada siswa SMA di daerah urban Bantul signifikan lebih tinggi dari daerah rural Bantul (p<0,05). Upaya teman sebaya dalam pencegahan perilaku merokok lebih banyak dilakukan oleh siswa rural Bantul dibandingkan siswa urban Bantul, namun tidak signifikan (p>0,05). Kesimpulan: Ada perbedaan tingkat pengetahuan tentang rokok pada siswa SMA di rural dan urban Kabupaten Bantul, namun tidak dalam upaya teman sebaya dalam pencegahan merokok. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6